wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Midwifery Questions: Labor and Delivery Management I

Total questions: 40

Worksheet time: 1hrs 20mins

Name
Class
Date
1.

Ny. C melahirkan bayi laki-laki dengan metode lotus birth, yaitu tidak memotong tali pusat setelah lahir. Plasenta disimpan di wadah bersih dan diberi garam serta rempah. Tujuan dari pemberian garam dan rempah pada plasenta adalah ...

a)

Mempercepat pembusukan plasenta

b)

Mengurangi risiko infeksi dan bau tidak sedap

c)

Menyembuhkan luka pada ibu

d)

Meningkatkan daya tahan tubuh bayi

e)

Mempermudah pemisahan plasenta dari rahim

2.

Seorang perempuan umur 25 tahun G2P0A1 usia kehamilan 38 minggu datang ke PMB mengeluh keluar lendir bercampur darah. Hasil anamnesis: sakit perut yang menjalar ke pinggang. Hasil pemeriksaan: TTV dalam batas normal, TFU 32 cm, DJJ 140 x/menit, pembukaan 6 cm, penurunan kepala H III. Bidan menganjurkan pada ibu untuk ditemani suami, menganjurkan mencoba berbagai posisi, menganjurkan untuk minum. Apakah asuhan yang telah dilakukan bidan pada kasus tersebut?

a)

Asuhan masa nifas

b)

Asuhan sayang ibu

c)

Asuhan sayang bayi

d)

Asuhan kehamilan normal

e)

Asuhan persalinan normal

3.

Seorang ibu, berusia 27 tahun G2P1A0, datang ke ruang bersalin dengan keluhan ingin mengejan, hasil pemeriksaan: pembukaan serviks lengkap, kepala janin sudah tampak di vulva saat ibu meneran, his kuat dan teratur, DJJ 140x/menit. Tindakan bidan yang paling tepat pada saat adalah…

a)

Menganjurkan ibu untuk tidur miring kiri

b)

Menganjurkan ibu menahan keinginan meneran

c)

Menganjurkan ibu untuk mulai meneran sesuai dorongan alami

d)

Melakukan pemeriksaan dalam ulang

e)

Memberikan cairan infus glokosa 5%

4.

Ny. B, 30 tahun, G2P1A0, dalam kala II persalinan, tampak sering menahan napas lama saat mengejan. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, Nadi 100x/menit, DJJ 100x/menit, Ibu tampak kelelahan dan wajah pucat. Tindakan bidan yang paling tepat untuk mengoptimalkan oksigenasi pada kasus tersebut adalah ....

a)

Membiarkan ibu menahan napas agar bayi cepat lahir

b)

Memberikan oksigen melalui masker selama 5 menit

c)

Mengajarkan ibu teknik napas yang benar saat kontraksi

d)

Menyuruh ibu mengejan terus tanpa henti

e)

Memberikan suntikan uterotonika

5.

Nyonya P, umur 30 tahun, G2P1A0, hamil 38 mg, kala II di PMB dengan keluhan ingin meneran. Hasil anamnesis: ibu mengatakan ingin BAB. Hasil pemeriksaan TD: 120/80 mmHg, N: 84 x/menit, P: 22x/menit, S: 36,7°C, kontraksi 4x/10’/45”, pembukaan lengkap, ketuban (+), UUK ki depan. Apakah Tindakan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Segera episiotomy

b)

Lakukan amniotomy

c)

Ajarkan Teknik relaksasi

d)

Pimpin ibu meneran

e)

Posisikan ibu senyaman mungkin

6.

Ny. R, usia 27 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 39 minggu, datang ke klinik bersalin dengan keluhan ingin mengejan kuat setiap kontraksi. Hasil pemeriksaan menunjukkan pembukaan lengkap (10 cm), ketuban sudah pecah, his kuat setiap 3 menit, kepala janin berada di Hodge IV, dan DJJ 140 x/menit. Perineum tampak menonjol dan anus membuka saat his. Apa tindakan yang paling tepat dilakukan bidan saat ini?

a)

Menyuruh ibu menahan mengejan agar tidak kelelahan

b)

Menganjurkan ibu mengejan terus-menerus tanpa melihat kontraksi

c)

Mempersiapkan persalinan dan membimbing ibu mengejan saat kontraksi

d)

Memberikan infus glukosa untuk menambah tenaga ibu

e)

Melakukan episiotomi segera sebelum bayi keluar

7.

