NEW
Font size
S
M
L
XL
WorksheetsUTS RPL - PTI ITM
Total questions: 25
Worksheet time: 25mins
Name
Class
Date
1.
Konsep “emergent properties” dalam sistem perangkat lunak mengacu pada…
a)
Karakteristik sistem yang dirancang secara eksplisit dalam kode program
b)
Perilaku sistem yang hanya muncul ketika seluruh komponen bekerja bersama
c)
Fitur tambahan yang dikembangkan setelah sistem diimplementasikan
d)
Modul sistem yang berdiri sendiri tanpa ketergantungan
e)
Output sistem yang dapat diprediksi dengan algoritma sederhana
2.
Model proses perangkat lunak yang paling cocok untuk proyek dengan kebutuhan yang sudah jelas sejak awal adalah…
a)
Spiral
b)
Agile
c)
Waterfall
d)
RAD
e)
Incremental
3.
Salah satu kelemahan utama dari model Waterfall adalah…
a)
Tidak memiliki tahapan analisis yang jelas
b)
Tidak memerlukan dokumentasi formal
c)
Terlalu fleksibel terhadap perubahan
d)
Tidak memungkinkan perubahan setelah tahap tertentu
e)
Sulit diterapkan pada proyek besar
4.
Dalam konteks Software Process, aktivitas “Validation” bertujuan untuk…
a)
Memastikan sistem sesuai kebutuhan pengguna
b)
Menjamin kode bebas bug
c)
Menguji performa perangkat keras
d)
Mengevaluasi desain algoritma
e)
Membuat dokumentasi teknis
5.
Model Spiral menekankan aspek…
a)
Dokumentasi formal dan linearitas proses
b)
Pengembangan cepat tanpa evaluasi
c)
Manajemen tim besar
d)
Testing otomatis
e)
Prototyping bertahap dan pengujian resiko
6.
Dalam sebuah sistem yang sangat terdistribusi (misalnya Microservices), kegagalan komponen tunggal tidak serta merta menyebabkan kegagalan sistem total. Sifat sistem yang menunjukkan ketahanan ini disebut:
a)
Performance
b)
Maintainability
c)
Security
d)
Reliability (Keandalan)
e)
Emergent Reducibility
7.
Mengapa model proses Evolutionary Development (seperti Incremental atau Spiral) lebih adaptif terhadap proyek-proyek yang melibatkan teknologi baru atau requirements yang tidak pasti?
a)
Karena model ini menuntut dokumentasi lengkap sebelum coding dimulai, mengurangi risiko teknis.
b)
Karena model ini memungkinkan siklus feedback yang cepat dan iterasi bertahap untuk mengatasi risiko dan mengklarifikasi requirements secara progresif.
c)
Karena model ini melarang adanya perubahan requirements setelah fase awal.
d)
Karena model ini menghasilkan sistem lengkap dan terintegrasi dalam waktu yang jauh lebih singkat dari model Waterfall
e)
Karena fokus utama model ini adalah pada maintenance jangka panjang
8.
Dalam manajemen proyek perangkat lunak, baseline digunakan untuk…
a)
Menentukan prioritas kebutuhan
b)
Menguji prototype
c)
Membandingkan versi hasil pengembangan
d)
Menyusun laporan keuangan proyek
e)
Menganalisis diagram UML
9.
Faktor utama dalam estimasi biaya perangkat lunak bukanlah…
a)
Kompleksitas sistem
b)
Produktivitas tim
c)
Jumlah baris kode
d)
Waktu kerja lembur
e)
Ukuran proyek
10.
Dalam Requirements Engineering, istilah “Elicitation” berarti…
a)
Pengujian kebutuhan
b)
Pengumpulan kebutuhan dari stakeholder
c)
Dokumentasi kebutuhan
d)
Validasi kebutuhan
e)
Implementasi kebutuhan
11.
Kebutuhan non-fungsional mencakup aspek…
a)
Performa sistem
b)
Login user
c)
Desain database
d)
Alur transaksi
e)
Fungsi laporan
12.
Dokumen yang berisi deskripsi lengkap kebutuhan sistem disebut…
a)
SRL
b)
SDS
c)
SGS
d)
SRS
e)
SOS
13.
Pada Throwaway Prototyping, hasil prototype…
a)
Dibuang setelah kebutuhan jelas
b)
Langsung diubah menjadi sistem final
c)
Digunakan untuk pelatihan pengguna
d)
Disimpan sebagai cadangan sistem
e)
Diubah menjadi model Spiral
14.
