Font size
Worksheets1. Respirasi
Total questions: 82
Worksheet time: 41mins
Seorang pria, 35 tahun, datang dengan keluhan sesak napas yang bertambah berat selama 2 minggu terakhir. Pasien memiliki riwayat pengobatan tuberkulosis paru selama 3 bulan terakhir. Pemeriksaan fisik menunjukkan suara napas melemah di hemitoraks kanan, perkusi redup, dan peningkatan fremitus taktil. Pemeriksaan toraks rontgen menunjukkan adanya efusi pleura di sisi kanan. Patomekanisme utama yang menyebabkan efusi pleura pada pasien dengan komplikasi tuberkulosis ini adalah:
Obstruksi drainase limfatik
Penurunan tekanan onkotik
Peningkatan permeabilitas kapiler
Penurunan tekanan intrapleural
Peningkatan tekanan hidrostatik
Laki-laki 46 tahun sesak memberat 1 jam; sudah sering kambuh. Compos mentis namun hanya bisa mengucap kata demi kata. Tanda vital: TD 130/80, nadi 130, RR 32, T 37,6°C; retraksi suprasternal; mengi pada ekspirasi dan inspirasi. Diagnosis:
Asma eksaserbasi sedang
Asma serangan mengancam nyawa
Asma eksaserbasi ringan
Asma persisten
Asma eksaserbasi berat
Seorang pasien berusia 25 tahun datang ke klinik dengan keluhan batuk lebih dari 2 minggu, disertai dengan demam ringan dan penurunan nafsu makan. Setelah dilakukan pemeriksaan rontgen dada, ditemukan lesi di apeks paru. Dokter mencurigai bahwa pasien tersebut mengalami tuberkulosis (TB) primer. Pasien ini belum pernah mengalami pengobatan TB sebelumnya dan tidak memiliki riwayat kontak erat dengan penderita TB aktif. Berdasarkan informasi tersebut, apa yang paling mungkin terjadi pada pasien ini terkait dengan TB primer?
TB primer biasanya tidak ditemukan pada pasien yang tidak memiliki riwayat kontak erat dengan
Lesi di apeks paru merupakan tanda khas reaktivasi TB
Pasien kemungkinan mengidap TB sekunder akibat paparan lama
Lesi ditemukan di bagian bawah paru, bukan apeks
Terjadi pembentukan kompleks primer pada tubuh pasien
Seorang wanita usia 35 tahun datang ke dokter dengan keluhan sesak nafas sejak 3 hari yang lalu. Pasien juga mengeluh nyeri menelan, mual, dan muntah. Sebelumnya pasien mengalami demam tinggi sejak 3 hari lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 105x/menit, suhu 38,5°C, laju pernapasan 30x/menit. Pasien tinggal di dekat peternakan ayam yang sedang terkena wabah. Apakah pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis pada pasien ini?
Darah lengkap
CRP kuantitatif
Rapid test antibody
Antibody influenza A
Swab PCR
Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan sesak yang sering berulang dan 2 hari terakhir sesaknya memberat disertai batuk berdahak, keluhan tersebut dialami sehari setelah berkunjung ke pabrik terigu. Pasien juga mengeluh sering bersin, sudah diketahui menderita asma sejak usia 7 tahun, namun keluhan hilang-timbul. Apakah yang tidak termasuk tujuan terapi asma yang diderita pasien di atas?
Mencegah terjadinya obstruksi yang irreversible
Meningkatkan daya tahan paru terhadap allergen
Meningkatkan faal paru mendekati normal
Mencegah eksaserbasi penyakit
Menghilangkan dan mengendalikan gejala asma
Laki-laki 55 tahun batuk 1 bulan, keringat malam, makin kurus. Pernah TB 3 tahun lalu, OAT 6 bulan, BTA saat itu negatif. Termasuk kasus TB apa?
Kasus MDR
Kasus putus obat
Kasus relaps
Kasus gagal
Kasus baru
Pria 55 tahun batuk 3 bulan, nyeri dada & sesak; perokok lama; keluhan memburuk 1 minggu; PF: dada asimetris; perkusi redup paru kanan; vokal fremitus meningkat; auskultasi vesikuler menurun + ronki kanan. Foto toraks: konsolidasi homogen segitiga kanan, trakea tertarik ke kanan. Diagnosis:
Atelektasis
Abses paru
Pneumotoraks
Efusi pleura
Karsinoma paru
Seorang anak laki-laki usia 5 tahun dibawa keluarganya ke Puskesmas dengan keluhan batuk yang tidak berhenti sejak 3 hari ini. Batuk terus-menerus hingga kadang pasien tampak membiru atau muntah di akhir batuk. Riwayat kontak dengan keluhan serupa (-). Riwayat imunisasi tidak diketahui. Pada pemeriksaan fisik didapatkan nadi 110x/menit, suhu 37,5°C, laju pernapasan 38x/menit, ditemukan perdarahan subkonjungtiva ODS, faring hiperemis. Apakah pemeriksaan penunjang yang tepat untuk menegakan diagnosis pada pasien ini?
Tes serologi
Rontgen dada
Kultur darah
Kultur sekret nasofaring
PCR
Mengapa reseptor ACE2 banyak ditemukan di paru-paru, jantung, dan ginjal manusia?
Karena ACE2 hanya terdapat di organ tersebut
Karena ACE2 membantu mengatur proses inflamasi di organ tersebut
Karena ACE2 berfungsi sebagai protein struktural
Karena ACE2 merupakan bagian dari sistem kekebalan di organ tersebut
Seorang laki-laki 50 tahun dibawa keluarga ke IGD dengan keluhan sesak napas berat sejak 30 menit lalu. Pasien memiliki riwayat asma dan alergi telur. Dari pemeriksaan tanda vital didapatkan kesadaran somnolen, TD 80/50 mmHg, nadi 135 kali/menit, frekuensi napas 10 kali/menit, suhu afebris. Suara napas menurun disertai mengi yang samar. Apakah kemungkinan diagnosis pada pasien di atas?
