Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2

Total questions: 25

Worksheet time: 1hrs 14mins

Name
Class
Date
1.

Lampu minyak berkedip-kedip di dalam tenda kanvas yang pengap, menebarkan bayangan gemetar pada peta separuh jadi yang terbentang di atas peti kayu. Tangan Kenzo, yang kapalan dan berlumur jelaga, dengan hati-hati menggoreskan pena bulu di atas perkamen. Di luar, suara- suara asing dari hutan belantara Borneo menggema—pekik serangga dan panggilan burung nokturnal yang tak dikenalnya. Sudah enam bulan ia memimpin ekspedisi ini, meninggalkan kenyamanan Batavia demi menunaikan titah Gubernur Jenderal: memetakan jantung pulau yang masih menjadi ruang kosong misterius di arsip VOC.

Ia teringat lagi tatapan sinis Tuan Hoorn, saudagar kaya di dewan penyandang dana. "Bawa pulang peta jalur rempah dan tambang emas, bukan sketsa monyet dan bunga aneh," begitu pesannya yang dingin. Bagi mereka, ekspedisi ini adalah investasi. Setiap jengkal tanah yang dipetakan harus memiliki nilai gulden. Namun bagi Kenzo, ini lebih dari sekadar bisnis. Setiap kontur gunung yang ia sketsa, setiap kelok sungai yang ia gambar, adalah sebentuk persembahan bagi ilmu


pengetahuan. Ia tidak sedang memetakan komoditas; ia sedang merekam sebuah dunia yang belum terjamah, sebuah keagungan alam yang tak ternilai harganya.

Berdasarkan deskripsi dalam teks, latar tempat dan waktu yang paling tepat untuk adegan tersebut adalah ....

a)

sebuah perpustakaan di Batavia pada siang hari

b)

sebuah kapal dagang VOC di tengah laut pada malam hari

c)

sebuah tenda ekspedisi di pedalaman Kalimantan pada malam hari

d)

sebuah ruang rapat di kantor Gubernur Jenderal pada pagi hari

e)

sebuah pasar rempah di pesisir Borneo pada sore hari.

2.

Lampu minyak berkedip-kedip di dalam tenda kanvas yang pengap, menebarkan bayangan gemetar pada peta separuh jadi yang terbentang di atas peti kayu. Tangan Kenzo, yang kapalan dan berlumur jelaga, dengan hati-hati menggoreskan pena bulu di atas perkamen. Di luar, suara- suara asing dari hutan belantara Borneo menggema—pekik serangga dan panggilan burung nokturnal yang tak dikenalnya. Sudah enam bulan ia memimpin ekspedisi ini, meninggalkan kenyamanan Batavia demi menunaikan titah Gubernur Jenderal: memetakan jantung pulau yang masih menjadi ruang kosong misterius di arsip VOC.

Ia teringat lagi tatapan sinis Tuan Hoorn, saudagar kaya di dewan penyandang dana. "Bawa pulang peta jalur rempah dan tambang emas, bukan sketsa monyet dan bunga aneh," begitu pesannya yang dingin. Bagi mereka, ekspedisi ini adalah investasi. Setiap jengkal tanah yang dipetakan harus memiliki nilai gulden. Namun bagi Kenzo, ini lebih dari sekadar bisnis. Setiap kontur gunung yang ia sketsa, setiap kelok sungai yang ia gambar, adalah sebentuk persembahan bagi ilmu
pengetahuan. Ia tidak sedang memetakan komoditas; ia sedang merekam sebuah dunia yang belum terjamah, sebuah keagungan alam yang tak ternilai harganya.

Konflik utama yang dialami oleh tokoh Kenzo dalam kutipan tersebut adalah ....

a)

pertarungan melawan suku pedalaman yang menentang ekspedisinya

b)

kesulitan teknis dalam membuat peta dengan peralatan sederhana

c)

pertentangan antara tujuan pribadinya yang ilmiah dan tuntutan komersial dari penyandang dananya

d)

ketakutan terhadap binatang buas yang mengancam keselamatan timnya

e)

persaingan dengan kartografer lain untuk menjadi yang pertama memetakan Borneo

3.

Lampu minyak berkedip-kedip di dalam tenda kanvas yang pengap, menebarkan bayangan gemetar pada peta separuh jadi yang terbentang di atas peti kayu. Tangan Kenzo, yang kapalan dan berlumur jelaga, dengan hati-hati menggoreskan pena bulu di atas perkamen. Di luar, suara- suara asing dari hutan belantara Borneo menggema—pekik serangga dan panggilan burung nokturnal yang tak dikenalnya. Sudah enam bulan ia memimpin ekspedisi ini, meninggalkan kenyamanan Batavia demi menunaikan titah Gubernur Jenderal: memetakan jantung pulau yang masih menjadi ruang kosong misterius di arsip VOC.

Ia teringat lagi tatapan sinis Tuan Hoorn, saudagar kaya di dewan penyandang dana. "Bawa pulang peta jalur rempah dan tambang emas, bukan sketsa monyet dan bunga aneh," begitu pesannya yang dingin. Bagi mereka, ekspedisi ini adalah investasi. Setiap jengkal tanah yang dipetakan harus memiliki nilai gulden. Namun bagi Kenzo, ini lebih dari sekadar bisnis. Setiap kontur gunung yang ia sketsa, setiap kelok sungai yang ia gambar, adalah sebentuk persembahan bagi ilmu
pengetahuan. Ia tidak sedang memetakan komoditas; ia sedang merekam sebuah dunia yang belum terjamah, sebuah keagungan alam yang tak ternilai harganya.

Frasa "sketsa monyet dan bunga aneh" yang diucapkan Tuan Hoorn berfungsi untuk ....

a)

menunjukkan ketertarikannya pada keanekaragaman hayati Borneo

b)

memberi perintah spesifik kepada Kenzo tentang flora dan fauna yang harus digambar

c)

menggambarkan ketidakpedulian dan pandangan remehnya terhadap nilai ilmiah dan keindahan alam

d)

memuji kemampuan Kenzo dalam membuat sketsa yang detail dan akurat

e)

mengungkapkan kekhawatirannya bahwa Kenzo akan membuang-buang waktu untuk hal yang tidak penting

4.

Lampu minyak berkedip-kedip di dalam tenda kanvas yang pengap, menebarkan bayangan gemetar pada peta separuh jadi yang terbentang di atas peti kayu. Tangan Kenzo, yang kapalan dan berlumur jelaga, dengan hati-hati menggoreskan pena bulu di atas perkamen. Di luar, suara- suara asing dari hutan belantara Borneo menggema—pekik serangga dan panggilan burung nokturnal yang tak dikenalnya. Sudah enam bulan ia memimpin ekspedisi ini, meninggalkan kenyamanan Batavia demi menunaikan titah Gubernur Jenderal: memetakan jantung pulau yang masih menjadi ruang kosong misterius di arsip VOC.

Ia teringat lagi tatapan sinis Tuan Hoorn, saudagar kaya di dewan penyandang dana. "Bawa pulang peta jalur rempah dan tambang emas, bukan sketsa monyet dan bunga aneh," begitu pesannya yang dingin. Bagi mereka, ekspedisi ini adalah investasi. Setiap jengkal tanah yang dipetakan harus memiliki nilai gulden. Namun bagi Kenzo, ini lebih dari sekadar bisnis. Setiap kontur gunung yang ia sketsa, setiap kelok sungai yang ia gambar, adalah sebentuk persembahan bagi ilmu
pengetahuan. Ia tidak sedang memetakan komoditas; ia sedang merekam sebuah dunia yang belum terjamah, sebuah keagungan alam yang tak ternilai harganya.

Manakah pernyataan-pernyataan berikut yang secara akurat mencerminkan nilai atau keyakinan yang dipegang oleh tokoh Kenzo?

Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.

a)

Keuntungan finansial adalah tujuan akhir dari setiap ekspedisi.

b)

Pengetahuan dan penemuan memiliki nilai intrinsik yang lebih tinggi daripada kekayaan materi.

c)

Tugas memetakan wilayah tak dikenal adalah sebuah tanggung jawab yang mulia.

d)

Menghindari risiko dan tetap berada di zona nyaman adalah pilihan yang lebih bijak.

5.

Lampu minyak berkedip-kedip di dalam tenda kanvas yang pengap, menebarkan bayangan gemetar pada peta separuh jadi yang terbentang di atas peti kayu. Tangan Kenzo, yang kapalan dan berlumur jelaga, dengan hati-hati menggoreskan pena bulu di atas perkamen. Di luar, suara- suara asing dari hutan belantara Borneo menggema—pekik serangga dan panggilan burung nokturnal yang tak dikenalnya. Sudah enam bulan ia memimpin ekspedisi ini, meninggalkan kenyamanan Batavia demi menunaikan titah Gubernur Jenderal: memetakan jantung pulau yang masih menjadi ruang kosong misterius di arsip VOC.

Ia teringat lagi tatapan sinis Tuan Hoorn, saudagar kaya di dewan penyandang dana. "Bawa pulang peta jalur rempah dan tambang emas, bukan sketsa monyet dan bunga aneh," begitu pesannya yang dingin. Bagi mereka, ekspedisi ini adalah investasi. Setiap jengkal tanah yang dipetakan harus memiliki nilai gulden. Namun bagi Kenzo, ini lebih dari sekadar bisnis. Setiap kontur gunung yang ia sketsa, setiap kelok sungai yang ia gambar, adalah sebentuk persembahan bagi ilmu
pengetahuan. Ia tidak sedang memetakan komoditas; ia sedang merekam sebuah dunia yang belum terjamah, sebuah keagungan alam yang tak ternilai harganya.

Kalimat terakhir, "ia sedang merekam sebuah dunia yang belum terjamah, sebuah keagungan alam yang tak ternilai harganya," bertujuan untuk membangkitkan perasaan  pada pembaca berupa perasaan ....

a)

ketakutan dan kengerian

b)

keserakahan dan ambisi

c)

kekaguman dan penghormatan

d)

kekecewaan dan penyesalan

e)

kebingungan dan keraguan

6.

(1)  Manusia seringkali menganggap dirinya sebagai makhluk rasional. Namun, penelitian dalam psikologi kognitif menunjukkan bahwa proses pengambilan keputusan kita seringkali dipengaruhi oleh bias kognitif, yaitu pola pikir sistematis yang menyimpang dari logika dan penilaian objektif. Bias ini berfungsi sebagai jalan pintas mental (heuristic) yang memungkinkan kita mengambil keputusan dengan cepat, tetapi seringkali mengorbankan akurasi dan dapat menjerumuskan kita pada kesalahan berpikir.

(2)  Salah satu bias yang paling umum adalah bias konfirmasi (confirmation bias). Ini adalah kecenderungan untuk mencari, menafsirkan, dan mengingat informasi yang hanya mendukung keyakinan atau hipotesis yang sudah kita miliki. Sebagai contoh, seseorang yang meyakini bahwa perubahan iklim adalah hoaks akan cenderung hanya membaca artikel dan mengikuti akun media sosial yang menyuarakan pandangan serupa, sambil mengabaikan data ilmiah dari sumber- sumber kredibel yang bertentangan dengan keyakinannya.

(3)  Bias lain yang kuat pengaruhnya adalah heuristik ketersediaan (availability heuristic). Bias ini terjadi ketika kita melebih-lebihkan pentingnya informasi yang paling mudah muncul di benak kita. Misalnya, setelah melihat berita tentang kecelakaan pesawat, seseorang mungkin akan merasa lebih takut terbang daripada mengendarai mobil, padahal secara statistik, risiko kecelakaan mobil jauh lebih tinggi. Berita kecelakaan pesawat yang dramatis lebih mudah diingat dan lebih "tersedia" di memori, sehingga memengaruhi persepsi kita terhadap risiko.

(4)  Memahami keberadaan bias-bias ini adalah langkah pertama yang krusial untuk melawannya. Dengan menyadari kecenderungan alami otak kita untuk mengambil jalan pintas, kita dapat secara sadar melatih diri untuk berpikir lebih kritis, mencari sudut pandang yang berlawanan, dan mendasarkan keputusan pada data yang komprehensif, bukan hanya pada informasi yang terasa nyaman atau yang paling mudah diingat.

Pola organisasi gagasan yang paling tepat untuk teks di atas adalah ....

a)

Pengenalan suatu masalah -> Pemaparan solusi A -> Pemaparan solusi B -> Kesimpulan

b)

Definisi umum suatu konsep -> Penjelasan contoh spesifik pertama -> Penjelasan contoh spesifik kedua -> Saran untuk mitigasi

c)

Pernyataan tesis -> Argumen pendukung pertama -> Argumen pendukung kedua -> Argumen yang melemahkan tesis

d)

Latar belakang historis -> Perkembangan saat ini -> Prediksi masa depan -> Kritik terhadap konsep

e)

Perbandingan dua konsep yang berbeda -> Analisis kelebihan masing-masing -> Analisis kekurangan masing-masing -> Sintesis

7.

(1)  Manusia seringkali menganggap dirinya sebagai makhluk rasional. Namun, penelitian dalam psikologi kognitif menunjukkan bahwa proses pengambilan keputusan kita seringkali dipengaruhi oleh bias kognitif, yaitu pola pikir sistematis yang menyimpang dari logika dan penilaian objektif. Bias ini berfungsi sebagai jalan pintas mental (heuristic) yang memungkinkan kita mengambil keputusan dengan cepat, tetapi seringkali mengorbankan akurasi dan dapat menjerumuskan kita pada kesalahan berpikir.

(2)  Salah satu bias yang paling umum adalah bias konfirmasi (confirmation bias). Ini adalah kecenderungan untuk mencari, menafsirkan, dan mengingat informasi yang hanya mendukung keyakinan atau hipotesis yang sudah kita miliki. Sebagai contoh, seseorang yang meyakini bahwa perubahan iklim adalah hoaks akan cenderung hanya membaca artikel dan mengikuti akun media sosial yang menyuarakan pandangan serupa, sambil mengabaikan data ilmiah dari sumber- sumber kredibel yang bertentangan dengan keyakinannya.

(3)  Bias lain yang kuat pengaruhnya adalah heuristik ketersediaan (availability heuristic). Bias ini terjadi ketika kita melebih-lebihkan pentingnya informasi yang paling mudah muncul di benak kita. Misalnya, setelah melihat berita tentang kecelakaan pesawat, seseorang mungkin akan merasa lebih takut terbang daripada mengendarai mobil, padahal secara statistik, risiko kecelakaan mobil jauh lebih tinggi. Berita kecelakaan pesawat yang dramatis lebih mudah diingat dan lebih "tersedia" di memori, sehingga memengaruhi persepsi kita terhadap risiko.

(4)  Memahami keberadaan bias-bias ini adalah langkah pertama yang krusial untuk melawannya. Dengan menyadari kecenderungan alami otak kita untuk mengambil jalan pintas, kita dapat secara sadar melatih diri untuk berpikir lebih kritis, mencari sudut pandang yang berlawanan, dan mendasarkan keputusan pada data yang komprehensif, bukan hanya pada informasi yang terasa nyaman atau yang paling mudah diingat.

