wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Ujian Akhir Semester Keperawatan Kritis 2025

Total questions: 80

Worksheet time: 40mins

Name
Class
Date
1.
Seorang laki-laki 45 tahun dengan keluhan sesak napas berat. Hasil analisis gas darah menunjukkan pH 7,28; PaCO₂ 55 mmHg; HCO₃⁻ 26 mEq/L. Interpretasi kondisi asam-basa yang dialami pasien adalah …
a)
Asidosis metabolik
b)
Alkalosis metabolik
c)
Asidosis respiratorik
d)
Alkalosis respiratorik
e)
Asidosis campuran
2.
Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa oleh ruang Intermediate RSUD Karawang, pasien di diagnosa oleh dokter dengan Sepsis, Pasien sudah 3 hari di rawat tapi terus mengalami perburukan, dari monitor tampak TD : 80/40 mmhg, Nadi : 137 Kali/menit, Respirasi 28 kali/menit, saturasi O2 95%, Suhu 350 C. hasil pengkajian area ekstremitas atas dan bawah sulit untuk dilakukan pemasangan infus. Setelah dilakuakan visite oleh dokter anatesi, dokter anatesi memutuskan untuk dilakukan pemasangan CVP dan melakukan inform consent pada keluarga tentang resiko yang akan terjadi namun keluarga setuju dengan resiko yag terjadi. Perawat mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan, dokter dan perawat memakai alat pelindung diri, setealah area pemasangan di bersihkan dengan disinfektan maka langkah selanjutnya adalah
a)
Pembiusan local
b)
Penusukan oleh jarum CVP
c)
Pemasangan Duk Bolong
d)
Pelebaran area penusukan oleh pisau CVP
e)
Observasi Keadaan Pasien
3.
Seorang pasien perempuan mengeluh nyeri dada hebat, berulang di Ruangan ICU dan mengalami syok Kardiogenik, Hasi Monitoring d EKG didapatkan adanya tambahan area infark yaitu ST elevasi dan Q patologis di V1-V4. Apakah area jantung yang mengalami infark berdsarakan hasil EKG tersebut ?
a)
Inferior
b)
Posterior
c)
Anteroseptal
d)
Anterior
e)
lateral
4.
Seorang perawat sedang memberikan perawatan pasien yang mengalami perdarahan post operatif di ruangan itensif suatu rumah sakit. Saat memberikan perawatan tiba-tiba perawat melihat adanya gambaran elektrokardigram tidak memunculkan pulsasi. Manakah tindakan yang tidak tepat dilakukan untuk mengatasi kondisi pasien tersebut?
a)
Defibrilasi
b)
Memberikan terapi epinefrin
c)
Memberikan terapi vasokonstriktor
d)
Memulai resusitasi jantung paru (CPR)
e)
Memberikan terapi cairan kristaloid IV
5.
Seorang pasien dirawat di Ruang ICCU dengan diagnosis Acur Coronary Syndrom (ACS) , Apa kriteria untuk menegakkan Diagnosis ACS ?
a)
Nyeri dada yang hilang setelah istirahat dan hasil foto toraks normal
b)
Nyeri dada khas iskemik disertai perubahan segmen ST pada EKG dan peningkatan biomarker jantung
c)
Tekanan darah meningkat disertai sesak napas dan edema perifer
d)
Riwayat hipertensi lama dengan denyut nadi tidak teratur
e)
Nyeri dada yang dipengaruhi oleh perubahan posisi tubuh
6.
Seorang laki-laki 30 tahun, diagnosa Sepsis, Pasien sudah 3 hari di rawat tapi terus mengalami perburukan, dari monitor: TD : 80/40 mmhg, Nadi : 137 Kali/menit, RR 28 kali/menit, saturasi O2 95%, Suhu 35 C. hasil pengkajian area ekstremitas atas dan bawah sulit untuk dilakukan pemasangan infus. Setelah dilakuakan visite oleh dokter anatesi, dokter anatesi memutuskan pemasangan CVP dan melakukan inform consent pada keluarga tentang resiko yang akan terjadi, keluarga setuju. Perawat mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan, dokter dan perawat memakai alat pelindung diri, setealah area pemasangan di bersihkan dengan disinfektan maka langkah selanjutnya adalah
a)
Pembiusan local
b)
Penusukan oleh jarum CVP
c)
Pemasangan Duk Bolong
d)
Pelebaran area penusukan oleh pisau CVP
e)
Observasi Keadaan Pasien
7.
Sorang perawat jaga di ruang kebidanan melakukan penyuntikan procaine penicillin 2 juta unit secara IM pada pasien usia 45 tahun. Tiba – tiba pasien tidak sadarkan diri. Perawat langsung melakukan Pemeriksaan fisik, di ketahui TD : 50/Palpasi, nadi : 135 kali/menit, RR : 25 kali/menit, perawat dan dokter jaga langsung melakukan penatalaksaan syok sesuai standar oprasional prosedur. Manakah pernyataan di bawah ini yang sesuai dengan kasus di atas
a)
Syok Hipovolemik
b)
Syok Kardiogenik
c)
Syok Anafilaktik
d)
Syok Septik
e)
Syok Hipoglikemik
8.
Seorang pasien perempuan mengeluh nyeri dada hebat, berulang di Ruangan ICU dan mengalami syok Kardiogenik, Hasi Monitoring d EKG didapatkan adanya tambahan area infark yaitu ST elevasi dan Q patologis di Lead I, III dan aVF Apakah area jantung yang mengalami infark berdsarakan hasil EKG tersebut ?
a)
Inferior
b)
Posterior
c)
Anteroseptal
d)
Anterior
e)
lateral
9.
Seorang perempuan berusia 60 tahun dirawat di ICU dengan dengan diagnosis Ketoasidosis Diabetik.. Hasil pengkajian didapatkan pasien sesak napas, menggunakan otot-otot bantu napas , irama cepat dan dalam (kusmaull), TD; 160/90 mmHg, Frekuensi nadi 110x/menit, frekuensi napas 32x/menit. Apakah masalah keperawatan yang tepat pada pasien di atas ?
a)
Pola napas tidak efektif
b)
Gangguan pertukaran gas
c)
Penurunan curah jantung
d)
perfusi jaringan perifer tidak efektif
e)
Bersihan jalan napas tidak efektif
10.