Asma eksaserbasi akut derajat sedang
Status asmatikus
Asma eksaserbasi akut derajat berat
Syok kardiogenik
Syok anafilaktik
Seorang pria usia 30 tahun datang ke IGD dengan keluhan sakit tenggorokan diikuti batuk paroksismal dengan dahak berwarna darah, dialami sejak 4 hari lalu. Ia juga mengeluhkan demam dan sakit kepala. Pada pemeriksaan radiologi ditemukan paru-paru konsolidasi (unilateral). Setelah dikirimkan spesimen sputum ke laboratorium, pewarnaan khusus apakah dibawah ini yang digunakan agar dapat melihat morfologi bakteri ini secara mikroskopik?
Pewarnaan Ziehl-Neelsen
Pewarnaan Gram
Pewarnaan India Ink
Pewarnaan Giemsa
Pewarnaan Wright
Seorang pria berusia 34 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan sesak napas tiba-tiba sejak semalam. Pasien adalah seorang perokok, tanpa riwayat penyakit paru sebelumnya, tanpa batuk, dan tanpa demam. Keluhan muncul setelah melakukan olahraga angkat beban di gym. Pada pemeriksaan fisik ditemukan perkusi hipersonor dan bunyi napas vesikuler menurun pada hemitoraks kanan. Hasil foto toraks menunjukkan gambaran khas. Diagnosis yang paling mungkin adalah:
Efusi pleura masif
Pneumotoraks spontan sekunder
Pneumotoraks spontan primer
Pneumotoraks artifisial
Abses paru
Seorang perempuan 47 tahun batuk berdahak disertai darah sejak 3 bulan, demam terutama malam hari, BB menurun, keringat malam. PF: TD 120/80 mmHg, nadi 80x/menit, RR 20x/menit, T 37,8°C; auskultasi rhonki seluruh lapang paru. Rontgen: infiltrat retikulogranuler difus bilateral. Tatalaksana yang tepat:
OAT kategori II
OAT kategori I + prednison
Levofloksasin + bronkodilator + prednison
OAT kategori I + bronkodilator
OAT lini 2 + prednison
Seorang laki-laki berusia 20 tahun datang ke poliklinik umum dengan keluhan sesak napas disertai bunyi mengi di malam hari sekitar 4 kali dalam sebulan. Jika sesak datang maka tidur pasien akan sangat terganggu. Gejala sesak napas kadang dirasakan di siang hari tapi hanya 1 kali serangan. Pada pasien dilakukan pemeriksaan APE dengan hasil > 80% nilai prediksi.
Asma intermittens
Asma Akut ringan sedang
Asma persisten ringan
PPOK Grade B
PPOK eksaserbasi
Laki-laki 52 tahun mimisan 30 menit saat bekerja di kebun; tanpa trauma; hipertensi tidak terkontrol. Compos mentis, TD 150/90, nadi 104, RR 20, afebris. Setelah tampon epinefrin, rinoskopi anterior: perdarahan di septum; laringoskopi indirek: darah menetes ke orofaring, sumber tidak tampak. Sumber perdarahan yang paling mungkin:
A. sfenopalatina
A. etmoidalis anterior
A. faringeal ascendens
A. palatina mayor
A. labialis superior
Seorang anak usia 4 tahun dibawa ke IGD RS dengan keluhan kesulitan bernapas sejak 15 menit yang lalu. Pasien diketahui memasukkan biji-bijian ke mulutnya dan tiba-tiba batuk-batuk, kesulitan bernafas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan laju pernapasan 40x/menit, tidak ada palpatory thud dan audible slap, auskultasi didapatkan ekspirasi memanjang dan suara vesikular menurun pada paru kanan. Apakah diagnosis yang tepat pada pasien ini?
Korpus alienum bronkiolus
Korpus alienum trakea
Korpus alienum hipofaring
Korpus alienum bronkus
Korpus alienum laring
Seorang laki laki 66 tahun dengan riwayat perokok aktif sejak usia 30 tahun, tinggal di area industri, riwayat TB paru dan meminum obat selama 1 tahun terakhir, datang dengan keluhan batuk berdahak sulit dikeluarkan dalam satu bulan terakhir. Jika pada kasus ini pasien disertai dengan batuk darah dan hipertensi berat, tetapi kognisi pasien baik dapat mengikuti perintah dan kooperatif, maka pilihan latihan yang tepat untuk membantu mengeluarkan dahak pada pasien ini adalah, kecuali:
Diaphragmatic breathin
Postural drainage
ACBT
Clapping and postural drainage
Perkusi and clapping
Tujuan terapi oksigen di bawah ini adalah?
Menurunkan kerja jantung
Meningkatkan usaha pernapasan
Meningkatkan stroke volume
Meningkatkan cardiac output
Mengatasi metabolisme aerob
Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke Poliklinik RS dengan keluhan demam sejak 3 hari terakhir. Keluhan ini disertai dengan batuk berdahak berwarna kuning. Sesak napas kadang kala dirasakan ketika batuk berkepanjangan. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan Tekanan darah dalam batas normal, frekuensi napas 26 x/menit, denyut nadi 98 x/menit dan temperatur 38 derajat celcius. Hasil lab memperlihatkan leukositosis dan gambaran foto toraks seperti gambar di bawah ini. Apakah pengobatan simptomatik yang dapat diberikan pada pasien ini?
Diet protein tinggi
Kompres air dingin
Minum air kelapa
Pemberian mukolitik
Pemberian antibiotik
Laki-laki 52 tahun mimisan 30 menit saat bekerja di kebun; tanpa trauma; hipertensi tidak terkontrol. Compos mentis, TD 150/90, nadi 104, RR 20, afebris. Setelah tampon epinefrin, rinoskopi anterior: perdarahan di septum, laringoskopi indirek: darah menetes ke orofaring, sumber tidak tampak. Sumber perdarahan yang paling mungkin:
A. labialis superior
A. ethmoidalis anterior
A. faringeal ascendes
A. palatina mayor
A. sfenopalatina
Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun dibawa orang tuanya ke RS dengan keluhan sesak nafas sejak 1 hari yang lalu. Keluhan disertai batuk berdahak putih. Keluhan ini sering berulang 1-2 kali pada malam hari dalam seminggu. Diketahui pasien menderita rhinitis alergi, dan ayah seorang perokok. Pada pemeriksaan didapatkan nadi 107 kali/menit, napas 27 kali/menit, suhu 36,8°C, pernafasan cuping hidung dan wheezing. Gambaran radiologis tampak hiperluen dan peningkatan corakan bronkovaskular. Apakah diagnosis yang paling tepat?
