NEW
Font size
WorksheetsQuiz MSDM 1
Total questions: 80
Worksheet time: 3585secs
Di RS Medika Sejahtera, direktur merasa jumlah pegawai cukup, namun beban kerja perawat meningkat tajam karena banyak pasien dengan kasus kompleks. HRD menyarankan rekrutmen tambahan, tetapi manajemen keuangan menolak karena keterbatasan anggaran. Langkah manajerial paling tepat dari perspektif MSDM adalah...
Menunda rekrutmen sambil menunggu anggaran tersedia
Menambah jam lembur bagi perawat yang ada
Melakukan analisis kebutuhan tenaga kerja dan redistribusi beban kerja
Mengalihkan tugas ke tenaga outsourcing sementara
Seorang kepala unit di RSU Harapan menilai kinerja bawahannya hanya berdasarkan kedisiplinan hadir, tanpa memperhatikan kontribusi ide atau kolaborasi tim. HRD menegur karena metode tersebut dianggap tidak sejalan dengan fungsi MSDM modern. Fungsi MSDM yang terabaikan adalah...
Manajemen karier
Manajemen kinerja
Hubungan industrial
Kompensasi dan tunjangan
Dalam rapat direksi, HRD RS Sentosa ingin menghapus sistem tunjangan tetap dan menggantinya dengan tunjangan berbasis kinerja. Namun, beberapa karyawan merasa perubahan ini tidak adil karena faktor penilaian dianggap subjektif. Dilema ini mencerminkan peran MSDM dalam menjaga keseimbangan antara...
A. Tujuan fungsional dan sosial
B. Tujuan organisasi dan individu
C. Tujuan administratif dan teknis
D. Tujuan jangka pendek dan Panjang
Pada masa pandemi, manajemen RS Bina Kasih mengharuskan sebagian staf bekerja dari rumah. Namun, terjadi penurunan semangat kerja karena hilangnya interaksi sosial dan rasa kebersamaan. Dari sudut pandang MSDM, tindakan terbaik yang bisa dilakukan adalah...
Memaksa karyawan kembali ke kantor
Menambah kompensasi finansial untuk mengganti rasa jenuh
Menyelenggarakan pelatihan engagement kerja jarak jauh
Menilai kinerja hanya berdasarkan hasil kerja tanpa memperhatikan proses
Bagian HRD RS Kurnia melakukan rekrutmen cepat untuk posisi analis laboratorium karena permintaan pasien meningkat. Namun, setelah bekerja 2 minggu, karyawan baru mengundurkan diri karena merasa tidak sesuai dengan budaya organisasi. Masalah utama dalam kasus ini adalah kegagalan pada tahap...
A. Perencanaan SDM
B. Seleksi berbasis kompetensi
C. Orientasi dan penempatan
D. Manajemen karier
RS Pusaka Bangsa ingin meningkatkan produktivitas tanpa menambah jumlah pegawai. HRD mengusulkan program pelatihan digitalisasi administrasi, tapi sebagian dokter senior menolak karena tidak terbiasa dengan teknologi. Fungsi MSDM yang paling berperan dalam mengatasi situasi ini adalah...
Hubungan industrial
Pelatihan dan pengembangan
Kompensasi dan insentif
Manajemen karier dan suksesi
Setelah evaluasi tahunan, HRD RS Amanah menemukan bahwa unit keuangan memiliki tingkat stres kerja tinggi akibat beban lembur berlebih. Namun, manajer unit menilai kondisi tersebut masih wajar karena target keuangan tercapai. Dalam perspektif MSDM yang berorientasi kesejahteraan, langkah ideal adalah...
Mempertahankan sistem kerja karena hasil sudah optimal
Melakukan penyesuaian kompensasi lembur saja
Mengevaluasi sistem kerja dan memperkuat aspek K3 serta keseimbangan kerja-hidup
Menerapkan sanksi bagi pegawai yang tidak tahan tekanan
RS Citra Abadi memiliki karyawan berprestasi tinggi yang sering menolak promosi jabatan karena takut kehilangan keseimbangan hidup. Kebijakan MSDM yang dapat menjembatani kepentingan organisasi dan individu adalah...
Memaksa promosi demi kepentingan organisasi
Memberi bonus tunai sebagai pendorong motivasi
Menyusun rencana karier fleksibel dengan jalur pengembangan non-struktural
Mencari kandidat eksternal untuk menggantikan posisi kosong
Dalam upaya efisiensi, RS Nusantara meniadakan fasilitas makan siang gratis. Akibatnya, produktivitas menurun karena karyawan sering keluar untuk makan di luar rumah sakit. Kasus ini menunjukkan bahwa aspek kesejahteraan karyawan memengaruhi...
Efektivitas proses rekrutmen
Kinerja dan loyalitas pegawai
Pengawasan dan kontrol manajemen
Evaluasi hasil pelatihan
Ketika melakukan pemutusan hubungan kerja karena restrukturisasi, RS Mitra Sehat memberikan kompensasi sesuai hukum, tetapi tanpa pendampingan psikologis atau pelatihan transisi karier. Kelemahan pendekatan MSDM dalam kasus ini terletak pada...
