Worksheetsquiz fisiologi blok 3.1
Total questions: 71
Worksheet time: 36mins
Sistem saraf berperan penting dalam menjaga homeostasis tubuh. Mekanisme ini dapat digambarkan melalui contoh berikut, kecuali:
Aktivasi kelenjar keringat saat suhu tubuh meningkat
Peningkatan frekuensi napas saat aktivitas berat
Terhambatnya pelepasan neurotransmiter saat stres
Vasodilatasi kulit untuk menurunkan panas
Sistem saraf pusat bertanggung jawab terhadap fungsi berikut, kecuali:
Integrasi informasi sensorik
Koordinasi respon motorik
Deteksi langsung rangsangan eksternal
Penyimpanan memori
Salah satu ciri khas impuls saraf adalah prinsip “all or none”. Maknanya adalah:
Besarnya impuls bergantung pada intensitas rangsangan
Bila stimulus mencapai ambang, impuls akan dihasilkan penuh
Semakin besar stimulus, semakin cepat impuls
Impuls akan dihasilkan hanya pada sinaps motorik
Neuron motorik termasuk jenis neuron:
Aferen
Eferen
Interneuron
Bipolar
Sistem penghantaran impuls listrik dalam neuron terutama bergantung pada:
Difusi pasif ion Na+ ke luar sel
Potensial aksi akibat pergerakan ion Na+ dan K+
Sekresi neurotransmiter oleh dendrit
Aktivitas pompa Cl- dan H+
Peran utama sel glia yang membedakannya dengan neuron adalah:
Menghasilkan impuls listrik
Menyokong dan melindungi neuron
Membentuk badan Nissl
Mengatur sinaps kimia secara langsung
Kerusakan sel Schwann akan menyebabkan:
Hambatan konduksi impuls pada sistem saraf pusat
Penurunan kecepatan hantaran impuls di saraf perifer
Perubahan aktivitas neurotransmiter pada otak
Gangguan refleks monosaptik sumsum tulang belakang
Zat yang berperan langsung dalam penghantaran sinyal antar-neuron di sinaps adalah:
Ion Ca2+
Neurotransmiter
ATP
Kanal kalium
Pada fase depolarisasi potensial aksi, terjadi peristiwa:
K+ keluar dari neuron
Na+ masuk ke dalam neuron
Kanal K+ tertutup
Pompa Na+/K+ berhenti bekerja
Pada neuron bermielin, impuls berjalan lebih cepat karena:
Impuls berjalan kontinu tanpa henti
Adanya konduksi saltatori melalui nodus Ranvier
Kanal ion tersebar merata di seluruh akson
Sel Schwann mengeluarkan neurotransmiter
Efek lidokain sebagai anestesi lokal terutama disebabkan oleh:
Aktivasi kanal K+ sehingga hiperpolarisasi
Blokade kanal Na+ sehingga potensial aksi gagal terbentuk
Inhibisi enzim asetilkolinesterase
Meningkatkan eksitasi neuron aferen
Neurotransmiter yang defisien pada penyakit Parkinson adalah:
Serotonin
Dopamin
GABA
Glutamat
EPSP dan IPSP berbeda terutama karena:
Jenis neuron yang memproduksinya
Perubahan arah pergerakan ion
Terjadinya di akson terminal
Tidak melibatkan reseptor postsinaptik
Mekanisme dasar efek benzodiazepin adalah:
Menekan aktivitas GABA sehingga eksitasi meningkat
Menghambat kanal Na+ agar neuron tidak aktif
Meningkatkan aktivitas reseptor GABA sehingga memperkuat IPSP
Mempercepat pelepasan glutamat di sinaps
Mengapa sistem saraf pusat sulit regenerasi?
