Font size
S
M
L
XL
WorksheetsUTS FIQH LINGKUNGAN
Total questions: 100
Worksheet time: 17mins
Name
Class
Date
1.
Secara terminologis, fiqh al-bi’ah dipahami sebagai...
a)
Pemahaman hukum Islam yang berkaitan dengan pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup
b)
Upaya administratif umat Islam dalam menjaga fasilitas publik
c)
Kajian sosial tentang kebersihan fisik tanpa dimensi hukum
d)
Produk hukum positif mengenai pencemaran lingkungan
e)
Strategi dakwah dalam konteks urbanisasi
2.
Dalam paradigma Islam, hubungan manusia dengan alam didasarkan pada konsep...
a)
Khalifah dan amanah sebagai dasar tanggung jawab moral terhadap ciptaan Allah
b)
Kompetisi antara manusia dan alam demi kelangsungan hidup
c)
Pemisahan antara aspek spiritual dan ekologi
d)
Pemanfaatan alam secara maksimal tanpa batas
e)
Ketergantungan mutlak manusia terhadap sumber ekonomi
3.
Prinsip utama fiqh lingkungan dalam maqasid syariah adalah...
a)
Menjaga keberlangsungan kehidupan melalui perlindungan jiwa, keturunan, dan alam
b)
Memperkuat kedudukan ekonomi umat
c)
Menegakkan supremasi hukum atas sumber daya
d)
Mengutamakan kepentingan manusia di atas makhluk lain
e)
Menghapus perbedaan antara manusia dan hewan
4.
Konsep tawazun (keseimbangan) dalam fiqh lingkungan mengajarkan bahwa...
a)
Pemanfaatan alam harus mempertimbangkan keseimbangan ekosistem dan nilai spiritual
b)
Manusia berhak memanfaatkan alam tanpa batas
c)
Alam memiliki kedudukan sama dengan manusia
d)
Pembangunan harus mengabaikan dimensi moral
e)
Keseimbangan hanya bersifat simbolik
5.
Kaidah “La dharar wa la dhirar” dalam konteks lingkungan bermakna...
a)
Dilarang menimbulkan kerusakan atau bahaya bagi lingkungan hidup dan makhluk lainnya
b)
Manusia bebas melakukan eksplorasi sumber daya alam
c)
Kerusakan alam merupakan bagian dari takdir
d)
Kerugian ekologis tidak termasuk dalam hukum fiqh
e)
Larangan ini hanya berlaku dalam konteks sosial
6.
Fiqh lingkungan berbeda dari etika lingkungan umum karena...
a)
Berbasis pada wahyu dan hukum syariah yang bersifat normatif dan transendental
b)
Hanya mengandalkan rasionalitas manusia
c)
Bersifat pragmatis dan sekuler
d)
Mengutamakan kepentingan industri
e)
Tidak mempertimbangkan aspek ibadah
7.
Evaluasilah: “Kerusakan lingkungan merupakan bentuk pelanggaran terhadap amanah khalifah.”
a)
Benar, karena manusia berkewajiban menjaga keseimbangan alam sesuai perintah Allah
b)
Salah, karena alam akan menyeimbangkan dirinya sendiri
c)
Benar, karena kerusakan adalah bagian dari qadarullah
d)
Salah, karena tanggung jawab manusia terbatas pada sesama manusia
e)
Benar, karena manusia memiliki hak penuh atas bumi
8.
Prinsip al-maslahah al-‘ammah dalam fiqh lingkungan bermakna...
a)
Setiap kebijakan lingkungan harus diarahkan pada kemaslahatan seluruh makhluk hidup
b)
Manfaat ekonomi menjadi ukuran utama kebijakan
c)
Maslahah hanya berlaku bagi manusia
d)
Lingkungan bukan bagian dari kepentingan umum
e)
Kemakmuran individu lebih diutamakan dari kelestarian alam
9.
Peran manusia sebagai khalifah fi al-ardh menuntut...
a)
Pengelolaan sumber daya alam secara adil, proporsional, dan berorientasi keberlanjutan
b)
Eksploitasi alam untuk kepentingan pembangunan ekonomi
c)
Pemisahan antara spiritualitas dan ekologi
d)
Pengabaian terhadap dampak lingkungan
e)
Pemanfaatan bebas tanpa akuntabilitas moral
10.
Kaidah al-umur bi maqashidiha dalam konteks fiqh lingkungan mengajarkan bahwa...
a)
Setiap tindakan terhadap alam harus memiliki niat yang selaras dengan tujuan syariah
b)
Niat tidak berpengaruh pada pengelolaan lingkungan
c)
Tujuan eksploitasi dapat dibenarkan selama legal
d)
Etika lingkungan tidak memerlukan niat
e)
Kerusakan ekologis dapat bernilai maslahat
11.
Analisislah: Mengapa fiqh lingkungan dianggap sebagai fiqh kontemporer?
a)
Karena muncul sebagai respon atas krisis ekologi global yang membutuhkan ijtihad baru
b)
Karena tidak terdapat dasar tekstual dalam Al-Qur’an
c)
Karena hanya membahas hukum adat lokal
d)
Karena menolak semua pendekatan modern
e)
Karena berdiri terpisah dari hukum Islam klasik
12.
Dalam perspektif fiqh, eksploitasi sumber daya alam berlebihan tergolong...
a)
Perbuatan yang dilarang karena termasuk israf (berlebih-lebihan) dan merusak keseimbangan
b)
Diperbolehkan selama memberi keuntungan
c)
Netral secara hukum
d)
Tidak diatur dalam syariah
e)
Termasuk amalan kebajikan duniawi
13.
