WorksheetsASESMEN TENGAH SEMESTER
Total questions: 40
Worksheet time: 20mins
Name
Class
Date
1.
Salah satu prinsip dasar dalam Etika Pelayanan Code of Conduct adalah 'Berintegritas'. Apa makna dari prinsip ini dalam konteks pelayanan?
a)
Melaksanakan tugas pelayanan dengan jujur, transparan, dan dapat dipercaya.
b)
Menjaga kerahasiaan data pribadi pelanggan dari pihak luar.
c)
Selalu bersikap ramah dan sopan kepada pelanggan, tanpa memandang status mereka.
d)
Bertanggung jawab atas kesalahan yang terjadi dalam pelayanan.
e)
Memberikan solusi yang paling cepat, meskipun tidak sesuai prosedur.
2.
Bagaimana seorang petugas pelayanan Code of Conduct seharusnya menanggapi keluhan pelanggan yang emosional atau marah?
a)
Menegur pelanggan agar berbicara dengan lebih sopan.
b)
Mendengarkan dengan sabar, tetap tenang, dan menawarkan solusi yang relevan.
c)
Mengalihkan keluhan kepada atasan agar tidak berurusan langsung.
d)
Menanggapi dengan emosi yang sama untuk menunjukkan empati.
e)
Menghentikan percakapan jika pelanggan tidak dapat mengendalikan diri.
3.
Prinsip 'Responsif' dalam etika pelayanan CoC menuntut petugas untuk.....
a)
Menyediakan nomor telepon pribadi untuk pelanggan.
b)
Menunggu instruksi dari atasan sebelum bertindak.
c)
Memberikan tanggapan yang cepat dan tepat atas kebutuhan atau keluhan pelanggan.
d)
Menanggapi setiap pertanyaan dengan jawaban yang panjang dan detail.
e)
Hanya menanggapi keluhan yang disampaikan secara formal.
4.
Apa yang dimaksud dengan 'Pelayanan Prima' dalam Etika Pelayanan CoC ?
a)
Pelayanan yang hanya diberikan kepada pelanggan penting saja.
b)
Pelayanan yang meniru cara kerja pesaing.
c)
Pelayanan yang diberikan dengan biaya tambahan.
d)
Pelayanan yang melampaui standar normal untuk menciptakan kepuasan pelanggan yang luar biasa.
e)
Pelayanan yang hanya berfokus pada penyelesaian masalah teknis.
5.
Sikap 'Empati' dalam etika pelayanan pelanggan Telkom Akses berarti.....
a)
Menghafal semua data pelanggan yang ada di database.
b)
Berbicara dengan suara yang keras agar pelanggan dapat mendengar dengan jelas.
c)
Memberikan diskon kepada pelanggan yang mengeluh.
d)
Merasakan apa yang dirasakan pelanggan dan menangis bersama mereka.
e)
Memahami dan menempatkan diri pada posisi pelanggan untuk merasakan masalahnya.
6.
Apa yang merupakan contoh konkret dari 'Sikap Profesional' dalam etika pelayanan code of conduct?
a)
Mengenakan pakaian kerja yang tidak rapi saat mengunjungi pelanggan.
b)
Datang terlambat ke lokasi pelanggan dengan alasan macet.
c)
Menyapa pelanggan dengan ramah, memberikan informasi yang jelas, dan bekerja sesuai prosedur.
d)
Menggunakan bahasa yang santai dan tidak formal agar lebih akrab dengan pelanggan.
e)
Menjelaskan setiap prosedur kerja kepada pelanggan secara rinci, tanpa diminta.
7.
