Font size
WorksheetsSoal dan Jawaban - Mesin EDC (Electronic Data Capture)
Total questions: 42
Worksheet time: 26mins
Apa fungsi utama dari mesin EDC?
Menyimpan uang tunai
Menerima dan memproses transaksi non-tunai
Mencetak laporan keuangan bank
Menarik uang dari ATM
Transaksi menggunakan mesin EDC dapat dilakukan dengan:
Kartu debit dan kartu kredit
Uang tunai
Cek dan giro
Slip setoran
Urutan mekanisme kerja EDC yang benar adalah:
Print struk → Masukkan PIN → Kirim ke bank
Pilih nominal → Verifikasi saldo oleh bank → Cetak struk
Bank kirim respon → Nasabah pilih nominal
Masukkan PIN → Struk keluar → Bank otorisasi
EDC GPRS atau Mobile EDC adalah mesin EDC yang digunakan untuk:
Transaksi tunai
Transaksi di tempat yang bisa dipindah atau outdoor
Hanya di dalam kantor bank
Menarik uang dari ATM
Yang termasuk jenis EDC berikut ini adalah, kecuali:
EDC Standalone
EDC GPRS
Integrated POS
Mesin ATM
Pihak yang melakukan otorisasi (persetujuan) transaksi pada mesin EDC adalah:
Merchant
Customer service bank
Risiko yang dapat terjadi dalam penggunaan EDC adalah:
Uang tunai hilang
Skimming atau pencurian data kartu
Struk tidak berwarna
Saldo bertambah otomatis
Mesin EDC yang terhubung langsung dengan sistem kasir disebut:
EDC Standalone
EDC Mobile
Integrated POS EDC
EDC QRIS
Keuntungan penggunaan EDC bagi merchant adalah:
Transaksi menjadi lebih lambat
Mengurangi penerimaan kartu
Transaksi lebih cepat, aman, dan tercatat otomatis
Hanya menerima uang tunai
Setelah kartu digesek/dimasukkan ke EDC, sistem akan mengirim data ke:
Mesin ATM
Bank penerbit kartu melalui payment gateway
Teller bank
Customer service
Apa fungsi utama dari mesin ATM?
Menyediakan layanan pinjaman kepada nasabah
Melakukan transaksi perbankan tanpa bertemu teller
Menyediakan kartu debit kepada nasabah
Menyetor uang ke Bank Indonesia
ATM pertama kali diperkenalkan pada tahun 1967 di kota:
New York
Tokyo
London
Paris
Apa yang dimaksud dengan ATM “On Us”?
Transaksi dilakukan melalui bank digital
Nasabah melakukan transaksi di ATM milik bank yang sama
Transaksi tanpa memerlukan kartu ATM
Transaksi yang dilakukan menggunakan QR Code
Apa yang menjadi ciri khas ATM “Off Us”?
Transaksi hanya untuk tarik tunai
Tidak dikenakan biaya admin
Terjadi antar bank yang berbeda dan dikenakan biaya tambahan
Hanya digunakan di dalam cabang bank
Komponen ATM yang berfungsi membaca kartu adalah:
Printer
Display
Card Reader
Cash Dispenser
Urutan proses transaksi dasar ATM yang benar adalah:
Masukkan PIN → Masukkan kartu → Ambil uang
Masukkan kartu → Masukkan PIN → Pilih transaksi → ATM proses
Bank proses → Nasabah masukkan kartu → Struk keluar
Masukkan PIN → Mesin cek saldo → Gesek kartu
Apa yang dimaksud dengan fitur Anti-Skimming pada ATM?
Fitur untuk menghemat listrik ATM
Perangkat untuk mencegah pencurian data kartu
Sistem untuk mempercepat pencetakan struk
Kamera CCTV tambahan dalam ATM
Bank Indonesia membuat QRIS untuk menyeragamkan berbagai QR pembayaran. Jika QRIS tidak diberlakukan, dampak paling logis yang kemungkinan terjadi adalah:
Semua transaksi akan otomatis menggunakan uang tunai
Merchant harus menyiapkan banyak QR berbeda dari setiap aplikasi pembayaran
Penggunaan kartu ATM meningkat drastis
Seluruh fintech akan berhenti beroperasi
Dari sisi ekonomi, QRIS lebih murah daripada mesin EDC. Namun, mengapa sebagian pedagang kecil tetap menolak QRIS?
Karena QRIS hanya untuk bank besar
QRIS tidak bisa digunakan tanpa WiFi pribadi
Ada potongan biaya MDR untuk setiap transaksi
QRIS hanya bisa digunakan oleh WNA
Jika terjadi gangguan jaringan internet di suatu wilayah, apa dampak paling kritis bagi transaksi QRIS?
