Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Diabetes Melitus Gestasional - Ekstraksi Soal

Total questions: 20

Worksheet time: 15mins

Name
Class
Date
1.

Seorang ibu hamil usia 30 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 26 minggu, datang untuk ANC. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya peningkatan kadar gula darah, dan kondisi ini pertama kali diketahui saat kehamilan ini. Berdasarkan kasus tersebut, apakah diagnosis yang paling tepat?

a)

Diabetes melitus tipe 1

b)

Diabetes melitus tipe 2

c)

Diabetes melitus gestasional

d)

Hipoglikemia kehamilan

e)

Intoleransi glukosa sementara

2.

Seorang ibu hamil usia 28 tahun menjalani pemeriksaan rutin kehamilan. Dokter menjelaskan bahwa sekitar 2–4% ibu hamil di Indonesia mengalami kondisi intoleransi karbohidrat yang muncul pertama kali pada masa kehamilan. Berapakah perkiraan prevalensi diabetes melitus gestasional di Indonesia menurut PERKENI (2021)?

a)

0,5–1,5%

b)

1,9–3,6%

c)

5–10%

d)

10–20%

e)

>20%

3.

Seorang ibu hamil usia 35 tahun memiliki riwayat melahirkan bayi dengan berat badan lahir 4,3 kg pada kehamilan sebelumnya. Ia juga memiliki IMT 28 kg/m². Berdasarkan kondisi ini, faktor risiko apakah yang paling relevan untuk dilakukan skrining diabetes gestasional?

a)

Usia ibu di atas 25 tahun

b)

IMT rendah

c)

Riwayat melahirkan bayi besar (>4 kg)

d)

Riwayat anemia defisiensi besi

e)

Riwayat operasi sesar

4.

Seorang bidan di FKTP menerima pasien hamil usia 24 minggu dengan keluhan sering buang air kecil dan cepat haus. Ia melakukan pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS) dan hasilnya 210 mg/dL. Langkah apa yang paling tepat dilakukan oleh bidan?

a)

Menganjurkan diet rendah karbohidrat tanpa rujukan

b)

Mengulang GDS dalam 2 minggu

c)

Merujuk pasien ke RS untuk pemeriksaan GDP, TTGO, dan HbA1c

d)

Memberikan suplemen zat besi dan vitamin

e)

Melakukan pemeriksaan urin reduksi

5.

Seorang ibu hamil datang untuk pemeriksaan awal kehamilan. Dokter ingin melakukan skrining diabetes gestasional. Kapan waktu yang paling tepat untuk melakukan tes toleransi glukosa oral (TTGO) 75 gram menurut PERKENI (2021)?

a)

Sebelum usia kehamilan 12 minggu

b)

16–20 minggu

c)

Setelah usia kehamilan ≥24 minggu

d)

Saat trimester pertama

e)

Setiap kali kunjungan ANC

6.

Seorang ibu hamil usia 27 tahun menjalani TTGO dengan hasil GDP 96 mg/dL, GD1 jam 185 mg/dL, GD2 jam 135 mg/dL pada usia kehamilan 26 minggu. Bagaimana interpretasi hasil pemeriksaan tersebut?

a)

Normal

b)

Intoleransi glukosa

c)

Diabetes melitus gestasional

d)

Diabetes melitus tipe 2

e)

Hipoglikemia reaktif

7.

Seorang ibu hamil dengan DMG telah menjalani terapi nutrisi dan aktivitas fisik selama 3 minggu, namun hasil pemantauan menunjukkan kadar glukosa darah puasa tetap 110 mg/dL. Apa langkah selanjutnya yang paling tepat?

a)

Lanjutkan diet dan aktivitas fisik

b)

Mulai terapi insulin

c)

Ulang TTGO

d)

Berikan metformin tanpa evaluasi

e)

Tunda pengobatan hingga trimester ketiga

8.

Seorang ibu hamil dengan DMG sedang memantau kadar glukosa darahnya di rumah. Ia bertanya berapa target kadar glukosa darah puasa yang dianggap optimal. Berapa kadar glukosa darah puasa yang dianjurkan?

a)

<70 mg/dL

b)

<90 mg/dL

c)

<95 mg/dL

d)

<120 mg/dL

e)

<140 mg/dL

9.

Seorang ibu hamil usia 30 tahun dengan DMG dirujuk untuk edukasi gizi. Berdasarkan pedoman Perkeni 2021, kebutuhan energi pada trimester II adalah 25–30 kkal/kg ditambah energi tambahan sebesar...

a)

50 kkal

b)

150 kkal

c)

250 kkal

d)

350 kkal

e)

450 kkal

10.

Seorang ibu hamil dengan DMG bertanya kapan obat antidiabetes diperlukan. Ia telah menjalani terapi diet dan olahraga selama 4 minggu, tetapi kadar glukosa darah tetap tinggi. Kapan terapi farmakologis sebaiknya dimulai?

a)

Bila kadar glukosa normal

b)

Bila target glukosa tidak tercapai setelah 2–4 minggu terapi nonfarmakologis

11.

