Font size
WorksheetsRespirologi 1.1
Total questions: 85
Worksheet time: 43mins
An. Charleen berusia 12 tahun dibawa orang tuanya ke RS dengan keluhan sesak napas sejak 1 hari yang lalu. Keluhan disertai batuk berdahak putih. Keluhan ini sering berulang 1–2 kali pada malam hari dalam seminggu. Diketahui pasien menderita rinitis alergi, dan ayah seorang perokok. Pada pemeriksaan didapatkan HR 107 kali/menit, RR 29 kali/menit, suhu 36,8°C, pernapasan cuping hidung dan wheezing. Gambaran radiologis tampak hiperlusen dan peningkatan corakan bronkovaskular. Diagnosis yang paling mungkin ialah…
PPOK
Bronkitis akut
Bronkiolitis
Asma bronkial
Tn. Gio, usia 29 tahun, datang ke IGD dengan keluhan sesak berat sejak sekitar 2 jam yang lalu. Keluhan disertai dengan adanya batuk, mengi dan rasa berat di dada. Pasien sudah diberikan nebulisasi 2 kali, namun keluhan tidak juga membaik. Sekitar 2 bulan yang lalu pasien pernah mengalami keluhan yang sama sampai pasien masuk IGD. Diketahui pasien memiliki riwayat penyakit asma dan pasien tidak pernah minum obat dengan patuh. Pemeriksaan fisik didapatkan pasien gelisah, denyut nadi 96x/menit, frekuensi napas 38x/menit, wheezing (−), penggunaan otot aksesori (+). Apakah diagnosis pada kasus ini adalah?
PPOK eksaserbasi
Asma serangan sedang
Asma serangan berat
Status asmatikus
Seorang perempuan berusia 25 tahun dibawa ke UGD RS dengan keluhan sesak yang semakin memberat sejak 3 hari yang lalu. Pasien sering terbangun malam karena sesak. Sebelumnya, pasien mengeluh batuk dengan dahak berwarna kehijauan dan demam yang dirasakan terus menerus. Pasien memiliki riwayat sesak pada usia 5 tahun yang hilang timbul dan terakhir kambuh 2 bulan yang lalu. Apakah tujuan penatalaksanaan yang paling tepat?
Menghilangkan faktor pencetus sesak
Menghilangkan kekambuhan
Mempertahankan faal paru
Menghilangkan obstruksi secepat mungkin
Tn. Wilson, usia 36 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak napas sejak 30 menit SMRS. Sesak napas ini merupakan serangan ke‑2 dalam satu minggu terakhir. Pasien juga terbangun merasakan sesak 3 kali saat malam hari dalam 1 bulan. Saat diperiksa, pasien masih dapat menceritakan kondisinya dengan kalimat yang terputus‑putus. Dari hasil pemeriksaan lain, didapatkan TD 130/80 mmHg, N 110x/menit, RR 30x/menit, T 37,5°C, dan wheezing di seluruh lapangan paru. Apakah diagnosis paling tepat pada kasus ini?
Asma intermiten ringan
Asma persisten ringan
Asma persisten sedang
Asma persisten berat
Tn. James, usia 26 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan sesak napas yang bertambah parah sejak 3 jam yang lalu. Riwayat sesak sudah sejak kecil (+). Pasien baru saja pindah ke daerah pegunungan. Dalam sebulan ini, sesak kambuh setiap hari tapi tidak terus menerus, terutama saat pasien terpapar udara dingin di pagi hari. Saat anamnesis pasien berbicara dalam penggal kalimat. Pemeriksaan fisik: kesadaran kompos mentis, pasien dalam posisi membungkuk kedepan, TD 120/80 mmHg, Nadi 122x/menit, RR 32x/menit, suhu 37 °C, wheezing +/− ronki +/−. Apa diagnosis yang paling tepat?
Asma intermiten serangan sedang
Asma persisten ringan serangan sedang
Asma persisten berat serangan berat
Asma persisten ringan serangan ringan
Tn. Toni, usia 25 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak napas. Keluhan sesak disertai batuk dan pilek sejak 3 hari ini dan menetap 1 jam SMRS. Dengan disangkal, pasien memiliki riwayat alergi debu dan ikan laut. Keluhan sesak sering dialami sejak pasien masih 1 tahun. Kambuhan tiap bulan 2–3 kali, dengan batuk dan kram disertai sesak napas 1–2 kali. Pasien tampak berjalan terbatas dan lelah dengan posisi duduk. Pada saat di IGD didapatkan TD 130/80 mmHg, N 110x/menit, RR 28x/menit T 36.7°C. Pada pemeriksaan fisik thoraks pasien tampak sesak, periksa inspirasi, mengi ( + ) diakhir ekspirasi. Pasien diberikan terapi nebulizer dengan ventolin, keluhan segera membaik. Apakah diagnosis yang paling tepat?
Asma eksaserbasi sedang, frekuensi persisten ringan
Asma eksaserbasi sedang, frekuensi persisten sedang
Asma eksaserbasi berat, frekuensi persisten sedang
Asma eksaserbasi berat, frekuensi persisten ringan
Seorang laki‑laki berusia 32 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sesak napas berbunyi yang hilang timbul sejak 6 bulan yang lalu. Keluhan muncul terutama malam hari. Keluhan disertai batuk berdahak berwarna putih. Ibu pasien memiliki riwayat keluhan yang sama. Pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/70 mmHg, denyut nadi 80x/menit, frekuensi napas 26 x/menit, aspirasi memanjang, suhu 37°C. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling tepat?
Spirometri
Skin prick test
Analisis gas darah
Foto toraks
Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke poliklinik dengan dengan keluhan sesak napas disertai bunyi mengi sejak semalam. Sebelumnya ia menderita flu selama seminggu. Batuk terasa teras disertai dahak kental, sulit dikeluarkan dan berwarna putih. Pasien sering mengalami sesak napas jika terlalu lelah, terkena debu atau asap. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 110/70 mmHg, denyut nadi 80x/menit, frekuensi napas 28x/menit, suhu 37,3 °C, dan wheezing (+) pada kedua lapangan paru. Apakah jenis farmakoterapi pilihan utama yang digunakan?
Leukotriene modifiers
Theofiline sustained‑release
β2 agonis inhalasi
Kortikosteroid peroral
Seorang perempuan berusia 18 tahun, datang diantar keluarganya ke UGD Rumah Sakit dengan keluhan sesak napas disertai mengi yang berat. Pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg, denyut nadi 110x/menit, frekuensi napas 32x/menit, suhu 36,5 °C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan wheezing pada kedua lapang paru. Apakah golongan obat lini pertama yang dapat diberikan?
Metilxantin inhalasi
Long Acting Muscarinic Antagonist inhalasi
Short Acting Muscarinic Antagonist inhalasi
Short Acting β2 Agonis inhalasi
Ny. Laura, usia 35 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan sesak napas sejak 2 jam lalu. Pasien memiliki riwayat asma intermiten. Keluhan sesak napas ini telah dialami pasien sejak 1 bulan yang lalu. Tanda vital TD 120/70 mmHg, HR 100x/menit, RR 20 kali/menit, T 37°C. Pemeriksaan fisik didapatkan wheezing +/−. Setelah dilakukan terapi, keluhan pasien reda dan pasien diperbolehkan pulang. Tatalaksana yang tepat diberikan untuk mencegah serangan pada pasien ini adalah?
