NEW
Font size
WorksheetsEV KAMIS
Total questions: 40
Worksheet time: 22mins
Keadilan ekonomi dalam Islam berarti…
Pemerataan harta tanpa melihat usaha
Keseimbangan antara hak individu dan sosial
Semua orang harus memiliki kekayaan yang sama
Pemerintah mengatur seluruh kepemilikan
Kebebasan berusaha dalam Islam dibatasi oleh…
Selera konsumen
Nilai moral dan hukum syariah
Keuntungan maksimum
Tekanan kompetitor
Kepemilikan harta dalam Islam bersifat…
Mutlak milik manusia
Amanah dari Allah SWT
Hak turun-temurun tanpa batas
Tidak memiliki batas moral
Tujuan utama prinsip keadilan adalah…
Pemerataan kekayaan
Menjaga keseimbangan distribusi dan tanggung jawab
Meningkatkan PDB negara
Mencegah investasi asing
Islam mengakui kepemilikan individu dengan syarat…
Tidak ada campur tangan negara
Tidak melanggar kepentingan umum
Bebas dari zakat
Bebas memperbanyak harta
Monopoli dilarang dalam Islam karena…
Mengurangi daya saing
Menimbulkan ketidakadilan pasar
Menghambat ekspor
Tidak efisien secara ekonomi
Prinsip kebebasan berusaha dalam Islam berbeda dengan kapitalisme karena…
Islam mengabaikan keuntungan
Islam menekankan tanggung jawab moral
Kapitalisme menolak efisiensi
Islam menolak perdagangan
Kepemilikan harta dalam Islam memiliki fungsi sosial karena…
Harta harus terus berputar dalam masyarakat
Dapat diwariskan tanpa batas
Bebas disimpan tanpa zakat
Tidak perlu diinfakkan
Salah satu wujud keadilan distributif dalam Islam adalah…
Riba
Zakat
Monopoli
Spekulasi
Dalam Islam, kebutuhan primer disebut juga…
Hajiyyah
Daruriyyah
Tahsiniyyah
Kamaliyyah
Etika konsumsi dalam Islam menekankan prinsip…
Berlebihan dalam menikmati nikmat
Keseimbangan dan kesederhanaan
Konsumsi barang mewah
Mengutamakan keinginan
Islam melarang israf, yaitu…
Konsumsi berlebihan
Konsumsi haram
Konsumsi najis
Konsumsi riba
Salah satu bentuk perilaku konsumtif yang dilarang adalah…
membeli keinginan
menghamburkan harta
membeli kebutuhan dasar
israf
Konsumsi dalam Islam harus memperhatikan nilai…
harga pasar
keberlanjutan
kompetisi
keuntungan pribadi
Apa yang menjadi tujuan dari kegiatan produksi dalam Islam?
Meningkatkan persaingan di pasar
Mencari keuntungan semaksimal mungkin
Memenuhi kebutuhan individu dan masyarakat
Mengurangi biaya produksi
Apa yang dimaksud dengan diversifikasi produksi?
Mengurangi jumlah produk
Meningkatkan biaya produksi
Menghasilkan berbagai jenis produk
Meningkatkan jumlah tenaga kerja
Apa yang menjadi tanggung jawab produsen dalam ekonomi Islam?
Memproduksi barang dengan biaya terendah
Memastikan produk yang dihasilkan bermanfaat bagi masyarakat
Menjaga kerahasiaan informasi perusahaan
Memaksimalkan keuntungan tanpa memperhatikan etika
Berikut merupakan faktor-faktor produksi dalam islam kecuali,
Tanah
Tenaga Kerja
Modal
Hutang
Maksud dari falah adalah
Kesejahteraan yang holistik
Kesejahteraan sosial dan individual
Kebahagiaan dunia dan akhirat
Jawaban ABC benar
Faktor-faktor produksi adalah sebagai berikut:
Sumber Daya, Modal dan Enterpreneurship
Sumber Daya Manusia, Modal dan Enterpreneurship
Sumber Daya Alam, Modal dan Skill
Sumber Daya Alam, Sumber Daya Manusia dan Modal
Tujuan konsumsi dalam ekonomi Islam adalah
Sarana pemenuhan kebutuhan sehari-hari bagi konsumen untuk beribadah kepada Allah
Sarana mendapatkan keuntungan
Sarana mendapatkan keinginan dalam memenuhi kebutuhan hidup
Saran mendapatkan barang dan jasa untuk kebutuhan sehari-hari
Dalam kegiatan Konsumsi Islam, konsumen muslim harus memperhatikan, kecuali
Kebutuhan dan Keinginan
Mashlahah dan Kepuasan
Penentuan dan Pengukuran Mashlahah bagi Konsumen
Kemurahan harga
Dalam melakukan kegiatan konsumsi, konsumen muslim harus memperhatikan skala prioritas. Yang harus didahului dalam skala prioritas adalah:
Hajjiyyah
Tahsiniyyah
Awlawiyyah
Dharuriyyah
Dalam mengkonsumsi barang dan jasa, kosumen muslim harus memperhatikan sisi sosial, yaitu:
Berbagi untuk kepentingan ummat
Keteladanan
Tidak membahayakan
Semuanya benar
Konsumen Muslim juga harus memperhatikan beberapa unsur yang terkait dengan kuantitas barang atau jasa yang akan dikonsumsi. kecuali:
Kesederhanaan
Kehalalan
Kesesuaian
Keadilan
Ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan oleh produsen muslim dalam memproduksi barang/jasa, kecuali
Memakmurkan bumi dengan ilmu dan amalnya
Membolehkan segala motode dan cara dalam produksi
Kemudahan, menghindari mudarat dan memaksimalkan manfaat
Teknik produksi diserahkan kepada keinginan dan kemampuan manusia
Nilai-nilai Islam dalam Produksi, kecuali..