Prinsip hifz al-nafs dalam maqasid syariah berkaitan dengan fiqh lingkungan karena...
a)
Menjaga jiwa manusia juga berarti menjaga lingkungan tempat kehidupan berlangsung
b)
Hanya fokus pada kesehatan pribadi
c)
Tidak relevan dengan isu ekologi
d)
Berkaitan dengan ibadah mahdhah semata
e)
Mengabaikan dimensi sosial
14.
Evaluasilah pernyataan: “Fiqh lingkungan tidak dapat dipisahkan dari ekonomi Islam.”
a)
Benar, karena keduanya sama-sama menekankan keseimbangan antara manfaat dan tanggung jawab
b)
Salah, karena ekonomi Islam bersifat material
c)
Benar, karena ekonomi Islam bebas dari nilai lingkungan
d)
Salah, karena lingkungan bukan aspek ekonomi
e)
Benar, tetapi hanya pada konteks lokal
15.
Dalam konteks PMI, penerapan fiqh lingkungan meliputi...
a)
Penguatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian alam berbasis nilai Islam
b)
Pemanfaatan sumber daya untuk kepentingan ekonomi semata
c)
Program pembangunan tanpa kajian sosial
d)
Penolakan terhadap teknologi modern
e)
Aktivitas ritual tanpa dimensi sosial
16.
Prinsip istishlah dalam fiqh lingkungan menuntut...
a)
Upaya inovatif dalam menjaga kemaslahatan ekologi sesuai tuntunan syariah
b)
Tindakan bebas dalam mengejar efisiensi ekonomi
c)
Pengabaian terhadap nilai moral
d)
Keterpisahan antara hukum dan etika
e)
Dominasi aspek politik atas lingkungan
17.
Secara konseptual, fiqh lingkungan menegaskan bahwa...
a)
Pelestarian alam merupakan bagian integral dari ibadah dan manifestasi ketaatan kepada Allah
b)
Upaya menjaga lingkungan bersifat sekuler
c)
Alam tidak memiliki nilai spiritual
d)
Pelestarian alam hanya tanggung jawab negara
e)
Manusia bebas dari kewajiban moral terhadap ekosistem
18.
Konsep tauhid dalam fiqh lingkungan menegaskan bahwa...
a)
Keterpaduan antara Tuhan, manusia, dan alam mencerminkan kesatuan nilai ilahiah
b)
Alam dan manusia memiliki kedudukan terpisah dari kehendak Tuhan
c)
Tauhid hanya relevan dalam konteks ibadah ritual semata
d)
Relasi ekologis tidak termasuk dalam dimensi tauhid
e)
Tauhid membatasi manusia dari berinteraksi dengan alam
19.
Dalam kerangka khalifah, tanggung jawab manusia terhadap alam bersifat...
a)
Amanah moral dan hukum untuk menjaga kelestarian ciptaan sesuai kehendak Allah
b)
Hak absolut manusia untuk mengelola bumi demi kepentingan ekonomi
c)
Kebebasan individu untuk memanfaatkan sumber daya alam
d)
Delegasi simbolik tanpa kewajiban nyata terhadap lingkungan
e)
Pemberian hak penuh tanpa batas tanggung jawab etis
20.
Prinsip mīzān (keseimbangan) dalam relasi ekologis berarti...
a)
Segala aktivitas manusia harus mempertahankan keseimbangan sistem alam dan nilai spiritual
b)
Alam memiliki otoritas lebih tinggi daripada manusia
c)
Keseimbangan hanya diukur berdasarkan manfaat ekonomi
d)
Manusia tidak perlu memperhatikan keteraturan ekologi
e)
Nilai keseimbangan bersifat simbolis tanpa tuntutan praktis
21.
Kaidah “lā dharar wa lā dhirār” dalam konteks hubungan manusia dan alam bermakna...
a)
Larangan melakukan tindakan yang menimbulkan bahaya atau kerusakan bagi makhluk lain
b)
Hak manusia untuk mengatur lingkungan sesuai kebutuhan hidup
c)
Pembatasan terhadap inovasi teknologi modern
d)
Ketentuan moral yang hanya berlaku bagi sesama manusia
e)
Pengakuan bahwa alam dapat dimanfaatkan tanpa batas
22.
Evaluasilah: “Relasi manusia dengan alam bersifat simbiosis dalam pandangan fiqh.”
a)
Benar, karena keduanya saling membutuhkan dalam menjaga keseimbangan ciptaan
b)
Salah, karena manusia menjadi pusat dari sistem alam
c)
Benar, karena alam tunduk sepenuhnya pada manusia
d)
Salah, karena relasi ekologis tidak dibahas dalam fiqh
e)
Benar, karena manusia tidak memiliki tanggung jawab etis
23.
Dalam maqasid syariah, perlindungan terhadap lingkungan termasuk kategori...
a)
Menjaga jiwa dan keturunan dengan memperhatikan keberlanjutan kehidupan
b)
Menegakkan syiar agama dalam konteks sosial
c)
Memperkuat kekuasaan manusia atas bumi
d)
Menentukan hukum terhadap benda najis
e)
Mengatur hubungan antarumat manusia semata
24.
Prinsip ihsan ekologis mengandung makna bahwa...
a)
Setiap tindakan terhadap alam harus mencerminkan kesadaran spiritual dan tanggung jawab moral
b)
Alam dapat dieksploitasi selama memberi manfaat ekonomi
c)
Ihsan hanya berlaku dalam relasi antarindividu manusia
d)
Kebaikan ekologis tidak memiliki nilai ibadah
e)
Tanggung jawab ekologis bersifat simbolik
25.
Dalam perspektif tauhid ekologis, krisis lingkungan menunjukkan...
a)
Bentuk penyimpangan manusia dari prinsip kesatuan Tuhan dan ciptaan-Nya
b)
Bukti bahwa alam memiliki kekuatan otonom di luar kehendak Tuhan
c)
Konsekuensi alami dari perkembangan peradaban manusia
d)
Fenomena sosial tanpa relevansi teologis
e)
Bagian dari takdir yang tidak dapat dihindari
26.
