wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal Pilihan Ganda Ushul Fiqh

Total questions: 92

Worksheet time: 51mins

Name
Class
Date
1.

Secara etimologi, apa arti dari kata Ushul?

a)

Cabang-cabang

b)

Metode

c)

Dasar/Asas

d)

Hasil

2.

Hukum yang berhubungan langsung dengan perbuatan mukallaf disebut...

a)

Hukum Wadhi'i

b)

Hukum Taklifi

c)

Hukum Akli

d)

Hukum Adat

3.

Apa istilah untuk perbuatan yang dianjurkan oleh syara' namun tidak wajib?

a)

Wajib

b)

Haram

c)

Makruh

d)

Mandub (Sunnah)

4.

Tujuan utama mempelajari Ushul Fiqh adalah untuk mengetahui cara...

a)

Menghafal Al-Qur'an

b)

Berdagang yang benar

c)

Mengambil hukum dari dalil

d)

Menulis karya ilmiah

5.

Dalil hukum Islam yang disepakati oleh seluruh ulama adalah...

a)

Istihsan

b)

Maslahah Mursalah

c)

Al-Qur'an dan Sunnah

d)

'Urf

6.

Lafazh yang menunjukkan makna umum tanpa batasan apa pun disebut...

a)

Khas

b)

Muqayyad

c)

Mujmal

d)

'Am

7.

Perintah syara' yang bersifat tegas dan mengikat untuk dilakukan dinamakan...

a)

Mandub

b)

Makruh

c)

Mubah

d)

Wajib

8.

Dalam Ushul Fiqh, apa yang dimaksud dengan 'illat dalam Qiyas?

a)

Cabang

b)

Pokok

c)

Sifat yang menjadi dasar hukum

d)

Hukum Pokok

9.

Hukum yang memiliki konsekuensi jika tidak dikerjakan, tetapi tidak ada dosa, dinamakan...

a)

Wajib

b)

Haram

c)

Makruh

d)

Mubah

10.

Apa istilah untuk larangan syara' yang bersifat tegas dan mutlak (mutlak terlarang)?

a)

Makruh

b)

Mandub

c)

Mubah

d)

Haram

11.

Istilah untuk hukum yang ditetapkan sebagai syarat atau sebab bagi adanya hukum lain adalah...

a)

Hukum Taklifi

b)

Hukum Wadhi'i

c)

Hukum Akli

d)

Hukum Ijtihadi

12.

Orang yang telah memenuhi syarat untuk dibebani hukum syara' disebut...

a)

Mujtahid

b)

Qadhi

c)

Mukallaf

d)

Mufti

13.

Perintah Allah (Amr) pada dasarnya menunjukkan arti...

a)

Mandub

b)

Mubah

c)

Wajib

d)

Makruh

14.

Larangan Allah (Nahyi) pada dasarnya menunjukkan arti...

a)

Makruh

b)

Mubah

c)

Haram

d)

Wajib

15.

Istilah untuk hukum yang membolehkan mukallaf memilih antara melakukan dan meninggalkan perbuatan adalah...

a)

Wajib

b)

Haram

c)

Makruh

d)

Mubah

16.

Dalil yang menjadi landasan utama hukum Islam adalah...

a)

Hadis

b)

Ijmak

c)

Qiyas

d)

Al-Qur'an

17.

Bentuk kata perintah (Amr) yang paling umum digunakan dalam Al-Qur'an dan Sunnah adalah...

a)

Isim Nakirah

b)

Isim Ma'rifah

c)

Fi'il Amr

d)

Fi'il Madhi

18.

Lafazh Amr yang disertai indikasi (Qarinah) tidak menunjukkan...

a)

Wajib

b)

Mandub

c)

Mubah

d)

Pilihan A dan B

19.

Lafazh Nahy (larangan) pada dasarnya berkonsekuensi...

a)

Boleh (Mubah)

b)

Dianjurkan (Mandub)

c)

Batal/Rusak (Fasad)

d)

Wajib (Wajib)

20.