Tidak memiliki sel Schwann
Neuron CNS masih membelah aktif
C. Lingkungan CNS kaya faktor pertumbuhan
D. Adanya glial scar dan inhibitor pertumbuhan
Regenerasi saraf perifer dimungkinkan karena:
Sel satelit mampu bertransformasi menjadi neuron
Sel Schwann mendukung pertumbuhan akson baru
Sel mikroglia memperbaiki mielin
Oligodendrosit berperan membentuk jaringan baru
Sistem saraf pusat mengatur aktivitas tubuh melalui fungsi integrasi. Pernyataan yang tepat tentang fungsi integrasi adalah:
Mengirim impuls dari reseptor ke efektor
Mengolah dan menghubungkan informasi sensorik untuk menentukan respon
Menyimpan memori jangka panjang
Mengatur pelepasan hormon oleh kelenjar endokrin
Lesi pada lobus frontal kiri menyebabkan pasien dapat memahami pembicaraan tetapi sulit mengucapkan kata. Hal ini disebabkan oleh kerusakan pada area:
Wernicke
Broca
Prefrontal
Parietal posterior
Jalur kortikospinal yang rusak akan menyebabkan gangguan:
Gerakan involunter
Refleks postural
Gerakan sadar volunter
Persepsi sensorik
Neurotransmiter utama yang menyebabkan depolarisasi pada neuron postsinaptik adalah:
GABA
Glisin
Glutamat
Serotonin
Potensial aksi pada neuron SSP terjadi karena:
Na+ masuk dan K+ keluar secara bergantian melalui kanal ion
Terbuka bersamaan kanal Na+ dan Ca2+
Pompa Na+/K+ berhenti bekerja
Depolarisasi akibat Cl− masuk ke dalam sel
Gangguan pada sel oligodendrosit akan menyebabkan:
Impuls berjalan lebih cepat
Impuls tidak dapat diteruskan dengan baik
Produksi neurotransmiter meningkat
Neuron mengalami regenerasi lebih cepat
Cairan serebrospinal beredar melalui ruang subarachnoid dan diserap kembali ke:
Pleksus koroid
Sinus sagital superior
Foramen Monro
Ventrikel ke-3
Pada perdarahan subarachnoid, lokasi darah yang menumpuk adalah:
Antara dura dan tulang tengkorak
Antara dura dan arachnoid
Antara arachnoid dan pia meter
Di ventrikel otak
Fungsi utama blood-brain barrier adalah:
Mengatur tekanan intrakranial
Mengatur konsentrasi ion dalam plasma
Melindungi neuron dari zat toksik dalam darah
Menjaga tekanan osmotik dalam CSS
Komponen utama pembentuk BBB adalah:
Endotel kapiler otak dan mikroglia
Astrosit dan ependim
Endotel kapiler otak, basal lamina, dan astrosit
Pia mater dan oligodendrosit
Lesi pada hipokampus akan menyebabkan gangguan:
Koordinasi gerakan
Pengaturan suhu tubuh
Pembentukan memori baru
Pusat tidur dan kesadaran
Serebelum berperan dalam fungsi berikut, kecuali:
Koordinasi gerakan halus
Menjaga keseimbangan tubuh
Pengendalian tekanan darah
Belajar pola gerak baru
Sistem limbik memiliki peran penting dalam:
Perencanaan logis dan berpikir rasional
Pengaturan emosi dan memori
Kontrol gerakan motorik sadar
Pengaturan refleks vital
Formasi retikular di batang otak berperan utama dalam:
Mengatur siklus tidur dan kesadaran
Mengatur tekanan darah dan napas
. Mengontrol tonus otot postural
Menyimpan memori jangka panjang
Pasien dengan lesi pada medula oblongata kemungkinan besar akan mengalami:
Kehilangan memori jangka panjang
Gangguan pernapasan dan denyut jantung
Gangguan keseimbangan tubuh
Hilang sensasi nyeri pada wajah
Sistem saraf perifer memiliki dua jalur utama, yaitu aferen dan eferen. Jalur eferen berfungsi untuk:
Meneruskan impuls sensorik ke SSP
Menghubungkan neuron dengan reseptor sensorik
Mengirimkan impuls dari SSP ke organ efektor
Mengatur aktivitas refleks spinal
Sistem saraf somatik dan otonom berbeda dalam hal:
Jenis neurotransmiter yang digunakan
Jumlah neuron dalam jalur eferen
Lokasi soma neuron
Semua benar
Saraf spinalis keluar dari medula spinalis dan membawa dua jenis akar utama. Akar ventral membawa:
Informasi sensorik
Informasi motorik
Informasi campuran
Impuls otonom
Lapisan yang membungkus satu fasikulus dalam saraf perifer disebut:
Epineurium
Perineurium
Endoneurium
Perimysium
Neurotransmiter utama pada sinaps antara neuron motorik somatik dan otot rangka adalah:
Dopamin
Asetilkolin
Noradrenalin
GABA
Reseptor asetilkolin yang ditemukan pada otot rangka disebut:
Muskarinik (M2)
Nikotinik (Nm)
Nikotinik (Nn)
Adrenergik (β2)
Toksin botulinum menyebabkan kelumpuhan otot karena:
Menghambat degradasi ACh oleh ACh-esterase
Menghambat pelepasan ACh di terminal presinaptik
Mengaktifkan reseptor nikotinik berlebihan
Meningkatkan jumlah vesikel sinaptik
Neuron preganglionik sistem saraf simpatis berasal dari:
Batang otak
Segmen torakolumbal medula spinalis
Segmen sakral medula spinalis
Semua benar
Neuron postganglionik sistem saraf parasimpatis biasanya melepaskan:
Asetilkolin
Noradrenalin
Dopamin
Epinefrin
Sistem saraf simpatis memiliki neuron preganglionik yang:
Panjang dan postganglionik pendek
Pendek dan postganglionik panjang
Sama panjang
Terletak di medula spinalis bagian servikal
Aktivasi reseptor β1 adrenergik pada jantung akan menyebabkan:
Penurunan frekuensi denyut jantung
Peningkatan kontraktilitas dan frekuensi jantung
Vasodilatasi pembuluh darah
Relaksasi otot bronkus
Aktivasi reseptor muskarinik M3 pada pupil menyebabkan:
Dilatasi pupil
Konstriksi pupil
Paralisis akomodasi
Peningkatan tekanan intraokular
Aktivasi sistem simpatis akan menurunkan aktivitas organ berikut, kecuali:
Saluran pencernaan
Kelenjar ludah
Kandung kemih
Jantung
Refleks baroreseptor bekerja untuk:
Menjaga tekanan darah tetap stabil
Mengatur volume darah di ginjal
Meningkatkan aliran darah ke otot
Menurunkan aktivitas SSP
Jika tekanan darah turun tiba-tiba, respons simpatis yang terjadi adalah:
Vasodilatasi perifer
Penurunan frekuensi jantung
Vasokonstriksi dan peningkatan denyut jantung
Peningkatan aktivitas parasimpatis
Guillain-Barré syndrome disebabkan oleh:
Infeksi virus yang menyerang otak
Autoimun yang menyerang mielin di PNS
Kekurangan asetilkolin di sinaps
Lesi pada batang otak
Miastenia gravis disebabkan oleh:
Penurunan pelepasan ACh
Kerusakan oligodendrosit
Antibodi terhadap reseptor ACh pada otot
Kelebihan produksi dopamin
Neuropati perifer sering muncul pada penderita diabetes karena:
Hiperaktivitas neuron simpatis
Kerusakan mikrovaskular dan akson saraf
Kekurangan asetilkolin
Gangguan refleks medula spinalis
Hubungan SSP dan PNS dalam kontrol gerakan refleks terjadi melalui jalur:
Sensorik aferen → interneuron → motorik eferen
Motorik eferen → sensorik aferen → interneuron
Interneuron → aferen → otot
Pusat otonom → simpatis → efektor
Pada refleks menarik tangan dari benda panas, bagian otak yang terlibat langsung adalah:
Korteks motorik primer
Sumsum tulang belakang
Serebelum
Talamus
Seorang anak laki-laki usia 10 tahun datang dengan keluhan tinggi badannya jauh di atas teman-teman sebayanya. Pemeriksaan menunjukkan kadar GH sangat tinggi sejak usia muda akibat adenoma hipofisis. Hormon apa yang meningkat sebagai efek sekunder dari kondisi tersebut?
ACTH
IGF-1
TSH
LH
ADH
Seorang pasien mengalami poliuria dengan urin encer dan tidak berwarna. Setelah pemberian ADH sintetik, produksi urinnya berkurang. Gangguan utama pasien ini terjadi pada bagian mana?
Reseptor ADH di ginjal
Medula adrenal
Neurohipofisis
Korteks adrenal
Glomerulus ginjal
Pasien wanita mengalami penurunan berat badan, takikardi, tremor, dan exophthalmos. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar TSH menurun, T3/T4 meningkat. Apa penyebab paling mungkin?