Perbedaan mendasar antara bias konfirmasi dan heuristik ketersediaan sebagaimana dijelaskan dalam teks adalah ....

a)

Bias konfirmasi berkaitan dengan cara kita mencari dan memfilter informasi, sedangkan heuristik ketersediaan berkaitan dengan informasi apa yang paling mudah kita ingat.

b)

Bias konfirmasi terjadi karena faktor emosional, sedangkan heuristik ketersediaan terjadi karena faktor logika.

c)

Bias konfirmasi hanya terjadi dalam konteks politik, sedangkan heuristik ketersediaan terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

d)

Bias konfirmasi adalah kesalahan berpikir yang disengaja, sedangkan heuristik ketersediaan adalah kesalahan yang tidak disengaja.

e)

Bias konfirmasi selalu menghasilkan keputusan yang salah, sedangkan heuristik ketersediaan kadang bisa benar.

8.

(1)  Manusia seringkali menganggap dirinya sebagai makhluk rasional. Namun, penelitian dalam psikologi kognitif menunjukkan bahwa proses pengambilan keputusan kita seringkali dipengaruhi oleh bias kognitif, yaitu pola pikir sistematis yang menyimpang dari logika dan penilaian objektif. Bias ini berfungsi sebagai jalan pintas mental (heuristic) yang memungkinkan kita mengambil keputusan dengan cepat, tetapi seringkali mengorbankan akurasi dan dapat menjerumuskan kita pada kesalahan berpikir.

(2)  Salah satu bias yang paling umum adalah bias konfirmasi (confirmation bias). Ini adalah kecenderungan untuk mencari, menafsirkan, dan mengingat informasi yang hanya mendukung keyakinan atau hipotesis yang sudah kita miliki. Sebagai contoh, seseorang yang meyakini bahwa perubahan iklim adalah hoaks akan cenderung hanya membaca artikel dan mengikuti akun media sosial yang menyuarakan pandangan serupa, sambil mengabaikan data ilmiah dari sumber- sumber kredibel yang bertentangan dengan keyakinannya.

(3)  Bias lain yang kuat pengaruhnya adalah heuristik ketersediaan (availability heuristic). Bias ini terjadi ketika kita melebih-lebihkan pentingnya informasi yang paling mudah muncul di benak kita. Misalnya, setelah melihat berita tentang kecelakaan pesawat, seseorang mungkin akan merasa lebih takut terbang daripada mengendarai mobil, padahal secara statistik, risiko kecelakaan mobil jauh lebih tinggi. Berita kecelakaan pesawat yang dramatis lebih mudah diingat dan lebih "tersedia" di memori, sehingga memengaruhi persepsi kita terhadap risiko.

(4)  Memahami keberadaan bias-bias ini adalah langkah pertama yang krusial untuk melawannya. Dengan menyadari kecenderungan alami otak kita untuk mengambil jalan pintas, kita dapat secara sadar melatih diri untuk berpikir lebih kritis, mencari sudut pandang yang berlawanan, dan mendasarkan keputusan pada data yang komprehensif, bukan hanya pada informasi yang terasa nyaman atau yang paling mudah diingat.

Seorang manajer personalia cenderung merekrut kandidat dari almamater yang sama dengannya karena ia merasa lulusan dari sana "pasti berkualitas", sambil kurang memperhatikan kandidat lain yang mungkin lebih kompeten.

Berdasarkan teks, apakah tindakan manajer tersebut mencerminkan salah satu bias kognitif yang dibahas? Tentukan Tepat atau Tidak Tepat untuk setiap pernyataan.

Categorize the following

Tindakan manajer contoh nyata dari bias konfirmasi, karena ia mencari bukti penguat.

Tindakan manajer contoh heuristik ketersediaan, karena informasi almamaternya mudah diakses.

Tindakan tersebut menunjukkan manajer telah melakukan proses seleksi yang objektif dan adil.

Tepat
Tidak Tepat
9.

(1)  Manusia seringkali menganggap dirinya sebagai makhluk rasional. Namun, penelitian dalam psikologi kognitif menunjukkan bahwa proses pengambilan keputusan kita seringkali dipengaruhi oleh bias kognitif, yaitu pola pikir sistematis yang menyimpang dari logika dan penilaian objektif. Bias ini berfungsi sebagai jalan pintas mental (heuristic) yang memungkinkan kita mengambil keputusan dengan cepat, tetapi seringkali mengorbankan akurasi dan dapat menjerumuskan kita pada kesalahan berpikir.

(2)  Salah satu bias yang paling umum adalah bias konfirmasi (confirmation bias). Ini adalah kecenderungan untuk mencari, menafsirkan, dan mengingat informasi yang hanya mendukung keyakinan atau hipotesis yang sudah kita miliki. Sebagai contoh, seseorang yang meyakini bahwa perubahan iklim adalah hoaks akan cenderung hanya membaca artikel dan mengikuti akun media sosial yang menyuarakan pandangan serupa, sambil mengabaikan data ilmiah dari sumber- sumber kredibel yang bertentangan dengan keyakinannya.

(3)  Bias lain yang kuat pengaruhnya adalah heuristik ketersediaan (availability heuristic). Bias ini terjadi ketika kita melebih-lebihkan pentingnya informasi yang paling mudah muncul di benak kita. Misalnya, setelah melihat berita tentang kecelakaan pesawat, seseorang mungkin akan merasa lebih takut terbang daripada mengendarai mobil, padahal secara statistik, risiko kecelakaan mobil jauh lebih tinggi. Berita kecelakaan pesawat yang dramatis lebih mudah diingat dan lebih "tersedia" di memori, sehingga memengaruhi persepsi kita terhadap risiko.

(4)  Memahami keberadaan bias-bias ini adalah langkah pertama yang krusial untuk melawannya. Dengan menyadari kecenderungan alami otak kita untuk mengambil jalan pintas, kita dapat secara sadar melatih diri untuk berpikir lebih kritis, mencari sudut pandang yang berlawanan, dan mendasarkan keputusan pada data yang komprehensif, bukan hanya pada informasi yang terasa nyaman atau yang paling mudah diingat.

Kata kredibel pada kalimat "...mengabaikan data ilmiah dari sumber-sumber kredibel..." memiliki makna ....

a)

populer

b)

baru

c)

mahal

d)

dapat dipercaya

e)

mudah diakses

10.

(1)  Manusia seringkali menganggap dirinya sebagai makhluk rasional. Namun, penelitian dalam psikologi kognitif menunjukkan bahwa proses pengambilan keputusan kita seringkali dipengaruhi oleh bias kognitif, yaitu pola pikir sistematis yang menyimpang dari logika dan penilaian objektif. Bias ini berfungsi sebagai jalan pintas mental (heuristic) yang memungkinkan kita mengambil keputusan dengan cepat, tetapi seringkali mengorbankan akurasi dan dapat menjerumuskan kita pada kesalahan berpikir.

(2)  Salah satu bias yang paling umum adalah bias konfirmasi (confirmation bias). Ini adalah kecenderungan untuk mencari, menafsirkan, dan mengingat informasi yang hanya mendukung keyakinan atau hipotesis yang sudah kita miliki. Sebagai contoh, seseorang yang meyakini bahwa perubahan iklim adalah hoaks akan cenderung hanya membaca artikel dan mengikuti akun media sosial yang menyuarakan pandangan serupa, sambil mengabaikan data ilmiah dari sumber- sumber kredibel yang bertentangan dengan keyakinannya.

(3)  Bias lain yang kuat pengaruhnya adalah heuristik ketersediaan (availability heuristic). Bias ini terjadi ketika kita melebih-lebihkan pentingnya informasi yang paling mudah muncul di benak kita. Misalnya, setelah melihat berita tentang kecelakaan pesawat, seseorang mungkin akan merasa lebih takut terbang daripada mengendarai mobil, padahal secara statistik, risiko kecelakaan mobil jauh lebih tinggi. Berita kecelakaan pesawat yang dramatis lebih mudah diingat dan lebih "tersedia" di memori, sehingga memengaruhi persepsi kita terhadap risiko.

