wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UTS ESENSI AL-QUR'AN II

Total questions: 102

Worksheet time: 17mins

Name
Class
Date
1.
Secara epistemologis, kedudukan Al-Qur’an dalam Islam adalah...
a)
Sumber utama dan pertama bagi seluruh hukum, nilai, dan petunjuk hidup umat manusia
b)
Pedoman moral yang bersifat simbolik dan tidak mengikat
c)
Kitab sejarah yang hanya menggambarkan masa lampau
d)
Referensi spiritual tanpa relevansi sosial
e)
Dokumen hukum yang terbatas pada ibadah
2.
Prinsip “hudā lin-nās” dalam QS. Al-Baqarah:185 menunjukkan bahwa Al-Qur’an berfungsi sebagai...
a)
Petunjuk universal bagi seluruh manusia dalam menjalani kehidupan dunia dan akhirat
b)
Panduan ritual terbatas bagi umat Islam
c)
Instruksi moral tanpa dimensi sosial
d)
Pesan spiritual khusus bagi ulama
e)
Panduan lokal untuk bangsa Arab
3.
Dalam konteks hukum Islam, kedudukan Al-Qur’an disebut mashdar al-awwal, artinya...
a)
Sumber hukum pertama yang menjadi landasan bagi sumber-sumber hukum lainnya
b)
Hukum tambahan yang muncul dari praktik sosial
c)
Tafsir manusia terhadap realitas kehidupan
d)
Penjelasan sekunder dalam tradisi fiqh
e)
Sumber hukum yang hanya bersifat simbolik
4.
Evaluasilah: “Al-Qur’an hanya relevan untuk aspek ibadah, bukan sosial.”
a)
Salah, karena Al-Qur’an memuat nilai dan prinsip kehidupan sosial yang bersifat universal
b)
Benar, karena Al-Qur’an hanya mengatur urusan ritual
c)
Benar, sebab kehidupan sosial berubah sesuai budaya
d)
Salah, karena aspek sosial diatur dalam hadis saja
e)
Salah, sebab Al-Qur’an hanya kitab akidah
5.
Konsep Al-Qur’an sebagai rahmatan lil-‘ālamīn bermakna bahwa...
a)
Nilai-nilai Al-Qur’an membawa kasih sayang dan kebaikan bagi seluruh ciptaan Allah
b)
Ajaran Islam hanya diperuntukkan bagi umat Muslim
c)
Rahmat hanya berlaku pada hubungan manusia
d)
Kasih sayang ilahi terbatas pada alam spiritual
e)
Prinsip ini bersifat simbolik tanpa konsekuensi sosial
6.
Dalam QS. Ar-Ra’d:28, ketenangan hati melalui dzikrullah menegaskan bahwa...
a)
Al-Qur’an berfungsi sebagai sumber ketenteraman batin dan stabilitas spiritual manusia
b)
Ketenangan hanya diperoleh melalui ibadah formal
c)
Dzikir tidak memiliki pengaruh terhadap psikologis
d)
Al-Qur’an hanya membahas aspek akidah
e)
Hati manusia tidak dipengaruhi oleh nilai spiritual
7.
Prinsip Al-Qur’an sebagai Al-Furqan bermakna...
a)
Pembeda antara kebenaran dan kebatilan dalam seluruh dimensi kehidupan manusia
b)
Al-Qur’an membedakan manusia berdasarkan status sosial
c)
Hanya membedakan kebenaran akidah, bukan sosial
d)
Penentu hukum yang hanya bersifat moral
e)
Pemisahan antara aspek dunia dan akhirat
8.
Dalam pandangan Islam, ilmu pengetahuan yang bersumber dari Al-Qur’an bersifat...
a)
Integral, karena memadukan wahyu dan akal dalam memahami realitas alam dan manusia
b)
Terpisah dari aspek spiritual
c)
Terbatas pada ilmu agama dan tafsir
d)
Bebas dari nilai moral dan etika
e)
Berdiri sendiri tanpa relevansi sosial
9.
Ayat QS. Az-Zumar:53 memberikan pesan teologis bahwa...
a)
Rahmat Allah mencakup semua dosa bagi hamba yang bertaubat tanpa kecuali
b)
Ampunan Allah terbatas pada dosa kecil
c)
Hanya orang saleh yang layak diampuni
d)
Dosa besar tidak mungkin diampuni
e)
Rahmat Allah tidak terkait dengan taubat
10.
Evaluasilah: “Al-Qur’an menjadi sumber motivasi dalam membangun masyarakat.”
a)
Benar, karena ajarannya mendorong manusia untuk berbuat baik dan menghindari keburukan
b)
Salah, karena motivasi bersifat psikologis, bukan teologis
c)
Benar, karena motivasi hanya bersifat simbolik
d)
Salah, karena Al-Qur’an tidak membahas motivasi sosial
e)
Benar, karena motivasi berasal dari tradisi budaya
11.
Dalam konteks pembentukan akhlak, Al-Qur’an berperan sebagai...
a)
Panduan moral yang membentuk karakter dan perilaku manusia sesuai nilai ketuhanan
b)
Pedoman administratif dalam masyarakat
c)
Kitab hukum tanpa aspek etika
d)
Prinsip sosial yang bersifat sementara
e)
Instrumen pendidikan yang bebas nilai
12.
Prinsip uswah hasanah dalam QS. Al-Ahzab:21 menunjukkan bahwa...
a)
Rasulullah SAW menjadi teladan implementatif ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sosial
b)
Teladan hanya bersifat simbolik dan tidak mengikat
c)
Rasul hanya berfungsi sebagai penyampai wahyu
d)
Keteladanan tidak relevan dalam konteks sosial modern
e)
Al-Qur’an cukup dipahami tanpa melihat contoh Rasul
13.
