Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SOAL GURU KELAS MI PPG DALJAB 2025

Total questions: 50

Worksheet time: 25mins

Name
Class
Date
1.

Seorang guru merancang pembelajaran pengenalan huruf dan kata kepada peserta didik kelas awal. Tujuan pembelajaran tersebut ingin membentuk sikap religius sejak dini. Manakah rumusan tujuan pembelajaran ranah sikap berikut yang paling tepat?

a)

Siswa mampu mengucapkan huruf vokal dan konsonan dengan lancar.

b)

Siswa menunjukkan rasa ingin tahu terhadap bentuk huruf yang berbeda.

c)

Siswa menunjukkan sikap menghargai keberagaman cara membaca teman dalam kelompok.

d)

Siswa menumbuhkan rasa syukur atas kemampuan membaca sebagai karunia Tuhan.

e)

Siswa memahami pentingnya membaca dalam kehidupan sehari-hari.

2.

Dalam pembelajaran Pancasila dan peran keluarga, peserta didik diharapkan dapat berpikir kritis terhadap nilai-nilai yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan pembelajaran ranah pengetahuan yang paling sesuai adalah:

a)

Siswa dapat menyebutkan lima sila Pancasila dengan urutan yang tepat.

b)

Siswa dapat menjelaskan peran keluarga dalam menanamkan nilai Pancasila.

c)

Siswa dapat membandingkan penerapan nilai Pancasila dalam dua keluarga yang berbeda.

d)

Siswa dapat menghafal sila-sila Pancasila dan lambangnya.

e)

Siswa dapat menunjukkan sikap hormat terhadap orang tua dan guru.

3.

Dalam kegiatan praktik IPA mengenai gaya dan gerak, guru ingin membentuk keterampilan sekaligus menanamkan nilai gotong royong. Rumusan tujuan keterampilan yang paling tepat adalah:

a)

Siswa dapat menyelesaikan percobaan secara mandiri dengan benar.

b)

Siswa mampu menjelaskan prosedur percobaan gaya dan gerak.

c)

Siswa menunjukkan kemampuan bekerja sama dalam kelompok menyelesaikan percobaan gaya.

d)

Siswa menulis laporan percobaan sesuai format yang telah ditentukan.

e)

Siswa menunjukkan ketekunan dalam menyusun alat dan bahan percobaan.

4.

Dalam tema “Lingkungan Sekitar dan Tradisi Lokal”, guru ingin menumbuhkan sikap penerimaan terhadap tradisi. Rumusan indikator sikap yang paling tepat adalah:

a)

Siswa dapat menyebutkan tiga contoh tradisi lokal di daerahnya.

b)

Siswa menunjukkan rasa ingin tahu terhadap tradisi yang ditampilkan dalam video.

c)

Siswa menunjukkan sikap hormat dan terbuka terhadap keberagaman tradisi masyarakat.

d)

Siswa dapat menjelaskan manfaat menjaga tradisi bagi kehidupan sosial.

e)

Siswa mampu menuliskan cerita pengalaman mengikuti tradisi keluarga.

5.

Dalam pembelajaran tentang bilangan, indikator pengetahuan manakah yang paling tepat untuk mendorong siswa berpikir dinamis dan inovatif?

Manakah indikator pengetahuan berikut yang paling tepat?

a)

Siswa dapat menyebutkan jenis-jenis bilangan secara tepat.

b)

Siswa mampu menjumlahkan bilangan dengan benar.

c)

Siswa menunjukkan kemampuan membuat pola bilangan sendiri untuk menyelesaikan

masalah.

d)

Siswa dapat mengurutkan bilangan dari yang terkecil hingga terbesar.

e)

Siswa mampu membedakan bilangan ganjil dan genap.

6.

