wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Legislation Science

Total questions: 100

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.

Menurut Burkhardt Krems, Ilmu Pengetahuan Perundang-undangan bersifat interdisipliner karena...

a)

Mempelajari teori hukum saja tanpa memperhatikan aspek politik

b)

Mengkaji hanya aspek teknis pembentukan undang-undang

c)

Menggabungkan pendekatan hukum, politik, sosial, dan administrasi negara dalam proses legislasi

d)

Berfokus pada sistem hukum yang berlaku di satu negara

e)

Menyediakan panduan praktis bagi pembuat undang-undang semata

2.

Perbedaan utama antara Gesetzgebungstheorie dan Gesetzgebungslehre terletak pada...

a)

Cakupan wilayah hukum yang diatur

b)

Pendekatan kognitif dan normatif dalam memahami pembentukan peraturan

c)

Keterlibatan lembaga negara dalam proses legislasi

d)

Derajat pengaruhnya terhadap praktik politik hukum

e)

Tujuan pembentukan undang-undang dalam konteks internasional

3.

Menurut Burkhardt Krems, pembentukan peraturan perundang-undangan terdiri atas tiga bagian besar, yaitu...

a)

Perencanaan, pengesahan, dan publikasi

b)

Proses, metode, dan teknik perundang-undangan

c)

Legislasi, kodifikasi, dan interpretasi

d)

Norma, struktur, dan substansi

e)

Politik hukum, teori hukum, dan asas hukum

4.

Dalam konteks Gesetzgebungsmethode, yang dimaksud dengan modifikasi adalah...

a)

Penyusunan undang-undang baru tanpa mengubah undang-undang lama

b)

Penyesuaian terhadap perubahan sosial tanpa menghapus aturan lama

c)

Penggabungan seluruh norma hukum ke dalam satu kodifikasi hukum

d)

Penghapusan total terhadap sistem hukum sebelumnya

e)

Pembuatan peraturan pelaksanaan dari undang-undang yang ada

5.

Peraturan perundang-undangan menurut ketentuan di Indonesia diartikan sebagai...

a)

Peraturan tidak tertulis yang mengikat secara umum

b)

Keputusan pemerintah yang bersifat administratif

c)

Peraturan tertulis yang memuat norma hukum mengikat umum dan dibentuk oleh lembaga berwenang melalui prosedur tertentu

d)

Pedoman kebijakan yang ditetapkan oleh lembaga legislatif

e)

Aturan sosial yang diakui secara adat oleh masyarakat

6.

Pembedaan antara istilah “perundang-undangan” dan “peraturan perundang-undangan” terletak pada...

a)

Sumber pembentukan dan tingkat kekuatan hukumnya

b)

Bahasa yang digunakan dalam penyusunan norma

c)

Lembaga pelaksana dan objek pengaturannya

d)

Bentuk fisik dan tata naskah dokumennya

e)

Waktu berlakunya terhadap masyarakat

7.

Salah satu ciri utama dari peraturan perundang-undangan yang baik dalam sistem hukum adalah...

a)

Mengutamakan kepentingan politik mayoritas

b)

Bersifat dinamis dan dapat disesuaikan tanpa prosedur

c)

Memuat norma hukum yang berlaku umum dan menjamin kepastian hukum

d)

Mengatur kelompok tertentu secara eksklusif

e)

Dapat ditafsirkan bebas oleh pejabat yang berwenang

8.

Dalam sistem norma, istilah “kodifikasi” menunjukkan...

a)

Pemisahan norma hukum ke dalam berbagai cabang hukum

b)

Penyusunan norma hukum dalam satu kesatuan sistem yang tertulis

c)

Pemberlakuan hukum adat sebagai hukum tertulis

d)

Pembentukan norma berdasarkan kebiasaan masyarakat

e)

Penghapusan norma lama yang sudah tidak berlaku

9.

Sistem norma dinamik dalam perundang-undangan mencerminkan...

a)

Perubahan norma hukum mengikuti perkembangan sosial dan kebutuhan masyarakat

b)

Kekakuan sistem hukum yang sulit diubah

c)

Keabadian nilai hukum tanpa menyesuaikan konteks

d)

Norma hukum yang hanya berlaku dalam waktu tertentu

e)

Pembentukan hukum tanpa prosedur resmi

10.

Fungsi utama peraturan perundang-undangan dalam negara hukum Indonesia adalah...

a)

Mengatur kepentingan lembaga negara agar lebih dominan

b)

Menjamin perlindungan hukum dan kepastian kedudukan setiap warga negara

c)

Mengakomodasi seluruh kepentingan politik pemerintah

d)

Meningkatkan efisiensi administrasi pemerintahan

e)

Membatasi partisipasi masyarakat dalam proses hukum

11.

Istilah “Ilmu Pengetahuan Perundang-undangan” dalam bahasa Jerman dikenal dengan sebutan...

a)

Gesetzgebungswissenschaft

b)

Gesetzgebungsmethode

c)

Gesetzgebungstheorie

d)

Gesetzgebungsverfahren

e)

Gesetzgebungslehre

12.

Tokoh yang pertama kali memperkenalkan istilah Ilmu Pengetahuan Perundang-undangan (Ilmu Pembentukan Undang-Undang) adalah...

a)

A. A, Hamid S. Attamimi

b)

Peter Noll

c)

Burkhardt Krems

d)

Jurgen Roodig

e)

W.G. Van der Velden

13.

