WorksheetsTryout PPG PAI 1
Total questions: 50
Worksheet time: 25mins
Seorang guru PAl ingin merancang pembelajaran tentang pentingnya akhlak karimah dalam kehidupan
sehari-hari. Tujuan pembelajaran ranah sikap yang paling tepat agar peserta didik dapat meningkatkan
keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia adalah...
Peserta didik dapat menjelaskan pengertian akhlak karimah menurut Al- Qur'an dan Hadis
Peserta didik dapat menyebutkan contoh-contoh perilaku akhlak karimah dalam sejarah Islam.
Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menunjukkan sikap jujur dan amanah sebagai
wujud akhlak karimah dalam interaksi sosial
Peserta didik dapat menganalisis dampak positifmemiliki akhlak karimah bagi diri sendiri dan
masyarakat.
Peserta didik dapat menghafal dalil-dalil naqli tentang perintah berakhlak karimah
Dalam pembelajaran Fiqih Kontemporer mengenai pernikahan, seorang guru menyajikan studi kasus
tentang pernikahan dini dan dampaknya. Rumusan tujuan pembelajaran ranah pengetahuan yang paling
mendorong kemampuan berpikir kritis peserta didik adalah
Peserta didik dapat menyebutkan syarat dan rukun nikah sesuai syariat Islam
Peserta didik dapat menjelaskan hikmah disyariatkannya pernikahan dalam Islam
Melalui analisis studi kasus, peserta didik dapat mengevaluasi argumen pro dan kontra
mengenai pernikahan diniditinjau dari berbagai perspektif(agama, sosial, kesehatan).
Peserta didik dapat membandingkan prosesi pernikahan adat dengan pernikahan sesuai syariat
Islam
Peserta didik dapat menceritakan kisah pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan Khadijah
RA
Materi pembelajaran adalah tentang kriteria hadis shahih. Untuk menumbuhkan semangat gotong
royong pada ranah keterampilan, rumusan tujuan pembelajaran yang paling sesuai adalah...
Peserta didik dapat menjelaskan lima kriteria utama sebuah hadis dikatakan shahih.
Peserta didik dapat membedakan antara hadis shahih, hasan, dan dhaif berdasarkan sanad dan
matannya
Peserta didik dapat menyebutkan contoh-contoh hadis shahih yang berkaitan dengan
muamalah
Secara berkelompok, peserta didik dapat berkolaborasi menyusun peta konsep tentang kriteria
kesahihan hadis dan mempresentasikannya
Peserta didik dapat mempraktikkan cara mencari hadis shahih menggunakan aplikasi digital.
Seorang guru mengembangkan materi tentang konsep takdir, termasuk bagaimana masyarakat
seringkali memahami dan menyikapinya dalam tradisi lokal (misalnya, syukuran atas kelahiran atau
doa bersama saat menghadapi musibah). Rumusan indikator tujuan pembelajaran ranah sikap yang
paling sesuai agar peserta didik memiliki sikap penerimaan terhadap tradisi terkait takdir adalah...
Peserta didik dapat menjelaskan perbedaan antara takdir mubram dan muallaq.
Peserta didik dapat mengidentifikasi minimal tiga tradisi lokal yang berkaitan dengan
pemahaman takdir
Peserta didik menunjukkan sikap menghargai (tasamuh) terhadap praktik tradisi lokal yang
berkaitan dengan menyikapi takdir, selama tidak bertentangan dengan akidah
Peserta didik dapat mengkritisi tradisi lokal yang dianggap tidak sesuai dengan konsep takdir
dalam Islam
Peserta didik dapat menyebutkan dalil AI-Qur'an tentang kewajiban beriman kepada takdir.
Materi pembelajaran adalah tentang ayat-ayat Muhkamat dan Mutasyabihat dalam AIQur'an. Rumusan
indikator tujuan pembelajaran ranah pengetahuan yang paling mendorong kemampuan berpikir dinamis
dan inovatif peserta didik adalah...
Peserta didik dapat mendefinisikan pengertian ayat Muhkamat dan Mutasyabihat
Peserta didik dapat menyebutkan minimal tiga contoh ayat Muhkamat dan tiga contoh ayat
Mutasyabihat
Peserta didik dapat menjelaskan sikap ulama salaf terhadap ayat-ayat Mutasyabihat
Peserta didik dapat mengusulkan interpretasi kontekstual yang relevan terhadap ayat Mutasyabihat tertentu, dengan mempertimbangkan perkembangan ilmu pengetahuan modern
Peserta didik dapat membedakan antara ayat Muhkamat dan Mutasyabihat dalam surat Al
Baqarah
Seorang guru merencanakan pembelajaran tentang ayat Muhkamat dan Mutasyabihat menggunakan
pendekatan Problem-Based Learning (PBL). Guru menyajikan masalah berupa perbedaan pendapat
ulama dalam menafsirkan ayat Mutasyabihat. Dalam konteks perencanaan ini, analisis materi ajar
kajian tafsir (bi al-Ma'tsur, bi al-Ra'yi, metode tahlili, ijmali, dll.) berdasarkan struktur keilmuan yang
paling sesuai dengan karakteristik peserta didik SMA yang kritis adalah...
Fokus utama pada metode tafsir ijmali untuk pemahaman global
Penekanan pada hafalan definisi masing-masing metode tafsir
Membandingkan secara mendalam pendekatan tafsir bi al-Ma'tsur dan bi al-Ra'yi dalam
menyikapi ayat Mutasyabihat, mendorong analisis kritis terhadap argumentasi masing-masing.
Memberikan ringkasan singkat semua metode tafsir tanpa pendalaman
Meminta siswa memilih satu metode tafsir favorit mereka
Guru melaksanakan pembelajaran tentang klasifikasi hadis (berdasarkan kuantitas dan kualitas sanad)
menggunakan Project-Based Learning (PjBL). Proyeknya adalah membuat infografis digital tentang
perbedaan hadis Mutawatir, Ahad, Shahih, Hasan, dan Dhaif. Analisis materi ajar klasifikasi hadis
berdasarkan struktur keilmuan yang relevan selama pelaksanaan PjBL ini adalah...
