WorksheetsSoal Puisi Rakyat dan Cerita Fantasi
Total questions: 25
Worksheet time: 13mins
Salah satu ciri utama Puisi Rakyat yang membedakannya dengan puisi modern adalah:
Menggunakan bahasa bebas dan tidak terikat.
Terikat oleh aturan-aturan tertentu (jumlah baris, suku kata, dan rima).
Nama pengarangnya selalu dicantumkan.
Mengutamakan rima bebas dan aliterasi.
Puisi rakyat yang tiap baitnya terdiri atas empat baris, baris pertama dan kedua merupakan sampiran, dan baris ketiga dan keempat merupakan isi, adalah:
Syair
Pantun
Gurindam
Mantra
Perhatikan kutipan: Jika hendak mengenal orang mulia, lihatlah kepada kelakuan dia. Kutipan tersebut merupakan contoh dari jenis puisi rakyat, yaitu:
Pantun
Syair
Gurindam
Seloka
Kalimat yang mengandung anjuran atau nasihat untuk melakukan hal baik dalam puisi rakyat sering disebut Kalimat...:
Perintah
Ajakan
Pernyataan
Saran
Struktur rima akhir yang khas pada syair adalah:
a-b-a-b
a-a-b-b
a-a-a-a
a-a
Pernyataan yang benar mengenai hubungan antara baris dalam gurindam adalah:
Baris 1 adalah sampiran, baris 2 adalah isi.
Baris 1 adalah syarat/sebab, baris 2 adalah jawaban/akibat.
Semua baris adalah isi dan tidak saling berhubungan.
Baris 1 berisi ajakan, baris 2 berisi larangan.
Tiap baris terdiri dari 8 sampai 12 suku kata. Ketentuan ini berlaku untuk:
Hanya Gurindam
Hanya Syair
Pantun dan Syair
Hanya Pantun
Kaidah kebahasaan puisi rakyat yang menggunakan kata seperti sebaiknya, hendaknya, atau seharusnya untuk menyampaikan pesan adalah:
Kalimat Perintah
Kalimat Saran
Kalimat Pernyataan
Kalimat Langsung
Dalam puisi rakyat, sifat anonim memiliki makna:
Penyebarannya dari mulut ke mulut.
Isinya berupa pesan moral.
Nama pengarangnya tidak diketahui.
Diwariskan secara turun-temurun.
Perhatikan bait pantun berikut: Kalau ada sumur di ladang, Bolehlah kita menumpang mandi. Kalau ada umurku panjang, Bolehlah kita berjumpa lagi. Berdasarkan strukturnya, larik yang merupakan isi adalah nomor:
Larik 1 dan 2
Larik 1 dan 3
Larik 2 dan 4
Larik 3 dan 4
Suatu syair berisi kisah petualangan di negeri antah berantah. Pilihan kata yang cenderung digunakan dalam syair tersebut agar memberi nuansa khusus adalah:
Bahasa percakapan sehari-hari.
Bahasa kiasan dan simbolis.
Kalimat perintah yang tegas.
Konjungsi sebab-akibat yang dominan.
Perbedaan mendasar antara pantun dan gurindam terletak pada:
Keduanya anonim, tetapi gurindam memiliki rima a-b-a-b.
Keduanya terikat, tetapi pantun isinya semua nasihat dan gurindam isinya semua hiburan.
Pantun hanya 4 baris dan rima a-b-a-b, sedangkan
Mengapa puisi rakyat seperti pantun, syair, dan gurindam dikategorikan sebagai sastra lisan?
Karena hanya boleh dibaca dan tidak boleh ditulis.
Karena penyampaiannya selalu diiringi musik tradisional.
Karena disebarkan dan diwariskan dari mulut ke mulut secara turun-temurun.
Karena temanya selalu tentang kebudayaan lisan.
Cerita Fantasi adalah salah satu jenis teks narasi yang bersifat:
Nonfiksi, berdasarkan kenyataan.