Dalam konteks sosial-politik, nilai musyawarah (syura) dalam Al-Qur’an mengajarkan bahwa...
a)
Keputusan kolektif merupakan cerminan keadilan dan tanggung jawab sosial umat
b)
Musyawarah bersifat formal tanpa nilai spiritual
c)
Demokrasi bertentangan dengan ajaran Islam
d)
Hanya pemimpin yang berhak menentukan keputusan
e)
Keadilan sosial tidak termasuk prinsip Qur’ani
14.
Prinsip keadilan dalam Al-Qur’an berfungsi untuk...
a)
Membangun masyarakat yang beradab dan menghargai hak setiap individu
b)
Menegaskan superioritas satu golongan atas yang lain
c)
Mengatur hubungan manusia dengan Tuhan semata
d)
Membatasi kebebasan berpikir dan berpendapat
e)
Memberi legitimasi terhadap dominasi sosial
15.
Dalam konteks PMI, kedudukan Al-Qur’an menjadi...
a)
Landasan etika, spiritual, dan sosial dalam pemberdayaan masyarakat berbasis nilai ilahi
b)
Pedoman teologis yang tidak berhubungan dengan realitas sosial
c)
Kitab hukum yang hanya mengatur ibadah formal
d)
Nilai simbolik yang tidak dapat diimplementasikan
e)
Sumber sejarah bagi penelitian sosial Islam
16.
Analisislah: “Mahasiswa PMI wajib menjadikan Al-Qur’an sebagai paradigma kerja sosial.”
a)
Benar, karena nilai Qur’ani menjadi acuan utama dalam memahami dan menyelesaikan persoalan masyarakat
b)
Salah, karena Al-Qur’an hanya pedoman spiritual
c)
Benar, karena pendekatan sosial bersifat bebas nilai
d)
Salah, karena Al-Qur’an tidak membahas pemberdayaan
e)
Benar, karena paradigma sosial bersumber dari adat
17.
Secara konseptual, kedudukan Al-Qur’an dalam kehidupan manusia menegaskan bahwa...
a)
Wahyu Ilahi menjadi pusat orientasi hidup yang mengarahkan seluruh aspek keberadaan manusia
b)
Kehidupan manusia berdiri lepas dari nilai-nilai ketuhanan
c)
Al-Qur’an hanya berfungsi sebagai bacaan ritual
d)
Nilai-nilainya terbatas pada aspek ibadah individu
e)
Wahyu bersifat opsional dalam kehidupan sosial
18.
Al-Qur’an disebut sebagai sumber ilmu pengetahuan karena...
a)
Mengandung isyarat ilmiah yang mendorong manusia berpikir dan meneliti ciptaan Allah
b)
Berfungsi hanya sebagai kitab ritual dan ibadah
c)
Mengatur seluruh disiplin ilmu secara teknis
d)
Menggantikan seluruh metode ilmiah modern
e)
Tidak memiliki relevansi dengan ilmu pengetahuan
19.
Ayat pertama yang turun, “Iqra’ bismi rabbika,” menunjukkan bahwa...
a)
Menuntut ilmu merupakan perintah langsung dari Allah sebagai bentuk ibadah intelektual
b)
Membaca hanya sebatas kegiatan verbal tanpa makna ilmiah
c)
Pengetahuan bersumber dari manusia semata
d)
Aktivitas ilmiah tidak memiliki dimensi spiritual
e)
Ilmu terbatas pada teks-teks agama
20.
Dalam QS. Ali Imran:190, tanda-tanda kebesaran Allah dalam penciptaan langit dan bumi menunjukkan...
a)
Alam merupakan objek kajian ilmiah sekaligus ayat-ayat kauniyah bagi manusia yang berakal
b)
Alam hanya simbol estetika ciptaan Tuhan
c)
Fenomena alam tidak dapat ditafsirkan secara ilmiah
d)
Penciptaan alam bersifat statis dan final
e)
Alam berdiri tanpa tujuan spiritual
21.
Evaluasilah: “Al-Qur’an hanya membahas ilmu agama, bukan ilmu alam.”
a)
Salah, karena Al-Qur’an mengandung isyarat ilmiah yang meliputi fenomena alam dan kehidupan
b)
Benar, sebab Al-Qur’an tidak membahas sains
c)
Benar, karena sains bersumber dari akal manusia saja
d)
Salah, karena sains bertentangan dengan wahyu
e)
Benar, sebab ilmu agama lebih tinggi dari ilmu dunia
22.
Proses penciptaan manusia yang dijelaskan dalam QS. Al-Mu’minun:12 menunjukkan...
a)
Integrasi antara aspek biologis dan spiritual dalam pandangan penciptaan manusia
b)
Asal-usul manusia semata-mata dari evolusi alam
c)
Penciptaan manusia tidak memiliki dimensi spiritual
d)
Manusia terbentuk tanpa proses ilmiah
e)
Al-Qur’an menolak adanya unsur materi dalam penciptaan
23.
Prinsip keteraturan alam semesta dalam Al-Qur’an mengajarkan bahwa...
a)
Semua sistem ciptaan berjalan sesuai hukum Allah yang dapat dikaji secara ilmiah
b)
Alam berfungsi tanpa hukum dan keteraturan
c)
Keteraturan alam merupakan kebetulan semata
d)
Fenomena alam tidak dapat dipahami manusia
e)
Alam tidak memiliki nilai spiritual
24.