Salmeterol inhalasi
Flutikason inhalasi
Dexametason oral
Salbutamol oral
Nn. Channela, usia 25 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak napas sejak satu hari ini. Keluhan disertai batuk apabila terpapar suhu dingin. Pasien diketahui memiliki riwayat rhinitis alergi. Pada pemeriksaan fisik: pasien tampak gelisah dan lebih suka posisi duduk. Pada pemeriksaan thorax didapatkan HR 110 x/menit, RR 30 x/menit, T 36,5°C, dan wheezing di kedua lapang paru. Terapi awal yang Anda berikan adalah…
Albuterol
Budesonide
Metilprednisolone
Flutikason
Nn. Laurie, usia 25 tahun, datang ke RS dengan keluhan sesak napas disertai mengi sejak 2 hari yang lalu. Pasien sering mengalami hal tersebut terutama pada malam atau dini hari. Keluhan dirasakan dua kali dalam satu minggu ini. Pada pemeriksaan tanda‑tanda vital didapatkan TD 120/80 mmHg, HR 80x/menit, RR 27x/menit dan suhu 36,7°C. Pemeriksaan thorax: didapatkan wheezing pada kedua lapangan paru. Terapi yang tepat untuk mencegah timbulnya sesak napas pada pasien di atas adalah…
Terbutalin inhaler
Salbutamol inhaler
Budesonide inhaler
Ipratropium bromide + Metilprednisolon
Nn. Dilyana usia 22 tahun datang ke UGD dengan sesak napas sejak 30 menit SMRS. Sesak napas disertai mengi. Pasien hanya bisa mengucapkan kata‑kata. Dua hari yang lalu pasien batuk dan pilek. Keluhan ini juga dialami pasien 1 bulan yang lalu. Pemeriksaan tanda vital TD 120/80mmHg, RR 28x/menit, HR 110x/menit, Suhu 36,6 °C. Pemeriksaan thorax didapatkan wheezing diseluruh lapang paru. Telah diberikan nebul salbutamol 2x namun tidak ada respon. Apakah tatalaksana selanjutnya yang tepat?
Steroid inhalasi + ipratropium bromide
Steroid intravena + ipratropium bromide
Salbutamol inhalasi + ipratropium bromide
Teofilin intravena + ipratropium bromide
Seorang laki‑laki berusia 40 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan utama batuk berdahak sejak 4 hari yang lalu. Tidak ada riwayat asma ataupun paparan lingkungan yang bermakna. Pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi 88 x/menit, frekuensi napas 24 x/menit, suhu 38°C. Pemeriksaan toraks didapatkan simetris, vesikuler normal, terdapat ronki basah menyebar di seluruh lapangan paru. Apakah diagnosis yang paling mungkin?
Bronkitis kronik
Karsinoma bronkus
Bronkiektasis
Bronkitis akut
Tn. Hugo usia 60 tahun, datang ke IGD rumah sakit dengan keluhan sesak napas. Keluhan sesak memang sering dirasakan pasien dan bersifat hilang timbul. Pasien juga mengeluhkan batuk berdahak berwarna putih sejak 2 tahun yang lalu. Pasien memiliki riwayat merokok sejak remaja. Tanda vital didapatkan TD 140/90mmHg, HR 90kali/menit, RR 29kali/menit, suhu 36,7°C. Pemeriksaan fisik didapatkan pelebaran sela iga, wheezing +/+, dan ronki +/+. Pada pemeriksaan radiologi didapatkan gambaran sebagai berikut. Diagnosis kasus di atas adalah…
Asma bronkial
Trakeitis kronik
Karsinoma paru
PPOK
Tn. Donni, usia 67 tahun dibawa ke IGD Rumah Sakit dengan keluhan sesak napas semenjak 2 hari ini. Keluhan disertai demam, mengi dan batuk berdahak. Keluhan sesak sebenarnya sudah dirasakan pasien sejak 2 tahun yang lalu, batuk berdahak awalnya bening namun berubah kehijauan. Pasien memiliki riwayat sudah merokok sejak 15 tahun yang lalu dan menghabiskan sekitar 1 bungkus per hari. Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 160/90 mmHg, denyut nadi 98x/menit, laju pernapasan 29x/menit, suhu 37,9°C. Pada pemeriksaan penunjang foto thorax didapatkan gambaran emfisematosis lung dengan pelebaran sela iga. Apakah diagnosis yang tepat sesuai kondisi pada pasien ini?
Pneumonia
Emfisema paru
PPOK
PPOK eksaserbasi akut
Tn. Rocky usia 63 tahun, datang ke RS dengan keluhan sesak napas sejak 6 bulan namun sesak dirasakan memberat sejak 2 hari yang lalu. Pasien perokok berat sejak usia muda. TD 140/90 mmHg, Nadi 90 x/menit, RR 26 x/menit, suhu 36.9°C. Pada pemeriksaan fisik ditemukan barrel chest, kulit memerah, sela iga melebar, hipersonor dan wheezing seluruh lapangan paru. Pada pemeriksaan foto thoraks didapatkan gambaran diafragma mendatar, hiperlusen, jantung pendulum dan hiperinflasi. Diagnosis kasus di atas adalah…
Bronkitis kronis
Emfisema paru
PPOK
PPOK eksaserbasi akut
Tn. Ian, usia 50 tahun datang ke RS dengan keluhan batuk dan sesak napas sejak 3 tahun terakhir. Pasien adalah perokok sejak usia 17 tahun dan konsumsi 1 bungkus rokok per hari. Pasien baru berhenti merokok 2 tahun terakhir ini. Pada pemeriksaan fisik didapatkan BMI 17,7 kg/m², tanda vital TD 130/80mmHg, HR 89 kali/menit, RR 24 kali/menit, suhu 36,8°C. Pemeriksaan thorax perkusi hipersonor, auskultasi suara nafas vesikuler, ekspirasi memanjang. Pada pemeriksaan spirometri didapatkan hasil FEV1/FVC < 70% dan FEV1 45%. Derajat keparahan pada kasus ini adalah…
Ringan
Sedang
Berat
Sangat berat
Tn. Thado, usia 49 tahun, datang ke RS dengan keluhan sesak yang hilang timbul sejak 2 bulan ini. Keluhan disertai batuk berdahak. Pasien memiliki riwayat merokok sejak usia 20 tahun. Pada pemeriksaan didapatkan TD 140/90 mmHg, HR 84x/menit, RR 18x/menit, suhu 36,6°C. Pasien meminta untuk dilakukan pemeriksaan spirometri. Kebutuhan pasien tidak dalam kondisi sesak saat ini. Pada pemeriksaan spirometri didapatkan hasil sebagai berikut. Interpretasi hasil spirometri di atas adalah…
Penyakit paru obstruktif
Penyakit paru restriktif
Campuran obstruktif dan restriktif
Normal
Seorang laki‑laki berusia 52 tahun, datang ke poliklinik RS dengan keluhan batuk sejak 2 bulan yang lalu. Batuk berdahak kuning kehijauan. Pasien juga mengalami meriang, penurunan berat badan dan nafsu makan serta keringat malam hari sejak 1 bulan yang lalu. Pasien memiliki riwayat merokok sebanyak 20 batang per hari sejak usia 20 tahun. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/70 mmHg, denyut nadi 80x/menit, suhu 37,8°C, auskultasi terdengar ronki di seluruh hemitoraks paru kanan. Apakah pemeriksaan penunjang awal yang paling tepat untuk menegakkan diagnosis?