Dalam bahasa Belanda, istilah Ilmu Perundang-undangan dikenal dengan...

a)

Wetgevingsleer atau Wetsgevingskunde

b)

Wettenkunde

c)

Wetboekleer

d)

Rechtswetenschap

e)

Wetgevingstheorie

14.

Menurut A. Hamid S. Attamimi, Ilmu Perundang-undangan merupakan...

a)

Ilmu tentang penerapan hukum di pengadilan

b)

Ilmu tentang pembentukan peraturan perundang-undangan

c)

Ilmu tentang administrasi pemerintahan

d)

Ilmu yang hanya mempelajari teori konstitusi

e)

Ilmu tentang penegakan hukum pidana

15.

Dalam konteks sistem hukum Indonesia, istilah “Peraturan Perundang-undangan” ditemukan antara lain dalam...

a)

Pasal 28D ayat (1) UUD 1945

b)

Pasal 24A ayat (1) UUD 1945

c)

Pasal 33 ayat (2) UUD 1945

d)

Pasal 1 Ayat (3) UUD 1945

e)

Pembukaan UUD 1945

16.

Norma hukum disebut sebagai bagian dari sistem hukum karena...

a)

Dibentuk melalui kesepakatan politik antar lembaga negara

b)

Mencerminkan kehendak pembentuk undang-undang semata

c)

Menjadi elemen yang berfungsi menjaga ketertaruran antar norma dalam tatanan hukum yang hierarkis

d)

Menentukan sanksi sosial tanpa dukungan kekuasaan negara

e)

Tidak memiliki hubungan dengan norma sosial lainnya

17.

Perbedaan mendasar antara norma hukum dan norma sosial lainnya terletak pada...

a)

Tujuan moral dari norma

b)

Subjek yang menaati norma

c)

Sanksi yang bersifat memaksa dan dijamin oleh kekuasaan negara

d)

Keberlakuan norma dalam masyarakat tradisional

e)

Sumber nilai-nilai keagamaan yang mendasarinya

18.

Dalam kombinasi norma hukum, norma hukum umum-abstrak dapat ditemukan dalam...

a)

Surat keputusan pejabat pemerintahan

b)

Undang-undang yang berlaku untuk seluruh warga negara tanpa kecuali

c)

Peraturan daerah yang mengatur perizinan individu

d)

Putusan pengadilan terhadap suatu kasus tertentu

e)

Peraturan pelaksanaan yang bersifat teknis dan terbatas

19.

Norma hukum individual-konkret biasanya terwujud dalam...

a)

Pasal-pasal dalam konstitusi

b)

Undang-undang yang berlaku secara nasional

c)

Surat keputusan pengangkatan pejabat tertentu

d)

Peraturan pelaksanaan oleh kementerian

e)

Fatwa hukum yang bersifat umum

20.

Norma hukum tunggal berbeda dari norma hukum berpasangan karena...

a)

Tidak memiliki unsur sanksi

b)

Berdiri sendiri tanpa diikuti norma lain sebagai konsekuensi pelanggarannya

c)

Selalu bersifat konkret dan individual

d)

Mempunyai dua bagian yaitu norma primer dan sekunder

e)

Tidak memiliki nilai keadilan di dalamnya

21.

Dalam norma hukum berpasangan, fungsi dari norma hukum sekunder adalah...

a)

Menentukan tata cara pembentukan norma hukum primer

b)

Mengatur pengulangan norma hukum yang sudah ada

c)

Memberikan ketentuan mengenai akibat hukum jika norma primer dilanggar

d)

Menetapkan norma baru tanpa pengawasan lembaga negara

e)

Memberi makna filosofis terhadap hukum yang berlaku

22.

Salah satu karakteristik utama dari norma hukum abstrak adalah...

a)

Mengatur perilaku individu dalam kasus tertentu

b)

Bersifat umum dan berlaku tanpa melihat kondisi individual

c)

Tidak memiliki daya ikat bagi masyarakat

d)

Ditujukan hanya bagi lembaga tertentu

e)

Tidak disertai sanksi yang tegas

23.

Konsep daya laku (geltung) norma hukum menunjukkan bahwa...

a)

Norma hukum berlaku hanya jika diterima secara moral oleh masyarakat

b)

Keberlakuan norma hukum ditentukan oleh lembaga agama

c)

Norma hukum dianggap berlaku apabila ditetapkan oleh otoritas yang sah dan sesuai prosedur

d)

Norma hukum baru dianggap sah setelah diterapkan dalam praktik

e)

Norma hukum hanya berlaku bila disetujui mayoritas rakyat

24.

Sementara itu, daya guna (wirksamkeit) norma hukum berkaitan dengan...

a)

Proses politik dalam pembentukan norma hukum

b)

Tingkat efektivitas pelaksanaan norma hukum dalam kehidupan masyarakat

c)

Legalitas formil dari norma hukum yang diundangkan

d)

Pengakuan norma hukum oleh lembaga internasional

e)

Hierarki peraturan perundang-undangan

25.

