Font size
WorksheetsUTOP 2 💚
Total questions: 107
Worksheet time: 54mins
Wanita 42 tahun dengan kanker serviks yang mendapat radioterapi pelvis mengalami pembengkakan tungkai kiri setelah 6 bulan. Mekanisme terjadinya limfedema pada kasus ini adalah?
Trombosis vena dalam
Peradangan akut Streptococcus
Gagal ginjal kronis
Hipoproteinemia
Fibrosis saluran limfa
Pria 58 tahun dengan limfedema kronis tungkai menjalani terapi kompresi elastik dan pijat drainase limfa manual. Setelah 3 bulan, pembengkakan berkurang signifikan. Prinsip kerja terapi ini adalah?
Meningkatkan aliran balik limfa dan mencegah stasis
Mengurangi produksi eritrosit
Menekan produksi antibodi
Mengurangi kadar kolesterol
Menghambat sistem renin-angiotensin
Seorang pria 58 tahun dirawat di ICU setelah mengalami infark miokard akut. Pada hari ke-2, kondisinya stabil: HR 110x/menit, MAP 85 mmHg, FiO2 50%, PEEP 8 cmH2O, SpO2 92%. Dokter mempertimbangkan mobilisasi dini. Tindakan yang paling tepat adalah?
Memulai mobilisasi dini
Menunda mobilisasi karena HR terlalu tinggi
Menunda mobilisasi karena MAP terlalu rendah
Menunda mobilisasi karena FiO2 terlalu tinggi
Tidak boleh dilakukan mobilisasi dini sama sekali pada pasien infark
Pria 65 tahun dengan riwayat PCI 3 bulan lalu akan memulai program rehabilitasi. Ekokardiografi menunjukkan EF 35%, dengan riwayat angina saat aktivitas ringan (<5 METs). Stratifikasi risiko latihan pasien ini adalah?
Risiko sedang
Risiko rendah
Tidak ada risiko
Tidak bisa ditentukan
Risiko tinggi
Seorang pasien pasca CABG datang ke klinik rehabilitasi jantung. Saat diperiksa, ditemukan aritmia ventrikular kompleks saat istirahat. Tindakan yang tepat adalah?
Tetap melanjutkan latihan dengan pemantauan
Latihan ditunda karena ada kontraindikasi
Latihan dilakukan di rumah tanpa pengawasan
Hanya diberikan latihan berat agar jantung cepat pulih
Latihan tetap dilakukan karena aritmia tidak relevan
Pria 50 tahun, karyawan pabrik (kerja fisik sedang), baru selesai mengikuti program rehabilitasi jantung 8 minggu pasca infark miokard. Evaluasi menunjukkan kapasitas fungsional 7 METs, EF 55%, tanpa gejala angina. Rekomendasi untuk pasien ini adalah?
Tidak boleh kembali bekerja sama sekali
Hanya boleh bekerja di kantor tanpa aktivitas fisik
Harus menunggu 1 tahun sebelum kembali bekerja
Dapat kembali bekerja penuh sesuai pekerjaannya
Hanya boleh melakukan pekerjaan ringan rumah tangga
Pasien 62 tahun pasca PCI stabil direncanakan ikut program rehabilitasi. Dokter ingin memberikan resep latihan aerobik. Resep latihan yang sesuai adalah?
Hanya sekali sebulan, intensitas maksimal, durasi bebas
Setiap hari latihan berat tanpa pemanasan
3–7 kali/minggu, intensitas 40–80% kapasitas, durasi 20–40 menit
Tidak boleh olahraga sama sekali
Olahraga hanya bila pasien merasa lelah
Pria 60 tahun baru selesai rawat inap 7 hari pasca infark miokard. Dokter merencanakan pasien mengikuti program rehabilitasi jantung yang dimulai segera setelah keluar dari rumah sakit. Program yang akan diikuti pasien ini termasuk fase?
Fase I
Fase III
Fase II
Fase IV
Fase terminal
Wanita 55 tahun mengikuti rehabilitasi jantung fase II. Saat latihan treadmill, HR naik ke 140x/menit, pasien merasa nyeri dada ringan, dan EKG menunjukkan depresi segmen ST 1 mm. Tindakan yang tepat adalah?
Lanjutkan latihan karena masih ringan
Abaikan gejala, hanya perhatikan HR
Tingkatkan intensitas latihan untuk adaptasi
Ganti dengan latihan beban intensitas tinggi
Hentikan latihan segera karena ada tanda iskemia
Seorang pasien 50 tahun pasca CABG mengeluh sering cemas, insomnia, dan takut kambuh saat latihan. Pendekatan yang paling tepat dalam rehabilitasi adalah?
Dukungan psikososial dan konseling
Mengabaikan kecemasan karena tidak memengaruhi jantung
Hanya menambah obat antihipertensi
Melarang pasien ikut program rehabilitasi
Mengurangi dosis statin untuk menenangkan pasien
Pasien 62 tahun pasca PCI bertanya apa manfaat utama dari edukasi dalam program rehabilitasi kardiovaskuler. Manfaat edukasi yang paling penting adalah?