Transaksi tetap berjalan karena QRIS offline
Transaksi gagal karena bergantung pada koneksi internet
Struk tercetak otomatis di merchant
Saldo nasabah langsung bertambah
Jaringan ATM Bersama, Prima, dan ALTO berfungsi untuk:
Menghubungkan transaksi antarbank dalam jaringan nasional
Menghubungkan bank dengan Bank Indonesia
Menyusun laporan transaksi ke OJK
Mencetak kartu debit secara otomatis
Contoh inovasi terbaru pada mesin ATM adalah:
ATM manual dengan pegawai
ATM tanpa kamera
ATM cash recycling dan cardless withdrawal
ATM yang hanya bisa cek saldo
Cara paling aman untuk mencegah skimming saat menggunakan ATM adalah:
Memasukkan PIN dengan cepat
Menutup keypad saat memasukkan PIN
Menggunakan ATM di luar minimarket
Memasukkan kartu berkali-kali
QRIS dianggap meningkatkan inklusi keuangan. Namun, hal itu bisa gagal jika:
Digunakan oleh kios di pusat perbelanjaan
Pedagang dan pembeli tidak memiliki rekening bank
Digunakan oleh pelajar dan mahasiswa
Merchant tidak mencetak struk
Mengapa QRIS dinilai lebih aman dibandingkan pembayaran tunai?
Semua transaksi QRIS tidak tercatat
QRIS langsung mencetak bukti transaksi fisik
Transaksi tercatat secara digital dan dapat dilacak
QRIS tidak membutuhkan verifikasi dari bank
Dalam konteks perilaku konsumen, mengapa penggunaan QRIS dapat meningkatkan perilaku konsumtif?
Karena QRIS selalu memberikan cashback
Karena uang yang keluar tidak terlihat secara fisik
Karena QRIS membatasi jumlah transaksi
Karena QRIS hanya bisa digunakan untuk barang mewah
QRIS dinilai lebih unggul dari EDC. Namun kapan EDC masih lebih relevan digunakan dibanding QRIS?
Saat merchant ingin transaksi cepat tanpa sinyal internet
Saat merchant ingin transaksi tercatat secara digital
Ketika pelanggan tidak memiliki kartu ATM
Ketika merchant menjual produk digital
MDR QRIS (Merchant Discount Rate) adalah biaya yang dikenakan pada merchant. Untuk usaha mikro (UMi), BI menetapkan MDR sebesar:
2% per transaksi
1% per transaksi
0% untuk transaksi ≤ Rp500.000
3% untuk semua transaksi
Jika QRIS diwajibkan untuk seluruh pedagang di pasar tradisional, masalah yang paling mungkin muncul adalah:
Dari sudut pandang keamanan, tindakan berikut yang paling tepat untuk mencegah penyalahgunaan QRIS palsu adalah:
Menggunakan QRIS hanya setelah toko tutup
Mengecek nama merchant yang muncul di aplikasi sebelum membayar
Memfoto QR setiap toko untuk disimpan
Menggunakan QRIS hanya di ATM
Front Office di bank adalah unit kerja yang bertugas untuk:
Mengelola laporan keuangan ke OJK
Berhubungan langsung dengan nasabah saat melakukan transaksi
Membuat kebijakan kredit bank
Mengaudit transaksi harian bank
Dibawah ini yang termasuk petugas Front Office adalah:
Teller dan Customer Service
Auditor Internal
IT Support
Staf Administrasi Kredit
Aktivitas yang dilakukan oleh teller termasuk fungsi Front Office, yaitu:
Menyusun laporan laba rugi bank
Menerima setoran dan melayani tarik tunai nasabah
Menyetujui fasilitas kredit
Mengawasi pelaporan pajak bank
Ciri utama Front Office dibanding Back Office adalah:
Tidak bertemu dengan nasabah
Hanya bekerja pada akhir bulan
Transaksinya langsung memengaruhi posisi keuangan bank secara real-time
Hanya bekerja saat audit tahunan
Fungsi Customer Service (CS) di Front Office adalah:
Pedagang tidak siap karena tidak semua memiliki smartphone
Pedagang bingung karena terlalu banyak bank
Pedagang tidak siap karena tidak semua memiliki smartphone
QRIS hanya menerima kartu kredit
Membuka rekening dan menangani perubahan data nasabah
Membuka rekening dan menangani perubahan data nasabah
Menyetujui pengajuan pinjaman
Menyediakan laporan bulanan untuk direksi
Back Office adalah bagian dari bank yang bertugas untuk:
Menjual produk langsung kepada nasabah
Mengurus operasional administratif, verifikasi, dan pelaporan transaksi
Melayani tarik setor uang nasabah
Memasang QRIS dan EDC
Aktivitas yang dilakukan Back Office antara lain:
Menarik uang dari kas teller
Memverifikasi transaksi dari Front Office sebelum dicatat
Membuat buku tabungan nasabah di depan loket
Menyetorkan uang tunai ke nasabah
Berikut ini tugas Staf Pelaporan (bagian Back Office):
Membuka rekening tabungan
Menjual produk deposito
Menyusun laporan keuangan dan laporan ke OJK/BI
Melayani pembayaran listrik
Mengapa Back Office penting dalam operasional bank?
Karena menangani penjualan langsung
Karena memastikan semua transaksi tercatat akurat, aman, dan sesuai SOP
Karena menentukan suku bunga kredit
Karena menjadi wajah perusahaan di depan nasabah
Jika terjadi kesalahan nominal pada transaksi teller, maka bagian yang melakukan koreksi dan verifikasi adalah:
Customer Service
Marketing
Back Office
Satpam