Seorang laki-laki berusia 65 tahun dirawat di ICU dengan Ketoasidosis Diabetik. Hasil Pengkajian : Kesadaran menurun, pernapassan kusmaull dan napsas bau aseton TD : 150/90 mmHg, RR : 32x/menit. Pasien mendapat therapy insulin 30 unit per drip . Apakah tindakan keperawatan yang berkaitan dengan pemberian insulin pada pasien tersebut ?
a)
Monitor tanda tanda vital
b)
Monitor urin output
c)
Monitor ureum dan kreatinin darah
d)
Monitor Kadar glukosa darah dan Kalium
e)
Monitor glukosa dan keton urin
11.
Seorang perempuan 55 tahun dirawat di ICU dengan diagnosis Ketoasidosis Diabetik.. Hasil pengkajian: pasien sesak napas, menggunakan otot-otot bantu napas, irama cepat dan dalam (kusmaull), TD; 160/90 mmHg, HR 115x/menit, RR 30x/menit. Hasil pemeriksaan AGD PH 7,30, CO2 38, HCO3 20. Apakah gangguan keseimbnagan asam basa yang terjadi pada kasus tersebut ?
a)
Asidosis metabolic belum terkompensasi
b)
Asidosis metabolic terkompensasi Sebagian
c)
Asidosis metabolin terkompensasi penuh
d)
Alkalosis metabolilk terkompensasi Sebagian
e)
Alkalosis metabolic dan respiratorik
12.
Seorang laki laki dirawat di ruang Intermediet dengan diagnosis Gagal Ginjal Kronik dengan keluhan lemah, letih dan sesak napas , Hasil pemeriksaan didapatkan Tekanan Darah 90/50 mmHg, Nadi 120x/menit, Capilary Refill >3 detik, akral teraba dingin dan pucat, pernapasan 28x/menit. Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 6 mg/dl. Diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan berdasarkan data tersebut adalah ?
a)
Hipovolemi
b)
Resiko syok
c)
Perfusi perifer tidak efektik
d)
Resiko Gangguan sirkulasi spontan
e)
Penurunan curah jantung
13.
Gambaran EKG ini menunjukan apa ?
a)
Ventrikel Takikardi
b)
Ventrikel Fibrilasi
c)
Atrial fluter
d)
Atrial Fibrilasi
e)
Junctional
14.
Gambaran EKG ini menunjukan apa ?
a)
Ventrikel Takikardi
b)
Ventrikel Fibrilasi
c)
Atrial fluter
d)
Atrial Fibrilasi
e)
Junctional
15.
Gambaran EKG ini menunjukan apa ?
a)
Ventrikel Takikardi
b)
Ventrikel Fibrilasi
c)
Atrial fluter
d)
Atrial Fibrilasi
e)
Junctional
16.
Pasien perempuan 48 tahun dengan infeksi saluran kemih mengalami demam tinggi, hipotensi, dan peningkatan laktat. Perawat memahami bahwa laktat tinggi menunjukkan:
a)
Fungsi ginjal menurun
b)
Tanda peningkatan perfusi jaringan
c)
Metabolisme aerob meningkat
d)
Terjadi hipoperfusi jaringan
e)
Dehidrasi berat
17.
Pasien syok sepsis dengan MAP 55 mmHg dan output urin menurun. Perawat akan menjalankan intervensi awal sesuai bundle 1 jam SSC. Tindakan paling tepat adalah...
a)
Memberikan furosemide
b)
Memulai vasopressor sebelum cairan
c)
Memberikan bolus cairan kristaloid 30 mL/kg
d)
Membatasi pemberian cairan sampai MAP membaik
e)
Memberikan albumin konsentrasi tinggi
18.
Pasien syok sepsis menunjukkan kondisi: kulit dingin, nadi cepat, CRT memanjang, urine < 30 mL/jam, dan tekanan darah cenderung menurun. Analisis perawat menunjukkan kondisi tersebut mengarah pada:
a)
Perfusi adekuat
b)
Perfusi buruk dan syok progresif
c)
Kompensasi sempurna
d)
Kelebihan volume cairan
e)
Normalisasi hemodinamik
19.
laki-laki 70 tahun dirawat dengan sepsis akibat infeksi intraabdomen. Setelah pemberian cairan 30 mL/kg, TD 86/54 mmHg, MAP 58 mmHg. Data lain: CVP 6 mmHg, CRT > 3 detik, urine output 0,2 mL/kg/jam, laktat tetap tinggi (5 mmol/L). Analisis prioritas tindakan berikutnya:
a)
Berhenti memberikan cairan dan observasi
b)
Memulai vasopressor (norepinefrin)
c)
Memberikan dopamin untuk memperbaiki nadi
d)
Memberikan natrium bicarbonat
e)
Menurunkan target MAP
20.
Kriteria hasil untuk mengevaluasi keberhasilan dari rehidrasi cairan adalah
a)
Pasien Tidak haus
b)
Suhu Tubuh Normal
c)
Tekanan Darah Normal
d)
Urine Output 1cc/kgBB/Jam
e)
Urine Output 2cc/kgBB/Jam
21.
Laki-laki 43 tahun di rawat di HCU degan keluhan Sesak nafas, Frekuensi Nafas 29x/menit. Hasil Pemeriksaan Analisa gas darah : pH 7,49 , PaCO2 26, HCO3- 23, PaO2 99. Apakah hasil Analisa gas darah tersebut ?
a)
Asidosis Metabolik
b)
Asidosis Respiratorik
c)
Alkalosis metabolic
d)
Alkalosis Respiratorik
e)
Alkalosis terkompensasi
22.
Perawat C menetapkan tindakan keperawatan pada Tn. K yang mengalami ARDS, berikut manakah yang merupakan priotitas tindakan yang harus diselesaikan pada Tn. K?
a)
Memberikan support emosi kepada pasien
b)
Memperbaiki fungsi respirasi dan oksigenasi
c)
Memberikan informasi tentang proses penyakit, prognose
d)
Mempertahankan nutrisi adekuat untuk penyembuhan
e)
Mencegah komplikasi berat
23.