Meningkatkan kepatuhan dalam modifikasi gaya hidup dan pengobatan
Mengganti peran farmakoterapi
Mengurangi kebutuhan kontrol medis sama sekali
Pasien 57 tahun dengan riwayat PJK mengikuti rehabilitasi jantung. Ia bertanya mengenai pola diet yang dianjurkan. Rekomendasi diet yang sesuai adalah?
Tinggi garam untuk menjaga tekanan darah
Tinggi gula untuk meningkatkan energi
Rendah lemak jenuh, tinggi buah, sayur, whole grain, dan ikan
Bebas makan junk food asal olahraga rutin
Diet ketat tanpa karbohidrat sama sekali
Pria 63 tahun sedang mengikuti latihan sepeda statis di klinik rehabilitasi jantung. Setelah 10 menit, ia mengeluh pusing dan EKG menunjukkan hipotensi dengan tekanan darah turun dari 130/80 menjadi 90/60 mmHg. Tindakan yang paling tepat adalah?
Biarkan latihan berlanjut karena tekanan darah masih normal
Tambahkan beban latihan agar jantung lebih kuat
Anjurkan pasien minum kopi untuk menaikkan tekanan darah
Hentikan latihan segera dan lakukan evaluasi medis
Latihan diganti dengan angkat beban berat
Wanita 58 tahun dengan riwayat infark miokard dan diabetes mellitus tipe 2 mengikuti program rehabilitasi jantung. Saat latihan, gula darahnya tercatat 60 mg/dL. Tindakan yang sebaiknya dilakukan adalah?
Lanjutkan latihan karena hipoglikemia ringan tidak berbahaya
Tambahkan insulin agar kadar glukosa stabil
Ganti latihan dengan olahraga intensitas sangat tinggi
Hentikan latihan, beri asupan glukosa, lalu evaluasi ulang
Abaikan hasil pemeriksaan karena fokus hanya pada jantung
Pria 55 tahun pasca PCI tinggal di daerah terpencil, sulit datang ke rumah sakit untuk program rehabilitasi jantung. Dokter mempertimbangkan penggunaan telemedicine. Bentuk program yang paling sesuai adalah?
Latihan sendiri tanpa panduan apapun
Tele-rehabilitasi dengan monitoring jarak jauh dan edukasi online
Hanya konsumsi obat tanpa aktivitas fisik
Program diet ketat tanpa evaluasi medis
Tidak perlu rehabilitasi karena lokasinya jauh
Seorang pria 59 tahun telah menjalani program rehabilitasi jantung fase II selama 12 minggu. Evaluasi menunjukkan peningkatan VO₂ max, penurunan tekanan darah, serta pasien merasa lebih percaya diri beraktivitas. Hasil ini menunjukkan bahwa?
Program hanya berguna untuk menurunkan berat badan
Program tidak bermanfaat karena pasien masih minum obat
Hasil hanya bersifat sementara dan tidak penting
Latihan harus dihentikan karena pasien sudah pulih
Program berhasil meningkatkan kapasitas fungsional dan kualitas hidup
Seorang wanita 62 tahun dengan riwayat CABG mengikuti rehabilitasi jantung. Ia mendapatkan latihan fisik, konseling nutrisi, edukasi obat, serta konseling psikologis. Profesional kesehatan mana yang tidak termasuk dalam tim rehabilitasi jantung?
Dokter gigi
Dokter spesialis jantung
Ahli gizi
Psikolog
Siapa yang secara rutin terlibat dalam tim multidisiplin rehabilitasi kardiovaskuler?
Ahli jantung
Fisioterapis
Psikolog
Ahli gizi
Dokter hewan
Tujuan utama program rehabilitasi kardiovaskuler adalah?
Menggantikan terapi obat sepenuhnya
Meningkatkan kapasitas fungsional dan kualitas hidup pasien
Menyembuhkan penyakit jantung secara permanen
Membatasi pasien agar tidak beraktivitas sama sekali
Menghindari semua jenis pemeriksaan medis
Komponen utama dalam program rehabilitasi kardiovaskuler meliputi?
Latihan fisik, edukasi, konseling nutrisi, dukungan psikososial
Pemberian antibiotik, terapi herbal, transfusi darah
Hanya farmakoterapi tanpa aktivitas fisik
Pembedahan rutin setiap tahun
Diet ekstrem tanpa pengawasan medis
Rehabilitasi kardiovaskuler secara umum dibagi menjadi beberapa fase. Fase pemeliharaan jangka panjang setelah program rawat jalan adalah?
Fase I
Fase II
Fase IV
Fase III
Fase terminal
Pasien yang paling tepat menjadi kandidat rehabilitasi kardiovaskuler adalah?
Pasien dengan pilek ringan
Pasien dengan nyeri punggung tanpa riwayat CVD
Pasien dengan fraktur tulang tanpa penyakit jantung
Pasien pasca infark miokard atau intervensi koroner
Pasien sehat tanpa faktor risiko
Parameter yang digunakan untuk menilai keberhasilan program rehabilitasi kardiovaskuler adalah?