PPOK
Bronkiektasis
Bronkiolitis
Bronkitis akut
Asma bronkial
Seorang pria usia 60 tahun datang dengan keluhan batuk berdarah dan berat badan menurun. Kelainan apa yang sesuai dengan gambaran mikroskopik pasien dibawah ini?
Asma bronkiale
Squamous cell carcinoma
Bronchioalveolar carcinoma
Adenocarcinoma of lung
Large cell carcinoma
Seorang laki-laki, 52 tahun, datang ke IGD dengan keluhan sesak yang memberat sejak 3 minggu terakhir terutama saat beraktivitas. Ada rasa berat di dada disertai batuk. Pasien terkadang demam dengan penurunan berat badan 10 kg. Pasien merokok 1 bungkus perhari selama 20 tahun. Pasien bekerja sebagai penambang marmer sejak 30 tahun terakhir. Kelainan khas yang mungkin didapatkan dalam foto toraks pada pasien tersebut adalah:
Halo sign
Micronodular diffuse
Egg shell calcification
Pleural plaque
Rounded opacity
Seorang perempuan berusia 20 tahun diantar keluarganya ke unit gawat darurat RS dengan sesak napas yang dialami sejak dua jam yang lalu. Keluhan sesak semakin lama semakin memberat. Sebelumnya pasien mengalami kecelakaan lalu lintas beberapa jam yang lalu. Pada pemeriksaan fisis inspeksi didapatkan jejas lama pada regio toraks kanan, pengembangan paru asimetris, palpasi ada nyeri tekan dan krepitasi toraks kanan, perkusi hipersonor dan auskultasi bunyi pernapasan bronkovesikuler. Apakah gambaran yang bisa terlihat pada foto toraks PA tegak, berdasarkan gambaran klinis pasien?
Corakan bronkovaskuler kasar dan prominen
Bercak-bercak berawan dengan kalsifikasi dan garis-garis fibrosis
Cavitas berdinding tebal, irregular dengan fluid level
Perselubungan homogen dengan airbronchogram sign positif
Hiperlusen avaskuler dengan pleural white line
Seorang laki-laki, 52 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak yang memberat sejak 3 minggu terakhir terutama saat beraktivitas. Ada rasa berat di dada disertai batuk. Pasien terkadang demam dengan penurunan berat badan 10 kg. Pasien merokok 1 bungkus perhari selama 20 tahun. Pasien kerja sebagai penambang marmer sejak 30 tahun terakhir. Kelainan khas yang mungkin didapatkan dalam foto toraks pada pasien tersebut adalah
Pleural plaque
Rounded opacity
Enlargement hilus
Micronodular diffuse
Egg shell calcification
Seorang laki – laki usia 34 tahun datang ke dokter dengan keluhan batuk dan bersin disertai lemas sejak 3 hari terakhir. Pasien juga mengeluh hidung tersumbat dan sedikit demam. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 84x/menit, suhu 38,8°C, pernapasan 18x/menit, Tonsil TI/TI, mukosa faring hiperemis. Pada pemeriksaan rhinoskopi tampak edema pada mukosa hidung. Apakah diagnosis pada pasien ini?
Rhinitis atrofikans
SARS
Influenza
Tonsilitis akut
Rhinitis medikamentosa
Seorang laki-laki umur 70 tahun diketahui menderita gagal ginjal kronik selama 1 bulan, datang ke rumah sakit dengan keluhan sesak nafas sejak 2 jam yang lalu. Pada pemeriksaan fisik ditemukan frekuensi nafas 36 x/menit dan pada auskultasi terdengar ronchi basah halus di seluruh lapangan paru. Hasil evaluasi ABG ditemukan: pH: 7.27 (7.35-7.45); PCO2: 26.6 (4.6-6.4); HCO3: 9 (22-31). Apakah jenis gangguan keseimbangan asam basa yang dialami penderita pada kasus di atas?
Alkalosis respiratorik
Mixed asidosis metabolik dan asidosis respiratorik
Alkalosis metabolik
Asidosis respiratorik
Asidosis metabolik
Laki-laki 66 tahun sesak; sesak hilang-timbul, batuk berdahak putih 2 tahun; perokok lama. Tanda vital: TD 140/90, nadi 90, RR 28, T 36,7°C. PF: pelebaran sela iga, wheezing +/+, ronki +/+; radiologi: hiperlusen avaskular, jantung pendulum, diafragma datar. Diagnosis:
PPOK
Asma bronkial
Trakeitis kronik
Ca paru
PPOK eksaserbasi akut
Seorang perempuan 47 tahun batuk berdahak disertai darah sejak 3 bulan, demam terutama malam hari, BB menurun, keringat malam. PF: TD 120/80 mmHg, nadi 80x/menit, RR 20x/menit, T 37,8°C; auskultasi ronki seluruh lapang paru. Rontgen: infiltrat retikulogranuler difus bilateral. Tatalaksana yang tepat:
OAT kategori I + prednison
OAT lini 2 + prednison
Levofloksasin + bronkodilator + prednison
OAT kategori II
OAT kategori I + bronkodilator
Seorang pasien berumur 30 thn mengalami asma bronkial. Untuk membantu diagnosis diperlukan pemeriksaan laboratorium. Pada pemeriksaan laboratorium apakah yang di harapkan?