Perawat K merawat pasien dengan ARDS fase inflamatory, manakah intervensi mandiri keperawatan yang dapat dilakukan oleh perawat K tersebut?
a)
Pemasangan ventilator
b)
Pemasangan alat monitoring invasif
c)
Pengambilan darah untuk pemeriksaan AGD
d)
Pemberian oksigen terapi dengan NRM
e)
Chest physical therapy
24.
Ny. K umur 34 tahun mengalami ARDS pada stadium eksudatif dimana terjadi keruskan adasel alveolar tipe 1. Gangguan fungsi apakah yang mungkin terjadi pada Ny. K tersebut?
a)
Polanafas
b)
Bersihan jalan nafas
c)
Pertukaran gas
d)
Ventilasi
e)
Gangguan recoil paru
25.
Pasien laki-laki 50 tahun dirawat di ICU pasca pneumonia berat. Saat ini pasien sadar, terdaoat napas spontan, namun masih membutuhkan bantuan ventilator. Perawat dan dokter merencanakan proses weaning. Mode ventilator yang paling tepat adalah:
a)
CMV
b)
SIMV
c)
PSV
d)
CPAP
e)
PRVC
26.
Pasien 60 tahun dirawat di ICU dengan diagnosis stroke hemoragik. Hasil pengkajian neurologis: Mata membuka saat diberi rangsang nyeri, pasien hanya mengerang, pasien menarik ekstremitas saat diberi rangsang nyeri. Berapakah tingkat kesadaran pasien berdasarkan GCS?
a)
Compos mentis
b)
Apatis
c)
Sopor
d)
Delirium
e)
Koma
27.
Seorang laki-laki 46 tahun dirawat di ICU dengan akibat cedera kepala berat setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Pasien mengalami penuruna kesadaran, GCS: 3. Tindakan yang dapat diberikan kepada pasien adalah
a)
Supinasi
b)
Trendelenburg
c)
Head-up 30° dengan kepala netral
d)
Fowler tinggi 90°
e)
Pronasi
28.
Seorang peremupuan 45 tahun dirawat di ICU dengan diagnosis ARDS. Pasien terpasang ventilator mekanik dengan PaO₂/FiO₂ ratio < 150 mmHg. Tim perawat mempertimbangkan posisi pronasi. Berdasarkan EBP tujuan utama tindakan tersebut adalah....
a)
Mengurangi kebutuhan sedasi dan analgesik
b)
Meningkatkan ventilasi alveolar dan oksigenasi
c)
Menurunkan tekanan intrakranial
d)
Mempercepat proses penyapihan ventilator
e)
Mencegah terjadinya aspirasi
29.
Seorang pasien laki-laki 65 tahun dirawat di ICU dengan diagnosis sepsis berat. Pasien mengalami tekanan darah fluktuatif, frekuensi napas 32x/menit, GCS 11, dan terpasang ventilator mekanik serta pompa infus vasopressor. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasien termasuk dalam kategori pasien kritis karena …
a)
Mengalami gangguan psikologis akibat lingkungan ICU
b)
Membutuhkan perawatan jangka panjang di rumah sakit
c)
Mengalami ketidakstabilan fisiologis yang mengancam kehidupan
d)
Mengalami penyakit kronis yang memerlukan pemantauan rutin
e)
Membutuhkan dukungan keluarga secara intensif
30.
Seorang laki-laki 62 tahun datang dengan keluhan sesak napas, orthopnea, dan edema ekstremitas bawah. Pasien memiliki riwayat gagal jantung kongestif. Pemeriksaan: TD 160/95 mmHg, RR 28x/menit, dan terdengar ronkhi basah bilateral. Intervensi yang dapat menurunkan preload jantung dan memperbaiki status pernapasan pasien adalah..
a)
Memposisikan pasien supinasi
b)
Memposisikan pasien pronasi
c)
Memposisikan pasien head-up (semi-Fowler)
d)
Memposisikan pasien trendelenburg
e)
Memposisikan pasien lateral kanan
31.
Gambaran EKG menunjukan hasil tidak terdapat gelombang P dan kompleks QRS yang lebar menunjukkan sumber masalahnya terletak pada...
a)
Sinus
b)
Atrial
c)
Ventrikel
d)
Pulmonal
e)
Katup
32.
Seorang pasien perempuan 50 tahun dengan DM tipe 2 datang kontrol ke puskesmas. Gula darah puasa 180 mg/dL. Pasien mengatakan sering lupa menjaga pola makan. Intervensi keperawatan paling tepat adalah...
a)
Menganjurkan puasa berkepanjangan
b)
Memberikan edukasi diet seimbang dan jadwal makan teratur
c)
Menganjurkan konsumsi gula untuk mencegah hipoglikemia
d)
Membatasi cairan tanpa indikasi
e)
Menghentikan terapi obat
33.
Pasien perempuan 25 tahun mengalami penurunan GCS menjadi 8, pupil anisokor, pasien tidak dapat berkomunikasi dengan baik, bicara pelo, hemiparase dan ICP meningkat, diagnosa keperawatan prioritas adalah...
a)
Gangguan mobilitas fisik
b)
Nyeri akut
c)
Penurunan kapasitas adaptif intrakranial
d)
Defisit perawatan diri
e)
Gangguan komunikasi verbal
34.
Pasien laki-laki 28 tahun dirawat di ICU pasca kecelakaan lalu lintas dengan cedera kepala sedang, terpasang monitor invasif. GCS 10, TD 150/90 mmHg, HR 52x/menit, RR 22x/menit. Pengkajian prioritas pada kasus tersebut adalah...
a)
Status nutrisi enteral
b)
Tingkat kesadaran dan refleks pupil
c)
Keseimbangan cairan
d)
Status psikososial keluarga
e)
Pola tidur
35.
