NEW
Font size
S
M
L
XL
WorksheetsUTS Manajemen Keuangan Syariah
Total questions: 70
Worksheet time: 35mins
Name
Class
Date
1.
Menurut perspektif Islam, fungsi UTAMA uang adalah...
a)
Alat investasi untuk menghasilkan keuntungan
b)
Alat tukar (medium of exchange) yang memfasilitasi transaksi
c)
Komoditas yang dapat diperdagangkan untuk spekulasi
d)
Simpanan nilai jangka panjang yang stabil
2.
Syarat mutlak agar uang dapat berfungsi sebagai alat pembayaran tertunda (seperti utang-piutang) adalah...
a)
Nilai intrinsik yang tinggi
b)
Kemudahan dibawa dan dibagi
c)
Stabilitas nilai dari waktu ke waktu
d)
Jumlah yang tidak terbatas
3.
Pandangan Imam Al-Ghazali tentang esensi uang (Dinar/Dirham) adalah...
a)
Uang adalah komoditas bernilai tinggi yang harus ditimbun
b)
Uang adalah "hakim penengah" yang mengukur nilai harta lain
c)
Uang harus diperdagangkan untuk mendapatkan keuntungan
d)
Uang hanya berlaku jika terbuat dari emas murni
4.
Konsep "uang sebagai aliran" (flow concept) dalam Islam berarti...
a)
Uang harus beredar dalam ekonomi, bukan ditimbun
b)
Uang hanya boleh dimiliki oleh negara
c)
Uang harus selalu dalam bentuk fisik
d)
Uang tidak boleh disimpan di bank
5.
Di dalam surah at-Taubah ayat 34 Allah mengancam orang yang menimbun uangnya dengan siksa yang menyakitkan. Di dalam ekonomi, menimbun uang dapat menimbulkan berbagai dampak negatif berikut, KECUALI ...
a)
Kesenjangan ekonomi yang semakin ekstrem antara si kaya dan si miskin
b)
Terhambatnya aktivitas ekonomi karena jumlah uang yang beredar tidak mencukupi kebutuhan transaksi ekonomi riil
c)
Terjadinya deflasi karena nilai uang akan meningkat dan harga barang/jasa turun
d)
Terjadi inflasi yang akan berakibat pada melemahnya daya beli konsumen
6.
Larangan maysir (gambling) dalam konteks uang Islam bertujuan untuk...
a)
Mencegah perolehan kekayaan tanpa kerja keras atau spekulasi
b)
Melindungi nilai intrinsik uang
c)
Menjamin stabilitas mata uang fiat
d)
Mendorong investasi jangka panjang
7.
Status hukum uang kertas (fiat money) dalam Islam adalah...
a)
Haram karena tidak memiliki nilai intrinsik
b)
Mubah (boleh) berdasarkan konsensus atau kesepakatan publik
c)
Syaratnya harus di-backup dengan emas
d)
Hanya boleh untuk transaksi kecil, tidak untuk transaksi besar
8.
Pandangan Islam terhadap cryptocurrency sebagai mata uang adalah...
a)
Diperbolehkan karena teknologinya modern
b)
Haram karena mengandung gharar, spekulasi, dan tidak ada jaminan nilai
c)
Wajib diterima sebagai alat pembayaran global
d)
Sama dengan uang konvensional
9.
Transformasi dari Dinar/Dirham ke uang kertas menimbulkan masalah kompleks seperti...
a)
Deflasi dan kekurangan uang
b)
Inflasi, deflasi, dan riba
c)
Ketergantungan pada emas
d)
Kesulitan transaksi lintas negara
10.
Karakteristik IDEAL uang menurut perspektif Islam adalah...
a)
Nilai fluktuatif, jumlah tak terbatas, sulit dibawa
b)
Stabilitas nilai, daya tahan, mudah dibagi, jumlah terbatas
c)
Hanya berbentuk fisik (logam mulia)
d)
Bisa diperjualbelikan untuk spekulasi
11.
Akad yang menggabungkan modal dan keahlian dengan pembagian keuntungan berdasarkan nisbah, tetapi kerugian finansial hanya ditanggung pemilik modal adalah...
a)
Musyarakah
b)
Mudharabah
c)
Murabahah
d)
Ijarah
12.