Konsep amanah dalam relasi manusia dengan alam bermakna...
a)
Tanggung jawab spiritual yang mengikat manusia untuk mengelola bumi dengan adil dan berkelanjutan
b)
Hak kepemilikan mutlak terhadap segala sumber daya alam
c)
Perintah simbolik tanpa konsekuensi hukum
d)
Prinsip moral yang bersifat pilihan pribadi
e)
Pengakuan atas dominasi manusia terhadap alam
27.
Prinsip tawazun dalam pembangunan masyarakat Islam berarti...
a)
Menjaga keseimbangan antara kebutuhan manusia, kelestarian alam, dan nilai-nilai keagamaan
b)
Mengutamakan pembangunan material di atas aspek lingkungan
c)
Menjadikan efisiensi ekonomi sebagai tujuan utama
d)
Mengabaikan faktor ekologis dalam perencanaan sosial
e)
Menentukan kebijakan berdasarkan keuntungan jangka pendek
28.
Dalam konteks fiqh lingkungan, dosa ekologis dikategorikan sebagai...
a)
Pelanggaran terhadap amanah Allah dan bentuk kezaliman terhadap makhluk ciptaan-Nya
b)
Perbuatan yang hanya berdampak pada manusia
c)
Kesalahan administratif dalam kebijakan publik
d)
Pelanggaran yang bersifat moral tanpa dimensi hukum
e)
Perbuatan yang tidak memiliki konsekuensi spiritual
29.
Kaidah al-maslahah al-‘ammah dalam konteks relasi ekologis menuntut...
a)
Kebijakan publik harus berorientasi pada kemaslahatan lingkungan dan kesejahteraan makhluk hidup
b)
Keuntungan ekonomi dijadikan ukuran utama keberhasilan
c)
Maslahah hanya ditujukan bagi kepentingan manusia
d)
Aspek lingkungan diabaikan demi pembangunan industri
e)
Penyesuaian syariat dengan kepentingan pasar global
30.
Prinsip hifz al-‘aql (menjaga akal) memiliki relevansi ekologis karena...
a)
Kesadaran ekologis muncul dari kemampuan berpikir rasional dan moral manusia
b)
Akal tidak memiliki peran dalam etika lingkungan
c)
Rasionalitas menuntut eksploitasi alam demi kemajuan
d)
Akal hanya berfungsi dalam aspek hukum ibadah
e)
Pengetahuan ekologis bertentangan dengan iman
31.
Analisislah: “Fiqh lingkungan mencerminkan integrasi antara iman dan ilmu.”
a)
Benar, karena penerapan hukum lingkungan harus berdasar wahyu dan rasionalitas ilmiah
b)
Salah, karena ilmu lingkungan bersifat sekuler
c)
Benar, karena iman tidak membutuhkan ilmu
d)
Salah, karena fiqh tidak berhubungan dengan ilmu pengetahuan
e)
Benar, karena ilmu lebih tinggi dari wahyu
32.
Dalam konteks PMI, pemahaman relasi Tuhan, manusia, dan alam mengarahkan masyarakat pada...
a)
Kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan sebagai bagian dari pengabdian kepada Allah
b)
Pemanfaatan sumber daya tanpa memperhatikan keberlanjutan
c)
Upaya mengutamakan hasil ekonomi di atas keseimbangan
d)
Pemisahan antara nilai agama dan pembangunan
e)
Fokus pada kebijakan politik tanpa etika spiritual
33.
Prinsip hifz al-bi’ah (menjaga lingkungan) dapat dikategorikan sebagai...
a)
Tujuan tambahan dalam maqasid syariah modern untuk mendukung keberlangsungan kehidupan
b)
Prinsip klasik yang sudah tidak relevan dalam hukum Islam
c)
Aspek ibadah yang tidak berhubungan dengan sosial
d)
Nilai moral tanpa kekuatan hukum
e)
Konsep yang hanya bersifat lokal
34.
Secara teologis, hubungan Tuhan, manusia, dan alam dalam Islam menegaskan bahwa...
a)
Alam adalah tanda kekuasaan Allah yang mengandung tanggung jawab moral bagi manusia
b)
Alam memiliki kekuatan otonom yang terpisah dari kehendak Tuhan
c)
Manusia adalah penguasa mutlak atas bumi
d)
Relasi ekologis bersifat bebas dari nilai spiritual
e)
Alam tidak memiliki fungsi teologis dalam Islam
35.
Makna utama pelestarian lingkungan menurut al-Qur’an adalah...
a)
Upaya menjaga keberlangsungan ciptaan Allah dengan dasar ketaatan dan tanggung jawab moral
b)
Pemanfaatan sumber daya secara efisien untuk keuntungan ekonomi umat
c)
Pelestarian yang terbatas pada aspek fisik tanpa nilai spiritual
d)
Kegiatan sosial tanpa dimensi ibadah
e)
Pengawasan administratif terhadap sumber daya alam
36.
Ayat QS. Ar-Rum: 41 menegaskan bahwa kerusakan di darat dan laut...
a)
Merupakan akibat langsung dari perbuatan tangan manusia yang menyimpang dari tuntunan ilahi
b)
Terjadi karena faktor alamiah yang tidak dapat dikendalikan
c)
Dikehendaki Allah tanpa campur tangan manusia
d)
Tidak berkaitan dengan tanggung jawab moral
e)
Termasuk ujian tanpa konsekuensi sosial
37.
Dalam QS. Al-Qashash: 77, larangan berbuat kerusakan di bumi menunjukkan prinsip...
a)
Keseimbangan antara orientasi duniawi dan ukhrawi dalam pengelolaan sumber daya
b)
Penolakan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat
c)
Kewajiban manusia untuk mengisolasi diri dari lingkungan
d)
Prioritas keuntungan material atas nilai moral
e)
Ketergantungan manusia terhadap faktor alam
38.