Seorang pasien laki-laki 50 tahun dengan riwayat muntah berulang akibat obstruksi usus. Hasil AGD: pH : 7,45, PaCO₂ : 48 mmHg, HCO₃⁻ : 32 mEq/L. Gangguan asam–basa yang dialami pasien adalah …
a)
Alkalosis metabolik tidak terkompensasi
b)
Alkalosis metabolik terkompensasi sebagian
c)
Alkalosis metabolik terkompensasi penuh
d)
Alkalosis respiratorik terkompensasi sebagian
e)
Asidosis respiratorik terkompensasi penuh
36.
Seorang laki-laki 58 tahun dirawat dengan diagnosis stroke hemoragik. Pasien memiliki riwayat hipertensi tidak terkontrol dan muntah proyektil. Pasien terpasang ETT dan ventilator dengan GCS 8, TD 200/110 mmHg, HR 48 x/menit, RR 20 x/menit, Diagnosa prioritas pada pasien tersebut adalah...
a)
Gangguan mobilitas fisik
b)
Pola napas tidak efektif
c)
Penurunan kapasitas adaptif intrakranial
d)
Defisit perawatan diri
e)
Gangguan komunikasi
37.
Seorang laki-laki 55 tahun dirawat di ICU dengan Hasil pengkajian: GCS 8, TD 180/95 mmHg, HR 48 x/menit, pasien muntah proyektil, pupil kiri midriasis dan CT-scan menunjukkan edema serebri. Intervensi farmakologis pada kondisi pasien di atas adalah...
a)
Pemberian antihipertensi oral
b)
Pemberian sedatif dosis tinggi
c)
Pemberian manitol intravena
d)
Pemberian cairan hipotonik
e)
Pemberian analgesik opioid
38.
Pasien laki-laki 58 tahun di ICU dengan pneumonia berat. ABG: PaO₂ 52 mmHg dengan FiO₂ 0,6. RR 32x/menit, penggunaan otot bantu napas. Indikasi utama pemasangan ventilator mekanik pada pasien ini adalah...
a)
Penurunan kesadaran
b)
Gagal napas hiperkapnia
c)
Gagal napas hipoksemia
d)
Kelelahan psikologis
e)
Hipertensi
39.
Hasil EKG menunjukan gambaran dibawah ini, maka interpretasi dari hasil EKG tersebut adalah...
a)
Atrial Fibrilasi
b)
Atrial Flutter
c)
Ventrikel Takikardi
d)
Ventrikel Fibrilasi
e)
Junctional Takikardi
40.
Perawat A merupakan perawat ICU yang sudah bekerja 14 tahun, saat dihadapkan dengan pengambilan keputusan terkait kondisi klinik pasien perawat tersebut melakukan diskusi. Hal tersebut menunjukan harus memiliki kemampuan...
a)
Pengetahuan dan keterampilan klinis yang baik dan terintegerasi
b)
Komunikasi efektif dalam kondisi darurat
c)
Ketahanan emosional baik
d)
Kemampuan koping yang baik
e)
Kepekaan etik dan profesionalisme
41.
Seorang laki-laki 68 tahun datang ke IGD dengan keluhan penurunan kesadaran, haus berlebihan, dan sering berkemih sejak 1 minggu terakhir. Riwayat DM tipe 2 tidak terkontrol. Hasil pemeriksaan: GDS: 780 mg/dL Osmolalitas serum: >320 mOsm/kg pH darah: 7,38 Keton urin: negatif Turgor kulit buruk, mukosa mulut kering Data pengkajian yang paling khas menunjang diagnosis HHNK adalah:
a)
penurunan kesadaran
b)
napas kusmaul
c)
hiperglikemia dan hiperosmolaritas
d)
keton urin positif
e)
turgor kulit buruk dan mukosa mulut kering
42.
Seorang perempuan usia 57 tahun dengan HHNK menunjukkan tanda hipotensi, nadi cepat, turgor kulit menurun, dan output urin menurun. Diagnosis keperawatan prioritas adalah...
a)
perfusi perifer tidak efektif
b)
gangguan sirkulasi spontan
c)
risiko penurunan curah jantung
d)
hipovolemia
e)
risiko perfusi renal tidak efektif
43.
Seorang perempuan 25 tahun dengan DM tipe 1 datang dengan keluhan mual, muntah, nyeri perut, dan napas cepat. Hasil pemeriksaan: GDS: 420 mg/dL, pH darah: 7,18, HCO₃⁻: 10 mEq/L, Keton urin: positif +++, Napas: dalam dan cepat Temuan yang paling menunjukkan kondisi KAD adalah...
a)
hiperglikemia
b)
napas dalam dan cepat
c)
hiperosmolaritas
d)
asidosis metabolik dengan ketosis
e)
dehidrasi ringan
44.
Sorang laki-laki usia 50 tahun dengan KAD sedang mendapatkan terapi cairan dan insulin intravena. Kalium serum awal: 3,1 mEq/L. Tindakan keperawatan yang paling tepat adalah:
a)
melanjutkan insulin dosis penuh
b)
menghentikan cairan intravena
c)
memantau EKG dan kolaborasi pemberian kalium
d)
memberikan bikarbonat segera
e)
menghentikan insulin dan observasi
45.
Perawat N melakukan pengkajian tanda dan gejala hipovolemia pada pasien KAD, antara lain KECUALI
a)
hematokrit menurun
b)
turgor kulit menurun
c)
nadi teraba lemah
d)
frekuensi nadi meningkat
e)
tekanan nadi menyempit
46.
Seorang laki-laki 56 tahun dirawat di ruang HCU dengan hipertensi dan diabetes melitus. Pasien mengeluh cepat lelah, nafsu makan menurun, dan bengkak pada kedua tungkai. Hasil pemeriksaan: TD: 160/95 mmHg, Edema pretibial (+2), Hb: 9 g/dL, Ureum dan kreatinin meningkat, GFR: 25 mL/menit/1,73 m² Data pengkajian yang paling menunjukkan CKD stadium lanjut adalah:
a)
tekanan darah meningkat
b)
ureum meningkat
c)
kreatinin meningkat
d)
edema tungkai
e)
GFR < 60 mL/menit disertai anemia
47.