Peningkatan VO2 max dan kapasitas latihan, serta perbaikan kualitas hidup
Penurunan berat badan, serta perbaikan kualitas hidup
Hanya hasil EKG saat istirahat
Jumlah obat yang digunakan pasien, serta perbaikan kualitas hidup
Tinggi badan pasien
Manakah dari kondisi berikut yang merupakan kontraindikasi absolut untuk rehabilitasi kardiovaskuler?
Hipertensi terkontrol dengan obat
Pasien pasca PCI 4 minggu lalu yang stabil
Pasien dengan diabetes terkontrol
Pasien dengan obesitas sentral
Infark miokard akut <2 hari
Salah satu kondisi yang termasuk kontraindikasi relatif latihan pada rehabilitasi kardiovaskuler adalah?
A. Aneurisma aorta toraks besar
B. Infark miokard akut <2 hari
C. Gagal jantung akut dekompensasi
D. Aritmia ventrikular kompleks saat istirahat
E. Angina tidak stabil
Intensitas latihan aerobik pada rehabilitasi kardiovaskuler dianjurkan dalam kisaran?
10–20% kapasitas latihan maksimal
>90% kapasitas latihan maksimal
40–80% kapasitas latihan maksimal
Intensitas bebas sesuai keinginan pasien
Tidak perlu pengaturan intensitas
Tim yang terlibat dalam program rehabilitasi kardiovaskuler seharusnya terdiri dari?
Dokter hewan, apoteker hewan, perawat hewan
Dokter jantung, fisioterapis, ahli gizi, psikolog
Tukang pijat tradisional dan penjual jamu
Hanya dokter jantung tanpa tenaga lain
Pasien saja tanpa dukungan tim
Salah satu poin edukasi utama dalam program rehabilitasi kardiovaskuler adalah?
Pasien bebas berhenti obat jika sudah merasa sehat
Pasien boleh makan apapun setelah operasi jantung
Pentingnya kepatuhan minum obat dan modifikasi gaya hidup
Latihan fisik tidak diperlukan bila sudah minum obat
Semua pasien harus menjalani diet ekstrem tanpa lemak
Seorang anak usia 10 tahun tinggal di daerah dengan tingkat konsumsi makanan cepat saji yang tinggi dan minim fasilitas olahraga. Pemerintah daerah ingin membuat program kesehatan untuk mencegah faktor risiko kardiovaskular sejak dini. Jenis pencegahan yang paling tepat adalah?
Prevensi primordial
Prevensi primer
Prevensi sekunder
Rehabilitasi kardiak
Palliative care
Laki-laki 45 tahun, nyeri dada kiri berkurang dengan istirahat, merokok 2 bungkus/hari, TD 149/90 mmHg, riwayat keluarga PJK. Upaya pencegahan paling tepat adalah?
Berhenti merokok dan kurangi asupan garam
Kurangi asupan garam dan turunkan berat badan
Berhenti merokok dan diet rendah lemak
Kurangi asupan garam dan diet rendah lemak
Berhenti merokok dan turunkan berat badan
Pria 45 tahun dengan riwayat merokok 1 bungkus/hari, obesitas sentral, dan tekanan darah 150/95 mmHg. Belum ada riwayat serangan jantung atau stroke. Tindakan yang sesuai dalam konteks pencegahan adalah?
Previnsi primer
Previnsi primordial
Previnsi sekunder
Rehabilitasi kardiak
Palliative care
Seorang pria 58 tahun dengan riwayat infark miokard 1 tahun lalu datang kontrol rutin. Ia ingin tahu bagaimana mencegah serangan jantung berikutnya. Pendekatan pencegahan yang sesuai adalah?
Previnsi sekunder
Previnsi primer
Previnsi primordial
Promosi kesehatan populasi umum
Pencegahan tersier
Wanita 50 tahun, obesitas, tekanan darah 145/90 mmHg, dan riwayat keluarga PJK. Dokter ingin memberi intervensi non-farmakologis untuk pencegahan CVD. Rekomendasi yang paling tepat adalah?
Diet tinggi garam dan lemak jenuh
Merokok untuk menurunkan stres
Membatasi cairan < 500 ml/hari
Menggunakan antibiotik profilaksis
Olahraga aerobik 30–60 menit, 5–7 kali/minggu
Seorang pria 48 tahun memiliki tekanan darah tinggi, dislipidemia, dan sering stres karena pekerjaan. Ia bertanya apa faktor risiko lain yang penting dimodifikasi untuk mencegah CVD. Faktor risiko yang termasuk modifiable adalah?
Usia, jenis kelamin, riwayat keluarga
Genetik dan ras
Mutasi kromosom
Pola makan buruk, kurang aktivitas fisik, konsumsi alkohol
Jenis kelamin laki-laki
Pria 52 tahun, perokok, hipertensi, LDL 170 mg/dL, belum ada riwayat penyakit jantung. Dokter mempertimbangkan pemberian obat untuk pencegahan CVD. Obat yang paling tepat diberikan adalah?
Antibiotik profilaksis
Beta-2 agonis
Antasida
Statin
Obat anti-epilepsi
Seorang pria 60 tahun dengan hipertensi kronis datang kontrol. Dokter menekankan pentingnya pencegahan sekunder CVD melalui kontrol tekanan darah. Target tekanan darah yang dianjurkan pada pasien risiko tinggi CVD adalah?