Seorang ibu, Ny. Dorry, usia 28 tahun, G2P1A0, datang ke klinik bersalin pada pukul 07.00 WIB dengan keluhan mules-mules yang semakin kuat dan sering. Hasil pemeriksaan menunjukkan pembukaan serviks sudah lengkap, kepala bayi sudah tampak di vulva, dan ibu merasa ingin mengejan. Apakah tindakan yang paling tepat dilakukan bidan saat ini?

a)

Menganjurkan ibu untuk berjalan-jalan agar mempercepat penurunan kepala bayi

b)

Mempersiapkan alat dan bahan untuk pertolongan persalinan serta memberikan dukungan pada ibu untuk mengejan dengan benar

c)

Memberikan suntikan oksitosin untuk memperkuat kontraksi

d)

Melakukan episiotomi untuk mencegah robekan perineum yang luas

e)

Memanggil dokter untuk melakukan tindakan vakum ekstraksi

8.

Seorang ibu berusia 27 tahun, baru saja melahirkan bayi secara spontan di BPM. Plasenta telah lahir lengkap 10 menit yang lalu. Saat observasi, bidan melihat ibu tampak pucat, gelisah, dan mengeluh pusing. Hasil pemeriksaan tanda vital: TD: 90/60 mmHg, N:110x/menit, P: 26x/menit, S: 36,5°C. Bidan mencurigai adanya perdarahan postpartum dan segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Tindakan paling tepat yang harus dilakukan bidan pada kondisi ini adalah...

a)

Memberikan air putih dan menyuruh ibu beristirahat

b)

Melakukan pengawasan perdarahan dan pemantauan tanda tanda vital setiap 15 menit

c)

Memberikan uterotonika tambahan tanpa observasi

d)

Menunggu hingga ibu merasa lebih baik

e)

Melakukan pemantauan suhu tubuh saja

9.

Seorang ibu, 26 tahun, baru saja melahirkan bayi secara normal. Setelah plasenta lahir, bidan melakukan pemeriksaan perineum dan menemukan adanya robekan pada kulit dan mukosa vagina yang menyebabkan perdarahan ringan. Tanda vital ibu: TD: 110/70 mmHg, N: 92x/menit, P: 22x/menit, S: 36,8°C. Berdasarkan temuan tersebut, derajat ruptur perineum yang dialami ibu adalah …

a)

Derajat I

b)

Derajat II

c)

Derajat III

d)

Derajat IV

e)

Tidak ada rupture

10.

Seorang ibu berusia 27 tahun, G2P1A0, melahirkan bayi secara spontan di BPM. Setelah bayi lahir, bidan memastikan tidak ada janin lain dalam rahim. Kemudian bidan memberikan suntikan oksitosin 10 IU intramuskular, menunggu tanda-tanda pelepasan plasenta, lalu melakukan peregangan tali pusat terkendali sambil menstabilkan uterus di atas simfisis pubis. Setelah plasenta lahir, bidan melakukan masase fundus uteri. Tindakan bidan tersebut menunjukkan penerapan dari?

a)

Pencegahan infeksi kala III

b)

Penanganan atonia uteri

c)

Manajemen aktif kala III

d)

Penanganan retensio plasenta

e)

Semua Benar

11.

Seorang ibu berusia 30 tahun, G3P2A0, baru saja melahirkan bayi secara spontan di Puskesmas. Sudah 40 menit setelah bayi lahir, namun plasenta belum keluar. Ibu tampak lemas, pucat, dan terdapat perdarahan sekitar 400 ml. Hasil pemeriksaan menunjukkan uterus lembek. Berdasarkan kasus tersebut, diagnosa kebidanan yang paling tepat adalah?

a)

Atonia uteri

b)

Inversio uteri

12.

Seorang perempuan umur 23 tahun, G1P0A0, hamil UK 40 minggu datang ke PMB (praktik mandiri bidan), dengan keluhan utama perut mulas teratur menjalar ke pinggang sejak 4 jam yang lalu. Hasil anamnesis ibu mengeluarkan lendir darah 2 jam lalu. Hasil pemeriksaan: TD 120/70 mmHg, N 81x/menit, P 24x/menit, kontraksi (3x/10”/20”), TFU 3 jari di bawah px, presentasi kepala, penurunan 3/5, PD ketuban (+), pembukaan 2 cm. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut..?

a)

Kala I fase laten

b)

Kala I fase laten memanjang

c)

Kala I fase aktif akselerasi

d)

Kala I fase aktif dilatasi maksimal

e)

Kala I fase aktif deselerasi

13.