Perbedaan UTAMA antara akad Salam dan Istisna' adalah...
a)
Salam untuk barang siap jual, Istisna' untuk jasa
b)
Salam mensyaratkan pembayaran penuh di muka, Istisna' pembayaran fleksibel
c)
Salam hanya untuk pertanian, Istisna' untuk manufaktur
d)
Salam melibatkan riba, Istisna' bebas riba
13.
Akad yang PALING SESUAI untuk pembiayaan perumahan dengan kepemilikan bertahap adalah...
a)
Mudharabah Muthlaqah
b)
Musyarakah Mutanaqisah
c)
Murabahah bil Wakalah
d)
Ijarah Murni
14.
Dalam akad Murabahah, transparansi harga dicapai dengan cara...
a)
Menyembunyikan margin keuntungan dari pembeli
b)
Menginformasikan harga pokok dan margin keuntungan secara jelas
c)
Menggunakan suku bunga acuan pasar
d)
Menetapkan harga secara arbitrer
15.
Akad filantropi (tabarru') yang digunakan dalam asuransi syariah (Takaful) adalah...
a)
Qardh
b)
Wakalah
c)
Hawalah
d)
Kafalah
16.
Kelemahan UTAMA akad Mudharabah dan Musyarakah dalam praktik perbankan syariah modern adalah...
a)
Terlalu sederhana untuk diterapkan pada sistem keuangan yang kompleks
b)
Risiko asymmetric information (informasi tidak seimbang) dan moral hazard (kecurangan)
c)
Tidak menghasilkan keuntungan yang sesuai dengan harapan bank
d)
Bertentangan dengan hukum positif yang berlaku di Indonesia
17.
Akad hibrida (hybrid contract) yang menggabungkan sewa (ijarah) dengan janji kepemilikan di akhir masa sewa adalah...
a)
Murabahah bil Wakalah
b)
Ijarah Muntahiyah bi al-Tamlik (IMBT)
c)
Musyarakah al-Mufawadhah
d)
Salam Istisna'
18.
Dalam akad Wadi'ah Yad Dhamanah, penerima titipan...
a)
Dilarang keras menggunakan dana titipan
b)
Diizinkan menggunakan dana dengan jaminan pengembalian utuh
c)
Hanya bertanggung jawab jika ada kelalaian
d)
Wajib memberikan imbalan kepada pemilik
19.
Alasan DOMINANSI akad Murabahah dalam portofolio perbankan syariah adalah...
a)
Karena paling sesuai dengan maqashid syariah
b)
Menghasilkan keuntungan pasti (fixed-return) dan mengurangi risiko bank
c)
Satu-satunya akad yang diizinkan untuk pembiayaan konsumtif
d)
Lebih mudah diimplementasikan daripada Mudharabah
20.
Akad yang MENYATUKAN prinsip risk-sharing (bagi hasil dan risiko) dengan kontribusi modal dari semua pihak adalah...
a)
Qardh
b)
Murabahah
c)
Musyarakah
d)
Ijarah
21.
Tujuan UTAMA manajemen keuangan syariah yang membedakannya dari konvensional adalah...
a)
Maksimalisasi keuntungan pemegang saham
b)
Pencapaian al-falah (kesejahteraan holistik dunia dan akhirat)
c)
Dominasi pasar global
d)
Minimisasi risiko investasi
22.
Konsep maqashid syariah berfungsi sebagai...
a)
Aturan teknis transaksi keuangan
b)
Kerangka filosofis yang menjembatani kehendak Tuhan dengan aspirasi manusia
c)
Standar akuntansi internasional
d)
Panduan perpajakan syariah
23.
Lima tujuan pokok maqashid syariah (Al-Kulliyat al-Khams) yang DIKECUALIKAN dari daftar berikut adalah...
a)
Perlindungan Agama (Hifz al-Din)
b)
Perlindungan Jiwa (Hifz an-Nafs)
c)
Perlindungan Kekayaan (Hifz al-Mal)
d)
Perlindungan Kekuasaan (Hifz al-Sultan)
24.