<160/100 mmHg
≤180/110 mmHg
<130/80 mmHg
Pria 65 tahun dengan riwayat stroke iskemik 1 tahun lalu mengikuti program terapi okupasi, fisioterapi, dan edukasi nutrisi. Langkah ini termasuk dalam pencegahan tingkat?
Sekunder
Primer
Tersier
Primordial
Kuarterner
Wanita 48 tahun, pekerja kantoran, sering mengalami stres kerja, insomnia, dan hipertensi. Dokter menjelaskan bahwa manajemen stres adalah bagian penting pencegahan CVD. Strategi manajemen stres yang dianjurkan adalah?
Relaksasi, olahraga, konseling psikologis bila perlu
Merokok untuk menenangkan diri
Konsumsi alkohol untuk relaksasi
Penggunaan obat tidur jangka panjang tanpa evaluasi
Menghindari olahraga agar tidak kelelahan
Seorang pria 58 tahun dengan riwayat infark miokard 2 tahun lalu datang kontrol. Dokter memberikan terapi aspirin dosis rendah. Tujuan utama pemberian aspirin adalah?
Pencegahan sekunder dengan mengurangi risiko trombosis
Pencegahan primer pada individu sehat
Menurunkan kadar kolesterol
Menurunkan kadar gula darah
Mengurangi resistensi insulin
Seorang pria 55 tahun dengan hipertensi dan diabetes mellitus tipe 2 datang ke kontrol. Ia belum pernah mengalami serangan jantung atau stroke. Dokter ingin memberikan terapi farmakologis yang terbukti bermanfaat untuk menurunkan risiko CVD. Obat yang paling tepat adalah?
Antihistamin
Antasida
Antibiotik profilaksis
ACE inhibitor
Obat anti-rematik
Seorang pria 60 tahun dengan riwayat infark miokard 6 bulan lalu datang kontrol. Dokter meresepkan beta-blocker sebagai terapi jangka panjang. Tujuan utama pemberian obat ini adalah?
Meningkatkan kadar kolesterol HDL
Mengatasi infeksi kronis
Mencegah gastritis
Mengurangi risiko kanker paru
Menurunkan risiko kejadian kardiovaskular berulang
Wanita 58 tahun dengan diabetes mellitus tipe 2 sudah terkontrol dengan insulin. Ia bertanya tentang strategi pencegahan CVD yang paling penting baginya. Intervensi paling penting adalah?
Kontrol glukosa darah, tekanan darah, dan lipid secara ketat
Pemberian vitamin harian dosis tinggi
Seorang pria 42 tahun dengan BMI 32 kg/m² datang untuk medical check-up. Ia tidak memiliki riwayat penyakit jantung, tetapi ingin tahu langkah pencegahan. Langkah yang paling tepat adalah?
Pemberian antibiotik profilaksis jangka panjang
Penurunan berat badan dengan diet seimbang dan olahraga teratur
Menghindari semua jenis karbohidrat sepenuhnya
Mengonsumsi minuman energi tinggi kafein
Tidak perlu melakukan perubahan apapun
Sebuah puskesmas merancang program edukasi untuk masyarakat tentang bahaya merokok, pentingnya olahraga, dan diet seimbang. Program ini bertujuan menurunkan prevalensi faktor risiko CVD di masyarakat umum. Program ini termasuk pencegahan tingkat?
Primer
Sekunder
Tersier
Kuarterner
Primordial
Prevensi primordial pada CVD didefinisikan sebagai?
Upaya mencegah munculnya faktor risiko pada populasi umum
Upaya mengendalikan faktor risiko pada individu berisiko tinggi
Deteksi dini dan pengobatan pada pasien dengan CVD
Rehabilitasi pasien pasca serangan jantung
Mencegah overmedicalization pada pasien
Faktor risiko non-modifiable utama untuk CVD, adalah?
A. Usia, jenis kelamin, riwayat keluarga
B. Hipertensi, merokok, dislipidemia
C. Obesitas, diet tinggi garam, konsumsi alkohol
D. Kurang olahraga, stres kronis, diabetes
E. Hiperkolesterolemia, hipertensi, hiperglikemia
Strategi populasi dalam pencegahan CVD bertujuan untuk?
Fokus hanya pada pasien dengan penyakit terbukti
Terapi obat khusus untuk individu risiko tinggi
Menurunkan risiko pada seluruh populasi tanpa membedakan individu
Mengobati komplikasi jangka panjang
Membatasi akses ke layanan kesehatan
Obat yang terbukti menurunkan kejadian kardiovaskular berulang pada pasien dengan riwayat CVD adalah?
Antibiotik
Aspirin dosis rendah
Obat cacing
Vitamin C dosis tinggi
Antasida
Komponen gaya hidup sehat yang dianjurkan untuk pencegahan CVD adalah?
Minum kopi berlebihan, tidur kurang, stres tinggi
Diet tinggi garam dan lemak jenuh
Menghindari semua karbohidrat sama sekali
Minum suplemen tanpa kontrol medis
Diet seimbang, aktivitas fisik, berhenti merokok
Pada pasien dengan penyakit jantung koroner, target kadar LDL kolesterol yang direkomendasikan adalah?