Nyonya M merasa cemas dan takut saat akan melahirkan. Kehadiran suami dan orang tuanya memberikan dukungan yang sangat berpengaruh pada kondisi psikologisnya. Dukungan emosional dari orang terdekat seperti keluarga dan pasangan telah terbukti dapat membantu ibu bersalin menghadapi kecemasan dan ketakutan, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kelancaran proses persalinan. Faktor apa yang mempengaruhi persalinan dalam kasus ini?

a)

Faktor power

b)

Faktor psikologi

c)

Faktor passage

d)

Faktor passanger

e)

Faktor penolong

14.

Seorang ibu bersalin terlihat kesakitan setiap kontraksi datang. Bidan memberikan sentuhan lembut di punggung dan mengajarkan cara bernapas yang benar agar rasa nyeri berkurang. Tindakan bidan tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar ibu bersalin dalam hal…

a)

Pengurangan rasa sakit secara nonfarmakologis

b)

Pemberian nutrisi dan cairan

c)

Pemenuhan kebutuhan tidur

d)

Peningkatan kontraksi Rahim

e)

Pencegahan infeksi selama persalinan

15.

Seorang ibu hamil G1P0A0 usia kehamilan 39 minggu datang ke bidan dengan keluhan mulas teratur setiap 5 menit, berlangsung selama 40 detik. Hasil pemeriksaan menunjukkan pembukaan serviks 4 cm, selaput ketuban utuh, dan kepala janin sudah masuk PAP. Berdasarkan data di atas, ibu tersebut berada pada tahap persalinan dan fase apakah?

a)

Kala I fase laten

b)

Kala I fase aktif akselerasi

c)

Kala I fase aktif dilatasi maksimal

d)

Kala II

e)

Kala III

16.

Ibu bersalin G2P1A0 datang ke puskesmas dengan keluhan ingin mengejan. Hasil pemeriksaan didapatkan pembukaan lengkap 10 cm, ketuban sudah pecah, dan kepala janin tampak di perineum. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu tersebut berada pada tahapan persalinan apa?

a)

Kala I

b)

Kala II

c)

Kala III

d)

Kala IV

e)

Kala laten

17.

Seorang ibu hamil berusia 22 tahun, G1P0A0, datang ke rumah sakit dengan keluhan kontraksi sekitar 12 jam yang lalu. Usia kehamilan ibu saat ini 40 minggu. Pada pemeriksaan, didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 60 kali per menit, frekuensi napas 20 kali per menit, dan suhu tubuh 37°C. Meskipun sudah mengalami kontraksi selama 12 jam, pembukaan serviks baru mencapai 3 cm dan kontraksi terasa lemah serta tidak teratur. Berdasarkan kasus di atas, apa yang sedang terjadi pada ibu tersebut....

a)

Persalinan normal kala 1

b)

Persalinan kala 1 lama

c)

Persalinan kala 2 lama

d)

Persalinan premature

e)

Distosia persalinan kala 2

18.

Seorang ibu hamil berusia 20 tahun, G1P0A0, datang ke rumah sakit dengan keluhan kontraksi yang terasa kencang sejak 7 jam yang lalu. Usia kehamilan ibu saat ini 39 minggu. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 80 kali per menit, frekuensi napas 20 kali per menit, suhu tubuh 37°C, dan pembukaan serviks 2 cm. Asuhan apa yang akan diberikan bidan pada kasus tersebut?

a)

Memberikan dukungan baik secara fisik maupun emosional kepada ibu dan keluarga selama persalinanan dan kelahiran

b)

Memberikan obat untuk memperkuat kontraksi tanpa pemeriksaan lanjutan

c)

Menyarankan ibu untuk pulang dan istirahat di rumah

d)

Menyiapkan operasi sesar

e)

Semuanya benar

19.