Dalam konteks PMI, pemahaman Al-Qur’an sebagai sumber ilmu menegaskan bahwa...
a)
Pemberdayaan masyarakat harus berbasis pengetahuan ilmiah dan nilai wahyu
b)
Aktivitas sosial cukup berdasar pada tradisi
c)
Pengembangan masyarakat bersifat sekuler
d)
Nilai spiritual terpisah dari pembangunan sosial
e)
Sains lebih penting daripada nilai agama
25.
QS. Al-Anbiya:30 tentang air sebagai sumber kehidupan mengandung makna bahwa...
a)
Kehidupan bergantung pada sistem ekologis yang teratur dan diciptakan Allah
b)
Air hanyalah elemen fisik tanpa nilai teologis
c)
Sumber kehidupan bersifat kebetulan biologis
d)
Alam tercipta secara spontan
e)
Air tidak memiliki makna spiritual
26.
Ayat tentang tumbuh-tumbuhan (QS. Qaf:9) menunjukkan hubungan antara...
a)
Siklus air dan produktivitas tanaman sebagai tanda keteraturan ciptaan Allah
b)
Hujan dan tumbuhan sebagai kebetulan alami
c)
Fenomena pertanian dan budaya manusia
d)
Ilmu botani dan filsafat materialisme
e)
Alam dan manusia tanpa kaitan spiritual
27.
Prinsip ilmiah dalam QS. Adz-Dzariyat:47 tentang ekspansi alam semesta menegaskan...
a)
Kesesuaian antara ayat Al-Qur’an dan teori ilmiah modern tentang pengembangan kosmos
b)
Ketidaksesuaian antara sains dan wahyu
c)
Bahwa langit bersifat tetap dan tidak berubah
d)
Alam tidak dapat dijelaskan secara rasional
e)
Al-Qur’an menolak pemikiran ilmiah
28.
Dalam QS. Yasin:38, pergerakan matahari menggambarkan...
a)
Sistem keteraturan benda langit sebagai bukti kebesaran dan kekuasaan Allah
b)
Ketidakteraturan fenomena kosmik
c)
Perubahan acak dalam alam semesta
d)
Gerakan tanpa hukum alam
e)
Fenomena mitologis dalam sejarah Islam
29.
Ayat tentang gunung sebagai pasak bumi (QS. An-Nahl:15) mengajarkan...
a)
Fungsi ekologis gunung dalam menjaga keseimbangan bumi sesuai kehendak Allah
b)
Gunung hanya simbol kekuatan alam
c)
Gunung tidak memiliki fungsi ilmiah
d)
Fenomena geologi tidak disebutkan dalam Al-Qur’an
e)
Alam bersifat acak tanpa keteraturan
30.
Prinsip kesehatan dalam QS. Al-A’raf:31 mengandung pesan bahwa...
a)
Moderasi dan keseimbangan adalah dasar etika hidup sehat menurut Al-Qur’an
b)
Kesehatan bersifat duniawi tanpa nilai ibadah
c)
Makan dan minum tanpa batas merupakan kebebasan manusia
d)
Islam tidak memiliki konsep kesehatan
e)
Kesehatan hanya urusan medis tanpa moral
31.
Evaluasilah: “Al-Qur’an mendorong manusia untuk berinovasi.”
a)
Benar, karena ayat-ayatnya memotivasi eksplorasi ilmiah dan penemuan baru
b)
Salah, karena inovasi adalah konsep modern
c)
Benar, tetapi hanya untuk ibadah
d)
Salah, karena inovasi bertentangan dengan syariat
e)
Benar, karena inovasi hanya urusan ekonomi
32.
QS. Ar-Rahman:19–20 tentang batas air laut mengandung pesan bahwa...
a)
Fenomena alam memiliki keteraturan dan batasan yang ditetapkan oleh Allah
b)
Lautan merupakan entitas bebas tanpa aturan
c)
Air tawar dan asin tidak memiliki keseimbangan
d)
Fenomena alam bersifat acak
e)
Alam tidak tunduk pada hukum ilahi
33.
Dalam pandangan Islam, ilmu yang bermanfaat adalah...
a)
Ilmu yang mengantarkan manusia pada kesadaran ketuhanan dan kemaslahatan sosial
b)
Ilmu yang hanya fokus pada aspek duniawi
c)
Pengetahuan tanpa tanggung jawab moral
d)
Sains yang terlepas dari nilai agama
e)
Ilmu netral tanpa arah spiritual
34.
Secara konseptual, hubungan antara wahyu dan ilmu pengetahuan adalah...
a)
Sinergis, di mana wahyu menjadi inspirasi dan arah bagi perkembangan ilmu
b)
Kompetitif, karena keduanya saling meniadakan
c)
Terpisah antara ranah spiritual dan rasional
d)
Bertentangan secara metodologis
e)
Wahyu tidak relevan bagi ilmu modern
35.
Secara konseptual, tanggung jawab sosial dalam Al-Qur’an bermakna...
a)
Kewajiban moral dan spiritual untuk menegakkan keadilan serta kesejahteraan sosial
b)
Tindakan sukarela tanpa landasan keagamaan
c)
Aktivitas ekonomi untuk kepentingan individu
d)
Tradisi budaya yang berubah sesuai zaman
e)
Kewajiban administratif masyarakat
36.
QS. Al-Ma’un:1–3 menegaskan bahwa mendustakan agama adalah...
a)
Mereka yang mengabaikan anak yatim dan enggan menolong kaum miskin
b)
Orang yang tidak melakukan ibadah ritual
c)
Mereka yang menolak kehadiran nabi
d)
Orang yang tidak menunaikan zakat fitrah
e)
Mereka yang menolak hukum negara
37.