Prinsip yang dapat diambil dari QS. Al-A’raf: 56–58 adalah...
a)
Larangan merusak bumi setelah diperbaiki serta dorongan untuk bersyukur atas rahmat Allah
b)
Perintah mengeksploitasi sumber daya secara cepat
c)
Anjuran membatasi ibadah agar fokus pada ekonomi
d)
Larangan berdoa di tempat terbuka
e)
Kebebasan manusia mengatur lingkungan sesuka hati
39.
Ayat QS. Shad: 27 menegaskan bahwa penciptaan langit dan bumi...
a)
Memiliki tujuan ilahiah dan tidak dilakukan secara sia-sia oleh Allah
b)
Bersifat kebetulan tanpa arah moral
c)
Tidak mengandung pesan spiritual bagi manusia
d)
Diciptakan untuk dominasi manusia semata
e)
Menjadi bukti keunggulan manusia atas makhluk lain
40.
Hubungan antara hifz al-nafs dan pelestarian lingkungan adalah...
a)
Menjaga kelestarian alam berarti menjaga kehidupan dan kesehatan manusia secara berkelanjutan
b)
Keduanya tidak memiliki keterkaitan hukum
c)
Hanya berlaku dalam konteks ibadah mahdhah
d)
Berbeda orientasi karena lingkungan bersifat duniawi
e)
Tidak termasuk tujuan syariat Islam
41.
Evaluasilah: “Pelestarian lingkungan termasuk bagian dari maqasid syariah.”
a)
Benar, karena pelestarian lingkungan menjamin kemaslahatan umum dan keberlangsungan hidup manusia
b)
Salah, karena maqasid hanya membahas hubungan antar manusia
c)
Benar, karena pelestarian lingkungan bersifat opsional
d)
Salah, karena syariat tidak mengatur ekologi
e)
Benar, karena pelestarian alam hanya bersifat simbolik
42.
Ayat tentang larangan merusak bumi menegaskan konsep...
a)
Tanggung jawab moral dan spiritual manusia sebagai khalifah di muka bumi
b)
Kebebasan individu tanpa batas dalam mengelola alam
c)
Kewajiban manusia untuk menguasai seluruh sumber daya
d)
Ketidakberdayaan manusia terhadap kehendak alam
e)
Keterpisahan antara agama dan ekologi
43.
Prinsip etika lingkungan dalam QS. Al-A’raf: 56 berkaitan erat dengan...
a)
Ihsan, yaitu berbuat baik kepada alam sebagaimana Allah berbuat baik kepada manusia
b)
Takdir, karena alam tunduk sepenuhnya kepada kehendak ilahi
c)
Niat, sebab semua perbuatan manusia tergantung pada motivasi
d)
Syukur, karena manusia menikmati hasil alam
e)
Amar ma’ruf nahi munkar dalam ranah politik
44.
Analisislah: “Kerusakan lingkungan adalah bentuk pelanggaran terhadap nilai tauhid.”
a)
Benar, karena menyalahi prinsip kesatuan antara Allah, manusia, dan alam dalam sistem ciptaan
b)
Salah, karena tauhid hanya berkaitan dengan akidah
c)
Benar, karena manusia bebas menentukan tindakannya terhadap alam
d)
Salah, karena tauhid tidak memiliki dimensi sosial
e)
Benar, karena alam tidak terkait dengan aspek teologis
45.
Ayat QS. Al-Qashash: 77 mendorong umat Islam untuk...
a)
Membangun keseimbangan antara pencapaian dunia dan orientasi akhirat dalam tindakan ekologis
b)
Memisahkan kepentingan akhirat dari urusan dunia
c)
Mengutamakan kehidupan dunia semata
d)
Mengabaikan keseimbangan sosial-ekonomi
e)
Menolak tanggung jawab atas kerusakan alam
46.
Dalam konteks PMI, ayat-ayat tentang pelestarian lingkungan menuntut mahasiswa untuk...
a)
Mengintegrasikan nilai Qur’ani dalam program pemberdayaan masyarakat berbasis kelestarian alam
b)
Mengajarkan pelestarian tanpa dasar keagamaan
c)
Meninggalkan pendekatan sosial dalam dakwah
d)
Menempatkan pembangunan ekonomi di atas nilai spiritual
e)
Mengabaikan aspek etika dalam edukasi publik
47.
Prinsip maslahah al-‘ammah dalam pelestarian lingkungan bermakna bahwa...
a)
Kemaslahatan ekologis merupakan bagian dari kesejahteraan sosial umat manusia
b)
Maslahah hanya berlaku dalam konteks hukum perdata
c)
Pelestarian alam tidak termasuk kategori kemaslahatan
d)
Kepentingan individu lebih penting dari keseimbangan alam
e)
Maslahah bersifat spiritual tanpa dimensi sosial
48.
Dalam fiqh lingkungan, amanah terhadap alam mencakup...
a)
Tanggung jawab hukum, moral, dan spiritual dalam mengelola ciptaan sesuai syariat
b)
Hak eksklusif untuk mengatur sumber daya tanpa batas
c)
Pemberian wewenang tanpa konsekuensi moral
d)
Hak manusia untuk mengeksploitasi demi pembangunan
e)
Kewajiban negara tanpa keterlibatan masyarakat
49.
Prinsip syukur ekologis dalam Al-Qur’an mengandung pesan bahwa...
a)
Menjaga alam adalah wujud rasa syukur terhadap nikmat Allah dan pengakuan atas kebesaran-Nya
b)
Syukur hanya diwujudkan melalui ibadah ritual
c)
Pengelolaan alam tidak termasuk bentuk ibadah
d)
Rasa syukur cukup melalui doa dan zikir
e)
Alam tidak memiliki peran dalam ekspresi keimanan
50.