Hanya fokus pada definisi masing-masing klasifikasi hadis
Memberikan contoh hadis untuk setiap klasifikasi tanpa menjelaskan kriteria
Menekankan pada pemahaman kriteria detail (syarat sanad bersambung, perawi adil, dhabit, dll.) dan fungsi hadis terhadap Al-Qur'an sebagai dasar pembuatan infografis yang akurat
Membahas sejarah kodifikasi hadis secara mendalam
Menguji hafalan siswa tentang nama-nama perawi hadis
Seorang guru mengevaluasi pemahaman siswa tentang materi "Mengungkap Rahasia Takdir"
menggunakan pendekatan Dialogue-Based Learning (DBL), dengan fokus pada pertanyaan reflektif.
Untuk mengukur pemahaman hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir, uraian materi ajar yang
paling tepat dieksplorasi dalam evaluasi tersebut adalah
Definisi takdir mubram dan muallaq
Perbedaan antara mu'jizat, karamah, dan sihir.
Bagaimana keyakinan pada takdir (bahwa semua akan dipertanggungjawabkan) memotivasi amal shaleh sebagai persiapan menghadapi hari akhir
Contoh-contoh takdir dalarm kehidupan sehari-hari.
Kisah para nabi dalam menghadapi takdir Allah
Seorang guru merencanakan pembelajaran tentang "Akhlak Karimah sebagai Pilar Pembangunan
Karakter Bangsa" dengan pendekatan TPACK. Guru berencana menggunakan video inspiratif
(Teknologi), diskusi kelompok (Pedagogi), dan materi tentang contoh akhlak mulia dalam sejarah dan
konteks modern (Konten). Alur materi ajar yang paling logis dan sesuai karakteristik peserta didik
(misal:remaja yang butuh relevansi) adalah..
Sejarah akhlak -> Definisi akhlak -> Contoh akhlak -> Implementasi
Definisi akhlak -> Dalil naqli -> Manfaat akhlak -> Diskusi
Konteks kekinian (krisis karakter) -> Pentingnya akhlak karimah -> Contoh teladan (sejarah &modern) -> Refleksi &komitmen penerapan -> Kaitan dengan karakter bangsa
Manfaat akhlak -> Contoh akhlak -> Sejarah akhlak-> Definisi.
Guru melaksanakan pembelajaran Fiqih Kontemporer (misal: perbankan syariah, zakat produktif)
menggunakan pendekatan Deep Learning (DL) yang menekankan pemahaman mendalam dan koneksi
antar konsep. Alur materi ajar yang paling logis selama pelaksanaan pembelajaran ini adalah...
Definisi bank syariah -> Sejarah bank syariah -> Produk bank syariah -> Praktik
Konsep dasar riba -> Prinsip ekonomi Islam -> Mekanisme perbankan syariah -> Analisis perbedaan dengan bank konvensional > Studi kasus zakat produktif -> Kaitan antara perbankan syariah dan zakat produktifdalam pemberdayaan ekonomi
Zakat produktif -> Definisi -> Contoh -> Hukum zakat
Produk bank syariah -> Hukum bunga bank -> Sejarah riba
Praktik perbankan syariah -> Definisi zakat produktif-> Prinsip ekonomi Islam
Seorang guru menggunakan model pelayanan konseling untuk mengevaluasi pemahaman dan sikap
siswa terhadap materi "Transformasi Peradaban Islam: Kepemimpinan, Dakwah, dan Pendidikan dari
Masa Khulafaur Rasyidin hingga Era Modern". Alur materi ajar yang logis digali dalam sesi evaluasi
konseling ini adalah ... .
Menanyakan urutan Khulafaur Rasyidin
Menguji hafalan tanggal-tanggal penting dalam sejarah Islam
Mendiskusikan faktor kunci keberhasilan kepemimpinan di masa lalu -> Menganalisis tantangan dakwah dan pendidikan Islam saat ini > Merefleksikan relevansi nilai-nilai kepemimpinan, dakwah, dan pendidikan Islam masa lalu untuk solusi tantangan kontemporer > Menggali sikap dan rencana kontribusi pérsonal siswa
Fokus hanya pada strategi dakwah di era modern
Bertanya tentang sistem pendidikan Islam di masa Abbasiyah
Sekolah melaksanakan program P5 dengan tema "Bhinneka Tunggal Ika". Guru PAlmerencanakan
pembelajaran untuk mendukung tema ini. Pengembangan materi ajar PAI yang paling sesuai untuk
menanamkan nilai "Berkebinekaan Global" (salah satu dimensi P5) adalah..
Materitentang sejarah masuknya Islam diNusantara
Materi tentang rukun iman dan rukun Islam
Mengkaji ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadis tentang toleransi (tasamuh), menghargai perbedaan (ikhtilaf), dan pentingnya persatuan (ukhuwah) dalam konteks keberagaman suku, budaya, dan agama di Indonesia dan dunia
Materi tentang tata cara shalat berjamaah
Materi tentang kisah-kisah nabi Ulul Azmi
Dalam pelaksanaan pembelajaran PAI yang terintegrasi dengan PPRA, guru ingin menanamkan nilai
"Keteladanan" (Qudwah Hasanah). Pengembangan materi ajar yang paling efektif dalam pelaksanaan
pembelajaran ini adalah...
Membahas teori-teori kepemimpinan dalam Islam
Menganalisis kisah-kisah inspiratif Nabi Muhammad SAW, para sahabat, dan tokoh-tokoh Muslim kontemporer yang menunjukkan integritas, kesederhanaan, kepedulian sosial, dan akhlak mulia lainnya, serta mendiskusikan cara meneladaninya dalam konteks kehidupan siswa
Menjelaskan syarat-syarat menjadi pemimpin yang baik
Membaca biografi ulama-ulama besar penulis kitab kuning.
Mendiskusikan konsep amar ma'ruf nahimunkar
Guru mengamati praktik dialog antar agama yang harmonis di lingkungan sekolah sebagai implementasi
moderasi beragama. Untuk mengevaluasi pemahaman siswa tentang konsep Islam Wasathiyah,
pengembangan materi ajar yang paling tepat diangkat dalam evaluasi adalah...
Sejarah perdebatan teologis antar mazhab dalam Islam
Konsep jihad dalam arti perang
Menggalipemahaman siswa tentang prinsip-prinsíp Islam Wasathiyah seperti Keadilan ('Adl), Keseimbangan (Tawazun), Toleransi (Tasamuh), dan Musyawarah (Syura) dan bagaimana prinsip ini terefleksi alam praktik dialog antaragama yang diamati
Bahaya paham liberalisme dan sckularism
Perbedaan antara Islam fundamentalis dan Islam moderat
Menanggapi maraknya berita hoax dan ujaran kebencian bernuansa agama di media sosial, seorang
tokoh masyarakat menyerukan pentingnya implementasi moderasi beragama untuk menjaga kerukunan.