(4)  Memahami keberadaan bias-bias ini adalah langkah pertama yang krusial untuk melawannya. Dengan menyadari kecenderungan alami otak kita untuk mengambil jalan pintas, kita dapat secara sadar melatih diri untuk berpikir lebih kritis, mencari sudut pandang yang berlawanan, dan mendasarkan keputusan pada data yang komprehensif, bukan hanya pada informasi yang terasa nyaman atau yang paling mudah diingat.

Tujuan utama penulis menyajikan teks ini adalah untuk ....

a)

membuktikan bahwa manusia adalah makhluk yang sepenuhnya irasional.

b)

memberikan panduan teknis untuk menghilangkan semua bias kognitif.

c)

meningkatkan kesadaran pembaca tentang adanya "jebakan berpikir" agar dapat mengambil keputusan yang lebih baik.

d)

mengkritik para psikolog karena gagal menemukan solusi untuk bias kognitif.

e)

membandingkan tingkat kecerdasan orang yang rentan dan tidak rentan terhadap bias kognitif.

11.

Rumah Kayu di Tepi Senja

Di punggung bukit karang yang bisu,

Berdiri ia, rumah kayu lapuk dimakan waktu.

Jendelanya menatap laut tanpa jemu,

Menghitung ombak yang datang dan berlalu.

Dindingnya mendengar bisik angin payau,

Menyimpan gema dari setiap musim kemarau.

Pernah ada tawa dan duka yang meresap ke dalam jiwa kayu,
Kini hanya sunyi yang setia menjadi tamu.

Langkah seorang nelayan pernah mengisi lantainya,

Disambut senyum istri di ambang pintunya.

Kisah mereka terukir tanpa kata,

Pada tiang-tiang yang kian renta.

Maka berdirilah ia, sebagai tugu kenangan,

Menjaga martabat hidup dalam kesederhanaan.

Sebuah pelajaran hening tentang ketabahan,

Bahwa yang fana pun bisa menyimpan keabadian.

Suasana yang paling dominan ingin dibangun oleh penyair dalam puisi tersebut adalah ....

a)

kemarahan dan pemberontakan

b)

kegembiraan dan keriangan

c)

ketakutan dan kengerian

d)

kekhidmatan dan nostalgia

e)

kebingungan dan kegelisahan

12.

Rumah Kayu di Tepi Senja

Di punggung bukit karang yang bisu,

Berdiri ia, rumah kayu lapuk dimakan waktu.

Jendelanya menatap laut tanpa jemu,

Menghitung ombak yang datang dan berlalu.

Dindingnya mendengar bisik angin payau,

Menyimpan gema dari setiap musim kemarau.

Pernah ada tawa dan duka yang meresap ke dalam jiwa kayu,
Kini hanya sunyi yang setia menjadi tamu.

Langkah seorang nelayan pernah mengisi lantainya,

Disambut senyum istri di ambang pintunya.

Kisah mereka terukir tanpa kata,

Pada tiang-tiang yang kian renta.

Maka berdirilah ia, sebagai tugu kenangan,

Menjaga martabat hidup dalam kesederhanaan.

Sebuah pelajaran hening tentang ketabahan,

Bahwa yang fana pun bisa menyimpan keabadian.

Larik (baris) mana sajakah dalam puisi tersebut yang menggunakan majas personifikasi untuk menghidupkan gambaran rumah kayu?

Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.

a)

Berdiri ia, rumah kayu lapuk dimakan waktu.

b)

Jendelanya menatap laut tanpa jemu,

c)

Dindingnya mendengar bisik angin payau,

d)

Langkah seorang nelayan pernah mengisi lantainya,

13.

Rumah Kayu di Tepi Senja

Di punggung bukit karang yang bisu,

Berdiri ia, rumah kayu lapuk dimakan waktu.

Jendelanya menatap laut tanpa jemu,

Menghitung ombak yang datang dan berlalu.

Dindingnya mendengar bisik angin payau,

Menyimpan gema dari setiap musim kemarau.

Pernah ada tawa dan duka yang meresap ke dalam jiwa kayu,
Kini hanya sunyi yang setia menjadi tamu.

Langkah seorang nelayan pernah mengisi lantainya,

Disambut senyum istri di ambang pintunya.

Kisah mereka terukir tanpa kata,

Pada tiang-tiang yang kian renta.

Maka berdirilah ia, sebagai tugu kenangan,

Menjaga martabat hidup dalam kesederhanaan.

Sebuah pelajaran hening tentang ketabahan,

Bahwa yang fana pun bisa menyimpan keabadian.

Amanat atau pesan utama yang dapat dipetik dari puisi tersebut adalah ....

a)

Setiap tempat menyimpan jejak dan kenangan dari kehidupan yang pernah ada di sana.

b)

Kehidupan modern telah menghancurkan nilai-nilai kesederhanaan.

c)

Rumah harus dibangun di dekat laut agar pemandangannya indah.

d)

Bangunan tua sebaiknya dihancurkan untuk diganti dengan yang baru.

e)

Nasib seorang nelayan selalu berakhir dengan kesunyian dan kesedihan.

14.

Rumah Kayu di Tepi Senja

Di punggung bukit karang yang bisu,

Berdiri ia, rumah kayu lapuk dimakan waktu.

Jendelanya menatap laut tanpa jemu,

Menghitung ombak yang datang dan berlalu.

Dindingnya mendengar bisik angin payau,

Menyimpan gema dari setiap musim kemarau.

Pernah ada tawa dan duka yang meresap ke dalam jiwa kayu,
Kini hanya sunyi yang setia menjadi tamu.

Langkah seorang nelayan pernah mengisi lantainya,

Disambut senyum istri di ambang pintunya.

Kisah mereka terukir tanpa kata,

Pada tiang-tiang yang kian renta.

Maka berdirilah ia, sebagai tugu kenangan,

Menjaga martabat hidup dalam kesederhanaan.

Sebuah pelajaran hening tentang ketabahan,

Bahwa yang fana pun bisa menyimpan keabadian.

Penggunaan citraan (imaji) dalam larik "Dindingnya mendengar bisik angin payau" paling efektif untuk membangkitkan indra ....

a)

penglihatan

b)

peraba

c)

pengecap

d)

penciuman

e)

pendengaran

15.

Rumah Kayu di Tepi Senja

Di punggung bukit karang yang bisu,

Berdiri ia, rumah kayu lapuk dimakan waktu.

Jendelanya menatap laut tanpa jemu,

Menghitung ombak yang datang dan berlalu.

Dindingnya mendengar bisik angin payau,

Menyimpan gema dari setiap musim kemarau.

Pernah ada tawa dan duka yang meresap ke dalam jiwa kayu,
Kini hanya sunyi yang setia menjadi tamu.

Langkah seorang nelayan pernah mengisi lantainya,

Disambut senyum istri di ambang pintunya.

Kisah mereka terukir tanpa kata,

Pada tiang-tiang yang kian renta.

Maka berdirilah ia, sebagai tugu kenangan,

Menjaga martabat hidup dalam kesederhanaan.

Sebuah pelajaran hening tentang ketabahan,

Bahwa yang fana pun bisa menyimpan keabadian.

Rumah kayu dalam puisi tersebut pada akhirnya menjadi simbol dari ....

a)

kemajuan dan perubahan zaman

b)

ketabahan dan keabadian memori

c)

bahaya dan ancaman alam

d)

kemiskinan dan keterbelakangan

e)

kegagalan dan keputusasaan

16.

Dampak Ekonomi Digital terhadap Pertumbuhan Usaha Kecil dan Menengah (UKM)

(1) Ekonomi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek bisnis, terutama bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Dengan adanya teknologi digital, UKM kini memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas. Transformasi ini didorong oleh beberapa faktor utama, seperti perkembangan e-commerce, sistem pembayaran digital, pemasaran berbasis data, serta pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence).