Kultur dahak
CT-scan
Spirometri
Sputum BTA
Tn. Ridan, usia 65 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak napas yang memberat sejak 1 hari yang lalu. Pasien bekerja sebagai buruh muat pabrik rokok, terdapat paparan lingkungan sejak TID 20 tahun. Tanda vital didapatkan TD 120/80 mmHg, HR 80x/menit, RR 30x/menit, T 36,8°C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan barrel chest, perkusi paru hipersonor. Dokter menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan radiologi. Apakah gambaran yang ditemukan pada pemeriksaan radiologi?
Hiperinflasi pada kedua lapang paru
Kavitas dengan air fluid level
Gambaran egg shell
Garis linear dengan corakan bronkovaskular menurun
Nn. Sharon, usia 62 tahun datang ke RS mengeluhkan sesak napas. Keluhan disertai batuk berdahak. Sesak nafas semakin kuat sejak 5 tahun yang lalu. Riwayat merokok (+) sejak 15 tahun yang lalu pada pemeriksaan TTV, TD 120/70 mmHg, HR: 80 x/menit, RR : 24x/menit, T : 36,7°C. Hb 11 gr/dl, Leukosit 8.000/mm³. Pada pemeriksaan spirometri didapatkan FEV1 60%. Terapi yang tepat?
SABA dan kortikosteroid oral
SABA, antikolinergik, dan kortikosteroid inhalasi
SABA + LABA
SABA + LABA + Glukokortikoid inhaler
Tn. Dannis, usia 60 tahun, datang ke IGD dengan keluhan sesak napas sejak 1 jam yang lalu. Pasien juga mengeluhkan batuk berdahak yang bertambah banyak dan gatal pada tenggorokan yang lebih banyak sejak 2 hari yang lalu. Riwayat keluhan sesak napas sejak 2 hari yang lalu. Pasien merupakan perokok aktif sejak usia 30 tahun, sebanyak 3 bungkus rokok perhari. Pemeriksaan didapatkan TD 130/90mmHg, HR 90 kali/menit, RR 37 kali/menit, suhu 38°C. Pada pemeriksaan status fisik didapatkan sela iga melebar dan wheezing seluruh lapang paru. Diagnosis yang paling tepat adalah…
Asma bronkial eksaserbasi akut
Bronkitis akut
PPOK eksaserbasi akut
Pneumonia lobaris
Seorang anak laki-laki usia 11 tahun diantar ayahnya ke poliklinik dengan keluhan demam sejak 3 minggu. Keluhan batuk akut sejak 2 bulan. Nafsu makan juga menurun. Berat badan 40 kg. Ayah pasien sedang dalam pengobatan TB dengan riwayat BTA (+). Setelah dilakukan pemeriksaan tuberkulin pada pasien didapatkan indurasi dan kemerahan > 15 mm. Pada lengan kanan atas tampak bekas scar BCG. Apakah makna dari hasil Tes Tuberkulin pada pasien di atas?
Pasien sakit TB
Pasien alergi terhadap kuman TB
Pasien terinfeksi TB
Pasien pernah imunisasi BCG
Pasien memiliki respon imun seluler terhadap kuman TB
An. Shalina, usia 5 tahun, dibawa oleh ibunya ke Puskesmas dengan keluhan batuk kurang lebih sudah sebulan dan demam selama 2 minggu ini. Keluhan berat badan tidak naik sejak 5 bulan terakhir. Nafsu makan anak memang tampak kurang. Ayahnya pernah berobat TB paru BTA (+) dan sudah selesai sekitar 6 bulan lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan status gizi BB/U 70% berdasarkan kurva dan tidak terdapat pembesaran kelenjar getah bening maupun sendi. Pada pemeriksaan Rontgen toraks hasil tidak menunjukkan tanda khas. Pemeriksaan uji tuberkulin 3 mm. Skor TB anak pada pasien tersebut adalah ....
4
5
6
7
An. Darwin usia 7 tahun mengalami demam sejak 1 bulan terakhir disertai batuk berdahak 2 minggu ini. Pada anamnesis diketahui ibu pasien mengalami batuk berdahak selama 1 bulan dan sedang menjalani terapi OAT. Hasil skor TB anak adalah 5. Apa sebaiknya yang dilakukan pada anak tersebut?
Observasi
Melakukan uji tuberkulin
Memberikan profilaksis INH 10 mg selama 6 bulan
Memberi terapi OAT kategori I selama 6–9 bulan
Melakukan pemeriksaan HIV
Ny. Erina, usia 26 tahun, datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk berdahak sejak 1 bulan lalu. Pasien juga mengeluhkan penurunan berat badan dan keringat malam. Pada pemeriksaan didapatkan TD 110/70 mmHg, HR 84x/menit, RR 24x/menit, suhu 37,8°C, rhonki pada apex paru kanan. Pemeriksaan penunjang yang tepat dilakukan adalah ....
Sputum dengan pewarnaan gram
Sputum dengan sediaan basah NaCl 0,9%
Sputum dengan pewarnaan giemsa
Sputum dengan pewarnaan tinta India
Sputum dengan pewarnaan Ziehl–Neelsen
Tn. Beck usia 49 tahun datang ke RS dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. Batuk disertai dahak kental. Pasien juga mengeluh sesak napas ringan dan penurunan nafsu makan. Pasien mengaku sebelumnya tidak pernah menjalani keluhan seperti ini dan tidak ada keluarga yang memiliki keluhan yang sama. Pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/80 mmHg, nadi 80x/menit, suhu 37,7°C, RR 20x/menit, ronchi (-), wheezing (-). Pemeriksaan yang tepat pada kasus ini?
Pewarnaan Ziehl–Neelsen sputum
Pewarnaan gram sputum
GeneXpert
Hitung jenis leukosit
Mantoux test
Tn. Yoon, usia 46 tahun datang ke poli paru dengan keluhan batuk berdahak disertai darah sejak 2 bulan lalu. Keluhan disertai badan sering demam tanpa sebab dan berat badan menurun dalam 2 bulan ini. Sudah periksa dan berobat di puskesmas namun belum membaik. Tanda vital TD 120/70 mmHg, Nadi 82x/menit RR 27 x/menit, suhu 37,0°C. Dokter berencana melakukan biakan pada dahak pasien. Media yang tepat digunakan oleh dokter adalah ....
Agar darah
Agar McConkey
Agar Lowenstein Jensen
Agar eosin/methylene blue
Agar Ziehl–Neelsen
Ny. Rose usia 38 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk lama berdahak kehijauan sejak 1 bulan. Keluhan disertai dengan demam kadang-kadang. Penurunan berat badan disangkal. Pemeriksaan fisik didapatkan TD 110/70mmHg, HR 78kali/menit, RR 22kali/menit, suhu 37,5°C, stem fremitus meningkat, suara napas vesikuler terdengar rhonki basah kasar di apex paru kanan. Setelah dilakukan pemeriksaan sputum BTA, hasilnya (+/-). Apa tindakan selanjutnya yang akan dilakukan pada pasien ini?
Cek Sputum BTA ulang
Rujuk foto thoraks
Terapi MDR
Terapi antibiotik non OAT
Terapi antibiotik Quinolone
Ny. Rose usia 38 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk lama berdahak kehijauan sejak 1 bulan. Keluhan disertai dengan demam kadang-kadang. Penurunan berat badan disangkal. Pemeriksaan fisik didapatkan TD 110/70mmHg, HR 78kali/menit, RR 22kali/menit, suhu 37,5°C, stem fremitus meningkat, suara napas vesikuler terdengar rhonki basah kasar di apex paru kanan. Setelah dilakukan pemeriksaan sputum BTA, hasilnya (-/+). Apa tindakan selanjutnya yang akan dilakukan pada pasien ini?