Ayat QS. Al-A’raf: 57–58 menggambarkan hubungan antara rahmat Allah dan siklus alam, yang bermakna...
a)
Alam berfungsi sebagai manifestasi kasih sayang Allah yang harus dijaga oleh manusia
b)
Alam bekerja secara otomatis tanpa keterlibatan Tuhan
c)
Fenomena alam terjadi tanpa nilai spiritual
d)
Rahmat Allah terbatas pada hubungan antar manusia
e)
Alam tidak memiliki dimensi ketuhanan
51.
Secara konseptual, seluruh ayat tentang pelestarian lingkungan menegaskan bahwa...
a)
Tanggung jawab menjaga bumi merupakan bagian dari ketaatan dan ibadah kepada Allah
b)
Pelestarian hanya bersifat teknis dan duniawi
c)
Manusia dibebaskan dari tanggung jawab ekologis
d)
Lingkungan tidak termasuk objek hukum Islam
e)
Hubungan dengan alam bersifat netral tanpa nilai ilahi
52.
Hadits tentang “الَّذِي يَتَخَلَّى فِي طَرِيقِ النَّاسِ” menegaskan pentingnya...
a)
Etika kebersihan publik sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan iman
b)
Kepemilikan individu atas ruang publik
c)
Kebebasan bertindak tanpa batas di tempat umum
d)
Hak manusia atas fasilitas sosial
e)
Tindakan simbolik tanpa nilai spiritual
53.
Larangan buang hajat di tempat umum menunjukkan bahwa Islam...
a)
Menjunjung tinggi sanitasi masyarakat dan pencegahan bahaya kesehatan publik
b)
Hanya mengatur kebersihan pribadi tanpa dimensi sosial
c)
Tidak mengatur kebersihan lingkungan
d)
Memberi kebebasan penuh di ruang publik
e)
Menganggap kebersihan bukan bagian dari ibadah
54.
Hadits tentang larangan menebang pohon sidrah tanpa hak mengandung prinsip...
a)
Konservasi ekologis sebagai bagian dari tanggung jawab ukhrawi manusia
b)
Pemanfaatan bebas terhadap sumber daya alam
c)
Kebolehan menebang pohon kapan pun dibutuhkan
d)
Peringatan moral yang tidak memiliki konsekuensi hukum
e)
Penegasan hak eksklusif atas sumber daya
55.
Makna ancaman neraka bagi penebang pohon dalam hadits Abu Dawud adalah...
a)
Tindakan merusak lingkungan dipandang sebagai dosa besar yang memiliki konsekuensi spiritual
b)
Hukuman duniawi bagi pelanggar aturan lingkungan
c)
Larangan simbolik yang tidak mengikat
d)
Ketetapan adat lokal mengenai penebangan pohon
e)
Teguran sosial bagi pelanggaran kecil
56.
Dalam hadits tentang penghijauan, Nabi SAW menegaskan bahwa menanam pohon...
a)
Bernilai sedekah berkelanjutan yang memberi manfaat bagi seluruh makhluk hidup
b)
Hanya bernilai ibadah jika pohon berbuah
c)
Tidak memiliki nilai ibadah jika untuk kepentingan duniawi
d)
Terbatas pada tanaman tertentu yang disukai masyarakat
e)
Sekadar bentuk kerja sosial tanpa nilai ukhrawi
57.
Prinsip “setiap pohon yang ditanam menjadi sedekah” menunjukkan bahwa...
a)
Islam memandang tindakan ekologis sebagai amal ibadah yang berkelanjutan
b)
Penanaman pohon hanya bernilai ekonomi
c)
Kegiatan lingkungan tidak termasuk ibadah
d)
Amal saleh terbatas pada ibadah ritual
e)
Alam tidak memiliki nilai spiritual
58.
Hadits tentang larangan membunuh hewan tanpa alasan mengajarkan...
a)
Akuntabilitas ekologis dan larangan melakukan kerusakan terhadap makhluk hidup
b)
Kebebasan manusia untuk memanfaatkan hewan tanpa batas
c)
Nilai moral hanya berlaku bagi manusia
d)
Hewan tidak termasuk ciptaan yang perlu dijaga
e)
Pembunuhan hewan tidak memiliki konsekuensi hukum
59.
Dalam konteks ekologi Islam, hadits larangan membunuh hewan sia-sia menegaskan...
a)
Perlakuan adil terhadap semua makhluk karena semuanya akan dimintai pertanggungjawaban
b)
Manusia dapat menentukan nilai hidup hewan
c)
Tanggung jawab moral terbatas pada sesama manusia
d)
Alam tidak memiliki hak moral
e)
Hewan diciptakan semata untuk kebutuhan manusia
60.
Hadits tentang pelestarian hayati “لَوْلا أَنَّ الْكِلَابَ أُمَّةٌ” menekankan bahwa...
a)
Setiap makhluk adalah bagian dari komunitas ciptaan Allah yang wajib dihormati
b)
Hewan tertentu boleh dibunuh tanpa pertimbangan
c)
Keberadaan hewan tidak memiliki nilai ibadah
d)
Pelestarian hanya berlaku bagi hewan ternak
e)
Islam tidak membicarakan keanekaragaman hayati
61.
Prinsip ekologis yang terkandung dalam larangan Rasul terhadap pembunuhan hewan tanpa sebab adalah...
a)
Pencegahan terhadap kerusakan ekosistem dan penghormatan terhadap kehidupan
b)
Hak penuh manusia atas hewan peliharaan
c)
Anjuran membatasi populasi satwa
d)
Kewajiban membunuh hewan demi kesehatan
e)
Pengendalian lingkungan secara politis
62.
