NEW
Font size
WorksheetsUJIAN 1 GSR ANK 23
Total questions: 80
Worksheet time: 40mins
Seorang laki-laki 25 tahun datang ke PUSKESMAS dengan batuk berdahak dialami
sejak 1 bulan yang lalu. Lendir yang keluar bercampur darah segar. Sering
berkeringat di malam hari meskipun cuaca dingin, berat badan turun drastis dalam 1
bulan terakhir. Hasil Lab. tampak LED memanjang. Kesimpulan yang bisa diambil
dari gambaran radiologis chest x-ray pasien di atas adalah :
TB paru duplex aktif
Pneumonia lobaris
Bronchitis chronis
Tumor paru
Penyakit jantung bawaan disertai tanda-tanda bendungan paru
Seorang anak laki-laki 6 tahun datang diantar ibunya ke klinik dokter umum dengan
keluhan sesak sejak 1 jam yang lalu. Riwayat tersedak makanan saat makan sambil
bermain di halaman rumah. Batuk berulang-ulang dialami penderit Pada saat tiba di
dokter sesak bertambah hebat dan disertai suara serak, mulai tampak sianosis.
Terdapat stridor inspiratoar, retraksi suprasternal, intercostal. Penatalaksanaan awal
yang sesuai kasus di atas adalah
Oksigenasi
Antibiotika
Kortikosteroid
Heimlich maneuver
Rujuk ke RS dengan pertimbangan bronkoskop
Pemeriksaan diagnostik laboratorium Mikrobiologi dengan pewarnaan Ziehl-Neelsen
ditemukan 4 BTA/LP pada 100 LP. Apakah hasil pelaporan hasil berdasarkan
IUATLD ?
1+
2+
3+
4+
5+
Antigenic shift pada infeksi virus pernapasan bawah adalah..
Novel antigens
Novel antibodys
slightly modified antigens
slightly modified antibodys
antigens-antibody complex
Efusi Pleura dapat disebabkan oleh :
Malignancy, Tuberkulosis, Atelektasis
Atelektasis, Sirosis Hepatis, Pneumonia
Pneumothorax, Pneumonia, Atelektasis
Bronkiektasis, Atelektasis, Pneumonia
Pneumonia, Sindroma Nefrotik, Malignancy
Seorang laki-laki 62 tahun diantar anaknya berobat ke IGD RSUP Prof. Dr. R. D.
Kandou Manado dengan keluhan sulit menelan dalam 2 bulan terakhir yang
dirasakan bertambah berat 3 hari sebelum datang ke RS. Setiap makan minum
disertai batuk berulang dan seperti tersedak dan sulit bernapas. Setiap makan harus
dipaksakan agar masuk. Asupan makanan berkurang disertai penurunan berat
badan lebih dari 10 kg dalam 2 bulan terakhir. Post stroke 4 bulan lalu. Riwayat
hipertensi+. Keadaan umum tampak lemah. Kesadaran compos mentis.
Pemeriksaan tanda vital: Tekanan darah 150/90 mmHg, Nadi 92x/mnt, Respirasi
26x/mnt, Suhu badan 36,8oC. Refleks muntah tidak ada. Tools diagnostic melalui
anamnesis yang sesuai untuk kasus diatas:
Reflux Symptom Index
10- Eating Assessment Too
Penetration Aspiration scale
Reflux Finding Score
Reflux sign Assesment
Seorang laki-laki 25 tahun datang ke RS Awaloei dengan keluhan suara parau,
sesak napas dan stridor. Kadang nyeri tenggorokan, demam, common cold, lemas
disertai nyeri sulit menelan. TD 120/80mmHg Nadi: 90/m RR: 28/m SB: 37,5C. Apa
kemungkinan diagnosis tersebut?
Epiglotitis akut
Udem laring
Laringomalacia
Laringitis akut
Difteri laring
Seorang penderita masuk IGD dengan keluhan utama sesak nafas. Sesak dialami
sejak 3 minggu SMRS. Vital Sign : T = 140/80, N = 100 x/mnt, R = 30 x/mnt
PF : Thorax : Pulmo : SP : ↓ /N. Chest X ray : efusi pleura dextr Hasil BTA dan TCM
cairan efusi positif T Bagaimana patofisiologi terjadinya efusi pleura pada pasien ini :
Albuminuria → hipoalbuminemia → peningkatan tekanan hidrostatik→cairan berdifusi
keluar dari pembuluh darah kapiler ke cavum pleura
Albuminuria → hipoalbuminemia → penurunan tekanan onkotik→cairan berdifusi keluar
dari pembuluh darah kapiler ke cavum pleura
Infeksi pada pleura → pelepasan mediator inflamasi oleh sel mast →peningkatan
permeabilitas kapiler → cairan kaya protein keluar dari kapiler ke kavum pleura
Tekanan darah meningkat → peningkatan tekanan hidrostatik→cairan berdifusi keluar dari
pembuluh darah kapiler ke cavum pleura
Albuminuria → hipoalbuminemia → peningkatan tekanan onkotik→cairan berdifusi keluar
dari pembuluh darah kapiler ke cavum pleura
Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk
berlendir kadang-kadang disertai darah sejak 3 minggu yang lalu. Keluhan disertai
demam, berkeringat malam, malaise, dan penurunan berat badan. Riwayat minum
obat antibiotik dan obat batuk, tetapi belum ada perubahan. Pemeriksaan auskultasi
paru didapatkan ronkhi, wheezing tidak ada
Apakah sampel yang paling tepat untuk menegakkan diagnosis kasus ini ?