Seorang guru merencanakan pembelajaran membaca dan menulis kalimat sederhana dengan pendekatan Problem-Based Learning (PBL). Bagaimana tujuan pembelajaran dapat dirancang berdasarkan struktur keilmuan bahasa dan karakteristik peserta didik awal (kelas 1)?

a)

Siswa dapat menyalin kalimat dari papan tulis tanpa bantuan guru.

b)

Siswa mampu membuat kalimat sederhana berdasarkan gambar yang diberikan secara mandiri.

c)

Siswa mampu membaca dan memahami paragraf eksplanasi pendek secara utuh.

d)

Siswa dapat menjelaskan struktur paragraf naratif dengan tepat.

e)

Siswa mampu mengidentifikasi kata baku dan tidak baku dalam paragraf.

7.

Dalam pelaksanaan pembelajaran PPKn menggunakan Project-Based Learning (PjBL), guru mengajak siswa membuat proyek sosial tentang nilai gotong royong. Tujuan pembelajaran apa yang paling sesuai dengan pendekatan dan struktur keilmuan PPKn?

a)

Siswa mampu mendefinisikan gotong royong menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia.

b)

Siswa mampu menghafal peraturan-peraturan desa.

c)

Siswa mampu menyusun laporan proyek kegiatan sosial bersama warga sekitar.

d)

Siswa dapat menyebutkan tokoh-tokoh nasional yang menjunjung gotong royong.

e)

Siswa dapat menuliskan bentuk-bentuk konflik sosial di masyarakat.

8.

Dalam evaluasi pembelajaran IPA menggunakan pendekatan Discovery-Based Learning (DBL), siswa mengamati fenomena getaran dan gelombang menggunakan alat sederhana. Bentuk evaluasi apa yang paling sesuai dengan pendekatan dan karakteristik materi?

a)

Siswa menjawab soal pilihan ganda tentang rumus kecepatan gelombang.

b)

Siswa menghafal definisi gelombang transversal dan longitudinal.

c)

Siswa menyusun laporan penemuan getaran melalui eksperimen dengan karet gelang.

d)

Siswa menyalin catatan guru tentang getaran dan gelombang.

e)

Siswa menonton video gelombang air dan menjawab soal.

9.

Seorang guru merancang perencanaan materi IPS tentang kehidupan sosial dan budaya menggunakan pendekatan TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge). Alur materi yang tepat agar sesuai dengan pendekatan ini dan karakteristik siswa adalah:

a)

Memulai dari sejarah budaya Indonesia, lalu teknologi yang digunakan masyarakat.

b)

Mengajarkan konsep gotong royong dan toleransi melalui buku cetak.

c)

Menjelaskan struktur masyarakat dahulu sebelum era digital.

d)

Mengintegrasikan video interaktif dan diskusi daring untuk memahami keberagaman budaya.

e)

Membandingkan suku-suku bangsa dengan cara menghafalkan karakteristiknya.

10.

Guru melaksanakan pembelajaran matematika bilangan pecahan dengan pendekatan Discovery Learning. Manakah bentuk aktivitas pelaksanaan yang sesuai dengan pendekatan tersebut?

a)

Siswa diminta menghafalkan bentuk pecahan biasa dan desimal.

b)

Guru menjelaskan langsung konversi pecahan ke persen.

c)

Siswa menemukan cara membandingkan pecahan melalui penggunaan model konkret seperti kue atau gambar.

d)

Siswa mengerjakan soal-soal latihan dari buku teks.

e)

Siswa menyebutkan rumus konversi pecahan campuran ke desimal.

11.

TPACK menuntut integrasi antara konten (ilmu sosial), pedagogi (diskusi, eksplorasi), dan teknologi (media digital). Penggunaan video interaktif dan diskusi daring mencerminkan penerapan TPACK yang kontekstual dan sesuai perkembangan zaman. 11. Materi: Tematik – Pelayanan Konseling – Evaluasi Tujuan Pembelajaran Soal: Dalam praktik pembelajaran tematik di kelas awal, guru menggunakan model pelayanan konseling untuk mengevaluasi pencapaian tujuan pembelajaran. Manakah pernyataan alur materi ajar yang paling tepat?

a)

Guru menilai hafalan siswa terhadap isi tema.

b)

Guru memberi umpan balik personal terkait perkembangan emosi dan sosial siswa selama pembelajaran tematik.

c)

Guru membandingkan nilai ulangan harian siswa dengan standar kompetensi.

d)

Guru meminta siswa membuat rangkuman isi tema menggunakan bahasa sendiri.

e)

Guru hanya fokus pada aspek kognitif yang tercantum dalam RPP.