Dalam kerangka sistem hukum, hubungan antara norma hukum primer dan sekunder dapat diibaratkan sebagai...

a)

Hubungan antara pembentuk undang-undang dan pelaksana hukum

b)

Hubungan antara aturan perilaku dan mekanisme penegakannya

c)

Hubungan antara norma moral dan norma sosial

d)

Hubungan antara hukum tertulis dan hukum tidak tertulis

e)

Hubungan antara nilai keadilan dan hukum positif

26.

Yang dimaksud dengan norma secara umum adalah...

a)

Aturan tertulis yang dibuat oleh lembaga negara

b)

Ukuran atau pedoman berperilaku dalam kehidupan bermasyarakat

c)

Keputusan hukum yang ditetapkan oleh pengadilan

d)

Ketentuan administratif dalam lembaga pemerintahan

e)

Aturan yang hanya berlaku bagi pejabat publik

27.

Salah satu persamaan norma hukum dengan norma sosial lainnya adalah...

a)

Keduanya memiliki sanksi pidana

b)

Sama-sama mengatur tingkah laku manusia

c)

Dibentuk oleh lembaga negara

d)

Berlaku secara internasional

e)

Tidak membutuhkan kepatuhan masyarakat

28.

Ciri khas norma hukum dibanding norma lainnya ialah...

a)

Tidak tertulis namun ditaati secara sukarela

b)

Memiliki sanksi yang dijamin dan ditegakkan oleh negara

c)

Tidak dapat diubah meskipun kondisi sosial berubah

d)

Hanya berlaku untuk kelompok tertentu

e)

Tidak memiliki hubungan dengan keadilan

29.

Contoh norma hukum umum-abstrak adalah...

a)

Surat Keputusan pengangkatan pegawai

b)

Undang-Undang tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

c)

Putusan pengadilan dalam kasus tertentu

d)

Peraturan rektor untuk satu fakultas tertentu

e)

Surat izin yang diberikan kepada individu

30.

Yang dimaksud dengan daya guna (wirksamkeit) dari suatu norma hukum ialah...

a)

Seberapa efektif norma tersebut diterapkan dalam kehidupan masyarakat

b)

Keabsahan hukum yang ditentukan oleh lembaga pembentuknya

c)

Nilai moral yang terkandung dalam setiap peraturan

d)

Proses pembentukan hukum melalui prosedur politik

e)

Kemampuan hukum dalam mempengaruhi lembaga legislatif

31.

Apabila suatu peraturan daerah dibuat tanpa memperhatikan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat, maka peraturan tersebut lemah dalam landasan...

a)

Filosofis

b)

Yuridis

c)

Sosiologis

d)

Normatif

e)

Politis

32.

Landasan yuridis dalam pembentukan peraturan perundang-undangan memiliki fungsi utama untuk...

a)

Menjamin bahwa setiap aturan memiliki dasar hukum dan tidak bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi

b)

Menyesuaikan isi peraturan dengan kebijakan politik pemerintah

c)

Menentukan arah moralitas dalam pembuatan undang-undang

d)

Mengakomodasi aspirasi masyarakat melalui partisipasi publik

e)

Menjamin kesetaraan sosial dalam implementasi hukum

33.

Menurut asas lex superior derogat legi inferiori, apabila terjadi pertentangan antara undang-undang dengan peraturan menteri, maka yang berlaku adalah...

a)

Peraturan menteri karena bersifat teknis

b)

Keduanya tetap berlaku bersamaan

c)

Peraturan menteri karena lebih baru

d)

Undang-undang karena memiliki kedudukan lebih tinggi

e)

Tidak ada yang berlaku hingga dibentuk aturan baru

34.

Prinsip lex specialis derogat legi generali digunakan ketika...

a)

Dua peraturan setingkat memiliki ruang lingkup yang sama

b)

Peraturan yang lebih baru mencabut peraturan lama

c)

Peraturan yang bersifat umum bertentangan dengan peraturan khusus

d)

Dua norma berbeda mengatur subjek hukum yang berlainan

e)

Tidak ada pengaturan yang lebih tinggi secara hierarkis

35.

Asas lex posterior derogat legi priori berarti...

a)

Peraturan yang lebih umum mengesampingkan peraturan yang khusus

b)

Peraturan yang baru menggantikan peraturan yang lama sepanjang derajatnya sama

c)

Peraturan yang lebih tinggi selalu berlaku daripada yang lebih rendah

d)

Peraturan lama tetap berlaku meskipun ada peraturan baru

e)

Peraturan yang bersifat administratif dapat mengesampingkan undang-undang

36.

Dalam konteks asas hukum umum, arti asas lex neminem cogit ad impossibilia adalah...

a)

Hukum tidak berlaku surut

b)

Hukum tidak boleh memaksa seseorang melakukan hal yang mustahil

c)

Hukum harus memberi perlakuan yang sama kepada semua orang

d)

Hukum hanya berlaku bagi warga negara tertentu

e)

Hukum tidak dapat dicabut sebelum waktunya

37.

Salah satu bentuk penerapan asas lex perfecta non retroactive adalah...

a)

Undang-undang berlaku surut untuk kasus tertentu

b)

Hukum tidak berlaku bagi warga negara asing

c)

Undang-undang baru tidak dapat diterapkan terhadap peristiwa yang terjadi sebelum undang-undang itu berlaku

d)

Hukum harus mengutamakan kepentingan umum di atas individu

e)

Peraturan baru menggantikan peraturan lama tanpa peralihan

38.