Feses
Urine
Sputum SPS
Fungsi Ginja
Cairan Cerebrospinal
Seorang laki-laki berusia 19 tahun datang di IGD RS dr. Soetomo akibat kena
pukulan didaerah leher, pasien mengeluhkan sesak dan terasa nyeri didaerah leher,
suara parau. Nyeri menelan disangkal, suara napas berbunyi. Pemeriksaan foto
rontgen servikal didapatkan penyempitan di daerah trakea. Apakah diagnosis yang
paling tepat untuk kasus tersebut?
CT scan leher
Laringoskopi Direk
Fiber Optic Laringoskopi
X- Foto leher AP dan lateral
Nasoendoskopi
Seorang anak laki-laki 6 tahun datang diantar ibunya ke klinik dokter umum dengan
keluhan sesak sejak 1 jam yang lalu. Riwayat tersedak makanan saat makan sambil
bermain di halaman rumah. Batuk berulang-ulang dialami penderit Pada saat tiba di
dokter sesak bertambah hebat dan disertai suara serak, mulai tampak sianosis.
Terdapat stridor inspiratoar, retraksi suprasternal, intercostal. Lokasi yang tepat
menunjukkan manifestasi klinis diatas adalah
faring
supra glottis
plika vokalis
trakea
bronkus
Berikut ini merupakan komplikasi yang dapat terjadi pada pneumonia, kecuali :
Abses paru
TB paru
Empiema
Perikarditis
Meningitis
Kriteria mayor pada pneumonia komunitas adalah :
Infiltrat bertambah > 50%
Frekuensi napas > 30x/menit
Tekanan sistolik < 90 mmgHg
Tekanan diastolic < 60 mmHg
PaO2/FiO2 < 250 mmHg
Pneumonia yang terjadi pada pasien yang dirawat di RS yang terjadi lebih dari 48
jam dengan menyingkirkan semua penyebab Pneumonia sebelum masuk RS
disebut :
Community Acquired Pneumonia
Pneumonia ortostatik
Pneumonia aspirasi
Hospital Acquired Pneumonia
Pneumonitis
Yang merupakan indikasi pemasangan WSD pada pasien dengan pneumothorax
adalah
PSP luas pneumotorak < 15%
Pneumotoraks ventil
PSS luas pneumotorak < 15%
PSS luas pneumotorak < 10%
Tidak disertai kelainan paru kontra lateral
Berikut merupakan penyebab terjadinya pneumothorax spontan sekunder, kecuali :
PPOK
Asma
TB paru
Perokok
Pneumonia
Gejala klinis atelektasis ,kecuali :
Sesak napas s/d Sianosis ( O2 menurun )
Takikardi ( kerja jantung memberat )
Panas tinggi ( sumbatan akibat adanya lendir / keradangan dalam saluran napas )
bradikardi
syok
Dibawah ini merupakan golongan resiko tinggi terjadinya tumor paru adalah :
Perempuan
Umur < 40 tahun
Perokok berat
Pasien dengan infeksi paru
Tidak pernah terpapar zat karsinogen
Seorang laki-laki tertusuk di dada kiri tepat diatas putting susu. Sesak (+), TD 80/60
mmHg, Nadi 120 x/menit, RR 24x/menit, JVP meningkat, Hipersonor (+). Dilakukan
foto thorax didapatkan gambaran hiperlusen avascular pada hemithorax kiri, dengan
kolaps paru kiri disertai pendorongan trakea dan mediastinum ke kontralateral,
cardiothorasic index <0,5, aorta normal, sinus costophrenicus tajam. Kesan
radiologis yang bisa diambil dari chest x-ray pasien di atas adalah :
Edema paru cardiogenic
Asma bronchiale
Tension pneumothorax
Massive hemorrhage
Tamponade jantung
Yang merupakan tindakan operatif pada pasien dengan pneumothorax adalah :
Observasi
Aspiras
WSD
Pemberian antibiotik
Pleurodesis
Seorang laki-laki 25 tahun datang ke RS Awaloei dengan keluhan suara parau,
sesak napas dan stridor. Kadang nyeri tenggorokan, demam, common cold, lemas
disertai nyeri sulit menelan. TD 120/80mmHg Nadi: 90/m RR: 28/m SB: 37,5C. Apa
tatalaksana yang tepat untuk kasus tersebut?
Oral gargle
Antiemetik
Voice rest selama 2-3 hari, medikamentosa
Antihistamin
Operasi
Patofisiologi terjadinya Atelectasis adalah :
Absorption Atelectasis : Efusi pleura → cairan dalam cavum pleura menekan paru →
kolaps paru
Compression Atelectasis : Corpus alineum → obstruksi saluran nafas → → kolaps paru
Absorption Atelectasis : Pneumothorax → udara dalam cavum pleura menekan paru →
kolaps paru
Compression Atelectasis : tumor bronkus → obstruksi saluran nafas →→ kolaps paru
Surfactant impairment : Bayi prematur → surfaktan defisiensi →tegangan permukanan
alveoli menurun → kolaps paru
Seorang perempuan berusia 57 tahun datang berobat ke IGD RS dengan batuk
lendir 8 hari dan telah diterapi oral. Pemeriksaan sputum dengan pewarnaan Gram
menunjukkan bakteri berbentuk basil berwarna merah dan berkapsul. Hasil kultur
pada media Mac Conkey koloni mukoid, berwarna merah mud Uji oksidase negatif,
dan uji biokimia Indol: negatif, MR: negatif, VP: positif, Citrat: positif.
Apakah mikroba penyebab infeksi di atas ?