12.

Dalam merancang program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), guru perlu menyesuaikan materi ajar dengan nilai-nilai P5. Alur pengembangan materi ajar yang tepat untuk karakteristik peserta didik SD adalah:

a)

Menyusun tugas hafalan tentang sila-sila Pancasila.

b)

Memberi tugas menulis esai tentang keadilan sosial.

c)

Menyusun proyek kolaboratif untuk mengenal budaya daerah melalui kegiatan sekolah.

d)

Memberikan ujian pilihan ganda tentang sejarah Pancasila.

e)

Meminta siswa menyebutkan ciri pelajar beriman dan bertakwa.

13.

Dalam melaksanakan program Penguatan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin (PPRA), guru merancang materi ajar yang mencerminkan Islam sebagai agama rahmat. Bentuk pelaksanaan yang paling sesuai adalah:

a)

Memberikan ceramah keagamaan setiap pagi.

b)

Mengajak siswa mendiskusikan kisah nabi dan sahabat dalam konteks sosial.

c)

Menugaskan siswa menulis makalah tentang toleransi beragama.

d)

Memberi tugas menghafal ayat-ayat tentang ukhuwah.

e)

Menonton film dokumenter Islam klasik.

14.

Dalam evaluasi pembelajaran nilai-nilai Islam moderat (wasathiyah), guru ingin menilai pemahaman siswa terhadap implementasi moderasi beragama. Bentuk evaluasi yang sesuai adalah:

a)

Siswa menjelaskan konsep ekstremisme.

b)

Siswa menyebutkan lima ciri agama Islam.

c)

Siswa menuliskan pendapat tentang pentingnya hidup rukun antarumat beragama berdasarkan pengalaman pribadi.

d)

Siswa menghafal dalil tentang toleransi dalam Al-Qur'an.

e)

Siswa mengerjakan soal pilihan ganda tentang perbedaan mazhab.

15.

Dalam menyusun materi ajar Islam sebagai agama moderat (wasathiyah), guru perlu menyesuaikan dengan alasan implementasi nilai-nilai moderasi beragama. Alasan yang paling tepat untuk pengembangan materi ajar tersebut adalah:

a)

Supaya siswa bisa menang debat antaragama.

b)

Karena moderasi beragama merupakan program wajib dari pemerintah.

c)

Agar siswa mampu bersikap adil, toleran, dan menghargai perbedaan dalam masyarakat majemuk.

d)

Untuk membandingkan ajaran semua agama secara akademik.

e)

Agar siswa hafal semua ayat tentang keberagaman.

16.

Guru ingin menerapkan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) dalam materi menulis cerita sederhana dan membaca nyaring. Rancangan pembelajaran yang paling sesuai dengan struktur keilmuan bahasa dan pendekatan tersebut adalah:

a)

Siswa diminta membaca puisi secara nyaring dan menyalin ceritanya.

b)

Siswa menonton cerita pendek, lalu diminta menyalin teks tersebut.

c)

Siswa diberi masalah berupa cerita tanpa akhir, lalu diminta menyelesaikannya dalam bentuk tulisan dan membacakannya.

d)

Guru menjelaskan cara membaca nyaring, lalu siswa menirukannya.

e)

Siswa diberikan buku cerita dan diarahkan untuk meringkas isinya.

17.

Dalam menerapkan pembelajaran menghargai keragaman menggunakan pendekatan PBL, guru harus menyusun aktivitas yang berbasis masalah. Manakah rancangan yang paling mencerminkan pengetahuan pedagogik yang tepat?

a)

Siswa diminta menyebutkan nama-nama suku di Indonesia.

b)

Siswa diminta menghafalkan semboyan "Bhinneka Tunggal Ika".

c)

Siswa berdiskusi tentang konflik karena perbedaan dan mencari solusi toleransi.

d)

Guru menjelaskan keragaman budaya secara langsung menggunakan slide.

e)

Siswa diminta menggambar pakaian adat dari daerah masing-masing.

