NEW
Font size
WorksheetsSport Biomechanics Worksheet
Total questions: 40
Worksheet time: 20mins
Seorang atlet angkat besi mengalami kesulitan menjaga keseimbangan saat mengangkat barbel di atas kepala. Kesulitan ini paling mungkin disebabkan oleh:
Penurunan gaya gesek;
Peningkatan percepatan vertikal;
Perubahan posisi titik berat tubuh di luar bidang tumpu;
Penurunan gaya gravitasi;
Peningkatan gaya normal
Dalam konteks Hukum Newton II ( F=m⋅a ), seorang sprinter yang ingin mencapai kecepatan maksimal harus:
Mengurangi total massa tubuh
Meningkatkan gaya dorong horizontal ke tanah
Mengurangi momentum saat start
Memperpanjang waktu kontak kaki
Mengurangi gaya gesek dengan udara
Dalam renang gaya bebas, posisi tubuh yang streamline berfungsi untuk:
Mengurangi gaya hambat air dan meningkatkan efisiensi gerakan
Menambah gaya apung agar tubuh tidak tenggelam
Mengurangi tekanan air pada bahu
Memperbesar gaya gravitasi ke bawah
Menambah luas penampang tubuh
Kinesiologi adalah ilmu yang secara khusus mempelajari:
Gerakan tubuh manusia tanpa melibatkan gaya yang bekerja (Kinematika)
Gerakan tubuh manusia dan gaya penyebabnya (Kinetika)
Struktur sendi dan otot (Anatomi)
Proses kimiawi kontraksi otot (Fisiologi)
Efek percepatan pada tubuh (Dinamika)
Dalam analisis Kinovea, pelatih mengetahui bahwa sudut lutut atlet saat melakukan squat terlalu kecil. Kesalahan ini dapat menyebabkan:
Peningkatan gaya reaksi tanah;
Penurunan torsi pada sendi lutut;
Peningkatan beban dan risiko cedera pada sendi lutut;
Penurunan kestabilan pusat gravitasi;
Peningkatan gaya gesek
Gaya yang menyebabkan bola tenis melengkung atau berputar tajam (spin) saat dipukul adalah:
Gaya sentrifugal
Gaya sentripetal
Gaya reaksi tanah
Gaya Magnus (Efek Bernoulli pada benda berputar)
Gaya hambat udara murni
Fenomena momentum sudut ( L ) paling jelas terlihat dalam olahraga:
Lari jarak pendek
Angkat besi
Tolak peluru
Bersepeda
Loncat indah (saat tuck atau pike di udara)
Prinsip Stabilitas dalam biomekanika olahraga dapat ditingkatkan dengan:
Mengurangi luas bidang tumpu;
Menaikkan titik berat tubuh;
Menurunkan titik berat tubuh dan memperluas bidang tumpu;
Bergerak secepat mungkin;
Mengurangi massa tubuh total
Lengan momen (atau moment arm) adalah:
Jarak dari pusat gravitasi ke titik tumpu;
Jarak tegak lurus dari garis kerja gaya ke poros putaran;
Gaya yang dihasilkan oleh otot;
Kecepatan putaran suatu segmen tubuh;
Energi yang tersimpan dalam otot
Seorang pemain sepak bola menendang bola. Jika ia menendang dengan kekuatan yang sama tetapi bola memiliki massa yang lebih besar, maka percepatan bola akan:
A Berkurang (sesuai Hukum Newton II)
B Bertambah
C Tetap sama
D Berbanding lurus dengan gaya
E Menjadi nol
Saat bola dilempar ke udara, pada puncak lintasannya kecepatan vertikal bola adalah nol. Namun, percepatan bola pada titik tersebut adalah:
A Sama dengan nol;
B Lebih kecil dari percepatan di titik awal;
C Nol, karena bola berhenti;
D Sama dengan percepatan gravitasi (9.8 m/s²);
E Berbanding lurus dengan kecepatan horizontal
Gaya yang timbul akibat sentuhan antara dua permukaan yang bergerak relatif (misalnya kaki dan lantai) dan berlawanan arah gerak disebut:
Gaya gravitasi
Gaya sentripetal
Gaya apung
Gaya gesek (Friction Force)
Gaya normal
Dalam hukum Archimedes, besar gaya apung yang dialami oleh benda yang tercelup penuh di air bergantung pada:
Massa benda
Kecepatan benda
Jenis olahraga
Berat jenis udara
Volume fluida yang dipindahkan
Seorang pelari jarak jauh mempertahankan kecepatan konstan (gerak lurus beraturan). Kondisi ini dijelaskan oleh:
Hukum Newton I (Inersia)
Hukum Newton II (Percepatan)
Hukum Newton III (Aksi-Reaksi)
Hukum Kesetimbangan (Resultan Gaya = 0)
Hukum Bernoulli
Dalam olahraga high jump, fase tolakan merupakan penerapan utama dari:
Hukum Inersia
Hukum Bernoulli
Hukum Archimedes
Prinsip gaya gesek
Hukum Newton II (Gaya-Percepatan)
Fenomena di mana kecepatan fluida yang tinggi akan menghasilkan tekanan yang rendah disebut:
Hukum Inersia
Hukum Archimedes
Hukum Newton III
Hukum Kesetimbangan
Hukum Bernoulli
Gaya eksternal utama yang selalu memengaruhi gerak parabola dalam olahraga (misalnya lempar lembing) adalah:
Gaya otot
Gaya reaksi tanah
Gaya gesek udara
Gaya normal
Gaya gravitasi
Momen gaya (Torsi) pada sendi adalah hasil dari perkalian antara gaya dengan:
Massa
Percepatan sudut
Kecepatan linear
Lengan momen (Jarak tegak lurus ke poros)
Momentum linear
Dalam analisis gerak, besaran yang termasuk dalam kinematika adalah:
Momen gaya dan torsi
Impuls dan momentum
Gaya reaksi tanah dan gaya otot
Gaya gravitasi dan gaya gesek
Posisi, kecepatan, dan percepatan
