NEW
Font size
Worksheetspos test muskulo
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Seorang atlet melakukan sprint 100 meter. Otot rangkanya harus berkontraksi cepat. Bagian otot manakah yang menjadi unit kontraktil dasar sehingga kontraksi bisa terjadi?
Miofibril
Sarkomer
Tropomiosin
Titin
Retikulum sarkoplasma
Dalam keadaan istirahat, mengapa miosin tidak dapat langsung berikatan dengan aktin?
Karena ATP belum dihidrolisis
Karena Ca²⁺ belum dilepaskan dari sarkoplasma
Karena tropomiosin menutupi situs ikatan pada aktin
Karena troponin C masih terikat miosin
Karena membran otot belum depolarisasi
Seorang pasien dengan gangguan pompa SERCA akan mengalami kesulitan pada fase:
Pelepasan asetilkolin di neuromuscular junction
Depolarisasi membran sel otot
Pemompaan Ca²⁺ kembali ke retikulum sarkoplasma saat relaksasi
Hidrolisis ATP oleh kepala miosin
Ikatan tropomiosin dengan aktin
Seorang mahasiswa mengamati gelombang potensial aksi pada otot rangka. Sumber potensial listrik ini berasal dari:
Aliran ion Ca²⁺ dari mitokondria
Perubahan konsentrasi ATP
Perpindahan ion Na⁺ dan K⁺ melintasi membran sel
Aktivasi langsung troponin I
Ion klorida yang masuk ke sarkoplasma
Dalam kontraksi otot, setelah kepala miosin melepas ADP dan fosfat anorganik, peristiwa yang terjadi adalah:
Relaksasi otot langsung
Power stroke (tarikan filamen aktin)
Kalsium dipompa keluar sel
Tropomiosin kembali menutupi aktin
Depolarisasi berhenti
Seorang atlet binaraga mengonsumsi suplemen yang meningkatkan pelepasan Ca²⁺ dari retikulum sarkoplasma. Efek langsung dari kondisi ini adalah:
Relaksasi otot meningkat
Frekuensi potensial aksi menurun
Interaksi aktin-miosin lebih sering terjadi
Aktivitas ATPase miosin berkurang
Tropomiosin menutup situs ikatan lebih kuat
Pada kondisi fatigue (kelelahan otot), salah satu penyebabnya adalah menurunnya ketersediaan ATP. Apa akibat utama dari kondisi ini pada siklus kontraksi?
Kepala miosin tidak bisa melepas aktin
Tropomiosin gagal menutupi aktin
Ion Ca²⁺ tidak bisa dilepaskan
Troponin C tidak bisa berubah konformasi
Depolarisasi membran tidak terjadi
Seorang pasien menjalani pemeriksaan otot dengan EMG (elektromiografi). Alat ini mendeteksi:
Aktivitas kimiawi ATP pada miosin
Aktivitas listrik otot yang muncul saat depolarisasi dan repolarisasi
Perubahan konsentrasi kalsium intraseluler
Perubahan jumlah mitokondria
Aktivitas troponin C terhadap kalsium
Jika terjadi mutasi yang membuat troponin C tidak mampu mengikat kalsium, maka akibatnya:
Otot tetap berkontraksi walau tanpa sinyal
Tropomiosin terus menutupi aktin sehingga kontraksi tidak terjadi
ATP tidak dapat dihidrolisis oleh miosin
Depolarisasi membran tidak berlangsung
Troponin I tetap melepas tropomiosin
Seorang mahasiswa melakukan eksperimen dengan menstimulasi otot secara bertahap. Semakin banyak serat otot yang direkrut, maka tegangan otot yang dihasilkan akan:
Menurun karena serat lelah
Tetap sama
Meningkat sesuai jumlah serat yang aktif
Tidak terpengaruh karena hanya tergantung ATP
Hilang setelah 1 stimulasi