(2) Salah satu perubahan signifikan dalam ekonomi digital adalah kemudahan akses ke platform e-commerce. UKM yang sebelumnya hanya mengandalkan toko fisik kini dapat menjual produknya melalui berbagai marketplace daring. Hal ini memungkinkan mereka menjangkau konsumen di luar wilayah lokal, bahkan hingga ke pasar internasional. Dengan biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan toko fisik, UKM dapat mengalokasikan dana untuk inovasi dan peningkatan kualitas produk. Selain itu, sistem pengiriman yang semakin efisien memungkinkan UKM memenuhi pesanan dengan lebih cepat dan tepat waktu.

(3) Selain akses pasar yang lebih luas, sistem pembayaran digital juga telah meningkatkan efisiensi transaksi keuangan. Penggunaan dompet digital dan pembayaran nontunai tidak hanya mempermudah konsumen dalam berbelanja, tetapi juga membantu UKM dalam mencatat keuangan secara lebih akurat. Keuntungan lain dari ekonomi digital adalah strategi pemasaran berbasis data. Melalui analisis data pelanggan, UKM dapat memahami tren pasar dan perilaku konsumen dengan lebih baik. Misalnya, penggunaan iklan - 91 - digital yang ditargetkan memungkinkan UKM menjangkau segmen pasar yang lebih spesifik sehingga efektivitas promosi meningkat.

(4) Meskipun menawarkan banyak manfaat, transformasi digital juga menghadirkan tantangan. UKM harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan meningkatkan literasi digital agar tetap kompetitif. Selain itu, keamanan data menjadi aspek penting yang harus diperhatikan dalam menjalankan bisnis secara digital untuk menghindari risiko peretasan dan penyalahgunaan informasi pelanggan. Dengan segala peluang dan tantangannya, ekonomi digital telah menjadi faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan UKM. Jika dikelola dengan baik, digitalisasi dapat menjadi pendorong utama bagi keberlanjutan dan daya saing usaha kecil di era modern ini.

(Sumber: Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia)

Bagaimana pola pengembangan paragraf ke-1, ke-2, dan ke-3 pada teks tersebut?

Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berdasarkan isi teks!

Categorize the following

Paragraf 1 menggunakan pola sebab akibat karena menjelaskan bagaimana teknologi digital.

Paragraf 2 menggunakan pola proses karena menjelaskan langkah-langkah.

Paragraf 3 menggunakan pola klasifikasi karena membagi sistem pembayaran UKM.

Benar
Salah
17.

Dini : Teks tersebut sangat menarik dan bisa menambah wawasan kita, terutama jika kita berencana untuk mengembangkan suatu bisnis kecil.

Rio : Iya, pilihan katanya juga sangat mudah dimengerti sehingga orang yang awam terhadap istilah di bidang ekonomi juga mudah untuk memahami isi informasi yang disajikan.

Sena : Aku sependapat dengan kalian berdua, tetapi rasanya teks tersebut akan lebih baik jika disertai data pertumbuhan UKM dalam kurun waktu lima tahun terakhir atau pendapat ahli di bidang ekonomi.

Berdasarkan percakapan tersebut, mengapa pendapat Sena sangat baik dalam menilai keakuratan dari informasi yang disajikan tersebut? Tentukan Setuju atau Tidak Setuju untuk setiap alasan berdasarkan isi teks!

Categorize the following

Sena mempertimbangkan kelengkapan dan dasar bukti dari informasi.

Sena menyoroti bahwa teks harus mudah dipahami oleh semua kalangan.

Sena memiliki inisiatif untuk memperbaiki isi teks dengan pendapat pribadinya.

Setuju
Tidak Setuju
18.

Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus boyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau. Tak satupun barang tertinggal di rumah lama. Begitu juga dengan sahabatku, kami harus berpisah.

Bertemu dengannya setelah sekian lama, mengingatkan kembali pada pengalaman kami dahulu. Pengalaman yang menjadikan dia, walau tidak setiap waktu, selalu lekat di ingatan saya. Tentu dia mengingatnya pula, bahkan saya yakin rasa yang diidapnya lebih besar efeknya. Karena sebagai seorang sahabat, dia jelas jauh lebih tulus dan setia daripada saya. Tak terasa mata saya mulai berkaca kaca.

Saat malam itu saya berada di sini, memperhatikannya belajar. Selesai belajar, dia menyuruh saya pulang karena hendak pergi mencari jangkrik. Saya langsung menyatakan ingin ikut, tapi dia keberatan. Ayah dan ibunya pun melarang. Saya sering mendengar cerita mengasyikan anak-anak beramai-ramai berangkat ke sawah selepas isya untuk mencari jangkrik. Sayang, Ayah tidak pernah membolehkan saya. Tapi malam itu saya nekat dan sahabat saya itu akhirnya tidak kuasa menolak. ”Tidak ganti baju?” tanya saya heran begitu dia langsung memimpin untuk berangkat. Itu hari Jumat. Seragam coklat Pramuka yang dikenakannya sejak pagi masih akan terpakai untuk bersekolah sehari lagi. Dia memang tidak memiliki banyak pakaian hingga seragam sekolah biasa dipakai kapan saja. Tapi memakainya untuk pergi ke sawah mencari jangkrik, rasanya sangat tidak elok.

Saya mengambil alih obor dari tangannya. Rasanya belum terlalu lama kami berada di sana dan bumbung baru terisi beberapa ekor jangkrik ketika tiba-tiba angin berubah perangai. Kaget, pantat obor itu justru saya angkat tinggi-tinggi sehingga minyak mendorong sumbunya terlepas. Api dengan cepat berpindah membakar punggung saya! Terdengar teriakannya sembari melepaskan seragam coklatnya untuk dipakai menyabet punggung saya. Baju yang saya kenakan habis sepertiganya. Sahabat saya itu tanggap melingkupi tubuh saya dengan seragam coklatnya melihat saya mulai menangis dan menggigil antara kesakitan dan kedinginan. Sadar saya membutuhkan pertolongan secepatnya, dia menggendong saya lalu berlari sembari membujuk-bujuk saya untuk tetap tenang. Napasnya memburu kelelahan, tapi rasa tanggung jawab yang besar seperti memberinya kekuatan berlipat untuk tetap bersama saya.

(Kutipan Cerpen Seragam karya Aris Kurniawan Basuki dengan penyesuaian)

“Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus boyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau.”

Penggunaan kata serapan boyongan dapat memperjelas peristiwa yang dialami tokoh saya, yaitu …

a)

Peristiwa pindahan yang sering dialami pegawai suatu instansi untuk kepentingan promosi jabatan.

b)

Peristiwa pindah rumah dari kampung halaman ke tempat yang jauh untuk jangka waktu lama.

c)

Pindah rumah untuk mengikuti tugas kedinasan orang tua di tempat baru yang letaknya sangat jauh

d)

Pindah rumah bersama seluruh anggota keluarga dengan membawa semua barang rumah tangga.

e)

Kegiatan pindah rumah untuk sementara waktu dan akan berpindah lagi ke rumah dinas yang lain.

19.

Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus boyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau. Tak satupun barang tertinggal di rumah lama. Begitu juga dengan sahabatku, kami harus berpisah.

Bertemu dengannya setelah sekian lama, mengingatkan kembali pada pengalaman kami dahulu. Pengalaman yang menjadikan dia, walau tidak setiap waktu, selalu lekat di ingatan saya. Tentu dia mengingatnya pula, bahkan saya yakin rasa yang diidapnya lebih besar efeknya. Karena sebagai seorang sahabat, dia jelas jauh lebih tulus dan setia daripada saya. Tak terasa mata saya mulai berkaca kaca.