Cek Sputum BTA ulang
Terapi OAT
Terapi MDR
Terapi antibiotik non OAT
Terapi antibiotik Quinolone
Tn. Schafer, berusia 35 tahun, datang ke RS dengan keluhan batuk berdarah sejak satu minggu yang lalu. Batuk disertai dahak dengan jumlah darah dikatakan lebih dari satu sendok makan. Usia batuk dan demam berkisar 2 minggu. OAT namun putus minum 2 bulan lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 130/80 mmHg, HR 110x/menit, RR 28x/menit, suhu 37,6°C. Saat ini dilakukan pemeriksaan BTA dua kali dan hasilnya positif. Apakah diagnosis paling tepat pada kasus ini?
TB paru kasus baru
Sindrom obstruktiv pasca TB
TB baru kasus putus obat
TB paru kasus kambuh
TB paru kasus gagal pengobatan
Ny. Juwita, usia 34 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan batuk berdarah yang dirasakan sejak 1 bulan yang lalu. Pasien juga mengeluh berat badan semakin menurun dan keringat pada malam hari. Riwayat keluhan seperti ini sebelumnya disangkal. Pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 140/90 mmHg, denyut nadi 87x/menit, laju pernapasan 26x/menit, suhu 36,7°C, auskultasi didapatkan rhonki pada apex paru kanan. Hasil pemeriksaan BTA (+/+). Apabila dokter memutuskan untuk dilakukan terapi, maka kapankah dilakukan pemeriksaan dahak ulang pada pasien ini?
Akhir bulan ke 2
Akhir minggu ke 1
Akhir fase sisipan
Akhir bulan ke 5
Akhir bulan ke 6
… menyebabkan KB ibu ini berisiko gagal. OAT apa yang dimaksud?
Ethambutol
Isoniazid
Rifampisin
Pirazinamid
Streptomisin
Tn. Warden usia 50 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk sejak 2 bulan. Batuk berdahak kekuningan kehijauan dan berat badan turun. Pasien DM tipe 2 sejak 2 tahun dan rutin glibenclamide. Pemeriksaan fisik: TD 130/70 mmHg, HR 72/menit, RR 20/menit, Tax 37,8°C. Pemeriksaan dahak didapatkan BTA +/+. Apakah yang perlu diperhatikan untuk memulai terapi OAT pada pasien ini?
Terapi OAT kategori II
Terapi OAT kategori I ditambahkan vitamin B6 untuk pencegahan neuropati DM
Ganti rifampisin dengan golongan fluorokuinolon
Terapi OAT kategori I dan ganti glibenclamide menjadi insulin
Hentikan sementara terapi DM selama pemberian OAT
Ny. Dilla, usia 27 tahun hamil anak pertama trimester pertama. Keluhan batuk berdahak 1 bulan disertai darah, berat badan turun. Pemeriksaan BTA +/+. Tatalaksana yang tepat untuk pasien ini adalah?
OAT dapat segera dimulai
OAT dimulai setelah usia kehamilan 12 minggu
Tunda OAT, mulai setelah kehamilan 4 bulan
Tunda OAT, mulai setelah melahirkan
OAT dimulai setelah kondisi ibu stabil
Ny. Sheldon, usia 32 tahun, datang ke puskesmas dengan batuk 3 minggu disertai darah. Demam dan penurunan berat badan 1 bulan terakhir. Pemeriksaan BTA ±. Dokter puskesmas akan memberikan OAT. OAT yang tidak direkomendasikan sesuai kasus di atas adalah…
Rifampisin
Streptomisin
Pirazinamid
Etambutol
Dapsone
Ny. Reviana, usia 30 tahun, datang ke Poli paru dengan keluhan batuk berdahak sejak 1 bulan. Pemeriksaan fisik TD 130/80 mmHg, HR 110/menit, RR 28/menit, suhu 37,6°C. BTA +/−. Pasien memiliki seorang bayi usia 3 bulan dan ibu masih memberikan ASI eksklusif. Pemeriksaan tes tuberkulin pada anak didapatkan area makula hiperemis 2 mm. Tindakan yang tepat adalah…
Ibu tetap memberikan ASI hingga anak usia 6 bulan, baru memulai regimen OAT
ASI tidak boleh diberikan langsung; harus dipompa dan disimpan dalam freezer
Hentikan ASI dan ganti dengan susu formula
ASI dapat terus diberikan, bayi diberi profilaksis INH selama 6 bulan
ASI dapat terus diberikan, bayi diberi profilaksis INH selama 12 bulan
Ny. Rasina usia 45 tahun batuk berdahak disertai darah sejak 3 bulan, demam terutama malam hari, berat badan menurun, keringat pada malam hari. Pemeriksaan fisik: TD 120/80 mmHg, nadi 80/menit, RR 20/menit, suhu 37,8°C. Auskultasi ronkhi pada seluruh lapangan paru. Pemeriksaan rontgen: infiltrat retikulogranular difus pada hemithoraks kanan dan kiri. Tatalaksana yang tepat untuk pasien adalah…
OAT kategori I
OAT kategori I + bronkodilator
OAT lini 2 + prednison
Levofloksasin + bronkodilator + prednison
OAT kategori I + prednison
Tn. Preston, usia 32 tahun, datang ke RS untuk kontrol pasca perawatan DBD grade 3. Saat ini demam dan sesak napas sejak 2 hari. Keluhan disertai batuk berdahak. Pemeriksaan: TD 140/90 mmHg, HR 100/menit, RR 24/menit, suhu 39°C. Auskultasi ronkhi paru bilateral. Diagnosis yang paling sesuai pada pasien ini adalah…
Community acquired pneumonia
Healthcare associated pneumonia
Hospital acquired pneumonia
Ventilator associated pneumonia
Post-operative pneumonia
Tn. Dick, usia 60 tahun, dirawat di ICU karena penurunan kesadaran akibat stroke hemoragik dengan pemasangan endotrakeal tube sejak 3 hari. Saat ini demam dan batuk berdahak. Pemeriksaan: TD 160/90 mmHg, HR 110/menit, RR 33/menit, suhu 39°C. X-ray menunjukkan konsolidasi lobus bawah kanan. Diagnosis yang paling sesuai adalah…
Community acquired pneumonia
Healthcare associated pneumonia
Hospital acquired pneumonia
Ventilator associated pneumonia
Post-operative pneumonia
Tn. Nicolas, usia 41 tahun, datang ke IGD dengan keluhan batuk berdahak sejak 5 hari, tersedak ketika makan. Riwayat kelemahan anggota gerak sebelah kanan dan bicara pelo. Pemeriksaan: TD 150/90 mmHg, HR 110/menit, RR 29/menit, suhu 38,2°C. Auskultasi: ronkhi basah pada lapang paru dextra dan sinistra. Diagnosis pasien ini adalah…
Pneumonia komunitas
Pneumonia aspirasi
Hospital acquired pneumonia
Ventilator associated pneumonia
TB paru
Ny. Freida, usia 68 tahun, dibawa ke IGD dengan sesak napas sejak 1 hari. Demam tinggi, batuk berdahak kuning kehijauan; demam naik turun 4 hari sebelumnya. Riwayat rawat inap sebulan lalu karena infark miokard. Pemeriksaan: TD 130/80 mmHg, nadi 94/menit, RR 29/menit, suhu 39°C, auskultasi ronkhi right middle lobe, wheezing (−). Pemeriksaan x‑ray thorax didapatkan gambar (lihat foto). Apakah diagnosis dan berapakah skor penilaian CURB‑65?