Seorang laki-laki 34 tahun di rawat di ICU dengan CKD stadium 4 menunjukkan edema generalisata, peningkatan berat badan 3 kg dalam 1 minggu, tekanan darah meningkat dan sesak ringan, oliguria. Diagnosa keperawatan prioritas adalah
a)
pola napas tidak efektif
b)
gangguan eliminasi urin
c)
hipervolemia
d)
perfusi perifer tidak efektif
e)
perfusi miokard tidak efektif
48.
Seorang laki-laki usia 58 tahun dengan CKD on HD. Pasien mendapat terapi diuretik. Efek samping dari terapi tersebut adalah
a)
hipotensi ortostatik
b)
hiperkalemia
c)
hipervolemia
d)
hipernatremia
e)
hipertensi ortostatik
49.
Seorang laki-laki 62 tahun dirawat dengan pneumonia. Sejak pagi pasien tampak bingung, napas cepat, dan tekanan darah menurun. Hasil pengkajian: TD: 90/60 mmHg, RR: 26 x/menit, Suhu: 38,9°C, SpO₂: 92% RA, Kesadaran: GCS 13 Temuan pengkajian yang paling mengarah pada kecurigaan sepsis adalah...
a)
demam tinggi
b)
hipotensi
c)
pernapasan meningkat dan penurunan kesadaran
d)
SpO2 menurun ringan
e)
batuk produktif
50.
Perawat S melakukan pengkajian pada pasien dengan sepsis. Pasien menunjukkan hipotensi persisten, lemah, kulit dingin, CRT > 3 detik dan penurunan produksi urin, suhu 38C. Diagnosis keperawatan prioritas adalah ...
a)
perfusi perifer tidak efektif
b)
hipertermi
c)
risiko infeksi
d)
intoleransi aktifitas
e)
penurunan curah jantung
51.
Perawat N melakukan pengkajian pada pasien dengan sepsis. Hasil TD 85/55 mmHg, laktat meningkat, dan urin < 0,5 mL/kg/jam. Intervensi keperawatan awal yang paling tepat adalah:
a)
memberikan antipiretik oral
b)
menganjurkan tirah baring
c)
kolaborasi pemberian cairan kristaloid cepat
d)
menunda tindakan sampai hasil kultur keluar
e)
memberikan diuretik
52.
Pasien terdiagnosis sepsis akibat infeksi saluran kemih. Dokter merencanakan antibiotik intravena spektrum luas. Tindakan keperawatan yang paling tepat sebelum pemberian antibiotik adalah:
a)
memberikan antibiotik segera tanpa persiapan
b)
mengambil kultur darah dan urin
c)
menunggu hasil sensitivitas antibiotik
d)
menghentikan terapi cairan
e)
memberikan analgesik terlebih dahulu
53.
Seorang laki-laki 64 tahun datang dengan kelemahan mendadak sisi kanan tubuh dan bicara pelo sejak ±2 jam lalu. Riwayat hipertensi. Hasil pengkajian: TD 170/95 mmHg, GCS 14, Kekuatan otot ekstremitas kanan 2/5, CT-scan kepala non-kontras: tidak tampak perdarahan. Perawat melakukan penilaian defisit neurologis menggunakan NIHSS dan mempersiapkan alur stroke akut. Intervensi keperawatan berbasis evidence yang paling tepat adalah:
a)
memberikan antihipertensi agresif hingga TD <120/80 mmHg
b)
menunda tindakan sampai 24 jam observasi
c)
memastikan jalur intravena dan kolaborasi terapi reperfusi segera
d)
memberikan cairan hipotonik untuk menurunkan edema serebri
e)
melakukan latihan ROM aktif segera
54.
Seorang perempuan 70 tahun dirawat 5 hari dengan kateter urin menetap. Pasien mengeluh nyeri suprapubik, urin keruh dan berbau. Suhu 38,3°C. Hasil urinalisis menunjukkan leukosit meningkat. Tindakan keperawatan berbasis evidence untuk menurunkan risiko dan menangani CAUTI (infeksi saluran kemih terkait kateter) adalah:
a)
mengganti antibiotik empiris tanpa evaluasi
b)
mempertahankan kateter selama pasien tirah baring
c)
melepas kateter sesegera mungkin bila tidak ada indikasi
d)
mengganti kantong urin setiap hari secara rutin
e)
melakukan irigasi kateter rutin dengan antiseptik
55.
Seorang laki-laki 58 tahun dirawat di ICU dengan nyeri dada dan sesak napas. Monitor menunjukkan irama tidak teratur. Dokter meminta perekaman EKG 12 sadapan untuk evaluasi lebih lanjut. Pasien tampak cemas dan berkeringat. Tindakan keperawatan yang PALING tepat sebelum perekaman EKG adalah:
a)
meminta pasien duduk agar napas lebih lega
b)
membersihkan kulit dan melepas benda logam di area elektroda
c)
memberikan oksigen aliran tinggi terlebih dahulu
d)
mengoleskan gel antiseptik pada elektroda
e)
menunda EKG sampai pasien tenang
56.
Seorang pasien pasca-infark miokard tiba-tiba tidak sadar. Monitor jantung menunjukkan gelombang kacau, tidak tampak kompleks QRS yang jelas, denyut nadi tidak teraba. Interpretasi dan tindakan keperawatan paling tepat adalah:
a)
atrial fibrillation – berikan beta blocker
b)
ventricular tachycardia stabil – kardioversi terencana
c)
ventricular fibrillation – lakukan defibrilasi segera
d)
asystole – berikan atropin
e)
sinus bradikardia – pasang pacing transkutan
57.
Seorang pasien sepsis dengan napas cepat dan dalam. Hasil Analisis Gas Darah: pH: 7,25 PaCO₂: 28 mmHg HCO₃⁻: 12 mEq/L Interpretasi keseimbangan asam–basa yang tepat adalah:
a)
asidosis respiratorik tanpa kompensasi
b)
alkalosis respiratorik tanpa kompensasi
c)
asidosis metabolik dengan kompensasi respiratorik
d)
alkalosis metabolik dengan kompensasi respiratorik
e)
campuran asidosis respiratorik dan metabolik
58.