Klebsiella pneumoniae
Micoplasma pneumoniae
Streptococcus pneumoniae
Coryrebacterium diphtheria
Mycobacterium tuberculosis
Di bawah ini yang merupakan tumor mediastinum anterior adalah :
Timoma
Kista bronkogenik
Tumor neurogenic
Kondroma
Kista perikardium
Seorang perempuan berusia 37 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk
berlendir kadang-kadang disertai darah sejak 4 minggu yang lalu. Keluhan disertai
demam, berkeringat malam, malaise, dan penurunan berat badan. Riwayat minum
obat antibiotik dan obat batuk, tetapi belum ada perubahan. Pemeriksaan auskultasi
paru didapatkan ronkhi, wheezing tidak ada Hasil pewarnaan Ziehl-Neelsen
ditemukan bakteri basil tahan asam, warna merah. Apakah mikroba penyebab yang
paling tepat ?
Klebsiella pneumoniae
Haemophilus influenza
Streptococcus pneumoniae
Coryrebacterium diphtheria
Mycobacterium tuberculosis
Vicious cycle pada patofisiologi terjadinya bronkiektasis adalah sebagai berikut
Hiposekresi mukus saluran nafas
Bronkokontriksi saluran nafas
Penipisan dinding bronkus
Dilatasi trakea
Kolonisasi bakteri pada bronkus
Seorang wanita berusia 25 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan batuk
berdarah sejak 1 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan radiologik thoraks posisi PA
didapatkan lesi radioopak inhomogen, berbercak, sebagian lesi konsolidatif di
lapangan atas paru kiri.
Apakah penyebab paling sering lesi tersebut?
Mycobacterium Tuberculosa
Streptococcus
Aspergilus
Eschericia Coli
Staphylococcus
Seorang laki-laki berusia 19 tahun datang di IGD RS dr. Soetomo akibat kena
pukulan didaerah leher, pasien mengeluhkan sesak dan terasa nyeri didaerah leher,
suara parau. Nyeri menelan disangkal, suara napas berbunyi. Pemeriksaan foto
rontgen servikal didapatkan penyempitan di daerah trakea. Apakah diagnosis yang
paling tepat untuk kasus tersebut?
CT scan leher
Laringoskopi Direk
Fiber Optic Laringoskopi
X- Foto leher AP dan lateral
Nasoendoskopi
Jika pada foto thorax tampak adanya gambaran perselubungan homogen pada
salah satu sisi paru yang menyebabkan organ mediastinum (trachea dan jantung)
shift kearah lesi, maka kesan yang dapat diambil adalah adanya :
Atelektasis paru
Efusi pleura
Pneumonia
Pneumothorax
KP lama
Seorang perempuan berusia 23 tahun dalam keadaan hamil hendak melahirkan
datang ke RS. Pada pemeriksaan fisik keadaan umum baik, kesadaran compos
mentis. Tanda tanda vital dalam batas normal. Pada pemeriksaan kandungan
kehamilan sudah cukup bulan, sudah ada tanda tanda. Pada malam hari
perempuan ini melahirkan, bayi yang lahir menangis dan bernapas namun
keesokan harinya bayi tersebut meninggal, hasil pemeriksaan otopsi mikroskopik
jaringan paru menunjukkan rongga alveoli ‘slit like air spac’. Apa diagnosa penyakit
pada bayi tersebut:
atelektasis neonatorum didapat
atelektasis neonatorum primer
atelektasis neonatorum sekunder
atelektasis yang didapat obstruktif
atelektasis yang didapat kompresi
Seorang laki-laki 25 tahun datang ke PUSKESMAS dengan batuk berdahak dialami
sejak 1 bulan yang lalu. Lendir yang keluar bercampur darah segar. Sering
berkeringat di malam hari meskipun cuaca dingin, berat badan turun drastis dalam 1
bulan terakhir. Hasil Lab. tampak LED memanjang. Setelah dilakukan chest x ray,
maka gambaran radiologis lainnya mungkin bisa ditemukan pada pasien ini adalah :
Bercak-bercak granuler yang tersebar merata pada kedua paru
Bercak-bercak infiltrate pada kedua paru disertai pemadatan kedua hillus
Gambaran cavities pada lapangan atas kedua paru
Bercak-bercak miliar pada seluruh lapangan paru
Semua jawaban diatas benar
Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan batuk lendir
sudah 10 hari. Keluhan disertai demam dan nyeri menelan yang dialami sejak 6 hari
yang lalu. Hasil pemeriksaan swab tenggorokan di laboratorium mikrobiologi
ditemukan koloni membentuk β-hemolitikus, sensitif bacitracin, uji katalase dan
koagulase negatif, serta pewarnaan Gram: bakteri berwarna ungu, berbentuk kokus.
Apakah mikroba penyebab infeksi yang paling tepat ?