Hospital acquired pneumonia, 0
Community acquired pneumonia, 1
Community acquired pneumonia, 2
Pneumonia aspirasi, 3
Abses paru, 4
Tn. Alan, usia 52 tahun, datang ke RS dengan keluhan batuk dan sesak 2 bulan. Dahak berwarna kemerahan dan kental seperti jelly. Pemeriksaan: TD 100/60 mmHg, HR 90/menit, RR 26/menit, suhu 38,2°C; terdengar ronkhi basah pada hemithoraks dekstra. Kemungkinan etiologi pada kasus di atas adalah…
Streptococcus pneumoniae
Haemophilus influenzae
Klebsiella pneumoniae
Pseudomonas aeruginosa
Pneumocystis jirovecii
Tn. A., usia 61 tahun, perokok berat sejak 30 tahun, datang ke poliklinik paru dengan batuk berdahak 6 bulan disertai sesak, nyeri dada. Pemeriksaan fisik: kesadaran kompos mentis, TD 140/90 mmHg, HR 90/menit, RR 28/menit, suhu afebris, konjungtiva anemis. Pemeriksaan thoraks didapatkan barrel chest. Foto rontgen toraks (lihat gambar) menunjukkan temuan khas. Diagnosis pasien adalah…
Pneumonia lobaris
TB paru
Karsinoma paru
Abses paru
Aspergiloma
Ny. Elena, usia 40 tahun, datang ke poli paru dengan batuk berdahak 2 bulan dan nyeri dada sebelah kiri. Riwayat TB paru 2 tahun lalu dan dinyatakan sembuh. Pemeriksaan: TD 110/60 mmHg, HR 86/menit, RR 24/menit, Tax 37,8°C. BTA −/+. Foto rontgen menunjukkan gambaran kavitas. Apakah etiologi yang paling mungkin pada pasien ini?
Mycobacterium tuberculosis
Streptococcus pneumoniae
Aspergillus sp.
Klebsiella sp.
Staphylococcus aureus
An. Jessica, usia 10 bulan, dibawa ke RS dengan keluhan sesak napas sejak 1 hari dan batuk pilek sebelumnya. Pemeriksaan fisik: HR 120/menit, RR 62/menit, retraksi suprasternal dan interkostal, auskultasi ronkhi dan crackles di seluruh lapang paru. Apakah diagnosis paling mungkin untuk pasien ini?
Bronkitis
Bronkiolitis
Bronkopneumonia
Asma
Pneumonia lobaris
Anak laki‑laki 6 tahun datang ke klinik dengan keluhan batuk dan pilek 3 hari, kemudian bertambah menjadi batuk berdahak kental kekuningan, kadang muntah. Pemeriksaan: suhu 39,1°C, nadi 124/menit, frekuensi pernapasan 30/menit, tanpa retraksi; auskultasi ronki kasar di kedua lapang paru, wheezing (−). Apakah diagnosis yang paling tepat?
Pneumonia akut
Bronkiolitis akut
Bronkitis akut
Bronkopneumonia akut
Asma bronkiale
An. Brigita, usia 12 bulan, ke poliklinik anak dengan tampak sesak napas sejak pagi. Malas menyusu dan tampak lemas. Riwayat batuk pilek 5 hari lalu. Pemeriksaan: HR 122/menit, RR 46/menit, suhu 37,7°C; nafas cuping hidung, retraksi dinding dada, wheezing di kedua lapangan paru. Penyebab kasus di atas adalah…
Bordetella pertussis
Respiratory Syncytial Virus
Parainfluenza virus
Haemophilus influenzae type B
Avian influenza
Ny. Laura, usia 40 tahun, ke IGD dengan demam 2 hari dan batuk berdahak hijau. Diketahui riwayat DM tidak terkontrol. Pemeriksaan: TD 130/80 mmHg, nadi 88/menit, RR 27/menit, suhu 38,7°C; auskultasi ronkhi basal kiri. Foto toraks menunjukkan air bronchogram. Dokter merencanakan rawat inap. Tatalaksana yang tepat pada pasien ini?
Rawat ICU, antibiotik ceftriaxone IV
Rawat non‑ICU, antibiotik levofloksasin IV
Rawat non‑ICU, antibiotik ampisilin‑sulbaktam IV
Rawat jalan, antibiotik amoksisilin PO
Rawat jalan, antibiotik azitromisin PO
Perempuan 64 tahun datang ke puskesmas dengan batuk berdahak 1 minggu, dahak hijau, nyeri dada. TD 130/80 mmHg, nadi 105/menit, frekuensi napas 28/menit, suhu 38°C. Auskultasi: pekusi redup, vocal fremitus meningkat, ronkhi basal hemitoraks. Foto toraks: konsolidasi di daerah basal. Laboratorium: Hb 13,5 g/dL, leukosit 15.000/mm³, trombosit 375.000/mm³. Apakah terapi farmakologis yang paling tepat?
Klaritromisin 2×500 mg per oral
Levofloksasin 1×750 mg per oral
Amoksisilin 3×500 mg per oral
Azitromisin 1×500 mg per oral
Cefiksim 2×200 mg per oral
Ny. Delina, usia 55 tahun, ke puskesmas dengan batuk berdahak 3 bulan disertai darah. Dahak awalnya kental kemudian kuning, dan sejak 1 minggu menjadi berdarah. Demam 3 hari. Pemeriksaan: TD 120/80 mmHg, HR 90/menit, RR 26/menit, suhu 39°C; auskultasi wheezing di kedua hemithoraks. Apakah terapi yang akan diberikan pada pasien?
Sefiksim 2×200 mg
Azitromisin 1×500 mg
Levofloksasin 1×750 mg
Amoksisilin 3×500 mg
Eritromisin 3×500 mg
Laki‑laki 70 tahun dibawa keluarga ke UGD RS dengan sesak napas sejak 3 hari, demam, batuk berdahak. Pemeriksaan: GCS 456, TD 130/70 mmHg, nadi 100/menit, respirasi 32/menit, suhu 38°C; fremitus meningkat, suara napas bronkovesikular. Laboratorium: leukosit 21.000/µL, trombosit 450.000/µL. Foto toraks: infiltrat parakardial kanan dengan air bronchogram (+). Apakah penatalaksanaan yang paling tepat?
Antibiotik, oksigenasi, mukolitik, antipiretik, rawat inap di bangsal
Antibiotik, oksigenasi, mukolitik, antipiretik, rehidrasi, rawat inap di ruang perawatan intensif
Antibiotik oral, mukolitik, antipiretik, rawat jalan
Antibiotik oral, oksigenasi, mukolitik, antipiretik, rawat inap di bangsal
Anak laki‑laki 8 tahun dibawa ke puskesmas dengan batuk dan sesak napas 1 hari, demam 3 hari. Pemeriksaan: nadi 100/menit, suhu 38,9°C; terdapat retraksi suprasternal dan interkostal, auskultasi ronkhi kasar di seluruh lapang paru. Apakah terapi farmakologis yang paling tepat?