Maqashid Syariah Index (MSI) yang dikembangkan Mohammed et al. (2008) mengukur kinerja lembaga keuangan syariah berdasarkan TIGA variabel, KECUALI...
a)
Pendidikan Individu (Tahdzib al-Nafs)
b)
Penegakan Keadilan (Iqamah Al-Adl)
c)
Kesejahteraan (Maslahah)
d)
Maksimalisasi Laba (Riba al-Maal)
25.
Hasil riset Mohammed et al. (2008) menunjukkan korelasi POSITIF antara MSI dengan profitabilitas bank syariah. Ini membuktikan bahwa...
a)
Komitmen etis mengurangi keuntungan jangka pendek
b)
Nilai-nilai sosial dan etis adalah penggerak profitabilitas jangka panjang
c)
Bank syariah harus fokus pada laba semata
d)
MSI tidak relevan dengan kinerja finansial
26.
Contoh implementasi Hifz al-Aql (Perlindungan Akal) oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) adalah...
a)
Penyaluran zakat Rp250 miliar
b)
Pembiayaan sektor kesehatan Rp150 miliar
c)
Program beasiswa dan pelatihan keterampilan Rp100 miliar
d)
Investasi energi terbarukan Rp200 miliar
27.
Dalam kerangka maqashid syariah, fungsi utama keuangan syariah dalam mengelola kekayaan adalah...
a)
Mengakumulasi kekayaan untuk pemegang saham
b)
Menyalurkan kekayaan secara adil dan merata di masyarakat
c)
Memaksimalkan spekulasi pasar
d)
Menghindari investasi sektor riil
28.
Tantangan UTAMA dalam penerapan maqashid syariah di sektor keuangan modern adalah...
a)
Terlalu banyak regulasi yang membatasi
b)
Subjektivitas interpretasi dan kesulitan kuantifikasi
c)
Kurangnya permintaan pasar
d)
Tidak ada dukungan teknologi
29.
Prinsip maqashid syariah yang paling terlanggar jika lembaga keuangan syariah melakukan praktik gharar (spekulasi) adalah...
a)
Hifz al-Din (Perlindungan Agama)
b)
Hifz al-Mal (Perlindungan Harta)
c)
Hifz an-Nasl (Perlindungan Keturunan)
d)
Hifz al-Aql (Perlindungan Akal)
30.
BCA Syariah menyalurkan bantuan kesehatan untuk pengadaan alat-alat medis di RSI Al-Zaitun sebesar 20 miliar rupiah. Penyaluran dana bantuan ini merupakan bentuk implementasi dari maqashid syariah ...
a)
Hifz al-Din (Perlindungan Agama)
b)
Hifz al-Mal (Perlindungan Harta)
c)
Hifz an-Nafs (Perlindungan Jiwa)
d)
Hifz al-Aql (Perlindungan Akal)
31.
Model neraca keuangan syariah berbeda dari konvensional karena...
a)
Menghilangkan akun kas dan setara kas
b)
Mengganti utang riba dengan instrumen syariah (sukuk, mudharabah)
c)
Tidak mencatat aset tetap
d)
Melaporkan semua kewajiban dalam mata uang asing
32.
Dalam keputusan pendanaan, perusahaan syariah DIPERBOLEHKAN menggunakan...
a)
Pinjaman bank konvensional dengan bunga tetap
b)
Sukuk berbasis ijarah (sewa aset)
c)
Obligasi konvensional untuk ekspansi
d)
Saham preferen dengan kupon bunga
33.
Kriteria investasi yang TIDAK SESUAI prinsip syariah adalah...
a)
Investasi pada perusahaan dengan rasio utang < 33%
b)
Investasi pada sektor riil (pertanian, manufaktur)
c)
Investasi pada perusahaan rokok atau perjudian
d)
Investasi pada sukuk yang di-backup emas
34.
Keputusan dividen dalam perusahaan syariah harus mempertimbangkan...
a)
Membayar dividen tetap setiap kuartal
b)
Membagikan keuntungan setelah zakat dan cadangan
c)
Membayar dividen meskipun perusahaan rugi
d)
Membagikan dividen sebelum membayar gaji karyawan
35.