Peningkatan IgE
Peningkatan calcitonin
Peningkatan LED
Peningkatan prokalsitonin
Peningkatan IgM
Seorang ibu membawa anaknya usia 4 tahun ke Puskesmas untuk konsultasi. Ibu baru didiagnosis TB dengan BTA (+) dan sedang menjalani OAT. Anak sulit naik BB sejak 6 bulan, tanpa demam/batuk/keluhan lain. PF normal, BB/TB –2 s/d –3 SD. Pemeriksaan apa yang harus dilakukan pada anak?
Rontgen dada
Tes tuberkulin
Bilas lambung
Imunisasi BCG
Cek sputum BTA
Seorang pasien dengan gejala batuk lebih dari 3 minggu, demam, dan keringat pada malam hari. Pada foto thoraks diperoleh gambaran kavitas di lobus atas kanan yang disertai dengan perselubungan, dan hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan BTA positif. Berikut ini yang BUKAN merupakan cara transmisi dari bakteri penyebabnya adalah:
Hematogen
Perkontinuitatum
Skin contact
Droplet
Limfogen
Seorang pria usia 50 tahun datang kontrol ke puskesmas dengan keluhan nyeri di kaki sebelah kanan sejak 5 hari yang lalu. Pasien tidak pernah memiliki riwayat seperti ini sebelumnya. Saat ini pasien sedang mengkonsumsi Captopril dan OAT bulan ke-4. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg, nadi 90x/menit, pernapasan 20x/menit, suhu 36,5°C, edema dan nyeri tekan pada MTP I kanan. Apa obat yang dapat menyebabkan keluhan pasien tersebut?
Isoniazid
Etambutol
Rifampicin
Pirazinamide
Captopril
Seorang laki-laki berusia 65 Tahun diantar keluarganya ke IGD dengan keluhan sesak nafas yang makin memburuk sejak beberapa hari sebelumnya. Awalnya batuk kering dan bunyi mengi setiap hari, belakangan batuk berlendir kuning dan sesak. Riwayat merokok sejak usia 15 tahun. Pada pemeriksaan Tekanan darahnya 150/85 mmHg, Denyut nadi 110x/menit, frekuensi nafas 33x/menit, temperatur normal. Tampak retraksi sela iga saat inspirasi, auskultasi paru terdengar wheezing saat inspirasi dan ekspirasi. dari hasil antropometri didapatkan TB 165 cm, dan BB 48 kg. Rekomendasi nutrisi pada pasien di atas adalah
Banyak mengonsumsi suplemen vitamin
Diberikan asupan rendah lemak untuk memudahkan pernafasan dari pasien
Kurangi mengonsumsi ikan dan minyak ikan
Makan bahan makanan terutama kol dan singkong
Diberikan asupan karbohidrat tinggi untuk memperbaiki status gizi pasien
Seorang wanita datang dengan ke IGD dengan keluhan demam, menggigil, disertai sakit kepala dan batuk sejak 3 hari lalu. Dari hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik, diagnosa oleh dokter IGD kecurigaan mengarah ke infeksi legionella pneumophila. Pemeriksaan kultur diketahui merupakan gold standar untuk diagnosa laboratorium bakteri ini. Berikut ini yang merupakan medium yang digunakan untuk isolasi Legionella pneumophila...
Tellurite agar
Regan-Lowe agar
DNase agar
Buffer Charcoal Yeast Extract
Thioglycholate broth
Gold standard pemeriksaan untuk menegakkan TB paru:
Darah rutin
Kultur kuman MTB
Hapusan Sputum BTA
TCM MTB
Foto toraks
Anak laki-laki 9 tahun dua kali sesak dalam sebulan; di antara serangan tanpa batuk; riwayat alergi debu. PF: RR 40, nadi 90, T 36,5°C, wheezing seluruh lapang paru. Setelah stabil, terapi controller yang tepat:
Medium dose ICS
Low dose ICS
Medium dose ICS + medium dose LABA
High dose ICS
Low dose ICS + LABA
Seorang perempuan usia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk sejak 6 bulan. Keluhan disertai demam hilang timbul serta pasien bertambah kurus. Pasien memiliki riwayat pengobatan TB 6 bulan lalu namun hanya minum selama 3 bulan. Hasil TCM positif M. tuberculosis. Dari hasil uji sensitivitas didapatkan kuman resisten terhadap isoniazid dan etambutol. Apa diagnosis pasien ini?
TB RR
TB MDR
TB Monoresisten
TB Poliresisten
TB XDR
Seorang bayi aterm BB lahir 3500 g dibawa karena sesak napas dan sianosis. Lahir dengan seksio sesarea karena presentasi dahi. PF: nadi 120x/menit, RR 70x/menit, suhu 36,5°C. Foto toraks normal. Diagnosis paling tepat:
Meconium aspiration syndrome
Transient tachypnea of newborn
Bronchopulmonary dysplasia
Hyaline membrane disease
Pneumonitis kongenital
Seorang perempuan usia 35 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk berdarah sejak 1 minggu. Keluhan ini pernah dirasakan pasien 2 bulan yang lalu dan sempat membaik. Pasien pernah menjalani pengobatan TB selama 3 minggu lalu berhenti karena merasa sembuh. Hasil BTA saat ini +/-
TB MDR
TB drop out
TB gagal pengobatan
TB relapse
TB kasus baru
Laki-laki 59 tahun suara serak 3 bulan, memberat; sulit menelan, kadang batuk berdarah; KGB leher membesar. Laringoskopi: massa supraglottik irregular mudah berdarah. Histopatologi: karsinoma sel skuamosa. Faktor risiko paling utama:
Aflatoksin
Diet tinggi nitrosamin
Alkohol
Merokok
Infeksi HPV
Seorang wanita dewasa menderita DM tergantung insulin karena dianggap bahwa organ pankreasnya tidak mampu memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup sehingga membutuhkan suntikan insulin secara teratur. Akan tetapi wanita ini lalai menggunakan insulin. Akibatnya dalam keadaan sesudah makan, ia masih tetap merasa lapar, oleh karena organ hati telah memproduksi benda keton. Apakah kelainan asam basa yang terjadi pada Wanita ini?