<70 mg/dL
<100 mg/dL
<130 mg/dL
<160 mg/dL
Tidak ada target LDL
Rekomendasi aktivitas fisik untuk pencegahan CVD pada orang dewasa sehat adalah?
Hanya olahraga sekali sebulan
Olahraga berat setiap hari tanpa batas
Menghindari olahraga agar jantung tidak lelah
Aktivitas fisik tidak memengaruhi risiko CVD
Aerobik sedang 150 menit/minggu atau intens 75 menit/minggu
Pola diet yang terbukti menurunkan risiko CVD adalah?
Diet tinggi lemak jenuh dan gula
Diet tanpa protein sama sekali
Diet Mediterania
Diet tinggi garam
Diet berbasis junk food
Perbedaan utama strategi high-risk dan populasi dalam pencegahan CVD adalah?
High-risk menargetkan individu berisiko tinggi
High-risk hanya dilakukan pada anak-anak
Populasi fokus pada pengobatan dengan obat-obatan
High-risk menolak penggunaan obat sama sekali
Populasi hanya untuk pasien dengan riwayat CVD
Tujuan utama terapi antiplatelet pada pencegahan CVD adalah?
Menurunkan kadar kolesterol LDL
Menurunkan kadar gula darah
Menurunkan tekanan darah langsung
Meningkatkan kontraktilitas miokard
Mencegah agregasi platelet dan pembentukan trombus
Tanda klinis yang termasuk "hard sign" pada cedera pembuluh darah ekstremitas bawah adalah?
Pulsasi arteri distal melemah
Riwayat perdarahan di tempat kejadian
Adanya thrill atau bruit pada lokasi cedera
Hematoma yang tidak meluas
Kelainan neurologis pada tungkai bawah
Indikasi pembedahan pada hemangioma, KECUALI?
Ulserasi dan perdarahan tidak terkendali
Pertumbuhan sangat cepat
Gagal jantung akibat shunt besar
Hemangioma raksasa dengan trombositopenia
Regresi total pada hemangioma
Pria 62 tahun datang dengan nyeri mendadak, pucat, dingin, dan tidak ada denyut pada tungkai kanan. Diagnosis acute limb ischaemia ditegakkan. Tatalaksana awal yang paling tepat adalah?
Pemberian heparin intravena segera
Langsung amputasi tungkai
Terapi antibiotik profilaksis
Hanya observasi tanpa intervensi
Pemberian aspirin tunggal
Pria 35 tahun mengalami fraktur tibia tertutup. Dua jam kemudian, tungkai bawah tampak bengkak, nyeri hebat saat digerakkan pasif, dan mati rasa di celah antara ibu jari dan jari kedua kaki. Tindakan yang paling tepat adalah?
Fasciotomy segera
Elevasi tungkai tinggi-tinggi
Pemberian opioid dosis tinggi saja
Menunggu sampai nyeri perifer hilang
Pemasangan gips lebih ketat
Wanita 45 tahun datang dengan keluhan tungkai bengkak, nyeri, dan tampak pelebaran vena superfisial. USG menunjukkan insufisiensi vena superfisial tanpa komplikasi berat. Tata laksana awal yang dianjurkan adalah?
Terapi kompresi elastis
Stripping vena segera
Sclerotherapy dengan deterjen
Radiofrequency ablation
Observasi saja
Pria 58 tahun dengan klaudikasio intermiten saat berjalan 200 m. Angiografi menunjukkan stenosis femoropopliteal. Tatalaksana yang paling sesuai adalah?
Amputasi langsung
Antibiotik profilaksis
Endarterektomi karotis
Modifikasi gaya hidup dan pemberian cilostazol
Observasi tanpa terapi
Pria 63 tahun dengan angina refrakter. Angiografi menunjukkan stenosis 3 pembuluh besar koroner, EF 35%. Tindakan terbaik adalah?
Pemberian nitrat saja
Coronary Artery Bypass Graft
PCI dengan stent tunggal
Terapi statin tunggal
Observasi saja
Pria 70 tahun perokok berat diketahui memiliki aneurisma aorta abdominalis dengan diameter 6 cm. Pasien tidak ada keluhan saat ini. Tatalaksana yang paling tepat adalah?
Observasi ulang 6 bulan
Terapi antibiotik jangka panjang
Operasi elektif
Terapi kompresi perut
Tidak perlu intervensi apapun
Wanita 48 tahun dengan riwayat bed rest lama datang dengan tungkai kiri bengkak, nyeri, dan hangat. USG Doppler menunjukkan trombus di vena femoralis. Tatalaksana yang sesuai adalah?
Antikoagulasi dengan heparin
Pemberian antibiotik
Elevasi tungkai tanpa obat
Pemasangan gips tungkai
Aspirin dosis rendah saja
Pria 60 tahun dengan diabetes melitus datang dengan luka kronis di telapak kaki, dasar nekrotik, dan perfusi perifer buruk. Tatalaksana awal yang paling penting adalah?