Seorang laki-laki, usia 57 tahun dirawat dengan stroke hemoragik. Hasil pengkajian GCS respon membuka mata dengan rangsang nyeri, terpasang OPA, fleksi abnormal. Apakah hasil dari penilaian tersebut ?
a)
E3 V1 M3
b)
E3 V2 M2
c)
E2 Vterpasang OPA M3
d)
E2 V2 M2
e)
E2 Vterpasang OPA M2
59.
Seorang laki-laki datang ke IGD dengan ketoasidosis diabetikum. Hasil pengkajian kesadaran menurun, terdapat bunyi gurgling . Kondisi ini akan mengakibatkan bersihan jalan napas tidak efektif. Keadaan ini dapat disebabkan …
a)
adanya suara gargling
b)
defisit pengetahuan
c)
adanya gangguan neurologi
d)
tekanan darah yang tinggi
e)
hilangnya refleks batuk dan menelan
60.
Seorang perempuan usia 50 tahun dirawat dengan Ketoasidosis Diabetikum. Efek metabolik pemberian insulin pada pasien tersebut adalah....
a)
menghentikan suplai asam lemak bebas
b)
meningkatkan gluconeogenesis hepatic
c)
menurunkan sintesa protein
d)
memulihkan sirkulasi cairan
e)
mencegah hipokalemia
61.
Seorang laki-laki 62 tahun dirawat di ruang ICU dengan post ACS (STEMI anterior) hari ke-2 setelah dilakukan Primary PCI. Hasil pengkajian: Pasien terpasang monitor jantung kontinu, tirah baring ketat, dan masih mendapatkan terapi antikoagulan dosis rendah. Kesadaran CM, TD stabil, namun tampak jarang menggerakkan ekstremitas bawah karena takut nyeri dada muncul kembali. Apakah Intervensi keperawatan paling tepat untuk meningkatkan aliran darah dan mencegah terjadinya Deep Vein Thrombosis (DVT)?
a)
Membatasi mobilisasi ekstremitas bawah sampai pasien benar-benar bebas nyeri dada
b)
Melakukan latihan Range of Motion (ROM) pasif dan aktif ekstremitas bawah secara teratur
c)
Memposisikan pasien dengan elevasi kepala tempat tidur > 60° secara kontinu
d)
Mengobservasi tanda vital tanpa memberikan intervensi tambahan
e)
Menghindari penggunaan stocking kompresi karena risiko gangguan perfusi
62.
Seorang laki laki 60 tahun, dirawat di ICCU dengan STEMI komplikasi Gagal Jantung Kongestif. Hasil pengkajian: lemah dan sesak napas; TD 100/50 mmHg, HR 120x/menit, nadi perifer menurun, CRT >3 detik, akral teraba dingin dan pucat, pernapasan 28x/menit. Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 10 mg/dl Apakah Masalah keperawatan utama yang dapat ditegakkan berdasarkan data tersebut?
a)
Hipovolemi
b)
Resiko syok
c)
Perfusi perifer tidak efektik
d)
Gangguan sirkulasi spontan
e)
Penurunan curah jantung
63.
Seorang laki-laki 55 tahun dirawat di ruang intensive Cardiac Care (ICCU) dengan keluhan nyeri dada yang berlangsung terus-menerus disertai napas pendek , pucat, berkeringat dingin dan pusing . pasien sudah mendapatkan penanganan dengan pemberian Nitrogliserin sublingual, setelah 5 menit pemberian pasien menyampaikan nyeri dada nya tidak berkurang Apakah Tindakan kolaborasi selanjutnya yang dilakukan oleh perawat ?
a)
Memberikan Nitrogliserin sublingual yang kedua
b)
Memberikan Aspirin dengan dikunyah
c)
Memberikan Oksigen 2-4 liter/menit
d)
Memberikan Morphin Intra Vena
e)
Memberikan clopidogrel oral
64.
Seorang laki-laki berusia 65 tahun dirawat di ruang ICU dengan diagnosis post Acute Coronary Syndrome (NSTEMI) hari ke-3 perawatan. Pasien masih tirah baring dengan pemantauan ketat. Hasil pengkajian : penurunan kesadaran; TD. 55/30 mmHg, frekuensi denyut nadi 45x/menit, frekuensi napas 10 x/menit. Apakah masalah keperawayan yang paling tepat untuk kasus di atas ?
a)
Gangguan ventilasi spontan
b)
Penurunan curah jantung
c)
Perfusi perifer tidak efektif
d)
Gangguan sirkulasi spontan
e)
Resiko syok
65.
Seorang laki-laki berusia 58 tahun dirawat di ruang ICU dengan riwayat Infark Mycard Akut anterior 24 jam yang lalu. Pasien terpasang monitor jantung kontinu. Tiba-tiba pasien mengeluh dada berdebar hebat, pusing, dan terasa ingin pingsan. Pada monitor tampak irama jantung cepat dan teratur dengan frekuensi sekitar 160x/menit, kompleksQRS melebar (0,12 detik), dan gelombang P tidak tampak jelas. Tekanan darah menurun menjadi 85/60 mmHg, nadi perifer teraba lemah, kulit dingin dan lembap, serta pasien tampak gelisah. Apakah gangguan irama jantung yang dialami pasien di atas ?
a)
Supraventricular Tachycardia (SVT)
b)
Atrial Fibrillation
c)
Ventricular Tachycardia
d)
Ventricular Fibrillation
e)
Sinus Tachycardia
66.
Seorang laki-laki, 67 tahun dengan riwayat gagal jantung tiba di ruang ICU dengan keluhan sesak berat. Pasien tampak lemah, pucat, berkeringat dingin, tekanan darah 80,55 mmHg, frekuensi nadi 120x/menit, lemah, urin < 20 ml/jam dan ekstremitas dingin. Berdasarkan kondisi tersebut, Apakah intervensi keperawatan prioritas yang paling tepat ?
a)
Memposisikan pasien semi-Fowler dan memberikan oksigen tambahan
b)
Memantau tekanan darah, nadi, dan saturasi oksigen secara berkala
c)
Membatasi asupan cairan sesuai program terapi
d)
Mengatur diet rendah natrium dan rendah lemak
e)
Menganjurkan tirah baring total untuk menurunkan kebutuhan oksigen
67.