Mengapa 'Kerja Tim' sangat penting dalam etika pelayanan code of conduct?
a)
Karena setiap masalah pelanggan hanya bisa diselesaikan oleh satu orang.
b)
Untuk meminimalkan pekerjaan individu dan membiarkan orang lain bekerja.
c)
Agar setiap anggota tim memiliki kesempatan untuk mengambil cuti kapan saja.
d)
Untuk memastikan masalah pelanggan dapat diselesaikan dengan lebih cepat dan efektif melalui kolaborasi.
e)
Agar dapat menyalahkan anggota tim lain jika ada kesalahan.
8.
Saat menghadapi pelanggan yang menuntut hal di luar kebijakan perusahaan, apa tindakan yang paling etis untuk dilakukan?
a)
Menjelaskan kebijakan perusahaan secara sopan dan menawarkan alternatif solusi yang sesuai.
b)
Berdebat dengan pelanggan sampai mereka mengerti posisi perusahaan.
c)
Memanggil manajer untuk menangani situasi tersebut.
d)
Langsung menolak permintaan tersebut tanpa penjelasan.
e)
Memenuhi permintaan tersebut demi kepuasan pelanggan.
9.
Apa yang harus dihindari oleh petugas Telkom Akses saat berkomunikasi dengan pelanggan?
a)
Menggunakan istilah teknis yang sulit dimengerti oleh pelanggan.
b)
Menanyakan nama pelanggan untuk personalisasi.
c)
Menyimpulkan masalah pelanggan dengan cepat dan akurat.
d)
Memberikan informasi yang jujur mengenai status perbaikan.
e)
Menggunakan nada bicara yang ramah dan sopan.
10.
Dalam situasi di mana ada kesalahan fatal dari pihak internal Telkom Akses, apa tindakan yang paling sesuai dengan Etika Pelayanan CoC?
a)
Mengakui kesalahan, meminta maaf dengan tulus, dan segera mengambil langkah perbaikan.
b)
Menawarkan kompensasi tanpa mengakui kesalahan.
c)
Mengalihkan tanggung jawab kepada departemen lain.
d)
Menyembunyikan kesalahan agar pelanggan tidak mengetahuinya.
e)
Menyalahkan pelanggan karena tidak memberikan informasi yang lengkap.
11.
Apa fungsi utama ODP (Optical Distribution Point) Closure dalam instalasi kabel premises?
a)
Melindungi perangkat OLT dari gangguan lingkungan.
b)
Menyediakan sumber daya listrik untuk perangkat aktif di jaringan FTTH.
c)
Menghubungkan kabel ODC dengan kabel feeder.
d)
Sebagai titik terminasi utama untuk kabel backbone.
e)
Tempat untuk menyambung dan mendistribusikan kabel distribusi ke kabel drop pelanggan.
12.
Ketika memasang kabel premises di dalam ODP Closure, apa alasan utama untuk menata kabel dengan rapi dan teratur?
a)
Untuk mempermudah proses penambahan atau perbaikan di masa depan.
b)
Agar terlihat lebih estetis bagi teknisi lain.
c)
Mencegah pencurian kabel oleh pihak yang tidak berwenang.
d)
Menambah beban kerja teknisi agar pekerjaan lebih terstandarisasi.
e)
Meningkatkan kecepatan transfer data di jaringan fiber optik.
13.
Bagaimana cara yang paling tepat untuk mengelola kelebihan panjang kabel drop di dalam ODP closure?
a)
Menggulung sisa kabel dan meletakkannya di luar ODP.
b)
Memotong kelebihan kabel hingga panjang yang ideal.
c)
Membiarkan kabel menjuntai secara bebas di dalam ODP closure.
d)
Menyusun gulungan kabel dengan rapi di dalam ruang yang tersedia di ODP closure.
e)
Melilitkan sisa kabel di sekitar ODP secara acak.
14.
Apa dampak negatif dari pemasangan kabel premises yang tidak sesuai standar di ODP closure?
a)
Tidak ada dampak signifikan karena ODP adalah perangkat pasif.
b)
Menyebabkan redaman sinyal, kesulitan dalam pemeliharaan, dan risiko kerusakan kabel.
c)
Mempercepat proses instalasi sehingga lebih efisien.
d)
Mengurangi biaya instalasi secara keseluruhan.
e)
Membuat sinyal menjadi lebih kuat.
