wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal Pilihan Ganda Bioekonomi Perikanan

Total questions: 99

Worksheet time: 52mins

Name
Class
Date
1.

Apa yang dimaksud dengan MSY (Maximum Sustainable Yield)?

a)

Tingkat hasil tangkap minimum yang dapat dipertahankan tanpa menurunkan stok ikan

b)

Tingkat hasil tangkap maksimum yang dapat dipertahankan secara berkelanjutan tanpa mengurangi stok ikan

c)

Tingkat hasil tangkap yang memberikan keuntungan ekonomi tertinggi

d)

Tingkat hasil tangkap di mana nelayan memperoleh keuntungan nol

2.

Pada titik MEY (Maximum Economic Yield), kondisi yang terjadi adalah...

a)

Upaya tangkap lebih tinggi daripada MSY

b)

Stok ikan lebih rendah daripada MSY

c)

Upaya tangkap lebih rendah dari MSY dan keuntungan maksimum tercapai

d)

Keuntungan nelayan sama dengan nol

3.

Mengapa kondisi Open Access dapat menyebabkan overfishing?

a)

Karena stok ikan tidak dapat diperbarui

b)

Karena pemerintah membatasi jumlah nelayan

c)

Karena semua nelayan bebas masuk selama masih ada keuntungan hingga stok menipis

d)

Karena tangkapan ikan terlalu sedikit

4.

Hubungan antara MSY dan MEY adalah...

a)

Hubungan antara MSY dan MEY adalah...

b)

MEY memiliki upaya tangkap lebih rendah dan stok ikan lebih tinggi dibanding MSY

c)

MSY dan MEY terjadi pada tingkat upaya yang sama

d)

MSY lebih menguntungkan secara ekonomi dibanding MEY

5.

Pada rezim Open Access, keuntungan nelayan akan menjadi nol karena...

a)

Harga ikan meningkat tajam

b)

Semua nelayan berhenti melaut

c)

Pemerintah menerapkan sistem kuota yang ketat

d)

Tidak ada pembatasan jumlah nelayan sehingga pendapatan dan stok ikan menurun

6.

Apa risiko utama jika penangkapan ikan dilakukan secara berlebihan?

a)

Harga ikan naik

b)

Stok ikan runtuh (collapse)

c)

Nelayan semakin sejahtera

d)

Biaya Produksi semakin rendah

7.

Salah satu alasan pentingnya bioekonomi perikanan adalah adanya trade-off antara aspek biologi dan ekonomi. Apa yang dimaksud dengan trade-off tersebut?

a)

Peningkatan stok ikan selalu sejalan dengan peningkatan keuntungan nelayan

b)

Peningkatan upaya tangkap dapat meningkatkan hasil tetapi berisiko menurunkan stok dan keuntungan jangka panjang

c)

Biaya penangkapan ikan selalu turun ketika stok ikan meningkat

d)

Semua nelayan mendapatkan keuntungan yang sama dalam kondisi open access

8.

Tujuan utama dari bioekonomi perikanan adalah

a)

Mengeksploitasi ikan sebanyak mungkin

b)

Mengurangi jumlah nelayan

c)

Menemukan tingkat eksploitasi yang optimal, berkelanjutan, dan ekonomis

d)

Meningkatkan subsidi pemerintah

9.

FAO dan KKP mendorong pengelolaan tuna berbasis kuota agar tidak melebihi MSY. Apa risiko utama jika kebijakan ini tidak dijalankan?

a)

Harga tuna di pasar internasional menjadi lebih tinggi

b)

Nelayan lokal semakin sejahtera karena bebas menangkap

c)

Produksi tuna tetap stabil tanpa regulasi

d)

Tuna bisa mengalami stock collapse sehingga ekspor menurun drastis

10.

Salah satu kebijakan perikanan terukur di Indonesia adalah pembatasan wilayah tangkap dan kuota produksi per zona. Tujuan utama kebijakan ini adalah

a)

Menjaga stok ikan agar tidak melebihi tingkat eksploitasi berkelanjutan

b)

Meningkatkan jumlah nelayan kecil di daerah pesisir

c)

Membatasi jumlah kapal asing yang masuk ke perairan Indonesia

d)

Menghindari konflik antar nelayan di wilayah tangkap yang sama

11.

Apa yang dimaksud dengan Open Access dalam pengelolaan perikanan?

a)

Setiap nelayan memiliki kuota tangkap tertentu

b)

Nelayan bebas melaut tanpa pembatasan

c)

Pemerintah membatasi jumlah kapal yang boleh beroperasi

d)

Nelayan diberikan hak pemanfaatan jangka panjang

12.