Penilaian terhadap pengembangan materi ajar Islam Wasathiyah yang paling relevan dengan alasan tersebut adalah...
Materiterlalu fokus pada aspek teologis Wasathiyah
Materi kurang membahas sejarah konflik antaragama
Materi berhasil menekankan ajaran Islam tentang Tabayyun (klarifikasi informasi), menahan
diridari prasangka buruk (su'uzhan), larangan mencela (ghibah/namimah), dan pentingnya menjaga lisan sebagai inti darisikap moderat dalam berinteraksi sosial, termasuk di media sosial
Materi hanya membahas konsep Tawazun (keseimbangan)
Materi tidak mengaitkan Wasathiyah dengan isu kontemporer
Materipembelajaran adalah Kajian Tafsir, khususnya perbedaan metode tafsir bi al-Ma'tsur dan bial
Ra'yi. Rancangan pembelajaran dengan pendekatan PBL (Problem-Based Learning) yang paling sesuai
adalah...
Guru menjelaskan kedua metode, siswa mencatat
Siswa diminta menghafal contoh ayat yang ditafsirkan dengan kedua metode
Guru menyajikan ayat Al-Quran yang memiliki potensi penafsiran beragam (misal: ayat tentang sifat Allah). Siswa diminta menganalisis bagaimana kedua metode (bi al-Ma'tsur dan bi al-Ra'yi) mendekati penafsiran ayat tersebut, mengidentifikasi kekuatan dan kelemalhan masing-masing pendekatan, dan mendiskusikan implikasinya
Siswa ditugaskan membuat rangkuman tentang sejarah perkembangan ilmu tafsir
Guru memberikan kuis tentang definisi metode tafsir
Sebagai guru al -Qur'an Hadis, pak musharif memberikan tugas kepada peserta didik untuk membuat
poster klasifikasi hadis, klasifikasi hadis ditinjau dari kualitasnya disertai dengan hukum maqbul dan
mardudnya pengalaman hadis tersebut. Hal ini disebabkan sering munculnya masalah di lapangan
banyaknya orang yang tidak bisa membedakan antara hadis shahih, hasan dan dhaif. Rancangan
pembelajaran diatas berpendekatan....
PJBL (Project Based Learning)
Technological Pedagogical and Content Knowledge TPACK
Diferentation Based Learning/DBL
Problem Based Learning (PBL),
Pembelajaran Berbasis Deep Learning
Sebagai guru Akidah Akhlak, pak Budiman menggunakan media Kahoot; Untuk kuis interaktif
mengenai pemahaman siswa terhadap materi hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir. Hal ini
menunjukan bahwa pak Budi merancang pembelajaran dengan pendekatan..
Pedagogical Knowledge
Differentiation Based Learning/DBL
Problem Based Learning (PBL)
Content Knowledge - CK
Technological Knowledge -TK
Sebagai guru Akidah Akhlak, Pak Mutohar memberi materi dengan tiga level. Pertama materi tentang
pengenalan dasar dan ciri - ciri umum mu'jizat, karamah dan sihir. Tujuan konten ini adalah memahami
pengertian dan perbedaan umum ketiganya secara sederhana. Kedua, perbedaan konseptual dan sumber
dalil. Tujuan konten ini memahami perbedaan hakikat, tujuan, dan hukum dari ketiga fenomena
tersebut. Ketiga, Kajian filosofis dan teologis. Tujuan konten ini adalah untuk menganalisis makna
teologis dan implikasi akidah dari fenomena ketiganya ini. Rancangan pembelajaran di atas
berpendekatan. ....
Deferensiasi Produk
Deferensiasi Konten
Deferensiasi Proses
Deferensiasi Lingkungan
Pembelajaran Berbasis Deep Learning
Ibu Murni merancang pembelajaran materi pembentukan akhlak karimah dengan menggunakan strategi
pembelajaran yang berbeda sesuai dengan perbedaan indivindu. Pertama, Strategi "Poster Inspiratif"
dimana siswa diminta membuat poster yang menggambarkan nilai-nilai akhlak karimah seperti jujur,
sabar, dan menghormati orang tua. Kedua, Strategi "Drama Mini Akhlak" dimana Siswa membuat dan
memainkan drama pendek yang menggambarkan contoh perilaku akhlak karimah, misalnya menolong
teman, mnemaafkan kesalahan, atau menghormati guru. Rancangan pembelajaran seperti ini
berpendekatan .....
Deferensiasi Produk
Deferensiasi Konten
Deferensiasi Proses
Deferensiasi Lingkungan
Pembelajaran Berbasis Deep Learning
Seorang guru PAI mengajarkan materi fiqih kontemporer dikelas XI dengan topik Transaksi Digital
dalam Islam". Siswa di kelasnya menmiliki tingkat penguasaan teknologi dan gaya belajar yang beragam.
Guru tersebut ingin menerapakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada perbedaan indivindu,
namun tetap menjaga struktur keilmuan fiqih (seperti pendekatan dalil, qawaid fiqhiyah, dan penerapan
hukum). Dalam konteks tersebut, strategi pembelajaran manakah yang paling sesuai?
Meminta semua siswa membuat ringkasan materi dari buku paket tentang hukum jual beli
online berdasarkan fatwa MUI
Menyajikan video tentang e-commerce syariah lalu memberikan soal latihan pilihan ganda
yang dikerjakan secara indivindu
Menanyakan siswa membuat Vlog edukatif, infografis, atau podcast tentang transaksi digital
syariah, dipilih sesuai minat dan gaya belajar masing-masing, dengan membuat dasar hukum yang tepat
Mengadakan diskusi klasikal tatap muka tentang jual beli online dan meminta siswa
menuliskan kesimpulan berdasarkan pendapat pribadi
Membagi siswa secara acak untuk mengajarkan proyek kelompok membuat presentasi hukum
transaksi digital tanpa mempertimbangkan minat dan kemampuan teknologi masing-masing
Pada tahap ini, siswa diajak untuk membangun kesadaran dan keterlibatan emosional tentang hak-hak rakyat perepektif Islam. Pak guru mengajak refleksi dan aktivitasi diri. Guru mengajak siswa
melakukan refleksi dengan pertanyaan, Apakah kalian pernah mendapatkan fasilitas yang diberikan
oleh pemerintah kepadamu?" atáu "Bagaimana perasaanmu ketika anda mendapatkan bantuan dari
pemerintah?".