Ketidaktataan hukum ketenagakerjaan
Kurangnya perhatian terhadap tujuan sosial dan kemanusiaan MSDM
Tidak sesuainya evaluasi kinerja
Ketidaktepatan perencanaan kebutuhan tenaga kerja
RS Digital Medika mulai menerapkan sistem rekrutmen menggunakan AI untuk menyaring pelamar. Namun, sistem ini cenderung menolak pelamar dari daerah tertentu karena algoritma belajar dari data lama yang bias.
Sebagai manajer HRD, tindakan paling tepat adalah…
Tetap menggunakan sistem karena efisiensi meningkat
Menghapus fitur AI agar tidak menimbulkan kontroversi
Meninjau ulang algoritma dan menambahkan elemen audit etis pada sistem
Mengalihkan tanggung jawab seleksi kembali sepenuhnya ke manusia
Dalam program pelatihan online, tingkat kehadiran pegawai RS Bina Sehat menurun drastis karena pelatihan terasa “tidak manusiawi” dan membosankan. HRD berencana menggantinya dengan pelatihan berbasis gamification. Langkah ini mencerminkan fokus MSDM digital pada...
Efisiensi waktu dan biaya
Digital learning (human-centered learning)
Pengawasan ketat berbasis data
Otomatisasi sistem penilaian
Direktur RS Nusantara ingin memasang sensor AI untuk memantau jam kedatangan dan kepulangan pegawai secara otomatis. Namun sebagian staf menilai kebijakan ini terlalu mengawasi privasi. Bagaimana pendekatan MSDM digital yang paling seimbang?
Menerapkan kebijakan tanpa diskusi karena berbasis teknologi resmi
Menunda implementasi hingga semua setuju
Melibatkan perwakilan karyawan dalam merumuskan aturan penggunaannya
Menghapus sistem karena berpotensi melanggar etika
RS Kasih Insani menggunakan big data untuk menilai kinerja dokter berdasarkan jumlah pasien dan ulasan digital. Namun, ada dokter dengan pasien sedikit tetapi skor ulasan tertinggi. Dalam konteks MSDM digital, tindakan paling bijak adalah...
Menilai hanya berdasarkan kuantitas pasien karena objektif
Menghapus ulasan pasien karena subjektif
Menyerahkan seluruh keputusan pada algoritma
Menambah bobot indikator kualitas layanan dalam sistem penilaian
Program e-learning tentang etika profesi telah diluncurkan, tetapi sebagian peserta hanya menekan tombol “selesai” tanpa membaca materi. Solusi terbaik sesuai prinsip MSDM digital adalah...
Menambah durasi modul agar lebih lengkap
Memberi sanksi bagi peserta yang tidak membaca
Menambahkan sistem evaluasi interaktif yang menilai pemahaman
Membiarkan peserta karena sudah dianggap memenuhi formalitas
Dalam sistem penilaian berbasis data, HRD RS Harmoni menemukan bahwa perawat senior memiliki nilai rendah karena lambat dalam input data digital, padahal mereka memiliki kinerja klinis tinggi. Langkah yang paling sesuai dengan prinsip digital human resource fairness adalah...
Menurunkan penilaian kinerja sesuai data sistem
Menyesuaikan sistem agar mempertimbangkan kompetensi non-digital
Mewajibkan seluruh perawat senior mengikuti pelatihan digital
Menghapus perawat senior dari sistem penilaian
RS Mandiri Sehat ingin menggunakan chatbot HR untuk menjawab pertanyaan karyawan tentang tunjangan dan cuti. Namun, muncul keluhan bahwa chatbot sering salah memahami konteks pertanyaan personal. Dalam konteks MSDM digital, solusi terbaik adalah...
Menutup chatbot dan kembali ke layanan manual
Melatih chatbot dengan machine learning dari pertanyaan riil karyawan
Mengabaikan keluhan karena chatbot tetap lebih cepat
Membatasi chatbot hanya untuk informasi umum dan tetap menyediakan jalur manusia
Ketika sistem absensi digital error, banyak karyawan tidak tercatat hadir dan potongan gaji otomatis terjadi. Beberapa merasa kecewa dan kehilangan kepercayaan pada HRD. Apa langkah terbaik bagi manajer SDM digital?
Mengembalikan sistem ke manual
Menunda pembayaran gaji sampai masalah selesai
Melakukan koreksi data dengan bukti nyata serta memberi kompensasi moral
Meminta karyawan memperbaiki data mereka sendiri
Dalam upaya transformasi digital, HRD RS Cendekia ingin mengganti sistem komunikasi internal menjadi aplikasi instant messaging. Namun, dokter senior menolak karena merasa terlalu informal. Pendekatan MSDM yang tepat untuk menjaga kolaborasi lintas generasi adalah...
