wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal Kaidah Tafsir dalam Alquran Paket B

Total questions: 15

Worksheet time: 15mins

Name
Class
Date
1.

Kata kaidah secara bahasa berarti...

a)

Aturan tambahan

b)

Dasar atau asal sesuatu

c)

Bentuk jamak dari tafsir

d)

Ilmu pengetahuan

e)

Sumber hukum

2.

Kata ganti (dhamir) dalam Al-Qur’an berfungsi untuk...

a)

Menambah panjang kalimat

b)

Meringkas dan memperindah bahasa

c)

Menyebut nama Allah secara berulang

d)

Menandai ayat Makkiyah

e)

Menunjukkan hukum tertentu

3.

Mu’annats haqiqi ditandai oleh...

a)

Huruf ya di akhir kata

b)

Kemampuan melahirkan atau bertelur

c)

Tidak memiliki tanda khusus

d)

Mengandung makna jamak

e)

Huruf nun di akhir kata

4.

Kata ma’rifah menunjukkan sesuatu yang...

a)

Tidak terbatas

b)

Tidak dikenal

c)

Jelas dan tertentu

d)

Baru dikenal

e)

Tidak bisa diterjemahkan

5.

Isim jenis dalam bentuk muannats menunjukkan...

a)

Jenis tunggal

b)

Jenis jamak atau banyak

c)

Jenis tidak terbatas

d)

Jenis tertentu

e)

Jenis tunggal dan jamak

6.

Dalam QS. Al-Baqarah: 168 (يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ), dhamir “هُ” mencela marji’ yaitu...

a)

Manusia

b)

Malaikat

c)

Setan

d)

Rasul

e)

Jin

7.

Fungsi isim ma’rifah dengan “ism isyarah” adalah...

a)

Menunjukkan hal yang tidak diketahui

b)

Mengulang kata sebelumnya

c)

Menjelaskan kedekatan atau kejauhan sesuatu

d)

Menggantikan kata kerja

e)

Menunjukkan jumlah benda

8.

Dalam kaidah mu’annats majazi, huruf “ta” tainis boleh dibuang bila...

a)

Tidak ada fi’il

b)

Ada pemisah antara fi’il dan fa’il

c)

Fi’ilnya jamak

d)

Kata tersebut isim muannats haqiqi

e)

Kata berakhiran alif

9.

Dhamir ghaibah kembali kepada mashdar hasil ta’wil dari fi’il sebelumnya, misalnya dalam QS. Al-Maidah: 8 (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلَّا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ), dhamir “هو” kembali pada...

a)

العدل

b)

التقوى

c)

الإيمان

d)

العلم

e)

العمل

10.

Alasan kata “al-ardh” tidak pernah disebut bentuk jamaknya adalah karena...

a)

Tidak memiliki jamak

b)

Menunjukkan bumi tunggal

c)

Sulit dilafalkan sehingga mengurangi kefasihan

d)

Sudah menjadi istilah tetap

e)

Mengandung makna simbolik

11.

Dalam konteks tafsir, ta’rif dengan “ism maushul” digunakan untuk...

a)

Menyembunyikan nama yang sebenarnya

b)

Mengulangi kata sebelumnya

c)

Menunjukkan perintah

d)

Menjelaskan makna majazi

e)

Menyatakan sifat jamak

12.

Dalam kaidah pertanyaan dan jawaban, QS. Al-Isra: 85 (وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا) termasuk contoh bahwa...

a)

Jawaban lebih luas dari pertanyaannya

b)

Jawaban merupakan pertanyaan itu sendiri

c)

Jawaban melenceng dari pertanyaan

d)

Jawaban membingungkan penanya

e)

Jawaban terlalu detail

13.

Jika pengulangan terjadi antara ma’rifah dan nakirah, makna yang dihasilkan tergantung pada...

a)

Tanda harakat

b)

Jumlah ayat

c)

Qarinah (indikator konteks)

d)

Dhamir

e)

Huruf jar

14.

Dalam konteks tafsir, penggunaan nakirah pada QS. Al-Baqarah: 279 (فَاِنْ لَّمْ تَفْعَلُوْا فَأْذَنُوْا بِحَرْبٍ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖۚ وَاِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوْسُ اَمْوَالِكُمْۚ لَا تَظْلِمُوْنَ وَلَا تُظْلَمُوْنَ ۝٢٧٩) menunjukkan...

a)

Keagungan

b)

Dahsyatnya ancaman

c)

Makna sedikit

d)

Keberkahan

e)

Makna umum

15.

Pemahaman terhadap seluruh kaidah tafsir menjadikan seorang mufassir...

a)

Mampu berijtihad dalam hukum

b)

Menjadi ahli bahasa

c)

Mampu menafsirkan ayat dengan metodologi ilmiah yang benar

d)

Menjadi hafizh Al-Qur’an

e)

Menguasai seluruh cabang fikih