Streptococcus pneumoniae
Streptococcus pyogenes
Streptococcus viridans
Streptococcus agalactiae
Streptococcus faecium
Patogenesis terjadinya pneumonia adalah masuknya mikroorganisme ke saluran
napas bagian bawah, kecuali :
Inhalasi langsung dari udara
Aspirasi bahan – bahan di nasofaring dan orofaring
Penyebaran melalui kelenjar limfe
Perluasan langsung dari tempat – tempat lain
Penyebaran secara hematogen
Seorang anak perempuan 5 tahun datang diantar ibunya ke klinik dokter umum
dengan keluhan sesak sejak 3 jam yang lalu. Riwayat tersedak mainan saat sedang
bermain dengan teman-temanny Batuk berulang-ulang disertai napas berbunyi. Pada pemeriksaan ditemukan palpatory thud dan audible slap. Tindakan yang
paling tepat sesuai kasus di atas adalah
Oksigenasi
Antibiotika
Kortikosteroid
Heimlich maneuver
Rujuk ke RS dengan pertimbangan bronkoskopi
Seorang laki-laki berusia 55 tahun datang berobat ke IGD RS dengan keluhan batuk
lendir 3 minggu. Keluhan disertai malaise dan merasa demam. Pasien telah
diberikan obat batuk tetapi belum ada perubahan dan sementara minum obat
antivirus HIV-AIDS sejak 4 tahun yang lalu. Hasil kultur di laboratorium Mikrobiologi
ditemukan koloni berfilamen putih, kemudian berubah warna hijau tua atau hijau
kebiruan dengan pinggiran putih, permukaan seperti beludru dan pewarnaan sputum
ditemukan hifa dengan konidi Apakah mikroba penyebab infeksi ini ?
Malasezia furfur
Microsprorum canis
Coccidioides immitis
Aspergillus fumigatus
Histoplasma capsulatum
Seorang laki-laki umur 43 th yangg bekerja sebagai buruh bangunan, datang ke
praktek dokter dgn keluhan nyeri dada kanan disertai batuk dan demam yang sudah
berlangsung 3 hari. Pada pemeriksaan foto thorax ditemukan gambaran cavitas
soliter dinding tebal irreguler disertai “air fluid level” pada kanan bawah. Kesan
radiologis yang bisa diambil dari chest x-ray pasien di atas adalah :
TBC paru kanan
Abses paru kanan
Hydropneumothorax dextra
Pleuro-pneumonia dextra
Bronkiektasis
Seorang wanita 40 thn MRS datang dengan keluhan sesak napas . Keadaan ini
telah dialaminya sejak kecil tapi akhir-akhir ini dirasakan makin berat terutama jika
cuaca dingin. Obat-obat yang yang selama ini dipakai dari pemberian seorang ahli
paru berupa obat gol. Kortikosteroid dan beta 2 agonis. Pemeriksana fisis pada
perkusi ditemukan hipersonor kedua dinding thorax dan pada auskultasi ditemukan
wheezing pada seluruh lapangan paru. Setelah dilakukan chest x ray posisi PA akan
ditemukan gambaran radiologis berupa :
Perselubungan homogen pada salah satu hemithorax
Bercak-bercak infiltrate
Gambaran ground glass pada salah satu hemithorax
Hiperradioluscent vascular/hiperaerasi pada kedua paru
Bercak-bercak berawan pada lapangan atas kedua paru
Faktor resiko emboli paru adalah ,kecuali
hiperkoabilitas
Perubahan dinding pembuluh darah.
Hipersensitivitas
Stasis darah
Cedera dinding pembuluh darah.
Seorang pria Usia 60 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak nafas. Batuk
produktif selama 3 bulan 2 tahun ini Pemeriksaan fisik : ekspirasi memanjang, perkusi hiper smor, gambaran radiologist : emfisemateus.
Untuk memastikan diagnosis dilakukan pemeriksaan :
Elektrokordiogram
Sprirometri
Analisa gas darah
Pemeriksaan dahak bakteri tahan asam (BTA)
Gula Darah puasa / 2 jam post prandial
Seorang laki-laki berusia 50 tahun pekerjaan petani, datang berobat ke IGD RS
dengan keluhan demam, batuk lendir 2 minggu. Hasil kultur di laboratorium
Mikrobiologi ditemukan jamur yang menyebabkan infeksi Valley Fever. Apakah
mikroba penyebab infeksi ini ?
Malasezia furfur
Microsprorum canis
Candida albicans
Coccidioides immitis
Histoplasma capsulatum
Berikut ini merupakan tindakan diagnostik khusus yang dapat dilakukan untuk
menegakkan diagnosis tumor paru adalah
Pemeriksaan sputum
Pemeriksaan darah
USG Thorax
Analisa cairan pleura
Biopsi transtoraka
Seorang laki-laki berusia 35 tahun telah dilakukan trakesotomi di RSU Daerah tipe B
akibat benturan yang mengenai leher saat terjadi lakalantas. setelah keadaan umum
stabil, Pasien dirujuk ke departemen THT-KL RS tipe A untuk penanganan lanjutan.
Pemeriksaan apakah yang dilakukan dr Sp THT-KL ?
CT scan
X Foto leher
MRI
Fiber Optik Laringoskopi
Darah lengkap
Seorang laki-laki berusia 19 tahun datang di IGD RS dr. Soetomo akibat kena
pukulan didaerah leher, pasien mengeluhkan sesak dan terasa nyeri didaerah leher,
suara parau. Nyeri menelan disangkal, suara napas berbunyi. Pemeriksaan foto
rontgen servikal didapatkan penyempitan di daerah trakea. Apakah diagnosis yang
paling tepat untuk kasus tersebut?
Stridor inspiratoar
Stridor ekspiratoar
Disfonia
Disfagia
Hemoptisis
Laki-laki 19 tahun, sesak 2hr, batuk, panas tinggi, flu 3hari. Respirasi 53x/menit, t
390C cuping hidung (+). Gambaran Ro Thorax tampak opasitas inhomogen dengan
airbronchogram di lobus medius paru kanan. Diagnosisnya?