18.

Rancangan pembelajaran yang paling tepat untuk menerapkan pendekatan PBL pada materi perubahan alam dengan bantuan teknologi adalah:

a)

Siswa menonton film dokumenter perubahan iklim dan menuliskan dampaknya.

b)

Siswa membaca buku teks lalu menghafalkan istilah ekosistem.

c)

Guru menjelaskan perubahan cuaca dan iklim secara klasikal.

d)

Siswa membuat maket gunung dan laut dari kardus bekas.

e)

Siswa mengamati langsung lingkungan sekolah tanpa alat bantu.

19.

Seorang guru merancang pembelajaran tentang peta dan bumi berdasarkan struktur keilmuan IPS dan pendekatan berbasis perbedaan individu. Rancangan pembelajaran yang paling tepat adalah:

a)

Semua siswa diminta menghafal jenis-jenis peta dalam waktu yang sama.

b)

Siswa diajak bermain kuis interaktif tentang bentuk bumi.

c)

Guru menyesuaikan metode belajar: siswa visual membuat peta, siswa kinestetik menjelajahi globe, siswa auditori mendengarkan penjelasan.

d)

Siswa menyimak ceramah guru tentang lapisan bumi.

e)

Siswa diwajibkan membuat laporan eksplorasi tanpa panduan.

20.

Guru mengajar materi geometri dengan pendekatan yang menghargai perbedaan individu. Berdasarkan pengetahuan pedagogik, rancangan yang paling tepat adalah:

a)

Memberikan soal geometri yang sama kepada semua siswa.

b)

Memberikan pilihan belajar: siswa kinestetik menggunakan balok, siswa visual menggambar bentuk, siswa verbal menjelaskan bentuk.

c)

Menyuruh semua siswa menggambar bangun datar tanpa variasi pendekatan.

d)

Menjelaskan rumus luas kepada seluruh siswa tanpa latihan berbeda.

e)

Mengadakan lomba menggambar bentuk geometri untuk seluruh kelas.

21.

Dalam pembelajaran pengukuran, guru ingin menerapkan pendekatan berbasis perbedaan individu dan memanfaatkan pengetahuan teknologi. Rancangan pembelajaran yang paling tepat adalah:

a)

Siswa menonton video pengukuran panjang lalu menghafalnya.

b)

Semua siswa menggunakan penggaris untuk mengukur benda di kelas.

c)

Siswa dibagi berdasarkan gaya belajar: visual menggunakan aplikasi pengukuran digital, kinestetik mengukur benda nyata, auditori mendengarkan penjelasan tentang satuan.

d)

Guru memberi soal ulangan dengan format yang sama untuk semua siswa.

e)

Siswa diminta membaca buku teks dan menjawab soal latihan.

22.

Guru merancang pembelajaran tentang prinsip-prinsip tematik dengan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning). Rancangan yang paling sesuai adalah:

a)

Siswa mendengarkan ceramah tentang pengertian pembelajaran tematik.

b)

Siswa menghafal 5 prinsip pembelajaran tematik.

c)

Siswa mengeksplorasi prinsip-prinsip tematik dan mendiskusikan penerapannya dalam pembelajaran nyata melalui studi kasus.

d)

Guru menjelaskan isi modul lalu siswa menjawab soal pilihan ganda.

e)

Siswa membuat poster tentang tema pelajaran.

23.

Guru ingin membahas kelebihan dan kekurangan pembelajaran tematik menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam berdasarkan pengetahuan pedagogi. Strategi terbaik adalah:

a)

Memberi tabel kosong dan menyuruh siswa mengisinya.

b)

Siswa menghafalkan isi tabel dari buku paket.

c)

Siswa melakukan analisis kritis terhadap hasil observasi kelas tematik dan menyimpulkan kelebihan dan kekurangannya.

d)

Siswa menonton video dan menyalin isinya.

e)

Guru menjelaskan kelebihan dan kekurangan secara naratif.