Apa yang dimaksud dengan Khas dalam Ushul Fiqh?

a)

Lafazh yang maknanya umum

b)

Lafazh yang belum jelas

c)

Lafazh yang maknanya terbatas

d)

Lafazh yang ambigu

21.

Tindakan pencegahan terhadap sesuatu yang berpotensi menimbulkan kerusakan (Mafsadah) dinamakan...

a)

Istihsan

b)

Istishab

c)

Maslahah Mursalah

d)

Saddudz Dzari'ah

22.

Apa sebutan untuk tindakan ulama mengeluarkan hukum dari dalil-dalil syara'?

a)

Taqlid

b)

Ikhbar

c)

Ta'arudh

d)

Istinbath

23.

Contoh larangan (Nahy) yang bermakna Makruh adalah larangan...

a)

Berzina

b)

Mencuri

c)

Makan bawang mentah sebelum ke masjid

d)

Membunuh

24.

Larangan (Nahy) dalam bentuk kalimat berita (Khabar) yang bermakna larangan disebut...

a)

Fi'il Amr

b)

Isim Fi'il

c)

Fi'il Nahyi

d)

Khabar bermakna Insya

25.

Apa tujuan utama dari Saddudz Dzari'ah?

a)

Memperluas hukum

b)

Mencegah keburukan/mafsadah

c)

Mencari kemudahan

d)

Menetapkan hukum baru

26.

Hukum syara' yang memiliki sifat asal/dasar hukum dinamakan...

a)

Rukhshah

b)

'Azimah

c)

Mani'

d)

Sabab

27.

Contoh dari hukum Rukhshah (keringanan) dalam ibadah adalah...

a)

Shalat lima waktu

b)

Puasa Ramadhan

c)

Qashar shalat saat safar

d)

Zakat mal

28.

Kata Kullun (كلٌ) dalam bahasa Arab adalah salah satu bentuk lafazh...

a)

Khas

b)

Muqayyad

c)

'Am

d)

Muthlaq

29.

Lafazh Muthlaq adalah lafazh yang menunjukkan pada...

a)

Makna terbatas

b)

Makna terperinci

c)

Makna umum tanpa batasan tertentu

d)

Makna kiasan

30.

Menjelaskan secara rinci makna dari lafazh Mujmal (global) disebut...

a)

Ikhbar

b)

Tarjih

c)

Bayan

d)

Taqrir

31.

Apa yang dimaksud dengan Thalab al-Fi'l (tuntutan untuk melakukan) dalam Ushul Fiqh?

a)

Nahyi

b)

Takhfif

c)

Amr

d)

Mubah

32.

Apa yang dimaksud dengan Thalab al-Tark (tuntutan untuk meninggalkan)?

a)

Amr

b)

Takhyir

c)

Nahyi

d)

Tahrim

33.

Kaidah Ushul Fiqh yang menyatakan bahwa pada dasarnya segala sesuatu itu boleh adalah...

a)

Istihsan

b)

'Urf

c)

Al-Ashlu fi al-Ashya' al-Ibahah

d)

Saddudz Dzari'ah

34.

Perintah (Amr) yang bermakna ibahah (kebolehan) adalah yang diikuti oleh...

a)

Ancaman

b)

Pujian

c)

Teks yang membolehkan

d)

Keharusan

35.

Lafazh Muqayyad adalah lafazh yang...

a)

Dibatasi dengan sifat atau keadaan tertentu

b)

Bermakna umum

c)

Tidak memiliki batasan

36.

Istilah Ushul Fiqh untuk suatu perbuatan yang menjadi penghalang bagi terlaksananya hukum adalah...

a)

Sabab

b)

Syarat

c)

Mani'

d)

Sah

37.

Lafazh Man (siapa saja) dalam bahasa Arab adalah contoh dari lafazh...

a)

Khas

b)

Muqayyad

c)

'Am

d)

Muthlaq

38.