Ampisilin
Sefiksim
Sefadroksil
Amoksisilin
Eritromisin
Ditemukan adanya sputum 3 lapis. Temuan radiologis dijumpai gambaran seperti berikut. Apakah kemungkinan diagnosis pasien tersebut?
TB paru
Atelaktasis
Pneumonia
Bronkopneumonia
Bronkiektasis
Tn. Zami, usia 60 tahun datang ke Poli paru dengan keluhan batuk berdahak produktif sejak 2 bulan yang lalu. Pasien memiliki riwayat TB dan pneumonia berulang. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ronki basah kasar pada kedua lapang paru. Pemeriksaan dahak didapatkan adanya lapisan mukus, pus, dan busa. Gambaran radiologis yang mungkin muncul adalah…
Air bronchogram
Bat’s wing appearance
Honey comb appearance
Kerley B line
Westermark sign
Tn. Robb, usia 49 tahun datang ke IGD mengeluhkan sesak napas sejak 2 minggu yang lalu. Keluhan disertai batuk berdahak dan demam. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 140/90 mmHg, denyut nadi 93x/menit, laju pernapasan 28x/menit, suhu 39,5°C. Pada pemeriksaan perkusi didapatkan suara redup dan auskultasi terdengar ronki hemitoraks kanan. Pemeriksaan laboratorium diperoleh leukositosis. Gambaran rontgen seperti berikut. Tatalaksana yang paling tepat diberikan pada pasien adalah…
Cefixime 2×200 mg PO
Levofloxacin 1×750 mg
Azitromisin 1×500 mg PO
Amoksisilin 3×500 mg PO
Klindamisin 3×600 mg IV
Ny. Kiana, umur 37 tahun, datang ke RS dengan keluhan sesak nafas sejak 1 hari yang lalu. Keluhan disertai batuk berdahak sejak 4 hari yang lalu. Pasien merupakan penjual ayam yang terkenal di pasar impres. Ayamnya mendadak mati 6 hari yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan 120/80 mmHg, nadi 104x/menit, RR 33x/menit dan suhu 39,2°C. Diagnosis pasien tersebut kemungkinan adalah…
Avian influenza
MERS virus
Flu singapura
Rabies
Tetanus
Tn. Mike berusia 30 tahun datang ke RS dengan keluhan batuk sejak 4 hari yang lalu disertai sesak nafas, demam dan lemas. Diketahui beberapa unggas disekitar rumahnya mati tidak diketahui penyebabnya. Pada pemeriksaan tanda‑tanda vital didapatkan TD 120/80 mmHg, HR 90x/menit, RR 30x/menit, suhu 38,5°C. Apakah pemeriksaan yang digunakan untuk konfirmasi diagnosis pasien tersebut?
Rapid test
ELISA
Darah rutin
CT scan thoraks
PCR
Ny. Zetta usia 39 tahun datang ke RS dengan keluhan demam sejak 4 hari yang lalu. Keluhan juga disertai batuk, pilek dan sakit tenggorokan. Pasien memiliki tetangga, ayamnya mati mendadak dalam jumlah banyak. Pemeriksaan fisik didapatkan TD: 100/70 mmHg, N: 88x/menit, RR: 20x/menit, S: 38,8°C. Pada pemeriksaan penunjang didapatkan gambaran ground glass appearance. Berdasarkan kasus tersebut, pasien termasuk dalam…
Under investigation case
Possible case
Probable case
Confirmed case
Symptomatic case
Ny. Clara, usia 42 tahun, datang ke RS dengan keluhan demam, sesak nafas, dan batuk berdahak sejak 2 hari yang lalu. Diketahui pasien memiliki peternakan ayam dan bebek. Namun 1 minggu yang lalu unggas di peternakannya hampir seluruhnya mati mendadak tanpa sebab yang jelas. Pasien sempat memeriksa unggas tersebut. Pada pemeriksaan didapatkan TD 110/60 mmHg, HR 74x/menit, RR 28x/menit, suhu 38,7°C. Dokter melakukan pemeriksaan penunjang dan didapatkan hasil PCR positif. Tatalaksana pada pasien adalah…
Azitromisin 1×500 mg PO single dose
Oseltamivir 1×75 mg PO selama 7 hari
Oseltamivir 2×75 mg PO selama 5 hari
Pseudoefedrin HCl 60 mg PO selama 3 hari
Vitamin C 1×500 mg per oral
Tn. Toni, 58 tahun, datang ke RS dengan keluhan sesak nafas sejak 2 bulan yang lalu. Sesak semakin hari semakin berat. Keluhan batuk, pilek, dan demam disangkal. Riwayat alergi dan asma disangkal. Pasien bekerja di tempat pengolahan logam sejak lulus SMA. Pada pemeriksaan didapatkan TD 110/70 mmHg, HR 90x/menit, RR 27x/menit, suhu 37,0°C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ronki kasar (+). Pada pemeriksaan X‑ray dijumpai eggshell calcification. Diagnosis yang tepat adalah…
Asbestosis
Silikosis
Ca paru
Antrakosis
Bisinosis
Tn. Aldo, 47 tahun, datang ke IGD dengan keluhan sesak nafas sejak 3 hari yang lalu. Pasien merupakan pekerja penggilingan batu kapur bertahun‑tahun. Pada pemeriksaan fisik pasien tampak sesak, TD 110/70 mmHg, HR 80x/menit, RR 27x/menit, suhu 37,0°C; terdapati jarak jantung, auskultasi ronki di anterior dan posterior paru. Pada pemeriksaan rontgen toraks terdapat ground glass appearance, pak fibrosis, dan penebalan garis lobular. Diagnosis yang tepat adalah…
Asbestosis
Silikosis
Ca paru
Antrakosis
Bisinosis
Ny. Aurelia, usia 35 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan sesak nafas dan batuk berdahak berwarna putih. Keluhan pasien ini sudah dirasakan sekitar 1 bulan yang lalu dan hilang timbul, namun akhir‑akhir ini semakin parah. Pasien baru saja bekerja di industri benang sekitar 1 bulan yang lalu. Menurut keterangan pasien, beberapa rekan kerja pasien memiliki keluhan yang sama. Riwayat keluhan serupa sebelumnya disangkal. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/80 mmHg, HR 80x/menit, RR 22x/menit, suhu 37°C. Apakah kemungkinan diagnosis pasien tersebut?