Mewajibkan seluruh staf mengikuti sistem baru demi keseragaman
Memberikan pelatihan adaptasi digital berbasis kebutuhan tiap kelompok usia
Membatasi penggunaan aplikasi hanya untuk staf muda
Menggunakan dua sistem komunikasi berbeda sesuai generasi
RS Prima Digital mengumpulkan data emosi karyawan melalui mood tracker harian untuk menganalisis kesejahteraan kerja. Beberapa staf merasa terbantu, namun yang lain menganggapnya terlalu menginvasi privasi. Dilema ini mencerminkan tantangan MSDM digital dalam hal...
Keterbukaan informasi dan akurasi data
Etika dan keseimbangan antara analitik dan privasi personal
Keamanan data pegawai
Efisiensi pelaporan
RS Bina Sejahtera membuka unit layanan baru, namun belum menentukan siapa yang paling cocok mengisi posisi kepala unit. HRD ingin segera merekrut eksternal agar operasional cepat berjalan, tetapi direktur meminta analisis kebutuhan dulu. Langkah awal yang paling tepat menurut prinsip perencanaan SDM adalah...
Melakukan replacement chart untuk memetakan kandidat internal
Segera membuka lowongan eksternal
Menunjuk staf senior secara langsung
Menunda rekrutmen sampai unit berjalan
Dalam analisis jabatan bagian farmasi, ditemukan bahwa staf sering kelelahan karena harus merangkap pekerjaan administrasi. Kepala instalasi ingin menambah staf, sementara HRD menyarankan redesign job. Tindakan HRD tersebut menggambarkan fungsi...
Analisis jabatan untuk efisiensi biaya
Desain kerja untuk keseimbangan beban dan kepuasan kerja
Perencanaan SDM untuk rekrutmen internal
Evaluasi kerja untuk menentukan insentif
Hasil audit SDM menunjukkan banyak pegawai RS Medika yang kinerjanya menurun karena deskripsi pekerjaan tidak lagi relevan setelah digitalisasi sistem rekam medis. Langkah yang paling sesuai prinsip analisis pekerjaan modern adalah...
Menyusun ulang job description dan job specification berdasarkan kondisi terkini
Melakukan pelatihan digital tanpa mengubah deskripsi kerja
Menambah insentif untuk meningkatkan motivasi
Menghapus jabatan lama dengan analisis lebih lanjut
RS Harapan Mandiri memiliki data bahwa 20% tenaga administrasi akan pensiun 3 tahun lagi, sementara permintaan pasien meningkat. HRD harus memastikan tidak terjadi kekosongan jabatan penting. Langkah yang paling sesuai dalam perencanaan SDM adalah...
Menyusun replacement chart dan replacement summary
Melakukan downsizing untuk menekan biaya operasional
Menunggu pegawai pensiun baru melakukan rekrutmen
Melakukan job redesign agar jabatan ganda lebih efisien
Bagian HR RS Sehat Bersama menggunakan metode rasio untuk memprediksi kebutuhan SDM. Namun, direktur menilai metode itu terlalu kaku karena tidak mempertimbangkan perubahan pola kerja digital dan sistem shift baru. Pendekatan yang lebih relevan seharusnya adalah...
Judgement technique melibatkan para ahli di bidang operasional RS
Trend analysis berdasarkan data tahun sebelumnya
Budget analysis karena terkait alokasi biaya SDM
Work study untuk menghitung waktu produktif per pegawai
Seorang kepala ruang rawat mengeluh bahwa stafnya tidak puas dengan pembagian tugas karena merasa tidak sesuai kompetensi. HRD menemukan bahwa job description terakhir diperbarui lima tahun lalu. Masalah ini menunjukkan perlunya...
Perencanaan SDM jangka panjang
Analisis pekerjaan ulang sesuai kompetensi
Pelatihan komunikasi antarstaf
Sistem penilaian kinerja berbasis digital
Ketika rumah sakit melakukan reorganisasi, beberapa posisi dihapus dan digabung untuk efisiensi. Namun, muncul keluhan pegawai karena beban kerja meningkat dan motivasi menurun. Masalah ini menunjukkan bahwa desain kerja seharusnya memperhatikan...
Kualifikasi jabatan dan kemampuan teknis
Efisiensi organisasi tanpa memperhatikan kesejahteraan
Aspek motivasi, variasi tugas, dan keseimbangan kerja
Perbandingan kompensasi antarbagian
Dalam analisis beban kerja, HRD menemukan bahwa perawat sering melakukan pekerjaan administrasi yang tidak terkait dengan keahlian klinis mereka. Namun, manajemen menilai hal itu hemat biaya. Keputusan mempertahankan sistem ini berisiko terhadap...
A. Penurunan produktivitas dan kepuasan kerja
B. Efisiensi anggaran jangka pendek
C. Peningkatan loyalitas karena multi skill
D. Pengurangan jumlah staf administrative
RS Prima Care ingin menambah dokter spesialis, tetapi data tren menunjukkan jumlah pasien cenderung stabil. HRD menghadapi dilema antara memproyeksikan kebutuhan jangka panjang atau menekan biaya jangka pendek. Keputusan strategis yang paling sesuai adalah...