Konsekuensi utama dari rezim Open Access adalah

a)

Stok ikan meningkat karena pengawasan ketat

b)

Nelayan lebih sejahtera karena keuntungan lebih besar

c)

Terjadi overfishing dan keuntungan nelayan menjadi nol

d)

Biaya operasional semakin rendah

13.

Sistem Limited Entry dalam pengelolaan perikanan berarti

a)

Pemerintah memberikan pembatasan izin/kuota kapal

b)

Nelayan bebas melaut tanpa izin

c)

Pemerintah membatasi harga ikan

d)

Nelayan diberikan subsidi operasional

14.

Apa kelebihan dari sistem Rights-based Fisheries (misalnya ITQ - Individual Transferable Quota)?

a)

Meningkatkan overfishing karena banyak kapal beroperasi

b)

Tidak memberikan insentif jangka panjang bagi nelayan

c)

Memberikan hak kuota yang bisa diperdagangkan dan mendorong nelayan menjaga stok

d)

Membebaskan nelayan melaut tanpa aturan

15.

Rezim pengelolaan perikanan yang paling berisiko menimbulkan "tragedy of the commons" adalah

a)

Open Access

b)

Limited Entry

c)

Rights-based Fisheries

d)

ITQ

16.

Dalam model bioekonomi perikanan, fungsi pertumbuhan stok ikan mengikuti model logistik. Bentuk umum persamaannya adalah

a)

(dX/dt) = rX – H

b)

(dX/dt) = KX – H

c)

(dX/dt) = rXK – H

d)

(dX/dt) = rX(1-X/K) – H

17.

Dalam model Gordon-Schaefer, hasil tangkapan (H) dipengaruhi oleh stok ikan (X) dan upaya tangkap (E). Rumus yang benar adalah

a)

H = rEX

b)

H=qE2XH = qE^2X

c)

H = qEX

d)

H = qE + X

18.

Titik di mana hasil tangkapan maksimum dapat dipertahankan tanpa menurunkan stok ikan disebut

a)

MEY (Maximum Economic Yield)

b)

MSY (Maximum Sustainable Yield)

c)

Open Access

d)

Carrying Capacity

19.

Pada kondisi Open Access (akses terbuka), akibat jangka panjang yang paling mungkin terjadi adalah

a)

Keuntungan nelayan meningkat terus

b)

Stok ikan meningkat

c)

Efisiensi ekonomi tercapai

d)

Keuntungan menjadi nol dan terjadi overfishing

20.

MEY (Maximum Economic Yield) umumnya terjadi pada kondisi

a)

Upaya tangkap lebih tinggi dari MSY

b)

Upaya tangkap lebih rendah dari MSY dengan keuntungan maksimum

c)

Upaya tangkap sama dengan Open Access

d)

Upaya tangkap minimum dengan hasil nol

21.

Salah satu penyebab utama IUU Fishing sulit dikendalikan di wilayah Indonesia adalah

a)

Banyaknya wilayah laut yang luas dengan pengawasan dan data kapal yang masih terbatas

b)

Laut Indonesia terlalu sempit untuk diawasi secara efektif

c)

Kurangnya nelayan lokal yang mau melapor hasil tangkapannya

d)

Larangan pemerintah terhadap penggunaan alat tangkap modern

22.

Aktivitas Unreported Fishing berisiko besar terhadap kebijakan perikanan nasional karena

a)

Membuat laporan ekonomi perikanan terlihat lebih tinggi dari kenyataan

b)

Menyebabkan data stok ikan tidak akurat dan menghambat penentuan kuota tangkapan

c)

Menurunkan biaya operasional kapal yang berizin

d)

Mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor ikan

23.

Dalam konteks Tragedy of the Commons, IUU Fishing menunjukkan bahwa

a)

Sumber daya laut sering kali dieksploitasi bersama tanpa tanggung jawab kolektif yang memadai

b)

Pemerintah terlalu ketat dalam memberikan izin penangkapan ikan

c)

Nelayan kecil selalu diuntungkan dibanding kapal besar

d)

Pengawasan internasional sudah cukup kuat untuk mencegah eksploitasi

24.

Teknologi seperti Vessel Monitoring System (VMS) dan e-logbook digunakan untuk

a)

Meningkatkan efisiensi produksi ikan di tambak

b)

Melacak posisi kapal dan memastikan aktivitas penangkapan sesuai izin

c)

Menggantikan tugas petugas patroli di pelabuhan

d)

Mengontrol harga ikan di pasar global

25.

Upaya paling efektif untuk menekan IUU Fishing secara berkelanjutan adalah

a)

Meningkatkan subsidi bahan bakar untuk nelayan kecil

b)

Memperkuat kerja sama internasional dan sistem pengawasan digital

c)

Menambah jumlah kapal asing berizin

d)

Menghapus sistem kuota tangkapan

26.