24.

Seorang guru mengembangkan pembelajaran karakter dengan pendekatan pembelajaran mendalam dan berbasis pengetahuan teknologi. Rancangan yang paling sesuai adalah:

a)

Siswa membuat vlog reflektif tentang penerapan nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari.

b)

Guru menyampaikan ceramah tentang pentingnya karakter.

c)

Siswa menghafal definisi 10 nilai karakter nasional.

d)

Siswa membuat buku dan membuat ringkasan.

e)

Siswa membuat slogan tentang kejujuran.

25.

Dalam menerapkan materi moderasi beragama, guru menggunakan pendekatan TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge). Rancangan pembelajaran paling sesuai adalah:

a)

Siswa menonton video ceramah agama dan mencatat isinya.

b)

Siswa berdiskusi tentang toleransi dan menghasilkan infografis digital berisi pesan moderasi beragama.

c)

Guru menyampaikan ayat-ayat moderasi lalu memberi kuis.

d)

Siswa membaca buku teks agama dan menjawab soal.

e)

Guru mengajak siswa menyanyikan lagu bertema toleransi.

26.

Materi tentang struktur teks dan penulisan surat yang diajarkan masih berfokus pada surat konvensional, padahal konteks zaman sudah berubah. Strategi pembelajaran berbasis Problem-Based Learning (PBL) yang dapat menciptakan suasana belajar aman dan kontekstual adalah:

a)

Siswa diminta menyalin contoh surat formal dari buku paket.

b)

Guru menjelaskan struktur surat secara teoritis.

c)

Siswa diberi masalah: bagaimana menulis surat lamaran kerja di era digital, lalu menyusun dan mempresentasikan hasilnya.

d)

Siswa menghafal bagian-bagian surat pribadi dan resmi.

e)

Siswa diminta membuat surat berdasarkan contoh guru.

27.

Materi Pancasila disampaikan secara konvensional tanpa mengaitkannya dengan realitas kehidupan masa kini. Untuk menciptakan suasana belajar nyaman dan menumbuhkan karakter unggul, strategi berbasis Project-Based Learning (PjBL) yang paling tepat adalah:

a)

Siswa membuat proyek video yang menampilkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

b)

Guru membacakan butir-butir Pancasila dan siswa mencatat.

c)

Siswa menghafal sila-sila Pancasila secara berkelompok.

d)

Siswa mendengarkan pidato Bung Karno dan menuliskan kesimpulannya.

e)

Guru menyuruh siswa menulis esai tentang sejarah Pancasila.

28.

Materi tentang Bumi dan Alam Semesta disampaikan secara hafalan dan tidak relevan dengan perkembangan teknologi. Untuk menciptakan suasana belajar membahagiakan, strategi berbasis Discovery-Based Learning (DBL) yang sesuai adalah:

a)

Siswa melakukan eksplorasi benda-benda di sekitar menggunakan alat bantu digital lalu menyimpulkan sifatnya.

b)

Guru menyampaikan penjelasan tentang jenis-jenis benda secara verbal.

c)

Siswa mengisi LKS berdasarkan buku paket.

d)

Siswa menghafal definisi dan rumus-rumus.

e)

Guru menyuruh siswa membuat rangkuman materi di papan tulis.

29.

Materi sejarah sering diajarkan hanya lewat hafalan tanpa mengakomodasi gaya belajar

siswa. Pendekatan Differentiated Learning (DL) yang paling tepat agar suasana belajar

menjadi akomodatif dan berpusat pada peserta didik adalah:

a)

Guru menyampaikan cerita sejarah dan siswa menyalin poin-poin penting.

b)

Semua siswa membaca buku sejarah bab yang sama dan membuat soal sendiri.

c)

Siswa diberi pilihan tugas: membuat timeline, menulis narasi, atau membuat presentasi

visual sejarah sesuai minat dan gaya belajar.

d)

Siswa mengikuti kuis sejarah secara serentak.

e)

Siswa membuat daftar tahun-tahun penting secara bersama-sama.