Menunda rekrutmen hingga pasien meningkat
Melakukan survei pasien tanpa analisis SDM
Mengisi kekosongan dengan dokter kontrak sementara
Menggunakan trend analysis dan requirement forecast untuk dasar keputusan
Setelah merger dua rumah sakit, HRD menemukan beberapa jabatan memiliki fungsi yang tumpang tindih. Sebagian manajer mengusulkan PHK, namun HRD ingin mempertahankan dengan job redesign. Pendekatan HRD ini mencerminkan tujuan desain kerja yaitu...
Mempertahankan efisiensi dan mengurangi biaya operasional
Meningkatkan kepuasan, efisiensi, dan efektivitas kerja pegawai
Memfokuskan pekerjaan hanya pada spesialisasi
Menegakkan disiplin kerja pasca-merger
RS Medika Sentosa ingin mempercepat rekrutmen perawat baru karena peningkatan jumlah pasien. HRD mengusulkan rekrutmen eksternal melalui media sosial, tetapi kepala perawat lebih memilih promosi internal dari perawat magang. Dari sudut pandang MSDM, keputusan terbaik adalah...
Mengutamakan promosi internal untuk menjaga loyalitas pegawai
Melakukan rekrutmen eksternal agar mendapat ide baru dan tenaga segar
Mengombinasikan keduanya dengan mempertimbangkan kompetensi dan urgensi
Menunda rekrutmen hingga magang selesai agar efisiensi biaya terjaga
Dalam proses seleksi dokter umum, RS Harapan Bangsa hanya mengandalkan wawancara singkat tanpa tes kemampuan klinis karena keterbatasan waktu. Setelah diterima, dokter tersebut sering melakukan kesalahan administrasi medis. Masalah utama dalam proses MSDM ini adalah...
Kelemahan pada tahap rekrutmen eksternal
Ketidaktepatan metode seleksi yang kurang objektif
Kegagalan orientasi kerja
Kelemahan sistem penempatan
RS Kasih Ibu membuka lowongan staf administrasi dan mendapatkan 200 lamaran. HRD hanya menyeleksi berdasarkan IPK dan universitas asal tanpa memperhatikan pengalaman kerja. Akibatnya, banyak pegawai baru tidak siap menghadapi beban kerja tinggi. Pendekatan seleksi yang seharusnya digunakan adalah...
Metode ilmiah berbasis kriteria jabatan dan kompetensi
Pendekatan referensi karyawan internal
Metode non-ilmiah dengan melihat penampilan saat wawancara
Pendekatan etika kerja dan integritas tanpa uji kompetensi
RS Bina Kasih menerima karyawan baru dengan nilai seleksi tertinggi, namun setelah orientasi satu minggu, ia mengundurkan diri karena merasa tidak cocok dengan budaya kerja yang cepat dan disiplin tinggi. Langkah yang seharusnya dilakukan HRD untuk mencegah hal ini adalah...
Menambahkan pelatihan kerja setelah orientasi
Memperpanjang masa uji coba karyawan
Memasukkan informasi budaya organisasi dalam program orientasi
Menyusun kontrak kerja yang lebih ketat
Dalam orientasi karyawan baru, RS Cendana hanya menjelaskan struktur organisasi dan jam kerja tanpa memperkenalkan nilai-nilai pelayanan dan budaya empatik terhadap pasien. Setelah bekerja, banyak pegawai yang bersikap dingin kepada pasien. Kelemahan program orientasi tersebut adalah...
Tidak menekankan aspek teknis kerja
Tidak menanamkan nilai budaya organisasi dan pelayanan
Terlalu lama dan membosankan
Tidak disertai dengan sesi motivasi kerja
Seorang analis laboratorium dipindahkan ke bagian farmasi karena dianggap “masih bisa belajar”. Namun, setelah 3 bulan, kinerjanya menurun drastis dan ia merasa kehilangan motivasi. Masalah utama pada kasus ini berkaitan dengan...
Desain kerja
Penempatan yang tidak sesuai kompetensi
Orientasi yang kurang efektif
Proses rekrutmen yang salah
Dalam proses rekrutmen staf IT rumah sakit, HRD lebih fokus mencari kandidat yang patuh dan disiplin daripada yang memiliki kemampuan teknis tinggi, dengan alasan budaya rumah sakit menuntut kepatuhan. Namun, sistem digitalisasi rumah sakit jadi sering bermasalah. Kelemahan dari kebijakan rekrutmen tersebut adalah...
Mengabaikan kesesuaian nilai organisasi
Terlalu fokus pada pengembangan internal
Terlalu bergantung pada konsultan rekrutmen eksternal
Tidak menyeimbangkan kompetensi teknis dan kepribadian
Karyawan baru bagian pendaftaran pasien sudah mengikuti orientasi, tetapi sering melakukan kesalahan input data. Saat ditanya, ia mengaku belum pernah dilatih langsung oleh staf senior yang berpengalaman. Masalah ini menunjukkan kelemahan dalam...
Pelaksanaan orientasi yang sangat aplikatif
Metode orientasi yang tidak sesuai
Penempatan jabatan yang salah
Sistem kompensasi yang tidak memotivasi
RS Sejahtera melakukan seleksi tenaga keuangan melalui tes tertulis dan wawancara. Salah satu kandidat berpengalaman namun terlihat kurang percaya diri. Kandidat lain kurang pengalaman tapi sangat komunikatif. Jika mengacu pada prinsip seleksi objektif, HRD sebaiknya...