Dalam QS. At-Taubah:60, pembagian zakat menunjukkan...
a)
Prinsip distribusi ekonomi yang adil untuk menyeimbangkan struktur sosial
b)
Bentuk kepemilikan individu terhadap harta zakat
c)
Hak istimewa kelompok elit atas harta umat
d)
Sistem ekonomi tanpa aturan moral
e)
Instrumen politik untuk mengatur masyarakat
38.
Evaluasilah: “Zakat adalah kewajiban ritual tanpa dimensi sosial.”
a)
Salah, karena zakat berfungsi mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat
b)
Benar, sebab zakat hanya bentuk ibadah
c)
Salah, karena zakat hanya simbol spiritual
d)
Benar, karena fungsi sosial bukan bagian ibadah
e)
Benar, karena zakat tidak berdampak sosial
39.
Ayat QS. Al-Baqarah:261 tentang sedekah mengandung makna bahwa...
a)
Amal sosial memiliki potensi berlipat ganda dalam keberkahan dan pahala
b)
Sedekah terbatas pada harta benda
c)
Pahala sedekah hanya berlaku bagi orang miskin
d)
Amal sosial tidak mempengaruhi kehidupan ekonomi
e)
Sedekah merupakan tindakan simbolik
40.
Prinsip ta‘āwun ‘alal birri wat-taqwā (Al-Ma’idah:2) menunjukkan bahwa...
a)
Tolong-menolong dalam kebaikan adalah dasar solidaritas sosial dalam Islam
b)
Kolaborasi hanya untuk kepentingan ekonomi
c)
Tolong-menolong bersifat opsional
d)
Solidaritas sosial tidak terkait iman
e)
Kebaikan hanya bersifat ritual
41.
Amanah sosial dalam QS. Al-Anfal:27 menuntut umat Islam untuk...
a)
Menjaga kepercayaan publik dalam seluruh aspek kehidupan bermasyarakat
b)
Menyembunyikan tanggung jawab moral
c)
Menyerahkan amanah hanya pada pemimpin
d)
Mengutamakan kepentingan pribadi
e)
Mengabaikan kepercayaan sosial
42.
QS. An-Nisa:58 memerintahkan manusia untuk...
a)
Menyampaikan amanah dan menegakkan keadilan dalam setiap keputusan sosial
b)
Mengutamakan kepentingan keluarga sendiri
c)
Mengambil keputusan berdasarkan keuntungan pribadi
d)
Menunda pelaksanaan hukum sosial
e)
Menyampaikan amanah hanya kepada pemimpin
43.
Dalam QS. An-Nisa:75, perintah membela kaum lemah menunjukkan...
a)
Tanggung jawab kolektif umat Islam dalam memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan
b)
Hanya kewajiban negara, bukan individu
c)
Hak prerogatif ulama dalam hukum sosial
d)
Tindakan perang tanpa batas etika
e)
Perintah simbolik tanpa implementasi nyata
44.
Prinsip kesejahteraan sosial dalam Islam menolak...
a)
Akumulasi kekayaan pada segelintir orang tanpa distribusi yang adil
b)
Pengelolaan ekonomi berbasis masyarakat
c)
Pemanfaatan zakat untuk kemaslahatan umum
d)
Keadilan sosial dalam pembangunan
e)
Prinsip kesetaraan ekonomi umat
45.
QS. Al-Hasyr:7 menegaskan bahwa sistem ekonomi Islam...
a)
Menolak penumpukan harta di tangan orang kaya dan mengatur sirkulasi kekayaan sosial
b)
Memberikan kebebasan penuh dalam kepemilikan
c)
Tidak membatasi kapital individu
d)
Menghapus konsep zakat dan infak
e)
Hanya mengatur ibadah ritual
46.
Konsep “memuliakan tetangga” dalam hadits Rasulullah SAW berarti...
a)
Menghormati hak-hak sosial sebagai cerminan keimanan kepada Allah dan hari akhir
b)
Menjalin hubungan bisnis yang saling menguntungkan
c)
Menjaga jarak agar tidak terjadi konflik
d)
Memberi bantuan hanya saat dibutuhkan
e)
Menentukan status sosial tetangga
47.
Dalam QS. At-Tahrim:6, tanggung jawab keluarga merupakan...
a)
Bentuk awal tanggung jawab sosial yang bermula dari diri dan keluarga
b)
Tanggung jawab pemerintah terhadap warganya
c)
Kewajiban ekonomi tanpa nilai spiritual
d)
Perintah simbolik tanpa implementasi sosial
e)
Tanggung jawab moral yang bersifat kolektif
48.
Prinsip keadilan dalam QS. An-Nisa:36 mengajarkan umat Islam untuk...
a)
Berbuat baik kepada semua golongan tanpa diskriminasi sosial
b)
Mengutamakan golongan kaya dalam muamalah
c)
Mengabaikan hubungan sosial non-Muslim
d)
Membatasi kebaikan hanya kepada keluarga
e)
Menghindari interaksi sosial di luar komunitas
49.
Dalam konteks PMI, nilai tanggung jawab sosial Al-Qur’an menuntut...
a)
Perancangan program pemberdayaan masyarakat yang berlandaskan keadilan Qur’ani
b)
Pengembangan kegiatan ekonomi tanpa nilai spiritual
c)
Pemisahan ajaran Islam dari pembangunan sosial
d)
Fokus pada individu tanpa solidaritas sosial
e)
Aktivitas dakwah yang bersifat eksklusif
50.
Analisislah: “Tanggung jawab sosial adalah bagian dari iman.”
a)
Benar, karena Al-Qur’an menegaskan hubungan langsung antara amal sosial dan keimanan
b)
Salah, sebab iman tidak terkait amal sosial
c)
Benar, karena amal sosial hanya bersifat duniawi
d)
Salah, karena iman bersifat individual
e)
Benar, sebab amal sosial tidak dinilai secara spiritual
51.