Dalam konteks efisiensi ekonomi sumberdaya air, mekanisme pasar air (water market) dapat meningkatkan efisiensi alokasi air. Namun, penerapannya sering kali menimbulkan persoalan keadilan sosial. Kondisi berikut paling mungkin menjelaskan ketidakefisienan pasar air dalam konteks negara berkembang seperti Indonesia adalah...

a)

Biaya transaksi dan asimetri informasi antar pengguna air relatif tinggi

b)

Pemerintah menetapkan tarif air irigasi berdasarkan harga pasar internasional

c)

Infrastruktur irigasi telah sepenuhnya dimodernisasi

27.

Konsep hybrid approach dalam tata kelola air menekankan keseimbangan antara hak publik dan mekanisme pasar. Dalam kebijakan nasional, pendekatan ini akan paling efektif jika diiringi dengan...

a)

Liberalisasi penuh harga air agar mekanisme pasar bekerja optimal.

b)

Penetapan hak minimum universal atas air dan regulasi batas ekologis.

c)

Pencabutan subsidi air untuk semua sektor agar terjadi efisiensi harga.

d)

Pengalihan pengelolaan air dari publik ke perusahaan swasta.

28.

Salah satu argumen utama teori ekonomi lingkungan dalam penetapan harga air adalah bahwa “harga yang mencerminkan kelangkaan akan meningkatkan efisiensi”. Namun, dalam praktik di sektor irigasi Indonesia, prinsip ini sering gagal diterapkan karena...

a)

Harga air irigasi justru ditetapkan terlalu tinggi untuk petani kecil.

b)

Tarif irigasi tidak memperhitungkan biaya lingkungan dan kelangkaan.

c)

Petani menolak menggunakan air karena biaya administrasi tinggi.

d)

Sistem pengukuran volume air sudah terlalu kompleks.

29.

Penerapan PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) seperti Kedung Ombo sering menimbulkan trade-off antara kepentingan energi dan pertanian. Trade-off tersebut paling nyata ketika...

a)

PLTA beroperasi pada kapasitas penuh di musim hujan.

b)

Aliran air di hilir berkurang sehingga memengaruhi pola tanam petani.

c)

Air dari waduk digunakan untuk perikanan dan pariwisata.

d)

Listrik dari PLTA dijual untuk subsidi irigasi pertanian.

30.

Asuransi indeks cuaca dinilai lebih efisien daripada asuransi berbasis kerugian aktual karena mengurangi moral hazard dan biaya verifikasi. Namun, efektivitasnya di Indonesia masih terbatas karena...

a)

Premi tinggi dan data cuaca tidak merepresentasikan kondisi mikro-lahan petani.

b)

Petani terlalu bergantung pada asuransi untuk semua risiko pertanian.

c)

Pemerintah tidak menyediakan subsidi pupuk.

d)

Cuaca di Indonesia tidak memiliki pola yang dapat diukur dengan indeks.

31.

Konsep hak air dalam ekonomi sumber daya alam berfungsi untuk...

a)

Menjamin distribusi air hanya untuk sektor pertanian.

b)

Menentukan efisiensi dan keadilan pemanfaatan air.

c)

Membatasi akses air hanya bagi pemilik lahan.

d)

Menghapus konflik antar pengguna air.

32.

Sistem hak air “first in time, first in right” dikenal dengan istilah...

a)

Riparian rights.

b)

Komunal rights.

c)

Prior appropriation.

d)

Privat rights.

33.

Contoh sistem hak air berbasis komunal di Indonesia adalah...

a)

PDAM.

b)

PLTA Cirata.

c)

Subak di Bali.

d)

Bendungan Kedung Ombo.

34.

Air sebagai public good berarti...

a)

Dapat diprivatisasi secara bebas.

b)

Tidak memiliki nilai ekonomi.

c)

Merupakan hak publik yang harus dikelola negara.

d)

Hanya digunakan untuk irigasi.

35.

Salah satu kelemahan pengelolaan air publik oleh negara adalah...

a)

Terlalu kompetitif.

b)

Efisiensi distribusi sering lemah karna birokrasi.

c)

Harga air terlalu tinggi.

d)

Tidak ada regulasi mengatur.

36.

Sistem water trading dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air, tetapi juga menimbulkan masalah keadilan. Di mana contoh negara yang menerapkan sistem ini dan apa tantangannya?

a)

Indonesia; akses air merata bagi semua petani

b)

Australia (Murray–Darling Basin); petani kecil kalah bersaing.

c)

Jepang; tidak ada tantangan keadilan

d)

Amerika Serikat; tidak ada konflik sosial.