Deep Learning Fase Persiapan (Mindful Learning)
Deep Learning Fase Eksplorasi(Meaningful Laerning)
Deep Learning Fase Aplikasi (Joyful Laerning)
Deep Learning Fase Refleksi dan Evaluasi
Pedagocial Knowaledge - PK
Guru Khadijah melakukan pembelajaran dengan pendekatan Deep Learning materi perkembangan
kepemimpinan islam pada tahap Fase Aplikasi(Joyful Learning). Pembelajaran yang bisa dirancang
dalam pendekatan tersebut adalah...
Gamifikasi: Guru mengadakan kuis interaktif menggunakan aplikasi seperti Quizizz atau
Kahoot untuk mengujipemahaman siswa tentang materi perkembangan kepemimpinan Islam
secara menyenangkan.
Siswa menulis jurnal reflektif tentang bagaimana mereka tentang materi perkembangan
kepemimpinan islam berubah setelah mengikutipembelajaran
Sebelum memulai materi perkembangan kepamimpinan islam,siswa diajak untyuk duduk tenang sejenak dan merenungkan niat mercka dalam belajar sebagaibentuk latihan kesadaran beribadah
Guru menyajikan bahan-bahan materi perkembangan kepemimpinan isalm yang sudah dibuat
dalam peta konsep untuk membangun pemahaman awal
Kontekstualisasi dalam kehidupan Nyata cara menganalogkan perkembangan kepenmimpinan
Islam dengan perkembangan pemerintahan yang terjadi di indonesia
Pak Shodik melakukan pembelajaran agar siswa dapat menerapkan nilai- nilai jujur dalam kehidupan
sehari hari dengan pendekatan Deep Learning pada tahap Fase Fase Refleksi dan Evaluasi.
Pembelajaran yang bisa dirancang dalm pendekatan ini adalah...
Guru menyajikan ayat al-Qur'an dan Hadis tentang jujur membangun pemahaman awal
Siswa memberikan umpan balik terhadap proyèk kelompok lain dan mendiskusikan
tantangan serta keberhasilan mereka dalam menerapkan nilai jujur
Siswa secara berkelompok menafsirkan beberapa ayat dan hadis tentang jujur, kemudian
mendiskusikan maknanya dalam kehidupan modern
Siswa melakukan tentang bagaimana seseorang bisa menerapkan nilai jujur dalam kehidupan
sehari - hari, misalnya dalam interaksi dalam pekerjaan
Siswa membuat proyek "Gerakan Jujur" yang melibatkan tindakan nyata di komunitas,
sepertimenjual dagangan dengan tema kejujuran dalam bentuk jual beli swalayan
Pak Karnadi mengajarkan materi tentang Islam sebagai agama yang moderat. Oleh karena itu, ia
dituntut untuk benar-benar menguasai konsep moderasi dalam Islam agar tidak membawa siswa
terjerumus ke dalam sikap liberal maupun sikap ekstrem, Permasalahan yang keliru justru dapat
menyebabkan siswa menjadi liberal, alih-alih memiliki jiwa yang moderat, akibat ketidaktahuan
terhadap konsep islam Wasathiyah. Agar interanalisasisikap moderat dapat berlangsung secara efektif.
Pak Karmadi perlu menggunakan pendekatan, strategi, dan metode pembelajaran yang tepat Efektivitas
tersebut akan semakin meningkat apbila di dukung dengan pengetahuan dan keterampilan dalam
menggunakan media berbasis teknologi. Rancangan pembelajaran di atas yang paling tepat
menggunakan pendekatan...
PJBL (Project Based Learning)
Technological Pedagogical and Content Knowledge/TPACK
Differentation Based Learning/DBL
Problem Based Learning (PBL)
Pembelajaran Berbasis Deep Learning
Dalam suatu pembelajaran PAI, materi tafsir al-Qur'an, guru menyajikan materi tentang peran
perempuan dalam masyarakat berdasarkan penafsiran klasik yang kurang relevan dengan konteks
kekinian. Materitersebut menekankan pembatasan peran perempuan hanya dalam ruang domestik saja
dan tidak mengaitkannya dengan dinamika sosial modern. Sebagian peserta didik menunjukan
kebingungan dan sebagian lainnya merasa tidak nyaman karena pemahaman tersebut tidak sesuai
dengan realitas kehidupan merekalsáat ini, yang menempatkan perempuan dalam berbagai peran
strategis pembelajaran berbasis Problem Based Learning (PBL) yang paling tepat dilakukan oleh guru
untuk menciptakan suasana belajar yang aman serta menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan
berdaya saing adalah...
Guru meminta peserta didik mencari tafsir-tafsir kontemporer yang akan mendiskusikan
perbedaan perspektif dengan pendekatan kritis dan kolaboratif
Guru memberikan ceramah tambahan untuk menekankan kembali pentingnya patuh pada tafsir
klasik sebagai bentuk penguatan nilai tradisional
Guru mengganti materi tafsir dengan topik lain yang tidak menimbulkan kontroversi agar
suasana kelas tetap kondusi
Guru menunjuk satu peserta didik untuk menjelaskan tafsir klasik tersebut membiarkan kelas
menyetujui pandangannya
Guru menugaskan peserta didik membaca teks tafsir klasik secara mandiri tanpa diskusi untuk
menghindari perdebatan
Guru merasa penyajian materi Klasifikasi Hadis (shahih, hasan, dhaif) terlalu teoritis dan kering. Untuk
menciptakan suasana belajar yang nyaman (menyenangkan, tidak kaku) melalui PjBL (Project-Based
Learning), proyek yang paling sesuai adalah...
