WorksheetsUAS Budaya Melayu Riau 2025
Total questions: 76
Worksheet time: 38mins
Konsep budaya menurut akar katanya dalam bahasa Sanskerta buddhayah menunjukkan bahwa budaya berkaitan erat dengan:
Nilai spiritual
Aktivitas sosial
Politik kekuasaan
Akal dan budi manusia
Fungsi budaya sebagai pembentuk perilaku dan sikap menunjukkan bahwa budaya:
Tidak dapat berubah
Mempengaruhi identitas genetik
Mengarahkan tindakan sosial individu
Hanya berlaku dalam komunitas adat
Ungkapan "Dimana bumi dipijak, ……" menggambarkan prinsip:
Nasionalisme
Adaptasi budaya lokal
Universalisme nilai
Dogmatisme budaya
Salah satu alasan utama mengapa penting mempelajari Budaya Melayu Riau adalah karena:
Mengandung unsur seni internasional
Meningkatkan kompetensi ekonomi global
Membantu pelestarian dan penghargaan nilai tradisi
Mempercepat globalisasi budaya
Teori Melayu Pendatang mengemukakan bahwa nenek moyang bangsa Melayu:
Berasal dari India
Adalah penghuni asli Asia Tenggara
Merupakan kelompok pengembara yang bermigrasi
Memiliki akar budaya Eropa
Perbedaan utama antara Melayu Proto dan Melayu Deutro terletak pada:
Bahasa yang digunakan
Waktu kedatangan dan wilayah penyebaran
Warna kulit dan ciri fisik
Jenis agama yang dianut
Suku bangsa Dayak, Toraja, dan Batak termasuk dalam kategori:
Melayu Muda
Melayu Pendatang
Melayu Proto
Melayu Deutro
Rumpun Melayu Deutro umumnya menetap di wilayah berikut, kecuali:
Sumatra
Madura
Lombok
Bali
Salah satu kontribusi budaya Melayu terhadap penelitian akademis adalah:
Menyediakan model pemerintahan modern
Memfasilitasi riset multidisipliner tentang dinamika budaya
Menghapus batas etnis antarwilayah
Mengganti nilai-nilai barat dalam pendidikan
Kearifan lokal dalam budaya Melayu Riau mencakup, kecuali:
Pengetahuan pengelolaan sumber daya alam
Sistem sosial berbasis gotong-royong
Strategi perang modern
Pola hidup berkelanjutan
Dalam struktur masyarakat Melayu, budaya berfungsi sebagai media komunikasi karena:
Menggantikan bahasa formal
Menerjemahkan hukum adat ke hukum negara
Membentuk simbol dan makna dalam interaksi sosial
Menghapus perbedaan sosial
Mengapa penting untuk mengintegrasikan pembelajaran budaya Melayu dalam pendidikan tinggi?
Untuk memperkenalkan teknologi barat
Untuk meningkatkan kemampuan bisnis mahasiswa
Untuk memperkaya pemahaman lintas budaya dan warisan lokal
Untuk memfokuskan studi pada sejarah Asia Timur
Manakah dari berikut ini yang merupakan pengaruh utama dalam pembentukan jati diri masyarakat Melayu?