Sind Schwarte
Efusi pleura
Pneumonia
Atelektasis
Bronkopneumonia
Seorang wanita berusia 40 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan batuk sejak 3
bulan yang lalu. Keluhan disertai dahak dan berbau. Pada pemeriksaan foto thoraks
posisi PA didapatkan lesi rongga-rongga bulat lusen berdinding tipis, multipel di
lapangan bawah paru kiri.
Apakah diagnosa yang paling tepat?
Bronkhitis
Pneumonitis
Bronkhiektasis
Bronkhiolitis
semua jawaban di atas, tidak ada yang tepat
Seorang laki2 tunawisma umur 46 th datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada
kiri setelah batuk. Nyeri ini menetap, waktu berdiri maupun berbaring, tidak ada
riwayat merokok. Penderita sangat kurus (cachectis), anemis dan suhu badan 38 oc.
Pada auskultasi tidak ditemukan bunyi pernapasan pada dada kiri.
Hasil foto toraks terlihat adanya tanda-tanda efusi massif pleura yaitu ?
berselubung inhomogen pd hemithorak kiri
berselubung homogen pd hemitorak kiri
berselubung inhomogen pada paru kir
berselubung homogen pada paru kiri
berselubung dengan” air bronchogram sign” pd hemithorak kiri
Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang berobat ke IGD RS dengan batuk lendir
10 hari dan telah diterapi oral. Hasil pemeriksaan darah rutin: leukosit: 15.000/mm3.
Pemeriksaan sputum dengan pewarnaan Gram menunjukkan banyak diplokokus
berwarna ungu, berbentuk lanset dan sel polimorfonukleus. Hasil kultur
menunjukkan gambaran bakteri alfa-hemolitik pada media BAP, sensitif terhadap
optochin dan uji katalase negatif. Apakah mikroba penyebab infeksi yang paling
tepat ?
Enterococcus faecalis
Neisseria meningitides
Staphylococcus aureus
Streptococcus pyogenes
Streptococcus pneumoniae
Seorang wanita 40 thn MRS datang dengan keluhan sesak napas . Keadaan ini
telah dialaminya sejak kecil tapi akhir-akhir ini dirasakan makin berat terutama jika
cuaca dingin. Obat-obat yang yang selama ini dipakai dari pemberian seorang ahli
paru berupa obat gol. Kortikosteroid dan beta 2 agonis. Pemeriksana fisis pada
perkusi ditemukan hipersonor kedua dinding thorax dan pada auskultasi ditemukan
wheezing pada seluruh lapangan paru. Kesan yang bisa diambil dari gambaran
radiologis penyakit pasien tersebut adalah :
Pneumonia lobaris
Efusi pleura massif
KP duplex aktif
Emphysema pulmonum
Bronchitis akut
Seorang anak laki-laki 25 tahun mengalami sesak disertai suara parau saat
mengalami benturan yang mengenai leher pada waktu bermain sepak bola. Pasien
kemudian diantar orang tuanya ke RS Permata Bunda. Pada pemeriksaan didapati
ada luka memar di bagian anterior leher yang terasa nyeri saat palpasi. Apakah
penatalaksanaan awal yang paling tepat?
Resusitasi jantung paru
Trakeostomi segera
Nilai Airway, Breathing & Circulation
Cricotyrotomi
Pemberian adrenalin i.v
Seorang laki-laki 25 tahun datang ke PUSKESMAS dengan batuk berdahak dialami
sejak 1 bulan yang lalu. Lendir yang keluar bercampur darah segar. Sering
berkeringat di malam hari meskipun cuaca dingin, berat badan turun drastis dalam 1
bulan terakhir. Hasil Lab. tampak LED memanjang. Setelah dilakukan chest x ray,
maka gambaran radiologis yang paling mungkin bisa ditemukan pada pasien ini
adalah :
Bercak berawan pada lapangan atas pada kedua paru
Perselubungan homogen pada hemithorax kanan
Gambaran nodul soliter pada lapangan bawah paru kanan
Corakan bronchovascular prominent pada paracardial paru kanan
Cardiomegaly disertai pelebaran pembuluh darah suprahili
Gambaran radiologis pada foto thorax yang memperlihatkan adanya KP lama aktif
adalah :
Bercak berawan
Garis-garis fibrosis
Cavitas
Bintik-bintik kalsifikasi
Semua di atas benar
Patofisiologi terjadinya pneumothorax pada pasien Emfisema paru adalah :
Pembentukan blebs → blebs pecah → pleura visceral robek → tekanan intra alveoli lebih
tinggi dari tekanan cavum pleura → udarà dari alveoli masuk ke kavum pleura
Pembentukkan blebs → blebs pecah → pleura parietal robek→ tekanan intra alveoli lebih
tinggi dari tekanan cavum pleura → udarà dari alveoli masuk ke kavum pleura
Pembentukkan blebs → blebs pecah → pleura parietal robek→ tekanan intra alveoli lebih
tinggi dari tekanan cavum pleura → udarà dari alveoli masuk ke kavum pleura
Pembentukkan bleb → blebs pecah→ pleura visceral robek → tekanan intra alveoli lebih
tinggi dari tekanan cavum pleura→ cairan dari alveoli masuk ke kavum pleura
Pembentukan blebs → tekanan intra alveoli lebih tinggi dari tekanan cavum → pleura blebs
pecah → pleura visceral robek → udarà dari alveoli masuk ke kavum pleura
Patofisiologi terjadinya pneumonia yang disebabkan oleh virus covid 19 adalah sbb :