Memilih kandidat yang berpengalaman karena hasil kerja lebih terukur
Memilih kandidat komunikatif karena bisa dilatih
Menilai kedua kandidat dengan bobot sesuai standar kompetensi jabatan
Menunda keputusan untuk menghindari kesalahan penempatan
Seorang perawat dengan kinerja sangat baik dipromosikan menjadi kepala ruangan. Namun, setelah menjabat, ia kesulitan memimpin dan koordinasi dengan timnya. Masalah ini paling mungkin disebabkan oleh...
Proses orientasi yang tidak dijalankan ulang
Rekrutmen internal tanpa pertimbangan kompetensi manajerial
Seleksi yang tidak mempertimbangkan kemampuan kepemimpinan
Penempatan jabatan yang terlalu cepat tanpa pelatihan
Sinta sudah bekerja 8 tahun di bagian rekam medis. Ia menolak promosi menjadi kepala unit karena merasa belum siap secara mental, padahal kompetensinya memenuhi syarat. Manajemen menilai Sinta kurang ambisius. Dari sudut pandang perencanaan karier, langkah yang paling tepat bagi HRD adalah...
Menarik kembali promosi dan mencari kandidat lain
Memaksa promosi agar tidak kehilangan kandidat potensial
Memberikan pelatihan kepemimpinan tanpa diskusi dengan Sinta
Memberikan program career counseling untuk membantu Sinta mengevaluasi kesiapan dan arah kariernya
Dalam rapat tahunan, HRD RS Sehat Mandiri menemukan bahwa banyak staf muda berhenti bekerja karena tidak melihat peluang jenjang karier yang jelas. Masalah utama dalam kasus ini berkaitan dengan...
Kurangnya pelatihan teknis
Kelemahan dalam proses seleksi karyawan baru
Tidak adanya perencanaan karier organisasional yang terstruktur
Program kaderisasi yang terlalu cepat
Dokter umum di RS Bina Kasih ingin melanjutkan pendidikan spesialis, namun rumah sakit berharap ia tetap bertugas penuh waktu. Dilema muncul antara kepentingan individu dan organisasi. Pendekatan terbaik menurut prinsip career development adalah...
Memberi izin belajar dengan syarat ikatan dinas setelah lulus
Menolak izin belajar karena akan mengganggu operasional
Menunda izin belajar hingga rumah sakit memiliki pengganti
Meminta dokter mencari sponsor eksternal untuk biaya kuliah
Rina, staf administrasi, merasa tidak pernah diberi kesempatan proyek pengembangan padahal kinerjanya baik. Atasannya menganggap ia terlalu tenang dan tidak ambisius. Kesalahan utama dalam pengembangan karier di kasus ini adalah...
Tidak adanya evaluasi kinerja berkala
Atasan tidak melakukan identifikasi potensi karyawan
HRD tidak menyusun program rotasi jabatan
Rina tidak aktif mengajukan permintaan pengembangan
RS Prima Care ingin menciptakan jalur karier ganda (dual career ladder) agar karyawan bisa berkembang tanpa harus menjadi manajer. Namun, sebagian atasan menilai sistem ini mengancam struktur hierarki. Kebijakan ini sebenarnya bertujuan untuk...
Meningkatkan loyalitas tanpa menambah beban jabatan
Memberi ruang karier bagi tenaga ahli non-manajerial agar tetap berkembang
Membatasi promosi jabatan yang berlebihan
Mengurangi biaya pelatihan kepemimpinan
RS Harapan Ibu mengadakan fellowship program bagi tenaga keperawatan ke luar negeri. Namun, setelah kembali, sebagian peserta mengundurkan diri karena tawaran kerja lebih baik. Dilema ini menunjukkan bahwa...
A. Program pengembangan karier belum diimbangi strategi retensi
B. Seleksi peserta fellowship tidak tepat
C. HRD seharusnya tidak membiayai pelatihan eksternal
D. Peserta kurang memiliki loyalitas organisasi
Dalam kaderisasi, direktur RS menemukan bahwa calon pengganti kepala keuangan memiliki kompetensi teknis kuat tapi lemah dalam komunikasi dan kolaborasi. Langkah terbaik dalam kerangka pengembangan karier adalah...
Menunjuknya langsung karena kompetensi teknis sudah mencukupi
Menunda promosi sambil memberikan pelatihan soft skills kepemimpinan
Mengganti dengan kandidat dari luar organisasi
Menilai ulang posisi kepala keuangan agar fokus pada teknis
Di RS Cahaya Medika, HRD menetapkan jalur karier jelas bagi staf keperawatan, tetapi tidak untuk staf administrasi. Akibatnya, staf administrasi merasa terpinggirkan. Masalah ini mencerminkan...