Secara konseptual, tanggung jawab sosial Qur’ani bertujuan untuk...
a)
Mewujudkan keadilan, kesejahteraan, dan solidaritas sebagai refleksi pengabdian kepada Allah
b)
Mengatur struktur politik umat Islam
c)
Membentuk kekuasaan sosial berbasis agama
d)
Menentukan status sosial berdasarkan ibadah
e)
Memisahkan moralitas dari pembangunan
52.
Konsep masyarakat dalam Al-Qur’an berlandaskan pada...
a)
Nilai iman, takwa, dan keadilan sosial yang menyatukan individu dalam sistem kehidupan Islami
b)
Hubungan ekonomi antarindividu tanpa nilai spiritual
c)
Keterikatan sosial berdasarkan suku dan bangsa
d)
Struktur politik yang ditentukan oleh tradisi
e)
Kompetisi bebas tanpa batas moral
53.
QS. Al-Hujurat:13 mengajarkan bahwa kemuliaan manusia di sisi Allah ditentukan oleh...
a)
Ketakwaannya, bukan asal-usul, ras, atau status sosial
b)
Kepemilikan harta dan jabatan
c)
Keanggotaan dalam kelompok tertentu
d)
Keturunan dan kebangsaan
e)
Kemampuan retorika dan kekuasaan
54.
Evaluasilah: “Al-Qur’an mendukung diskriminasi sosial berdasarkan status ekonomi.”
a)
Salah, karena Al-Qur’an menegaskan kesetaraan manusia berdasarkan iman dan takwa
b)
Benar, karena masyarakat memiliki peran berbeda
c)
Salah, sebab perbedaan ekonomi diatur adat
d)
Benar, sebab kekayaan menunjukkan keberkahan
e)
Benar, karena Islam mengutamakan kaum elit
55.
Prinsip keadilan sosial dalam QS. Al-Ma’idah:8 menegaskan bahwa...
a)
Keadilan harus ditegakkan meskipun terhadap musuh atau pihak yang dibenci
b)
Keadilan hanya berlaku bagi sesama Muslim
c)
Emosi boleh memengaruhi keputusan hukum
d)
Keadilan bersifat opsional dalam muamalah
e)
Penegakan keadilan dapat diabaikan demi kepentingan pribadi
56.
QS. Al-Ma’idah:2 menekankan pentingnya...
a)
Tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan serta menghindari kerja sama dalam dosa
b)
Kompetisi ekonomi antarumat manusia
c)
Tolong-menolong hanya dalam urusan pribadi
d)
Solidaritas sosial tanpa dasar iman
e)
Kerja sama hanya untuk kepentingan politik
57.
Prinsip ta‘āwun dalam masyarakat Islam bermakna...
a)
Kolaborasi dalam kebaikan yang berorientasi pada kemaslahatan umum
b)
Kerja sama untuk tujuan ekonomi pribadi
c)
Dukungan sosial tanpa nilai spiritual
d)
Keterikatan formal antarindividu
e)
Hubungan sementara tanpa tanggung jawab
58.
QS. An-Nisa:135 menuntut manusia untuk...
a)
Menegakkan keadilan bahkan terhadap diri sendiri dan keluarga demi ridha Allah
b)
Mengutamakan kepentingan kelompoknya
c)
Mengabaikan kesaksian demi menjaga reputasi
d)
Memihak kepada pihak yang kuat
e)
Menunda keputusan dalam perkara sosial
59.
Prinsip persatuan dalam QS. Ali Imran:103 menunjukkan bahwa...
a)
Umat Islam wajib berpegang teguh pada ajaran Allah dan menjauhi perpecahan
b)
Persatuan hanya bersifat simbolik dalam ibadah
c)
Perbedaan adalah alasan untuk berkonflik
d)
Umat Islam bebas menentukan arah moralnya
e)
Perpecahan merupakan bagian dari kebebasan
60.
Evaluasilah: “Perpecahan adalah hal yang wajar dalam masyarakat Islam.”
a)
Salah, karena Al-Qur’an menyeru kepada persatuan di atas dasar iman dan ketaatan kepada Allah
b)
Benar, sebab perbedaan tidak dapat dihindari
c)
Benar, karena konflik memperkuat identitas kelompok
d)
Salah, karena perbedaan bukan alasan untuk bermusuhan
e)
Salah, sebab persatuan tidak menjadi nilai Qur’ani
61.
QS. Ali Imran:104 memerintahkan umat Islam untuk...
a)
Menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran sebagai tugas sosial kolektif
b)
Mengutamakan kehidupan pribadi di atas sosial
c)
Melaksanakan dakwah secara individual
d)
Mengabaikan peran sosial masyarakat
e)
Membatasi amar ma’ruf pada kalangan tertentu
62.
Prinsip amar ma’ruf nahi munkar dalam konteks sosial bermakna...
a)
Upaya aktif menjaga moral masyarakat dan mendorong terciptanya keadilan sosial
b)
Kegiatan keagamaan yang bersifat privat
c)
Seruan moral tanpa kewajiban hukum
d)
Tindakan simbolik tanpa dampak sosial
e)
Upaya individual yang tidak sistematis
63.
QS. Al-Hujurat:10 menggambarkan masyarakat ideal sebagai...
a)
Komunitas yang saling berdamai, saling menolong, dan menjunjung ukhuwah Islamiyah
b)
Masyarakat yang bebas dari aturan
c)
Kaum beriman yang berkompetisi satu sama lain
d)
Umat yang menolak rekonsiliasi sosial
e)
Kelompok yang berorientasi politik
64.