Ny. S, umur 25 tahun G1P0A0, hamil 38 minggu, datang ke BPS pukul 08.00 WIT, mengeluh perut kenceng-kenceng, hasil pemeriksaan: KU baik, TD: 110/70 mmHg, nadi 80 x/menit, pernafasan 24 x/menit, suhu 37°C TFU 30 cm, hasil VT pembukaan serviks 8 cm, selaput ketuban masih utuh, kepala Hodge III, ibu mengatakan cemas menghadapi persalinan. Diagnosa kebidanan Ny. S adalah...

a)

Inpartu kala I fase laten

b)

Inpartu kala I fase aktif akselerasi

c)

Inpartu kala I fase aktif deselerasi

d)

Inpartu kala I fase aktif dilatasi maksimal

e)

Inpartu kala II persalinan pembukaan lengkap (10 cm)

20.

Ny. S, usia 28 tahun, G2P1A0, hamil 39 minggu, datang ke puskesmas dengan keluhan kontraksi perut sejak 6 jam lalu. Hasil pemeriksaan: TD 120/80 mmHg, N 84x/menit, S 36,5°C, P 20x/menit, TFU 35 cm, DJJ 140x/menit teratur, pembukaan 5 cm. Ibu mengeluh haus, sulit buang air kecil, dan lelah karena belum istirahat. Sebagai bidan, tindakan prioritas apa yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan fisik ibu bersalin, khususnya nutrisi, eliminasi, dan istirahat?

a)

Langsung lakukan amniotomi untuk mempercepat persalinan dan mengurangi kelelahan.

b)

Berikan makanan berat penuh untuk menambah energi ibu selama kontraksi.

c)

Anjurkan ibu untuk minum air putih secukupnya, bantu eliminasi dengan posisi nyaman, dan dorong istirahat di antara kontraksi.

d)

Berikan obat penghilang rasa sakit injeksi untuk mengatasi kelelahan tanpa memeriksa eliminasi.

e)

Posisikan ibu telentang datar untuk istirahat total dan pantau DJJ saja.

21.

Bidan D memimpin persalinan Ny. P karena kepala bayi sudah membuka vulva 6 cm. Ny. P ingin terus meneran, dan setelah memasang duk steril, bidan D membantu melahirkan kepala. Setelah kepala lahir di depan vulva. Tindakan yang dapat dilakukan oleh bidan D adalah?

a)

Biparietal

b)

Sanggah susur

c)

Putar paksi luar

d)

Potong tali pusat

e)

Cek lilitan tali pusat

22.

Seorang ibu bersalin kala I mengeluh nyeri di punggung bagian bawah. Bidan menganjurkan ibu untuk tidak berbaring telentang, melainkan miring ke kiri atau dalam posisi duduk sambil dilakukan pijatan ringan di punggung. Tujuan utama dari tindakan tersebut adalah…

a)

Meningkatkan tekanan darah ibu selama persalinan

b)

Mengurangi ketegangan otot dan meningkatkan kenyamanan ibu

c)

Memperkuat kontraksi rahim agar proses persalinan lebih cepat

d)

Menurunkan frekuensi kontraksi agar ibu lebih rileks

e)

Menjaga posisi janin agar tetap tinggi di rongga panggul

23.

Perempuan, umur 29 tahun, G1P0A0, datang ke PMB dengan keluhan sakit perut menjalar ke pinggang. Hasil anamnesis: 1 jam yang lalu sudah keluar lendir bercampur darah dan merasa takut menghadapi persalinan. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 110/80 mmHg, N 80 x/menit, S 36°C. P 20 x/menit, TFU 4 jari bawah pusat, PD: pembukaan 6 cm, kontraksi 3x10'30", DJJ 148 x/menit. Apakah asuhan sayang ibu yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Menjaga privasi ibu

b)

Mempertahankan kebersihan diri ibu

c)

Menghadirkan pendamping persalinan

d)

Mengatur posisi ibu yang paling nyaman

e)

Menyiapkan makanan dan minuman bagi ibu

24.

Perempuan umur 28 tahun G2P0A1 hamil 38 mg datang ke PMB dengan keluhan keluar lendir bercampur darah sejak 3 jam yang lalu. Hasil anamnesis: terasa mulas sejak 10 jam yang lalu, air ketuban belum keluar. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD: 120/70 mmHg, N 84 x/menit. P 22 x/menit, S 36°C, kontraksi 3-4x10'30", DJJ 140 x/menit dan teratur, hasil PD: pembukaan 8 cm, effacement 80%, selaput ketuban (+), UUK Ka, HII, Molase 0. Bagaimanakah sikap bidan dalam asuhan sayang ibu yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Melakukan klisma

b)

Memecahkan ketuban

c)

Mencukur rambut pubis

d)

Menganjurkan mobilisasi

e)

Memberikan makanan tinggi kalori

25.