Menugaskan siswa membuat makalah tebal tentang ilmu hadis
Mengadakan ujian hafalan kriteria hadis shahih
Menantang siswa secara berkelompok membuat "Detektif Hadis Challenge": mereka
menerima beberapa hadis populer di media sosial (termasuk yang mungkin dhaif atau palsu),
lalu menggunakan tools online dan sumber terpercaya untuk meneliti sanad dan matannya,
mengklasifikasikan kualitasnya, dan mempresentasikannya dalam bentuk video pendek
edukatif atau podcast
Menminta siswa menyalin ulang hadis-hadis dari kitab tertentu
Mendengarkan ceramah tentang urgensi mengikuti hadis shahih
Dalam pembelajaran PAI materi Akidah Akhlak, Pak Agus menjelaskan hubungan antara takdir dan
iman kepada hari akhir secara dogmatis. Bahwa semua kejadian diakhirat sudah ditentukan dan tidak
perlu dikaitkan dengan usaha manusia didunia. Peserta didik hanya diminta menghafal definisi dan
dalil tanpa dikaitkan dengan realita kehidupan mereka, seperti pentingnya ikhtiyar, tanggung jawab
sosisal, atau peran manusia dalam membentuk masa depan. Akibatnya, sebagian peserta didik merasa
materi jauh dari kehidupan nyata mereka, dan motivasi belajar menurun karena pembelajaran terasa
kaku dan tidak menyentuh kebutuhan belajar masing-masing. Untuk menciptakan suasana belajar yang
membahagiakan dan mampu menghasilkan lulusan berkarakter unggul dan berdaya saing, strategi
pembelajaran yang paling tepat dengan pendekatan Differentiated Based Learning dalam konteks
tersebut adalah ....
Guru membagi peserta didik secara acak untuk mengerjakan soal-soal pilihan ganda tentang
taksir dan hari akhir, lalu membahas jawabannya bersama
Guru meminta semua peserta didik menonton satu video ceramah dan membuat rangkuman
dalam format yang sama.
Guru memberikan pilihan kepada peserta didik: membuat poster, menulis puisi, atau
membuat vlog pendek tentang pentingnya ikhtiar meski takdir telah ditentukan
Guru memberikan tugas yang sama kepada seluruh peserta didik berupa menulis esai tentang
pengaruh iman kepada hari akhir dalam kehidupan
Guru menyuruh seluruh peserta didik membaca satu buku tafsir klasik dan melaporkan isinya
dalam format laporan tertulis yang baku
Guru ingin membahas Mu'jizat, Karamah, dan Sihir agar relevan dengan pemikiran rasional siswa
modern, namun tetap akomodatif terhadap keyakinan iman. Model pembelajaran DL (Deep Learning)
yang paling akomodatif adalah..
Menegaskan bahwa semua itu hanya dongeng masa lalu
Meminta siswa membuktikan keberadaan karamah secara ilmiah
Mengajak siswa memahami konsep Mu'jizat sebagai buktikenabian yang bersifat historis
transendental, Karamah sebagai anugerah khusus bagi wali Allah, dan Sihir sebagai bentuk
tipu daya (terkadang melibatkan jin) yang dilarang agama. Pembelajaran menekankan pada
pembedaan ketiganya, hikmah di baliknya (menguatkan iman), serta sikap rasional
proporsional dalam menyikapinya di era modern (tidak mudah percaya klaim, tapi tetap mengimani yang gaib sesuai dalil)
Fokus hanya pada bahaya sihir dan cara menangkalnya
Menonton film horor tentang sihir
Materi Akhlak Karimah perlu disajikan secara adaptif dengan konteks tantangan moral era digital
(cyberbullying, hoax, etika online). Penggunaan model TPACK yang paling adaptifadalah...
Guru berceramah tentang akhlak mulia Zaman Nabi
Siswa diminta menulis contoh akhlak baik di buku catatan
Guru menggunakan platform simulasi interaktif (Teknologi) yang menyajikan dilema etika
digital. Siswa secara berkelompok (Pedagogi) menganalisis dilema tersebut menggunakan
prinsip akhlak karimah (Konten), lalu membuat solusi atau panduan etika digital dalam bentuk infografis atau video pendek menggunakan aplikasi desain (Teknologi), yang kemudian
dibagikan di media sosial sekolah (Pedagogi&Teknologi)
Diskusikelompok tentang contoh akhlak tanpa teknologi
Menonton video tentang bahaya internet
Siswa menghadapi kebingungan atau kecemasan terkait isu Fiqih Kontemporer yang kompleks (misal:
hukum cryptocurrency, pinjol, transplantasi organ). Model pembelajaran berbasis pelayanan BK
(Bimbingan Konseling) yang progresif (berorientasi masa depan dan solusi personal) adalah...
Guru memberikan fatwa tunggal yang harus diikuti semua siswa
Mengadakan debat panas tentang halal-haramnya cryptocurrency
Guru memfasilitasi sesi diskusi kelompok kecil (seperti sesi konseling kelompok) dimana
siswa dapat secara aman mengungkapkan kebingungan atau dilema personal mereka terkait
isu fiqih kontemporer. Guru membimbing mereka memahami berbagai perspektif ulama
(Konten), mengidentifikasi nilainilai Islam yang relevan, dan memandu mereka mengambil keputusan personal yang bertanggung jawab sesuai prinsip syariah dan konteks masing-masing
Memberikan tes tertulis tentang fiqih kontemporer
Menghiraukan kebingungan siswa dan fokus pada materi dasar fiqih
Dikelas terdapat siswa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan hambatan belajar. Materi adalah
Hak-hak Rakyat dalam Perspektif Islam. Pendekatan pembelajaran berbasis pelayanan ABK yang
menciptakan lingkungan belajar akomodatif adalah ....
Guru bekerja sama dengan Guru Pendamping Khusus (GPK) untuk memodifikasi materi
(misal: menggunakan bahasa sederhana, visualisasi yang kuat, contoh konkret), metode
(misal: instruksilangsung, tutor sebaya), dan asesmen (misal: lisan, proyek sederhana) agar
sesuai dengan kebutuhan spesifik siswa ABK, sambil tetap melibatkan mereka dalam aktivitas kelas bersama teman- teman lainnya
Memberikan materi dan tugas yang sama persis kepada semua siswa
Meminta siswa ABK belajar sendiri di pojok kelas
Mengeluarkan siswa ABK dari kelas saat materi inidiajarkan
Fokus hanya pada pemenuhan hak siswa ABK, mengabaikan materi hak rakyat secara umum
Materi Perkembangan Kepemimpinan Islam perlu diajarkan dalam lingkungan belajar yang adaptif
terhadap gaya belajar siswa yang beragam (visual, auditori, kinestetik) dan minat yang berbeda.
Pendekatan pembelajaran yang relevan dan adaptif adalah...