INSTRUMEN PENDANAAN paling sesuai untuk proyek jangka panjang menurut keuangan syariah adalah...
a)
Murabahah (jual beli cicilan)
b)
Sukuk musyarakah (kemitraan modal)
c)
Qardh (pinjaman kebajikan)
d)
Kartu kredit konvensional
36.
Dalam keputusan investasi, screening negatif yang WAJIB dilakukan adalah...
a)
Menghindari perusahaan dengan PER rendah
b)
Menghindari sektor haram (alkohol, perbankan ribawi)
c)
Menghindari perusahaan yang tidak membayar dividen
d)
Menghindari investasi di luar negeri
37.
Keputusan pendanaan dengan akad mudharabah cocok untuk...
a)
Pembelian barang inventaris
b)
Proyek dengan keahlian khusus dan risiko tinggi
c)
Pembayaran gaji karyawan
d)
Pinjaman darurat tanpa jaminan
38.
Dalam konteks dividen, perusahaan syariah DILARANG untuk...
a)
Membagikan dividen dari laba bersih
b)
Membagikan dividen jika perusahaan rugi
c)
Menunda dividen untuk investasi
d)
Membagikan dividen dalam bentuk saham
39.
Model neraca keuangan syariah menekankan pada...
a)
Maksimalisasi utang untuk leverage
b)
Keseimbangan aset riil dan kewajiban syariah
c)
Penggunaan derivatif untuk lindung nilai
d)
Pelaporan dalam dua mata uang
40.
Keputusan investasi yang MEMENUHI maqashid syariah adalah...
a)
Investasi pada perusahaan rokok dengan imbal hasil 20%
b)
Investasi pada proyek energi terbarukan yang menciptakan lapangan kerja
c)
Investasi pada kasino untuk diversifikasi portofolio
d)
Investasi pada bank konvensional
41.
Konsep struktur modal syariah optimal berbeda dari konvensional karena...
a)
Memaksimalkan utang untuk leverage
b)
Menghindari riba dan menyeimbangkan risiko melalui instrumen syariah
c)
Fokus pada penerbitan saham biasa saja
d)
Mengabaikan biaya modal
42.
Implikasi utama penggunaan utang ribawi dalam struktur modal menurut perspektif syariah adalah...
a)
Meningkatkan nilai perusahaan secara signifikan
b)
Menurunkan biaya modal ekuitas
c)
Melanggar prinsip keadilan dan menimbulkan ketidakstabilan
d)
Mempermudah perencanaan pajak
43.
Sumber modal internal yang PALING SESUAI untuk perusahaan syariah adalah...
a)
Laba ditahan setelah zakat dan penyisihan cadangan
b)
Pinjaman dari bank konvensional
c)
Penjualan aset perusahaan dengan harga di bawah pasar
d)
Dividen yang belum dibagikan kepada pemegang saham
44.
Kelemahan utama penggunaan modal internal secara berlebihan dalam struktur modal syariah adalah...
a)
Meningkatkan biaya modal eksternal
b)
Mengurangi fleksibilitas investasi dan pertumbuhan
c)
Melanggar prinsip distribusi kekayaan
d)
Menimbulkan risiko likuiditas
45.
Instrumen modal eksternal yang DIHARAMKAN dalam struktur modal syariah adalah...
a)
Sukuk ijarah (berbasis sewa aset)
b)
Obligasi konvensional
c)
Saham biasa
d)
Laba ditahan
46.
Keuntungan utama menggunakan sukuk musyarakah dalam struktur modal adalah...
a)
Memindahkan seluruh risiko kepada pemegang sukuk
b)
Menciptakan kemitraan bagi hasil dan berbagi risiko
c)
Memberikan jaminan imbalan tetap
d)
Mempercepat proses penerbitan modal
47.
Rasio utang maksimal yang disarankan dalam struktur modal syariah untuk menghindari praktik riba adalah...
a)
0% (tanpa utang sama sekali)
b)
Maksimal 33% dari total modal
c)
Tidak ada batasan selama bebas riba
d)
Maksimal 50% dari total aset
48.