Kesalahan dalam pengembangan SDM
Kegagalan dalam pelaksanaan analisis jabatan
Kesalahan dalam orientasi karyawan baru
Perencanaan karier yang tidak inklusif terhadap semua jabatan
RS Kasih Abadi memiliki program mentoring karier bagi tenaga muda. Namun, beberapa mentor justru menggunakan kesempatan itu untuk membebankan tugas pribadi pada mentee. Masalah tersebut dapat diatasi dengan...
Menunda program mentoring karena disalahgunakan
Menetapkan pedoman etika dan evaluasi periodik untuk mentor
Mengganti mentor bermasalah dengan atasan langsung
Membatasi durasi program mentoring maksimal satu bulan
Rudi, staf bagian keuangan, mengajukan permintaan mutasi ke divisi SDM karena ingin mengembangkan diri. Atasan menolak dengan alasan “keuangan sedang sibuk.” HRD melihat potensi Rudi sesuai dengan bidang SDM. Dalam kerangka pengembangan karier yang sehat, keputusan terbaik adalah...
Mempertahankan Rudi di posisi lama demi stabilitas divisi
Mengizinkan mutasi setelah dilakukan analisis beban kerja dan pelatihan transisi
Memindahkan Rudi segera agar cepat berkembang
Menolak mutasi karena tidak sesuai dengan latar belakang Pendidikan
RS Bina Kasih memberikan bonus tahunan yang sama untuk semua karyawan tanpa memperhatikan perbedaan kinerja. Meskipun hal ini menciptakan rasa keadilan sosial, karyawan berprestasi mulai merasa tidak dihargai. Dari sudut pandang asas kompensasi, kebijakan ini lebih menekankan prinsip...
A. Asas adil
B. Asas layak
C. Asas wajar
D. Asas pemerataan
Seorang perawat dengan pengalaman 10 tahun menerima gaji yang hampir sama dengan perawat baru karena kebijakan rumah sakit tidak memperbarui struktur gaji. Akibatnya, motivasi perawat senior menurun.
Langkah yang paling tepat menurut prinsip penentuan kompensasi adalah…
Melakukan job grading dan survey gaji untuk menyesuaikan upah
Memberi bonus insentif khusus bagi perawat senior
Meningkatkan tunjangan kehadiran agar tidak menimbulkan iri
Memberikan penghargaan non-finansial seperti sertifikat
RS Sejahtera menaikkan upah minimum pegawai administratif sesuai kebijakan pemerintah, tetapi tidak menambah tunjangan kesejahteraan yang menurun karena inflasi.
Masalah ini menunjukkan ketidakseimbangan pada faktor penentu kompensasi yaitu…
Faktor internal organisasi
Faktor eksternal kondisi ekonomi
Faktor pribadi karyawan
Faktor hukum dan serikat pekerja
RS Citra Medika menerapkan sistem upah berdasarkan waktu kerja (jam/hari), sedangkan sebagian pegawai merasa hasil kerja mereka lebih berat daripada jam kerja yang tercatat. Dilema ini dapat diatasi dengan...
Mengganti ke sistem upah borongan berdasarkan hasil kerja
Menambah jam kerja agar upah meningkat
Menggunakan kombinasi sistem waktu dan hasil untuk mencerminkan produktivitas
Menyamratakan upah agar lebih sederhana
Manajemen RS Bahagia ingin meningkatkan loyalitas pegawai dengan menambah fasilitas rekreasi dan beasiswa anak, namun beberapa pegawai merasa lebih membutuhkan kenaikan gaji pokok. Dilema ini menunjukkan perbedaan persepsi antara kompensasi...
A. Finansial langsung dan finansial tidak langsung
B. Finansial langsung dan non-finansial
C. Non-finansial dan sosial
D. Material dan spiritual
Setelah evaluasi kinerja, HRD RS Harapan Insani menemukan bahwa karyawan yang menerima insentif tinggi justru menurunkan kinerja setelah beberapa bulan. Kemungkinan penyebab utamanya adalah...
Pemberian insentif tidak berdasarkan evaluasi obyektif
Insentif diberikan tanpa mempertimbangkan faktor motivasi jangka panjang
Perusahaan gagal memenuhi asas wajar
Gaji pokok tidak mencukupi kebutuhan dasar
RS Mutiara menerapkan sistem bonus tim berdasarkan keberhasilan unit kerja. Namun, dalam praktiknya, sebagian anggota tim tidak berkontribusi maksimal tetapi tetap mendapat bonus. Masalah ini menunjukkan bahwa sistem kompensasi perlu mempertimbangkan aspek...
Individual performance
Kebutuhan personal
Penilaian jabatan (job evaluation)
Equality fairness
Kepala HRD RS Amanah mengusulkan tunjangan transportasi seragam untuk semua staf, termasuk dokter spesialis. Dokter spesialis menilai kebijakan itu tidak mencerminkan tanggung jawab mereka yang lebih tinggi. Hal ini menandakan bahwa kompensasi belum memperhatikan...
A. Perbedaan jabatan dan beban kerja
B. Faktor eksternal tenaga kerja
C. Asas pemerataan
D. Sistem hasil kerja
RS Karya Abadi menawarkan gaji tinggi bagi tenaga ahli laboratorium untuk menarik kandidat langka di pasar tenaga kerja, meski gajinya lebih tinggi dari posisi setingkat di rumah sakit. Kebijakan ini termasuk penerapan dari...