Ketika seorang atlet mendayung perahu, gaya yang diberikan pada air akan menimbulkan:
Reaksi ke arah berlawanan yang menggerakkan perahu ke depan
Hambatan air
Penurunan gaya apung
Peningkatan tekanan udara
Perubahan kecepatan fluida
Dalam analisis kualitatif biomekanika, fokus utama adalah pada:
Pengukuran angka dan grafik
Perhitungan numerik gaya
Pengukuran sudut sendi
Analisis gaya matematis
Deskripsi pola gerak secara visual dan non-numerik
When a runner lowers their center of mass before running, the main purpose is to:
Lower stability for quick movement
Increase static stability for acceleration preparation
Avoid air resistance
Increase gravitational force downward
Reduce knee joint moment
Prinsip konservasi momentum sudut relevan dalam olahraga seperti:
Lari jarak pendek
Angkat besi
Loncat Indah (Saat tuck atau pike di udara)
Renang gaya bebas
Sepak bola (menendang)
Saat pemain basket melakukan lay-up, perubahan posisi tubuh dari jongkok ke melompat menunjukkan peningkatan:
Potential energy
Impulse
Momentum
Vertical acceleration
Horizontal velocity
Saat pemain basket melakukan lay-up, perubahan posisi tubuh dari jongkok ke melompat menunjukkan peningkatan:
Gravitational force
Normal force
Frictional force
Torsional force
Gaya apung
Hukum yang menyatakan bahwa "Untuk setiap aksi, ada reaksi yang sama besar dan berlawanan arah" adalah
Newton's First Law
Newton's Second Law
Archimedes' Law
Newton's Third Law
Bernoulli's Law
Dalam fisika olahraga, yang termasuk besaran vektor (memiliki nilai dan arah) adalah:
Massa and energy
Jarak dan waktu
Suhu dan volume
Force, velocity, and acceleration
Kinetic energy and potential energy
Analisis kualitatif dan kuantitatif biomekanika termasuk dalam cabang ilmu:
Kinesiology (branch of Anatomy and Physiology)
Biokimia
Biostatistics
Anthropometry
Radiology
Ketika seorang pesenam mendarat dari loncatan dan menekuk lutut (fase amortisasi), tujuan utamanya adalah
Meningkatkan gaya gravitasi
Mengurangi gaya reaksi tanah
Memperpanjang waktu kontak untuk mengurangi gaya puncak
Meningkatkan percepatan vertikal
Memperpendek waktu kontak
Prinsip Segmen Interaksi dalam gerak melempar mengacu pada:
Keseimbangan statis
Penggunaan hanya satu sendi
Transfer momentum dari segmen tubuh yang lebih proksimal ke yang lebih distal
Peningkatan gaya gesek
Pengurangan gaya hambat udara
Dalam lari cepat, semakin besar gaya dorong (gaya aksi) yang dihasilkan kaki terhadap tanah maka:
Inersia tubuh berkurang
Gaya reaksi yang diterima atlet akan semakin besar, sehingga percepatan meningkat
Gaya normal menurun
Gravitasi bertambah
Massa tubuh berubah
Seorang atlet tolak peluru mengayunkan lengannya ke belakang sebelum melempar. Gerakan ini bertujuan untuk:
Mengurangi gaya gravitasi
Mengurangi torsi pada bahu
Menstabilkan pusat gravitasi
Meningkatkan jangkauan gerak dan waktu penerapan gaya
Mengurangi gaya gesek
Dalam hukum kesetimbangan, suatu benda dikatakan seimbang sempurna jika:
Gaya gesek lebih besar dari gaya dorong
Gaya berat lebih kecil dari gaya normal
Resultan gaya dan resultan momen gaya bernilai nol
Resultan gaya = massa × percepatan
Semua gaya bekerja ke arah yang sama
Efek Bernoulli dalam sepak bola menjelaskan fenomena:
Bola melayang tanpa arah
Bola berhenti akibat gaya gesek
Bola jatuh lebih cepat karena gravitasi
Bola melengkung karena perbedaan tekanan di kedua sisi
Bola memantul akibat gaya reaksi tanah
Dalam aktivitas berenang, untuk mempertahankan kecepatan konstan, atlet harus:
Mengimbangi gaya hambat air dengan gaya dorong yang sama besar
Mengurangi gaya apung
Meningkatkan gaya normal
Mengubah arah gaya horizontal
Menghindari gaya gravitasi
Dalam biomekanika olahraga, yang termasuk gaya internal yang memengaruhi gerak tubuh manusia adalah:
Gaya gravitasi
Gaya reaksi tanah
Gaya gesek
Gaya kontraksi otot
Gaya apung
Momen inersia suatu benda bergantung pada:
Distribusi massa relatif terhadap poros rotasi
Kecepatan linear benda
Gaya sentripetal
Energi kinetik
Impuls
Tujuan utama mempelajari prinsip biomekanika bagi pelatih dan atlet adalah:
Hanya untuk penelitian akademis
Tidak berhubungan dengan performa olahraga
Hanya berguna untuk olahraga air
Tidak relevan dengan kegiatan latihan modern
Membantu memahami, menganalisis, dan memperbaiki teknik gerak untuk efisiensi dan pencegahan cedera
In human movement analysis, the use of slow motion video aims to:
Assess muscle endurance
Change exercise intensity
Reduce body speed
Increase air pressure
Clarify movement phases, joint order, and contact time
Moment of force is calculated by multiplying force with:
Moment arm
Speed
Mass
Acceleration
Torque