37.

Instrumen apa yang digunakan dalam pengelolaan air pertanian untuk meningkatkan efisiensi?

a)

Tarif tetap dan subsidi bahan bakar.

b)

Kuota, regulasi, drip irrigation, sprinkle.

c)

Pemberian tanah secara gratis.

d)

Peningkatan biaya tenaga kerja.

38.

Kebijakan Indonesia yang mencerminkan pendekatan pasar dalam pengelolaan air adalah...

a)

Sistem subsidi langsung untuk petani.

b)

Perppu SDA dan Perda tentang PDAM yang membolehkan perdagangan hak air.

c)

Prohibisi penggunaan air di perkotaan.

d)

Pembebasan biaya pengelolaan air sepenuhnya.

39.

Contoh pengelolaan air berbasis komunitas di Indonesia yang cukup berhasil adalah...

a)

Subak di Bali

b)

Sistem irigasi tradisional

c)

Pengelolaan air hujan

d)

Sistem pengairan modern

40.

Mengapa pengelolaan air di Indonesia dan negara lain menghadapi tantangan besar?

a)

Karena pasokan air melimpah dan kualitasnya baik.

b)

Karena keterbatasan sumber daya, degradasi lingkungan, dan konflik sektor.

c)

Karena teknologi pengelolaan air sudah sempurna.

d)

Karena tidak ada kebijakan pemerintah terkait pengelolaan air.

41.

Dalam konteks air dan pertanian di Indonesia, tantangan utamanya adalah keterbatasan air di musim kemarau dan kelebihan air atau banjir di musim hujan. Solusi adaptasi yang paling relevan adalah...

a)

Diversifikasi tanaman yang tidak membutuhkan air sama sekali.

b)

Perbaikan infrastruktur irigasi, rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS), dan penggunaan varietas tahan kering.

c)

Peniadaan semua proyek infrastruktur air.

d)

Mengabaikan masalah air karena siklus alam akan menyeimbangkan sendiri.

42.

Asuransi indeks cuaca (weather index insurance) dalam pertanian bekerja dengan cara...

a)

Mengganti kerugian secara otomatis jika parameter cuaca (misalnya curah hujan) mencapai ambang batas yang disepakati.

b)

Hanya menanggung kerugian akibat hama dan penyakit, bukan cuaca.

c)

Mengganti kerugian berdasarkan hasil panen yang sebenarnya (perlu survei lapangan).

d)

Membebaskan petani dari kewajiban membayar premi jika gagal panen.

43.

Hak Atas Air (Water Rights) yang jelas dan dapat diperdagangkan (tradable) secara ekonomi bertujuan untuk mencapai...

a)

Alokasi air yang lebih kaku dan tidak fleksibel.

b)

Meningkatkan kerugian ekonomi bagi sektor pertanian.

c)

Alokasi air yang lebih efisien dan fleksibel.

d)

Mengurangi akses petani kecil terhadap air.

44.

Di banyak negara, penetapan harga air (water pricing) untuk irigasi seringkali dilakukan di bawah biaya marjinal, hal ini menyebabkan masalah...

a)

Peningkatan efisiensi penggunaan air oleh petani.

b)

Penggunaan air yang berlebihan (over-abstraction) dan pemborosan.

c)

Penurunan hasil panen secara signifikan.

d)

Meningkatkan kualitas infrastruktur irigasi.

45.

Dalam model ekonomi, harga air yang optimal untuk irigasi seharusnya ditentukan berdasarkan...

a)

Biaya marjinal dari penyediaan air dan biaya peluang penggunaan air di sektor lain.

b)

Biaya rata-rata untuk membangun bendungan.

c)

Tingkat kemiskinan petani.

d)

Jumlah air yang tersedia tanpa mempertimbangkan nilai penggunaannya.

46.

Konsep hak kepemilikan air (water rights) dalam ekonomi sumber daya alam berperan penting karena...

a)

Menentukan luas lahan pertanian yang dapat diairi.

b)

Menjamin hak monopoli negara terhadap sumber daya air.

c)

Menentukan efisiensi pemanfaatan dan mengurangi konflik antar pengguna.

d)

Menetapkan batas kuota penggunaan air berdasarkan kebutuhan rumah tangga.

47.

Menurut teori ekonomi sumber daya air, pendekatan volumetric pricing dinilai lebih efisien dibanding flat rate karena...

a)

Menjamin tarif air tetap murah bagi seluruh lapisan masyarakat.

b)

Menyediakan insentif ekonomi bagi pengguna untuk berhemat sesuai volume konsumsi aktual.

c)

Menghindari kebutuhan alat ukur debit air dan biaya administrasi tambahan.

d)

Menghapus kebutuhan subsidi pemerintah terhadap sektor air.