Strategi retensi berbasis non-finansial
Penyesuaian kompensasi berdasarkan penawaran dan permintaan kerja
Kebijakan kompensasi internal
Prinsip pemerataan jabatan
Seorang kepala ruang di RS Bina Kasih selalu memutuskan semua hal sendiri tanpa meminta masukan staf, dengan alasan agar keputusan cepat diambil. Namun, staf merasa tidak dihargai dan kehilangan motivasi. Gaya kepemimpinan yang paling menggambarkan kasus ini adalah...
Transformasional
Otokratis
Demokratis
Laissez-faire
Dalam situasi darurat pandemi, direktur RS memerintahkan tim logistik mengambil keputusan cepat tanpa diskusi panjang. Setelah krisis selesai, ia kembali membuka ruang diskusi dan evaluasi bersama. Pendekatan kepemimpinan yang diterapkan direktur tersebut mencerminkan...
Kombinasi gaya otokratis situasional dan demokratis reflektif
Paternalistik dengan kontrol ketat
Transaksional dengan fokus penghargaan
Karismatik dengan dominasi personal power
Pemimpin unit IGD dikenal sangat fleksibel dan jarang menegur staf meski sering terlambat. Ia beralasan tidak ingin suasana kerja menjadi tegang. Namun, kedisiplinan menurun dan pelayanan pasien sering terlambat.
Gaya kepemimpinan yang paling mungkin menyebabkan situasi tersebut adalah…
Transformasional
Permisif
Demokratis
Birokratis
RS Sejahtera mengalami turnover tinggi pada perawat muda. Hasil survei menunjukkan bahwa mereka merasa tidak memiliki kesempatan berkembang. Berdasarkan teori motivasi Herzberg, masalah utama dalam kasus ini adalah...
Faktor hygiene kurang terpenuhi
Faktor motivator tidak tersedia
Kebutuhan dasar belum terpenuhi
Tidak adanya sistem bonus yang kompetitif
Seorang dokter muda bekerja keras tanpa insentif tambahan karena ia merasa bangga menjadi bagian dari RS rujukan nasional dan ingin memberikan kontribusi terbaik. Jenis motivasi yang paling tepat menggambarkan perilaku tersebut adalah...
Ekstrinsik
Intrinsik
Psikologis sekunder
Instrumental
Kepala HRD RS Amanah menerapkan sistem penghargaan “pegawai teladan” setiap bulan. Namun, setelah beberapa bulan, kinerja karyawan tidak banyak berubah dan muncul rasa iri antarpagawai. Masalah utama dari program motivasi tersebut adalah...
Tidak berdasarkan evaluasi obyektif dan nilai intrinsik
Terlalu sering diberikan hingga kehilangan makna
Tidak melibatkan atasan langsung dalam penilaian
Tidak disertai insentif finansial tambahan
RS Prima Medika mulai menegakkan aturan ketat tentang jam masuk kerja. Beberapa karyawan protes karena merasa aturan terlalu kaku, sementara HR menilai aturan itu penting untuk pelayanan pasien. Kebijakan ini mencerminkan fungsi disiplin kerja sebagai...
Alat hukuman untuk pelanggan
Sarana peningkatan kesadaran dan tanggung jawab kerja
Mekanisme pengawasan semata
Bentuk perlindungan manajemen terhadap citra rumah sakit
Seorang kepala instalasi menegur stafnya dengan keras di depan umum karena kesalahan kecil. Meski tujuannya agar pegawai lain disiplin, beberapa staf merasa terintimidasi dan kehilangan semangat kerja. Dari sudut pandang kepemimpinan efektif, tindakan tersebut sebaiknya diganti dengan...
Teguran pribadi dengan pendekatan coaching
Sanksi tertulis untuk efek jera
Pujian terbuka tetapi kritik tertutup
Penundaan promosi sebagai pembelajaran
Seorang supervisor laboratorium memberi kelonggaran kepada pegawai berprestasi untuk datang 15 menit terlambat tanpa konsekuensi. Pegawai lain menilai hal ini tidak adil dan mulai meniru. Faktor yang paling terganggu dalam pembentukan disiplin kerja adalah...
Keadilan dan ketegasan
Keteladanan pemimpin
Balas jasa dan kompensasi
Hubungan kemanusiaan
RS Harapan Baru memiliki pemimpin yang sangat kharismatik dan disegani, namun ketika ia tidak hadir, kinerja tim menurun drastis karena staf terlalu bergantung pada arahan langsungnya. Masalah utama dari gaya kepemimpinan ini adalah...
Rendahnya sense of cohesiveness di antara staf
Pemimpin gagal memberi ruang inisiatif
Kurangnya motivasi intrinsik bawahan
Gaya karismatik terlalu dominan hingga menekan kemandirian
RS Kasih Ibu memiliki kebijakan tidak menempatkan perawat laki-laki di ruang bersalin untuk menjaga kenyamanan pasien. Namun, perawat laki-laki menganggap hal ini menghambat karier mereka karena tidak dapat memenuhi syarat promosi. Dari perspektif prinsip kesetaraan kerja, kebijakan RS tersebut termasuk...