Globalisasi ekonomi
Warisan tradisi dan budaya
Intervensi kolonial
Reformasi politik
Daya tarik wisata budaya Melayu Riau terutama terletak pada …
Infrastruktur modern
Kemajuan ekonomi kawasan industri
Keunikan tradisi, seni, dan kerajaan kuno
Lokasi geografis yang strategis
Dalam konteks topopografi alam Riau, istilah "darat" merujuk pada:
Wilayah pesisir dekat pelabuhan
Wilayah yang menjauhi sungai atau laut
Kawasan perdagangan dan pelabuhan
Area pertambangan dan industri
Kawasan "baruh" secara budaya lebih sering dikaitkan dengan:
Area pertanian berkelanjutan
Daerah hulu yang sakral
Kampung/negeri pusat keramaian
Hutan larangan masyarakat
Istilah "hulu" dalam budaya Melayu bukan hanya berarti arah geografis, tetapi juga merujuk pada:
Wilayah adat yang penuh gangguan
Simbol keterbukaan terhadap luar
Pangkal kekuasaan dan kepemimpinan
Tempat yang ditinggalkan
Makna simbolik dari wilayah "hilir" dalam masyarakat Melayu adalah:
Keaslian adat dan homogenitas
Wilayah tertutup dan terisolasi
Keterbukaan, heterogenitas, dan perubahan budaya
Kawasan religi
Sungai dalam budaya Melayu bukan sekadar jalur transportasi tetapi juga sebagai:
Wilayah kolonial
Media pemisah komunitas
Sumber utama konflik
Ruang siklus kehidupan dan budaya
Kawasan rimba simpanan dalam budaya Melayu dipercayai mengandung…
Energi listrik dan gas
Harta karun peninggalan kerajaan
Mitos kuasa supranatural dan pantang larang
Struktur perdagangan
Kalimat adat "tebas tidak merusak, tebang tidak membinasakan" mencerminkan:
Hukum agraria pemerintah
Prinsip perdagangan kayu rakyat
Etika ekologis dalam adat Melayu
Tata cara pembakaran hutan
Kampung dalam budaya Melayu biasanya memiliki semua ciri berikut, kecuali:
Fasilitas umum seperti surau dan pekuburan
Terletak di antara tanjung dan teluk
Pemukiman dalam benteng kerajaan
Penduduk yang berpindah-pindah secara nomaden
Rantau dalam konteks sejarah Melayu mengacu pada:
Tanah kosong milik negara
Kawasan bawah laut
Kawasan jauh dari pusat kerajaan
Wilayah perkotaan modern
Tipe kampung yang muncul setelah migrasi dari kampung lama disebut:
Kampung tua
Kampung hilang
Kampung dalam
Kampung baru
Fungsi "tepian" dalam struktur sosial Melayu adalah sebagai:
Lokasi pertemuan politik
Wilayah persembunyian
Tempat mandi dan bersilaturahmi, terpisah lelaki dan perempuan
Pusat pemakaman bangsawan
Perbedaan antara danau dan tasik dalam konteks topografi Melayu adalah:
Danau lebih kecil dari tasik
Danau lebih besar dari tasik
Tasik selalu berair asin
Tasik terletak di hulu sungai
Ladang dalam budaya Melayu dikategorikan sebagai:
Huma basah
Lahan subur permanen
Huma kering yang berpindah
Tanah adat kolektif
Dusun berbeda dari kampung karena:
Memiliki penduduk lebih padat
Menjadi pusat perdagangan
Jumlah penduduk lebih sedikit dan bersifat cikal bakal kampung
Tidak memiliki fasilitas pertanian
Rimba larangan biasanya tidak boleh digunakan secara bebas karena:
Hak milik perusahaan
Adanya larangan hukum negara
Dikenal memiliki kekuatan gaib dan sanksi adat
Dikuasai pihak luar
Dalam sistem adat Melayu, pelanggaran terhadap kawasan larangan bisa dikenai sanksi berupa:
Denda uang
Hukuman kurungan
Tulah atau penyakit misterius
Pengusiran keluar kampung
Ungkapan "Alam terkembang jadi guru" mencerminkan bahwa alam:
Perlu dikendalikan dengan teknologi
Merupakan musuh budaya tradisional
Sumber utama bencana dan konflik
Sumber pengetahuan dan pembelajaran hidup
Istilah "saujana" dalam pandangan budaya Melayu berarti:
Wilayah berbatu
Alam yang rusak
Sejauh mata memandang
Daerah padat penduduk