48.

Salah satu cara meningkatkan efisiensi penggunaan air irigasi di sektor pertanian adalah melalui...

a)

Pemberian subsidi air secara menyeluruh.

b)

Penggunaan teknologi drip irrigation dan partisipasi P3A.

c)

Pengalihan hak air dari petani kecil ke industri besar.

d)

Penggunaan tarif flat rate pada semua lahan pertanian.

49.

Dalam analisis Water–Energy–Food (WEF) Nexus, pembangunan PLTA seperti di Kedung Ombo atau Aswan dapat menimbulkan...

a)

Peningkatan kesuburan tanah hilir karena peningkatan sedimentasi sungai.

b)

Pengurangan banjir dan peningkatan irigasi permanen tanpa efek negatif.

c)

Konflik alokasi air antara sektor energi dan pertanian akibat perubahan pola aliran sungai.

d)

Peningkatan produksi pangan tanpa ketergantungan pada energi.

50.

Salah satu kelemahan utama penerapan asuransi indeks cuaca di Indonesia adalah...

4 lines
51.

Mengapa Choice Experiment dianggap lebih unggul dibandingkan Contingent Valuation Method (CVM) dalam mengukur nilai ekonomi lingkungan?

a)

Karena CE menggunakan harga pasar aktual

b)

Karena CE dapat menangkap trade-off antar atribut dan mengurangi bias jawaban

c)

Karena CE tidak memerlukan desain survei

d)

Karena CE lebih cepat dilakukan

52.

Jika responden lebih memilih paket wisata dengan sungai bersih meski harga lebih tinggi, hal ini menunjukkan...

a)

Nilai MWTP negatif

b)

Responden tidak peduli terhadap lingkungan

c)

Responden memiliki preferensi terhadap atribut kebersihan sungai

d)

Desain eksperimen tidak valid

53.

Dalam tahap identifikasi atribut dan level, apa kesalahan paling fatal yang dapat merusak validitas penelitian CE?

a)

Menyertakan atribut dengan terlalu banyak level

b)

Memilih atribut yang tidak relevan atau sulit dipahami responden

c)

Menggunakan desain eksperimen yang terlalu sederhana

d)

Menghilangkan analisis statistik

54.

Bagaimana Choice Experiment dapat membantu pembuat kebijakan dalam pengelolaan sumber daya alam?

a)

Memberikan data empiris tentang berapa banyak orang yang mengunjungi area konservasi

b)

Menyediakan estimasi nilai ekonomi terhadap atribut lingkungan yang tidak memiliki harga pasar

c)

Mengganti survei lapangan yang mahal

d)

Mengukur pendapatan masyarakat secara langsung

55.

Jika peneliti ingin mengetahui “berapa besar masyarakat bersedia membayar untuk peningkatan kualitas udara”, maka tahap terpenting dalam CE yang harus diperhatikan adalah...

a)

Desain eksperimental dan pemilihan atribut yang relevan

b)

Pengumpulan data sekunder dari instansi lingkungan

c)

Pemilihan sampel yang acak sederhana

d)

Penerapan model statistik deskriptif

56.

Dalam konteks valuasi non-pasar di Candi Prambanan, bagaimana bentuk nyata dari Hypothetical Bias bisa muncul?

a)

Responden menjawab WTP tinggi karena ingin terlihat peduli terhadap pelestarian budaya, padahal tidak berniat membayar.

b)

Responden tidak menjawab survei karena tidak memahami nilai warisan budaya.

c)

Responden menolak menjawab karena takut datanya disalahgunakan.

d)

Pasar memberikan nilai rendah karena tidak suka dengan petugas survei.

57.

Mengapa penerapan cheap talk script penting dalam survei nilai konservasi, misalnya pada Taman Nasional Komodo?

a)

Agar responden lebih memahami konteks ekologis kawasan.

b)

Agar responden diingatkan bahwa jawaban mereka akan memengaruhi kebijakan nyata, sehingga perlu menjawab secara realistis.

c)

Agar survei berjalan lebih cepat.

d)

Agar responden setuju dengan usulan peneliti.

58.

Dalam kasus penetapan harga tiket masuk ke Raja Ampat, mengapa Strategic Bias bisa menjadi masalah besar?

a)

Responden cenderung menilai terlalu rendah untuk mencegah kenaikan harga tiket.

b)

Responden menilai terlalu tinggi agar dianggap mendukung pemerintah.

c)

Peneliti kurang paham konteks wisata bahari.

d)

Karena data tidak mewakili semua wilayah.

59.