Hukum Wajib yang dikaitkan dengan waktu pelaksanaannya disebut Wajib...

a)

Kifayah

b)

'Aini

c)

Mukhaiyar

d)

Muwassa'/Mudhayyaq

39.

Hukum Wajib yang tuntutannya ditujukan kepada setiap individu disebut Wajib...

a)

Kifayah

b)

'Aini

c)

Mukhaiyar

d)

Muwassa'

40.

Apa yang menjadi objek kajian utama Ilmu Fiqh?

a)

Dalil-dalil hukum

b)

Metode Istinbath

c)

Perbuatan Mukallaf

d)

Sejarah Hukum

41.

Kata Tahrim (pengharaman) adalah konsekuensi utama dari Nahy yang bersifat...

a)

Ghairu Jazm

b)

Jazm (Tegas)

c)

Makruh

d)

Ibahah

42.

Lafazh Khas yang menetapkan hukum yang berbeda dari 'Am disebut...

a)

Taqrir

b)

Bayan

c)

Takhsis

d)

Ta'wil

43.

Menurut ulama Hanafiyah, 'Amr dapat mengandung makna selain wajib jika ada...

a)

Khas

b)

Qarinah (Indikasi lain)

c)

Mubah

d)

Nahy

44.

Perintah ('Amr) untuk melakukan sesuatu secara berulang-ulang disebut...

a)

Ibahah

b)

Nadb

c)

Muwahhadah

d)

Takrar

45.

Larangan (Nahy) yang bermakna Fasad (rusak) pada dasarnya berlaku untuk...

a)

Larangan makanan

b)

Larangan pakaian

c)

Larangan dalam akad/transaksi

d)

Larangan tidur

46.

Pengertian Syarat dalam Hukum Wadh'i adalah...

a)

Sesuatu yang menghasilkan hukum

b)

Sesuatu yang tergantung padanya ada/tidaknya hukum

c)

Penghalang hukum

d)

Keringanan hukum

47.

Contoh kalimat 'Amr yang berfungsi untuk Ta'jir (ancaman) adalah...

a)

Dirikanlah Salat!

b)

"Berbuatlah sesuka hatimu!"

c)

Makanlah!

d)

Belajarlah!

48.

Hubungan antara hukum asal (Azimah) dan hukum keringanan (Rukhshah) adalah...

a)

Berlawanan

b)

Sejenis

c)

Azimah adalah hukum dasar, Rukhshah adalah pengecualian

d)

Sama saja

49.

Dalam konteks 'Amr dan Khas, manakah yang didahulukan jika terjadi pertentangan?

a)

'Am

b)

Khas

c)

Sama saja

d)

Harus Nasakh

50.

Kata Muthlaq dihubungkan dengan Muqayyad oleh...

a)

Ittifaq al-Hukm (kesamaan hukum) dan Ikhtilaf al-Sabab (perbedaan sebab)

b)

Ikhtilaf al-Hukm dan Ittifaq al-Sabab

c)

Ikhtilaf al-Hukm dan Ikhtilaf al-Sabab

d)

Ittifaq al-Hukm dan Ittifaq al-Sabab (atau salah satunya)

51.

Pernyataan: "Memahami Fiqh tanpa Ushul Fiqh ibarat seorang arsitek tanpa ilmu matematika." Pernyataan ini...

a)

Tujuan Hukum Wadh'i

b)

Perbedaan 'Am dan Khas

c)

Signifikansi Studi Istinbath Ahkam

d)

Konsep Rukhshah

52.

Dalam konteks Hukum Ekonomi Syariah (HES), peran Ushul Fiqh 2 sangat signifikan dalam...

a)

Menghitung bunga bank

b)

Menerapkan metodologi istinbath pada isu kontemporer

c)

Mengkaji sejarah Islam

d)

Menyusun undang-undang perdata

53.

Mengapa Hukum Syara' dianggap memiliki urgensi dalam kehidupan manusia?

a)

Karena manusia bisa hidup tanpa hukum

b)

Karena hukum syara' mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama

c)

Karena hukum syara' hanya berlaku di akhirat

d)

Karena hukum syara' bersifat opsional

54.