Fiksi, menceritakan peristiwa nyata.
Fiksi, bersifat khayalan dan imajinatif.
Fiksi, hanya berisi nasihat moral.
Bagian awal cerita fantasi yang berfungsi untuk pengenalan tokoh, latar, dan konflik awal disebut:
Komplikasi
Orientasi
Resolusi
Koda
Salah satu ciri kebahasaan yang umum dalam dialog cerita fantasi, terutama ketika ada interaksi langsung antar tokoh, adalah penggunaan:
Kalimat Majemuk
Kalimat Pasif
Kalimat Langsung
Kalimat Saran
Ciri khas yang paling menonjol pada tokoh dalam cerita fantasi adalah:
Memiliki keunikan atau kesaktian tertentu.
Selalu berprofesi sebagai seorang raja.
Selalu menggunakan bahasa formal.
Karakternya selalu jahat (antagonis).
Perhatikan urutan struktur teks naratif (cerita fantasi) yang benar di bawah ini:
Resolusi - Orientasi - Komplikasi
Komplikasi - Resolusi - Orientasi
Orientasi - Komplikasi - Resolusi
Koda - Orientasi - Komplikasi
Cerita fantasi yang menggunakan nama tempat, nama peristiwa, atau nama tokoh yang ada di dunia nyata, tetapi sebagian besar kisahnya tetap hasil khayalan, disebut:
Cerita fantasi total
Cerita fantasi futuristik
Cerita fantasi irisan (sebagian)
Cerita fantasi alam
Dalam cerita fantasi, deskripsi latar yang mencerap panca indra (misalnya, bau anyir darah naga tercium kuat, kulit pohon purba terasa kasar) berfungsi untuk:
Mempercepat alur cerita.
Menyampaikan amanat secara tersirat.
Membuat pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan (pengimajian).
Menegaskan bahwa cerita itu nonfiksi.
Bagian dalam cerita fantasi yang memuat puncak ketegangan dan menjelaskan hubungan sebab-akibat sehingga masalah muncul hingga mencapai klimaks adalah:
Orientasi
Komplikasi
Resolusi
Reorientasi
(S) Penggunaan kata ganti orang ketiga (dia, mereka, atau nama tokoh) dalam cerita fantasi berfungsi sebagai penanda:
Dialog antar tokoh.
Latar waktu yang tidak terbatas.
Sudut pandang pencerita.
Konjungsi urutan waktu.
(L) Mengapa Cerita Fantasi sering menggunakan latar lintas ruang dan waktu?
Karena penulis harus selalu kembali ke masa lalu.
Karena ceritanya harus menggunakan latar yang nyata.
Karena ide ceritanya tidak dibatasi realita, memungkinkan tokoh berpindah ke dimensi atau waktu lain.
Karena cerita fantasi hanya boleh berlatar di masa depan (futuristik).
(L) "Sang Raja Naga berbisik, 'Kekuatan sihir ini akan melindungi rakyatmu dari bayangan kegelapan.'" Kalimat tersebut mengandung dua kaidah kebahasaan, yaitu:
Konjungsi waktu dan Kalimat Pasif.
Kalimat Saran dan Kalimat Pernyataan.
Kalimat Langsung dan Kata Ganti Orang Ketiga.
Kata Kiasan dan Kalimat Perintah.
(L) Perhatikan kutipan: "Penyihir tua itu tersenyum misterius. Ia tahu, setelah 100 tahun terkurung, Batu Kehidupan yang telah berubah menjadi abu akan kembali memancarkan cahayanya di malam bulan purnama ketiga." Kutipan di atas menunjukkan ciri Cerita Fantasi yang paling dominan, yaitu:
Menggunakan sudut pandang orang pertama.
Mengandung keajaiban, kemisteriusan, dan keanehan (unsur magic/supernatural).
Menggunakan Kalimat Perintah.
Memuat pesan moral yang eksplisit.