Alkalosis metabolic dan respiratorik
Alkalosis respiratorik
Alkalosis metabolic
Asidosis respiratorik
Asidosis metabolic
Laki-laki, 19 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk disertai darah, sudah berlangsung 1 bulan. Pemeriksaan TCM didapatkan MTB terdeteksi, rifampisin sensitive. Penderita belum pernah minum OAT sebelumnya. Rencana terapi farmakologi pada pasien ini
4RHZE/2RH
4RHZE/2R3H3
2RHZE/3RH
2RHZE/4RH
2RHZE/4R3H3
Seorang individu yang terdiagnosis kanker paru-paru, langkah pencegahan primer yang tepat untuk mencegah kanker paru pada populasi umum adalah
Kemopreventif
Marker tumor
Radioterapi
Kampanye anti-rokok
Imaging paru
Tn. Toni, usia 25 tahun, diantar ke IGD dengan keluhan sesak napas. Keluhan sesak disertai batuk dan pilek sejak 3 hari ini dan memberat 1 jam SMRS. Demam disangkal. Pasien memiliki riwayat alergi debu dan ikan laut. Keluhan dikatakan sering dialami sejak pasien berusia 3 tahun. Kambuh bila terkena debu, dalam bulan ini keluhan sesak napas 1-2 kali. Pasien tampak berjalan terbatas dan lebih nyaman dengan posisi duduk. Pada vital sign didapatkan TD 130/80 mmHg, N 110 x/menit, RR 28x/menit, T 36.7C. Pada pemeriksaan fisik thoraks pasien tampak sesak, ekspirasi memanjang, wheezing (+) diakhir ekspirasi. Pasien diberikan terapi nebulizer dengan ventolin, keluhan segera membaik.
Asma eksaserbasi berat, frekuensi persisten sedang
Asma eksaserbasi berat, frekuensi persisten ringan
Asma eksaserbasi sedang, frekuensi persisten sedang
Asma eksaserbasi sedang, frekuensi persisten ringan
Asma eksaserbasi sedang, frekuensi intermiten
Perempuan 32 tahun tidak bisa bernapas bila tidur miring kanan; sering bersin pagi hari. PF: benjolan putih keabuan, bertangkai, mudah digerakkan, tidak nyeri (polip). Pemeriksaan sederhana untuk menyingkirkan diagnosis banding:
Manuver Toynbee
Tampon adrenalin
Refleks glabela
Tes inspeksi asam asetat
Uji Valsalva
Seorang laki – laki usia 34 tahun datang ke dokter dengan keluhan batuk dan bersin disertai lemas sejak 3 hari terakhir. Pasien juga mengeluh hidung tersumbat dan sedikit demam. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 84x/menit, suhu 38,8°C, pernapasan 18x/menit, Tonsil TI/TI, mukosa faring hiperemis. Pada pemeriksaan rhinoskopi tampak edema pada mukosa hidung. Apakah tatalaksana yang tepat untuk pasien ini?
Dekongestan dan antibiotik
Steroid dan dekongestan
Antipiretik dan steroid
Antipiretik dan dekongestan
Antipiretik dan antibiotik
Seorang laki-laki 62 tahun, datang ke UGD RS dengan keluhan sesak nafas, batuk lama berdahak banyak terutama pagi hari, satu minggu terakhir dahak warna hijau disertai demam. Pasien riwayat berobat TB 3 tahun lalu dan dinyatakan sembuh. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ronki basah basal paru kanan. Pemeriksaan foto toraks PA gambaran honeycomb appearance (sarang tawon) dan BTA dahak 3x Negatif. Patomekanisme penyakit ini paling mungkin pada kasus ini
Pelebaran bronkus yang permanen akibat infeksi kronik dan inflamasi
Bronkokonstriksi akibat hipersensitifitas jalan napas
Destruksi parenkim paru akibat noxious
Destruksi parenkim paru akibat infeksi kronis
Penyempitan bronkus akibat fibrosis
Perempuan 23 tahun suara serak & nyeri tenggorokan 2 hari, terutama saat berbicara. Hobi karaoke. PF: tonsil TI/TI normal, faring tidak hiperemis. Laringoskopi: mukosa laring edema & hiperemis. Diagnosis?
Croup
Laringitis akut
Tonsilofaringitis akut
Faringitis akut
Tonsilitis akut
Laki-laki 70 tahun batuk darah 2 bulan, BB turun, sesak, nyeri dada; perokok 2 bungkus/hari. PF: fremitus meningkat hemitoraks kanan, perkusi pekak, suara napas menghilang; foto toraks: konsolidasi homogen, deviasi trakea ke kiri. Diagnosis:
Atelektasis
Pneumonia lobaris
Empiema pulmonum
Karsinoma paru
TB paru
Laki-laki 60 tahun sesak mendadak makin berat setelah kecelakaan motor 1 jam sebelumnya. PF: TD 90/60, N 120, RR 30, T 37°C; dada kiri ketinggal; perkusi kiri hipersonor. Foto toraks: hiperlusen avaskular hemitoraks kanan. Diagnosis tersering?
Tension pneumothorax
Hematothorax
Simple pneumothorax
Temponade jantung
Pneumothorax
Berikut adalah reagen yang digunakan dalam tes analisis cairan pleura:
Asam sulfat
Asam ursodeoksikolat
Asam asetat glasial
Asam folat
Asam askorbat
Seorang anak perempuan berusia 6 tahun dibawah oleh ibunya datang ke puskesmas dengan keluhan utama demam hilang timbul yang dialami sejak 2 bulan yang lalu. Ada batuk sejak 1 bulan lalu. Nafsu makan berkurang sejak 2 bulan yang lalu. Dilakukan pemeriksaan foto toraks. Apakah gambaran radiologi yang tampak pada kasus di atas?