Keterkaitan antara landasan filosofis, sosiologis, dan yuridis dalam pembentukan peraturan perundang-undangan menunjukkan bahwa...

a)

Pembentukan hukum semata-mata hasil kesepakatan politik

b)

Setiap peraturan harus diuji hanya berdasarkan aspek formal

c)

Suatu peraturan dikatakan sah bila memiliki legitimasi nilai, sosial, dan hukum secara terpadu

d)

Aspek sosiologis tidak diperlukan jika ada landasan hukum positif

e)

Landasan filosofis dapat diabaikan demi kepentingan pragmatis

39.

Apabila suatu peraturan dibentuk tanpa mempertimbangkan ketentuan hukum yang lebih tinggi, maka peraturan tersebut berpotensi bertentangan dengan asas...

a)

Lex specialis derogat legi generali

b)

Lex superior derogat legi inferiori

c)

Lex posterior derogat legi priori

d)

Lex neminem cogit ad impossibilia

e)

Lex non retroactive

40.

Landasan filosofis dalam pembentukan peraturan perundang-undangan bersumber dari...

a)

Ideologi dan cita hukum bangsa

b)

Keputusan politik pemerintah

c)

Peraturan daerah yang telah ada

d)

Pendapat ahli hukum semata

e)

Putusan pengadilan sebelumnya

41.

Landasan sosiologis suatu peraturan akan kuat apabila...

a)

Sesuai dengan kebutuhan dan nilai-nilai yang hidup di masyarakat

b)

Mempunyai kekuatan hukum yang lebih tinggi

c)

Telah diatur dalam undang-undang dasar

d)

Mengandung asas lex superior

e)

Tidak bertentangan dengan kepentingan politik

42.

Yang dimaksud dengan landasan yuridis dalam pembentukan peraturan perundang-undangan adalah...

a)

Kesesuaian peraturan dengan prinsip moral masyarakat

b)

Adanya dasar hukum yang sah dari peraturan yang lebih tinggi

c)

Pengakuan politik dari lembaga legislatif

d)

Penyesuaian dengan sistem ekonomi nasional

e)

Dukungan mayoritas masyarakat terhadap kebijakan

43.

Salah satu asas hukum umum dalam pembentukan peraturan perundang-undangan yang mengatur bahwa “peraturan yang lebih tinggi mengesampingkan yang lebih rendah” adalah…

a)

Lex specialis derogat legi generali

b)

Lex posterior derogat legi priori

c)

Lex superior derogat legi inferiori

d)

Lex neminem cogit ad impossibilia

e)

Lex perfecta non retroactive

44.

Dalam sistem hukum Indonesia, dasar hukum yang mengatur hierarki peraturan perundang-undangan tercantum dalam…

a)

Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011

b)

Pasal 5 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2019

c)

Pasal 3 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

d)

Bab IV Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022

e)

Pasal 1 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004

45.

Suatu peraturan perundang-undangan memiliki keberlakuan yuridis apabila…

a)

Diterima dan ditaati oleh masyarakat secara luas

b)

Mencerminkan nilai-nilai moral dan keadilan sosial

c)

Dibentuk oleh lembaga yang berwenang dan diundangkan secara resmi

d)

Mencerminkan kepentingan politik pemerintah yang sedang berkuasa

e)

Disosialisasikan secara efektif oleh lembaga penegak hukum

46.

Aspek pengundangan (announcement) merupakan bagian penting dalam keberlakuan yuridis karena...

a)

Menunjukkan tingkat kepatuhan masyarakat terhadap hukum

b)

Memberikan legitimasi moral terhadap isi peraturan

c)

Menandai saat hukum tersebut sah dan mengikat secara formal

d)

Mengatur partisipasi politik dalam proses legislasi

e)

Mencerminkan nilai keadilan dan kepastian hukum

47.

Peraturan perundang-undangan yang sah secara yuridis tetapi tidak ditaati oleh masyarakat menunjukkan lemahnya aspek...

a)

Filosofis

b)

Sosiologis

c)

Politik

d)

Moral

e)

Konstitusional

48.

Menurut teori pengakuan dalam keberlakuan sosiologis, hukum dianggap berlaku jika...

a)

Dibentuk oleh lembaga negara yang sah

b)

Memiliki sanksi yang tegas dan efektif

c)

Diterima serta diakui oleh masyarakat sebagai pedoman perilaku

d)

Mengandung asas-asas moral universal

e)

Didukung oleh kekuasaan politik yang kuat

49.

Keberlakuan filosofis suatu peraturan perundang-undangan menunjukkan bahwa...

a)

Hukum tersebut telah mengikuti tata cara pembentukan yang sah

b)

Substansinya selaras dengan nilai-nilai keadilan, moral, dan cita hukum bangsa

c)

Telah mendapatkan dukungan penuh dari lembaga politik

d)

Telah diuji efektivitasnya dalam masyarakat

e)

Mendapat pengakuan internasional

50.

Ketika hukum hanya mengutamakan kepastian tanpa memperhatikan nilai keadilan dan kemanfaatan, maka hukum tersebut...

a)

Kuat secara filosofis

b)

Lemah secara yuridis

c)

Tidak memiliki keberlakuan filosofis yang memadai

d)

Kehilangan dukungan politik

e)

Tidak efektif secara sosiologis

51.