Seorang laki-laki usia 56 tahun dirawat di ruang perawatan dengan diagnosis sepsis akibat pneumonia. Hasil pengkajian menunjukkan pasien tampak gelisah, kulit hangat, suhu tubuh 39°C, tekanan darah 120/80 mmHg, frekuensi napas 22 kali/menit, dan saturasi oksigen 95%. Selama observasi awal, perawat mencatat adanya perubahan pada tanda vital pasien yang mengindikasikan respons kompensasi tubuh terhadap gangguan perfusi jaringan.
a)
Hipotensi
b)
Bradikardi
c)
Takikardi
d)
Oliguria
e)
Penurunan tingkat kesadaran
68.
Seorang perempuan usia 62 tahun datang ke IGD dengan keluhan demam tinggi, lemah, dan napas cepat sejak dua hari terakhir. Hasil pengkajian menunjukkan suhu 39,2°C, frekuensi napas 26 kali/menit, nadi 112 kali/menit, tekanan darah 100/65 mmHg, dan pengisian kapiler memanjang. Pasien didiagnosis sepsis akibat infeksi saluran kemih. Dokter menginstruksikan pemberian cairan intravena segera sebagai bagian dari penatalaksanaan awal sepsis Apakah tujuan utama pemberian cairan pada fase awal pada pasien dengan sepsis?
a)
Menurunkan suhu tubuh pasien
b)
Meningkatkan perfusi jaringan dan curah jantung
c)
Mengurangi respons inflamasi sistemik
d)
Mencegah terjadinya gagal organ multipel
e)
Menurunkan kebutuhan oksigen jaringan
69.
Seorang laki-laki, 58 tahun dirawat di ICU dengan diagnosis sepsis berat akibat infeksi intraabdomen. Pasien telah mendapatkan resusitasi cairan sesuai protokol, dengan tekanan darah stabil (MAP 70 mmHg), nadi 96 kali/menit, dan diuresis adekuat. Hasil pemeriksaan lab serial menunjukkan kadar laktat tetap meningkat meskipun status hemodinamik tampak membaik. Apakah penyebab paling mungkin dari kondisi tersebut ?
a)
Hipoperfusi jaringan yang menetap akibat gangguan mikrosirkulasi
b)
Kelebihan volume cairan intravaskular
c)
Penurunan suhu tubuh akibat terapi cairan
d)
Eliminasi laktat yang berlebihan melalui ginjal
e)
Peningkatan produksi insulin endogen
70.
Seorang laki-laki 60 tahun dengan diagnosis sepsis akibat pneumonia dan menggunakan ventilator mekanik sejak 4 hari lalu. Setelah terapi antibiotik dan suportif, kondisi pernapasan pasien menunjukkan perbaikan. Hasil evaluasi PaO₂/FiO₂ membaik, frekuensi napas spontan adekuat, hemodinamik stabil, dan pasien tampak mengikuti perintah sederhana. Tim perawat dan dokter merencanakan penyesuaian pengaturan ventilator secara bertahap. Apa prioritas penurunan pengaturan ventilator pada pasien tersebut?
a)
Tekanan inspirasi (PIP)
b)
Positive End-Expiratory Pressure (PEEP)
c)
Fraksi oksigen inspirasi (FiO₂)
d)
Volume tidal (VT)
e)
Laju aliran inspirasi
71.
Seorang perempuan usia 55 tahun dirawat di ICU dengan diagnosis syok sepsis akibat infeksi saluran kemih. Hasil pengkajian menunjukkan tekanan darah 85/55 mmHg, nadi 124 kali/menit, frekuensi napas 28 kali/menit, suhu 39°C, dan diuresis menurun. Pasien tampak lemah dan gelisah. Tim medis telah menegakkan diagnosis syok sepsis dan perawat segera melakukan tindakan keperawatan prioritas. Apakah intervensi keperawatan terpenting pada pasien dengan syok sepsis?
a)
Mempertahankan jalan napas dan meningkatkan oksigenasi jaringan
b)
Memberikan cairan intravena secara agresif untuk mempertahankan perfusi
c)
Mengontrol suhu tubuh dengan kompres hangat
d)
Memberikan edukasi kepada keluarga tentang kondisi pasien
e)
Memantau keseimbangan cairan setiap 8 jam
72.
Seorang laki-laki usia 63 tahun dirawat dengan diagnosis sepsis akibat pneumonia. Selama 24 jam perawatan, perawat mencatat penurunan jumlah urin menjadi ±300 mL/hari. Pasien tampak lemah, dengan tekanan darah 95/60 mmHg dan nadi 110 kali/menit. Kondisi ini menimbulkan kecurigaan awal terjadinya gangguan fungsi ginjal akibat sepsis Pada pasien sepsis yang mulai menunjukan tanda gagal ginjal, Apakah pemeriksaan laboratorium awal yang penting?
a)
Kadar ureum dan kreatinin serum
b)
Kadar hemoglobin dan hematokrit
c)
Kadar elektrolit natrium dan klorida
d)
Kadar enzim hati (AST dan ALT)
e)
Pemeriksaan gas darah arteri
73.
Seorang laki-laki usia 59 tahun dirawat di ICU dengan diagnosis syok sepsis akibat pneumonia. Pasien telah mendapatkan resusitasi cairan adekuat, namun tekanan darah tetap rendah (MAP 58 mmHg). Dokter menginstruksikan pemberian vasopressor noerpineprin melalui infus kontinu. Perawat menyiapkan dan memantau terapi tersebut sesuai standar keselamatan pasien. Apakah tindakan keperawatan yang paling tepat saat memberikan vasopressor norepineprin?
a)
Memantau tekanan darah secara kontinu dan mempertahankan MAP ≥ 65 mmHg
b)
Memberikan cairan hipotonik untuk mencegah vasokonstriksi
c)
Menghentikan infus jika pasien mengalami takikardi ringan
d)
Mengatur posisi pasien semi-Fowler untuk meningkatkan perfusi ginjal
e)
Mengurangi frekuensi pemantauan tanda vital setelah tekanan darah stabil
74.