Bercak berawan
Konsolidasi inhomogen
Konsolidasi homogeny
Bercak milier
Bercak reticuler
Seorang anak laki-laki usia 15 bulan dibawa orangtuanya ke poli anak dengan keluhan batuk berdahak sejak pagi tadi. Dahak berwarna putih. Keluhan disertai sesak napas dan pilek. Pada pemeriksaan didapatkan nadi 128x/menit, napas 42x/menit, suhu 37,8°C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan napas cuping hidung, retraksi subkostal minimal, auskultasi terdengar ekspirasi memanjang dan mengi. Diagnosis yang tepat adalah:
Pertusis
Pneumonia
Laringotrakeobronkitis
Bronkiolitis
Asma bronkiale
Seorang laki-laki, berusia 30 tahun didiagnosis asma bronkiale. Untuk mendukung diagnosis pasien diminta melakukan pemeriksaan laboratorium. Manakah dari berikut tes laboratorium yang mendukung untuk penyakit asma bronkial?
Eosinofilia
Peningkatan LED
Peningkatan IgM
Tes procalcitonin
Lekositosis
Seorang perempuan usia 36 tahun datang ke rumah sakit dengan nyeri perut kanan atas. Pasien merupakan penderita TB dan sedang mengonsumsi OAT sejak 5 hari yang lalu. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 130/90 mmHg, nadi 67x/menit, napas 20x/menit, suhu 37,9°C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan sklera ikterik dan nyeri tekan hipokondrium dextra. Tindakan selanjutnya yang disarankan pada pasien ini adalah:
Melanjutkan OAT, rujuk ke spesialis hepatologi
Mengganti OAT Lini 2
Melanjutkan OAT dengan menurunkan dosis
Stop OAT sementara, terapi kembali OAT setelah klinis mereda tanpa pirazinamid
Mengganti OAT kategori 2
Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke Poliklinik RS dengan keluhan demam 3 hari. Terdapat batuk berdahak berwarna kuning. Sesak napas kadangkala dirasakan ketika batuk berkepanjangan. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan: TD normal, frekuensi napas 26x/menit, denyut nadi 98 x/menit dan temperatur 38 derajat celcius. Hasil lab memperlihatkan leukositosis dan gambaran foto toraks berupa perselubungan inhomogen disertai air bronchogram sign pada lobus inferior paru dextra. Apakah pengobatan simptomatis yang dianjurkan pada pasien ini?
Diet protein tinggi
Minum air kelapa
Pemberian antibiotik
Kompres air dingin
Pemberian mukolitik
Seorang anak usia 7 tahun dibawa ke IGD karena sesak napas mendadak saat sedang tidur. Keluhan serupa beberapa kali dialami pasien. Ibunya mengatakan bahwa ini sudah kali ke-3 pasien masuk ke IGD dalam rentang waktu 1 minggu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan nadi 110x/menit, pernapasan 33x/menit, suhu afebris, SpO2 94%, terdengar mengi pada akhir ekspirasi dan retraksi sela iga minimal. Derajat asma berdasarkan frekuensi serangan pada pasien adalah:
Asma intermiten
Asma serangan berat
Asma persisten ringan
Asma persisten sedang
Asma serangan ringan sedang
Seorang laki-laki usia 25 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan demam disertai batuk. Pada pemeriksaan foto x-ray thoraks didapatkan gambaran perselubungan homogen disertai air-bronchogram sign di lapangan atas paru kanan. Apakah diagnosis yang paling tepat pada pasien ini?
Pneumonia
Penebalan pleura
Efusi pleura
Tumor paru
Atelektasis
Wanita, 17 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk berdahak sejak 1 bulan lalu. Pemeriksaan TCM didapatkan MTB terdeteksi, rifampisin sensitive. Dokter Puskesmas rencana memberikan obat 4FDC pada penderita ini. Berat Badan didapatkan 45 kg. Berapa dosis yang tepat diberikan pada kasus ini?
1 tablet per hari
3 tablet per hari
4 tablet per hari
5 tablet per hari
2 tablet per hari
Seorang wanita berusia 55 tahun datang dengan keluhan batuk yang berlangsung lebih dari 3 bulan, sesak napas, dan penurunan berat badan. Pada pemeriksaan fisik ditemukan suara napas yang redup di bagian bawah paru kiri. Apa kemungkinan penyebab dari keluhan pasien ini?
Kanker paru dengan metastasis
Metastasis efusi pleura
Pneumonia bakterial
Kanker paru dengan pleura efusi
Tuberkulosis paru
Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan sesak napas. Pasien riwayat dilakukan tindakan punksi pleura 1 minggu yang lalu dan dikeluarkan cairan sebanyak 1200 mL berwarna serohemoragik dengan viscositas. Pemeriksaan fisik pasien didapatkan pada inspeksi toraks asimetris kanan tertinggal, palpasi: vocal fremitus kanan menurun, perkusi: bunyi pekak di hemitoraks kanan dan auskultasi bunyi pernapasan menghilang di kanan. Pemeriksaan lanjutan menemukan pada sitologi cairan pleura ditemukan sel atipik dengan mengarah ke adenokarsinoma. Berdasarkan kasus diatas Tindakan yang tepat dilakukan terkait kondisi pasien adalah
Torakosintesis berulang kemudian dilanjutkan dengan pleurodesis
Pemasangan slang Indwelling Pleural Catheter dilanjutkan dengan dekortikasi
Pemasangan selang chest tube kemudian dilanjutkan pleurodesis
Pemasangan mini WSD kemudian dilanjutkan kemoterapi
Pemasangan selang Pigtail kateter kemudian dilanjutkan dengan operasi dekortikasi
Anak 8 tahun, keluhan rasa mengganjal saat menelan sejak 1 tahun. PF: tonsil membesar, permukaan berbonggol, kripte melebar, tidak hiperemis. Diagnosis?