30.

Materi statistika diajarkan dengan metode konvensional dan kurang memanfaatkan teknologi. Untuk menciptakan suasana adaptif dan sesuai perkembangan zaman, strategi berbasis TPACK yang tepat adalah:

a)

Guru menjelaskan rumus peluang di papan tulis.

b)

Siswa menghitung frekuensi menggunakan buku cetak.

c)

Siswa membuat grafik data menggunakan spreadsheet atau aplikasi statistik digital, lalu menyajikannya secara interaktif.

d)

Siswa mengerjakan soal pilihan ganda melalui modul cetak.

e)

Guru menyuruh siswa menggambar diagram batang manual.

31.

Materi Statistika atau Peluang disajikan secara kaku dan tidak responsif terhadap kebutuhan emosional dan perkembangan peserta didik. Strategi yang paling tepat untuk menciptakan suasana belajar progresif melalui pelayanan bimbingan konseling adalah:

a)

Memberi soal latihan statistik rutin setiap minggu.

b)

Memberikan motivasi belajar secara umum sebelum pelajaran dimulai.

c)

Mengintegrasikan sesi konseling kelompok untuk membahas tantangan siswa dalam belajar.memahami materi, lalu mendampingi mereka secara individual.

d)

Menugaskan siswa membuat grafik data dari buku teks.

e)

Mengadakan remedial dalam bentuk kuis daring.

32.

Materi contoh jaring tema dalam pembelajaran tematik disampaikan secara seragam dan tidak mempertimbangkan keberagaman siswa, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Untuk menciptakan lingkungan belajar akomodatif, pendekatan paling tepat adalah:

a)

Menyusun jaring tema berdasarkan satu gaya belajar umum.

b)

Menerapkan asesmen diagnostik awal dan menyesuaikan jaring tema agar bisa diakses oleh semua, termasuk ABK.

c)

Mengajarkan jaring tema dengan LKS terstandar.

d)

Menyusun jaring tema dengan menyalin dari buku teks.

e)

Memberikan tugas jaring tema tanpa penyesuaian kemampuan siswa.

33.

Materi ruang lingkup tematik di MI tidak lagi sesuai dengan konteks kehidupan dan dunia anak saat ini. Pendekatan pembelajaran yang relevan dan adaptif untuk mengatasi hal tersebut adalah:

a)

Menyampaikan semua KD secara linier dan berurutan.

b)

Menyesuaikan ruang lingkup materi tematik dengan isu kontekstual seperti digitalisasi, lingkungan, dan sosial-budaya lokal.

c)

Menyampaikan ruang lingkup tematik menggunakan metode ceramah.

d)

Menghindari integrasi tema karena dianggap membingungkan siswa.

e)

Menghapus tema-tema lokal dan menggantinya dengan tema global.

34.

Materi pendidikan nilai masih diajarkan secara dogmatis tanpa memberi ruang bagi refleksi personal siswa. Untuk menciptakan suasana belajar yang progresif, pendekatan pembelajaran yang relevan adalah:

a)

Mengajarkan nilai karakter hanya melalui hafalan definisi.

b)

Menggunakan narasi sejarah pahlawan tanpa diskusi reflektif.

c)

Mengaitkan nilai karakter dengan pengalaman hidup nyata siswa, lalu berdiskusi secara kritis.

d)

Menguji nilai-nilai karakter melalui tes pilihan ganda.

e)

Memberikan tugas menulis definisi nilai dalam buku tugas.

35.

Materi moderasi beragama disampaikan tanpa menyentuh kehidupan nyata siswa dan berpotensi menciptakan jarak psikologis. Untuk menciptakan lingkungan belajar yang membahagiakan, pendekatan pembelajaran yang relevan adalah:

a)

Menyuruh siswa menghafal definisi moderasi beragama.

b)

Mengkaji implementasi moderasi beragama melalui studi kasus keberagaman di lingkungan sekitar.

c)

Menonton film dokumenter tanpa diskusi reflektif.

d)

Membacakan buku teks secara klasikal.

e)

Melarang siswa mendiskusikan isu agama agar tidak kontroversial.