Silikosis
Asbestosis
Bisinosis
Bronkhitis
PPOK
Tn. Toni, 55 tahun, datang dengan keluhan batuk dan sesak nafas sejak 1 bulan lalu. Batuk terkadang berwarna kehitaman seperti arang. Pasien merupakan seorang pekerja tambang batu bara sejak 20 tahun lalu. Pasien juga memiliki riwayat merokok sejak muda. Pasien juga memiliki riwayat hipertensi tidak terkontrol. Pada pemeriksaan didapatkan TD 160/90 mmHg, HR 90x/menit, RR 26x/menit, suhu 37,0°C. Pada pemeriksaan X‑ray dijumpai fibrosis nodular. Diagnosis yang tepat adalah…
Asbestosis
Silikosis
Ca paru
Antrakosis
Bisinosis
Tn. Gani, usia 52 tahun, datang ke RS dengan keluhan batuk sejak 1 minggu yang lalu. Keluhan batuk dirasakan sejak 3 bulan yang lalu. Keluhan disertai nyeri dada dan sesak nafas. Pasien hanya membeli obat di warung saja. Tetapi sudah satu minggu ini batuk memberat. Pasien memiliki riwayat merokok sejak usia remaja dan pernah dinyatakan penyakit paru sebelumnya. Pada pemeriksaan didapatkan TD 140/90 mmHg, HR 90x/menit, RR 28x/menit, suhu afebris, status lokalis: inspeksi: dada asimetris, perkusi redup paru kanan, palpasi: sistem fremitus meningkat, auskultasi suara nafas vesikuler menurun disertai ronki paru kanan. Pada pemeriksaan radiologi didapatkan gambaran konsolidasi homogen berat disertai deviasi trakea pada paru kanan, dengan toraks tertarik kekanan. Diagnosis pasien adalah…
Karsinoma paru
Efusi pleura
Bronkopneumonia
TB paru
Abses paru
Tn. Bob, usia 60 tahun, dibawa anaknya ke poliklinik paru dengan keluhan batuk berdahak sejak 2 bulan yang lalu. Pasien juga mengeluhkan penurunan berat badan, sesak nafas, dan nyeri dada. Riwayat merokok sebanyak 2 bungkus/hari. Pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran kompos mentis, TD 140/90 mmHg, HR 90x/menit, RR 20x/menit, suhu afebris, konjungtiva anemis. Pada pemeriksaan hemithorax kanan: fremitus meningkat, perkusi pekak, suara nafas menurun pada basal paru. Pada pemeriksaan radiologis thoraks didapatkan konsolidasi homogen dengan deviasi ke hemithorax kiri. Diagnosis pasien adalah…
Pneumonia lobaris
TB paru
Karsinoma paru
Atelaktasis
Empiema pulmonum
Tn. Robert, usia 60 tahun, dibawa ke RS dengan keluhan batuk berdahak sejak 2 bulan yang lalu. Pasien juga mengeluhkan penurunan berat badan, sesak nafas, dan suara serak. Riwayat merokok sejak SMP sebanyak 1–2 bungkus/hari. Pada pemeriksaan didapatkan TD 110/70 mmHg, HR 80x/menit, RR 27x/menit, suhu 37,0°C, fremitus kanan > kiri, perkusi pekak pada hemithorax kanan, suara nafas paru kanan menghilang. Pada pemeriksaan radiologis thoraks didapatkan gambaran sebagai berikut: Gold standar untuk kasus di atas adalah…
Kultur
MRI
Histopatologi
CT‑scan
Pewarnaan gram
Ny. Haile, usia 30 tahun, datang ke RS dengan keluhan sesak nafas yang memberat sejak 3 hari terakhir. Sebelumnya pasien sempat mengeluhkan nyeri dada kanan bila menarik napas atau batuk. Keluhan sesak berkurang jika miring ke kanan dan bertambah berat bila miring ke kiri. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 130/80 mmHg, Nadi 70x/menit, RR 28x/menit, S 37,0°C perkusi redup pada hemithorax kanan. Penyebab keluhan pasien adalah…
Terdapat massa akibat keganasan pada lapang paru kanan
Kolapsnya paru kanan akibat tekanan gas yang besar di ruang pleura
Peradangan parenkim paru kanan
Kolapsnya alveoli akibat obstruksi plak mucus
Terdapat cairan di antara pleura visceral dan parietal paru kanan
Tn. Kevin, usia 58 tahun dibawa ke IGD Rumah Sakit dengan keluhan sesak napas terutama saat berbaring, pasien juga mengeluh nyeri dada saat menarik dan membuang napas. Keluhan disertai badan bengkak. Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 150/100 mmHg, denyut nadi 96x/menit, laju pernapasan 28x/menit, suhu 37,7°C. Pada pemeriksaan thorax didapatkan perkusi redup. Pemeriksaan penunjang didapatkan hiperkoelesterolemia, Hb ↓, hipoglobulinemia, proteinuria +3. Setelah dilakukan USG didapatkan data berat jenis 1,015, LDH 100, rivalta (−). Apakah diagnosis yang tepat pada pasien saat ini?
Efusi pleura transudat karena sindrom nefritik
Efusi pleura transudat karena sindrom nefrotik
Efusi pleura eksudat karena sindrom nefritik
Hematothorax
Empyema
Tn. Kellen Park, usia 38 tahun, datang ke IGD dengan keluhan batuk, sesak napas, dan nyeri pada dada kanan. Keluhan sudah dialami 3 minggu ini. Pasien memiliki riwayat tuberkulosis paru dan tidak berobat tuntas. Tanda vital TD 110/70 mmHg, HR 84x/menit, RR 28x/menit, suhu 37,8°C. Pada pemeriksaan penunjang didapatkan perkusi pekak pada area ICS 4–5 hemithoraks dekstra, suara nafas paru kanan menurun. Pada pemeriksaan penunjang didapatkan adanya cairan pada pleura. Setelah dilakukan drainase cairan pleura berwarna xanthocrom, dilakukan analisis, ternyata terdapat senyawa Adenosine Deaminase. Penyebab penumpukan cairan pleura pada kasus ini adalah…
Hematothoraks
Kardiogenik
Keganasan
Tuberkulosis
Hipoproteinemia
Tn. Moran, usia 40 tahun, datang ke RS dengan keluhan demam sejak 1 minggu lalu. Pasien juga batuk berdahak dan sesak sejak 5 hari yang lalu namun pasien hanya minum jamu racikan herbal. Pada pemeriksaan didapatkan TD 140/90 mmHg, HR 90x/menit, RR 30x/menit, suhu 39,5°C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan perkusi redup pada basal paru kanan, suara napas menurun. Dokter mengadu terdapat cairan pada rongga pleura pasien. Pada pemasangan chest tube didapatkan pus dalam jumlah besar. Diagnosis pasien adalah…
Efusi pleura
Hematotoraks
Empiema thoracis
Pneumotoraks
Chylotoraks
Tn. Arnold, usia 49 tahun, datang ke IGD mengeluhkan sesak napas sejak 1 hari yang lalu dan dirasakan semakin memberat. Sesak nafas dirasakan memberat saat berbaring, dan berkurang saat menggunakan bantal. Pasien mengatakan dirinya memiliki riwayat batuk sudah sejak 3 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan didapatkan TD 130/70 mmHg, HR 88x/menit, RR 26x/menit, dan suhu 37,2°C, perkusi redup pada basal kedua paru, sudut kostofrenikus tumpul. Setelah dilakukan pungsi, didapatkan cairan pleura warna kuning jernih. Jenis efusi pleura dan kemungkinan diagnosis yang mendasari kondisi pasien adalah…
Transudatif; pneumonia komunitas
Eksudatif; TB paru
Eksudatif; tumor paru
Sanguinus; emboli paru
Transudatif; congestive heart failure
Tn. Ajun usia 50 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak nafas sejak 1 bulan yang lalu yang terasa semakin memberat. Sesak nafas bertambah jika pasien tidur miring kekanan. Riwayat penyakit TB 8 tahun lalu dan telah mengkonsumsi OAT. Pemeriksaan fisik TD 110/80 mmHg, Nadi 80x/menit, RR 28x/menit, Suhu 37°C. Pemeriksaan thoraks tampak gerak dada kiri tertinggal, perkusi redup basal paru kiri, auskultasi suara nafas menurun pada basal paru kiri. Hasil fotothoraks sudut kostofrenikus kiri tumpul. Apakah temuan radiologis khas pada kasus ini?