Evaluasilah: “Hadits tentang kebersihan mencerminkan maqasid syariah dalam menjaga jiwa.”
a)
Benar, karena kebersihan berfungsi melindungi kesehatan publik sebagai bagian dari penjagaan jiwa
b)
Salah, karena maqasid hanya membahas ibadah
c)
Benar, karena kebersihan bersifat simbolik
d)
Salah, karena kesehatan bukan isu keagamaan
e)
Benar, karena kebersihan hanya berdampak sosial
63.
Dalam konteks PMI, hadits tentang penghijauan menjadi dasar untuk...
a)
Mengembangkan gerakan sosial berbasis masjid yang menanam nilai lingkungan sebagai ibadah
b)
Menjadikan lingkungan sebagai urusan negara
c)
Mengutamakan profit ekonomi dalam konservasi
d)
Menghapus dimensi spiritual dalam advokasi lingkungan
e)
Mengabaikan aspek sosial dakwah
64.
Analisislah: “Larangan Rasul SAW terhadap buang hajat sembarangan memiliki relevansi dengan sanitasi modern.”
a)
Benar, karena menunjukkan pentingnya kebersihan dan kesehatan publik dalam konteks sosial kontemporer
b)
Salah, karena konteks hadits hanya untuk masa lalu
c)
Benar, karena larangan tersebut bersifat simbolik
d)
Salah, karena tidak berkaitan dengan masyarakat modern
e)
Benar, karena kebersihan bersifat administratif
65.
Prinsip ihsan dalam hadits-hadits lingkungan bermakna...
a)
Melakukan kebaikan terhadap makhluk hidup dan alam sebagai bentuk penghambaan kepada Allah
b)
Memperlakukan hewan hanya sebagai objek ekonomi
c)
Ihsan terbatas pada hubungan sosial
d)
Alam tidak termasuk dalam dimensi kebaikan
e)
Kebaikan terhadap alam bersifat opsional
66.
Dalam perspektif fiqh, hadits tentang lingkungan menunjukkan bahwa...
a)
Sunnah Rasul berfungsi sebagai pedoman praktis dalam menjaga keseimbangan ekologi
b)
Hadits tidak memiliki hubungan dengan masalah lingkungan
c)
Nilai-nilai ekologis bersifat sekuler
d)
Fiqh lingkungan tidak memerlukan dasar hadits
e)
Pemeliharaan alam bukan bagian dari sunnah
67.
Prinsip amanah dalam hadits tentang lingkungan menuntut umat Islam untuk...
a)
Menjaga ciptaan Allah dengan penuh tanggung jawab moral, spiritual, dan sosial
b)
Memisahkan agama dari aktivitas lingkungan
c)
Mengutamakan kepentingan ekonomi pribadi
d)
Mengabaikan kesejahteraan makhluk hidup
e)
Menyerahkan tanggung jawab ekologis pada pemerintah
68.
Secara konseptual, hadits-hadits ekologis menegaskan bahwa...
a)
Menjaga lingkungan merupakan bagian dari pengamalan iman dan manifestasi ketaatan kepada Allah
b)
Iman tidak memiliki hubungan dengan lingkungan
c)
Pelestarian alam hanya bersifat simbolik
d)
Tanggung jawab ekologis tidak termasuk ajaran agama
e)
Etika lingkungan bersifat netral tanpa nilai ibadah
69.
Teologi lingkungan dalam Islam menegaskan bahwa...
a)
Menjaga alam merupakan bentuk penghambaan dan ketaatan kepada Allah SWT
b)
Alam hanyalah objek ekonomi tanpa nilai spiritual
c)
Pengelolaan lingkungan bersifat netral dari agama
d)
Tuhan tidak terlibat dalam urusan ekologis manusia
e)
Etika lingkungan hanya berdimensi sosial
70.
Hubungan antara Tuhan, manusia, dan alam dalam teologi lingkungan bersifat...
a)
Integral, di mana kerusakan satu unsur berdampak pada keseluruhan keseimbangan ciptaan
b)
Dualistik, karena manusia lebih tinggi dari alam
c)
Linear, dengan manusia sebagai pusat dari ciptaan
d)
Terpisah, karena alam bukan bagian dari kehidupan spiritual
e)
Sirkular, tetapi tanpa keterikatan moral
71.
Prinsip dasar teologi lingkungan Islam berpijak pada konsep...
a)
Tauhid, khilafah, dan amanah sebagai kerangka etika ekologis
b)
Kemandirian manusia dari kehendak ilahi
c)
Keunggulan manusia atas makhluk lainnya
d)
Rasionalitas tanpa landasan teologis
e)
Pemisahan antara iman dan tindakan ekologis
72.
Dalam pandangan teologi Islam, krisis lingkungan disebut krisis teologis karena...
a)
Terjadi akibat hilangnya kesadaran spiritual manusia terhadap amanah ilahi
b)
Disebabkan oleh kemajuan teknologi modern
c)
Tidak ada relevansinya dengan nilai agama
d)
Alam tidak memiliki hubungan dengan akidah
e)
Krisis hanya muncul dari sistem ekonomi
73.
Evaluasilah: “Khilafah dalam teologi lingkungan adalah legitimasi untuk eksploitasi alam.”
a)
Salah, karena khilafah adalah tanggung jawab menjaga keseimbangan ciptaan Allah
b)
Benar, karena manusia diberi kekuasaan penuh atas bumi
c)
Benar, karena penguasaan alam adalah hak kodrati
d)
Salah, karena alam tidak termasuk wilayah khilafah
e)
Benar, karena khilafah berarti otoritas bebas manusia
74.
Amanah dalam konteks teologi lingkungan bermakna...
a)
Tanggung jawab moral dan spiritual untuk memelihara ciptaan Allah dengan adil
b)
Hak mutlak untuk memanfaatkan bumi tanpa batas
c)
Kewenangan individu atas sumber daya alam
d)
Tanggung jawab simbolik tanpa konsekuensi hukum
e)
Amanah bersifat administratif dan duniawi
75.