Tonsilitis lakunaris
Tonsilitis kronis
Tonsilitis parenkimatosa
Tonsilitis folikuler
Tonsilitis akut
Seorang pasien berusia 40 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan utama lupa, disertai demam, batuk, dan gejala pernapasan lainnya. Pasien melaporkan baru saja melakukan perjalanan dari Wuhan, China, dalam dua minggu terakhir. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan leukosit 13.000 dan trombosit 90.000. Berdasarkan riwayat perjalanan dan hasil pemeriksaan tersebut, mikroorganisme penyebab yang paling mungkin adalah:
SARS-CoV-2
Adenovirus
H1N1 Influenza virus
Parainfluenza virus
Rhinovirus
Seorang anak laki-laki usia 12 tahun dibawa oleh orang tuanya ke IGD setelah mengalami mimisan saat sedang bermain sepak bola. Diketahui hidung pasien menabrak pintu mobil saat berlari. Pemeriksaan fisik: kesadaran compos mentis, tekanan darah 120/70 mmHg, nadi 84x/menit, napas 20x/menit, suhu afebris. Status generalisata tidak ada kelainan. Pada rhinoskopi anterior didapatkan konka hiperemis dan terdapat darah mengalir di rongga hidung, tidak tampak asal perdarahan. Pada rhinoskopi posterior tidak didapatkan post nasal drip. Tata laksana yang tepat pada pasien ini adalah:
Kaustik dengan AgNO₃ 25%
Pasien diminta duduk tegak dengan posisi kepala sedikit membungkuk ke depan
Tampon anterior dengan dilumasi vaselin
Tampon Bellocq 3 x 24 jam
Tekan hidung dari luar 25–30 menit
Seorang pasien yang baru kembali dari Timur Tengah menunjukkan gejala leukositosis dan memiliki keluhan yang berhubungan dengan saluran pernapasan. Mikroorganisme yang paling mungkin menjadi penyebabnya adalah:
MERS-CoV
Rhinovirus
Adenovirus
Influenza virus
Respiratory Syncytial Virus (RSV)
Tn. Bob, usia 60 tahun, mengeluhkan batuk berdarah sejak 2 bulan yang lalu, disertai penurunan berat badan, sesak napas, dan nyeri dada. Pasien memiliki riwayat merokok 2 bungkus/hari. Pemeriksaan fisik menunjukkan konjungtiva anemis, dan pada pemeriksaan paru kanan didapatkan fremitus meningkat, perkusi pekak, dan suara napas menghilang. Foto toraks menunjukkan konsolidasi homogen dengan trakea deviasi ke kiri. Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah:
Empiema pulmonum
Kanker paru
TB paru
Pneumonia lobaris
Atelektasis
Perempuan 20 tahun hidung buntu 3 minggu, sering pilek; memakai obat tetes hidung rutin 2 bulan. PF hidung: konka hipertrofi, sekret menutupi rongga. Tatalaksana tepat:
Antibiotik oral
Dekongestan intranasal
Vasokonstriktor oral
Hentikan obat tetes hidung
Rujuk THT-KL
Perempuan 23 tahun nyeri menelan 2 hari, suara parau, batuk kering; bekerja sebagai pembawa acara. Pemeriksaan tenggorok & laring: mukosa laring hiperemis, tonsil T1/T1, edema di atas pita suara. Diagnosis:
Singer's nodule
Laringitis akut
Laringitis luetika
Faringitis akut
Tonsilitis akut
Pria 24 tahun sesak 30 menit; hanya bisa bicara penggal kalimat; dalam 1 bulan terakhir 5 kali kambuh; riwayat asma sejak kecil dan keluarga serupa. PF: wheezing +/+, rhonki -/-. Tatalaksana untuk menangani sesak saat ini:
Flutikason
Formoterol
Salbutamol
Budesonide
Salmeterol
Seorang anak laki-laki usia 3 tahun dibawa oleh ibunya ke UGD RS dengan keluhan sesak nafas sejak 2 hari yang lalu, disertai demam. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pernafasan cuping hidung, frekuensi pernafasan 33x/menit, denyut nadi 118/menit, dan suhu 39.1oC. Pada pemeriksaan foto thorax didapatkan adanya perselubungan homogen pada lapangan tengah paru kanan. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini?
Schwarte
Bronkitis
Asma bronchiale
Efusi pleura
Pneumonia
Seorang laki-laki umur 50 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada kanan dialami sejak 4 hari. Nyeri dada terutama saat napas panjang. Sesak napas dan demam dialami sejak 7 hari lalu disertai menggigil, batuk lendir kuning kehijauan tidak ada darah. Nafsu makan menurun. Pasien dengan riwayat DM sejak 10 tahun lalu tidak berobat teratur. Pada pemeriksaan fisik toraks, asimetris kanan tertinggal, vocal fremitus menurun dan perkusi redup pada medio basal parukaan. Tekanan darah 130/85 mmHg, pernapasan28 x/menit, nadi 98x/menit, suhu 37.9OC. Leukosit16.000 mg/dl, Hb 9.8 mg/dl. Foto toraks menunjukkan perselubunganhomogen setinggi kosta VII pada paru kanan. Aspirasi cairan pleura kanan berwarna kuning keruh. Untuk mendukung suatu proses radang supuratif (empiema) pada kasus di atas, suatu analisa cairan pleura akan menunjukkan
rasio protein cairan pleura: protein serum < 0.5
Kadar gukosa > 40 mg/dl
Jumlahsel PMN > 5000
pH cairanpleura > 7,3
Kadar protein < 3 gr/dl
Pasien laki-laki 40 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan batuk sejak 2 bulan terakhir. Batuk disertai dahak berwarna putih. Nyeri dada ada, dirasakan sejak 1 bulan terakhir dan semakin memberat dalam seminggu. Demam ada, keringat malam ada. Nafsu makan kurang dan berat badan menurun hingga 3Kilogram selama 1 bulan. Pasien mendapat obat batuk dari Puskesmas berulang kali namun batuk masih sering muncul. Riwayat dirawat di RS Labuang Baji selama 10 hari dengan keluhan yang sama. Apakah Pemeriksaan yang menjadi gold standar pada kasus tersebut?