Virus masuk ke saluran nafas secara inhalasi → protein M virus melekat pada reseptor
ACE2 epitel saluran nafas → virus masuk ke sel → transkripsi dan translasi virus pada inti
sel- virus keluar sel dan menginfeksi sel sehat lainnya
Virus masuk saluran nafas secara aspirasi → protein S virus melekat pada reseptor ACE2
saluran nafas → virus masuk ke sel → replikasi, transkripsi dan translasi virus pada inti sel
→ virus keluar sel dan menginfeksi sel sehat lainnya
Virus masuk saluran nafas secara hematogen → protein E melekat pada reseptor ACE2
saluran nafas → replikasi, transkripsi dan translasi virus pada inti sel→ virus keluar sel dan
menginfeksi sel sehat lainnya
Virus masuk ke saluran nafas secara inhalasi → protein S virus melekat pada reseptor
ACE2 epitel saluran nafas → virus masuk ke sel → replikasi, transkripsi dan translasi virus
pada inti sel→ virus keluar sel dan menginfeksi sel sehat lainnya
Virus masuk ke saluran nafas secara inhalasi → protein M virus melekat pada reseptor
ACE2 epitel saluran nafas → virus masuk ke sel → replikasi, transkripsi dan translasi virus
pada inti sel → virus keluar sel dan menginfeksi sel sehat lainnya
neumothorax dapat disebabkan oleh :
Trauma abdomen
Sirosis hepatis
Gagal jantung kongestif
Tuberkulosis paru
Sindroma nefrotik
Pernyataan di bawah ini yang benar mengenai pneumothorax adalah :
Pada pneumothorax terbuka terdapat hub antara pleura dengan paru
Terjadi pneumothorax vistel tertutup secara spontan
Bukan merupakan sebuah kegawatdaruratan
Pada pneumothorax, udara bisa masuk dan keluar secara bebas dari rongga dada
Tidak memerlukan pemasangan WSD
Seorang laki-laki berusia 16 tahun diantar guru olahraga ke IGD RS Hermina
dengan keluhan sesak disertai suara parau saat mengalami benturan yang
mengenai leher pada waktu bermain sepak bola. Pada pemeriksaan didapati ada
luka memar di bagian anterior leher, retraksi suprasternal, stridor inspirasi. Pada palpasi didapatkan krepitasi. Saturasi O2 93%. Apa penatalaksaanaan awal yang
tepat pada kasus ini?
Crycotyrotomi
Laringofisure
Midline tyrotomi
Arytenoidopexy
Trakeostomi
Berikut ini merupakan gambaran klinis pneumonia yang dapat ditemukan, kecuali :
Tanda – tanda infeksi saluran napas akut
Demam
Nyeri otot dan sendi
Batuk, sputum purulent/mukoid
Flu, penurunan berat badan
Seorang wanita 40 thn MRS datang dengan keluhan sesak napas . Keadaan ini
telah dialaminya sejak kecil tapi akhir-akhir ini dirasakan makin berat terutama jika
cuaca dingin. Obat-obat yang yang selama ini dipakai dari pemberian seorang ahli
paru berupa obat gol. Kortikosteroid dan beta 2 agonis. Pemeriksana fisis pada
perkusi ditemukan hipersonor kedua dinding thorax dan pada auskultasi ditemukan
wheezing pada seluruh lapangan paru. Gambaran radiologis yang menyertai/yang
lainnya yang bisa ditemukan pada pasien tersebut di atas adalah :
Sela iga yang melebar dan mendatar
Kedua diafragma letak rendah dan mendatar
Cor bentuk ramping
Barrel chest
Semua jawaban di atas benar
Antigenic drift pada infeksi virus pernapasan bawah adalah..
Novel antigens
Novel antibodys
slightly modified antigens
slightly modified antibodys
antigens-antibody complex
seorang laki-laki, 62 tahun , perokok datang ke IGD karena sesak yang semakin
memberat. Batuk berdahak sejak 5 th yang lalu. 1 minggu ini batuk bertambah
banyak dgn dahak kental. Pada pemeriksaan fisik didapatkan peningkatan jugular
venous preasure (JVP). Pernah berobat ke RS 8 bulan yg lalu. Dan didiagnosis
sebagai penyakit paru obstruksi kronik (PPOK).
Pada kasus tersebut obstruksi disebabkan kelainan pada ?
hipertropi mukkosa, bronkokonstriksi , sumbatan mukus pada lumen bronkus
hiperreaktifitas bronkur
pendesakan dari luar lumen bronkus
hambatan pengembangan paru
hilangnya surfaktan pada alveolus
seorang bayi perempuan mengalami sesak nafas dan cyanosis sesaat setelah lahir
prematur. Pada pemeriksaan foto toraks ditemukan corakan granular dengan
gambaran ‘air-bronchogram sign’ yang meluas dari medial kedua paru, distribusi
bilateral dan simetris. Dari gambaran radiologi bayi tersebut di diagnosis ?
Meconium aspiration syndrome
Respiratory distress syndrome
Pneumonia lobaris
Transient tachypnoe of newborn
Atelektasis
Jika pada foto thorax terlihat adanya gambaran perselubungan homogen pada salah
satu hemithorax yang menyebabkan organ mediastinum shift menjauhi lesi, maka
kesan yang mungkin bisa diambil adalah adanya :
Efusi pleura massif
Atelektasis paru
Pneumonia
KP aktif
Pneumothorax spontan
Seorang laki-laki 62 tahun diantar anaknya berobat ke IGD RSUP Prof. Dr. R. D.