Debridement luka dan kontrol glikemik
Antibiotik profilaksis tanpa perawatan luka
Hanya istirahat total di tempat tidur
Oles salep herbal tradisional
Amputasi segera tanpa evaluasi
Pria 65 tahun dengan TIA ditemukan stenosis arteri karotis interna 75%. Tindakan yang dianjurkan adalah?
Pemberian vitamin harian
Observasi tanpa tindakan
Terapi antibiotik
Antasida untuk pencernaan
Endarterektomi karotis
Pria 58 tahun dengan PAD berat datang dengan tungkai bawah berwarna hitam, kaku, tidak ada sensasi maupun nadi. Tindakan yang paling sesuai adalah?
Pemberian heparin intravena
Observasi 24 jam
Pemberian analgesik saja
Sclerotherapy vena superfisial
Amputasi tungkai bawah
Pria 54 tahun dengan riwayat stenosis mitral berat datang dengan sesak dan fibrilasi atrium. Dokter merencanakan operasi penggantian katup. Jenis prostesis yang sesuai bila pasien masih muda dan tidak keberatan dengan terapi antikoagulan jangka panjang adalah?
Katup biologis
Katup buatan dari plastik sederhana
Katup mekanik
Katup donor babi untuk sementara
Tidak perlu operasi
Pria 60 tahun datang dengan nyeri dada mendadak menjalar ke punggung, tensi berbeda antara lengan kanan dan kiri. CT angiografi menunjukkan diseksi aorta Stanford tipe A. Tatalaksana yang paling tepat adalah?
Beta blocker saja
Observasi ketat tanpa terapi
Operasi darurat
Trombolitik intravena
Antasida
Seorang pasien 65 tahun menjalani operasi CABG. Dokter menggunakan arteri mammaria interna kiri (LIMA) sebagai graft. Alasan pemilihan LIMA adalah?
Patensi jangka panjang lebih baik dibanding vena safena
Lebih mudah diambil dibanding vena safena
Tidak memerlukan anastomosis
Dapat beregenerasi spontan
Tidak ada risiko infeksi
Pria 62 tahun pasca operasi CABG mengalami demam, nyeri dada, dan gesekan perikardial pada auskultasi. Komplikasi yang paling mungkin adalah?
Pneumonia aspirasi
Emboli paru
Hernia diafragmatika
Pericarditis postpericardiotomy
Stroke hemoragik
Pria 68 tahun dengan stenosis karotis 80% tanpa gejala. Pilihan terapi yang sesuai adalah?
Trombolitik intravena
Antibioitik jangka panjang
Observasi saja
Amputasi kepala
Endarterektomi karotis elektif
Indikasi klasik untuk melakukan Coronary Artery Bypass Graft (CABG) adalah?
Penyakit 3 pembuluh koroner atau lesi batang utama kiri
Stenosis tunggal <50% tanpa gejala
Aritmia ringan tanpa CAD
Hipertensi terkontrol dengan obat
Dislipidemia saja tanpa lesi koroner
Endovascular Aneurysm Repair (EVAR) dilakukan untuk?
Mengeluarkan trombus vena superfisial
Mengikat vena safena
Memperbaiki katup jantung mitral
Mengganti segmen aorta yang melebar dengan stent-graft
Menutup defek septum atrium
Lokasi yang paling sering digunakan untuk pembuatan arteriovenous (AV) fistula pada pasien gagal ginjal kronik adalah?
Arteri femoralis – vena femoralis
Arteri radialis – vena sefalika
Arteri subklavia – vena jugularis
Arteri pulmonalis – vena pulmonalis
Arteri koroner – vena safena
Komplikasi paling sering pada graft vena safena dibanding graft arteri adalah?
Re-stenosis lebih cepat
Patensi seumur hidup
Tidak ada risiko infeksi
Bisa beregenerasi spontan
Lebih tahan lama dibanding LIMA
Tindakan Pulmonary Thromboendarterectomy (PTE) diindikasikan pada pasien dengan?
Asma bronkial
Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
Infark miokard akut
Pneumonia bakterial
Hipertensi pulmonal tromboembolik kronik
Indikasi operasi penggantian katup pada stenosis aorta adalah?
Stenosis aorta ringan tanpa gejala
Murmur sistolik fungsional
Hipertensi terkontrol dengan obat
Perikarditis efusi tanpa tamponade
Stenosis aorta berat dengan gejala
Selain arteri mammaria interna, graft yang sering digunakan pada CABG adalah?
Arteri pulmonalis
Vena porta
Arteri hepatika
Vena safena magna
Vena jugularis interna
Komplikasi jangka panjang yang sering muncul setelah amputasi tungkai adalah?
Nyeri fantom
Infeksi paru
Ulkus peptikum
Hepatitis
Stroke hemoragik
Terapi endovenous modern untuk varises adalah?
Amputasi tungkai
Antibiotik oral jangka panjang
Pembedahan laparotomi
RFA atau EVLT
Hanya observasi seumur hidup
Tujuan utama tindakan bypass perifer pada penyakit arteri perifer adalah?