Keberlakuan politik dari suatu peraturan perundang-undangan berkaitan erat dengan...

a)

Dukungan kekuasaan politik terhadap implementasi hukum

b)

Nilai keadilan sosial yang terkandung dalam hukum

c)

Proses partisipasi masyarakat dalam pembentukan hukum

d)

Legitimasi moral dalam pelaksanaan hukum

e)

Efektivitas penegakan hukum di lapangan

52.

Salah satu risiko dari dominasi kekuasaan politik dalam pembentukan hukum adalah...

a)

Meningkatnya kesadaran hukum masyarakat

b)

Terciptanya stabilitas hukum jangka panjang

c)

Timbulnya bias dan penyalahgunaan hukum untuk kepentingan tertentu

d)

Tersusunnya hukum yang lebih responsif terhadap masyarakat

e)

Meningkatnya keberlakuan filosofis hukum

53.

Hukum yang hanya sah secara formal namun tidak diterima masyarakat serta tidak mencerminkan nilai keadilan disebut...

a)

Hukum yang tidak memiliki keberlakuan yuridis

b)

Hukum yang kehilangan legitimasi sosial dan moral

c)

Hukum yang bersifat positivistik murni

d)

Hukum yang kuat secara politik namun lemah secara hukum

e)

Hukum yang tidak dapat diundangkan secara resmi

54.

Yang dimaksud dengan keberlakuan yuridis adalah...

a)

Hukum berlaku karena sesuai dengan nilai-nilai masyarakat

b)

Hukum berlaku karena memenuhi ketentuan formal dan diundangkan secara sah

c)

Hukum berlaku karena disetujui oleh lembaga politik

d)

Hukum berlaku karena diterima secara moral oleh masyarakat

e)

Hukum berlaku karena memiliki kekuatan sosial

55.

Salah satu syarat keberlakuan yuridis suatu peraturan perundang-undangan ialah...

a)

Disosialisasikan kepada masyarakat

b)

Ditetapkan oleh lembaga yang berwenang dan tidak bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi

c)

Mengandung nilai keadilan dan kebenaran

d)

Memiliki dukungan dari lembaga politik

e)

Telah diuji melalui partisipasi publik

56.

Keberlakuan sosiologis suatu hukum dapat dilihat dari...

a)

Kesesuaian hukum dengan moralitas dan keadilan

b)

Proses pembentukan hukum yang sah

c)

Tingkat penerimaan dan kepatuhan masyarakat terhadap hukum

d)

Dukungan kekuasaan terhadap pelaksanaan hukum

e)

Kesesuaian hukum dengan kebijakan ekonomi

57.

Nilai-nilai seperti keadilan, kebenaran, dan kesejahteraan masyarakat merupakan dasar dari keberlakuan...

a)

Yuridis

b)

Sosiologis

c)

Filosofis

d)

Politis

e)

Konstitusional

58.

Jika suatu peraturan memiliki dukungan politik kuat namun tidak ditaati masyarakat, aspek yang bermasalah adalah...

a)

Yuridis

b)

Sosiologis

c)

Filosofis

d)

Konstitusional

e)

Administratif

59.

Peraturan yang substansinya tidak selaras dengan nilai keadilan dan cita hukum bangsa berarti lemah pada aspek...

a)

Yuridis

b)

Sosiologis

c)

Filosofis

d)

Politis

e)

Ekonomis

60.

Hubungan antara hukum dan politik dalam konteks keberlakuan hukum menunjukkan bahwa...

a)

Politik tidak memiliki pengaruh terhadap hukum

b)

Hukum dan politik adalah dua hal yang terpisah secara mutlak

c)

Politik dapat memengaruhi pembentukan dan penegakan hukum

d)

Hukum harus tunduk sepenuhnya pada kepentingan politik

e)

Politik hanya berperan dalam aspek moral hukum

61.

Dalam sistem hukum Indonesia, hubungan antara UUD NRI Tahun 1945 dan Ketetapan MPR adalah...

a)

TAP MPR memiliki kedudukan lebih tinggi dari UUD 1945

b)

TAP MPR dan UUD 1945 memiliki derajat hukum yang sama

c)

TAP MPR merupakan peraturan pelaksana dari UUD 1945

d)

TAP MPR berfungsi sebagai pedoman penyelenggaraan negara di bawah UUD 1945

e)

TAP MPR memiliki kekuatan hukum yang bersifat deklaratif

62.

Menurut Pasal 7 ayat (1) UU No. 12 Tahun 2011, Peraturan Daerah Provinsi memiliki kedudukan hukum yang...

a)

Lebih tinggi daripada Peraturan Pemerintah

b)

Sama dengan Peraturan Presiden

c)

Lebih rendah dari Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah

d)

Sejajar dengan Ketetapan MPR

e)

Tidak termasuk dalam hierarki peraturan perundang-undangan

63.

Menurut Pasal 8 UU 12/2011, suatu peraturan yang dibentuk oleh lembaga negara seperti Mahkamah Agung atau Bank Indonesia dapat diakui sebagai peraturan perundang-undangan jika...

a)

Ditetapkan melalui undang-undang tersendiri

b)

Diperintahkan oleh peraturan yang lebih tinggi atau dibentuk berdasarkan kewenangan

c)

Mendapat persetujuan dari Presiden dan DPR

d)

Diundangkan dalam Lembaran Negara

e)

Mengatur bidang keuangan negara

64.