Prinsip halal dan haram dalam pengelolaan alam menegaskan bahwa...
a)
Pemanfaatan sumber daya harus mengikuti etika syariah dan tidak menimbulkan kerusakan
b)
Halal hanya berlaku dalam konteks konsumsi makanan
c)
Alam bebas digunakan selama memberi manfaat
d)
Kaidah halal–haram tidak relevan bagi lingkungan
e)
Prinsip tersebut bersifat spiritual tanpa tuntutan sosial
76.
Tauhid ekologis dapat dimaknai sebagai...
a)
Kesadaran bahwa seluruh ciptaan terikat dalam satu kesatuan di bawah kehendak Allah
b)
Pemisahan antara iman dan perilaku ekologis
c)
Penyerahan total manusia pada kekuatan alam
d)
Keyakinan bahwa alam memiliki kekuatan otonom
e)
Pandangan bahwa alam diciptakan tanpa tujuan
77.
Prinsip mīzān (keseimbangan) dalam teologi lingkungan berarti...
a)
Menjaga proporsi dalam pemanfaatan alam agar tidak menimbulkan kerusakan ekologis
b)
Mempertahankan kekuasaan manusia atas sumber daya
c)
Menjaga keseimbangan ekonomi global
d)
Mengabaikan nilai spiritual dalam pengelolaan alam
e)
Menjadikan manusia pusat seluruh sistem
78.
Analisislah: “Materialisme menjadi penyebab utama kerusakan lingkungan.”
a)
Benar, karena mengabaikan nilai spiritual dan menjadikan alam sebagai objek ekonomi semata
b)
Salah, karena materialisme tidak berkaitan dengan etika
c)
Benar, karena Islam mendorong kepemilikan tanpa batas
d)
Salah, karena kerusakan lingkungan murni fenomena alam
e)
Benar, karena materialisme meningkatkan kesejahteraan sosial
79.
Dalam kerangka teologi lingkungan, akal manusia berfungsi untuk...
a)
Mengelola alam secara bijak sesuai petunjuk wahyu dan prinsip kemaslahatan
b)
Menentukan hukum alam tanpa panduan wahyu
c)
Mengutamakan efisiensi ekonomi di atas nilai moral
d)
Menghapus batas antara yang sakral dan profan
e)
Menguasai alam tanpa mempertimbangkan etika
80.
Konsep isrāf dalam etika lingkungan Islam bermakna...
a)
Larangan berlebihan dalam penggunaan sumber daya dan konsumsi materi
b)
Dorongan untuk meningkatkan produktivitas ekonomi
c)
Pemborosan sebagai wujud kemajuan peradaban
d)
Penggunaan alam secara bebas tanpa batas
e)
Etika yang hanya berlaku di bidang sosial
81.
Prinsip reuse, reduce, recycle sejalan dengan nilai Islam karena...
a)
Mengajarkan efisiensi dan tanggung jawab moral terhadap sumber daya ciptaan Allah
b)
Mendorong masyarakat hidup konsumtif dan modern
c)
Hanya berkaitan dengan kebijakan industri
d)
Tidak memiliki landasan dalam ajaran Islam
e)
Bersifat teknis tanpa dimensi spiritual
82.
Dalam konteks PMI, teologi lingkungan menjadi dasar untuk...
a)
Pemberdayaan masyarakat berbasis nilai spiritual dan keberlanjutan ekologis
b)
Pengembangan ekonomi tanpa memperhatikan alam
c)
Pemisahan agama dari kegiatan sosial
d)
Fokus pada kebijakan politik tanpa nilai etika
e)
Pelestarian alam semata untuk keuntungan
83.
Krisis teologis dalam lingkungan terjadi ketika...
a)
Manusia menempatkan dirinya sebagai pusat kekuasaan dan melupakan amanah ilahi
b)
Alam kehilangan kemampuan menyeimbangkan diri
c)
Agama tidak lagi membicarakan masalah sosial
d)
Tuhan menyerahkan alam sepenuhnya pada manusia
e)
Nilai moral dianggap tidak relevan dalam pembangunan
84.
Prinsip amanah ekologis bagi masyarakat Islam berarti...
a)
Setiap individu memiliki kewajiban spiritual menjaga keberlanjutan ciptaan Allah
b)
Amanah hanya berlaku bagi pemimpin masyarakat
c)
Lingkungan bukan tanggung jawab keagamaan
d)
Hanya negara yang wajib menjaga sumber daya
e)
Amanah bersifat pribadi tanpa kewajiban sosial
85.
Secara konseptual, teologi lingkungan menegaskan bahwa...
a)
Keimanan yang sejati harus tercermin dalam perilaku ekologis yang berkeadaban
b)
Akidah tidak berhubungan dengan etika lingkungan
c)
Tanggung jawab ekologis bukan bagian dari iman
d)
Alam hanyalah instrumen tanpa nilai moral
e)
Etika lingkungan bersifat sekuler
86.
Tokoh yang berperan besar dalam sistematisasi konsep maqashid syariah adalah...
a)
Al-Juwaini, Al-Ghazali, dan Asy-Syatibi
b)
Ibn Khaldun, Al-Farabi, dan Ibn Sina
c)
Al-Bukhari, Muslim, dan At-Tirmidzi
d)
Abu Hanifah, Malik, dan Syafi’i
e)
Al-Qurtubi, Al-Razi, dan Ibn Katsir
87.
Prinsip dasar maqashid syariah adalah...
a)
Menjaga lima kebutuhan pokok manusia demi kemaslahatan dunia dan akhirat
b)
Mengatur hubungan sosial secara simbolik
c)
Mengembangkan kebebasan individu tanpa batas hukum
d)
Menyusun struktur politik berbasis hukum adat
e)
Menentukan batas-batas kepemilikan pribadi
88.