Dalam survei kesediaan membayar untuk kebersihan Sungai Citarum, apa dampak serius dari Starting Point Bias?

a)

Masyarakat menjadi tidak percaya pada survei.

b)

Nilai WTP masyarakat akan cenderung mengikuti angka pertama yang ditawarkan, meskipun tidak sesuai dengan nilai riil yang mereka rasakan.

c)

Peneliti kesulitan menganalisis data.

d)

Tidak ada pengaruh karena sungai merupakan sumber publik.

60.

Bagaimana cara paling efektif mencegah Starting Point Bias dalam valuasi wisata alam di Kawah Ijen?

a)

Menggunakan nilai awal tunggal agar survei lebih mudah.

b)

Menawarkan beberapa variasi nilai awal (starting bid) kepada responden yang berbeda agar hasil lebih seimbang.

c)

Memberikan nilai awal tinggi agar responden serius menjawab.

d)

Menghapus nilai awal sama sekali.

61.

Konsep utama yang menjadi dasar teori CVM berasal dari...

a)

Teori produksi dan konsumsi

b)

Teori Random Utility

c)

Teori Consumer Surplus dan Utility Maximization

d)

Teori biaya-manfaat klasik

62.

Jika survei CVM menanyakan langsung berapa rupiah seseorang bersedia membayar untuk peningkatan kualitas udara, maka jenis pertanyaan yang digunakan adalah...

a)

Payment card

b)

Dichotomous choice

c)

Open-ended question

d)

Bidding game

63.

Langkah terakhir dalam penerapan CVM setelah mendapatkan nilai WTP dari responden adalah...

a)

Melakukan uji validitas kuesioner

b)

Mengalikan rata-rata WTP dengan jumlah populasi

c)

Melakukan pre-test ulang

d)

Menyusun skenario hipotetis baru

64.

Salah satu kelebihan CVM dibanding metode lain dalam valuasi ekonomi lingkungan adalah...

a)

Dapat menilai manfaat pasar dan non-pasar sekaligus

b)

Tidak membutuhkan survei kepada masyarakat

c)

Tidak terpengaruh bias responden

d)

Hanya cocok untuk barang dengan harga tetap

65.

Salah satu prinsip utama dalam etika valuasi non-pasar adalah informed consent. Maksud dari prinsip ini adalah...

a)

Responden diberi kompensasi finansial atas partisipasi mereka

b)

Responden harus mengetahui tujuan dan isi penelitian sebelum memberikan jawaban

c)

Peneliti berhak menyesuaikan jawaban responden untuk menjaga validitas data

d)

Peneliti tidak wajib menjelaskan tujuan penelitian agar hasilnya objektif

66.

Dalam konteks etika penelitian, menjaga privasi responden berarti bahwa...

a)

Data responden boleh dibagikan kepada instansi pemerintah tanpa izin

b)

Identitas dan jawaban responden harus dirahasiakan dan tidak disalahgunakan

c)

Peneliti harus menghapus semua data setelah survei selesai

d)

Hanya jawaban responden dengan nilai tinggi yang boleh dipublikasikan

67.

Prinsip transparansi dalam valuasi non-pasar mengharuskan peneliti untuk...

a)

Memberikan informasi yang benar dan tidak dilebih-lebihkan kepada responden

b)

Menghindari penyebutan tujuan penelitian agar responden tidak bias

c)

Menyusun skenario yang lebih menarik agar responden antusias

d)

Mengatur hasil penelitian sesuai kebutuhan sponsor

68.

Salah satu contoh penerapan Contingent Valuation Method (CVM) di Indonesia adalah...

a)

Penelitian preferensi wisatawan terhadap fasilitas Taman Nasional Komodo

b)

Kajian nilai ekonomi ekosistem mangrove di Segara Anakan, Cilacap

c)

Analisis dampak sosial pembangunan PLTA di Kalimantan

d)

Studi tentang efisiensi penggunaan lahan pertanian di Bali

69.

Dalam konteks studi Willingness to Pay masyarakat Bogor terhadap pengelolaan sampah rumah tangga, bagaimana etika penelitian dapat meningkatkan kualitas hasil valuasi?

a)

Dengan mengarahkan responden agar menjawab sesuai ekspektasi pemerintah

b)

Dengan menjaga kerahasiaan data responden dan menjelaskan tujuan penelitian secara jelas

c)

Dengan menyembunyikan pertanyaan yang dapat menimbulkan bias

d)

Dengan hanya memilih responden berpendidikan tinggi agar hasilnya konsisten

70.