Ibu Lestari, usia 30 tahun, sedang hamil anak ke 2 dengan usia kehamilan 37 minggu bersama bidan, menyusun birth plan atau rencana persalinan untuk memastikan proses persalinan berjalan aman. Dalam penyusunan rencana tersebut bidan menjelaskan bahwa birth plan tidak hanya mencakup tempat dan pendamping persalinan, tetapi juga langkah-langkah antisipasi bila terjadi keadaan gawat darurat. Sebagai salah satu bentuk antisipasi gawat darurat, hal penting yang perlu dimasukan dalam birth plan adalah?

a)

Menentukan siapa yang akan menemani ibu selama persalinan berlangsung

b)

Menyiapkan daftar makanan favorit ibu setelah melahirkan

c)

Menentukan fasilitas rujukan dan transportasi bila terjadi kegawatdaruratan

d)

Memilih warna pakaian bayi yang akan digunakan setelah lahir

e)

Menentukan jadwal kunjungan teman dan keluarga setelah persalinan

26.

Seorang ibu hamil datang ke klinik dengan keluhan mulas teratur setiap 5 menit. Bidan melakukan pemeriksaan dan mendapatkan hasil: tekanan darah 120/80 mmHg, suhu 36,8°C, DJJ 140x/menit, TFU 30 cm, dan pembukaan serviks 6 cm. Berdasarkan hasil tersebut, tindakan awal bidan yang paling tepat adalah …

a)

Merujuk ibu ke rumah sakit karena pembukaan sudah lengkap

b)

Melakukan pemantauan DJJ dan kontraksi secara berkala serta memberikan dukungan psikologis

c)

Memberikan infus untuk mempercepat pembukaan

d)

Menunggu tanpa tindakan karena ibu belum mengalami tanda-tanda aktif

e)

Melakukan induksi oksitosin agar persalinan lebih cepat

27.

Seorang ibu dalam proses persalinan menunjukkan tanda-tanda: ketuban pecah lebih dari 24 jam, DJJ 100x/menit, dan terdapat mekonium pada air ketuban. Dari hasil pengkajian tersebut, tindakan yang paling tepat dilakukan oleh bidan adalah…

a)

Menunggu hingga ibu siap mengejan

b)

Memberikan cairan dan oksigen lalu menunggu kemajuan persalinan

c)

Segera melakukan rujukan ke fasilitas yang lebih lengkap

d)

Melanjutkan observasi tanpa Tindakan

e)

Memberikan obat perangsang kontraksi

28.

Seorang bidan melakukan pengkajian pada Ny. A, 25 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 39 minggu. Klien datang dengan keluhan perut terasa kencang dan nyeri pinggang sejak pukul 08.00 pagi. Hasil pemeriksaan menunjukkan kontraksi teratur setiap 10 menit, durasi 30 detik. Pemeriksaan dalam menunjukkan serviks lunak, pembukaan 2 cm, dan ketuban utuh. Klien masih tampak tenang dan dapat melakukan aktivitas ringan. Berdasarkan hasil pengkajian tersebut, fase persalinan apakah yang dialami oleh Ny. A?

a)

Fase aktif

b)

Fase laten

c)

Fase deselerasi

d)

Fase transisi

e)

Kala II

29.

Ny. R, usia 29 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 39 minggu, datang ke klinik dengan kontraksi teratur sejak 4 jam yang lalu. Pembukaan serviks 6 cm, DJJ 145x/menit, dan ketuban masih utuh. Ibu ingin melahirkan dengan metode Water Birth karena mendengar prosesnya lebih nyaman dan minim nyeri. Bidan menyiapkan kolam air hangat serta memantau kondisi ibu dan janin dengan ketat. Apa asuhan kebidanan yang paling tepat dilakukan bidan sebelum proses Water Birth dimulai?

a)

Menyiapkan obat uterotonika untuk mempercepat kontraksi

b)

Memastikan suhu air berkisar antara 36–37°C dan alat steril

c)

Menyuruh ibu berpuasa total sebelum masuk ke kolam

d)

Meminta ibu berbaring terlentang selama kontraksi

e)

Menambahkan minyak aromaterapi ke dalam air tanpa pengawasan medis

30.