Saat malam itu saya berada di sini, memperhatikannya belajar. Selesai belajar, dia menyuruh saya pulang karena hendak pergi mencari jangkrik. Saya langsung menyatakan ingin ikut, tapi dia keberatan. Ayah dan ibunya pun melarang. Saya sering mendengar cerita mengasyikan anak-anak beramai-ramai berangkat ke sawah selepas isya untuk mencari jangkrik. Sayang, Ayah tidak pernah membolehkan saya. Tapi malam itu saya nekat dan sahabat saya itu akhirnya tidak kuasa menolak. ”Tidak ganti baju?” tanya saya heran begitu dia langsung memimpin untuk berangkat. Itu hari Jumat. Seragam coklat Pramuka yang dikenakannya sejak pagi masih akan terpakai untuk bersekolah sehari lagi. Dia memang tidak memiliki banyak pakaian hingga seragam sekolah biasa dipakai kapan saja. Tapi memakainya untuk pergi ke sawah mencari jangkrik, rasanya sangat tidak elok.

Saya mengambil alih obor dari tangannya. Rasanya belum terlalu lama kami berada di sana dan bumbung baru terisi beberapa ekor jangkrik ketika tiba-tiba angin berubah perangai. Kaget, pantat obor itu justru saya angkat tinggi-tinggi sehingga minyak mendorong sumbunya terlepas. Api dengan cepat berpindah membakar punggung saya! Terdengar teriakannya sembari melepaskan seragam coklatnya untuk dipakai menyabet punggung saya. Baju yang saya kenakan habis sepertiganya. Sahabat saya itu tanggap melingkupi tubuh saya dengan seragam coklatnya melihat saya mulai menangis dan menggigil antara kesakitan dan kedinginan. Sadar saya membutuhkan pertolongan secepatnya, dia menggendong saya lalu berlari sembari membujuk-bujuk saya untuk tetap tenang. Napasnya memburu kelelahan, tapi rasa tanggung jawab yang besar seperti memberinya kekuatan berlipat untuk tetap bersama saya.

(Kutipan Cerpen Seragam karya Aris Kurniawan Basuki dengan penyesuaian)

Peristiwa apa yang mungkin akan terjadi kepada sahabatnya jika tokoh saya tidak ikut mencari jangkrik malam itu?

Tentukan Tepat atau Tidak Tepat untuk setiap pernyataan berikut!

Categorize the following

Sahabat tokoh saya masih memiliki seragam pramuka untuk dipakai.

Sahabat tokoh saya akan mencari jangkrik tanpa perlu berlari.

Punggung sahabat tokoh saya tidak akan memiliki luka bakar.

Tepat
Tidak Tepat
20.

Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus boyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau. Tak satupun barang tertinggal di rumah lama. Begitu juga dengan sahabatku, kami harus berpisah.

Bertemu dengannya setelah sekian lama, mengingatkan kembali pada pengalaman kami dahulu. Pengalaman yang menjadikan dia, walau tidak setiap waktu, selalu lekat di ingatan saya. Tentu dia mengingatnya pula, bahkan saya yakin rasa yang diidapnya lebih besar efeknya. Karena sebagai seorang sahabat, dia jelas jauh lebih tulus dan setia daripada saya. Tak terasa mata saya mulai berkaca kaca.

Saat malam itu saya berada di sini, memperhatikannya belajar. Selesai belajar, dia menyuruh saya pulang karena hendak pergi mencari jangkrik. Saya langsung menyatakan ingin ikut, tapi dia keberatan. Ayah dan ibunya pun melarang. Saya sering mendengar cerita mengasyikan anak-anak beramai-ramai berangkat ke sawah selepas isya untuk mencari jangkrik. Sayang, Ayah tidak pernah membolehkan saya. Tapi malam itu saya nekat dan sahabat saya itu akhirnya tidak kuasa menolak. ”Tidak ganti baju?” tanya saya heran begitu dia langsung memimpin untuk berangkat. Itu hari Jumat. Seragam coklat Pramuka yang dikenakannya sejak pagi masih akan terpakai untuk bersekolah sehari lagi. Dia memang tidak memiliki banyak pakaian hingga seragam sekolah biasa dipakai kapan saja. Tapi memakainya untuk pergi ke sawah mencari jangkrik, rasanya sangat tidak elok.

Saya mengambil alih obor dari tangannya. Rasanya belum terlalu lama kami berada di sana dan bumbung baru terisi beberapa ekor jangkrik ketika tiba-tiba angin berubah perangai. Kaget, pantat obor itu justru saya angkat tinggi-tinggi sehingga minyak mendorong sumbunya terlepas. Api dengan cepat berpindah membakar punggung saya! Terdengar teriakannya sembari melepaskan seragam coklatnya untuk dipakai menyabet punggung saya. Baju yang saya kenakan habis sepertiganya. Sahabat saya itu tanggap melingkupi tubuh saya dengan seragam coklatnya melihat saya mulai menangis dan menggigil antara kesakitan dan kedinginan. Sadar saya membutuhkan pertolongan secepatnya, dia menggendong saya lalu berlari sembari membujuk-bujuk saya untuk tetap tenang. Napasnya memburu kelelahan, tapi rasa tanggung jawab yang besar seperti memberinya kekuatan berlipat untuk tetap bersama saya.

(Kutipan Cerpen Seragam karya Aris Kurniawan Basuki dengan penyesuaian)

Kalimat mana saja dari dalam kutipan cerpen tersebut yang membuktikan karakter sahabat tokoh saya merupakan seorang yang setia kawan? Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.

a)

Saya langsung menyatakan ingin ikut, tapi dia keberatan.

b)

Dia memang tidak memiliki banyak pakaian hingga seragam sekolah biasa dipakai kapan saja.

c)

Sahabat saya itu tanggap melingkupi tubuh saya dengan seragam coklatnya.

d)

Dia menggendong saya lalu berlari sembari membujuk-bujuk saya untuk tetap tenang.

e)

Rasa tanggung jawab yang besar seperti memberinya kekuatan berlipat untuk tetap bersama saya.

21.

(1)  Epigenetika, sebuah cabang ilmu yang relatif baru, telah mengubah pemahaman kita tentang genetika secara fundamental. Jika genetika tradisional fokus pada sekuens DNA itu sendiri— perangkat keras biologis kita—maka epigenetika mempelajari mekanisme yang mengatur ekspresi gen tanpa mengubah sekuens DNA tersebut. Analogi yang sering digunakan adalah, jika DNA adalah buku resep, maka epigenom adalah serangkaian catatan tempel yang memberi tahu resep mana yang harus dibaca, kapan, dan seberapa banyak. Mekanisme ini, seperti metilasi DNA dan modifikasi histon, bertindak sebagai sakelar molekuler yang dapat menyala atau mematikan gen tertentu.

(2)   Salah satu implikasi paling signifikan dari epigenetika adalah kemampuannya menjelaskan bagaimana faktor lingkungan dan gaya hidup dapat memengaruhi kesehatan dan penyakit secara turun-temurun. Penelitian menunjukkan bahwa pola makan, tingkat stres, paparan polusi, dan bahkan pengalaman traumatis tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga dapat meninggalkan "bekas" epigenetik yang diwariskan ke generasi berikutnya. Fenomena ini menantang pandangan deterministik bahwa takdir kesehatan kita sepenuhnya ditentukan oleh gen yang kita warisi saat lahir. Sebaliknya, epigenetika menyuguhkan gagasan bahwa genom kita bersifat lebih dinamis dan responsif terhadap dunia di sekitar kita.

(3)  Konsep pewarisan epigenetik transgenerasi ini, meskipun sangat menarik, juga menjadi subjek perdebatan ilmiah yang intens. Para kritikus berargumen bahwa banyak bukti yang ada masih bersifat korelasional, bukan kausal. Mereka menyoroti kesulitan dalam memisahkan pengaruh epigenetik dari faktor-faktor lain seperti transmisi perilaku atau kondisi lingkungan yang sama antargenerasi. Sebagai contoh, apakah peningkatan risiko obesitas pada anak dari orang tua yang mengalami kelaparan disebabkan oleh "memori" metabolik yang diwariskan secara epigenetik, atau karena pola asuh dan kebiasaan makan yang diturunkan secara kultural?