Mengapa prinsip transparansi sangat penting dalam valuasi non-pasar?

a)

Agar peneliti dapat mempengaruhi persepsi responden terhadap hasil penelitian

b)

Karena informasi yang dilebih-lebihkan akan meningkatkan minat responden untuk berpartisipasi

c)

Karena kejujuran informasi menjaga kepercayaan publik dan validitas hasil penelitian

d)

Agar peneliti dapat dengan mudah mengumpulkan data tanpa menjelaskan tujuan penelitian

71.

Apa konsekuensi etis jika peneliti tidak menerapkan informed consent dalam valuasi non-pasar?

a)

Responden tidak mengetahui tujuan penelitian, sehingga partisipasi mereka bisa bersifat tidak sukarela

b)

Penelitian akan tetap sah asalkan data dikumpulkan dengan cepat

c)

Hasil penelitian menjadi lebih objektif karena responden tidak tahu tujuan penelitian

d)

Tidak ada dampak karena informed consent hanya formalitas administratif

72.

Dalam konteks etika penelitian, bagaimana penerapan prinsip keadilan pada valuasi non-pasar?

a)

Mengutamakan kepentingan sponsor penelitian agar hasil lebih menguntungkan.

b)

Menggunakan hasil valuasi untuk kebijakan publik, bukan kepentingan pribadi atau politik.

c)

Mengarahkan responden untuk memilih jawaban yang sesuai dengan hipotesis peneliti.

d)

Menyimpan hasil penelitian tanpa dipublikasikan kepada publik.

73.

Peneliti menggunakan hasil valuasi non-pasar untuk mendukung kebijakan pemerintah yang sebenarnya merugikan masyarakat kecil. Dari sisi etika penelitian, apa pelanggaran paling utama?

a)

Melanggar keadilan karena hasil digunakan untuk kepentingan politik.

b)

Melanggar transparansi karena tidak menjelaskan metode penelitian.

c)

Melanggar privasi karena data responden dipublikasikan.

d)

Melanggar informed consent karena responden menolak kebijakan tersebut.

74.

Dalam praktiknya, menjaga etika penelitian sering menimbulkan dilema antara transparansi dan objektivitas. Contohnya, terlalu banyak informasi bisa memengaruhi jawaban responden. Bagaimana peneliti sebaiknya bersikap?

a)

Tetap menyembunyikan tujuan agar hasil tidak bias.

b)

Memberikan informasi seperlunya agar tetap etis dan tidak memengaruhi respon.

c)

Menghapus pertanyaan yang sensitif dari kuesioner.

d)

Mengabaikan etika demi akurasi data.

75.

Nilai ekonomi menurut Duerr (1993) diartikan sebagai...

a)

Harga barang di pasar

b)

Karakteristik yang membuat suatu barang dapat dipertukarkan

c)

Nilai subjektif seseorang terhadap barang

d)

Manfaat sosial dari suatu barang

76.

Valuasi ekonomi sumber daya alam dilakukan untuk...

a)

Memberi label harga pada semua sumber daya alam

b)

Mengkuantifikasi nilai moneter atas barang dan jasa lingkungan

c)

Menghapus fungsi harga pasar

d)

Menentukan pajak atas sumber daya

77.

Alasan digunakannya teknik valuasi non-pasar adalah karena...

a)

Tidak semua manfaat lingkungan memiliki harga pasar

b)

Harga pasar sudah mencakup seluruh nilai lingkungan

c)

Data lingkungan selalu tersedia di pasar

d)

Pasar mampu menilai semua jasa ekosistem

78.

Faktor yang berpengaruh dalam pendugaan nilai ekonomi SDA adalah...

a)

Cuaca wilayah penelitian

b)

Persepsi masyarakat terhadap manfaat lingkungan

c)

Kepadatan penduduk

d)

Struktur tanah di wilayah tersebut

79.

Salah satu manfaat valuasi ekonomi ialah...

a)

Meningkatkan pajak daerah

b)

Menghitung kompensasi akibat kerusakan lingkungan

c)

Menentukan harga jual tanah

d)

Meningkatkan nilai pasar properti

80.

Prinsip dasar metode biaya perjalanan (TCM) adalah bahwa...

a)

Biaya perjalanan mencerminkan willingness to pay untuk menikmati jasa lingkungan

b)

Nilai wisata dihitung berdasarkan harga tiket

c)

Nilai wisata diukur dari potensi ekonomi daerah

d)

Nilai wisata ditentukan oleh biaya akomodasi

81.

Data yang digunakan dalam pendekatan Zonal TCM adalah...

a)

Data individu pengunjung

b)

Data agregat berdasarkan asal wilayah pengunjung

c)

Data pendapatan rata-rata nasional

d)

Data harga tiket rata-rata

82.

Langkah terakhir dalam analisis TCM adalah menghitung...

a)

Total biaya transportasi

b)

Consumer surplus

c)

Harga pasar wisata

d)

Jumlah pengunjung tahunan

83.