Analisa cairan pleura
Darah rutin
Sputum BTA
Tes Cepat Molekuler / GeneXpert
Kultur Sputum MTB
Seorang laki-laki usia 40 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD dengan keluhan kesadaran menurun dialami sejak 1 jam lalu, sebelum tidak sadarkan diri pasien diketahui ada demam sejak 3 hari lalu dan disetai nyeri kepala hebat. Jika saudara sebagai dokter IGD, spesimen terbaik untuk diperiksa di laboratorium untuk menemukan bakteri penyebabnya adalah?
Sputum suction
Bronchoalveolar lavage
Aspirat bronkial
Cerebro spinal fluid (CSF)
Aspirat trakeal
Seorang laki-laki usia 32 tahun datang ke tempat praktek dokter umum dengan keluhan hidung tersumbat sejak 1 tahun terakhir. Keluhan hidung tersumbat dirasakan bergantian kanan dan kiri. Pasien memiliki riwayat bersin-bersin dan keluar sekret kental berwarna putih. Keluhan membaik jika menghirup minyak kayu putih. Riwayat alergi disangkal, riwayat alergi di keluarga juga disangkal. Pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 72x/menit, napas 18x/menit, suhu 36,8°C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan konka hipertrofi, edema, berwarna merah gelap dan terdapat sekret mukosa. Apakah hasil pemeriksaan penunjang yang diharapkan pada kasus tersebut?
Kadar eosinofil meningkat
Leukosit meningkat
Eosinofilia bermakna
Skin prick test positif kuat
IgE total normal
Seorang perempuan berusia 20 tahun, datang ke IGD RS dengan keluhan sesak disertai mengi sejak setahun yang lalu. Sebulan terakhir, sesak dirasakan semakin sering terutama pada malam hari, minimal 2 kali seminggu. Keluhan kadang disertai batuk berdahak putih. Ibu pasien diketahui memiliki riwayat asma. Tanda vital dan pemeriksaan fisik par dalam batas normal. Apakah terapi yang dibutuhkan saat ini untuk mengontrol kondisi pasien?
Pemberian antibiotik oral
Pemberian ekspektoran
Pemberian antihistamin
Peningkatan dosis bronkodilator inhaler
Pemberian kortikosteroid inhaler + Formoterol
Seorang laki-laki usia 65 tahun datang ke IGD diantar anaknya dengan keluhan darah keluar dari kedua lubang hidung, merah segar sekitar 350 cc. Ada rasa cairan mengalir dari hidung ke tenggorokan. Tidak ada riwayat trauma. Riwayat hipertensi 15 tahun, tidak terkontrol. Pemeriksaan: compos mentis, TD 160/100 mmHg, nadi 84x/menit, napas 18x/menit, suhu 36.8°C; status generalis normal; penunjang normal. Diagnosis yang tepat adalah:
Hipertensi Grade 1
Karsinoma nasofaring
Rhinitis ozena
Epistaksis anterior
Epistaksis posterior
Seorang pria, 60 tahun, datang dengan keluhan sesak napas yang progresif selama seminggu terakhir. Pasien memiliki riwayat gagal jantung kronis. Pemeriksaan fisik menunjukkan bunyi napas melemah di bagian bawah kedua paru dan perkusi redup di area yang sama. Foto toraks menunjukkan cairan di rongga pleura bilateral. Penyebab paling mungkin dari efusi pleura pada pasien ini adalah:
Penurunan tekanan onkotik
Infeksi pada rongga pleura
Peningkatan tekanan onkotik
Peningkatan tekanan hidrostatik
Gangguan aliran limfatik
Seorang laki-laki umur 50 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan sesak nafas yang disertai batuk yang sudah berlangsung lama. Dilakukan pemeriksaan foto thoraks, tampak adanya cairan dalam cavum pleura sinistra, dan dokter mendiagnosa dengan efusi pleura sinistra. Bagaimanakah mekanisme kompensasi untuk mengatasi gangguan keseimbangan asam basa dalam mengembalikan pH menjadi normal pada kasus di atas?
Meningkatkan konsentrasi HCO3
Menurunkan konsentrasi HCO3
Meningkatkan PCO2 dan konsentrasi HCO3
Meningkatkan PCO2
Menurunkan PCO2
Seorang laki-laki usia 65 tahun datang ke RS dengan keluhan batuk dan sesak nafas sejak 3 tahun terakhir. Pasien adalah perokok sejak usia 17 tahun dan konsumsi 1 bungkus rokok per hari. Pasien baru berhenti merokok 2 tahun terakhir ini. Pada pemeriksaan fisik didapatkan BMI 17,7 kg/m². Tanda vital: tekanan darah 135/80 mmHg, nadi 82 kali/menit, napas 22 kali/menit, suhu 36,8°C. Pemeriksaan thorax: perkusi hipersonor, auskultasi suara napas vesikuler, ekspirasi memanjang. Spirometri: FEV1/FVC < 70% dan FEV1 45%.
Berat
Ringan
Sedang
Mengancam jiwa
Sangat berat
Seorang pria berusia 34 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan sesak napas tiba-tiba sejak semalam. Pasien saat ini dalam pengobatan TB pada minggu kedua. Pemeriksaan fisik menunjukkan perkusi hipersonor dan bunyi napas vesikuler menurun pada hemitoraks kanan. Gambaran pada foto toraks pasien perlu diperhatikan. Diagnosis yang paling mungkin adalah:
Abses paru
Efusi pleura masif
Pneumotoraks spontan primer
Pneumotoraks spontan sekunder
Pneumotoraks artifisial
Seorang laki-laki berusia 59 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan suara serak sejak 3 bulan terakhir dan makin memberat. Pasien juga mengeluhkan sulit menelan, kadang batuk mengeluarkan bercak darah. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan dalam batas normal, namun terdapat pembesaran kelenjar getah bening pada leher. Pada pemeriksaan laringoskopi indirek didapatkan massa pada supraglotik yang ireguler dan mudah berdarah. Hasil histopatologi menunjukkan karsinoma sel skuamosa. Apakah diagnosis yang tepat pada pasien ini?
Karsinoma laring
Vocal nodule
Karsinoma nasofaring
Tumor ganas sinonasal
Karsinoma tonsil