Konsolidasi inhomogen
Meniscus sign
Batwing appearance
Ataksis dengan air‑fluid level
Coin lesion
Ny. Louriza, usia 67 tahun datang ke RS dengan keluhan sesak nafas sejak 3 hari yang lalu. Keluhan berkurang bila tidur miring ke kiri. Pemeriksaan fisik TD 110/80 mmHg, nadi 80x/menit, RR 28x/menit, suhu 37,3°C. Pemeriksaan thoraks tampak ekspansi hemithoraks kiri tertinggal, perkusi redup di sebelah hemitoraks kiri, dan bunyi napas menurun. Gambaran radiologi yang menunjang diagnosis adalah…
Perselubungan homogen di lobus superior paru kiri
Sudut kostofrenikus kiri tumpul
Deviasi trakea menjauhi hemitoraks kiri
Pneumotoraks dengan garis pleura jelas
Koin‑lesi bulat soliter di lapang atas kiri
Tn. Roger, usia 48 tahun, dibawa ke IGD Rumah Sakit dengan keluhan sesak napas terutama saat berbaring; pasien juga mengeluh nyeri dada saat menarik dan membuang napas. Keluhan disertai badan bengkak. Pemeriksaan fisik: TD 120/80 mmHg, nadi 96 x/menit, laju napas 28 x/menit, suhu 37,7∘ C. Pemeriksaan thoraks: perkusi redup. Pemeriksaan penunjang: hiperkolesterolemia (+), hipoalbuminemia, proteinuria +3. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk membedakan jenis cairan pleura tersebut adalah
Tes endapan
Kultur bakteri
Test Rivalta
D-dimer
LED
Tn. Maxiem, usia 46 tahun, dibawa ke IGD RS dengan keluhan sesak napas yang memberat sejak 1 jam yang lalu. Keluhan disertai nyeri dada. Riwayat merokok dan penyakit paru sebelumnya disangkal, riwayat trauma (-). Pemeriksaan fisik didapatkan gerakan hemitoraks kiri tertinggal dan suara napas kiri vesikuler menurun. Diagnosis pada pasien ini adalah
Pneumotoraks primer
Pneumotoraks sekunder
Pneumotoraks katamenial
Pneumotoraks ventil
Pneumotoraks iatrogenik
Tn. Bimo, usia 47 tahun, datang ke IGD dengan keluhan sesak mendadak sejak 2 jam yang lalu. Sebelumnya pasien didiagnosis TB dan sudah menjalani pengobatan selama 6 bulan. Pemeriksaan: TD 130/70 mmHg, HR 110 /menit, RR 34 /menit, T 37∘ C. Tampak hemitoraks kiri mengembang, pernapasan dada kiri tertinggal, suara napas kiri melemah, perkusi dada kiri hipersonor. Foto rontgen thoraks menunjukkan gambaran hiperlusen pada lapangan paru kiri. Kemungkinan diagnosis pasien tersebut adalah
TB relaps
Emfisema
Tension pneumotoraks
Pneumotoraks sekunder
Efusi pleura masif
Tn. Alan, usia 29 tahun, datang ke IGD dengan keluhan sesak napas pascakecelakaan lalu lintas 30 menit yang lalu; pasien terjatuh dengan posisi dada membentur trotoar. Pemeriksaan: TD 90/60 mmHg, HR 120 /menit, RR 36 /menit, suhu afebris. TVJ meningkat, jejas pada hemitoraks dekstra, perkusi hipersonor, auskultasi suara napas menghilang. Foto thoraks: hiperlusen avaskular, deviasi trakea kontralateral. Diagnosis yang tepat adalah
Simple pneumothorax
Kontusio pulmonum
Hemothorax
Tension pneumothorax
Atelektasis
Ny. Adeyn, usia 20 tahun, dibawa ke IGD RS dengan keluhan nyeri dada kanan disertai sesak napas yang memberat sejak 1 jam yang lalu. Riwayat trauma, merokok, dan penyakit paru sebelumnya disangkal. Pemeriksaan: TD 100/60 mmHg, HR 98 /menit, RR 30 /menit, suhu afebris. Gerakan dada kanan tertinggal, perkusi dada kanan hipersonor, suara napas kanan vesikuler menurun. Pasien sedang mengalami menstruasi hari ke-2. Kemungkinan diagnosis pada pasien ini adalah
Pneumotoraks primer
Pneumotoraks sekunder
Pneumotoraks katamenial
Pneumotoraks ventil
Pneumotoraks iatrogenik
Ny. Brisya, 39 tahun, datang ke IGD dengan keluhan sesak napas sejak 2 jam yang lalu disertai rasa tidak nyaman pada dada kanan. Pasien demam dan batuk berdahak sejak 1 minggu yang lalu serta hanya minum obat warung. Pemeriksaan: TD 120/70 mmHg, HR 90 /menit, RR 30 /menit, suhu 38,1∘ C. Inspeksi dada asimetris, vokal fremitus menurun pada dada kanan, perkusi dada kanan hipersonor. Dokter melakukan rontgen thoraks. Kemungkinan gambaran foto thoraks yang muncul adalah
Air-fluid level
Fibrosis dan penarikan trakea ke hemitoraks kanan
Water-bottle sign
Hiperlusen avaskular paru kanan
Batwing appearance
Tn. Grandy, usia 29 tahun, datang ke IGD dengan keluhan sesak napas sejak 2 jam yang lalu. Pasien diketahui terserut panah saat sedang belajar memanah dengan temannya. Keluhan disertai nyeri dada. Pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, HR 98 /menit, RR 32 /menit, suhu afebris. Pada hemitoraks dekstra ditemukan luka tusuk, perkusi hipersonor, auskultasi bunyi vesikuler menurun. Tatalaksana awal terbaik kondisi pasien ini adalah
Perikardiosentesis
Needle decompression
Balut kasa 3 sisi
Pemasangan WSD
Operasi rekonstruksi cito
Ny. Kesya, usia 30 tahun, dibawa ke IGD dengan keluhan sesak sejak 20 menit yang lalu pascakecelakaan lalu lintas. Keluhan disertai nyeri dada sebelah kanan. Pemeriksaan: TD 90/60 mmHg, nadi 140 /menit, RR 32 /menit, JVP meningkat, hemitoraks kanan tertinggal, fremitus vokal menurun, perkusi dada kanan hipersonor. Tindakan yang dapat segera dilakukan adalah
Pasang WSD kanan
Balut 3 sisi
Intubasi
Needle thoracocentesis
Needle pericardiocentesis
Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan kepala pusing sejak 3 hari yang lalu. Keluhan tidak disertai demam. Keluhan disertai batuk sesekali, keluar sekret jernih dari kedua hidung, dan nyeri tenggorokan. Riwayat alergi tidak dijumpai. Pemeriksaan fisik dalam batas normal. Diagnosis yang paling mungkin adalah
Faringitis akut
Asma bronkial
Influenza
Rinitis
Pneumonia
Seorang anak laki-laki berusia 1 tahun dibawa ibunya ke puskesmas dengan keluhan demam sejak 3 hari. Keluhan disertai pilek dan nafsu makan menurun. Pemeriksaan fisik: nadi 110 x/menit, frekuensi napas 20 x/menit, suhu 38,5∘ C, tampak sekret jernih dari kedua rongga hidung, faring tidak hiperemis, tonsil tidak hipertrofi. Terapi simptomatis untuk pasien tersebut adalah
Aspirin
Asam mefenamat
Paracetamol
Ibuprofen
Indometasin