Dalam konteks hierarki hukum, Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) memiliki kedudukan...

a)

Sama dengan Undang-Undang dan berlaku sementara

b)

Lebih rendah dari Peraturan Pemerintah

c)

Setara dengan Peraturan Presiden

d)

Hanya berlaku setelah mendapat pengesahan Mahkamah Konstitusi

e)

Tidak memiliki kekuatan hukum sebelum diundangkan

65.

Materi muatan Undang-Undang dan Perppu meliputi hal-hal berikut, kecuali...

a)

Pengaturan lebih lanjut mengenai ketentuan UUD 1945

b)

Pengesahan perjanjian internasional tertentu

c)

Ketentuan pidana daerah

d)

Tindak lanjut atas putusan Mahkamah Konstitusi

e)

Pemenuhan kebutuhan hukum masyarakat

66.

Perbedaan utama antara Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Presiden (Perpres) terletak pada...

a)

Proses pembentukannya yang melibatkan DPR

b)

Ruang lingkup materi pengaturan dan dasar konstitusional pembentukannya

c)

Bentuk hukum yang ditetapkan oleh Mahkamah Konstitusi

d)

Sifat hierarkisnya yang sama dalam struktur hukum nasional

e)

Keduanya merupakan peraturan otonom daerah

67.

Materi muatan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi dan Kabupaten/Kota terutama berfungsi untuk...

a)

Menjabarkan secara rinci ketentuan UUD 1945

b)

Mengatur pelaksanaan otonomi daerah dan tugas pembantuan

c)

Menetapkan arah kebijakan nasional di tingkat lokal

d)

Mengatur hubungan internasional antar-daerah

e)

Mengatur tindak lanjut terhadap peraturan presiden

68.

Berdasarkan ketentuan materi muatan pidana, Peraturan Daerah hanya dapat memuat ancaman pidana...

a)

Penjara paling lama 1 tahun dan denda maksimal Rp100.000.000,00

b)

Kurungan paling lama 6 bulan atau denda maksimal Rp50.000.000,00

c)

Hukuman administratif berupa pencabutan izin

d)

Pidana penjara paling lama 3 bulan atau denda maksimal Rp10.000.000,00

e)

Pidana denda sesuai ketetapan kepala daerah

69.

Dalam hierarki peraturan perundang-undangan, fungsi utama Peraturan Pemerintah (PP) adalah...

a)

Menjadi peraturan pelaksana dari Undang-Undang

b)

Mengatur urusan pemerintahan daerah

c)

Mengatur kebijakan administratif presiden

d)

Menjabarkan norma-norma dalam Ketetapan MPR

e)

Mengatur bidang hukum pidana dan perdata

70.

Jika suatu Peraturan Daerah bertentangan dengan kepentingan umum dan peraturan yang lebih tinggi, maka konsekuensinya adalah...

a)

Peraturan tersebut tetap berlaku hingga dicabut oleh kepala daerah

b)

Peraturan tersebut dinyatakan batal demi hukum melalui mekanisme pengujian

c)

Peraturan tersebut dapat disesuaikan dengan keputusan politik DPRD

d)

Peraturan tersebut menjadi tidak mengikat bagi masyarakat

e)

Peraturan tersebut ditangguhkan pelaksanaannya sampai disetujui kembali

71.

Menurut Pasal 7 ayat (1) UU No. 12 Tahun 2011, peraturan perundang-undangan tertinggi di Indonesia adalah...

a)

Ketetapan MPR

b)

Undang-Undang

c)

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

d)

Peraturan Pemerintah

e)

Peraturan Presiden

72.

Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) ditetapkan oleh...

a)

DPR bersama Presiden

b)

Presiden dalam keadaan genting dan memaksa

c)

Mahkamah Konstitusi

d)

Menteri Hukum dan HAM

e)

DPRD Provinsi

73.

Materi muatan Peraturan Presiden berisi hal-hal berikut, kecuali...

a)

Materi yang diperintahkan oleh Undang-Undang

b)

Materi untuk melaksanakan Peraturan Pemerintah

c)

Materi untuk pelaksanaan kekuasaan pemerintahan

d)

Materi pengaturan otonomi daerah

e)

Materi pelaksanaan kebijakan teknis pemerintahan

74.

Peraturan Daerah Provinsi dibentuk oleh...

a)

DPRD Kabupaten/Kota bersama Bupati/Walikota

b)

Presiden bersama DPR

c)

Gubernur bersama DPRD Provinsi

d)

Menteri Dalam Negeri

e)

Mahkamah Agung

75.

Peraturan perundang-undangan mulai berlaku secara resmi setelah...

a)

Disetujui oleh DPR

b)

Diundangkan dalam Lembaran Negara atau Berita Daerah

c)

Ditandatangani oleh Presiden

d)

Disetujui oleh Mahkamah Konstitusi

e)

Diumumkan melalui media massa

76.