15.
Mengapa penting untuk mencatat dan mendokumentasikan setiap port ODP yang terpakai?
a)
Meningkatkan keamanan jaringan dari serangan siber.
b)
Untuk mempermudah teknisi lain mengetahui status jaringan dan melakukan troubleshooting.
c)
Untuk memenuhi syarat administratif yang tidak penting.
d)
Agar ODP tidak terlalu penuh.
e)
Agar pelanggan tahu port mana yang mereka gunakan.
16.
Dalam konteks instalasi kabel premises, apa yang harus dipastikan oleh teknisi sebelum menutup ODP closure?
a)
Semua kabel telah terpasang dengan benar dan terikat dengan rapi, serta tidak ada serpihan fiber yang tertinggal.
b)
Mengecat ODP dengan warna baru.
c)
Tidak ada satupun kabel yang terpasang.
d)
Semua kabel memiliki panjang yang sama.
e)
Semua port terisi penuh.
17.
Mengapa labelisasi pada kabel premises yang terpasang di ODP sangat penting?
a)
Label membuat ODP terlihat lebih modern.
b)
Agar ODP tidak terlalu panas.
c)
Untuk membedakan kabel pelanggan satu dengan yang lainnya.
d)
Membuat kabel menjadi lebih tahan lama.
e)
Labelisasi hanya diperlukan untuk kabel yang baru dipasang.
18.
Apa standar keamanan yang harus diperhatikan saat bekerja di sekitar ODP closure?
a)
Membiarkan tutup ODP terbuka setelah pekerjaan selesai.
b)
Memastikan area kerja bersih dan bebas dari serpihan fiber optik yang berbahaya.
c)
Menyalakan rokok atau sumber api terbuka di dekat ODP.
d)
Tidak perlu menggunakan alat pelindung diri karena tidak ada listrik di dalam ODP.
e)
Tidak perlu menggunakan tangga jika ODP terlalu tinggi.
19.
Saat melakukan penataan kabel di dalam ODP, mengapa penting untuk menghindari tekukan kabel yang terlalu tajam?
a)
Dapat menyebabkan kerusakan fisik pada inti fiber dan hilangnya sinyal (redaman).
b)
Tidak ada pengaruhnya pada kinerja jaringan.
c)
Hanya mempengaruhi kecepatan instalasi.
d)
Dapat membuat kabel terlihat tidak rapi.
e)
Membuat kabel lebih sulit untuk dilabeli.
20.
Apa langkah pertama yang harus dilakukan saat memulai instalasi kabel premises di ODP closure?
a)
Langsung menyambung kabel ke port ODP yang kosong.
b)
Melakukan survei lapangan dan perencanaan rute kabel menuju pelanggan.
c)
Memotong kabel drop ke ukuran yang pas.
d)
Menutup ODP closure.
e)
Meminta izin dari pelanggan.
21.
Apa fungsi utama dari Fast Connector dalam instalasi fiber optik?
a)
Sebagai pengganti ODP (Optical Distribution Point).
b)
Melindungi kabel dari kerusakan fisik di sepanjang jalurnya.
c)
Untuk memperkuat sinyal optik.
d)
Mengubah sinyal optik menjadi sinyal listrik.
e)
Untuk menyambungkan kabel fiber optik tanpa menggunakan alat fusion splicer.
22.
Apa langkah pertama yang harus dilakukan saat memulai instalasi Fast Connector?
a)
Mengupas (stripping) jaket kabel drop.
b)
Membersihkan ujung fiber.
c)
Memasukkan fiber ke dalam Fast Connector.
d)
Melakukan cleaving (pemotongan) fiber.
e)
Menghidupkan Visual Fault Locator (VFL).
23.