Diskriminasi langsung berdasarkan jenis kelamin
Diskriminasi tidak langsung yang membatasi kesempatan karier
Tindakan afirmatif yang wajar
Kebijakan non-diskriminatif karena alasan kenyamanan pasien
Seorang staf HRD RS Amanah menolak pelamar disabilitas fisik untuk posisi administrasi dengan alasan mobilitas terbatas, padahal sebagian besar pekerjaan dilakukan secara digital. Kebijakan tersebut bertentangan dengan...
Prinsip efisiensi tenaga kerja
Prinsip non-diskriminasi dan kesetaraan kesempatan kerja
Hak prerogatif manajemen dalam rekrutmen
Kepentingan keamanan organisasi
RS Sehat Bersama menerapkan sistem cuti yang berbeda bagi karyawan tetap dan kontrak. Karyawan kontrak hanya mendapat setengah jatah cuti tahunan tanpa alasan objektif. Kebijakan ini berpotensi melanggar prinsip...
Diskriminasi tidak langsung berdasarkan status kerja
Tindakan afirmatif dalam kompensasi
Kesetaraan de jure karena perbedaan status
Keadilan internal dalam manajemen SDM
Dalam proses promosi jabatan kepala instalasi, RS Sentosa lebih memilih kandidat yang memiliki latar belakang etnis tertentu dengan alasan “lebih cocok dengan budaya kerja tim”. Dari perspektif hukum ketenagakerjaan, keputusan ini termasuk...
Diskriminasi de facto
Diskriminasi de jure
Tindakan afirmatif berdasarkan keunikan budaya
Perbedaan wajar karena alasan kultural
Manajemen RS Harapan Sejahtera menolak permintaan perawat perempuan untuk menjalani pendidikan lanjutan karena khawatir akan mengganggu jadwal shift. Namun, rekan laki-lakinya diizinkan mengikuti program serupa. Kebijakan ini mencerminkan pelanggaran terhadap prinsip...
A. Efisiensi kerja dan produktivitas
B. Kesetaraan hak dan kesempatan kerja
C. Keseimbangan operasional rumah sakit
D. Perlindungan hukum ketenagakerjaan
RS Bina Medika menerapkan kuota rekrutmen khusus bagi tenaga kesehatan dari daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) untuk memperkuat keragaman tim. Kebijakan ini termasuk dalam kategori...
Diskriminasi positif atau tindakan afirmatif
Diskriminasi tidak langsung
Diskriminasi de jure berdasarkan asal daerah
Penerapan prinsip non-diskriminasi penuh
Serikat pekerja RS Mutiara menolak kebijakan baru yang menambah jumlah shift malam tanpa konsultasi. Manajemen beralasan kebijakan itu mendesak untuk meningkatkan layanan. Dalam konteks hubungan industrial, tindakan manajemen tersebut...
Melanggar prinsip dialog sosial dan perundingan kolektif
Masih diperbolehkan karena bersifat operasional
Sesuai aturan jika diumumkan melalui surat resmi
Tidak bermasalah karena menyangkut pelayanan public
Serikat pekerja di RS Cendana mengajukan tuntutan kenaikan tunjangan malam 15%. Setelah mediasi gagal, Dinas Tenaga Kerja menawarkan konsiliasi, tetapi RS menolak karena merasa keputusan seharusnya final.
Langkah hukum yang paling tepat selanjutnya adalah…
Arbitrase, karena keputusan bersifat mengikat
Mediasi ulang dengan mediator yang sama
Negosiasi internal tanpa campur tangan pemerintah
Pemogokan kerja sebagai bentuk protes hukum
Beberapa staf RS Berkah Mulia dipecat karena ikut bergabung dalam serikat pekerja baru. Manajemen berdalih, “Mereka mengganggu stabilitas tim.” Tindakan tersebut bertentangan dengan...
Hak kebebasan berserikat (ILO Convention No. 87)
Prinsip mediasi hubungan industrial
Aturan jam kerja maksimum
Prinsip kesejahteraan dan keamanan kerja
RS Citra Medika menghadapi konflik antara manajemen dan serikat pekerja mengenai perubahan sistem kontrak. Pemerintah daerah menawarkan menjadi pihak ketiga untuk membantu mencari solusi tanpa keputusan hukum.
Pendekatan yang digunakan pemerintah tersebut adalah…
Arbritase
Konsiliasi
Mediasi
Negosiasi langsung
Dalam rapat direksi, HRD mengusulkan pemberian fasilitas kesehatan gratis untuk keluarga karyawan sebagai kompensasi tambahan. Namun, bagian keuangan menolak karena biaya tinggi.
Langkah kompromi yang paling sesuai prinsip kompensasi efektif adalah…
Menghapus rencana karena tidak wajib secara hukum
Mengalihkan tunjangan menjadi bonus tahunan
Menyediakan subsidi sebagian biaya kesehatan keluarga
Memberi insentif lembur sebagai alternatif