36.

Dalam pembelajaran membaca teks dan menyampaikan pendapat dengan pendekatan Problem-Based Learning (PBL), teknik asesmen yang paling tepat untuk menilai aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik secara menyeluruh adalah:

a)

Tes objektif pilihan ganda

b)

Observasi perilaku siswa saat diskusi kelompok

c)

Lembar kerja siswa (LKS) isian singkat

d)

Tes essay tanpa diskusi

e)

Ulangan harian tulis tanpa praktik

37.

Dalam pembelajaran sistem pemerintahan dan hak-kewajiban warga negara dengan pendekatan Project-Based Learning (PjBL), instrumen asesmen yang paling sesuai untuk mengevaluasi pencapaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan adalah:

a)

Rubrik penilaian proyek yang mencakup indikator sikap, pengetahuan, dan keterampilan

b)

Lembar soal pilihan ganda

c)

Kuis daring berbasis game

d)

Tes tulis harian

e)

Lembar observasi perilaku guru

38.

Dalam pembelajaran Energi dan Sistem Organisme dengan pendekatan Discovery Learning (DL), teknik asesmen yang paling tepat sesuai lingkungan belajar yang eksploratif adalah:

a)

Pemberian tugas tertulis secara individu

b)

Observasi aktivitas eksplorasi dan eksperimen siswa

c)

Tes pilihan ganda tanpa diskusi

d)

Ceramah interaktif di akhir pembelajaran

e)

Kuis lisan di tengah pembelajaran

39.

Dalam pembelajaran perubahan sosial dan ekonomi, guru ingin menilai seluruh aspek pembelajaran di lingkungan belajar kolaboratif dan reflektif. Instrumen asesmen yang paling tepat adalah:

a)

Tes objektif pilihan ganda

b)

Kuis daring berwaktu

c)

Laporan studi kasus disertai rubrik penilaian

d)

Tugas hafalan definisi

e)

Tes esai tanpa presentasi

40.

Dalam pembelajaran bilangan pecahan, guru menargetkan pencapaian keterampilan pemecahan masalah matematis secara konkret. Teknik asesmen paling tepat sesuai tujuan pembelajaran adalah:

a)

Observasi perilaku selama diskusi

b)

Tes objektif pilihan ganda

c)

Pemberian soal kontekstual yang memerlukan strategi penyelesaian dan alasan logis

d)

Hafalan rumus pecahan

e)

Latihan soal dengan kunci jawaban langsung

41.

Dalam pembelajaran Geometri, untuk menilai pencapaian tujuan pembelajaran yang mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan, instrumen asesmen yang paling tepat adalah:

a)

Lembar observasi nilai sikap saja

b)

Tes objektif pilihan ganda

c)

Rubrik penilaian portofolio dan presentasi hasil kerja

d)

Kuis harian tertulis

e)

Tes lisan mengenai konsep dasar geometri

42.

Dalam pembelajaran Karakteristik Pembelajaran Tematik, teknik asesmen yang paling tepat jika mempertimbangkan hasil asesmen sebelumnya adalah:

a)

Memberikan soal esai yang sama untuk mengulang materi

b)

Melakukan tes ulang dengan format kuis

c)

Menggunakan asesmen formatif berbasis refleksi dan diskusi

d)

Menilai dengan lembar observasi saja

e)

Memberi ujian akhir topik tematik

43.

Dalam pembelajaran prinsip-prinsip pembelajaran tematik, untuk menindaklanjuti hasil asesmen sebelumnya, instrumen asesmen yang paling tepat adalah:

a)

Angket sikap peserta didik terhadap pembelajaran tematik

b)

Rubrik proyek integrasi tema

c)

Tes pilihan ganda tematik

d)

Lembar evaluasi sumatif tertulis

e)

Tes hafalan definisi tema

44.