Guru memberikan tugas merangkum silsilah kepemimpinan dalam sejarah islam tanpa diskusi
lanjutan
Guru meminta peserta didik membuat mind map tentang khalifah berdasarkan referensi
tunggal dari buku teks klasik
Guru mengajak peserta didik menganalisis gaya kepemimpinan khalifah tertentu dan membandingkanya dengan prinsip kepemimpinan modern melalui studi kasus dan diskusi kelompok
Guru menyajikan ceramah tentang tokoh khalifah islam tanpa mengaitkan dengan tantangan
kepemimpinan masa kini
Guru menanyakan siswa untuk menonton dokumenter sejarah islam dan membuat laporan tertulis tanpa interaksi lebih lanjut
Dalam pembelajaran PAItentang akhlak, guru menyampaikan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung
jawab, dan disiplin hanya melalui ceramah satu arah dengan contoh-contoh konvensional yang tidak
menyentuh realitas kehidupan peserta didik saat ini. Tidak ada keterlibatan peserta dalam
mendiskusikan bagaimana nilai-nilai tersebut diterapkan dalam era digital, lingkungan kerja modern,
atau interaksi di media sosial. Akibatnya peserta didik kesulitan menginternalisasi nilai tersebut secara
kontekstual dan hanya menganggapnya sebagai materi hafalan. Untuk menciptakan lingkungan belajar
yang progresif dan menghasilkan lulusan berkarakter unggul dan berdaya saing, pendekatan
pembelajaran yang paling relevan dalam kondisi tersebut adalah...
Guru menyampaikan ceramah tentang nilai-nilai karakter disertai penugasan menulis definisi setiap nilai secara lengkap.
Guru meminta peserta didik membaca buku-buku teks klasik dan membuat ringkasan tanpa pembahasan mendalam
Guru memberi soal pilihan ganda tentang nilai-nilai karakter untuk dikerjakan secara daring
tanpa pembahasan mendalam
Guru mengarahkan peserta didik membuat proyek sosial berbasis nilai karakter seperti
kampanye anti-hoaks, kerja baktidigital, atau gerakan empati daring, dan mendiskusikannya
bersama
Guru meminta peserta sisik mencatat 10 nilai karakter dari buku ajar dan menghafalkannya
untuk ujian akhir
Dalam pembelajaran materi tentang islam sebagai agama yang moderat, guru hanya menekankan
pengertian dan dalil dari kitab klasik tanpa melibatkan dinamika sosisal kontemporer, seperti toleransi
dalam masyarakat multikultural, literasi digital keagamaan atau penanggulangan radikalisme diera
informasi. Pembelajaran berlangsung secara satu arah dan kaku, sehingga peserta merasa tertekan dan
tidak terlibat aktif. Mereka sulir melihat hubungan materi dengan kehidupan nyata serta tidak
merasakan suasana kelas inklusif, menyenangkan, atau membahagiakan dan menghasilkan lulusan yang
berkarakter unggul dan berdaya saing, pendekatan pembelajaran yang paling relevan dalam situasi
tersebut adalah...
Guru memberikan tugas menyalin definisi moderasi islam dari buku teks tanpa melibatkan
interaksi antar mahasiswa
Guru menyampaikan materi tentang islam moderat melalui ceramah panjang dan menguji pemahaman lewat soal pilihan ganda
Guru mewajibkan peserta didik membaca teks klasik dan menuliskan ringkasan tanpa refleksi
atau penerapan kontekstual
Guru membatasi pertanyaan dari peserta didik agar diskusi tetap fokus pada isi buku ajar dan
tidak melebar ke isu kontemporer.
Guru membagi siswa dalam kelompok untuk mendiskusikan nilai-nilai medoreasiislam dalam
kehidupan yang nyata, lalu membuat kampanye, toleransi berbasis media sosial yang dipresentasikan bersama
Pada pembelajaran PAI materi tentang Kajian al-Qur'an, gúru menerapkan Problem Based Learning
(PBL). Peserta didik dibagi ke dalam kelompok kecil dan diberi masalah autentik. "Kerusakan
lingkungan kian meluas. Temukan ayat-ayat Al-Qur'an yang relevan, analisis makna tafsirnya, lalu
rancang kampanye digital yang mengajak masyarakat bersikap ramah lingkungan. "selama satu pekan
peserta didik: a. Mengidentifikasi masalah dan merumuskan pertnayaan penelitian; b. Mencari sumber
tafsir klasik maupun kontemporer; c. Menganalisis keterkaitan kandungan ayat dengan isu modern; d.
Menyusun produk dan mempresentasikan kemudian guru menilai sikap, pengetahuan, dan
keterampilan. Pertanyaannya; Teknik asesmen yang paling tepat digunakan dalam situasi diatas agar
aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan peserta didik terevaluasi secara utuh?
Portofolio proses-produk PBL yang dinilai dengan rubik-rubik analitik
Tes tertulis pilihan ganda sesudah proyek selesai
Lembar observasi sikap saat diskusi kelompok
Daftar hadir dan catatan keaktifan dikelas
Tanya jawab lisan tanpa panduan penilaian terstruktur
Proyek PjBL adalah membuat infografis digital tentang Klasifikasi Hadis. Instrumen asesmen yang
paling tepat untuk mengukur pemahaman konsep (aspek pengetahuan) di balik infografis tersebut
adalah...
Menilai keindahan desain infografis saja
Tes esai singkat atau wawancara individual yang menanyakan alasan pemilihan desain, penjelasan kriteria klasifikasi yang ditampilkan, dan contoh penerapannya, untuk memastikan kedalaman pemahaman konseptual di balik produk visual
Lembar observasi sikap kerja kelompok
Menghitung jumlah 'like' jika infografis diunggah ke media sosial
Penilaian presentasi kelompok tentang proses pembuatan
Pembelajaran Hubungan Takdir dan Hari Akhir menggunakan pendekatan DL (Deep Learning) dalam
lingkungan belajar yang menekankan refleksi personal(misal: melalui jurnal belajar). Teknik asesmen
yang paling tepat untuk mengukur perubahan sikap/cara pandang (aspek sikap) siswa adalah ...
Tes pilihan ganda tentang dalil takdir
Tes lisan dadakan mengenai konsep iman kepada takdir dan hari akhir
Lembar observasi selama diskusitanpa refleksi lanjutan
Penilaian portofolio berisi jurnal reflektif, esai, argumentatif, dan partisipasi diskusi kelas
Daftar cek kehadiran dan keaktifan dalam forum daring
Pembelajaran tentang Mu'jizat, Karamah, dan Sihir dilakukan di lingkungan yang beragam latar
belakang keyakinan dan pemikiran siswa. Instrumen asesmen yang paling tepat untuk mengukur
kemampuan membedakan konsep (aspek pengetahuan) secara objektif adalah...