Mengapa membersihkan ujung fiber dengan alkohol isopropil sebelum cleaving adalah langkah yang sangat penting?
a)
Untuk membuat fiber lebih lentur dan mudah dipotong.
b)
Agar fiber tidak mudah putus saat dipasang.
c)
Agar fiber dapat menghasilkan sinyal lebih kuat.
d)
Untuk menghilangkan kotoran dan partikel debu yang dapat menyebabkan redaman (loss) sinyal.
e)
Tidak ada alasan spesifik, ini hanya prosedur tambahan.
24.
Alat apa yang digunakan untuk memastikan bahwa pemotongan (cleaving) fiber menghasilkan permukaan ujung yang rata dan bersih?
a)
Visual Fault Locator (VFL).
b)
OPM.
c)
Stripper Drop Core.
d)
Fiber Cleaver.
e)
Stripper optik.
25.
Jika VFL (Visual Fault Locator) menunjukkan cahaya merah yang menyebar di sambungan Fast Connector, apa artinya?
a)
Koneksi berhasil dan kualitasnya sangat baik.
b)
Terdapat kelebihan panjang kabel di dalam konektor
c)
Koneksi mengalami redaman tinggi atau tidak tersambung dengan sempurna.
d)
Kabel yang digunakan adalah kabel multimode.
e)
Tingkat sinyal di ODP terlalu tinggi.
26.
Mengapa instalasi pada Fast Connector harus dilakukan dengan kuat, tetapi tidak berlebihan?
a)
Agar konektor mudah dilepas lagi jika terjadi kesalahan.
b)
Tidak ada pengaruhnya, crimping bisa dilakukan sesuka hati.
c)
Untuk membuat sambungan lebih tahan terhadap api.
d)
Untuk membuat konektor lebih ringan.
e)
Untuk memastikan fiber tidak bergeser dan kontak optik stabil tanpa merusak konektor.
27.
Apa dampak dari tidak memasukkan fiber hingga menyentuh pin di dalam Fast Connector?
a)
Kabel akan lebih aman dari tarikan.
b)
Terjadi redaman sinyal yang sangat tinggi, bahkan sinyal bisa hilang.
c)
Konektor akan lebih mudah dipasang.
d)
Memperpanjang umur konektor.
e)
Sinyal akan menjadi lebih cepat.
28.
Setelah instalasi, apa yang harus dilakukan untuk memastikan koneksi Fast Connector stabil dan terpasang dengan baik?
a)
Menguji koneksi menggunakan Optical Power Meter (OPM) dan Visual Fault Locator (VFL).
b)
Menyemprotkan air pada konektor.
c)
Meminta pelanggan untuk mengujinya.
d)
Menunggu beberapa jam sebelum menguji koneksi.
e)
Menarik kabel dengan kuat untuk menguji ketahanannya.
29.
Mengapa penting untuk memotong fiber dengan panjang yang tepat sesuai dengan spesifikasi Fast Connector?
a)
Agar sisa fiber bisa digunakan untuk koneksi berikutnya.
b)
Agar fiber lebih mudah dibersihkan.
c)
Agar terlihat lebih rapi di dalam konektor.
d)
Agar konektor tidak terasa berat saat dipegang.
e)
Karena fiber yang terlalu pendek atau terlalu panjang dapat menyebabkan redaman tinggi atau koneksi yang gagal.
30.
Jika seorang teknisi tidak menggunakan tang crimping yang tepat, apa yang kemungkinan akan terjadi pada Fast Connector?
a)
Konektor akan terpasang dengan sangat stabil dan kuat.
b)
Proses instalasi akan memakan waktu lebih sedikit.
c)
Tutup pelindung konektor akan terlepas.
d)
Sinyal akan menjadi lebih jernih.
e)
Fiber akan terlepas dari konektor saat ditarik atau digerakkan.
31.