Kandou Manado dengan keluhan sulit menelan dalam 2 bulan terakhir yang
dirasakan bertambah berat 3 hari sebelum datang ke RS. Setiap makan minum
disertai batuk berulang dan seperti tersedak dan sulit bernapas. Setiap makan harus
dipaksakan agar masuk. Asupan makanan berkurang disertai penurunan berat
badan lebih dari 10 kg dalam 2 bulan terakhir. Post stroke 4 bulan lalu. Riwayat
hipertensi+. Keadaan umum tampak lemah. Kesadaran compos mentis.
Pemeriksaan tanda vital: Tekanan darah 150/90 mmHg, Nadi 92x/mnt, Respirasi
26x/mnt, Suhu badan 36,8oC. Refleks muntah tidak ada. Komplikasi yang ditemukan
pada kasus diatas adalah?
Odinofagia
Aspirasi
Sumbatan jalan napas atas
Disfagia esofageal
Epiglotitis
Seorang laki-laki 28 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sesak yang disertai
batuk. Dilakukan pemeriksaan foto thoraks, tampak adanya cairan dalam cavum
pleura sinistra, dan didiagnosa dengan efusi pleura sinistra.
Pada kasus diatas, jika pasien dengan pasien dengan ppsisi berdiri, maka cairan
akan mudah mengair ke :
Fissura obliqua pulmonis
Incisura cardiaca pulmonis
Resessus costomediostenalis
Fissura horizontalis pulmonalis
Resessus costodiaphragmaticus
Seorang anak perempuan 5 tahun datang diantar ibunya ke klinik dokter umum
dengan keluhan sesak sejak 3 jam yang lalu. Riwayat tersedak mainan saat sedang
bermain dengan teman-temanny Batuk berulang-ulang disertai napas berbunyi.
Pada pemeriksaan ditemukan palpatory thud dan audible slap. Lokasi yang tepat
menunjukkan manifestasi klinis diatas adalah
Faring
Supra glottis
Plika vokalis
Trakea
Bronkus
Seorang pria Usia 60 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak nafas. Batuk
produktif selama 3bulan 2 tahun ini Pemeriksaan fisik : ekspirasi memanjang, perkusi hiper smor, gambaran radiologist : emfisemateus.
Diagnosis paling mungkin kasus ini adalah :
Branko Pneumonia
Bronkitis akut
Penyakit Paru Obstruksi menahun (PPOM)
Atelektasis Obstruktif
Pnemonia lobaris
Dibawah ini merupakan proses fisiologis dari pleura kecuali :
Pleura parietalis memproduksi cairan pleura 0,1 ml/kgBB/hari
Rata - rata jumlah cairan pleura adalah 5 – 20 ml, jumlah ini tidak Nampak pada foto
thorax konvensional
Cairan pleura mengalir mengikuti hukum starling dari pleura parietalis ke rongga pleura
akibat penurunan tekanan di kapiler pleura parietalis
Absorbsi cairan paling banyak terjadi lewat kapiler pleura viseralis
Protein kembali diserap oleh kelenjar limfe pleura parietalis
Seorang laki-laki 5 tahun dibawah ke IGD Rumah Sakit setelah kemasukan biji
kacang ijo pada saluran napasnya. Dilakukan pemeriksaan radiologi dan tampak
adanya benda asing pada segmen thorakobronkhial, kemudian struktur manakah
dibawah ini cenderung di tempati oleh benda asing tersebut ?
Carina dari trachea
Bronkus lobaris sinistra
Bronkus principalis dextra
Bronkhus principalis sinistra
Bronkhus segmentalis sinistra
Cairan pleural diabsorbsi oleh :
Pleura viseral
Pleura parietalis
Kelenjar getah bening
Pembuluh kapiler
Pleura viseral dan parietalis
Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun datang ke IGD RS dibawa oleh ibunya,
dengan keluhan batuk kering 8 hari. Keluhan disertai demam, nyeri menelan, suara
serak dan malais Pemeriksaan nasofaringeal tampak pseudomembran kelabu di
tenggorokan. Hasil swab tenggorokan ditemukan mikroba tumbuh baik di media
Loeffler, pewarnaan Gram ditemukan bakteri basil berwarna ungu dan pewarnaan
Neisser tampak granula metakhromatik. Apakah mikroba penyebab yang paling
tepat ?
Bordetella pertusis
Klebsiella pneumonia
Haemophilus influenzae
Streptococcus pneumoniae
Corynebacterium diphteriae
Pasien datang dengan keluhan sesak napas setelah dilakukan foto thoraks
ditemukan adanya kollaps pada lobus superior paru kiri sehingga struktur yang
terkait mengalami pergeseran kearah kollaps. Struktur manakah dibawah ini yang
mengalami pergeseran tersebut ?
Pharinx
Larynx
Thyroid
Trachea
Oesophagus
Berikut merupakan komplikasi yang dapat terjadi pada tumor mediastinum, kecuali
Obstruksi trakea
Infeksi
Sindrom vena cava superior
Invasi vaskular dan hemoragik
Ruptur esophagu
Seorang laki-laki 25 tahun datang ke RS Awaloei dengan keluhan suara parau,
sesak napas dan stridor. Kadang nyeri tenggorokan, demam, common cold, lemas
disertai nyeri sulit menelan. TD 120/80mmHg Nadi: 90/m RR: 28/m SB: 37,5C. Apa
tatalaksana yang tepat untuk kasus tersebut?
Oral gargle
Antiemetik
Voice rest selama 2-3 hari, medikamentosa
Antihistamin
Operas
Pada gambaran radiologis pada pasien pneumothorax dapat ditemukan hal berikut,
kecuali
Paru kolaps
Honeycomb appereance
Pleural line
Sela iga melebar
Tanda – tanda pendorongan
Seorang penderita usia 18 tahun masuk IGD dengan keluhan utama sesak nafas.