Klasifikasi Hukum Syara' terbagi menjadi Hukum Taklifi dan Hukum Wadhi'. Perbedaan mendasarnya terletak pada...

a)

Sifatnya opsional vs wajib

b)

Berhubungan dengan perbuatan mukallaf vs sebab/syarat/mani'

c)

Berlaku di akhirat vs di dunia

d)

Hasil ijtihad vs nash

55.

Jika sebuah kalimat amr (perintah) muncul setelah kalimat nahy (larangan), maka makna amr tersebut cenderung menjadi...

a)

Wajib

b)

Haram

c)

Ibahah (kebolehan)

d)

Mandub

56.

Menurut kaidah Ushul Fiqh, manakah urutan proses istinbath ahkam yang benar?

a)

Dalil → Hukum Syara' → Ijtihad

b)

Dalil → Metode Istinbath → Hukum Syara'

c)

Hukum Syara' → Dalil → Istinbath

d)

Mujtahid → Hukum → Dalil

57.

Saddudz Dzari'ah dianggap sebagai metode yang sangat relevan dalam pembangunan hukum Islam modern karena dapat...

a)

Menghapus semua larangan

b)

Mencegah potensi kerugian/kejahatan di masa depan

c)

Melegalkan segala transaksi

d)

Membatasi ruang lingkup fiqh

58.

Dalam kasus khas (takhsis) terhadap 'am, manakah yang dianggap oleh sebagian ulama sebagai takhsis yang paling kuat?

a)

Takhsis dengan qiyas

b)

Takhsis dengan ijmak

c)

Takhsis dengan nash khas dari Al-Qur'an/Sunnah

d)

Takhsis dengan istihsan

59.

Jika sebuah nash mengandung lafazh muthlaq (misal: memerdekakan budak) dan nash lain mengandung lafazh muqayyad (misal: memerdekakan budak mukmin), dengan hukum dan sebab yang sama, maka...

a)

Muthlaq didahulukan

b)

Keduanya dijalankan

c)

Muthlaq dibawa pada muqayyad

d)

Muqayyad diabaikan

60.

Contoh penerapan saddudz dzari'ah dalam konteks HES modern adalah...

a)

Kewajiban zakat

b)

Larangan jual beli inah (jual beli dengan niat riba)

c)

Kebebasan berakad

d)

Anjuran bersedekah

61.

Lafazh amr yang terdapat dalam Surah Al-Maidah ayat 1: "...penuhilah akad-akad itu..." bermakna...

a)

Ibahah

b)

Mandub

c)

Wajib

d)

Ta'jiz

62.

Jika lafazh nahy (larangan) dalam transaksi (muamalah) bersifat jazm (tegas), maka konsekuensi hukumnya adalah...

a)

Makruh

b)

Boleh

c)

Batal (fasad)/Tidak sah

d)

Wajib

63.

Apa korelasi antara istinbath ahkam dan pembangunan Hukum Islam modern?

a)

Istinbath membatasi hukum

b)

Istinbath menyediakan metodologi untuk merespon isu baru

c)

Istinbath hanya berlaku untuk masa lalu

d)

Keduanya tidak berhubungan

64.

Salah satu bentuk lafazh 'am yang menunjukkan keumuman tempat adalah...

a)

كل (Kullu)

b)

أَي (Ayyun)

c)

حَيْثُمَا (Haitsuma)

d)

متى (Mata)

65.

Dalam Hukum Wadhi', sabab (sebab) adalah sesuatu yang...

a)

Jika ada, maka hukum ada; jika tidak ada, maka hukum tidak ada

b)

Jika ada, maka hukum tidak ada

c)

Penghalang adanya hukum

d)

Keringanan hukum

66.

