Font size
WorksheetsUntitled Quiz
Total questions: 63
Worksheet time: 11mins
Seorang guru PAI ingin merancang pembelajaran tentang pentingnya akhlak karimah dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan pembelajaran ranah sikap yang paling tepat agar peserta didik dapat meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia adalah...
Peserta didik dapat menjelaskan pengertian akhlak karimah menurut Al-Qur'an dan Hadis.
Peserta didik dapat menyebutkan contoh-contoh perilaku akhlak karimah dalam sejarah Islam.
Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menunjukkan sikap jujur dan amanah sebagai wujud akhlak karimah dalam interaksi sosial.
Peserta didik dapat menganalisis dampak positif memiliki akhlak karimah bagi diri sendiri dan masyarakat.
Peserta didik dapat menghafal dalil-dalil naqli tentang perintah berakhlak karimah.
Dalam pembelajaran Fiqih Kontemporer mengenai pernikahan, seorang guru menyajikan studi kasus tentang pernikahan dini dan dampaknya. Rumusan tujuan pembelajaran ranah pengetahuan yang paling mendorong kemampuan berpikir kritis peserta didik adalah...
Peserta didik dapat menyebutkan syarat dan rukun nikah sesuai syariat Islam.
Peserta didik dapat menjelaskan hikmah disyariatkannya pernikahan dalam Islam.
Tujuan pembelajaran yang paling sesuai adalah...
Peserta didik dapat membandingkan prosesi pernikahan adat dengan pernikahan sesuai syariat Islam.
Peserta didik dapat menceritakan kisah pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan Khadijah RA.
Melalui analisis studi kasus, peserta didik dapat mengevaluasi argumen pro dan kontra mengenai pernikahan dini ditinjau dari berbagai perspektif (agama, sosial, kesehatan).
Materi pembelajaran adalah tentang kriteria hadis shahih. Untuk menumbuhkan semangat gotong royong pada ranah keterampilan, rumusan tujuan pembelajaran yang paling sesuai adalah...
Peserta didik dapat menjelaskan lima kriteria utama sebuah hadis dikatakan shahih.
Peserta didik dapat membedakan antara hadis shahih, hasan, dan dhaif berdasarkan sanad dan matannya.
Peserta didik dapat menyebutkan contoh-contoh hadis shahih yang berkaitan dengan muamalah.
Secara berkelompok, peserta didik dapat berkolaborasi menyusun peta konsep tentang kriteria kesahihan hadis dan mempresentasikannya.
Peserta didik dapat mempraktikkan cara mencari hadis shahih menggunakan aplikasi digital.
Seorang guru mengembangkan materi tentang konsep takdir, termasuk bagaimana masyarakat seringkali memahami dan menyikapinya dalam tradisi lokal (misalnya, syukuran atas kelahiran atau doa bersama saat menghadapi musibah). Rumusan indikator tujuan pembelajaran ranah sikap yang paling sesuai agar peserta didik memiliki sikap penerimaan terhadap tradisi terkait takdir adalah...
Peserta didik dapat menjelaskan perbedaan antara takdir mubram dan muallaq.
Peserta didik dapat mengidentifikasi minimal tiga tradisi lokal yang berkaitan dengan pemahaman takdir.
Peserta didik menunjukkan sikap menghargai (tasamuh) terhadap praktik tradisi lokal yang berkaitan dengan menyikapi takdir, selama tidak bertentangan dengan akidah.
Peserta didik dapat mengkritisi tradisi lokal yang dianggap tidak sesuai dengan konsep takdir dalam Islam.
Peserta didik dapat menyebutkan dalil Al-Qur'an tentang kewajiban beriman kepada takdir.
Materi pembelajaran adalah tentang ayat-ayat Muhkamat dan Mutasyabihat dalam Al-Qur'an. Rumusan indikator tujuan pembelajaran ranah pengetahuan yang paling mendorong kemampuan berpikir dinamis dan inovatif peserta didik adalah...
Peserta didik dapat mendefinisikan pengertian ayat Muhkamat dan Mutasyabihat.
Peserta didik dapat menghafal seluruh ayat Muhkamat dan Mutasyabihat tanpa memahami maknanya.
Peserta didik dapat menuliskan ayat-ayat Muhkamat dan Mutasyabihat secara urut sesuai mushaf.
Peserta didik dapat membedakan ayat Muhkamat dan Mutasyabihat hanya berdasarkan jumlah kata.
Manakah indikator yang paling tepat untuk menilai kemampuan berpikir tingkat tinggi?
b
c
e
d
Seorang guru merencanakan pembelajaran tentang ayat Muhkamat dan Mutasyabihat menggunakan pendekatan Problem-Based Learning (PBL). Guru menyajikan masalah berupa perbedaan pendapat ulama dalam menafsirkan ayat Mutasyabihat. Dalam konteks perencanaan ini, analisis materi ajar kajian tafsir (bi al-Ma'tsur, bi al-Ra'yi, metode tahlili, ijmali, dll.) berdasarkan struktur keilmuan yang paling sesuai dengan karakteristik peserta didik SMA yang kritis adalah...
Fokus utama pada metode tafsir ijmali untuk pemahaman global.
Penekanan pada hafalan definisi masing-masing metode tafsir.
Membandingkan secara mendalam pendekatan tafsir bi al-Ma'tsur dan bi al-Ra'yi dalam menyikapi ayat Mutasyabihat, mendorong analisis kritis terhadap argumentasi masing-masing.
Memberikan ringkasan singkat semua metode tafsir tanpa pendalaman.
Meminta siswa memilih satu metode tafsir favorit mereka.
Analisis materi ajar klasifikasi hadis berdasarkan struktur keilmuan yang relevan selama pelaksanaan PjBL ini adalah...
Hanya fokus pada definisi masing-masing klasifikasi hadis.
Memberikan contoh hadis untuk setiap klasifikasi tanpa menjelaskan kriteria.
Menekankan pada pemahaman kriteria detail (syarat sanad bersambung, perawi adil, dhabit, dll.) dan fungsi hadis terhadap Al-Qur'an sebagai dasar pembuatan infografis yang akurat.
Membahas sejarah kodifikasi hadis secara mendalam.
Menguji hafalan siswa tentang nama-nama perawi hadis.
Seorang guru mengevaluasi pemahaman siswa tentang materi "Mengungkap Rahasia Takdir" menggunakan pendekatan Dialogue-Based Learning (DBL), dengan fokus pada pertanyaan reflektif. Untuk mengukur pemahaman hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir, uraian materi ajar yang paling tepat dieksplorasi dalam evaluasi tersebut adalah...
Definisi takdir murnam dan muallaq.
Perbedaan antara mu'jizat, karamah, dan sihir.
Bagaimana keyakinan pada takdir (bahwa semua akan dipertanggungjawabkan) memotivasi amal shaleh sebagai persiapan menghadapi hari akhir.
Contoh-contoh takdir dalam kehidupan sehari-hari.
Kisah para nabi dalam menghadapi takdir Allah.
Seorang guru merencanakan pembelajaran tentang "Akhlak Karimah sebagai Pilar Pembangunan Karakter Bangsa" dengan pendekatan TPACK. Guru berencana menggunakan video inspiratif (Teknologi), diskusi kelompok (Pedagogi), dan materi tentang contoh akhlak mulia dalam sejarah dan konteks modern (Konten). Alur materi ajar yang paling logis dan sesuai karakteristik peserta didik (misal: remaja yang butuh relevansi) adalah...
Sejarah akhlak -> Definisi akhlak -> Contoh akhlak -> Implementasi.
Definisi akhlak -> Dalil naqli -> Manfaat akhlak -> Diskusi.
Konteks kekinian (krisis karakter) -> Pentingnya akhlak karimah -> Contoh teladan (sejarah & modern) -> Refleksi & komitmen penerapan -> Kaitan dengan karakter bangsa.
Manfaat akhlak -> Contoh akhlak -> Sejarah akhlak -> Definisi.
Dalil naqli -> Sejarah akhlak -> Diskusi -> Implementasi.
Alur materi ajar yang paling logis selama pelaksanaan pembelajaran ini adalah...
Definisi bank syariah -> Sejarah bank syariah -> Produk bank syariah -> Praktik.
Konsep dasar riba -> Prinsip ekonomi Islam -> Mekanisme perbankan syariah -> Analisis perbedaan dengan bank konvensional -> Studi kasus zakat produktif -> Kaitan antara perbankan syariah dan zakat produktif dalam pemberdayaan ekonomi.
Zakat produktif -> Definisi -> Contoh -> Hukum zakat.
Produk bank syariah -> Hukum bunga bank -> Sejarah riba.
Praktik perbankan syariah -> Definisi zakat produktif -> Prinsip ekonomi Islam.
Seorang guru menggunakan model pelayanan konseling untuk mengevaluasi pemahaman dan sikap siswa terhadap materi "Transformasi Peradaban Islam: Kepemimpinan, Dakwah, dan Pendidikan dari Masa Khulafaur Rasyidin hingga Era Modern". Alur materi ajar yang logis digali dalam sesi evaluasi-konseling ini adalah...
Menanyakan urutan Khulafaur Rasyidin.
Menguji hafalan tanggal-tanggal penting dalam sejarah Islam.
Mendiskusikan faktor kunci keberhasilan kepemimpinan di masa lalu -> Menganalisis tantangan dakwah dan pendidikan Islam saat ini -> Merefleksikan relevansi nilai-nilai kepemimpinan, dakwah, dan pendidikan Islam masa lalu untuk solusi tantangan kontemporer -> Menggali sikap dan rencana kontribusi personal siswa.
Fokus hanya pada strategi dakwah di era modern.
Bertanya tentang sistem pendidikan Islam di masa Abbasiyah.
Sekolah melaksanakan program P5 dengan tema "Bhinneka Tunggal Ika". Guru PAI merencanakan pembelajaran untuk mendukung tema ini. Pengembangan materi ajar PAI yang paling sesuai untuk menanamkan nilai "Berkebinekaan Global" (salah satu dimensi P5) adalah...
Materi tentang sejarah masuknya Islam di Nusantara.
Materi tentang rukun iman dan rukun Islam.
Mengkaji ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadis tentang toleransi (tasamuh), menghargai perbedaan (ikhtilaf), dan pentingnya persatuan (ukhuwah) dalam konteks keberagaman suku, budaya, dan agama di Indonesia dan dunia.
Materi tentang tata cara shalat berjamaah.
Materi tentang kisah-kisah nabi Ulul Azmi.
Dalam pelaksanaan pembelajaran PAI yang terintegrasi dengan PPRA, guru ingin menanamkan nilai "Keteladanan" (Qudwah Hasanah). Pengembangan materi ajar yang paling efektif dalam pelaksanaan pembelajaran ini adalah...
Membahas teori-teori kepemimpinan dalam Islam.
Menganalisis kisah-kisah inspiratif Nabi Muhammad SAW, para sahabat, dan tokoh-tokoh Muslim kontemporer yang menunjukkan integritas, kesederhanaan, kepedulian sosial, dan akhlak mulia lainnya, serta mendiskusikan cara meneladani dalam konteks kehidupan siswa.
Berikut ini adalah kegiatan yang dapat dilakukan untuk memperkuat moderasi beragama di lingkungan sekolah, kecuali...
Mengadakan dialog antarumat beragama.
Mengembangkan sikap toleransi dan saling menghormati.
Menjelaskan syarat-syarat menjadi pemimpin yang baik.
Membaca biografi ulama-ulama besar penulis kitab kuning.
Mendiskusikan konsep amar ma'ruf nahi munkar.
Guru mengamati praktik dialog antaragama yang harmonis di lingkungan sekolah sebagai implementasi moderasi beragama. Untuk mengevaluasi pemahaman siswa tentang konsep Islam Wasathiyah, pengembangan materi ajar yang paling tepat diangkat dalam evaluasi adalah...
Sejarah perdebatan teologis antar mazhab dalam Islam.
Konsep jihad dalam arti perang.
Menggali pemahaman siswa tentang prinsip-prinsip Islam Wasathiyah seperti Keadilan ('Adl), Keseimbangan (Tawazun), Toleransi (Tasamuh), dan Musyawarah (Syura) dan bagaimana prinsip ini terefleksi dalam praktik dialog antaragama yang diamati.
Bahaya paham liberalisme dan sekularisme.
Perbedaan antara Islam fundamentalis dan Islam moderat.
Menanggapi maraknya berita hoax dan ujaran kebencian bernuansa agama di media sosial, seorang tokoh masyarakat menyerukan pentingnya implementasi...
nilai-nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama
peningkatan penggunaan media sosial tanpa batas
penegakan hukum secara sewenang-wenang
pengabaian terhadap perbedaan agama
Penilaian terhadap pengembangan materi ajar Islam Wasathiyah yang paling relevan dengan alasan tersebut adalah...
Materi terlalu fokus pada aspek teologis Wasathiyah.
Materi kurang membahas sejarah konflik antaragama.
Materi berhasil menekankan ajaran Islam tentang Tabayyun (klarifikasi informasi), menahan diri dari prasangka buruk (su'uzhan), larangan mencela (ghibah/namimah), dan pentingnya menjaga lisan sebagai inti dari sikap moderat dalam berinteraksi sosial, termasuk di media sosial.
Materi hanya membahas konsep Tawazun (keseimbangan).
Materi tidak mengaitkan Wasathiyah dengan isu kontemporer.
Materi pembelajaran adalah Kajian Tafsir, khususnya perbedaan metode tafsir bi al-Ma'tsur dan bi al-Ra'yi. Rancangan pembelajaran dengan pendekatan PBL (Problem-Based Learning) yang paling sesuai adalah...
Guru menjelaskan kedua metode, siswa mencatat.
Siswa diminta menghafal contoh ayat yang ditafsirkan dengan kedua metode.
Guru menyajikan ayat Al-Qur'an yang memiliki potensi penafsiran beragam (misal: ayat tentang sifat Allah). Siswa diminta menganalisis bagaimana kedua metode (bi al-Ma'tsur dan bi al-Ra'yi) mendekati penafsiran ayat tersebut, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan masing-masing pendekatan, dan mendiskusikan implikasinya.
Siswa ditugaskan membuat rangkuman tentang sejarah perkembangan ilmu tafsir.
Guru memberikan kuis tentang definisi metode tafsir.
Sebagai guru al-Qur’an Hadis, pak musharif memberikan tugas kepada peserta didik untuk membuat poster klasifikasi hadis klasifikasi hadis ditinjau dari kualitasnya disertai dengan hukum maqbul dan mardudnya pengalaman hadis tersebut. Hal ini disebabkan sering munculnya masalah di lapangan banyaknya orang yang tidak bisa membedakan antara hadis shahih, hasan dan dhaif. Rancangan pembelajaran diatas berpendekatan….
PJBL (Project Based Learning).
Technological Pedagogical and Content Knowledge/TPACK.
Differentiation Based Learning/DBL.
Problem Based Learning (PBL).
Pembelajaran Berbasis Deep Learning.
Sebagai guru AKidah Akhlak, pak Budiman menggunakan media Kahoot; Untuk kuis interaktif mengenai pemahaman siswa terhadap materi hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir. Hal ini menunjukkan bahwa pak Budi merancang pembelajaran dengan pendekatan….
Apa kepanjangan dari singkatan DBL dalam konteks pendidikan?
Differentiation Based Learning
Distance Based Learning
Digital Based Learning
Development Based Learning
Apa kepanjangan dari singkatan PBL dalam konteks pendidikan?
Problem Based Learning
Project Based Learning
Practice Based Learning
Peer Based Learning
Rancangan pembelajaran di atas berpendekatan……….
Deferensiasi Produk.
Deferensiasi Konten.
Deferensiasi Proses.
Deferensiasi Lingkungan.
Pembelajaran Berbasis Deep Learning.
Ibu Murni merancang pembelajaran materi pembentukan akhlak karimah dengan menggunakan strategi pembelajaran yang berbeda sesuai dengan perbedaan individu. Pertama, Strategi “Poster Inspiratif” dimana siswa diminta membuat poster yang menggambarkan nilai-nilai akhlak karimah seperti jujur, sabar, dan menghormati orang tua. Kedua, Strategi “Drama Mini Akhlak” dimana Siswa membuat dan memainkan drama pendek yang menggambarkan contoh perilaku akhlak karimah, misalnya menolong teman, memaafkan kesalahan, atau menghormati guru. Rancangan pembelajaran seperti ini berpendekatan…
Deferensiasi Produk.
Deferensiasi Konten.
Deferensiasi Proses.
Deferensiasi Lingkungan.
Pembelajaran Berbasis Deep Learning.
Seorang guru PAI mengajarkan materi fiqih kontemporer di kelas XI dengan topik “Transaksi Digital dalam Islam”. Siswa di kelasnya memiliki tingkat penguasaan teknologi dan gaya belajar yang beragam. Guru tersebut ingin menerapkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada perbedaan individu, namun tetap menjaga struktur keilmuan fiqih (seperti pendekatan dalil, qawaid fiqhiyah, dan penerapan hukum). Dalam konteks tersebut, strategi pembelajaran manakah yang paling sesuai?
Meminta semua siswa membuat ringkasan materi dari buku paket tentang hukum jual beli online berdasarkan fatwa MUI.
Menyajikan video tentang e-commerce syariah lalu memberikan soal latihan pilihan ganda yang dikerjakan secara individu.
Menanyakan siswa membuat Vlog edukatif, infografis, atau podcast tentang transaksi digital dalam Islam secara mandiri.
Pada tahap ini, siswa diajak untuk membangun kesadaran dan keterlibatan emosional tentang hak-hak rakyat perepektif Islam. Pak guru mengajak refleksi dan aktivitasi Diri. Guru mengajak siswa melakukan refleksidengan pertanyaan, “Apakah kalian pernah mendapatkan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah kepadamu?” atau “Bagaimana perasaanmu ketika anda mendapatkan bantuan dari pemerintah?”…
Deep Learning Fase Persiapan (Mindful Learning).
Deep Learning Fase Eksplorasi (Meaningful Learning).
Deep Learning Fase Aplikasi (Joyful Learning).
Deep Learning Fase Refleksi dan Evaluasi.
Pedagogical Knoweledge - PK
Guru Khadijah melakukan pembelajaran dengan pendekatan Deep Learning materi perkembangan kepemimpinan islam pada tahap Fase Aplikasi (Joyful Learning). Pembelajaran yang bisa dirancang dalam pendekatan tersebut adalah…
Gamifikasi: Guru mengadakan kuis interaktif menggunakan aplikasi seperti Quizziz atau Kahoot untuk menguji pemahaman siswa tentang materi perkembangan kepemimpinan Islam secara menyenangkan.
Siswa menulis jurnal reflektif tentang bagaimana mereka tentang materi perkembangan kepemimpinan islam berubah setelah mengikuti pembelajaran.
Sebelum memulai materi perkembangan kepemimpinan islam, siswa diajak untuk duduk tenang sejenak dan merenungkan niat mereka dalam belajar sebagai bentuk latihan kesadaran beribadah.
Guru menyajikan bahan-bahan materi perkembangan kepemimpinan islam yang sudah dibuat dalam peta konsep untuk membangun pemahaman awal.
Kontekstualisasi dalam kehidupan Nyata cara menganalogkan perkembangan kepemimpinan Islam dengan perkembangan pemerintahan yang terjadi di indonesia.
Transaksi digital syariah, dipilih sesuai minat dan gaya belajar masing-masing, dengan membuat dasar hukum yang tepat.
Mengadakan diskusi klasikal tatap muka tentang jual beli online dan meminta siswa menuliskan kesimpulan berdasarkan pendapat pribadi.
Membagisiswa secara acak untuk mengajarkan proyek kelompok membuat presentasi hukum transaksi digital tanpa mempertimbangkan minat dan kemampuan teknologi masing-masing.
Pak Shodik melakukan pembelajaran agar siswa dapat menerapkan nilai-nilai jujur dalam kehidupan sehari-hari dengan pendekatan Deep Learning pada tahap Fase Refleksi dan Evaluasi. Pembelajaran yang bisa dirancang dalam pendekatan ini adalah…
Guru menyajikan ayat al-Qur’an dan Hadis tentang jujur membangun pemahaman awal.
Siswa memberikan umpan balik terhadap proyek kelompok lain dan mendiskusikan tantangan serta keberhasilan mereka dalam menerapkan nilai jujur.
Siswa secara berkelompok menafsirkan beberapa ayat dan hadis tentang jujur, kemudian mendiskusikan maknanya dalam kehidupan modern.
Siswa melakukan tentang bagaimana seseorang bisa menerapkan nilai jujur dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dalam interaksi dalam pekerjaan.
Siswa membuat proyek “Gerakan Jujur” yang melibatkan tindakan nyata di komunitas, seperti menjual dagangan dengan tema kejujuran dalam bentuk jual beli swalayan.
Pak Karmadi mengajarkan materi tentang Islam sebagai agama yang moderat. Oleh karena itu, ia dituntut untuk benar-benar menguasai konsep moderasi dalam Islam agar tidak membawa siswa terjerumus ke dalam sikap liberal maupun sikap ekstrem. Permasalahan yang keliru justru dapat menyebabkan siswa menjadi liberal, alih-alih memiliki jiwa yang moderat, akibat ketidaktahuan terhadap konsep islam Wasathiyah. Agar internalisasi sikap moderat dapat berlangsung secara efektif, Pak Karmadi perlu menggunakan pendekatan, strategi, dan metode pembelajaran yang tepat. Efektivitas tersebut akan semakin meningkat apabila didukung dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan media berbasis teknologi. Rancangan pembelajaran di atas yang paling tepat menggunakan pendekatan…
PJBL (Project Based Learning).
Technological Pedagogical and Content Knowledge/TPACK.
Differentiation Based Learning/DBL.
Problem Based Learning (PBL).
Pembelajaran Berbasis Deep Learning.
Dalam suatu pembelajaran PAI, materi tafsir al-Qur’an, guru menyajikan materi tentang peran perempuan dalam masyarakat berdasarkan penafsiran klasik yang kurang relevan dengan konteks kekinian. Materi tersebut menekankan pembatasan peran perempuan hanya dalam ruang domestik saja dan tidak mengaitkannya dengan dinamika sosial modern. Sebagian peserta didik menunjukkan kebingungan dan sebagian lainnya merasa tidak nyaman karena pemahaman tersebut tidak sesuai dengan realitas kehidupan mereka saat ini, yang menempatkan perempuan dalam berbagai peran strategis pembelajaran berbasis Problem Based Learning (PBL) yang paling tepat dilakukan oleh guru untuk menciptakan suasana belajar yang aman serta menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing adalah…
Guru meminta peserta didik mencari tafsir-tafsir kontemporer yang akan mendiskusikan perbedaan perspektif dengan pendekatan kritis dan kolaboratif.
Guru memberikan ceramah tambahan untuk menekankan kembali pentingnya patuh pada tafsir klasik sebagai bentuk penguatan nilai tradisional.
Guru mengganti materi tafsir dengan topik lain yang tidak menimbulkan kontroversi agar suasana kelas tetap kondusif.
Guru menunjuk satu peserta didik untuk menjelaskan tafsir klasik tersebut membiarkan kelas menyetujui pandangannya.
Guru menugaskan peserta didik membaca teks tafsir klasik secara mandiri tanpa diskusi untuk menghindari perdebatan.
Guru merasa penyajian materi Klasifikasi Hadis (shahih, hasan, dhaif) terlalu teoritis dan kering. Untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman (menyenangkan, tidak kaku) melalui PjBL (Project-Based Learning), proyek yang paling sesuai adalah...
Menugaskan siswa membuat makalah tebal tentang ilmu hadis.
Mengadakan ujian hafalan kriteria hadis shahih.
Menantang siswa secara berkelompok membuat "Detektif Hadis Challenge": mereka menerima beberapa hadis populer di media sosial (termasuk yang mungkin dhaif atau palsu), lalu menggunakan tools online dan sumber terpercaya untuk meneliti sanad dan matannya, mengklasifikasikan kualitasnya, dan mempresentasikannya dalam bentuk video pendek edukatif atau podcast.
Meminta siswa menyalin ulang hadis-hadis dari kitab tertentu.
Mendengarkan ceramah tentang urgensi mengikuti hadis shahih.
Dalam pembelajaran PAI materi Akidah Akhlak, Pak Agus menjelaskan hubungan antara takdir dan iman kepada hari akhir secara dogmatis. Bahwa semua kejadian di akhirat sudah ditentukan dan tidak perlu dikaitkan dengan usaha manusia di dunia. Peserta didik hanya diminta menghafal definisi dan dalil tanpa dikaitkan dengan realita kehidupan mereka, seperti pentingnya ikhtiar, tanggung jawab sosial, atau peran manusia dalam membentuk masa depan. Akibatnya, sebagian peserta didik merasa materi jauh dari kehidupan nyata mereka, dan motivasi belajar menurun karena pembelajaran terasa kaku dan tidak menyentuh kebutuhan belajar masing-masing. Untuk menciptakan suasana belajar yang membahagiakan dan mampu menghasilkan lulusan berkarakter unggul dan berdaya saing, strategi pembelajaran yang paling tepat dengan pendekatan Differentiated Based Learning dalam konteks tersebut adalah…
Guru membagi peserta didik secara acak untuk mengerjakan soal-soal pilihan ganda tentang taksir dan hari akhir, lalu membahas jawabannya bersama.
Guru meminta semua peserta didik menonton satu video ceramah dan membuat rangkuman dalam format yang sama.
Guru memberikan pilihan kepada peserta didik: membuat poster, menulis puisi, atau membuat vlog pendek tentang pentingnya ikhtiar meski takdir telah ditentukan.
Guru memberikan tugas yang sama kepada seluruh peserta didik berupa menulis esai tentang pengaruh iman kepada hari akhir dalam kehidupan.
Guru menyuruh seluruh peserta didik membaca satu buku tafsir klasik dan melaporkan isinya dalam format laporan tertulis yang baku.
Guru ingin membahas Mu'jizat, Karamah, dan Sihir agar relevan dengan pemikiran rasional siswa modern, namun tetap akomodatif terhadap keyakinan iman. Model pembelajaran DL (Deep Learning) yang paling akomodatif adalah...
Menegaskan bahwa semua itu hanya dongeng masa lalu.
Meminta siswa membuktikan keberadaan karamah secara ilmiah.
Mengajak siswa memahami konsep Mu'jizat sebagai bukti kenabian yang benar.
Karamah sebagai anugerah khusus bagi wali bersifat _________
historis-transendental
umum-sekuler
material-fisik
rasional-logis
Materi Akhlak Karimah perlu disajikan secara adaptif dengan konteks tantangan moral era digital (cyberbullying, hoax, etika online). Penggunaan model TPACK yang paling adaptif adalah...
Guru berceramah tentang akhlak mulia zaman Nabi.
Siswa diminta menulis contoh akhlak baik di buku catatan.
Guru menggunakan platform simulasi interaktif (Teknologi) yang menyajikan dilema etika digital. Siswa secara berkelompok (Pedagogi) menganalisis dilema tersebut menggunakan prinsip akhlak karimah (Konten), lalu membuat solusi atau panduan etika digital dalam bentuk infografis atau video pendek menggunakan aplikasi desain (Teknologi), yang kemudian dibagikan di media sosial sekolah (Pedagogi & Teknologi).
Diskusi kelompok tentang contoh akhlak tanpa teknologi.
Menonton video tentang bahaya internet.
Siswa menghadapi kebingungan atau kecemasan terkait isu Fiqih Kontemporer yang kompleks (misal: hukum cryptocurrency, pinjol, transplantasi organ). Model pembelajaran berbasis pelayanan BK (Bimbingan Konseling) yang progresif (berorientasi masa depan dan solusi personal) adalah...
Guru memberikan fatwa tunggal yang harus diikuti semua siswa.
Mengadakan debat panas tentang halal-haramnya cryptocurrency.
Guru memfasilitasi sesi diskusi kelompok kecil (seperti sesi konseling kelompok) dimana siswa dapat secara aman mengungkapkan kebingungan atau dilema personal mereka terkait isu fiqih kontemporer. Guru membimbing mereka memahami berbagai perspektif ulama (Konten), mengidentifikasi nilai-nilai Islam yang relevan, dan memandu mereka mengambil keputusan personal yang bertanggung jawab sesuai prinsip syariah dan konteks masing-masing.
Memberikan tes tertulis tentang fiqih kontemporer.
Menghiraukan kebingungan siswa dan fokus pada materi dasar fiqih.
Di kelas terdapat siswa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan hambatan belajar. Materi adalah Hak-hak Rakyat dalam Perspektif Islam. Pendekatan pembelajaran berbasis pelayanan ABK yang menciptakan lingkungan belajar akomodatif adalah...
Guru bekerja sama dengan Guru Pendamping Khusus (GPK) untuk memodifikasi materi (misal: menggunakan bahasa sederhana, visualisasi yang kuat, contoh konkret), metode (misal: instruksi langsung, tutor sebaya), dan asesmen (misal: lisan, proyek sederhana) agar sesuai dengan kebutuhan spesifik siswa
Guru memberikan materi yang sama tanpa modifikasi.
Siswa ABK belajar secara mandiri tanpa pendampingan.
Guru hanya menggunakan metode ceramah.
Guru menilai siswa ABK dengan standar yang sama seperti siswa lain.
Manakah tindakan yang paling tepat untuk melibatkan siswa ABK dalam aktivitas kelas bersama teman-teman lainnya?
Melibatkan mereka dalam aktivitas kelas bersama teman-teman lainnya.
Memberikan materi dan tugas yang sama persis kepada semua siswa.
Meminta siswa ABK belajar sendiri di pojok kelas.
Materi Perkembangan Kepemimpinan Islam perlu diajarkan dalam lingkungan belajar yang adaptif terhadap gaya belajar siswa yang beragam (visual, auditori, kinestetik) dan minat yang berbeda. Pendekatan pembelajaran yang relevan dan adaptif adalah...
Guru memberikan tugas merangkum silsilah kepemimpinan dalam sejarah islam tanpa diskusi lanjutan.
Guru meminta peserta didik membuat mind map tentang khalifah berdasarkan referensi tunggal dari buku teks klasik.
Guru mengajak peserta didik menganalisis gaya kepemimpinan khalifah tertentu dan membandingkanya dengan prinsip kepemimpinan modern melalui studi kasus dan diskusi kelompok.
Guru menyajikan ceramah tentang tokoh khalifah islam tanpa mengaitkan dengan tantangan kepemimpinan masa kini.
Guru menanyakan siswa untuk menonton dokumenter sejarah islam dan membuat laporan tertulis tanpa interaksi lebih lanjut.
Dalam pembelajaran PAI tentang akhlak, guru menyampaikan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan disiplin hanya melalui ceramah satu arah dengan contoh-contoh konvensional yang tidak menyentuh realitas kehidupan peserta didik saat ini. Tidak ada keterlibatan peserta dalam mendiskusikan bagaimana nilai-nilai tersebut diterapkan dalam era digital, lingkungan kerja modern, atau interaksi di media sosial. Akibatnya peserta didik kesulitan menginternalisasi nilai tersebut secara kontekstual dan hanya menganggapnya sebagai materi hafalan. Untuk menciptakan lingkungan belajar yang progresif dan menghasilkan lulusan berkarakter unggul dan berdaya saing, pendekatan pembelajaran yang paling relevan dalam kondisi tersebut adalah...
Guru menyampaikan ceramah tentang nilai-nilai karakter disertai penugasan menulis definisi setiap nilai secara lengkap.
Guru meminta peserta didik membaca buku-buku teks klasik dan membuat ringkasan tanpa pembahasan mendalam.
Guru memberi soal pilihan ganda tentang nilai-nilai karakter untuk dikerjakan secara daring tanpa pembahasan mendalam.
Guru mengarahkan peserta didik membuat proyek sosial berbasis nilai karakter seperti kampanye anti-hoaks, kerja bakti digital, atau gerakan empati daring, dan mendiskusikannya bersama.
Guru meminta peserta sisik mencatat 10 nilai karakter dari buku ajar dan menghafalkannya untuk ujian akhir.
Dalam pembelajaran materi tentang islam sebagai agama yang moderat, guru hanya menekankan pengertian dan dalil dari kitab klasik tanpa melibatkan dinamika sosial kontemporer, seperti toleransi dalam masyarakat multikultural, literasi digital keagamaan, atau isu-isu aktual lainnya. Apa kelemahan dari pendekatan pembelajaran tersebut?
Kurang relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini
Meningkatkan pemahaman tentang kitab klasik
Memperkuat tradisi keagamaan lama
Mendorong sikap eksklusif terhadap agama lain
Penanggulangan radikalisme di era informasi. Pembelajaran berlangsung secara satu arah dan kaku, sehingga peserta merasa tertekan dan tidak terlibat aktif. Mereka sulit melihat hubungan materi dengan kehidupan nyata serta tidak merasakan suasana kelas inklusif, menyenangkan, atau membahagiakan dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing, pendekatan pembelajaran yang paling relevan dalam situasi tersebut adalah…
Guru memberikan tugas menyalin definisi moderasi islam dari buku teks tanpa melibatkan interaksi antar mahasiswa.
Guru menyampaikan materi tentang islam moderat melalui ceramah panjang dan menguji pemahaman lewat soal pilihan ganda.
Guru mewajibkan peserta didik membaca teks klasik dan menuliskan ringkasan tanpa refleksi atau penerapan kontekstual.
Guru membatasi pertanyaan dari peserta didik agar diskusi tetap fokus pada isi buku ajar dan tidak melebar ke isu kontemporer.
Guru membagi siswa dalam kelompok untuk mendiskusikan nilai-nilai moderasi islam dalam kehidupan yang nyata, lalu membuat kampanye toleransi berbasis media sosial yang dipresentasikan bersama.
Pada pembelajaran PAI materi tentang Kajian al-Qur’an, guru menerapkan Problem Based Learning (PBL). Peserta didik dibagi ke dalam kelompok kecil dan diberi masalah autentik. “Kerusakan lingkungan kian meluas. Temukan ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan, analisis makna tafsirnya, lalu rancang kampanye digital yang mengajak masyarakat bersikap ramah lingkungan. “selama satu pekan peserta didik: a. Mengidentifikasi masalah dan merumuskan pertanyaan penelitian; b. Mencari sumber tafsir klasik maupun kontemporer; c. Menganalisis keterkaitan kandungan ayat dengan isu modern; d. Menyusun produk dan mempresentasikan kemudian guru menilai sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Pertanyaannya; Teknik asesmen yang paling tepat digunakan dalam situasi diatas agar aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan peserta didik terevaluasi secara utuh?
Portofolio proses-produk PBL yang dinilai dengan rubrik-rubrik analitik.
Tes tertulis pilihan ganda sesudah proyek selesai.
Lembar observasi sikap saat diskusi kelompok.
Daftar hadir dan catatan keaktifan dikelas.
Tanya jawab lisan tanpa panduan penilaian terstruktur.
Proyek PjBL adalah membuat infografis digital tentang Klasifikasi Hadis. Instrumen asesmen yang paling tepat untuk mengukur pemahaman konsep (aspek pengetahuan) di balik infografis tersebut adalah...
Menilai keindahan desain infografis saja.
Tes esai singkat atau wawancara individual yang menanyakan alasan pemilihan desain, penjelasan kriteria klasifikasi yang ditampilkan, dan contoh penerapannya, untuk memastikan kedalaman pemahaman konseptual di balik
Pembelajaran Hubungan Takdir dan Hari Akhir menggunakan pendekatan DL (Deep Learning) dalam lingkungan belajar yang menekankan refleksi personal (misal: melalui jurnal belajar). Teknik asesmen yang paling tepat untuk mengukur perubahan sikap/cara pandang (aspek sikap) siswa adalah...
Tes pilihan ganda tentang dalil takdir.
Tes lisan dadakan mengenai konsep iman kepada takdir dan hari akhir.
Lembar observasi selama diskusi tanpa refleksi lanjutan.
Penilaian portofolio berisi jurnal reflektif, esai, argumentatif, dan partisipasi diskusi kelas.
Daftar cek kehadiran dan keaktifan dalam forum daring.
Pembelajaran tentang Mu'jizat, Karamah, dan Sihir dilakukan di lingkungan yang beragam latar belakang keyakinan dan pemikiran siswa. Instrumen asesmen yang paling tepat untuk mengukur kemampuan membedakan konsep (aspek pengetahuan) secara objektif adalah...
A. Angket skala sikap terhadap fenomena gaib. B. Observasi partisipasi dalam diskusi. C. Tugas menulis pengalaman pribadi terkait hal gaib. D. Studi kasus bergambar/tertulis: Menyajikan beberapa skenario singkat (ada yang mirip mu'jizat, karamah, sihir, atau fenomena biasa), siswa diminta mengidentifikasi dan menjelaskan alasannya berdasarkan kriteria yang telah dipelajari. E. Penilaian teman sejawat (peer assessment).
A. Angket skala sikap terhadap fenomena gaib.
B. Observasi partisipasi dalam diskusi.
C. Tugas menulis pengalaman pribadi terkait hal gaib.
D. Studi kasus bergambar/tertulis: Menyajikan beberapa skenario singkat (ada yang mirip mu'jizat, karamah, sihir, atau fenomena biasa), siswa diminta mengidentifikasi dan menjelaskan alasannya berdasarkan kriteria yang telah dipelajari.
E. Penilaian teman sejawat (peer assessment).
Tujuan pembelajaran adalah "Peserta didik dapat menunjukkan sikap tanggung jawab dalam mengerjakan tugas kelompok". Teknik asesmen yang paling tepat untuk mengukur pencapaian tujuan sikap ini adalah...
Tes tertulis tentang definisi tanggung jawab.
Penilaian produk hasil kerja kelompok.
Lembar Observasi Sikap: Guru (atau dibantu penilaian antar teman) mengobservasi perilaku spesifik siswa selama kerja kelompok menggunakan lembar observasi yang berisi indikator sikap tanggung jawab (misal: menyelesaikan bagian tugas tepat waktu, kontribusi aktif, mendengarkan pendapat teman).
Wawancara dengan ketua kelompok.
Portofolio tugas individu.
Dalam pembelajaran PAI materi fikih, peserta didik mempelajari isu-isu modern seperti transaksi digital, pinjaman online, fintech syariah, dan hukum donor organ dalam islam. Guru menggunakan pendekatan diskusi terbuka, studi literasi, serta penugasan berbasis masalah (problem solving). tujuan pembelajaran meliputi; Mahasiswa memahami konsep dasar hukum islam terkait persoalan kontemporer; Mampu menyusun argumentasi hukum berdasarkan dalil dan kaidah usul fikih secara sistematis; Membangun sikap terbuka, toleran dan bertanggung jawab dalam menyikapi perbedaan pandangan fikih. Untuk menilai capaian tersebut, guru memerlukan instrumen asesmen yang mencerminkan keterpaduan ranah kognitif, efektif, dan psikomotorik secara seimbang. Tentukan Instrumen asesmen yang paling tepat sesuai tujuan pembelajaran tersebut adalah…
Portofolio berisi makalah hukum, lembar observasi sikap dan refleksi studi kasus.
Praktik melakukan transaksi online.
Tes pilihan ganda tentang hukum fikih dan pendapat ulama.
Rubrik penilaian makalah ilmiah dan observasi sikap selama presentasi.
Kuis pilihan ganda tentang rukun jual beli.
Hasil asesmen diagnostik awal menunjukkan siswa sudah paham konsep dasar hak rakyat, namun kurang mampu mengaitkannya dengan konteks kekinian. Teknik asesmen formatif berikutnya yang paling tepat untuk mendorong keterampilan koneksi (keterampilan berpikir) adalah...
Manakah dari pilihan berikut yang merupakan tugas pemetaan konsep atau diskusi terbimbing?
Memberikan tugas menghafal dalil tentang hak rakyat.
Penilaian sikap melalui observasi.
Tugas Pemetaan Konsep (Concept Mapping) atau Diskusi Terbimbing: Meminta siswa menghubungkan konsep hak rakyat dalam Islam (yang sudah dipahami) dengan isu-isu aktual di berita atau media sosial, lalu memvisualisasikannya dalam peta konsep atau mendiskusikannya secara terbimbing.
Kuis tentang sejarah Piagam Madinah.
Asesmen sebelumnya (misal: kuis) menunjukkan siswa hafal nama-nama khalifah, tetapi belum memahami prinsip kepemimpinan yang diterapkan. Instrumen asesmen berikutnya yang paling tepat untuk mengukur pemahaman prinsip (pengetahuan) adalah...
Tes hafalan urutan khalifah lagi.
Lembar observasi sikap kepemimpinan.
Tugas Analisis Kebijakan: Memberikan deskripsi singkat beberapa kebijakan yang diambil oleh khalifah tertentu (misal: kebijakan Umar bin Khaflab tentang Baitul Mal), siswa diminta menganalisis prinsip kepemimpinan Islam (keadilan, amanah, syura, dll.) yang mendasari kebijakan tersebut.
Penilaian presentasi tentang biografi satu khalifah.
Skala sikap terhadap model kepemimpinan Islam.
Pada awal pembelajaran PAI, guru melakukan asesmen diagnostik melalui angket dan diskusi terbuka. Hasil asesmen awal menunjukkan bahwa: Sebagian besar peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang pentingnya nilai kejujuran, tanggung jawab, dan toleransi, tetapi masih belum mampu menginternalisasikannya dalam praktik akademik; Dalam hal sikap, ditemukan adanya kecenderungan kurangnya kesadaran reflektif terhadap perilaku pribadi dalam kehidupan sehari-hari; Keterampilan menyampaikan pandangan secara empatik dan menghargai pendapat berbeda juga perlu ditingkatkan. Selanjutnya, guru merancang pembelajaran berbasis proyek dan refleksi nilai, serta diskusi kasus-kasus nyata yang berkaitan dengan dilema etika dan moral dalam kehidupan peserta didik. Pertanyaannya; berdasarkan hasil asesmen awal tersebut, teknik asesmen yang paling tepat untuk menilai perkembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik adalah…
Mengulang angket skala sikap kejujuran.
Tes pengetahuan tentang definisi jujur.
Refleksi tertulis individu, observasi sikap saat diskusi, dan penugasan studi kasus.
Tugas menulis esai tentang pentingnya kejujuran.
Wawancara tentang pemahaman nilai jujur.
Asesmen awal menunjukkan siswa memahami konsep moderasi (Wasathiyah) secara teori (pengetahuan), namun masih menunjukkan sikap kurang toleran terhadap perbedaan pendapat dalam diskusi kelas (sikap). Instrumen asesmen berikutnya yang paling tepat untuk mengembangkan sikap toleran adalah...
Tes ulang tentang definisi Wasathiyah.
Tugas mencari dalil tentang toleransi.
Rubrik Penilaian Diskusi Kelompok: Merancang rubrik yang secara eksplisit menilai indikator sikap toleran saat berdiskusi (misal: mendengarkan aktif, menghargai pendapat berbeda, menyampaikan kritik secara santun, mencari titik temu), dan memberikan umpan balik formatif berdasarkan rubrik tersebut.
Menulis esai tentang bahaya intoleransi.
Kuis tentang tokoh-tokoh moderat.
Praktik baik (best practice) dalam perencanaan pembelajaran Fiqih Kontemporer tentang jual beli online adalah:
Menggunakan sumber materi yang relevan, metode pembelajaran interaktif, dan teknologi yang optimal.
Menggunakan satu sumber buku fiqih klasik, metode ceramah satu arah, dan PPT sederhana.
Mengabaikan teknologi dalam pembelajaran dan fokus pada ceramah.
Menggunakan materi yang tidak relevan dan metode pembelajaran pasif.
Cara mengatasi ini adalah...
Melakukan diversifikasi sumber belajar (Konten: fiqih klasik & kontemporer, fatwa, artikel), menggunakan metode bervariasi (Pedagogi: studi kasus, PBL, diskusi online), dan memanfaatkan teknologi lebih interaktif (Teknologi: platform LMS, video analisis kasus, simulasi).
Tetap menggunakan rencana awal karena sudah sesuai kurikulum.
Mengganti metode ceramah dengan diskusi kelompok saja.
Hanya fokus pada pembaruan teknologi dengan membeli LCD proyektor baru.
Menambah jam pelajaran untuk materi ini.
Seorang guru PAI menyampaikan materi tentang Perkembangan Kepemimpinan Islam dari masa Khulafaur Rasyidin hingga era kontemporer. Dalam pembelajaran, guru: Menyampaikan materi dalam bentuk ceramah panjang dengan tayangan slide teks penuh; Menggunakan video dokumenter berdurasi panjang tanpa diskusi; Tidak memberikan ruang bagi siswa untuk bertanya atau berdiskusi; Memberikan tugas mencatat isi ceramah untuk dikumpulkan sebagai Tugas Akhir. Setelah beberapa pertemuan, guru menyadari bahwa siswa terlihat pasif, tidak terlibat secara aktif, dan hasil tugas tidak menunjukan pemahaman kritis terhadap dinamika kepemimpinan dalam islam. Berdasarkan kenyataan tersebut, praktik baik (best practice) dalam pelaksanaan pembelajaran yang berkualitas secara berkelanjutan adalah...
Melanjutkan metode ceramah dan tayangan karena dianggap paling efisien untuk materi sejarah.
Penjelasan agar materi cepat selesai.
Memberikan kuis mendadak untuk menguji perhatian siswa.
Mengeur siswa yang terlihat bosan.
Melanjutkan metode yang sama tetapi dengan suara lebih keras.
Dalam mata pelajaran PAI, seorang guru menyampaikan materi tentang pembentukan Akhlak Karimah. Ia menggunakan slide presentasi berisi dalil-dalil dan teori akhlak menurut para ulama, lalu menugaskan siswa membuat rangkuman dari materi tersebut. Evaluasi dilakukan dengan ujian tertulis berbentuk pilihan ganda yang hanya mengukur hafalan definisi dan contoh selama pembelajaran, guru menyadari bahwa banyak siswa kurang menunjukan perubahan sikap dalam kehidupan sehari-hari, seperti kejujuran, tanggung jawab, atau empati. Siswa juga tidak diberi umpan balik atas hasil evaluasi, dan proses penilaian tidak melibatkan refleksi atau penilaian autentik. Berdasarkan kenyataan tersebut, praktik baik (best practice) dalam evaluasi pembelajaran yang berkualitas secara berkelanjutan adalah…
Menggunakan soal pilihan ganda yang lebih sulit.
Menggunakan penilaian autentik seperti jurnal reflektif, observasi sikap, dan pemberian umpan balik untuk mengukur perkembangan akhlak siswa.
Menambah jumlah soal tes pilihan ganda.
Mengganti tes pilihan ganda dengan tes esai saja.
Memberikan nilai sikap berdasarkan kesan umum guru.
Seorang guru PAI aktif mengikuti webinar tentang pemanfaatan AI untuk personalisasi pembelajaran, mencoba berbagai tools AI untuk membuat media ajar interaktif, dan rajin membaca artikel tentang tren pendidikan digital. Kemampuan guru ini menunjukkan...
Pemborosan waktu karena teknologi sering berubah.
Sikap yang kurang fokus pada materi ajar PAI itu sendiri.
Modal penting untuk pengembangan diri berkelanjutan sebagai guru