(4)    Terlepas dari perdebatan tersebut, potensi aplikasi klinis dari pemahaman epigenetika sangatlah besar. Terapi epigenetik, yang bertujuan untuk memodifikasi penanda epigenetik yang salah, telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam pengobatan beberapa jenis kanker. Ke depannya, intervensi yang menargetkan epigenom mungkin dapat digunakan untuk mencegah atau mengobati berbagai penyakit kompleks lainnya, mulai dari diabetes hingga gangguan neurodegeneratif. Dengan demikian, penguasaan terhadap "sakelar" genetik ini membuka horison baru dalam dunia kedokteran presisi, di mana pengobatan tidak hanya didasarkan pada DNA, tetapi juga pada riwayat hidup unik setiap individu.

Berdasarkan analogi yang digunakan pada paragraf pertama, apa fungsi utama dari epigenom?

a)

Mengubah urutan resep dalam buku DNA.

b)

Menentukan resep mana yang akan digunakan dan seberapa sering.

c)

Menulis ulang resep DNA agar lebih mudah dipahami.

d)

Menyimpan salinan cadangan dari seluruh buku resep DNA.

e)

Memperbaiki kesalahan yang ada dalam resep DNA.

22.

(1)  Epigenetika, sebuah cabang ilmu yang relatif baru, telah mengubah pemahaman kita tentang genetika secara fundamental. Jika genetika tradisional fokus pada sekuens DNA itu sendiri— perangkat keras biologis kita—maka epigenetika mempelajari mekanisme yang mengatur ekspresi gen tanpa mengubah sekuens DNA tersebut. Analogi yang sering digunakan adalah, jika DNA adalah buku resep, maka epigenom adalah serangkaian catatan tempel yang memberi tahu resep mana yang harus dibaca, kapan, dan seberapa banyak. Mekanisme ini, seperti metilasi DNA dan modifikasi histon, bertindak sebagai sakelar molekuler yang dapat menyala atau mematikan gen tertentu.

(2)   Salah satu implikasi paling signifikan dari epigenetika adalah kemampuannya menjelaskan bagaimana faktor lingkungan dan gaya hidup dapat memengaruhi kesehatan dan penyakit secara turun-temurun. Penelitian menunjukkan bahwa pola makan, tingkat stres, paparan polusi, dan bahkan pengalaman traumatis tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga dapat meninggalkan "bekas" epigenetik yang diwariskan ke generasi berikutnya. Fenomena ini menantang pandangan deterministik bahwa takdir kesehatan kita sepenuhnya ditentukan oleh gen yang kita warisi saat lahir. Sebaliknya, epigenetika menyuguhkan gagasan bahwa genom kita bersifat lebih dinamis dan responsif terhadap dunia di sekitar kita.

(3)  Konsep pewarisan epigenetik transgenerasi ini, meskipun sangat menarik, juga menjadi subjek perdebatan ilmiah yang intens. Para kritikus berargumen bahwa banyak bukti yang ada masih bersifat korelasional, bukan kausal. Mereka menyoroti kesulitan dalam memisahkan pengaruh epigenetik dari faktor-faktor lain seperti transmisi perilaku atau kondisi lingkungan yang sama antargenerasi. Sebagai contoh, apakah peningkatan risiko obesitas pada anak dari orang tua yang mengalami kelaparan disebabkan oleh "memori" metabolik yang diwariskan secara epigenetik, atau karena pola asuh dan kebiasaan makan yang diturunkan secara kultural?

(4)    Terlepas dari perdebatan tersebut, potensi aplikasi klinis dari pemahaman epigenetika sangatlah besar. Terapi epigenetik, yang bertujuan untuk memodifikasi penanda epigenetik yang salah, telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam pengobatan beberapa jenis kanker. Ke depannya, intervensi yang menargetkan epigenom mungkin dapat digunakan untuk mencegah atau mengobati berbagai penyakit kompleks lainnya, mulai dari diabetes hingga gangguan neurodegeneratif. Dengan demikian, penguasaan terhadap "sakelar" genetik ini membuka horison baru dalam dunia kedokteran presisi, di mana pengobatan tidak hanya didasarkan pada DNA, tetapi juga pada riwayat hidup unik setiap individu.

Kalimat "Fenomena ini menantang pandangan deterministik bahwa takdir kesehatan kita sepenuhnya ditentukan oleh gen yang kita warisi saat lahir" pada paragraf kedua memiliki hubungan logis dengan kalimat sebelumnya untuk ....

a)

memberikan contoh spesifik dari dampak gaya hidup.

b)

menyimpulkan akibat dari adanya "bekas" epigenetik.

c)

membandingkan pandangan lama dengan pandangan baru.

d)

menguraikan proses terjadinya pewarisan sifat.

e)

membantah pernyataan tentang pengaruh lingkungan.

23.

(1)  Epigenetika, sebuah cabang ilmu yang relatif baru, telah mengubah pemahaman kita tentang genetika secara fundamental. Jika genetika tradisional fokus pada sekuens DNA itu sendiri— perangkat keras biologis kita—maka epigenetika mempelajari mekanisme yang mengatur ekspresi gen tanpa mengubah sekuens DNA tersebut. Analogi yang sering digunakan adalah, jika DNA adalah buku resep, maka epigenom adalah serangkaian catatan tempel yang memberi tahu resep mana yang harus dibaca, kapan, dan seberapa banyak. Mekanisme ini, seperti metilasi DNA dan modifikasi histon, bertindak sebagai sakelar molekuler yang dapat menyala atau mematikan gen tertentu.

(2)   Salah satu implikasi paling signifikan dari epigenetika adalah kemampuannya menjelaskan bagaimana faktor lingkungan dan gaya hidup dapat memengaruhi kesehatan dan penyakit secara turun-temurun. Penelitian menunjukkan bahwa pola makan, tingkat stres, paparan polusi, dan bahkan pengalaman traumatis tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga dapat meninggalkan "bekas" epigenetik yang diwariskan ke generasi berikutnya. Fenomena ini menantang pandangan deterministik bahwa takdir kesehatan kita sepenuhnya ditentukan oleh gen yang kita warisi saat lahir. Sebaliknya, epigenetika menyuguhkan gagasan bahwa genom kita bersifat lebih dinamis dan responsif terhadap dunia di sekitar kita.

(3)  Konsep pewarisan epigenetik transgenerasi ini, meskipun sangat menarik, juga menjadi subjek perdebatan ilmiah yang intens. Para kritikus berargumen bahwa banyak bukti yang ada masih bersifat korelasional, bukan kausal. Mereka menyoroti kesulitan dalam memisahkan pengaruh epigenetik dari faktor-faktor lain seperti transmisi perilaku atau kondisi lingkungan yang sama antargenerasi. Sebagai contoh, apakah peningkatan risiko obesitas pada anak dari orang tua yang mengalami kelaparan disebabkan oleh "memori" metabolik yang diwariskan secara epigenetik, atau karena pola asuh dan kebiasaan makan yang diturunkan secara kultural?

(4)    Terlepas dari perdebatan tersebut, potensi aplikasi klinis dari pemahaman epigenetika sangatlah besar. Terapi epigenetik, yang bertujuan untuk memodifikasi penanda epigenetik yang salah, telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam pengobatan beberapa jenis kanker. Ke depannya, intervensi yang menargetkan epigenom mungkin dapat digunakan untuk mencegah atau mengobati berbagai penyakit kompleks lainnya, mulai dari diabetes hingga gangguan neurodegeneratif. Dengan demikian, penguasaan terhadap "sakelar" genetik ini membuka horison baru dalam dunia kedokteran presisi, di mana pengobatan tidak hanya didasarkan pada DNA, tetapi juga pada riwayat hidup unik setiap individu.