Mengurangi nyeri punggung
Menghilangkan varises superfisial
Mengembalikan perfusi ke distal tungkai
Mengobati gagal jantung
Meningkatkan fungsi ginjal
Seorang pria usia 58 tahun dengan riwayat hipertensi kronis mengalami nyeri dada hebat mendadak. Hasil autopsi menunjukkan arteri koroner dengan plak aterosklerotik besar, tampak pecah dengan adanya trombus menutupi lumen. Secara histopatologi, ditemukan banyak foam cells dan cholesterol clefts. Apakah diagnosis paling tepat pada kasus ini?
A. Aneurisma aorta abdominals aterosklerotik
B. Infark miokard akut akibat trombosis koroner
C. Arteriosklerosis hialin pada ginjal
D. Monckeberg’s medial calcific sclerosis
E. Hemoragi petechiae akibat trombositopenia
Seorang wanita 65 tahun dengan riwayat diabetes mellitus kronis menjalani biopsi ginjal. Hasil histopatologi menunjukkan penebalan dinding arteriola dengan deposisi eosinofilik homogen berwarna merah muda pada pewarnaan HE, serta nodular glomerulosklerosis. Apakah diagnosis yang paling sesuai?
Arteriosklerosis hialin
Arteriosklerosis hiperplastik
Aterosklerosis koroner
Monckeberg’s medial calcific sclerosis
Diseksi aorta
Autopsi pasien dengan riwayat hipertensi maligna menunjukkan arteriola ginjal dengan dinding sangat menebal, memperlihatkan gambaran konsentris seperti “kulit bawang” (onion-skin lesion). Apa diagnosis histopatologi yang paling tepat?
Arteriosklerosis hialin
Arteriosklerosis hiperplastik
Aneurisma aorta abdominals
Aterosklerosis koroner stabil
Monckeberg’s medial calcific sclerosis
Seorang pria 70 tahun meninggal. Autopsi menunjukkan pulmonary trunk berisi bekuan darah besar yang menutupi percabangan kanan dan kiri arteri pulmonalis (saddle embolus). Apa konsekuensi klinis utama dari temuan ini?
Infark miokard luas
Aneurisma aorta abdominalis ruptur
Kematian mendadak akibat gagal jantung kanan akut
Petechiae pada kulit akibat trombositopenia
Diseksi aorta torakalis
Seorang pria 68 tahun ditemukan memiliki pelebaran besar pada aorta abdominalis di bawah arteri renalis. Secara histopatologi, terdapat plak aterosklerosis luas dengan kalsifikasi luas dan degenerasi dinding media. Apa komplikasi yang paling ditakuti dari kondisi ini?
Trombus mural intrakardiak
Ruptur aneurisma dengan perdarahan masif
Petechiae pada konjungtiva
Hialin arteriolosklerosis
Fibrinoid necrosis pada arteriola ginjal
Seorang pria 75 tahun menjalani foto polos panggul karena nyeri sendi. Hasil radiologi menunjukkan adanya bayangan kalsifikasi linear mengikuti arteri femoralis, tetapi lumen pembuluh darah tetap terbuka. Pasien tidak memiliki gejala iskemia. Apa diagnosis histopatologi yang paling sesuai?
A. Aterosklerosis koroner
B. Arteriolosklerosis hiperplastik
C. Aneurisma aorta abdominalis
D. Infark miokard lama
E. Monckeberg’s medial calcific sclerosis
Seorang wanita 40 tahun dengan sepsis berat mengalami perdarahan multipel di kulit berupa petechiae dan ekimosis, serta gagal multiorgan. Histopatologi menunjukkan adanya mikrotrombus fibrin pada arteriola ginjal dan paru. Apa diagnosis yang paling tepat?
DIC
Arteriolosklerosis hialin
Aterosklerosis stabil
Trombosis koroner akut
Emboli paru masif
Seorang pria 35 tahun meninggal karena kecelakaan. Pada autopsi aorta ditemukan garis-garis kuning pucat memanjang di intima, tanpa penyempitan lumen yang bermakna. Secara mikroskopis terlihat banyak foam cells. Apa lesi paling awal dari aterosklerosis ini?
Fatty streak
Stable plaque
Unstable plaque
Fibrinoid necrosis
Aneurisma aorta aterosklerotik
Seorang pasien 60 tahun dengan riwayat hiperlipidemia meninggal mendadak akibat serangan jantung. Autopsi menunjukkan plak aterosklerosis di arteri koroner dengan fibrous cap tipis dan inti lipid besar, tampak pecah dan disertai trombus segar. Apa istilah yang paling sesuai untuk plak tersebut?
Stabil plaque
Unstable plaque
Fibrous plaque
Calcified plaque
Manakah dari berikut ini yang memiliki fibrous cap tipis dan inti lipid besar?
Stable plaque
Fatty streak
Unstable plaque
Monckeberg’s sclerosis
Arteriosklerosis hilian
Seorang pria 55 tahun dengan riwayat gagal jantung kronis meninggal mendadak. Autopsi paru menunjukkan area segitiga berwarna merah gelap pada perifer paru. Histopatologi memperlihatkan infark hemoragik akibat obstruksi cabang arteri pulmonalis sedang. Apa diagnosis histopatologi paling tepat?