Menurut Sutan Takdir Alisjahbana, hubungan antara bahasa dan hukum bersifat...

a)

Hierarkis, di mana hukum lebih tinggi daripada bahasa

b)

Fungsional, di mana bahasa hanya berfungsi sebagai alat komunikasi hukum

c)

Timbal balik, karena keduanya saling memengaruhi dan mencerminkan kebudayaan masyarakat

d)

Subordinatif, karena hukum menentukan makna bahasa dalam norma

e)

Bebas nilai, karena bahasa tidak memengaruhi praktik hukum

77.

Pernyataan “Hukum itu hanya mungkin ada dalam bahasa, tanpa bahasa hukum tidak mungkin ada” bermakna bahwa...

a)

Bahasa menjadi alat pembentuk hukum sekaligus alat legitimasi norma hukum

b)

Bahasa merupakan hasil dari penegakan hukum

c)

Hukum dan bahasa berdiri sendiri tanpa saling ketergantungan

d)

Hukum lahir terlebih dahulu baru diikuti oleh bahasa

e)

Bahasa berfungsi hanya sebagai sarana retorika hukum

78.

Apabila suatu pasal dalam peraturan perundang-undangan mengandung ambiguitas makna, maka dampak yang paling langsung adalah...

a)

Peningkatan efektivitas hukum

b)

Meningkatnya daya ikat norma hukum

c)

Timbulnya ketidakpastian hukum dan potensi multitafsir

d)

Kewenangan aparat hukum menjadi lebih kuat

e)

Penegakan hukum menjadi lebih fleksibel

79.

Bahasa hukum harus lugas dan pasti agar...

a)

Meningkatkan daya estetika dalam penulisan peraturan

b)

Menghindari subjektivitas pembaca dan penegak hukum

c)

Mengakomodasi sebanyak mungkin makna kiasan

d)

Menarik minat masyarakat membaca peraturan hukum

e)

Memperkuat unsur politis dalam pembentukan hukum

80.

Salah satu ciri penting bahasa perundang-undangan adalah penggunaan istilah secara baku dan konsisten. Tujuannya adalah...

a)

Menunjukkan kreativitas pembentuk undang-undang

b)

Memudahkan adaptasi istilah dari bahasa asing

c)

Menjamin keseragaman makna dan menghindari penyimpangan interpretasi

d)

Memberikan fleksibilitas terhadap penerapan hukum

e)

Menyesuaikan diri dengan perubahan sosial masyarakat

81.

Dalam penyusunan norma hukum, penggunaan huruf kapital memiliki fungsi penting, antara lain untuk...

a)

Menunjukkan penekanan makna terhadap istilah tertentu

b)

Memberikan nuansa estetika dalam teks hukum

c)

Menandai istilah yang sudah didefinisikan atau nama resmi lembaga, jabatan, atau jenis peraturan

d)

Menunjukkan perbedaan antara norma hukum primer dan sekunder

e)

Membedakan antara peraturan tertulis dan tidak tertulis

82.

Prinsip hemat bahasa dalam perumusan norma hukum berarti...

a)

Menghindari penggunaan istilah ilmiah

b)

Menulis kalimat hukum sependek mungkin tanpa memperhatikan makna

c)

Menggunakan hanya kata yang diperlukan tanpa mengurangi kejelasan arti

d)

Menghapus semua bentuk pengulangan pasal dalam dokumen hukum

e)

Menghindari penjelasan tambahan dalam batang tubuh undang-undang

83.

Bahasa hukum yang tidak jelas dan sulit dipahami masyarakat akan berdampak pada...

a)

Peningkatan legitimasi hukum

b)

Efektivitas penegakan hukum menurun

c)

Peningkatan kesadaran hukum masyarakat

d)

Penguatan kepercayaan terhadap lembaga hukum

e)

Terjadinya konsistensi dalam penafsiran hukum

84.

Teknik pengacuan dalam perundang-undangan digunakan untuk...

a)

Menghindari penulisan norma yang terlalu singkat

b)

Menunjukkan hubungan logis antar pasal tanpa pengulangan rumusan

c)

Menyederhanakan sistematika peraturan dengan menghapus pasal-pasal tertentu

d)

Menyisipkan norma tambahan dari undang-undang lain

e)

Memberi fleksibilitas bagi penafsir dalam menerapkan norma hukum

85.

Apabila sebuah norma hukum menggunakan kata atau frasa dengan makna ganda, maka secara teoritis norma tersebut tidak memenuhi asas...

a)

Kejelasan rumusan

b)

Keterbukaan publik

c)

Kesesuaian sistem hukum

d)

Keadilan substantif

e)

Kepastian pelaksanaan

86.

Bahasa hukum disebut sebagai bahasa yang bersifat normatif karena...

a)

Mengandung perasaan dan emosi pembentuk undang-undang

b)

Menyatakan apa yang seharusnya dilakukan, bukan hanya menggambarkan fakta

c)

Bersifat bebas tafsir sesuai kondisi sosial

d)

Tidak memiliki aturan tata bahasa yang baku

e)

Hanya digunakan oleh para ahli hukum

87.

Tujuan utama penggunaan bahasa yang jelas dan tegas dalam peraturan perundang-undangan adalah...

a)

Agar terdengar indah dan menarik

b)

Untuk menghindari multitafsir dan menjamin kepastian hukum

c)

Supaya mudah diterjemahkan ke bahasa asing

d)

Agar lebih singkat dan efisien

e)

Untuk menyesuaikan dengan budaya daerah

88.