Fungsi lembaga "tali terpilin tiga" dalam pengelolaan ekologi adalah:
Membentuk sistem pemerintahan lokal
Menjadi lembaga pendanaan desa
Mengelola ruang dan adat: ulama, adat, tradisional
Melindungi warisan kolonial
Sebutan untuk kepemilikan wilayah adat dalam bentuk kerajaan disebut:
Tanah ulayat
Hutan suku
Tanah kayat
Tanah adat
Konsekuensi budaya bagi masyarakat yang tidak memiliki hutan-tanah adalah:
Menjadi kaya dan dihormati
Dianggap malang dan hidup menumpang
Mempunyai hak atas tanah pemerintah
Dapat membentuk kampung baru
Ungkapan "Barangsiapa tidak berhutan-tanah, tuah habislah marwah" menunjukkan bahwa:
Hutan dianggap ancaman
Tanah adalah beban masyarakat
Kepemilikan hutan-tanah merupakan simbol martabat
Masyarakat tidak boleh memiliki lahan sendiri
Petuah "Apabila hidup hendak berilmu - hutan-tanah jadikan guru" termasuk dalam:
Tunjuk ajar Melayu
Syair kolonial
Naskah kerajaan
Prasasti batu
Sungai dalam sistem adat Melayu berfungsi sebagai:
Pembatas wilayah
Simbol permusuhan
Unsur pembentuk wilayah adat
Jalur ekspor utama
Lubuk larangan adalah salah satu contoh:
Kawasan industri desa
Zona konflik adat
Sistem konservasi adat berbasis sungai
Tempat penambangan tradisional
Tenas Effendi menegaskan bahwa kehidupan amat bergantung pada alam, tercermin dalam ungkapan:
Kalau tak ada emas, sengsaralah hidup
Kalau tak ada laut, hampalah perut
Kalau tak ada uang, tak makan orang
Bila tak ada rumah, habislah adat
Peraturan menebang kayu di hutan adat harus disertai:
Pembayaran kepada sultan
Penanaman kembali kayu sejenis
Persetujuan polisi hutan
Laporan tertulis ke pusat
Tradisi manumbai dalam konteks ekologi Melayu menggambarkan:
Penghancuran hutan secara massal
Ritual pertanian di musim kering
Dialog antara manusia dan alam
Upacara penyambutan tamu
Wilayah pencadangan dalam lanskap adat Melayu merujuk pada:
Rimba sebagai pusat keseimbangan ekologis dan spiritual
Pusat pemerintahan adat
Tanah milik pribadi
Wilayah militer
Salah satu prinsip berladang orang Melayu adalah:
Tidak perlu memperhatikan arah angin
Harus membakar seluruh ladang
Melibatkan gotong royong dan siklus berpindah 9 tahun
Menggunakan pupuk kimia dari awal
Orang Melayu berpantang mengolah:
Hutan lindung oleh negara
Tanah ulayat pribadi
Gambut dan hutan dekat sungai besar
Perkebunan karet
Langkah terakhir setelah pembukaan ladang adalah:
Menebang pohon besar
Membersihkan dan meratakan tanah
membakar dengan minyak
Adat yang disebut "adat sebenar adat" dalam masyarakat Melayu berasal dari:
Kesepakatan nenek moyang
Warisan para raja
Hukum alam dan syariat agama
Tradisi turun temurun tanpa dasar hukum
Salah satu ciri adat yang diadatkan adalah:
Tidak dapat diubah dalam kondisi apa pun
Tidak memiliki sanksi
Terbuka terhadap perubahan zaman
Murni diwariskan oleh nabi
Contoh dari adat yang diadatkan dapat ditemukan pada:
Tata cara berpakaian di istana
Adab berbicara dengan anak-anak
Syariat dalam kitabullah
Tradisi berburu pada musim tertentu
Adat yang teradatkan berkaitan erat dengan:
Aturan budi pekerti dan resam sosial
Sistem pemerintahan adat
Fatwa keagamaan
Hukum dagang Islam
Pelanggaran terhadap adat yang teradatkan biasanya:
Disidangkan secara adat besar
Mendapat hukuman fisik
Ditegur secara sosial dan dianggap kurang adab
Dipenjarakan oleh pemimpin kampung
"Hidup dikandung adat, mati dikandung bumi" menegaskan bahwa:
Adat hanya berlaku di kehidupan sehari-hari
Adat diabaikan setelah kematian
Adat mengatur seluruh siklus hidup
Adat tidak berkaitan dengan kematian
Sapaan Buya dalam masyarakat Melayu merujuk pada:
Orang tua dari pihak ibu