Mewajibkan tambahan bagi peminjam uang atas pokok pinjaman
Memenuhi takaran
Mendorong ukhuwah antarsesama pelaku ekonomi
Menghormati hak milik individu
Seorang kontraktor berjanji bahwa ia bisa menyelesaikan pembangunan rumah dinas dalam jangka waktu 7 bulan, padahal sebenarnya kontraktor tersebut memahami (sudah tau) bahwa waktu penyelesaian pembangunan rumah tersebut lebih dari 7 bulan. Hal tersebut termasuk...
Tadlis waktu penyerahan
Tadlis kualitas
Bai' najasy
Taghrir harga
Berikut yang bukan merupakan perilaku rasional Islami, yaitu...
Mengedepankan keinginan
Risk aversion
Berusaha untuk tidak melakukan kemubadziran
Meninggalkan barang-barang haram
Etika bisnis mencakup interaksi antara perusahaan dengan:
Karyawan saja
Pemerintah dan investor
Karyawan, konsumen, dan masyarakat luas
Pemilik saham
Perbedaan utama antara etika dan moral terletak pada:
Moral bersifat subjektif, etika bersifat hukum
Etika adalah refleksi sistematis, moral adalah kebiasaan yang diterima
Moral berlaku universal, etika tidak
Etika berlaku hanya untuk kalangan profesional
Urgensi belajar etika dan moral salah satunya adalah:
Menentukan orientasi politik
Menghindari kegagalan teknis
Menjalani kehidupan sosial yang teratur
Menguasai pasar global
Konsep halal dan toyyib dalam Al-Qur’an tidak hanya menekankan kehalalan secara hukum syar‘i, tetapi juga menuntut kualitas moral, spiritual, dan kesehatan dari sesuatu yang dikonsumsi. Berdasarkan Ayat QS. Al-Baqarah 168, apa makna konseptual dari perpaduan istilah halalan thayyiban dalam konteks Ekonomi Islam?
Hanya menekankan kehalalan dalam aspek hukum fikih tanpa memperhatikan aspek manfaat atau kualitas barang.
Menunjukkan bahwa kehalalan cukup ditentukan oleh bentuk transaksi, bukan oleh zat atau asal-usul barang.
Mengandung prinsip ganda: barang dan cara memperolehnya harus halal, serta baik bagi tubuh, akal, dan moral manusia.
Menegaskan bahwa segala sesuatu yang tidak disebut haram secara eksplisit otomatis dianggap toyyib dan boleh dikonsumsi.
Dalam teori konsumsi konvensional, utilitas dianggap sebagai ukuran kepuasan individu yang dapat dinyatakan secara ordinal. Dalam perspektif Islam, konsep utilitas memiliki keterbatasan karena…
Islam menolak pengukuran kepuasan dalam bentuk ordinal maupun kardinal
Islam memandang kepuasan sejati tidak hanya bersumber dari manfaat duniawi, tetapi juga dari keberkahan dan keridhaan Allah
Utilitas dalam Islam hanya diukur melalui manfaat spiritual, bukan material
Islam menolak semua bentuk konsumsi yang melibatkan kenikmatan duniawi
Salah satu perbedaan mendasar antara motif konsumsi konvensional dan Islami adalah…
Konvensional menekankan rasionalitas ekonomi, sedangkan Islam menekankan irasionalitas religius
Konvensional berorientasi pada kepuasan jangka panjang, Islam berorientasi pada kepuasan jangka pendek
Konvensional menekankan utility maximization, sedangkan Islam menekankan falah maximization
Keduanya sama-sama berorientasi pada maksimisasi keuntungan individu
Dalam pandangan Islam, konsumsi yang melampaui kebutuhan dasar dan dilakukan tanpa pertimbangan moral disebut sebagai…
Israf
Tabzir
Riba
Ihtikar
Dalam teori konsumsi Islam, hubungan antara kebutuhan (hajah) dan keinginan (raghbah) dipahami bahwa…
Semua keinginan dianggap kebutuhan selama tidak haram
Keinginan yang tidak membawa maslahah tidak dapat diakui sebagai kebutuhan
Keinginan manusia selalu identik dengan kebutuhan biologis
Kebutuhan dan keinginan sama-sama tidak relevan dalam Islam
Dalam pandangan Islam, konsumsi bukanlah tujuan akhir melainkan sarana menuju keseimbangan hidup (tawazun). Oleh karena itu, teori konsumsi Islam mengharuskan adanya integrasi antara…
Efisiensi ekonomi dan ekspansi pasar
Kepuasan subjektif dan kesetiaan merek
Dimensi material dan spiritual dalam setiap keputusan konsumsi
Permintaan efektif dan penawaran kompetitif
Dalam teori konsumsi konvensional, marginal utility akan menurun seiring peningkatan konsumsi suatu barang (law of diminishing marginal utility). Dalam pandangan Islam, hukum ini tidak selalu berlaku secara mutlak karena…
Kepuasan spiritual dari konsumsi yang halal dapat meningkat meskipun jumlah konsumsi konstan
Islam tidak mengenal konsep utilitas sama sekali
Marginal utility hanya berlaku pada barang haram
Islam menolak hubungan antara konsumsi dan kepuasan
Dalam teori konvensional, konsumen rasional memaksimalkan utilitas di bawah kendala anggaran. Dalam Islam, kendala utama dalam maksimalisasi utilitas adalah…
Tingkat harga barang di pasar
Nilai waktu uang (time value of money)
Prinsip halal-haram dan tanggung jawab sosial
Kurva indiferensi yang tidak menurun