Seorang ibu bernama Ny. A, usia 29 tahun, melahirkan anak keduanya secara normal di rumah bersalin dengan metode Lotus Birth. Setelah bayi lahir, bidan tidak memotong tali pusat, melainkan membiarkan plasenta tetap menempel dan dibersihkan dengan hati-hati. Plasenta kemudian diletakkan dalam wadah bersih, diberi taburan garam kasar dan daun lavender kering, lalu dibungkus kain tipis. Pada hari ke-2, ibu bertanya kepada bidan, “Apakah saya boleh memandikan bayi saya? Karena tali pusarnya masih menempel dengan plasenta dan belum kering sepenuhnya.” Apa asuhan kebidanan yang tepat untuk diberikan kepada Ny. A terkait kondisi tersebut?

a)

Menganjurkan ibu untuk memandikan bayi seperti biasa agar tubuhnya tetap bersih

b)

Menyarankan ibu untuk menjemur plasenta di bawah sinar matahari langsung agar cepat kering

c)

Menjelaskan bahwa bayi belum boleh dimandikan penuh, cukup dibersihkan dengan waslap hangat sambil menjaga plasenta tetap kering

d)

Menganjurkan ibu untuk meneteskan alkohol pada tali pusat agar cepat lepas

e)

Menyarankan untuk memotong tali pusat jika belum lepas dalam dua hari

31.

Seorang ibu hamil usia 26 tahun, G1P0A0, datang dengan rencana melahirkan menggunakan Water Birth. Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah 100/70mmHg, usia kehamilan 38 minggu, janin tunggal hidup, presentasi kepala. Berdasarkan kondisi tersebut ibu dapat....

a)

Tidak boleh menjalani Water Birth karena tekanan darahnya rendah

b)

Diperlukan induksi persalinan sebelum masuk ke kolam

c)

Harus menjalani operasi caesarea karena janin masih dalam rahim

d)

Dapat menjalani Water Birth karena tidak ada komplikasi kehamilan

e)

Sebaiknya menunda persalinan hingga minggu ke-41

32.

Ny. T melakukan lotus birth. Pada hari ke-5, tali pusat bayi mulai kering dan hampir lepas. Ia khawatir karena muncul bau tidak sedap dari plasenta. Pertanyaan: Apa tindakan paling tepat untuk mencegah komplikasi?

a)

Biarkan saja karena itu proses alami

b)

Bungkus plasenta dengan kain bersih dan jaga agar tetap kering

c)

Berikan antibiotik tanpa pemeriksaan

d)

Rendam plasenta dalam air hangat

e)

Berikan saja obat kampung

33.

Ny. D, usia 25 tahun, sedang mempertimbangkan untuk melahirkan dengan cara water birth. Ia menanyakan kepada bidan, di mana tempat yang ideal untuk metode tersebut. Pertanyaan: Bidan sebaiknya menjelaskan bahwa tempat water birth yang tepat adalah

a)

Bak berisi air panas di kamar mandi

b)

Kolam atau bak berisi air hangat dengan suhu terkontrol dan steril

c)

Kolam renang umum dengan suhu sedang

d)

Air sungai mengalir yang bersih

e)

Mengikuti keputusan ibu

34.

Ny R umur 22 tahun G1P0A0 umur kehamilan 39 minggu, datang jam 10.00 WIB mengeluh nyeri perut bagian bawah menjalar keseluruh bagian depan, mengeluarkan lendir darah, belum mengeluarkan air ketuban. Hasil pemeriksaan KU baik, tanda vital normal, DJJ 140 kali per menit. Hasil VT pembukaan 7 cm, eff icemen 75 persen, teraba kepala UUK depan hodge 3. Penulisan diagnose kebidanan yang benar adalah

a)

Ny R umur 22 tahun G1P0A0 umur kehamilan 39 minggu, janin tunggal intrauteri, punggung kiri, presentasi kepala, dalam persalinan kala I

b)

Ny R umur 22 tahun G1P0A0 umur kehamilan 39 minggu, janin tunggal intrauteri, punggung kiri, presentasi belakang kepala, dalam persalinan kala I

c)

Ny R umur 22 tahun G1P0A0 umur kehamilan 39 minggu, janin tunggal intrauteri, punggung kiri, presentasi kepala, Hodge 3, UUK depan dalam persalinan kala I

d)

Ny R umur 22 tahun G1P0A0 umur kehamilan 39 minggu, janin tunggal intrauteri, punggung kiri, presentasi belakang kepala, dalam persalinan kala I fase aktif

e)

Ny R umur 22 tahun G1P0A0 umur kehamilan 39 minggu, janin tunggal intrauteri, punggung kiri, presentasi kepala, Hodge 3, UUK depan dalam persalinan kala I fase aktif

35.