Seorang ibu hamil dengan DMG memiliki riwayat preeklamsia berat pada kehamilan sebelumnya. Ia menanyakan apakah aman melakukan latihan fisik ringan. Bagaimana jawaban yang tepat?

a)

Aman dilakukan setiap hari

b)

Tidak perlu latihan fisik

c)

Kontraindikasi karena riwayat preeklamsia berat

d)

Aman bila kadar glukosa <100 mg/dL

e)

Aman bila dilakukan di trimester ketiga

12.

Seorang ibu hamil dengan DMG telah mencapai kadar glukosa darah optimal tanpa obat. Ia bertanya apakah tetap perlu kontrol. Apa saran terbaik yang dapat diberikan bidan?

a)

Tidak perlu kontrol ulang

b)

Kontrol rutin ke FKTP dan evaluasi ke FKTRL setiap 6 bulan

c)

Lakukan TTGO tiap minggu

d)

Hentikan terapi diet

e)

Kontrol hanya jika ada keluhan

13.

Seorang bidan menemukan hasil GDS ibu hamil sebesar 220 mg/dL tanpa gejala klasik DM. Apa langkah paling tepat dilakukan di fasilitas pelayanan primer?

a)

Berikan insulin segera

b)

Rujuk ke FKTRL untuk pemeriksaan lanjut GDP, TTGO, dan HbA1c

c)

Ulang GDS keesokan hari

d)

Edukasi untuk puasa total

e)

Pemeriksaan urin reduksi

14.

Seorang ibu hamil usia 28 minggu datang dengan hasil TTGO: GDP 94 mg/dL, GD1 jam 182 mg/dL, GD2 jam 134 mg/dL. Berdasarkan kriteria Perkeni 2021, bagaimana interpretasi hasil tersebut?

a)

Normal

b)

Intoleransi glukosa

c)

Diabetes melitus gestasional

d)

Diabetes melitus tipe 2

e)

Hiperglikemia ringan

15.

Seorang bayi lahir dari ibu dengan DMG yang tidak terkontrol selama kehamilan. Setelah lahir, bayi mengalami hipoglikemia dan berat badan 4,5 kg. Komplikasi apakah yang paling mungkin berhubungan dengan kondisi ibu selama kehamilan?

a)

Makrosomia

b)

Oligohidramnion

c)

Pertumbuhan janin terhambat

d)

Preeklampsia

e)

Hipotensi

16.

Seorang ibu hamil dengan DMG dirujuk karena ditemukan polihidramnion dan janin besar pada pemeriksaan USG. Kadar GDP tetap 110 mg/dL meski sudah menjalani diet dan olahraga. Tindakan apa yang paling tepat dilakukan?

a)

Ulang TTGO

b)

Mulai terapi insulin

c)

Tambah aktivitas fisik

d)

Berikan metformin dosis tinggi

e)

Observasi tanpa intervensi

17.

Seorang ibu hamil dengan DMG bertanya tentang risiko setelah melahirkan. Ia ingin tahu apakah penyakit ini akan hilang. Apa yang paling mungkin terjadi setelah persalinan?

a)

DMG akan hilang permanen tanpa risiko

b)

Dapat kembali normal tetapi meningkatkan risiko DM tipe 2 di masa depan

c)

Akan berubah menjadi DM tipe 1

d)

Tidak berpengaruh terhadap kehamilan berikutnya

e)

Menyebabkan infertilitas

18.

Seorang ibu dengan riwayat DMG ingin merencanakan kehamilan berikutnya. Ia menanyakan kapan waktu yang paling aman untuk hamil kembali. Kapan perencanaan kehamilan dapat dilakukan?

a)

Saat kadar glukosa masih tinggi

b)

Segera setelah persalinan

c)

Setelah kadar glukosa darah kembali normal

d)

Saat masih menggunakan insulin

e)

Kapan saja tanpa evaluasi

19.

Seorang ibu dengan DMG menggunakan glukometer untuk memantau gula darah di rumah. Ia ingin tahu tujuan pemeriksaan ini. Apa tujuan utama pemantauan glukosa darah mandiri?

a)

Menentukan jadwal kontrol ANC

b)

Menilai kebutuhan kalori

c)

Mengevaluasi efektivitas terapi diet dan insulin

d)

Mencegah anemia

e)

Menentukan jadwal persalinan

20.

Seorang ibu hamil dengan DMG datang untuk kontrol. Ia telah menjalani terapi insulin selama 2 minggu, dan kadar glukosa darah puasa masih 105 mg/dL. Apa yang sebaiknya dilakukan tenaga kesehatan?

a)

Hentikan terapi insulin

b)

Evaluasi dosis dan kepatuhan insulin

c)

Berikan metformin tambahan tanpa evaluasi

d)

Ulang TTGO

e)

Lanjutkan terapi tanpa perubahan