Prinsip ukhuwah Islamiyah bermakna...
a)
Ikatan persaudaraan yang didasarkan pada iman dan tanggung jawab sosial
b)
Persaudaraan yang dibangun atas dasar ekonomi
c)
Hubungan sosial yang bersifat formal
d)
Persahabatan tanpa dasar keimanan
e)
Ikatan politik antaranggota masyarakat
65.
Dalam masyarakat Islam, keadilan berfungsi untuk...
a)
Menjamin keseimbangan hak dan kewajiban setiap individu dalam struktur sosial
b)
Menentukan status sosial seseorang
c)
Membatasi hak-hak tertentu dalam masyarakat
d)
Mengatur hubungan ekonomi antarbangsa
e)
Menghapus kebebasan individu sepenuhnya
66.
Dalam konteks PMI, konsep masyarakat Qur’ani menuntut...
a)
Penguatan solidaritas, keadilan, dan partisipasi sosial berdasarkan nilai ketuhanan
b)
Pembangunan ekonomi yang bebas nilai
c)
Penekanan pada pertumbuhan individu
d)
Pemisahan antara iman dan kerja sosial
e)
Penerapan nilai spiritual secara simbolik
67.
Analisislah: “Konsep masyarakat Qur’ani bersifat universal.”
a)
Benar, karena prinsip iman, taqwa, dan keadilan berlaku untuk seluruh umat manusia
b)
Salah, sebab nilai Qur’ani hanya berlaku bagi Muslim
c)
Benar, karena bersifat kultural bukan spiritual
d)
Salah, karena masyarakat Islam bersifat eksklusif
e)
Benar, sebab universalitas bertentangan dengan tradisi
68.
Secara konseptual, masyarakat Qur’ani bertujuan untuk...
a)
Mewujudkan kehidupan adil, harmonis, dan berlandaskan iman kepada Allah SWT
b)
Mengatur kehidupan politik umat Islam semata
c)
Membentuk struktur sosial yang kaku dan tertutup
d)
Menyatukan semua budaya tanpa nilai moral
e)
Menegakkan sistem hierarki sosial
69.
Amanah dalam konteks masyarakat Qur’ani berarti...
a)
Tanggung jawab moral dan sosial untuk menjaga kepercayaan Allah dan manusia
b)
Kepemilikan atas kekuasaan publik tanpa pertanggungjawaban
c)
Kewajiban administratif yang bersifat formal
d)
Tugas ritual tanpa dimensi sosial
e)
Hak individu yang tidak perlu dipertanggungjawabkan
70.
QS. Al-Anfal:27 menegaskan bahwa pengkhianatan amanah...
a)
Merupakan bentuk pelanggaran terhadap keimanan kepada Allah dan Rasul
b)
Dapat ditoleransi dalam kondisi tertentu
c)
Hanya berlaku pada urusan keagamaan
d)
Tidak berdampak terhadap moral sosial
e)
Termasuk kesalahan kecil tanpa konsekuensi
71.
Evaluasilah: “Amanah hanya berlaku bagi pemimpin, bukan masyarakat umum.”
a)
Salah, karena setiap individu bertanggung jawab menjaga kepercayaan dalam peran sosialnya
b)
Benar, sebab rakyat tidak memiliki tanggung jawab publik
c)
Benar, karena Al-Qur’an hanya menyinggung pemimpin
d)
Salah, karena amanah bersifat spiritual saja
e)
Salah, sebab masyarakat tidak berwenang secara sosial
72.
QS. Al-Baqarah:286 menegaskan keseimbangan sosial melalui prinsip...
a)
Keadilan dalam pembagian hak dan kewajiban sesuai kemampuan individu
b)
Tuntutan berlebihan terhadap tanggung jawab sosial
c)
Penolakan terhadap kerja sama masyarakat
d)
Kebebasan tanpa batas dalam bermasyarakat
e)
Penghapusan kewajiban kolektif
73.
Prinsip dalam QS. Al-Insan:8–9 menekankan pentingnya...
a)
Ketulusan dalam memberi bantuan sosial tanpa pamrih atau kepentingan pribadi
b)
Balas jasa atas bantuan yang diberikan kepada orang miskin
c)
Pemberian sedekah demi reputasi sosial
d)
Bantuan sosial yang bersifat simbolik
e)
Amal kebajikan untuk kepentingan politik
74.
Dalam pandangan Al-Qur’an, memberi kepada kaum lemah bermakna...
a)
Implementasi nyata keimanan yang menumbuhkan solidaritas dan kasih sosial
b)
Kegiatan sukarela tanpa nilai spiritual
c)
Kewajiban bagi mereka yang kaya saja
d)
Perbuatan opsional tanpa konsekuensi
e)
Praktik ekonomi untuk kepentingan pribadi
75.
QS. Al-Hujurat:12 mengajarkan masyarakat untuk...
a)
Menjauhi prasangka, gosip, dan fitnah agar tercipta harmoni sosial
b)
Menilai orang lain berdasarkan status sosial
c)
Mengkritik sesama demi keterbukaan
d)
Menyembunyikan kesalahan pribadi
e)
Mengabaikan etika sosial dalam komunikasi
76.
Evaluasilah: “Fitnah dan ghibah merupakan bentuk komunikasi sosial yang wajar.”
a)
Salah, karena keduanya merusak kepercayaan dan persaudaraan masyarakat
b)
Benar, sebab keterbukaan penting dalam masyarakat
c)
Salah, karena hanya ulama yang dilarang melakukannya
d)
Benar, karena Al-Qur’an tidak melarang sepenuhnya
e)
Salah, sebab ghibah tidak memengaruhi struktur sosial
77.