Bagaimana hubungan antara paragraf kedua dan paragraf ketiga?

Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan

Categorize the following

Paragraf ketiga menyajikan sanggahan terhadap gagasan utama yang diperkenalkan di paragraf ke 2.

Paragraf 2 menjelaskan fenomena, sedangkan paragraf 3 mengevaluasi validitas bukti fenomena.

Paragraf 3 memberikan contoh yang memperkuat klaim tentang pewarisan epigenetik di paragraf 2

Benar
Salah
24.

(1)  Epigenetika, sebuah cabang ilmu yang relatif baru, telah mengubah pemahaman kita tentang genetika secara fundamental. Jika genetika tradisional fokus pada sekuens DNA itu sendiri— perangkat keras biologis kita—maka epigenetika mempelajari mekanisme yang mengatur ekspresi gen tanpa mengubah sekuens DNA tersebut. Analogi yang sering digunakan adalah, jika DNA adalah buku resep, maka epigenom adalah serangkaian catatan tempel yang memberi tahu resep mana yang harus dibaca, kapan, dan seberapa banyak. Mekanisme ini, seperti metilasi DNA dan modifikasi histon, bertindak sebagai sakelar molekuler yang dapat menyala atau mematikan gen tertentu.

(2)   Salah satu implikasi paling signifikan dari epigenetika adalah kemampuannya menjelaskan bagaimana faktor lingkungan dan gaya hidup dapat memengaruhi kesehatan dan penyakit secara turun-temurun. Penelitian menunjukkan bahwa pola makan, tingkat stres, paparan polusi, dan bahkan pengalaman traumatis tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga dapat meninggalkan "bekas" epigenetik yang diwariskan ke generasi berikutnya. Fenomena ini menantang pandangan deterministik bahwa takdir kesehatan kita sepenuhnya ditentukan oleh gen yang kita warisi saat lahir. Sebaliknya, epigenetika menyuguhkan gagasan bahwa genom kita bersifat lebih dinamis dan responsif terhadap dunia di sekitar kita.

(3)  Konsep pewarisan epigenetik transgenerasi ini, meskipun sangat menarik, juga menjadi subjek perdebatan ilmiah yang intens. Para kritikus berargumen bahwa banyak bukti yang ada masih bersifat korelasional, bukan kausal. Mereka menyoroti kesulitan dalam memisahkan pengaruh epigenetik dari faktor-faktor lain seperti transmisi perilaku atau kondisi lingkungan yang sama antargenerasi. Sebagai contoh, apakah peningkatan risiko obesitas pada anak dari orang tua yang mengalami kelaparan disebabkan oleh "memori" metabolik yang diwariskan secara epigenetik, atau karena pola asuh dan kebiasaan makan yang diturunkan secara kultural?

(4)    Terlepas dari perdebatan tersebut, potensi aplikasi klinis dari pemahaman epigenetika sangatlah besar. Terapi epigenetik, yang bertujuan untuk memodifikasi penanda epigenetik yang salah, telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam pengobatan beberapa jenis kanker. Ke depannya, intervensi yang menargetkan epigenom mungkin dapat digunakan untuk mencegah atau mengobati berbagai penyakit kompleks lainnya, mulai dari diabetes hingga gangguan neurodegeneratif. Dengan demikian, penguasaan terhadap "sakelar" genetik ini membuka horison baru dalam dunia kedokteran presisi, di mana pengobatan tidak hanya didasarkan pada DNA, tetapi juga pada riwayat hidup unik setiap individu.

Kelemahan utama dari argumen para kritikus yang disebutkan pada paragraf ketiga adalah ....

a)

mereka menuntut bukti kausalitas yang seringkali sulit diperoleh dalam studi manusia.

b)

mereka mengabaikan bukti keberhasilan terapi epigenetik pada pengobatan kanker.

c)

mereka tidak menawarkan hipotesis alternatif selain transmisi kultural.

d)

argumen mereka hanya didasarkan pada satu contoh kasus obesitas.

e)

mereka sepenuhnya menolak kemungkinan adanya pewarisan epigenetik.

25.

(1)  Epigenetika, sebuah cabang ilmu yang relatif baru, telah mengubah pemahaman kita tentang genetika secara fundamental. Jika genetika tradisional fokus pada sekuens DNA itu sendiri— perangkat keras biologis kita—maka epigenetika mempelajari mekanisme yang mengatur ekspresi gen tanpa mengubah sekuens DNA tersebut. Analogi yang sering digunakan adalah, jika DNA adalah buku resep, maka epigenom adalah serangkaian catatan tempel yang memberi tahu resep mana yang harus dibaca, kapan, dan seberapa banyak. Mekanisme ini, seperti metilasi DNA dan modifikasi histon, bertindak sebagai sakelar molekuler yang dapat menyala atau mematikan gen tertentu.

(2)   Salah satu implikasi paling signifikan dari epigenetika adalah kemampuannya menjelaskan bagaimana faktor lingkungan dan gaya hidup dapat memengaruhi kesehatan dan penyakit secara turun-temurun. Penelitian menunjukkan bahwa pola makan, tingkat stres, paparan polusi, dan bahkan pengalaman traumatis tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga dapat meninggalkan "bekas" epigenetik yang diwariskan ke generasi berikutnya. Fenomena ini menantang pandangan deterministik bahwa takdir kesehatan kita sepenuhnya ditentukan oleh gen yang kita warisi saat lahir. Sebaliknya, epigenetika menyuguhkan gagasan bahwa genom kita bersifat lebih dinamis dan responsif terhadap dunia di sekitar kita.

(3)  Konsep pewarisan epigenetik transgenerasi ini, meskipun sangat menarik, juga menjadi subjek perdebatan ilmiah yang intens. Para kritikus berargumen bahwa banyak bukti yang ada masih bersifat korelasional, bukan kausal. Mereka menyoroti kesulitan dalam memisahkan pengaruh epigenetik dari faktor-faktor lain seperti transmisi perilaku atau kondisi lingkungan yang sama antargenerasi. Sebagai contoh, apakah peningkatan risiko obesitas pada anak dari orang tua yang mengalami kelaparan disebabkan oleh "memori" metabolik yang diwariskan secara epigenetik, atau karena pola asuh dan kebiasaan makan yang diturunkan secara kultural?

(4)    Terlepas dari perdebatan tersebut, potensi aplikasi klinis dari pemahaman epigenetika sangatlah besar. Terapi epigenetik, yang bertujuan untuk memodifikasi penanda epigenetik yang salah, telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam pengobatan beberapa jenis kanker. Ke depannya, intervensi yang menargetkan epigenom mungkin dapat digunakan untuk mencegah atau mengobati berbagai penyakit kompleks lainnya, mulai dari diabetes hingga gangguan neurodegeneratif. Dengan demikian, penguasaan terhadap "sakelar" genetik ini membuka horison baru dalam dunia kedokteran presisi, di mana pengobatan tidak hanya didasarkan pada DNA, tetapi juga pada riwayat hidup unik setiap individu.

Berdasarkan masalah yang diuraikan dalam teks, usulan penelitian lanjutan yang paling relevan adalah ....

a)

Studi Komparatif Kecepatan Evolusi DNA pada Spesies Berbeda.

b)

Pengembangan Model Komputasi untuk Memprediksi Mutasi Genetik Acak.

c)

Analisis Longitudinal untuk Membedakan Efek Pewarisan Epigenetik dan Pola Asuh terhadap Risiko Penyakit Metabolik pada Kembar Identik.

d)

Survei Global tentang Persepsi Masyarakat terhadap Terapi Genetik dan Implikasi Etisnya.

e)

Perkembangan Teori Genetika dari Mendel hingga Proyek Genom Manusia.