Nilai ekonomi total kawasan wisata dalam TCM dihitung dari...

a)

Jumlah tiket yang terjual

b)

Perkalian jumlah pengunjung dan surplus konsumen

c)

Harga rata-rata properti sekitar lokasi wisata

d)

Biaya promosi pariwisata

84.

TCM termasuk dalam kategori metode...

a)

Revealed Preference

b)

Stated Preference

c)

Contingent Valuation

d)

Market Valuation

85.

Konsep utama HPM adalah bahwa harga barang mencerminkan...

a)

Permintaan pasar secara agregat

b)

Karakteristik fisik dan atribut lingkungan yang melekat

c)

Harga barang di pasar

d)

Nilai sosial barang

86.

Dalam model dasar HPM, variabel Ei menunjukkan...

a)

Variabel pendapatan

b)

Kualitas lingkungan (misal polusi, kebisingan, udara)

c)

Faktor biaya perjalanan

d)

Atribut sosial ekonomi

87.

Contoh penerapan HPM adalah penelitian yang menunjukkan bahwa...

a)

Rumah dekat taman kota memiliki harga lebih tinggi

b)

Rumah di pinggir kota lebih murah karena transportasi

c)

Harga rumah hanya dipengaruhi ukuran tanah

d)

Harga rumah selalu mengikuti inflasi

88.

Salah satu keterbatasan metode HPM adalah...

a)

Sulitnya memperoleh data transaksi rumah yang lengkap

b)

Tidak dapat digunakan di kota besar

c)

Mengabaikan faktor lingkungan

d)

Membutuhkan data survei lapangan yang kompleks

89.

HPM tergolong dalam metode...

a)

Revealed Preference

b)

Stated Preference

c)

Contingent Preference

d)

Market Simulatio

90.

Pendekatan Cost of Illness menghitung...

a)

Biaya pencegahan pencemaran

b)

Biaya pengobatan dan kehilangan produktivitas akibat polusi

c)

Nilai kompensasi lingkungan

d)

Nilai manfaat ekonomi bersih

91.

Human Capital Approach menilai...

a)

Nilai waktu kerja yang hilang akibat penyakit

b)

Nilai keindahan lingkungan

c)

Kerugian ekonomi akibat inflasi

d)

Pendapatan masyarakat dari kegiatan wisata

92.

Willingness to Pay (WTP) pada konteks kesehatan mengukur...

a)

Seberapa besar masyarakat mau membayar untuk mengurangi risiko penyakit

b)

Jumlah dana pemerintah untuk pengobatan

c)

Harga obat di pasar

d)

Jumlah pasien di wilayah tertentu

93.

Contoh penerapan valuasi kerusakan lingkungan adalah...

a)

Penurunan produktivitas perikanan akibat limbah industri

b)

Kenaikan harga rumah di sekitar taman

c)

Penurunan wisata karena harga tiket

d)

Peningkatan hasil pertanian karena pupuk

94.

Metode harga hedonik termasuk bagian dari pendekatan...

a)

Valuasi Non-Pasar

b)

Harga Pasar Langsung

c)

Analisis Investasi

d)

Biaya Pengganti

95.

Benefit Transfer didefinisikan sebagai...

a)

Penggunaan hasil studi valuasi dari lokasi lain yang serupa

b)

Pengalihan nilai ekonomi dari pasar ke non-pasar

c)

Perpindahan dana antariwiyah

d)

Penggunaan data statistik nasional

96.

Jenis Unit Value Transfer berarti...

a)

Mengambil fungsi nilai secara penuh

b)

Menggunakan nilai per satuan (mis. Rp/ha/tahun) dari studi lain

c)

Menghitung fungsi baru tanpa acuan

d)

Menyesuaikan data berdasarkan jumlah populasi

97.

Kelebihan utama metode Benefit Transfer adalah...

a)

Cepat dan murah ketika data terbatas

b)

Akurasinya selalu tinggi

c)

Tidak memerlukan data lokal

d)

Tidak membutuhkan validasi hasil

98.

Kelemahan utama Benefit Transfer ialah...

a)

Membutuhkan banyak survei

b)

Akurasi rendah jika konteks lokasi berbeda jauh

c)

Tidak bisa diterapkan di negara berkembang

d)

Tidak dapat digunakan untuk ekosistem laut

99.

Contoh penerapan Benefit Transfer dalam studi valuasi adalah...

a)

Menilai manfaat konservasi mangrove berdasarkan studi di daerah lain yang mirip

b)

Menilai harga rumah di perkotaan

c)

Menentukan tiket masuk taman nasional

d)

Menghitung pajak karbon