QS. Al-Baqarah:124 menggambarkan bahwa kepemimpinan yang ideal ditentukan oleh...
a)
Integritas moral dan keadilan, bukan keturunan atau kekuasaan
b)
Kemampuan retorika dan strategi politik
c)
Dukungan massa dan popularitas
d)
Keturunan dari orang-orang terhormat
e)
Jabatan administratif dalam pemerintahan
78.
Prinsip “janji Allah tidak berlaku bagi orang zalim” (QS. 2:124) mengandung makna bahwa...
a)
Kekuasaan harus disertai dengan moralitas dan keadilan sosial
b)
Kepemimpinan dapat diwariskan tanpa syarat moral
c)
Jabatan tidak memiliki dimensi spiritual
d)
Zalim merupakan bentuk keberanian sosial
e)
Kepemimpinan bersifat duniawi semata
79.
QS. Al-Mujadilah:11 menunjukkan bahwa ilmu...
a)
Menjadi instrumen utama dalam membangun masyarakat berperadaban Qur’ani
b)
Bersifat netral dan tidak terkait nilai spiritual
c)
Hanya relevan dalam konteks ibadah ritual
d)
Tidak diperlukan dalam kehidupan sosial
e)
Bertentangan dengan nilai keimanan
80.
Analisislah: “Islam tidak menekankan pendidikan sosial.”
a)
Salah, karena Al-Qur’an meninggikan derajat orang berilmu dan beriman dalam masyarakat
b)
Benar, sebab pendidikan adalah urusan duniawi
c)
Salah, karena ilmu hanya untuk ibadah pribadi
d)
Benar, karena Islam fokus pada moral, bukan ilmu
e)
Salah, sebab Al-Qur’an membatasi ilmu pada ulama
81.
Prinsip masyarakat berilmu dalam Al-Qur’an mendorong...
a)
Partisipasi aktif dalam pembangunan sosial dan peningkatan kualitas moral
b)
Pencapaian akademik tanpa tanggung jawab sosial
c)
Persaingan intelektual demi reputasi pribadi
d)
Pengabaian terhadap nilai-nilai spiritual
e)
Dominasi kelompok berilmu terhadap awam
82.
Dalam QS. Al-Anfal:27 dan QS. Al-Baqarah:286 tersirat prinsip bahwa...
a)
Amanah dan keadilan sosial adalah tanggung jawab bersama sesuai kemampuan individu
b)
Beban sosial hanya dipikul oleh pemimpin
c)
Keadilan hanya berlaku dalam ibadah
d)
Amanah tidak berlaku bagi masyarakat awam
e)
Keseimbangan sosial bukan prinsip Qur’ani
83.
Dalam konteks PMI, nilai amanah bermakna...
a)
Komitmen profesional dan spiritual dalam mendampingi masyarakat secara jujur dan bertanggung jawab
b)
Pelaksanaan tugas administratif sesuai perintah atasan
c)
Aktivitas sosial tanpa nilai etika
d)
Pemisahan moral dari tugas profesional
e)
Kewajiban spiritual tanpa dampak sosial
84.
Analisislah: “Integritas adalah dasar kepercayaan sosial.”
a)
Benar, karena masyarakat yang jujur dan amanah menciptakan stabilitas dan keadilan sosial
b)
Salah, sebab kepercayaan bergantung pada kekuasaan
c)
Benar, karena kejujuran hanya nilai individu
d)
Salah, sebab integritas tidak memengaruhi sosial
e)
Salah, karena integritas bersifat simbolik
85.
Secara konseptual, masyarakat Qur’ani menuntut...
a)
Keseimbangan antara iman, amanah, keadilan, dan tanggung jawab sosial dalam seluruh aspek kehidupan
b)
Dominasi kelompok tertentu atas masyarakat
c)
Ketaatan sosial tanpa nilai spiritual
d)
Pengabaian tanggung jawab individu
e)
Pemisahan iman dari urusan publik
86.
Prinsip dasar ekonomi dalam Al-Qur’an adalah...
a)
Menegakkan keadilan sosial dan keseimbangan dalam distribusi kekayaan
b)
Mengejar keuntungan tanpa batas moral
c)
Menumpuk harta sebagai simbol keberhasilan
d)
Mengatur ekonomi tanpa nilai spiritual
e)
Menentukan status sosial melalui kekayaan
87.
QS. Al-Baqarah:188 melarang praktik ekonomi yang tidak adil seperti riba dan penipuan karena...
a)
Merusak keadilan sosial dan menimbulkan ketimpangan ekonomi
b)
Membatasi kebebasan pasar
c)
Mengurangi inovasi ekonomi masyarakat
d)
Menghambat pertumbuhan kapital
e)
Menentang sistem ekonomi global
88.
QS. Al-Hasyr:7 mengandung prinsip distribusi kekayaan, yaitu...
a)
Kekayaan harus beredar secara adil dan tidak terkonsentrasi pada kelompok kaya
b)
Kepemilikan harta bersifat absolut bagi individu
c)
Kekayaan boleh dimonopoli oleh kelompok elit
d)
Distribusi kekayaan tidak diatur agama
e)
Harta hanya berhak dimiliki penguasa
89.
Evaluasilah: “Zakat hanyalah kewajiban ritual tanpa dimensi sosial.”
a)
Salah, karena zakat merupakan sistem ekonomi untuk pemerataan dan kesejahteraan umat
b)
Benar, sebab zakat hanya terkait ibadah
c)
Benar, karena zakat tidak berdampak sosial
d)
Salah, karena zakat hanya simbol moral
e)
Benar, karena zakat bersifat sukarela
90.