Skema modal eksternal yang PALING RENDAH RISIKONYA untuk perusahaan syariah adalah...
a)
Pinjaman bank syariah dengan akad murabahah
b)
Penerbitan sukuk ijarah dengan jaminan aset riil
c)
Penjualan saham baru kepada investor asing
d)
Pendanaan melalui venture capital konvensional
49.
Dalam merancang struktur modal syariah, pertimbangan MAQASHID yang paling relevan adalah...
a)
Hifz ad-Din dan Hifz al-Mal
b)
Hifz an-Nafs dan Hifz an-Nasl
c)
Hifz al-Aql dan Hifz al-'Ird
d)
Hifz as-Siyasah
50.
Kombinasi struktur modal optimal untuk perusahaan syariah yang ingin ekspansi adalah...
a)
70% modal internal + 30% sukuk ijarah
b)
50% utang konvensional + 50% saham biasa
c)
100% modal internal tanpa eksternal
d)
80% sukuk mudharabah + 20% obligasi konvensional
51.
Pengertian modal kerja syariah yang paling tepat adalah...
a)
Seluruh aset lancar dikurangi utang lancar yang bebas riba
b)
Modal yang diinvestasikan dalam aset tetap untuk jangka panjang
c)
Kas dan setara kas yang diinvestasikan di bank konvensional
d)
Total utang jangka pendek perusahaan tanpa memperhatikan sumbernya
52.
Komponen modal kerja yang paling rentan terhadap praktik riba adalah...
a)
Persediaan barang dagangan halal
b)
Piutang dari transaksi jual beli syariah
c)
Kas yang ditempatkan di deposito berbunga
d)
Aset lancar lainnya seperti surat berharga syariah
53.
Prinsip syariah yang harus dihindari dalam manajemen piutang adalah...
a)
Menjual piutang dengan diskon (factoring) yang mengandung unsur riba
b)
Memberikan potongan untuk pembayaran cepat sesuai kesepakatan
c)
Membatasi piutang kepada pelanggan yang kredibel
d)
Menggunakan akad murabahah dalam transaksi piutang
54.
Dalam manajemen persediaan, praktik yang DILARANG dalam Islam adalah...
a)
Menggunakan akad salam untuk membiayai pembelian persediaan
b)
Menyimpan persediaan secara berlebihan hingga menyebabkan pemborosan (israf)
c)
Menjual persediaan dengan sistem cicilan melalui akad murabahah
d)
Menerapkan sistem just-in-time untuk efisiensi persediaan
55.
Untuk menghindari unsur gharar (ketidakpastian) dalam manajemen kas, perusahaan syariah sebaiknya...
a)
Menempatkan kas di instrumen spekulatif seperti valuta asing
b)
Menggunakan akad wadiah untuk penempatan dana di bank syariah
c)
Menahan kas dalam jumlah besar tanpa tujuan jelas
d)
Meminjamkan kas tanpa agunan dengan imbalan di atas pokok
56.
Rasio yang paling relevan untuk mengukur efisiensi manajemen modal kerja syariah adalah...
a)
Net Profit Margin (Laba bersih dibagi Penjualan)
b)
Current Ratio (Aset lancar dibagi Kewajiban lancar
c)
Debt to Equity Ratio (Total Kewajiban dibagi Total Ekuitas)
d)
Return on Equity (Laba bersih dibagi Total Ekuitas)
57.
Dalam konteks syariah, praktik manajemen modal kerja yang sesuai dengan prinsip keadilan (adl) adalah...
a)
Memaksakan denda keterlambatan pembayaran yang tinggi kepada pelanggan
b)
Memberikan diskon tunai yang adil dan transparan untuk pembayaran cepat
c)
Menolak memberikan kelonggaran waktu pembayaran kepada pelanggan yang kesulitan
d)
Menggunakan utang ribawi untuk membiayai modal kerja
58.
Akad syariah yang cocok untuk membiayai persediaan adalah...
a)
Murabahah (jual beli dengan margin keuntungan)
b)
Qardh (pinjaman tanpa imbalan)
c)
Ijarah (sewa)
d)
Musyarakah (kemitraan)
59.