Seorang laki-laki usia 52 tahun dirawat di ruang perawatan dengan diagnosis sepsis akibat infeksi saluran pernapasan. Hasil pengkajian menunjukkan suhu 38,9°C, nadi 104 kali/menit, frekuensi napas 24 kali/menit, tekanan darah 115/75 mmHg, dan saturasi oksigen 96%. Pasien tampak lemah dan gelisah, namun belum menunjukkan tanda hipotensi atau syok. Perawat segera menyusun rencana asuhan keperawatan untuk mencegah perburukan kondisi. Apakah priorkritas utama asuhan keperawatan pada pasien sepsis sebelum muncul syok?
a)
Mencegah terjadinya gangguan perfusi jaringan
b)
Mempertahankan keseimbangan cairan jangka panjang
c)
Mengurangi kecemasan pasien dan keluarga
d)
Menjaga kenyamanan dan kualitas tidur pasien
e)
Memberikan edukasi terkait penyakit sepsis
75.
Seorang laki-laki usia 67 tahun datang ke IGD dengan keluhan demam dan sesak napas sejak dua hari terakhir. Pasien memiliki riwayat diabetes melitus. Hasil pengkajian awal menunjukkan frekuensi napas 24 kali/menit, tekanan darah 95/60 mmHg, dan pasien tampak bingung saat diajak berkomunikasi. Perawat melakukan penilaian cepat untuk mengidentifikasi risiko sepsis menggunakan qSOFA. Apakah parameter utama yang digunakan dalam penilaian qSOFA?
a)
Frekuensi napas, tekanan darah sistolik, dan status mental
b)
Suhu tubuh, nadi, dan tekanan darah diastolik
c)
Saturasi oksigen, pH darah, dan laktat serum
d)
Frekuensi napas, kadar laktat, dan diuresis
e)
Tekanan darah sistolik, hemoglobin, dan leukosit
76.
Seorang laki-laki usia 60 tahun dirawat di IGD dengan diagnosis sepsis akibat infeksi saluran pernapasan. Selama pemantauan, kondisi pasien memburuk dengan tekanan darah 80/50 mmHg, nadi 128 kali/menit, frekuensi napas 30 kali/menit, kulit dingin dan lembap, serta penurunan produksi urin. Pasien tampak gelisah dan kesadaran menurun. Perawat segera melakukan tindakan keperawatan prioritas.
a)
Memberikan resusitasi cairan intravena cepat dan adekuat
b)
Memberikan antipiretik untuk menurunkan suhu tubuh
c)
Mengatur posisi pasien semi-Fowler
d)
Memberikan edukasi kepada keluarga tentang kondisi pasien
e)
Menunda intervensi hingga hasil laboratorium lengkap
77.
Seorang laki-laki usia 28 tahun dirawat di ICU setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Pasien mengalami cedera kepala sedang dengan nilai GCS 12 (E3 V4 M5). Hasil CT-scan menunjukkan edema serebri ringan tanpa perdarahan masif. Tanda vital relatif stabil, namun pasien tampak gelisah dan mengeluh sakit kepala hebat. Apakah intervensi keperawatan yang tepat untuk mencegah peningkatan tekanan intra kranial?
a)
Memposisikan kepala tempat tidur elevasi ±30° dengan posisi kepala midline
b)
Memberikan cairan hipotonik untuk mempertahankan hidrasi
c)
Melakukan suction endotrakeal secara rutin tanpa indikasi
d)
Menurunkan kesadaran pasien dengan stimulasi berulang
e)
Menjaga posisi fleksi leher untuk meningkatkan aliran vena
78.
Seorang perempuan usia 64 tahun masuk IGD dengan penurunan kesadaran mendadak dan kelemahan sisi kanan tubuh sejak 2 jam sebelum masuk rumah sakit. Hasil pengkajian menunjukkan GCS 13, tekanan darah 190/100 mmHg, nadi 88 kali/menit, dan refleks menelan menurun. Apakah Intervensi keperawatan prioritas pada kasus di atas ?
a)
Memastikan jalan napas paten dan mencegah aspirasi
b)
Menurunkan tekanan darah secara agresif
c)
Memberikan latihan ROM pasif sedini mungkin
d)
Mengatur posisi semi-Fowler untuk kenyamanan
e)
Memberikan edukasi rehabilitasi jangka panjang
79.
Seorang laki-laki 62 tahun dirawat di ruang Intermediet. Hasil pengkajian: sakit kepala hebat mendadak disertai muntah proyektil dan penurunan kesadaran. Riwayat hipertensi tidak terkontrol; GCS 11 (E3 V3 M5), tekanan darah 210/110 mmHg, nadi 54 kali/menit, dan pupil kiri lebih besar dibanding kanan. CT-scan kepala menunjukkan perdarahan intraserebral luas dengan efek massa. Apakah masalah keperawatan utama yang mungkin terjadi pada pasien stroke hemoragik di atas ?
a)
Penurunan kapasitas adaptif intrakranial
b)
Ketidakefektifan bersihan jalan napas
c)
Gangguan perfusi jaringan perifer
d)
Gangguan sirkulasi spontan
e)
Nyeri akut
80.
Seorang laki-laki 54 tahun dirawat di ICU dengan diagnosis sepsis akibat infeksi intraabdomen. Pasien tampak sesak, napas cepat dan dalam. Hasil pemeriksaan AGD: pH 7,32, PaCO₂ 30 mmHg, dan HCO₃⁻ 16 mEq/L. Frekuensi napas 28 kali/menit dan pasien tampak gelisah. Apakah interpretasi keseimbangan asam-basa pasien yang paling tepat ?
a)
Asidosis metabolik tidak terkompensasi
b)
Asidosis respiratorik terkompensasi sebagian
c)
Asidosis metabolik terkompensasi sebagian
d)
Alkalosis respiratorik terkompensasi penuh
e)
Alkalosis metabolik tidak terkompensasi