Laki-laki terhormat dengan pengetahuan agama
Pemimpin adat suku
Ulama yang memimpin kerajaan
Jika seseorang tidak mengikuti adat dalam tradisi Melayu, maka ia disebut:
Beradat penuh
Tak tahu adat
Suku terasing
Pejabat adat
Sistem kekerabatan di daerah pesisir Riau pada umumnya bersifat:
Matrilineal
Demokratis
Patrilineal
Kolektif adat
Di Riau daratan, pola kekerabatan yang dianut adalah:
Monarki garis ayah
Patrilineal
Matrilineal
Ambilineal
Sapaan Tengku digunakan untuk menyebut:
Anak dari orang tua biasa
Orang dari garis keturunan raja
Anak hasil adopsi
Warga kehormatan desa
Gelar Wan umumnya diberikan kepada:
Anak dari pernikahan antara raja dan rakyat biasa
Keturunan ibu Melayu dan ayah Timur Tengah
Semua warga beragama Islam
Kaum pendatang di tanah Melayu
Peraturan adat yang disesuaikan dan disepakati secara musyawarah termasuk dalam:
Adat sebenar adat
Adat istiadat
Adat yang diadatkan
Hukum pidana lokal
Adat istiadat terutama berkaitan dengan:
Peraturan ulama
Resam keluarga raja
Pelaksanaan tradisi suku
Hukum dagang
Ungkapan "biar mati anak, asal jangan mati adat" menunjukkan bahwa:
Anak lebih penting daripada adat
Adat boleh diganti dengan hukum negara
Adat dianggap lebih sakral dan bernilai dari apapun
Adat bisa dikorbankan untuk perubahan
Dalam keluarga Melayu, setelah menikah laki-laki biasanya:
Tinggal di rumah saudara jauh
Mendirikan rumah baru sendiri
Tinggal bersama keluarga pihak perempuan
Menumpang di rumah penghulu
Bahasa Melayu diangkat sebagai bahasa Indonesia karena:
Paling tua di antara bahasa lain
Tidak memiliki kosa kata asing
Bersifat lingua franca dan sederhana
Merupakan bahasa resmi kerajaan
Kesantunan dalam bahasa Melayu dilihat dari:
Kosa kata asing
Latar belakang sosial
Budi bahasa dan tutur kata
Nada tinggi dalam berbicara
Aksen atau logat dalam konteks linguistik menunjukkan:
Jenis tulisan daerah
Tata bahasa baku
Variasi pengucapan suara
Bahasa kuno
Keunikan bahasa Melayu dibandingkan bahasa daerah lainnya:
Tidak memiliki tingkatan formalitas
Mengandung lebih banyak kata asing
Banyak menggunakan simbol
Bersifat eksklusif suku
Dialek dapat berubah karena:
Sifatnya statis
Kuatnya tradisi tulis
Perkembangan zaman
Kebijakan pemerintah
Dalam budaya Melayu, pakaian bukan sekadar penutup tubuh, tetapi juga:
Alat tukar ekonomi
Penanda status sosial dan adab
Simbol kolonialisme
Syarat ritual
Pakaian harian Melayu umumnya menekankan pada:
Kekuatan fisik
Keseimbangan warna dengan status
Simbol kerajaan
Kenyamanan dan kesopanan
Pakaian adat sering dilengkapi dengan:
Surat resmi
Aksesoris khas seperti pending dan songkok
Gelar keturunan
Bendera suku
Adab berpakaian dalam Melayu berarti:
Harus seragam
Tidak boleh berwarna cerah
Mencerminkan nilai malu dan sopan
Hanya berlaku di pesta
Sistem "tapak lapan" dalam ekonomi Melayu merujuk pada:
Delapan sumber pajak
Delapan bentuk pelanggaran ekonomi
Delapan jenis pekerjaan ekonomi utama
Delapan aturan hukum adat
Contoh kegiatan dalam tapak lapan adalah berikut, kecuali:
Bertukang
Menari adat
Baniro
Beladang
Prinsip dasar dari sistem tapak lapan adalah:
Pembagian pekerjaan berdasarkan kasta
Fleksibilitas pekerjaan untuk keberlanjutan ekonomi
Monopoli ekonomi oleh elite adat
Pembagian tugas berdasarkan gender
Jika satu pekerjaan dalam tapak lapan gagal, masyarakat:
Menunggu musim berikutnya
Menjual aset
Berpindah ke pekerjaan lain
Mengambil bantuan pemerintah
Etos kerja Melayu lebih menekankan pada:
Kepatuhan sistem upah
Sertifikasi kerja
Semangat dan ketangkasan dalam berbagai bidang
Bersaing dengan etnis lain