Angket skala sikap terhadap fenomena gaib
Observasi partisipasi dalam diskusi
Tugas menulis pengalaman pribadi terkait hal gaib
Studi kasus bergambar/tertulis: Menyajikan beberapa skenario singkat (ada yang mirip
mu'jizat, karamah, sihir, atau fenomena biasa), siswa diminta mengidentifikasi dan
menjelaskan alasannya berdasarkan kriteria yang telah dipelajari
Penilaian teman sejawat (peer assessment)
Tujuan pembelajaran adalah "Peserta didik dapat menunjukkan sikap tanggung jawab dalam
mengerjakan tugas kelompok". Teknik asesmen yang paling tepat untuk mengukur pencapaian tujuan
sikap ini adalah...
Tes tertulis tentang definisi tanggung jawab
Penilaian produk hasil kerja kelompok
Lembar Observasi Sikap: Guru (atau dibantupenilaian antar teman) mengobservasiperilaku
spesifik siswa selama kerja kelompok menggunakan lembar observasi yang berisi indikator sikap tanggung jawab (misal: menyelesaikan bagian tugas tepat waktu, kontribusi aktif,
mendengarkan pendapat teman)
Wawancara dengan ketua kelompok
Portofolio tugas individu
Dalam pembelajaran PAI materi fikih, peserta didik mempelajari isu-isu modern seperti transaksi
digital, pinjaman online, fintech syariah, dan hukum donor organ dalam islam. Guru menggunakan
pendekatan diskusi terbuka, studi literasi, serta penugasan berbasis masalah (problem solving). tujuan
pembelajaran meliputi; Mahasiswa memahami konsep dasar hukum islam terkait persoalan
kontemporer; Mampu menyusun argumentasi hukum berdasarkan dalail dan kaidah usul fikih secara
sistematis; Membangun sikap terbuka, toleran dan bertanggung jawab dalam menyikapi perbedaan
pandangan fiqih. Untuk menilai capaian tersebut, guru memerlukan instrumen asesmen yang
mencerminkan keterpaduan ranah kógnitif, efektif, dan psikomotorik secara seimbang. Tentukan
Instrumen asesmen yang paling tepat sesuai tujuan pembelajaran tersebut adalah...
Portofolio berisimakalah hukum, lembar observasi sikap dan refleksi studi kasus
Praktik melakukan transaksi online.
Tes plihan ganda tentang hukum fiqih dan pendapat ulama
Rubik penilaian makalah ilmiah dan observasi sikap selama presentasi
Kuis pilihan ganda tentang rukun jual beli
Hasil asesmen diagnostik awal menunjukkan siswa sudah paham konsep dasar hak rakyat, namun
kurang mampu mengaitkannya dengan konteks kekinian. Teknik asesmen formatif berikutnya yang
paling tepat untuk mendorong keterampilan koncksi (keterampilan berpikir) adalah...
Mengulang tes diagnostik awal
Memberikan tugas menghafal dalil tentang hak rakyat
Tugas Pemetaan Konsep (Concept Mapping) atau Diskusi Terbimbing: Meminta siswa
menghubungkan konsep hak rakyat dalam Islam (yang sudah dipahami) dengan isu-isu aktual di berita atau media sosial, lalu memvisualisasikannya dalam peta konsep atau mendiskusikannya secara terbimbing
Penilaian sikap melalui observasi
Kuis tentang sejarah Piagam Madinah
Asesmen sebelumnya (misal: kuis) menunjukkan siswa hafal nama-nama khalifah, tetapi belum
memahami prinsip kepemimpinan yang diterapkan. Instrumen asesmen berikutnya yang paling tepat
untuk mengukur pemahaman prinsip (pengetahuan) adalah..
Tes hafalan urutan khalifah lagi
Lembar observasisikap kepemimpi
Tugas Analisis Kebijakan: Memberikan deskripsi singkat beberapa kebijakan yang diambil
oleh khalifah tertentu (misal: kebijakan Umar bin Khaflab tentang Baitul Mal), siswa diminta menganalisis prinsip kepemimpinan Islam (keadilan, amanah, syura, dll.) yang mendasari
kebijakan tersebut
Penilaian presentasi tentang biografi satu khalifah.
Skala sikap terhadap model kepemimpinan Islam
Pada awal pembelajaran PAI, guru melakukan asesmen diagnostik melalui angket dan diskusi terbuka.
Hasil asesmen awal menunjukan bahwa: Sebagian besar peserta didik telah memiliki pemahaman dasar
tentang pentingnya nilai kejujuran, tanggung jawab, dan toleransi, tetapi masih belum mampu
menginternalisasikannya dalam praktik akademik; Dalam hal sikap, ditemukasn adanya kecenderungan
kurangnya kesadaran reflektif terhadap perilaku pribadi dalam kehidupan sehari-hari; Keterampilan
menyampaikan pandangan secara empatik dan menghargaipendapat berbeda juga perlu ditingkatkan.
Selanjutnya, guru merancang pembelajaran berbasis proyek dan refleksi nilai, serta diskusi kasus-kasus
nyata yang berkaitan dengan dilema etika dan moral dalam kehidupan peserta didik. Pertanyaannya;
berdasarkan hasil asesmen awal tersebut, teknik asesmen yang paling tepat untuk menilai
perkembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik adalah...
Mengulang angket skala sikap kejujuran
Tes pengetahuan tentang definisi jujur
Refleksitertulis indivindu, observasi sikap saat diskusi, dan penugasan studi kasus
Tugas menulis esai tentang pentingnya kejujuran
Wawancara tentang pemahaman nilai jujur
Asesmen awal menunjukkan siswa memahami konsep moderasi (Wasathiyah) secara teori
(pengetahuan), namun masih menunjukkan sikap kurang toleran terhadap perbedaan pendapat dalam
diskusikelas (sikap). Instrumen asesmen berikutnya yang paling tepat untuk mengembangkan sikap
toleran adalah...
Tes ulang tentang definisi Wasathiyah.
Tugas mencari dalil tentang toleransi
Rubrik Penilaian Diskusi Kelompok: Merancang rubrik yang secara eksplisit menilai indikator
sikap toleran saat berdiskusi (misal: mendengarkan aktif, menghargai pendapat berbeda, menyampaikan kritik secara santun, mencari titik temu), dan memberikan umpan balik
formatif berdasarkan rubrik tersebut
Menulis esai tentang bahaya intoleransi
Kuis tentang tokoh-tokoh moderat
Seorang guru PAI merencanakan pembelajaran Fiqih Kontemporer tentang jual beli online.