Dalam proses Risk Management, setelah risiko diidentifikasi dan dianalisis, langkah selanjutnya adalah:
a)
Mengabaikan risiko yang probabilitasnya rendah
b)
Merencanakan Risk Mitigation (mengurangi kemungkinan/dampak) dan Risk Contingency (rencana cadangan jika risiko benar-benar terjadi)
c)
Menyalahkan anggota tim atas munculnya risiko
d)
Segera menghentikan proyek karena adanya risiko
e)
Mengubah semua functional requirements menjadi non-functional
15.
Apa perbedaan krusial antara Functional Requirements (FR) dan Non-Functional Requirements (NFR) dari sudut pandang arsitektur sistem?
a)
FR berkaitan dengan kecepatan, sementara NFR berkaitan dengan fungsionalitas
b)
FR mudah diukur, NFR tidak dapat diukur
c)
FR mendeskripsikan apa yang harus dilakukan sistem, sedangkan NFR (seperti security atau maintainability) seringkali memiliki dampak cross-cutting yang signifikan pada desain dan arsitektur sistem secara keseluruhan
d)
NFR hanya relevan bagi developer, FR hanya untuk pengguna
e)
FR adalah properti Emergent, NFR adalah properti terdefinisi
16.
Rapid Application Development (RAD) menekankan pada…
a)
Dokumentasi yang detail
b)
Proses pengembangan cepat melalui prototyping
c)
Uji coba performa jaringan
d)
Desain arsitektur sistem
e)
Penggunaan algoritma kompleks
17.
Penggunaan prototype membantu tim proyek karena…
a)
Menghilangkan kebutuhan testing
b)
Mengurangi keterlibatan stakeholder
c)
Mempercepat pemahaman kebutuhan pengguna
d)
Menghindari revisi desain
e)
Menambah biaya pengembangan
18.
Risiko yang melekat pada Evolutionary Prototyping yang tidak dikelola dengan baik adalah
a)
Prototipe tidak dapat diuji.
b)
Pelanggan memberikan terlalu banyak feedback yang positif
c)
Degradasi Arsitektural (Architectural Degradation) akibat perubahan cepat dan bertambahnya fitur tanpa refactoring yang memadai, membuat sistem sulit dirawat dan tidak stabil dalam jangka panjang
d)
Biaya awal yang sangat rendah
e)
Keterlambatan proyek karena terlalu banyak dokumentasi
19.
Prototyping dianggap paling penting pada proyek yang requirements utamanya terkait dengan aspek
a)
Algoritma matematika yang kompleks dan terdefinisi dengan baik
b)
Keandalan (Reliability) dan Security (NFR yang dapat diukur)
c)
Integrasi dengan sistem legacy yang sudah mapan
d)
Dokumentasi teknis sistem
e)
Interaksi Pengguna (User Interaction), User Interface (UI), dan User Experience (UX), di mana klarifikasi visual dan interaktif sangat dibutuhkan
20.
Salah satu perbedaan antara Prototyping dan Evolutionary Development (seperti Incremental) adalah:
a)
Prototyping tidak pernah melibatkan testing
b)
Evolutionary Development cenderung memiliki alur delivery produk secara bertahap dan terencana, sedangkan Prototyping lebih fokus pada eksplorasi dan klarifikasi requirements atau design
c)
Prototyping selalu membutuhkan risk analysis yang lebih detail
d)
Evolutionary Development hanya digunakan untuk design UI
e)
Prototyping selalu lebih lambat
21.
Model Software Process manakah yang paling secara eksplisit menggabungkan teknik Prototyping sebagai mekanisme utama untuk Risk Reduction (Pengurangan Risiko)
a)
Spiral Model
b)
Waterfall Model
c)
Linear Sequential Model
d)
Code-and-Fix Model
e)
V-Model
22.
Pernyataan “Sistem harus mampu memproses 1000 transaksi per detik” termasuk…
a)
Implementation Detail
b)
Functional Requirement
c)
Interface Requirement
d)
Design Constraint
e)
Non-Functional Requirement
23.
Pada model proses Agile, prinsip utama yang harus dijaga adalah…
a)
Perubahan tidak diperbolehkan
b)
Kolaborasi dengan pengguna
c)
Dokumentasi lebih penting dari komunikasi
d)
Fokus hanya pada teknologi
e)
Iterasi harus dihindari
24.
Kegiatan utama dalam Project Planning bukanlah…
a)
Membuat jadwal kerja
b)
Menentukan risiko
c)
Melakukan coding
d)
Menyusun estimasi biaya
e)
Membagi tugas tim
25.
Teknik estimasi yang menggunakan parameter historis dari proyek sebelumnya disebut…
a)
Expert Judgment
b)
Delphi Technique
c)
Analogy Estimation
d)
Algorithmic Model
e)
Function Point
Reset