Perbedaan antara Hukum Taklifi dan Hukum Wadhi menurut Syekh Abdul Wahab Khallaf adalah...

a)

Taklifi untuk ibadah, Wadhi untuk muamalah

b)

Taklifi untuk wajib, Wadhi untuk haram

c)

Taklifi tuntutan langsung, Wadhi penetapan kondisi

d)

Taklifi untuk Mujtahid, Wadhi untuk Mukallaf

67.

Jika kalimat Amr (Perintah) menunjukkan Ta'jir (ancaman), maka artinya...

a)

Wajib

b)

Dianjurkan

c)

Diperbolehkan dengan konsekuensi buruk

d)

Dilarang

68.

Dalam konteks Mutlaq dan Muqayyad, jika hukumnya berbeda tetapi sebabnya sama, maka...

a)

Keduanya dijalankan sesuai teks masing-masing

b)

Mutlaq dibawa ke Muqayyad

c)

Muqayyad diabaikan

d)

Perlu qiyas baru

69.

Bentuk kalimat Amr selain Fi'il Amr adalah Isim Fi'il Amr, seperti kata hayya (mari/ayo). Hukum yang dihasilkan dari bentuk ini adalah...

a)

Makruh

b)

Mubah

c)

Wajib (jika tidak ada qarinah lain)

d)

Hanya mandub

70.

Klasifikasi metode istinbath ahkam secara garis besar terbagi dua, yaitu Manhaj Bayan (kebahasaan) dan Manhaj Ta'lil (rasional/tujuan). Saddudz Dzari'ah termasuk kategori...

a)

Manhaj Bayan

b)

Manhaj Ta'lil

c)

Gabungan keduanya

d)

Bukan keduanya

71.

Diberikan dua nash: Nash A (Amr) setelah larangan (Nahy), dan Nash B (Amr) setelah ibahah. Mana yang lebih kuat indikasi wajibnya, dan mengapa?

a)

Nash A, karena kembali ke hukum asal Amr

b)

Nash B, karena Nash A cenderung ibahah

c)

Nash A, karena Nash B cenderung ibahah

d)

Keduanya sama-sama wajib

72.

Manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan hubungan antara khas (pengecualian) dan am (umum) dalam takhsis?

a)

Khas menghapus hukum am secara keseluruhan

b)

Khas hanya menjelaskan sebagian makna dari am

c)

Khas membatasi penerapan hukum am hanya pada sebagian cakupannya

d)

Khas selalu harus lebih dulu ada daripada am

73.

Mengapa ulama Hanafiyah menerima saddudz dzari'ah secara terbatas, sementara Malikiyah menerimanya secara luas?

a)

Hanafiyah fokus pada qiyas, Malikiyah fokus pada istihsan

b)

Hanafiyah menolak dalil rasional, Malikiyah menerimanya

c)

Hanafiyah lebih memprioritaskan bentuk lafaz (bayan), Malikiyah lebih memprioritaskan maqashid (ta'lil)

d)

Perbedaan hanya pada contoh aplikasinya

74.

Hukum syara' yang menetapkan bahwa hilangnya akal (gila) adalah mani' (penghalang) untuk menunaikan ibadah salat menunjukkan bahwa...

a)

Salat hanya wajib bagi orang waras

b)

Hilangnya akal adalah sebab batalnya salat

c)

Hukum taklifi tidak berlaku bagi orang yang hilang kecakapan hukum (ahliyah)

d)

Mani' selalu menyebabkan fasad

75.

Jika seorang mujtahid menemukan kalimat Amr dengan qarinah yang ambigu (antara wajib dan mandub), dan tidak dapat mentarjihnya, maka ia harus mengembalikan kepada hukum asal Amr, yaitu...

a)

Wajib

b)

Mandub

c)

Mubah

d)

Makruh

76.

Dalam konteks am dan khas, seorang mujtahid menemukan hadis yang bersifat am dan ayat Al-Qur'an yang bersifat khas. Manakah yang harus dijadikan takhsis?

a)

Hadis yang men-takhsis ayat

b)

Ayat yang men-takhsis hadis (prinsip nash di atas nash)

c)

Keduanya diabaikan

d)

Keduanya harus dijalankan secara paralel

77.