Evaluasilah: “Menjaga lingkungan merupakan bagian dari penerapan maqashid syariah.”
a)
Benar, karena pelestarian lingkungan mendukung penjagaan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta
b)
Salah, karena maqashid tidak berkaitan dengan urusan ekologis
c)
Benar, karena maqashid hanya bersifat simbolik
d)
Salah, karena lingkungan bukan objek hukum Islam
e)
Benar, karena maqashid hanya fokus pada aspek ibadah
89.
Dalam konteks hifẓ ad-dīn, menjaga lingkungan berarti...
a)
Menjalankan perintah Allah untuk mencegah kerusakan bumi sebagai bagian dari keimanan
b)
Menghindari kegiatan ekonomi yang berisiko rugi
c)
Meninggalkan interaksi sosial dengan alam
d)
Menolak campur tangan agama dalam ekologi
e)
Mengutamakan ibadah ritual di atas etika sosial
90.
Hifẓ an-nafs (menjaga jiwa) memiliki relevansi ekologis karena...
a)
Kerusakan lingkungan dapat mengancam keselamatan dan kesehatan manusia
b)
Jiwa manusia tidak terkait dengan kondisi alam
c)
Pelestarian lingkungan hanya bersifat simbolik
d)
Hifẓ an-nafs hanya berkaitan dengan ibadah mahdhah
e)
Lingkungan tidak berpengaruh terhadap kehidupan
91.
Prinsip hifẓ an-nasl menuntut umat Islam untuk...
a)
Menjaga kualitas lingkungan demi keberlangsungan generasi masa depan
b)
Mengutamakan kepentingan ekonomi daripada pelestarian
c)
Mengabaikan dampak ekologis bagi keturunan
d)
Membatasi hak generasi berikutnya atas sumber daya
e)
Menjadikan pembangunan sebagai prioritas tunggal
92.
Dalam konteks maqashid syariah, hifẓ al-‘aql mengandung makna bahwa...
a)
Akal sehat mendorong kesadaran ekologis dan pengelolaan sumber daya secara bijak
b)
Akal manusia bebas dari tanggung jawab moral
c)
Penggunaan akal terbatas pada masalah ibadah ritual
d)
Alam tidak termasuk objek pemikiran rasional
e)
Akal hanya digunakan untuk kepentingan duniawi
93.
Hifẓ al-māl (menjaga harta) dalam perspektif lingkungan menegaskan bahwa...
a)
Sumber daya alam merupakan kekayaan bersama yang harus dijaga dari eksploitasi berlebihan
b)
Harta bersifat pribadi tanpa kewajiban sosial
c)
Alam bukan bagian dari kepemilikan umat manusia
d)
Kekayaan duniawi lebih penting daripada keseimbangan alam
e)
Eksploitasi sumber daya menunjukkan keberhasilan ekonomi
94.
Prinsip maqashid al-‘ammah berarti...
a)
Tujuan umum dari seluruh hukum Islam untuk menjaga kemaslahatan umat manusia
b)
Tujuan hukum yang bersifat teknis dan terbatas
c)
Hukum yang berkaitan dengan urusan muamalah saja
d)
Prinsip sosial yang bersifat lokal dan temporal
e)
Kaidah ijtihad yang bersumber dari adat masyarakat
95.
Prinsip maqashid al-khassah berfokus pada...
a)
Tujuan hukum Islam dalam bidang tertentu seperti muamalah dan keluarga
b)
Ketetapan sosial yang bersifat universal
c)
Prinsip hukum tanpa konteks praktis
d)
Peraturan politik dalam pemerintahan Islam
e)
Hukum yang hanya mengatur aspek ibadah mahdhah
96.
Prinsip maqashid al-juz’iyyah bermakna...
a)
Tujuan spesifik dari setiap hukum yang ditetapkan untuk mencapai maslahat tertentu
b)
Kaidah umum yang berlaku dalam semua bidang
c)
Ketentuan administratif dalam pemerintahan
d)
Prinsip moral tanpa dasar hukum
e)
Perintah sosial yang tidak mengikat secara hukum
97.
Keterkaitan maqashid syariah dengan ekonomi hijau dapat dilihat dari...
a)
Tujuan syariah untuk mencapai keberlanjutan, keadilan, dan keberkahan dalam kegiatan ekonomi
b)
Penolakan Islam terhadap semua bentuk kegiatan ekonomi
c)
Pemisahan nilai agama dari sistem ekonomi
d)
Penggunaan sumber daya tanpa batas moral
e)
Dominasi keuntungan atas nilai kemaslahatan
98.
Dalam konteks PMI, penerapan maqashid syariah menuntut...
a)
Pengembangan program pemberdayaan masyarakat berbasis kemaslahatan ekologis
b)
Fokus pada pembangunan ekonomi tanpa dimensi sosial
c)
Pemisahan nilai agama dari kegiatan sosial
d)
Kegiatan dakwah tanpa orientasi kemaslahatan
e)
Pembatasan peran masyarakat dalam pelestarian
99.
Prinsip jalb al-masālih wa dar’ al-mafāsid bermakna...
a)
Mendatangkan manfaat dan menolak kerusakan sebagai orientasi utama hukum Islam
b)
Meningkatkan keuntungan tanpa memperhatikan dampak sosial
c)
Mengutamakan kepentingan ekonomi jangka pendek
d)
Menolak perubahan dalam sistem sosial
e)
Mengesampingkan maslahat demi stabilitas politik
100.
Secara konseptual, maqashid syariah mengajarkan bahwa...
a)
Menjaga kelestarian lingkungan adalah bagian dari menjaga kehidupan manusia dan keseimbangan alam
b)
Alam dan agama merupakan dua entitas yang terpisah
c)
Pelestarian lingkungan bukan bagian dari hukum Islam
d)
Kemaslahatan hanya terbatas pada kepentingan individu
e)
Ekologi tidak termasuk dalam cakupan syariat
Reset