Pulmonary infarction
Pulmonary edema
Pneumonia lobaris
Saddle embolus
Petechiae akibat trombositopenia
Autopsi menunjukkan dinding ventrikel kiri tipis dan fibrotik, dengan tonjolan seperti kantong (outpouching) pada dinding jantung. Riwayat menunjukkan pasien pernah mengalami infark transmural beberapa tahun sebelumnya. Apakah diagnosis paling sesuai?
Diseksi aorta
Ventricular aneurysm
Aneurisma aorta abdominalis
Unstable plaque
Hipertalit arteriosklerosis
Pada autopsi arteri koroner pasien 62 tahun, ditemukan plak aterosklerosis dengan perdarahan di dalam plak yang membuat lumen semakin menyempit. Komplikasi utama dari kondisi ini adalah?
Infark hemoragik paru
Monckeberg’s medial calcific sclerosis
Petechiae pada kulit
Fibrinoid necrosis
Ruptur plak dan trombosis akut
Mikroskopi pembuluh darah besar pada autopsi menunjukkan trombus dengan garis-garis merah dan putih bergantian (lines of Zahn). Apa arti temuan ini?
Hematoma ekstravaskular
Hemoragi petechiae akibat trombositopenia
Trombosis sejati terbentuk intravaskular
Emboli lemak
Edema paru
Seorang pasien dengan leukemia mengalami perdarahan pada kulit berupa bercak-bercak kecil merah (petechiae), dan pada lengan ditemukan ekimosis. Histopatologi menunjukkan jumlah trombosit sangat rendah. Apa penyebab utama gambaran ini?
Gangguan jumlah platelet
Aneurisma aorta abdominalis
Aterosklerosis stabil
Hialin arteriosklerosis
Pulmonary saddle embolus
Lesi paling awal pada aterosklerosis yang tampak sebagai garis kekuningan pada intima arteri besar adalah?
Fibrous cap
Calcified plaque
Foam cell rupture
Fatty streak
Aneurisma aorta
Ciri khas histologi arteriolosklerosis hialin adalah?
“Onion-skin lesion” akibat proliferasi sel otot polos
Kalsifikasi pada tunika media arteri tanpa penyempitan lumen
Plak lipid dengan cholesterol clefts dan foam cells
Penebalan dinding arteriola dengan bahan homogen berwarna pink pada HE
Perdarahan intraplak dengan trombus segar
“Onion-skin lesion” pada arteriola, yang terdiri atas penebalan konsentris dinding akibat proliferasi sel otot polos, merupakan gambaran khas?
Hialin arteriolosklerosis
Monckeberg’s medial calcific sclerosis
Hipertplastik arteriolosklerosis
Aneurisma aorta
Diseksi aorta
Pada Disseminated Intravascular Coagulation (DIC), perubahan histopatologi yang paling khas adalah?
Deposisi kolesterol dalam intima
Penebalan dinding arteriola oleh hialin
Kalsifikasi media arteri muscularis
Fibrous cap menebal dengan inti lipid kecil
Trombus fibrin multipel di arteriola dan kapiler berbagai organ
Ciri utama Monckeberg’s medial calcific sclerosis adalah ?
Kalsifikasi pada tunika media arteri dengan lumen tetap normal
Plak lipid dengan risiko ruptur
Hialin pada arteriola ginjal pasien diabetes
Fibrinoid necrosis pada hipertensi maligna
Hemoragi petechiae akibat trombositopenia
“Lines of Zahn” pada trombus menunjukkan ?
Trombus terbentuk in vivo dengan aliran darah aktif
Bekuan darah post-mortem
Deposit lipid di dalam intima arteri
Fibrosis ventrikel pasca infark lama
Kalsifikasi arteri pada Monckeberg
Ciri histopatologi yang membedakan stable plaque dengan unstable plaque pada aterosklerosis adalah
Stable plaque memiliki fibrous cap tipis dan inti lipid besar
Stable plaque memiliki fibrous cap tebal dan inti lipid kecil
Unstable plaque selalu mengalami kalsifikasi
Stable plaque selalu mengalami ruptur akut
Unstable plaque tidak pernah menimbulkan trombus
Thrombosis koroner paling sering berhubungan dengan ?
Monckeberg’s medial calcific sclerosis
Arteriolosklerosis hialin
Pecahnya plak aterosklerosis yang tidak stabil
Hiperplastik arteriolosklerosis
Petechiae akibat trombositopenia
Ecchymosis (purpura) berbeda dari petechiae karena ?
Ecchymosis hanya terjadi pada gangguan hati
Petechiae selalu disebabkan oleh trauma
Ecchymosis adalah tanda khas aneurisma aorta
Petechiae berwarna kuning kehijauan sejak awal
Ecchymosis berukuran lebih besar dibanding petechiae
Pulmonary infarction biasanya ?
Wedge-shaped dan hemoragik
Terjadi tanpa adanya emboli
Selalu mengenai arteri pulmonalis utama
Tidak pernah disertai gagal jantung
Berwarna putih pucat pada autopsi
Gambaran petechiae paling khas terlihat pada ?
Infark miokard lama
Aneurisma aorta abdominalis
Trombositopenia
Monckeberg’s sclerosis
Stable plaque