QS. At-Taubah:60 menjelaskan bahwa zakat berfungsi sebagai...
a)
Instrumen distribusi kekayaan yang menumbuhkan kesejahteraan sosial
b)
Tanda status sosial bagi orang beriman
c)
Sistem bantuan pribadi tanpa hukum tetap
d)
Pajak sukarela bagi umat Islam
e)
Tradisi sosial tanpa nilai ibadah
91.
Prinsip QS. Al-Baqarah:261 tentang infaq menekankan bahwa...
a)
Amal sosial yang tulus menghasilkan keberkahan berlipat ganda bagi masyarakat
b)
Infaq hanya berdampak pada pemberi, bukan penerima
c)
Sedekah sebaiknya bersifat rahasia dan pasif
d)
Infaq tidak berpengaruh terhadap ekonomi
e)
Amal sosial tidak menambah nilai spiritual
92.
QS. Al-Baqarah:275 mengandung pelajaran penting bahwa...
a)
Riba menghancurkan keadilan ekonomi dan menjerumuskan manusia dalam ketimpangan sosial
b)
Riba dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi
c)
Riba hanya berlaku dalam urusan pribadi
d)
Riba tidak berpengaruh terhadap masyarakat
e)
Riba merupakan bentuk investasi halal
93.
QS. Adz-Dzariyat:19 mengajarkan umat Islam untuk...
a)
Menyisihkan sebagian harta sebagai hak kaum miskin dan membutuhkan
b)
Menyimpan kekayaan untuk kepentingan pribadi
c)
Mengutamakan konsumsi pribadi dibanding sosial
d)
Menghindari tanggung jawab sosial
e)
Memberi bantuan hanya kepada kerabat
94.
Prinsip QS. Al-Qasas:77 tentang keseimbangan dunia-akhirat menegaskan bahwa...
a)
Aktivitas ekonomi harus disertai orientasi spiritual dan sosial
b)
Pencarian harta duniawi harus menjadi prioritas utama
c)
Dunia dan akhirat tidak memiliki hubungan
d)
Keseimbangan hanya berlaku dalam ibadah
e)
Tujuan ekonomi bebas dari nilai agama
95.
QS. Al-Mulk:15 mendorong manusia untuk...
a)
Bekerja dan mencari nafkah secara halal serta produktif
b)
Mengandalkan rezeki tanpa usaha
c)
Mengutamakan ibadah dan meninggalkan dunia
d)
Mencari harta dengan segala cara
e)
Menghindari keterlibatan ekonomi
96.
Hadis Nabi tentang “memberikan upah sebelum keringat pekerja kering” menunjukkan...
a)
Kewajiban moral dan sosial untuk menegakkan keadilan dalam hubungan kerja
b)
Anjuran sukarela dalam urusan tenaga kerja
c)
Hak pekerja bergantung pada kemampuan pengusaha
d)
Prinsip timbal balik tanpa keharusan hukum
e)
Hubungan kerja bersifat ekonomis semata
97.
Prinsip ekonomi Qur’ani melarang pemborosan karena...
a)
Menghambat distribusi kekayaan dan menumbuhkan ketimpangan sosial
b)
Merupakan hak individu dalam penggunaan harta
c)
Tidak relevan dalam sistem ekonomi modern
d)
Meningkatkan daya beli masyarakat
e)
Termasuk bentuk kedermawanan sosial
98.
QS. Al-Muthaffifin:1–3 menegaskan bahwa kejujuran dalam perdagangan adalah...
a)
Pilar keadilan ekonomi dan kepercayaan sosial dalam masyarakat
b)
Urusan pribadi tanpa konsekuensi sosial
c)
Nilai etis yang tidak memengaruhi ekonomi
d)
Prinsip moral yang tidak wajib diterapkan
e)
Norma budaya tanpa dimensi spiritual
99.
Evaluasilah: “Riba dapat digantikan dengan sistem ekonomi yang adil.”
a)
Benar, karena Islam menekankan ekonomi berbasis zakat, infaq, dan keadilan sosial
b)
Salah, sebab riba bagian dari sistem modern
c)
Benar, karena riba dapat diatur secara syariah
d)
Salah, karena ekonomi tanpa riba tidak realistis
e)
Salah, sebab Al-Qur’an tidak mengatur sistem ekonomi
100.
Dalam konteks PMI, ekonomi Qur’ani mengajarkan...
a)
Pemberdayaan masyarakat melalui model ekonomi adil, berkelanjutan, dan berbasis nilai Islam
b)
Penerapan teori kapitalis untuk kesejahteraan sosial
c)
Pengumpulan dana tanpa sistem syariah
d)
Pemisahan antara agama dan ekonomi
e)
Fokus pada kesejahteraan individu semata
101.
Analisislah: “Zakat produktif dapat menjadi solusi kemiskinan struktural.”
a)
Benar, karena zakat dapat diarahkan untuk pemberdayaan ekonomi jangka panjang
b)
Salah, sebab zakat hanya untuk kebutuhan konsumtif
c)
Benar, namun hanya berlaku pada masyarakat kaya
d)
Salah, karena zakat tidak memiliki efek ekonomi
e)
Salah, sebab pengentasan kemiskinan bukan kewajiban sosial
102.
Secara konseptual, sistem ekonomi Qur’ani bertujuan untuk...
a)
Mewujudkan kesejahteraan sosial, keadilan, dan keberlanjutan ekonomi umat
b)
Menumpuk kekayaan nasional tanpa etika sosial
c)
Menghapus peran spiritual dalam ekonomi
d)
Mengatur politik melalui kekuasaan ekonomi
e)
Menciptakan kesenjangan sosial antarumat