Sesak nafas dialami sejak 30 menit sebelum MRS. Penderita ditusuk oleh orang
mabuk dan luka tembus pada area Intercostae Space 5 dextr Chest X ray
menunjukkan terjadinya pneumothorax dextr Dokter jaga IGD mendiagnosis
sebagaimana Ventil Pneumothorax. Bagaimana proses terjadi Ventil Pneumothorax
pada pasien tersebut:
Luka tusuk menembus kulit sampai ke pleura parietal → udara masuk dari atmosfir ke
kavum pleura → efek katup searah → katup terbuka saat inspirasi dan menutup saat
ekspirasi → tekanan intra pleura melebihi tekanan atmosfir → paru kolaps
Luka tusuk menembus kulit sampai ke pleura parietal → udara masuk dari atmosfir ke
kavum pleura → efek katup dua arah → katup terbuka saat inspirasi dan terbuka saat
ekspirasi → tekanan intra pleura melebihi tekanan atmosfir → paru kolaps
Luka tusuk menembus kulit sampai ke pleura parietal → udara masuk dari atmosfir ke
kavum pleura → efek katup searah → katup terbuka saat inspirasi dan menutup saat
ekspirasi → tekanan intra pleura sama dengan tekanan atmosfir → paru kolaps
Luka tusuk menembus kulit sampai ke pleura parietal → udara masuk dari atmosfir ke
kavum pleura → efek katup searah → katup terbuka saat inspirasi dan menutup saat
ekspirasi → tekanan intra pleura lebih rendah dari tekanan atmosfir → paru kolaps
Luka tusuk menembus kulit sampai ke pleura parietal → udara masuk dari atmosfir ke
kavum pleura → efek katup searah → katup tertutup saat inspirasi dan terbuka saat
ekspirasi → tekanan intra pleura melebihi tekanan atmosfir → paru kolaps
Seorang laki-laki 62 tahun diantar anaknya berobat ke IGD RSUP Prof. Dr. R. D.
Kandou Manado dengan keluhan sulit menelan dalam 2 bulan terakhir yang
dirasakan bertambah berat 3 hari sebelum datang ke RS. Setiap makan minum
disertai batuk berulang dan seperti tersedak dan sulit bernapas. Setiap makan harus dipaksakan agar masuk. Asupan makanan berkurang disertai penurunan berat
badan lebih dari 10 kg dalam 2 bulan terakhir. Post stroke 4 bulan lalu. Riwayat
hipertensi+. Keadaan umum tampak lemah. Kesadaran compos mentis.
Pemeriksaan tanda vital: Tekanan darah 150/90 mmHg, Nadi 92x/mnt, Respirasi
26x/mnt, Suhu badan 36,8oC. Refleks muntah tidak ada. Tools diagnostic melalui
pemeriksaan endoskopi pada RS rujukan yang sesuai untuk kasus diatas:
Reflux Symptom Index
10- Eating Assessment Tool
Penetration Aspiration scale
Reflux Finding Score
Reflux sign Assesment
Patofisiologi terjadinya efusi pleura pada penyakit Sindroma Nefrotik adalah :
Albuminuria → hipoalbuminemia → peningkatan tekanan hidrostatik→ cairan berdifusi
keluar dari pembuluh darah kapiler ke cavum pleura
Albuminuria → hipoalbuminemia → penurunan tekanan onkotik→ cairan berdifusi keluar
dari pembuluh darah kapiler ke cavum pleura
Infeksi pada pleura → pelepasan mediator inflamasi oleh sel mast → peningkatan
permeabilitas kapiler → cairan kaya protein keluar dari kapiler ke kavum pleura
Tekanan darah meningkat → peningkatan tekanan hidrostatik→ cairan berdifusi keluar dari
pembuluh darah kapiler ke cavum pleura
Albuminuria → hipoalbuminemia → peningkatan tekanan onkotik→ cairan berdifusi keluar
dari pembuluh darah kapiler ke cavum pleura
Apakah yang memfasilitasi respon imun nasopharyngeal-associated lymphoid tissue
melalui tranpor mikroba trans-epithelial ?
Sel M
Sel A
Sel T
Sel U
Sel R
Seorang laki-laki 62 tahun diantar anaknya berobat ke IGD RSUP Prof. Dr. R. D.
Kandou Manado dengan keluhan sulit menelan dalam 2 bulan terakhir yang
dirasakan bertambah berat 3 hari sebelum datang ke RS. Setiap makan minum
disertai batuk berulang dan seperti tersedak dan sulit bernapas. Setiap makan harus
dipaksakan agar masuk. Asupan makanan berkurang disertai penurunan berat
badan lebih dari 10 kg dalam 2 bulan terakhir. Post stroke 4 bulan lalu. Riwayat
hipertensi+. Keadaan umum tampak lemah. Kesadaran compos mentis.
Pemeriksaan tanda vital: Tekanan darah 150/90 mmHg, Nadi 92x/mnt, Respirasi
26x/mnt, Suhu badan 36,8oC. Refleks muntah tidak ada. Pemeriksaan yang paling
sesuai untuk diagnosis kasus diatas adalah..
Foto servikal
Darah lengkap
Foto toraks
Flexible Endoscopic Evaluation of Swallowing (FEES)
Esofagogram
Salah satu Kontraindikasi pemberian antikoagulansia pada emboli paru adalah :
Stres, ibu muda
hipertens
gagal ginja
stroke
Hipertensi