Dalam implementasi pendidikan karakter, jika mempertimbangkan hasil asesmen awal, teknik asesmen yang paling tepat untuk menilai perkembangan peserta didik adalah:

a)

Ujian tulis mengenai teori karakter

b)

Tes pilihan ganda berbasis kasus

c)

Observasi berkelanjutan terhadap perilaku siswa

d)

Lembar kerja konsep nilai

e)

Kuis lisan mengenai definisi nilai

45.

Dalam pembelajaran moderasi beragama di Indonesia, instrumen asesmen yang paling tepat dengan mempertimbangkan hasil asesmen awal peserta didik adalah:

a)

Tes hafalan tentang nilai-nilai moderasi

b)

Rubrik penilaian proyek kampanye moderasi beragama

c)

Kuis tertulis mingguan

d)

Tes objektif tentang kerukunan umat beragama

e)

Evaluasi sumatif di akhir semester

46.

Seorang guru dalam pembelajaran menulis cerita pendek dan membaca teks informasi menghadapi kendala dalam mengintegrasikan konten, pedagogi, dan teknologi. Praktik baik (best practice) dalam merencanakan pembelajaran berkualitas berkelanjutan adalah:

a)

Mengandalkan materi cetak dan metode ceramah sebagai metode utama

b)

Menyusun RPP berbasis silabus nasional tanpa menyesuaikan konteks peserta didik

c)

Mengintegrasikan teknologi seperti platform menulis digital dan rubrik kolaboratif

d)

Menghindari TIK karena tidak semua siswa memiliki akses

e)

Menyesuaikan materi hanya dari buku paket tanpa improvisasi

47.

Dalam pelaksanaan pembelajaran materi Pengukuran, guru mengalami hambatan teknis dalam penggunaan alat ukur digital dan pendekatan saintifik. Praktik baik (best practice) dalam pelaksanaan pembelajaran yang berkelanjutan adalah:

a)

Menghindari alat ukur digital untuk efisiensi waktu

b)

Mengandalkan ceramah agar materi tersampaikan secara menyeluruh

c)

Menggunakan simulasi pengukuran digital dan diskusi kelompok berbasis masalah

d)

Menyerahkan tugas pengukuran sebagai pekerjaan rumah

e)

Hanya mengejar penyelesaian materi agar tidak tertinggal jadwal

48.

Dalam mengevaluasi efektivitas pembelajaran tematik, guru mengalami kendala pada integrasi asesmen sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Praktik baik dalam evaluasi pembelajaran yang berkelanjutan adalah:

a)

Memberikan nilai akhir berdasarkan ujian sumatif saja

b)

Menyusun asesmen terpisah untuk tiap aspek secara parsial

c)

Mengembangkan asesmen autentik dan portofolio tematik integratif

d)

Melakukan observasi sesekali tanpa rubrik

e)

Menilai hanya aspek pengetahuan karena paling mudah diukur

49.

Guru dituntut menguasai materi tematik dalam menghadapi era digital dan kecerdasan buatan (AI). Penilaian terhadap kompetensi guru sebagai modal pengembangan diri berkelanjutan ditunjukkan oleh:

a)

Kemampuan guru menghafal isi buku tematik secara utuh

b)

Keberanian guru menghindari penggunaan teknologi agar tidak salah

c)

Kemampuan guru mengadaptasi pembelajaran tematik dengan sumber belajar digital

d)

Ketegasan guru menolak pembelajaran daring

e)

Konsistensi guru menggunakan satu metode untuk semua murid

50.

Seorang guru menggunakan AI dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, IPA, IPS, PPKn atau Matematika. Untuk menunjukkan jati diri sebagai guru profesional, guru perlu mengidentifikasi masalah dan solusi pembelajaran berdasarkan karakter peserta didik Gen Z dan Alpha. Tindakan paling tepat adalah:

a)

Menggunakan AI untuk menggantikan semua tugas guru

b)

Mengandalkan AI tanpa memperhatikan preferensi belajar peserta didik

c)

Menyesuaikan penggunaan AI dengan gaya belajar visual-auditori peserta didik

d)

Menghindari AI karena mengurangi interaksi langsung

e)

Menyerahkan sepenuhnya proses belajar kepada teknologi