Kekurangan yodium
Resistensi reseptor tiroid
Autoimun terhadap reseptor TSH
Adenoma hipofisis
Gangguan transport yodium
Seorang pasien mengalami hipokalsemia dengan gejala tetani dan spasme otot. Hormon yang paling mungkin berkurang adalah:
Kalsitonin
Parathormon
Aldosteron
Kortisol
Insulin
Seorang pasien dengan riwayat infeksi virus mengalami kelemahan progresif dan hiperpigmentasi kulit. Pemeriksaan menunjukkan kadar kortisol rendah dan ACTH tinggi. Diagnosis paling mungkin adalah:
Cushing syndrome
Addison disease
Hipopituitarisme
Hiperaldosteronisme
Pheokromositoma
Pada mekanisme kerja hormon steroid, molekul hormon akan berikatan dengan reseptor di:
Membran plasma
Sitoplasma atau nukleus
Retikulum endoplasma
Permukaan ribosom
Kanal ion spesifik
Seorang pasien laki-laki mengalami infertilitas akibat kadar FSH yang rendah. Struktur otak manakah yang mengalami gangguan primer?
Medula oblongata
Hipotalamus
Kelenjar tiroid
Adrenal medula
Pankreas
Pasien perempuan dengan riwayat kehamilan datang dengan keluhan tidak keluar ASI setelah melahirkan. Pemeriksaan menunjukkan kadar prolaktin rendah. Hormon hipotalamus manakah yang kemungkinan tidak bekerja optimal?
GHRH
TRH
Dopamin
GnRH
Somatostatin
Hormon yang meningkatkan kadar glukosa darah dengan merangsang glikogenolisis dan glukoneogenesis adalah:
Insulin
Glukagon
Somatostatin
Aldosteron
ADH
Seorang pasien dengan tumor zona fasikulata korteks adrenal akan mengalami peningkatan kadar hormon:
Aldosteron
Kortisol
Adrenalin
Testosteron
Melatonin
Hormon yang berperan dalam proses “let-down reflex” selama menyusui adalah:
Prolaktin
Estrogen
Oksitosin
GH
LH
Seorang pasien mengalami retensi urin berat akibat hiperaktivitas sistem saraf simpatis. Reseptor adrenergik yang berperan dalam kontraksi sfingter vesika adalah:
α1
α2
β1
β2
M3
Pasien pria dewasa mengalami penurunan libido dan massa otot. Pemeriksaan hormon menunjukkan kadar testosteron rendah, LH tinggi, FSH tinggi. Gangguan terjadi pada:
Hipotalamus
Hipofisis
Testis
Korteks adrenal
Medula adrenal
Seorang pasien menderita penyakit autoimun yang menghancurkan sel β pankreas. Akibatnya kadar glukosa darah terus meningkat. Pernyataan berikut benar tentang penyakit ini, kecuali:
Disebabkan oleh destruksi autoimun
Disebut Diabetes Mellitus tipe 1
Ditandai oleh kadar insulin tinggi
Menyebabkan polidipsia dan poliuria
Membutuhkan terapi insulin
Hormon yang dikeluarkan saat malam hari dan berfungsi mengatur siklus tidur-bangun adalah:
Timosin
Kortisol
Melatonin
Oksitosin
ADH
Seorang pasien dengan keluhan tekanan darah tinggi, hipernatremia, dan hipokalemia ternyata memiliki tumor pada zona glomerulosa. Hormon yang paling meningkat adalah:
Kortisol
Aldosteron
Adrenalin
Norepinefrin
Androgen
Peningkatan kadar estrogen akan menyebabkan peningkatan jumlah reseptor progesteron di endometrium. Fenomena ini disebut:
Desensitisasi reseptor
Up-regulation
Down-regulation
Feedback negatif
Feedback positif
Seorang pasien dengan defisiensi yodium mengalami pembesaran kelenjar tiroid (goiter). Mekanisme terjadinya pembesaran ini karena:
Hipersekresi T3/T4
Hipersekresi TSH
Penurunan TRH
Penurunan ACTH
Peningkatan kortisol
Seorang pria dengan stres kronik mengalami peningkatan sekresi kortisol. Hormon hipotalamus yang meningkat pada kondisi ini adalah:
CRH
TRH
GnRH
Somatostatin
Dopamin
Seorang wanita mengalami amenore dan infertilitas akibat hiperprolaktinemia. Mekanisme utama terjadinya kondisi ini adalah:
