wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Geografi dan Arkeologi Banten

Total questions: 80

Worksheet time: 3600secs

Name
Class
Date
1.

Provinsi Banten terletak di ujung barat Pulau Jawa dan memiliki batas perairan penting. Perairan manakah yang berbatasan langsung dengan wilayah Banten di bagian utara?

a)

Selat Sunda

b)

Laut Jawa

c)

Samudra Hindia

d)

Laut Banda

2.

Kota manakah yang menjadi ibu kota Provinsi Banten?

a)

Tangerang Selatan

b)

Serang

c)

Cilegon

d)

Pandeglang

3.

Salah satu karakteristik geografis wilayah Banten adalah adanya dataran tinggi. Dataran tinggi Banten umumnya berada di bagian...

a)

Utara

b)

Timur

c)

Selatan

d)

Barat

4.

Selat Sunda sangat berperan sebagai penghubung antara...

a)

Jawa dan Kalimantan

b)

Jawa dan Sumatra

c)

Sumatra dan Papua

d)

Bali dan Lombok

5.

Kondisi geografis Banten meliputi berbagai bentang alam kecuali...

a)

Pegunungan

b)

Dataran rendah

c)

Gurun pasir

d)

Lembah

6.

Salah satu peninggalan arkeologi yang membuktikan manusia purba pernah hidup di Banten adalah...

a)

Prasasti Munjul

b)

Batu lumpang

c)

Situs Cigeulis

d)

Keramik asing

7.

Masa bercocok tanam di Banten ditandai dengan mulai digunakannya alat...

a)

Perimbas

b)

Batu lonjong dan beliung persegi

c)

Batu pipisan

d)

Kapak cor logam

8.

Sistem penguburan tempayan merupakan ciri masa...

a)

Paleolitik

b)

Megalitikum

c)

Perundagian

d)

Hindu-Budha

9.

Fungsi menhir pada tradisi megalitik di Banten antara lain adalah...

a)

Tempat tinggal

b)

Sarana pemujaan arwah leluhur

c)

Gudang logistik

d)

Situs berburu

10.

Komoditas perdagangan penting dari Banten pada masa Kesultanan adalah...

a)

Tekstil

b)

Rempah-rempah dan lada

c)

Perhiasan emas

d)

Kain sutera

11.

Keramik-keramik yang sering ditemukan di Banten Lama sebagian besar berasal dari...

a)

Cina

b)

India

c)

Eropa

d)

Timur Tengah

12.

Artefak arca Nandi dari Karangantu adalah simbol...

a)

Dewa Wisnu

b)

Dewa Siwa

c)

Dewa Brahma

d)

Dewa Indra

13.

Tradisi megalitik yang terdapat di Banten, seperti menhir dan dolmen, biasanya berkaitan erat dengan...

a)

Pemukiman modern

b)

Kepercayaan kepada arwah nenek moyang

c)

Perdagangan internasional

d)

Teknologi perikanan

14.

Salah satu fungsi punden berundak di Lebak Sibedug adalah...

a)

Penyimpanan hasil panen

b)

Tempat ritual pemujaan arwah leluhur

c)

Benteng pertahanan

d)

Tempat tinggal masyarakat

15.

Tata letak menhir di situs Pasir Peuteuy disusun berdasarkan

a)

Jenis batu

b)

Usia batu

c)

Ukuran menhir

d)

Lokasi geografis

16.

Aktivitas ekonomi utama masyarakat Banten pada masa Islam adalah

a)

Pertambangan

b)

Perdagangan hasil bumi dan kerajinan

c)

Perikanan modern

d)

Psikologi industri

17.

Mata uang lokal Kesultanan Banten memakai bahan utama

a)

Emas

b)

Perak

c)

Tembaga, perunggu dan timah hitam

d)

Kayu

18.

Situs Batu Goong di Banten berisi menhir yang dikelilingi oleh batu berbentuk

a)

Rumah

b)

Gamelan atau gong

c)

Kapal

d)

Keris

19.

Prasasti Munjul membuktikan bahwa pengaruh Hindu-Budha di Banten sudah ada sebelum

a)

Abad ke-5

b)

Abad ke-10

c)

Abad ke-15

d)

Abad ke-18

20.

Salah satu faktor yang membuat Banten strategis dalam perdagangan adalah

a)

Letak pegunungan

b)

Banyak sungai besar

c)

Adanya pelabuhan dan perairan penghubung antar pulau

d)

Sumber daya mineral

21.

Masyarakat Lebak Sibedug tetap menjalankan upacara tradisi pemujaan leluhur meskipun mayoritas beragama

a)

Hindu

b)

Katolik

c)

Islam

d)

Budha

22.

Masa bercocok tanam di Banten ditandai dengan kehidupan masyarakat yang

a)

Nomaden

b)

Tinggal menetap di perkampungan

c)

Bermigrasi ke pulau lain

d)

Tinggal di pesisir pantai

23.

Pemanfaatan sumber daya alam di Banten pada masa lalu erat kaitannya dengan

a)

Perkembangan teknologi informasi

b)

Kepercayaan kepada kekuatan alam dan nenek moyang

c)

Jaringan internet

d)

Ekspor tekstil

24.

Dampak geografis Banten bagi sektor perikanan adalah

a)

Membatasi produksi perikanan

b)

Memperluas akses sumber daya laut

c)

Tidak berpengaruh sama sekali

d)

Hanya berpengaruh lokal saja

25.

Salah satu hasil dari pelayaran dan perdagangan Kesultanan Banten adalah ditemukannya

a)

Mata uang lokal dan asing di situs Banten Lama

b)

Jalur bandara internasional

c)

Kereta api bawah tanah

d)

Kota pelabuhan modern

26.

Faktor apa yang paling berpengaruh terhadap kebijakan pembangunan daerah di Provinsi Banten?

a)

Jumlah penduduk

b)

Luas wilayah

c)

Pendapatan per kapita

d)

Jumlah fasilitas pendidikan

27.

Bagaimana strategi optimal pemerintah menghadapi pertumbuhan penduduk yang tidak merata di Banten?

a)

Meningkatkan dana desa di seluruh wilayah

b)

Fokus pembangunan pada daerah dengan pertumbuhan tertinggi

c)

Menyamaratakan anggaran tiap kabupaten

d)

Memberikan beasiswa merata untuk seluruh usia

28.

Komposisi usia penduduk Banten menunjukkan mayoritas masyarakat berusia muda. Bagaimana dampaknya terhadap sektor pendidikan?

a)

Penurunan angka sekolah

b)

Kebutuhan sekolah meningkat

c)

Pemerintah cukup membangun rumah sakit

d)

Tidak ada pengaruh signifikan

29.

Apa dampak minimnya angka penduduk berpendidikan tinggi di Banten terhadap sektor perikanan?

a)

Sektor perikanan jadi kurang berkembang

b)

Sektor perikanan semakin maju

c)

Tidak berpengaruh

d)

Seluruh tenaga kerja berasal dari luar Banten

30.

Jika mayoritas penduduk Banten menganut agama Islam, strategi apa yang bisa dioptimalkan dalam penyuluhan perikanan?

a)

Kegiatan kelompok komunitas berbasis keagamaan

b)

Pendekatan tradisional tanpa komunitas

c)

Penyuluhan individu di luar kelompok

d)

Mengurangi intensitas penyuluhan

31.

Mengapa persebaran fasilitas kesehatan penting dalam pembangunan wilayah perikanan Banten?

a)

Karena ikan lebih sehat

b)

Mendukung produktivitas SDM

c)

Hanya mencegah penyakit menular

d)

Tidak berpengaruh

32.

Pertumbuhan ekonomi Banten sedikit melambat di tahun 2024. Implikasi paling nyata bagi sektor perikanan adalah...

a)

Penurunan investasi

b)

Kenaikan produksi secara otomatis

c)

Hilangnya peluang ekspor

d)

Semua fasilitas perikanan gratis

33.

Sektor ekonomi dominan di Provinsi Banten adalah industri, jasa dan pertanian. Interaksi sektor ini berpengaruh pada...

a)

Ketersediaan lahan perikanan

b)

Urbanisasi dan perebutan sumber daya

c)

Penurunan jumlah penduduk

d)

Seluruh pekerja pindah ke sektor jasa

34.

Bagaimana optimalisasi program BPJS Kesehatan bagi tenaga kerja sektor perikanan di Banten?

a)

Meningkatkan perlindungan dan produktivitas

b)

Menghambat inovasi perikanan

c)

Tidak relevan untuk pekerja

d)

Hanya berguna bagi pengusaha, bukan buruh

35.

Jika angka kesehatan swasta di Banten masih rendah (1,35%), apa yang sebaiknya dilakukan pemerintah?

a)

Mempermudah akses asuransi kesehatan swasta

b)

Melarang asuransi swasta

c)

Tidak perlu intervensi

d)

Fokus pada jaminan perusahaan saja

36.

Proses islamisasi di Kesultanan Banten pada awalnya dilakukan dengan cara:

a)

Pemaksaan agama kepada masyarakat

b)

Pengajaran hidup rukun antar masyarakat

c)

Perdagangan rempah-rempah dengan bangsa lain

d)

Pembangunan benteng militer

37.

Pengaruh Belanda terhadap keruntuhan Kesultanan Banten terutama terjadi akibat:

a)

Perjanjian dagang yang menguntungkan semua pihak

b)

Provokasi internal keluarga Sultan

c)

Penemuan teknologi baru Belanda

d)

Penurunan aktivitas perdagangan rempah

38.

Salah satu komoditas utama yang membuat Banten menjadi pusat perdagangan internasional adalah:

a)

Kopi

b)

Lada

c)

Kayu jati

d)

Beras

39.

Peran pesantren Kasunyatan di masa Sultan Maulana Yusuf adalah:

a)

Pusat perdagangan rempah

b)

Pusat pengembangan kader agama Islam

c)

Tempat tinggal Sultan

d)

Gudang penyimpanan beras

40.

Faktor utama yang menyebabkan Banten menerapkan sistem perdagangan terbuka adalah:

a)

Keinginan memperluas wilayah kekuasaan

b)

Letak geografis pelabuhan yang strategis

c)

Permintaan pasar lokal yang tinggi

d)

Penolakan kerjasama dengan bangsa asing

41.

Komoditas ekspor yang berasal dari luar wilayah Banten dan diimpor untuk kebutuhan perdagangan lokal adalah:

a)

Beras dari Makassar dan Lembang

b)

Lada dari Lampung dan Bengkulu

c)

Garam dari Gresik, Pati, dan Juana

d)

Kayu cendana dari Jawa Tengah

42.

Kunci keberhasilan Sultan Ageng Tirtayasa dalam mempertahankan perdagangan Banten dari monopoli VOC terletak pada:

a)

Penyerangan langsung ke Batavia

b)

Diplomasi perjanjian dagang bebas

c)

Mengabaikan semua bentuk perjanjian

d)

Menutup pelabuhan Banten

43.

Penyebab utama kehancuran fisik Istana Kraton Surosowan adalah:

a)

Perang dengan Kerajaan Sunda

b)

Konflik internal Sultan Ageng dan Sultan Haji

c)

Kebakaran hebat

d)

Gempa bumi

44.

Perbedaan utama Masjid Agung Banten dengan masjid lain di masa itu terletak pada:

a)

Fungsi sebagai pusat dagang

b)

Arsitekturnya hasil perpaduan Tiongkok, Hindu, Eropa dan Jawa

c)

Letak geografis dekat pelabuhan

d)

Kepemilikan menara tinggi

45.

Fungsi Meriam Ki Amuk pada masa Kesultanan Banten adalah:

a)

Simbol hadiah diplomasi dari Demak

b)

Alat pertahanan pesisir dari serangan laut

c)

Komoditas utama perdagangan logam

d)

Media komunikasi antar kerajaan

46.

Keberadaan Benteng Speelwijk di Banten melambangkan:

a)

Kerja sama erat antara Sultan Banten dan VOC

b)

Dominasi dan pengaruh Belanda setelah konflik internal

c)

Pusat administrasi pemerintahan Banten

d)

Gudang hasil bumi

47.

Strategi ekspor Banten terhadap komoditas rempah yang paling efektif dilakukan melalui:

a)

Pengiriman melalui jalur darat ke Asia

b)

Pengiriman melalui pelabuhan internasional Banten

c)

Penjualan langsung ke rakyat lokal

d)

Sistem barter dengan kerajaan tetangga

48.

Salah satu dampak perjanjian Sultan Haji dengan Belanda adalah:

a)

Penolakan bantuan ekonomi dari Belanda

b)

Keharusan membayar sejumlah besar ringgit

c)

Kebangkitan pemberontakan melawan VOC

d)

Penghapusan budaya lokal

49.

Pemberontakan rakyat terhadap VOC di Banten dilatarbelakangi oleh:

a)

Ketidakpuasan terhadap pemerintahan Sultan Zainul Arifin

b)

Monopoli rempah-rempah yang merugikan masyarakat

c)

Penurunan produksi beras lokal

d)

Penyerangan fisik terhadap pasar lokal

50.

Kelebihan pelabuhan Banten dibandingkan wilayah lain pada masa kejayaan adalah:

a)

Jumlah kapal selalu tetap

b)

Variasi komoditas lebih banyak dari daerah lain

c)

Semua pedagang harus berasal dari Banten

d)

Dikuasai sepenuhnya oleh satu bangsa

51.

Salah satu bentuk warisan Kesultanan Banten yang kini masih bisa ditemukan adalah:

a)

Benteng beton modern

b)

Sisa pondasi istana Kaibon

c)

Gudang rempah terbesar di Asia

d)

Pusat industri logam

52.

Analisis mengapa Sultan Ageng Tirtayasa gagal mempertahankan Banten dari pengaruh Belanda:

a)

Tidak memiliki pasukan militer profesional

b)

Adanya perpecahan internal keluarga kerajaan

c)

Kurang dukungan rakyat

d)

Monopoli rempah-rempah oleh kerajaan tetangga

53.

Transformasi status Banten dari kadipaten menjadi negara bagian Demak terjadi pada masa pemerintahan:

a)

Sultan Ageng Tirtayasa

b)

Sultan Maulana Hasanuddin

54.

Penyebab utama Banten menjadi wilayah yang berpotensi ekspor beras adalah:

a)

Banyaknya daerah penghasil beras seperti Makassar dan Lembang

b)

Permintaan beras oleh rakyat lokal

c)

Beras sebagai komoditas khas lokal

d)

Pengaruh bangsa Eropa dan VOC

55.

Langkah Sultan Banten dalam menjaga keragaman budaya tampak pada:

a)

Penghapusan semua pengaruh asing

b)

Perpaduan arsitektur masjid dari berbagai budaya

c)

Penutupan akses pedagang luar

d)

Penolakan bantuan dari bangsa lain

56.

Sistem stratifikasi sosial masyarakat Banten pada era Sultan dan setelahnya tidak sepenuhnya sama dengan masyarakat Jawa menurut konsep Geertz. Bagaimana karakter utama stratifikasi sosial masyarakat Banten sebelum, selama, dan setelah era Sultan?

a)

Horizontal egaliter, berkembang jadi lapisan menak dan rakyat biasa, lalu berubah dipimpin umaro, ulama, jawara

b)

Kasta Hindu yang kuat, priyayi dominan, lalu keraton sebagai pusat budaya

c)

Abangan, santri, priyayi sebagai lapisan utama sejak awal

d)

Tidak pernah mengenal stratifikasi sosial apapun dalam sejarahnya

57.

Mengapa masyarakat Banten Selatan tidak memiliki undak-undak basa seperti masyarakat Sunda Priangan, dan apa dampaknya terhadap kehidupan sosial?

a)

Tradisi berladang menciptakan otonomi, egaliter, minim dominasi

b)

Pengaruh feodalisme Hindu-Buddha sangat mengakar

c)

Adat istiadat desa mendorong kelas sosial yang kaku

d)

Bahasa daerah tidak memungkinkan undak-usuk basa

58.

Apa fungsi gotong royong dalam sistem sosial masyarakat Banten, terutama pada suku Baduy, jelaskan dengan contoh tradisi?

a)

Memaksa warga melakukan pekerjaan tertentu demi elite lokal

b)

Upaya pencapaian tujuan bersama melalui tradisi: Nyambungan, Liliuran, Tunggu Lembur

c)

Mengelola konflik antar kelompok dalam masyarakat

d)

Sekadar simbol dalam acara adat saja

59.

Pada masyarakat Banten, apa makna musyawarah dan bagaimana aplikasinya dalam pengambilan keputusan, baik di masa Sultan maupun masa kini?

a)

Proses paksaan keputusan oleh kepala desa

b)

Forum bersama untuk mengambil keputusan, contoh pembangunan tiyamah sebagai tempat musyawarah

c)

Sistem voting tanpa diskusi

d)

Tradisi yang tidak relevan lagi

60.

Bagaimana peran gender di masyarakat Banten sebelum dan sesudah revolusi, dan faktor apa yang menyebabkan perubahannya?

a)

Perempuan selalu setara dengan laki-laki sejak awal

b)

Peran perempuan lebih rendah, berubah karena pendidikan dan ekonomi di masa revolusi

c)

Laki-laki dominan di ekonomi, perempuan hanya di rumah tangga karena adat Hindu-Buddha

d)

Perempuan tidak mendapat akses pendidikan apapun

61.

Bandingkan sistem pendidikan formal dan non-formal di masyarakat Banten, serta sebutkan tujuan dari masing-masing sistem!

a)

Formal untuk menyiapkan birokrat, non-formal untuk hiburan semata

b)

Formal mengikuti kurikulum nasional dan berjenjang, non-formal oleh pemuka agama, tujuannya: mengembangkan potensi individu di luar sekolah

c)

Formal dan non-formal sama-sama berbasis arisan

d)

Formal hanya diperuntukkan bagi anak bangsawan

62.

Dalam konteks sejarah sistem ekonomi Kesultanan Banten, jelaskan faktor utama yang menyebabkan kemunduran monopoli perdagangan lada!

a)

Invasi pedagang dari luar negeri tanpa kendala

b)

Perebutan kekuasaan internal keluarga Sultan

c)

Kehabisan sumber daya rempah

d)

Ketiadaan pelabuhan dagang

63.

Manakah peran utama umaro, ulama dan jawara dalam sistem sosial politik Banten setelah Kesultanan, dan berikan contoh situasi nyata pengaruh mereka?

a)

Ulama di bidang keagamaan, jawara di adat, umaro di pemerintahan; misal, musyawarah desa/tata pemerintahan daerah

b)

Semua mendominasi bidang ekonomi

c)

Tidak ada peran dalam masyarakat modern

d)

Jawara menguasai bidang pendidikan

64.

Jelaskan proses masuknya agama Islam ke Banten dengan berbagai versi dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat!

a)

Selalu melalui kekerasan dan penaklukan perang

b)

Ada versi damai (kemauan penguasa), kekerasan (penaklukan), dan strategi cerdik Sultan Hasanuddin; pengaruhnya: Islam jadi agama dominan dan membentuk budaya

c)

Hanya melalui perdagangan Eropa

d)

Tidak memiliki dampak pada budaya lokal

65.

Bagaimana konsep sunda wiwitan dan dalam masyarakat Baduy, dan apa dampak utama kepercayaan ini terhadap tradisi lokal?

a)

Hanya ritual sembarangan tanpa makna bagi Baduy

b)

Kepercayaan turun-temurun, ajaran khusus, contoh: Ngukus, Ngawalu, Muja, Ngalaksa, Ngalanjakan

c)

Diajarkan ke seluruh wilayah Indonesia

d)

Tidak lagi dianut di masa kini

66.

Jelaskan fungsi seni pertunjukan Debus dan makna simbolis Golok Ciomas di masyarakat Banten!

a)

Debus hanya hiburan massal, Golok Ciomas alat pertanian

b)

Debus mempertunjukkan kebal/ilmu tenaga dalam, Golok Ciomas simbol keberanian dan kekuatan

c)

Debus dan Golok Ciomas tidak berhubungan dengan tradisi

d)

Golok Ciomas hanya sebagai benda pusaka keluarga kerajaan

67.

Jelaskan ciri khas dan peran Wayang Garing dalam tradisi dan pengembangan sosial masyarakat Banten!

a)

Lakon klasik dengan cerita dongeng kerajaan

b)

Lebih menonjol percakapan langsung dengan penonton tanpa lakon, refleksi kehidupan nyata masyarakat

c)

Tidak melibatkan dalang sama sekali

d)

Menonjolkan tradisi Hindu semata

68.

Dalam studi sumber daya alam, bagaimana membedakan sumber daya alam hayati dan non-hayati, dan mengapa perbedaan ini penting bagi pengelolaan perikanan di Banten?

a)

Hayati: benda hidup; Non-hayati: benda mati; penting untuk menentukan tata kelola dan pemanfaatan berkelanjutan

b)

Hayati: berasal dari luar negeri; Non-hayati: lokal

c)

Hayati: digunakan untuk industri; Non-hayati: untuk konsumsi

d)

Tidak ada perbedaan yang relevan

69.

Banten sejak abad ke-16 menjadi pusat perdagangan lada yang penting. Jika Anda seorang penguasa Banten di masa itu, faktor strategis apa yang harus Anda pertimbangkan dalam mengelola perdagangan agar tidak dikalahkan oleh kekuatan asing seperti VOC?

a)

Mengatur monopoli dan aliansi dengan kekuatan tertentu secara hati-hati

b)

Meningkatkan produksi tanpa memikirkan keamanan politik

c)

Membiarkan saja perdagangan berjalan otomatis

d)

Hanya fokus pada pajak, bukan kerjasama politik

70.

Jelaskan mengapa ekspor rumput laut dari Banten masih sangat berpotensi, serta faktor ekologi apa yang harus diperhatikan mahasiswa ketika akan melakukan budidaya rumput laut di perairan pesisir?

a)

Adanya pulau-pulau kecil berbatu dan terumbu karang, namun perlu menjaga keseimbangan ekosistem

b)

Karena mudah tumbuh di sungai

c)

Rumput laut bisa tumbuh di tanah gersang

d)

Tidak ada faktor ekologi yang perlu diperhatikan

71.

Mengapa perkebunan teh di Pandeglang gagal bertahan lama dan bagaimana pelajarannya untuk pengembangan komoditas baru di wilayah Banten?

a)

Ketidaksesuaian lahan dan kendala ekspor, pelajaran: analisis lahan dan pasar sangat penting

b)

Semua perkebunan teh pasti gagal di mana pun

c)

Karena terlalu luas saja

d)

Tidak ada kaitan antara tanah dan pertanian

72.

Di sektor kehutanan, apa tujuan utama kebijakan "Perhutanan Sosial" di Banten dan apa implikasinya terhadap masyarakat adat seperti Baduy?

a)

Mengelola hutan lestari dengan melibatkan masyarakat lokal; meningkatkan kesejahteraan dan lingkungan

b)

Mengganti semua hutan menjadi perkebunan

c)

Hanya menguntungkan pemerintah pusat

d)

Tidak berdampak pada masyarakat lokal

73.

Salah satu masalah besar dalam pengelolaan hutan di Banten adalah konflik tenurial (hak/kepemilikan terhadap lahan). Skenario apa yang bisa terjadi jika konflik tenurial tidak diselesaikan, dan pendekatan apa yang harus dilakukan pemda?

a)

Terganggunya ekosistem, pembukaan lahan ilegal, pendekatan dialog dan kepastian hukum sangat vital

b)

Tidak berdampak, hutan tetap utuh

c)

Konflik bisa mendorong kerukunan

d)

Konflik hanya terjadi di perkotaan

74.

Jelaskan alasan utama kegagalan monopoli lada di Banten pada abad ke-17 dan pelajaran manajemen ekonomi apa yang dapat diambil?

a)

Konflik internal keluarga sultan menyebabkan ketergantungan pada VOC

b)

Tidak cukup tenaga kerja

c)

Lahan tidak subur

d)

Tidak mengimpor bibit

75.

Sektor budidaya kerang hijau di Banten berkembang pesat. Apa keunggulan biologis dan ekonominya dibanding budidaya ikan air tawar, dan jika terjadi boikot ekspor apa strategi adaptasi paling efektif?

a)

Kerang hijau tidak perlu pakan, mudah dibudidayakan, bisa didiversifikasi pasar domestik

b)

Kerang hijau butuh banyak pupuk

c)

Budidaya kerang mahal sekali

d)

Tidak ada cara mengatasi boikot

76.

Jelaskan dengan contoh, mengapa hutan mangrove di Banten penting bagi perikanan dan lingkungan?

a)

Mangrove jadi habitat biota laut, penahan abrasi, penyeimbang ekosistem perairan

b)

Mangrove hanya hutan biasa

c)

Tidak ada tanaman mangrove di Banten

d)

Mangrove berbahaya untuk manusia

77.

Salah satu masalah penting dalam pengelolaan kawasan pesisir adalah pemanfaatan terumbu karang. Bagaimana strategi menjaga keberlanjutannya agar bermanfaat untuk perikanan dan ekowisata?

a)

Pengelolaan berbasis masyarakat dan pendidikan konservasi

b)

Pengambilan karang sebanyak mungkin

c)

Hanya fokus ekspor hasil karang

d)

Tidak mengatur sama sekali

78.

Cermati potensi sumber daya tambang di Banten. Jika Anda ditugaskan mengelola tambang bijih besi agar ramah lingkungan, apa langkah kunci yang harus diprioritaskan?

a)

Reklamasi dan pengelolaan limbah pasca tambang

b)

Hanya gali sebanyak-banyaknya

c)

Buang limbah ke sungai

d)

Tidak usah menambang

79.

Dalam konteks pengelolaan sumber daya alam non-hayati, apa tantangan terbesar yang dihadapi masyarakat Banten saat ini dan bagaimana solusi sistemik yang dapat diterapkan?

a)

Eksploitasi berlebihan, solusi: kebijakan berkelanjutan dan edukasi lingkungan

b)

Tidak ada masalah

c)

Semua tambang sudah ditutup

d)

Tidak perlu kebijakan baru

80.

Bagaimana seharusnya pendekatan pengelolaan air sungai-sungai besar di Banten seperti Cijung dan Cisadane agar optimal bagi kepentingan pertanian, perikanan, dan domestik?

a)

Pengelolaan terpadu, kolaborasi sektor, pengendalian limbah dan konservasi

b)

Meningkatkan penggunaan air tanpa kontrol

c)

Hanya untuk industri

d)

Tidak perlu konservasi