Jika Amr (perintah) bertujuan untuk irsyad (petunjuk kebaikan, bukan ibadah), seperti anjuran menabung, maka...

a)

Mandub (sunnah)

b)

Wajib

c)

Mubah

d)

Makruh

78.

Kasus Mutlaq dan Muqayyad: Hukum sama, sebab berbeda. Contoh: kafarat zihar (budak mukmin) dan kafarat sumpah (budak mutlaq). Menurut mayoritas, bagaimana istinbath hukumnya?

a)

Mutlaq dibawa ke Muqayyad karena hukum sama

b)

Muqayyad diabaikan

c)

Setiap nash dijalankan sesuai lafaznya (Mutlaq tetap Mutlaq, Muqayyad tetap Muqayyad)

d)

Diperlukan qiyas baru

79.

Peran utama Amr dan Nahy dalam kerangka Hukum Taklifi adalah...

a)

Menjelaskan rukun qiyas

b)

Menentukan sabab hukum

c)

Menetapkan tuntutan syara' (melakukan/meninggalkan)

d)

Membatalkan Hukum Wadhi'

80.

Istinbath Hukum Islam modern sering mengombinasikan metode kebahasaan (Amr, Nahy, 'Am, dll.) dengan metode rasional (Saddud dzari'ah). Hal ini dilakukan untuk...

a)

Meringankan semua beban hukum

b)

Mengubah hukum syara' secara fundamental

c)

Memastikan produk hukum sesuai teks nash sekaligus mencapai Maqashid Syariah

d)

Mendahulukan rasio di atas nash

81.

Cabang-cabang hukum yang dihasilkan dari ijtihad disebut apa?

(a)  

82.

Perintah (Amr) yang tidak bersifat tegas dan lebih kepada anjuran disebut apa?

(a)  

83.

Sesuatu yang jika ada, maka hukum ada; jika tidak ada, maka hukum tidak ada, dinamakan apa?

(a)  

84.

Larangan (Nahy) yang tujuannya untuk mencegah hal yang haram dinamakan metode Sadd (a)  

85.

Lafazh 'Am yang telah dibatasi cakupannya disebut lafazh apa?

(a)  

86.

Konsekuensi hukum utama dari Nahyis (Larangan) yang tegas (Jazm) adalah apa?

(a)  

87.

Perintah (Amr) yang membolehkan kita memilih untuk melakukan atau meninggalkan disebut apa?

(a)  

88.

Hukum keringanan dari hukum asal yang berat disebut apa?

(a)  

89.

Lafazh yang maknanya umum dan tidak memiliki batasan apa pun dinamakan apa?

(a)  

90.

Ilmu yang mempelajari kaidah-kaidah untuk mengambil hukum dari dalil-dalilnya adalah apa?

(a)  

91.

Pernyataan manakah yang paling tepat menggambarkan perbedaan mendasar antara Hukum Taklifi dan Hukum Wadh’i dalam Ushul Fiqh?

a)

Hukum Taklifi berisi tuntutan atau izin terhadap perbuatan (wajib, haram, mubah), sedangkan Hukum Wadh’i menetapkan sebab, syarat, dan mani’ yang memengaruhi status hukum.

b)

Hukum Taklifi hanya mengatur adat istiadat, sedangkan Hukum Wadh’i hanya menyangkut akhlak pribadi.

c)

Hukum Taklifi membahas rukun dan syarat, sedangkan Hukum Wadh’i menetapkan wajib dan haram.

d)

Hukum Taklifi dan Hukum Wadh’i sama, keduanya hanya berisi larangan tegas.

92.

Contoh manakah yang paling tepat menggambarkan penerapan metode Saddudz Dzari’ah?

a)

Memblokir akses ke situs judi di sekolah untuk mencegah kecanduan

b)

Mewajibkan salat lima waktu

c)

Menganjurkan sedekah sunnah

d)

Menghafal kosakata Arab setiap hari