Istilah-istilah khusus yang digunakan dalam peraturan perundang-undangan harus...

a)

Menggunakan bahasa daerah setempat

b)

Mengikuti gaya penulisan lembaga pembentuk hukum

c)

Menggunakan istilah yang telah didefinisikan dan konsisten penggunaannya

d)

Berasal dari bahasa Latin atau Inggris

e)

Dibiarkan tanpa definisi agar fleksibel

89.

Dalam teknik penulisan hukum, kata penghubung “dan/atau” digunakan untuk,...

a)

Menunjukkan pilihan yang bersifat alternatif dan kumulatif

b)

Mengganti kata kerja utama dalam kalimat

c)

Menyatakan pengulangan kalimat dalam pasal

d)

Menunjukkan penegasan atas norma hukum

e)

Menghindari penggunaan tanda baca koma

90.

Salah satu asas penting dalam perumusan norma hukum yang berkaitan langsung dengan penggunaan bahasa adalah asas...

a)

Kepastian hukum

b)

Kejelasan rumusan

c)

Keadilan sosial

d)

Keterbukaan publik

e)

Kemanfaatan hukum

91.

Proses legislasi di Indonesia melibatkan beberapa tahapan, salah satunya adalah...

a)

Evaluasi oleh lembaga internasional

b)

Penandatanganan oleh presiden tanpa persetujuan DPR

c)

Pembahasan di tingkat daerah sebelum disetujui

d)

Pengesahan oleh lembaga legislatif dan publikasi

e)

Pengusulan rancangan undang-undang oleh masyarakat

92.

Dalam konteks pembentukan peraturan perundang-undangan, partisipasi masyarakat berfungsi untuk...

a)

Menentukan sanksi bagi pelanggar hukum

b)

Meningkatkan legitimasi hukum yang dihasilkan

c)

Mempercepat proses legislasi tanpa evaluasi

d)

Menjamin bahwa semua peraturan bersifat wajib

e)

Menjaga agar hukum tidak berubah seiring waktu

93.

Dalam konteks hukum, istilah 'sanksi' merujuk pada...

a)

Peraturan yang tidak memiliki kekuatan hukum

b)

Pengakuan masyarakat terhadap suatu peraturan

c)

Proses pembuatan undang-undang yang sah

d)

Pengawasan lembaga negara terhadap pelaksanaan hukum

e)

Konsekuensi hukum yang diterapkan terhadap pelanggaran norma

94.

Dalam sistem hukum, 'legitimasi' suatu peraturan dapat diartikan sebagai...

a)

Keberadaan sanksi yang tegas bagi pelanggar

b)

Proses pembuatan peraturan yang sesuai dengan prosedur

c)

Pengawasan oleh lembaga legislatif

d)

Pengakuan internasional terhadap peraturan tersebut

e)

Penerimaan dan pengakuan masyarakat terhadap peraturan tersebut

95.

Jika sebuah peraturan daerah disahkan tanpa mengikuti prosedur pembentukan sebagaimana diatur dalam UU No. 12 Tahun 2011, maka keberlakuan hukumnya lemah dari sisi...

a)

Sosiologis

b)

Yuridis

c)

Filosofis

d)

Politik

e)

Moral

96.

Prinsip lex specialis derogat legi generali digunakan ketika...

a)

Dua peraturan setingkat memiliki ruang lingkup yang sama

b)

Peraturan yang lebih baru mencabut peraturan lama

c)

Peraturan yang bersifat umum dikesampingkan berlakunya dengan peraturan yang bersifat khusus

d)

Dua norma berbeda mengatur subjek hukum yang berlainan

e)

Tidak ada pengaturan yang lebih tinggi secara hierarkis

97.

Landasan filosofis pembentukan peraturan perundang-undangan menekankan pentingnya...

a)

Kepatuhan terhadap prosedur hukum formal

b)

Keselarasan antara peraturan dengan sistem pemerintahan

c)

Keterkaitan antara nilai, pandangan hidup, dan cita hukum bangsa

d)

Pengaruh ekonomi dan sosial terhadap pembentuk undang-undang

e)

Efisiensi dalam implementasi kebijakan publik

98.

Apakah yang dimaksud dengan norma hukum yang bersifat umum?

a)

Norma yang berlaku untuk semua orang tanpa terkecuali

b)

Norma yang tidak memiliki sanksi

c)

Norma yang hanya mengatur perilaku individu

d)

Norma yang hanya berlaku di daerah tertentu

e)

Norma yang ditetapkan oleh lembaga swasta

99.

Fungsi dari peraturan perundang-undangan dalam masyarakat adalah...

a)

Menjaga agar hukum tidak berubah seiring waktu

b)

Memfasilitasi kepentingan politik elit

c)

Menjaga ketertiban dan keamanan sosial

d)

Menjamin kebebasan individu tanpa batas

e)

Menentukan siapa yang berhak membuat hukum

100.

Asas hukum yang menyatakan bahwa hukum harus mencerminkan nilai-nilai keadilan dikenal dengan istilah...

a)

Asas keadilan

b)

Asas kepastian hukum

c)

Asas kepentingan umum

d)

Asas proporsionalitas

e)

Asas legalitas