Seorang ibu bersalin kala I mengeluh nyeri hebat pada punggung bawah setiap kali kontraksi. Bidan kemudian meminta suami ibu untuk menekan lembut area punggung bawah menggunakan ujung telapak tangan setiap kali kontraksi terjadi. Teknik yang digunakan bidan tersebut adalah…

a)

Effleurage

b)

Aromaterapi

c)

Counter pressure

d)

Hidroterapi

e)

Ice pack

36.

Seorang ibu bersalin merasa tegang dan sulit rileks. Bidan kemudian memberikan terapi dengan memutar musik lembut dan mengoleskan minyak esensial lavender agar ibu merasa lebih tenang serta tekanan darahnya menurun. Metode nonfarmakologis yang dilakukan bidan adalah…

a)

Hidroterapi

b)

Aromaterapi

c)

Ice pack

d)

Massage effleurage

e)

Breathing ball

37.

Seorang perempuan, umur 28 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 39 minggu, bersama suami datang ke BPM dengan keluhan mulas tak tertahankan. Hasil anamnesis: keluar darah lendir, Ibu tampak gelisah dan kesakitan. Hasil pemeriksaan: TD 120/80 mmHg, S 36,70C, N 90x/ mnt, P 20x/menit, TFU 33cm, DJJ 136x/menit, teratur, penurunan kepala 3/5, kontraksi 3x/10/35", porsio lunak, pembukaan 5 cm, ketuban utuh. Rencana tindakan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Beri dukungan

b)

Ajarkan teknik relaksasi

c)

Anjurkan Jalan-jalan semampu ibu

d)

Motivasi berkhemi sesering mungkin

e)

Sarankan berbaring dalam posisi terlentang

38.

Seorang ibu G1P0A0 usia kehamilan 39 minggu datang ke ruang bersalin dengan keluhan nyeri semakin kuat setiap 3–4 menit sekali. Hasil pemeriksaan menunjukkan pembukaan serviks 6 cm, DJJ 140x/menit, dan ketuban masih utuh. Ibu tampak gelisah, sulit beristirahat, sering menahan napas saat kontraksi, dan mengatakan punggung bagian bawah terasa sangat nyeri. Bidan berencana melakukan intervensi nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri, dengan memfokuskan pada pengaturan posisi yang dapat memberikan kenyamanan sekaligus membantu kemajuan persalinan. Dari kasus tersebut, posisi mana yang paling dianjurkan untuk membantu menurunkan nyeri sekaligus mendukung kemajuan persalinan pada kala I fase aktif?

a)

Posisi litotomi untuk mempermudah pemantauan kontraksi

b)

Posisi terlentang dengan bantal tinggi di bawah kepala

c)

Posisi miring ke kiri

d)

Posisi jongkok untuk mempercepat penurunan kepala janin

e)

Posisi miring kanan

39.

Seorang ibu hamil usia 25 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 39 minggu, datang ke ruangan persalinan dengan keluhan kontraksi yang semakin kuat dan nyeri. Ibu tersebut tampak gelisah dan mengatakan nyeri yang dirasakan semakin berat. Ibu tersebut ingin melahirkan secara normal dan tidak ingin menggunakan obat-obatan untuk mengurangi nyeri. Intervensi apa yang dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri pada ibu?

a)

Memberikan Obat-obatan analgesic

b)

Mengajarkan teknik pernapasan dalam dan relaksasi

c)

Melakukan operasi caesar

d)

Menggunakan kompres hangat pada punggung

e)

Menganjurkan ibu untuk berjalan-jalan untuk mengurangi nyeri

40.

Seorang perempuan umur 27 tahun G1P0A0, usia kehamilan 37 minggu datang ke PMB mengeluh keluar lendir bercampur darah selama 7 jam yang lalu, sakit perut yang menjalar ke pinggang terasa kuat. Hasil pemeriksaan TTV dalam batas normal, TFU 32 cm, DJJ 190x/menit, pembukaan 7 cm, penurunan kepala H-III, ketuban (+), Hb 11 g. Apakah masalah untuk kasus di atas?

a)

Kehamilan ganda

b)

Polihidramnion

c)

Preeklampsia

d)

Gawat janin

e)

Makrosomia