Kabel fiber optik distribusi 24 core. Berapa tube.....
a)
3 Tube
b)
2 Tube
c)
4 Tube
d)
6 Tube
e)
5 Tube
32.
Apa nama perangkat ini ?
a)
ONT
b)
OLT
c)
ODP
d)
ODC
e)
ODF
33.
Urutkan topologi jaringan FTTH dengan melihat gambar berikut.....
a)
ODF-ODC-ODP-OTP-ROSET-ONT
b)
ODF-ODP-ODC-OTP-ROSET-ONT
c)
ODF-ODC-ODP-OTP-ONT-ROSET
d)
ODP-ODP-ODC-OTP-ROSET-ONT
e)
ODF-ODP-OTP-ODC-ONT-ROSET
34.
Splitter 1:4 batasan ukuran maximum.....dB
a)
7.25 dB
b)
0.25 dB
c)
0.1 dB
d)
3.70 dB
e)
0.35 dB
35.
Apa fungsi utama dari Optical Termination Point (OTP) dalam jaringan fiber optik?
a)
Sebagai titik terminasi kabel distribusi dan penghubung ke kabel pelanggan.
b)
Mengubah sinyal optik menjadi sinyal listrik
c)
Memberikan daya listrik untuk perangkat ONT.
d)
Tempat dudukan untuk perangkat ONT.
e)
Meningkatkan kekuatan sinyal optik.
36.
Mengapa pengukuran redaman (insertion loss) pada konektor setelah pemasangan sangat penting?
a)
Untuk mengetahui berapa banyak energi listrik yang terbuang.
b)
Untuk mengukur suhu di dalam OTP agar tidak terjadi overheat.
c)
Untuk memastikan kabel tidak terlalu berat bagi OTP.
d)
Untuk memverifikasi bahwa sambungan bersih dan presisi, sehingga sinyal optik dapat melewati konektor dengan efisiensi maksimal.
e)
Untuk memastikan sambungan dapat dilepas pasang dengan mudah.
37.
Mengapa penting untuk mengupas cladding dan coating serat optik secara hati-hati?
a)
Untuk membuat serat lebih lentur.
b)
Untuk mempersiapkan core serat agar dapat menerima cahaya lebih baik.
c)
Agar serat bisa masuk ke dalam konektor.
d)
Untuk mengekspos core serat agar bisa disambung dengan serat lain dan transmisi sinyal optimal.
e)
Agar kabel terlihat lebih menarik secara visual.
38.
Faktor utama apa yang harus diperhatikan saat mengikat atau mengarahkan kabel di dalam OTP untuk menghindari redaman sinyal?
a)
Panjang kabel yang tersisa.
b)
Kerapatan ikatan kabel.
c)
Suhu lingkungan di dalam OTP.
d)
Untuk menentukan kecepatan maksimal transmisi data.
e)
Radius tekukan (bending radius) kabel fiber optik.
39.
Prosedur 'fusion splicing' melibatkan penggunaan panas untuk meleburkan dua ujung serat optik. Apa tujuan utama dari proses ini?
a)
Untuk menghemat waktu instalasi.
b)
Untuk membuat sambungan yang bisa dilepas pasang.
c)
Agar serat bisa menyalurkan sinyal listrik.
d)
Menciptakan sambungan yang paling kuat dan minim redaman.
e)
Untuk memastikan kabel tidak terlalu berat
40.
Mengapa pengujian sinyal optik dengan Optical Power Meter (OPM) adalah langkah penting setelah pemasangan selesai?
a)
Untuk memeriksa apakah ada kebocoran listrik di OTP.
b)
Untuk mengukur tegangan listrik yang masuk ke perangkat.
c)
Untuk memastikan nilai redaman sinyal berada dalam batas toleransi yang diizinkan.
d)
Untuk mengukur suhu di dalam OTP.
e)
Untuk memastikan sambungan dapat dilepas pasang dengan mudah.
100 %