Rencananya: (1) Menyajikan materi dari satu sumber buku fiqih klasik (Konten). (2) Metode ceramah
satu arah (Pedagogik). (3) Menggunakan PPT sederhana (Teknologi). Potensi masalah: materi kurang
relevan, siswa pasif, teknologikurang optimal. Praktik baik (best practice) dalam perencanaan untuk
mengatasi ini adalah..
Melakukan diversifikasi sumber belajar (Konten: fiqih klasik & kontemporer, fatwa, artikel),
menggunakan metode bervariasi (Pedagogi: studi kasus, PBL, diskusi online), dan
memanfaatkan teknologi lebih interaktif (Teknologi: platform LMS, video analisis kasus,
simulasi)
Tetap menggunakan rencana awal karena sudah sesuai kurikulum
Mengganti metode ceramah dengan diskusi kelompok saja
Hanya fokus pada pembaruan teknologi dengan membeli LCD proyektor baru
Menambah jam pelajaran untuk materi ini
Seorang guru PAI menyampaikan materi tentang Perkembangan Kepemimpinan Islam dari masa
Khulafaur Rasyidin hingga era kontemporer. Dalam pembelajaran, guru: Menyampaiakan materi dalam
bentuk ceramah panjang dengan tayangan slide teks penuh; Menggunakan video dokumenter berdurasi
panjang tanpa diskusi; Tidak memberikan ruang bagi siswa untuk bertanya atau berdiskusi;
Memberikan tugas mencatat isi ceramah untuk dikumpulkan sebagai Tugas Akhir. Setelah beberapa
pertemuan, guru menyadari bahwa siswa terlihat pasif, tidak terlibat secara aktif, dan hasil tugas tidak
menunjukan pemahaman kritis terhadáp dinamika kepemimpinàn dalam islam. Berdasarkan kenyataan
tersebut, praktik baik (best practice) dalam pelaksanaan pembelajaran yang berkualitas secara
berkelanjutan adalah ...
Melanjutkan metode ceramah dan tayangan karena dianggap paling efisien untuk materi
sejarah
Penjelasan agar materi cepat selesai
Memberikan kuis mendadak untuk menguji perhatian siswa
Menegur siswa yang terlihat bosan
Melanjutkan netode yang sama tetapi dengan suara lebih keras
Dalam mata pelajaran PAl, seorang guru menyampaikan materi tentang pembentukan Akhlak Karimah.
la menggunakan slide presentasi berisi dalil-dalil dan teori akhlak menurut para ulama, lalu
menugaskan siswa membuat rangkuman dari materi tersebut. Evaluasi dilakukan dengan ujian tertulis
berbentuk pilihan ganda yang hanya mengukur hafalan definisi dan contoh selama pembelajaran, guru
menyadari bahwa banyak siswa kurang menunjukan perubahan sikap dalam kehidupan sehari-hari,
seperti kejujuran, tanggung jawab, atau empati. Siswa juga tidak diberi umpan balik atas hasil evaluasi,
dan proses penilaian tidak melibatkan refleksi atau penilaian autentik. Berdasarkan kenyataan tersebut,
praktik baik (best practice) dalam evaluasi pembelajaran yang berkualitas secara berkelanjutan
adalah..
Menggunakan soal pilihan ganda yang lebih sulit
Menggunakan penilaian autentik seperti jurnal reflektif, observasi sikap, dan pemberian
umpan balik untuk mengukur perkembangan akhlak siswa.
Menambah jumlah soal tes pilihan ganda
Mengganti tes pilihan ganda dengan tes esai saja
Memberikan nilai sikap berdasarkan kesan umum guru
Seorang guru PAlaktif mengikuti webinar tentang pemanfaatan AI untuk personalisasi pembelajaran,
mencoba berbagai tools AI untuk membuat media ajar interaktif, dan rajin membaca artikel tentang tren
pendidikan digital. Kemampuan guru ini menunjukkan...
Pemborosan waktu karena teknologi sering berubah
Sikap yang kurang fokus pada materi ajar PAIitu sendiri
Modal penting untuk pengembangan diri berkelanjutan sebagai guru profesional di era digital, menunjukkan kemauan belajar (lifelong learning) dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi pendidikan
Ketergantungan berlebihan pada teknologi
Upaya yang sia-sia karena AItidak bisa menggantikan guru
Seorang guru mencoba menerapkan AI (Artificial Inteligence) dalam pembelajaran PAI melalui
penggunaan chatbo, video pembelajaran interaktif, dan aplikasi analisis hasil belajar. Namun dalam
praktiknya: Guru belum menyesuaikan konten Al dengan kebutuhan kontekstual siswa; Gaya belajar
peserta didik yang visual, interaktifdan cepat bosan belum terakomodasi; Guru menggunakan Al hanya
sebagai alat bantu teknis, bukan sebagai alat transformasi pedagogik; Siswa Gen Zdan Alpa cenderung
menyukai keterlibatan aktif, visualisasi dan pengalaman digital yang personal, yang belum tercermin
dalam proses pembelajaran tersebut. Guru menyadari perlunya pendekatan ilmiah dalam
mengidentifikasi masalah dan menyususn solusi berbasis karakteristik siswa demi menegaskan jati diri
sebagaiguru profesional. Berdasarkan narasi tersebut, identifikasi masalah dan solusi ilmiah yang tepat
untuk menunjukan jati diri sebagaiguru profesional sesuai karakteristik dan gaya belajar Gen Zdan
Alpha adalah...
Masalah: Kurangnya integrasi Al dengan kebutuhan siswa; Solusi: Mengembangkan pembelajaran berbasis Al yang adaptif dan interaktif sesuai gaya belajar Gen Z dan Alpha
Masalah: Siswa Gen Z pemalas. Solusi: Memberi soal yang lebih banyak
Masalah: Keterbatasan waktu guru mempelajari AI. Solusi: Mengurangi muatan materi
pembelajaran
Masalah: Kurangnya pengawasan saat siswa mengerjakan kuis AI. Solusi: Memasang
kamera pengawas
Masalah: Sekolah kurang fasilitas Al. Sousi: Meminta sekolah membeli software Al
premium