Untuk mengoptimalkan manajemen kas syariah, perusahaan sebaiknya...
a)
Menempatkan semua dana kas di bank konvensional untuk mendapatkan bunga
b)
Menjaga saldo kas minimum untuk operasional dan menempatkan excess cash di instrumen syariah
c)
Menghindari sama sekali penggunaan bank untuk mengelola kas
d)
Menggunakan kas untuk spekulasi di pasar keuangan
60.
Tujuan utama manajemen modal kerja syariah adalah...
a)
Memaksimalkan profit dengan cara apa pun
b)
Menjaga likuiditas dan profitabilitas dengan mematuhi prinsip syariah
c)
Meminimalkan utang jangka pendek tanpa memperhatikan sumbernya
d)
Meningkatkan perputaran persediaan dengan menurunkan harga di bawah biaya
61.
Perbedaan mendasar antara cost of capital konvensional dan syariah adalah...
a)
Cost of capital syariah menggunakan suku bunga acuan
b)
Cost of capital syariah menghindari unsur riba dan menggunakan tingkat imbalan yang adil
c)
Cost of capital syariah selalu lebih rendah daripada konvensional
d)
Cost of capital syariah tidak mempertimbangkan risiko
62.
Komponen utama dalam perhitungan WACC syariah adalah...
a)
Cost of equity dan cost of debt berbasis bunga
b)
Cost of equity dan cost of Islamic financing instruments (seperti Sukuk)
c)
Hanya cost of equity saja
d)
Hanya cost of debt saja
63.
Dalam menghitung cost of equity syariah, model yang dapat digunakan adalah...
a)
Capital Asset Pricing Model (CAPM) dengan penyesuaian untuk menghindari unsur haram
b)
Dividend Discount Model (DDM) tanpa modifikasi
c)
Model yang menggunakan suku bunga bebas risiko dari obligasi konvensional
d)
Model yang mengabaikan risiko pasar
64.
Faktor yang mempengaruhi cost of capital syariah adalah...
a)
Tingkat suku bunga pasar
b)
Tingkat imbalan dari instrumen pembiayaan syariah dan risiko bisnis
c)
Hanya risiko bisnis saja
d)
Hanya tingkat inflasi saja
65.
Instrumen pembiayaan syariah yang paling tepat untuk menggantikan utang berbunga dalam struktur modal adalah...
a)
Obligasi konvensional
b)
Sukuk (berbasis aset atau bagi hasil)
c)
Pinjaman bank konvensional
d)
Saham preferen dengan dividen tetap
66.
Dalam konteks syariah, cost of capital harus memenuhi prinsip...
a)
Keadilan (adl) dan menghindari riba
b)
Memaksimalkan keuntungan dengan cara apa pun
c)
Mengabaikan risiko untuk menekan biaya modal
d)
Menggunakan instrumen spekulatif
67.
Metode yang dapat digunakan untuk menghitung cost of Sukuk (sebagai pengganti cost of debt) adalah...
a)
Tingkat imbalan (yield) yang ditawarkan Sukuk
b)
Suku bunga pasar plus premi risiko
c)
Hanya tingkat inflasi saja
d)
Tingkat dividen saham biasa
68.
Dampak larangan riba terhadap perhitungan cost of capital syariah adalah...
a)
Cost of capital menjadi lebih tinggi karena tidak ada suku bunga
b)
Cost of capital dihitung dengan menggunakan instrumen syariah yang bebas riba
c)
Cost of capital menjadi tidak relevan
d)
Cost of capital hanya bergantung pada ekuitas
69.
Untuk menghitung cost of equity syariah menggunakan CAPM, komponen yang perlu disesuaikan adalah...
a)
Risk-free rate harus berasal dari instrumen syariah (misalnya Sukuk negara)
b)
Market risk premium harus diabaikan
c)
Beta harus selalu dianggap nol
d)
Risk-free rate harus menggunakan suku bunga bank sentral
70.
Tujuan utama dari perhitungan cost of capital syariah adalah...
a)
Menentukan tingkat imbalan yang adil bagi pemodal dan pembiaya sesuai prinsip syariah
b)
Memaksimalkan utang untuk mengurangi biaya modal
c)
Mengabaikan prinsip syariah demi menekan biaya modal
d)
Menggunakan instrumen haram untuk meminimalkan biaya
Reset
