NEW
Font size
WorksheetsUjian Tengah Semester – Perilaku Organisasi (POR133)
Total questions: 60
Worksheet time: 30mins
Sebuah organisasi menghadapi masalah tingginya tingkat turnover karyawan. Seorang manajer berupaya memahami penyebab perilaku tersebut dengan menganalisis motivasi, kepuasan kerja, dan gaya kepemimpinan. Berdasarkan kasus ini, pendekatan yang digunakan termasuk dalam aspek...
Analisis struktural
Analisis individu dan kelompok
Analisis lingkungan eksternal
Analisis keuangan organisasi
Analisis kebijakan manajemen
Hubungan antara efektivitas organisasi dan perilaku individu menunjukkan bahwa...
Efektivitas organisasi hanya ditentukan oleh kebijakan pimpinan
Kinerja individu tidak berpengaruh terhadap keberhasilan organisasi
Pemahaman perilaku individu dapat membantu mencapai tujuan organisasi secara kolektif
Organisasi efektif bila mengabaikan perbedaan individu
Perilaku individu sepenuhnya diatur oleh struktur formal organisasi
Salah satu tantangan utama dalam penerapan perilaku organisasi di era modern adalah...
Menurunkan penggunaan teknologi informasi
Mengabaikan keberagaman karyawan
Menyesuaikan perilaku dan nilai-nilai individu terhadap perubahan budaya organisasi yang dinamis
Menghilangkan kerja sama antar tim
Mengurangi keterlibatan karyawan dalam pengambilan keputusan
Seorang pimpinan ingin meningkatkan semangat kerja timnya dengan memberikan penghargaan dan kesempatan pengembangan diri. Dalam teori perilaku organisasi, tindakan pimpinan tersebut mencerminkan penerapan konsep...
Kepuasan kerja
Motivasi intrinsik dan ekstrinsik
Persepsi organisasi
Komunikasi formal
Konflik interpersonal
Jika sebuah organisasi ingin membangun budaya yang kuat dan positif, maka langkah pertama yang seharusnya dilakukan adalah...
Menetapkan struktur organisasi yang kaku
Meningkatkan pengawasan dan kontrol ketat
Menetapkan nilai-nilai inti yang disepakati dan diterapkan oleh seluruh anggota
Menghapuskan perbedaan individu
Mengutamakan target jangka pendek
Kepemimpinan transformasional dalam perilaku organisasi memiliki peran penting karena...
Hanya berfokus pada pencapaian laba jangka pendek
Mendorong perubahan positif melalui inspirasi dan visi yang kuat
Menghindari keterlibatan bawahan dalam keputusan
Mengutamakan kontrol daripada motivasi
Tidak memperhatikan nilai-nilai organisasi
Persepsi karyawan terhadap keadilan organisasi dapat memengaruhi perilaku mereka. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku organisasi bersifat...
Netral dan tidak dipengaruhi faktor psikologis
Terisolasi dari nilai-nilai pribadi
Dipengaruhi oleh faktor subjektif individu
Sepenuhnya dikendalikan oleh kebijakan organisasi
Tidak relevan terhadap kepuasan kerja
Salah satu manfaat strategis dari penerapan konsep perilaku organisasi adalah...
Mengurangi interaksi sosial antar karyawan
Membentuk sistem kerja yang sepenuhnya mekanistik
Meningkatkan efektivitas manajerial melalui pemahaman perilaku manusia
Menghapuskan keberagaman dalam tim
Mengutamakan hasil daripada proses kerja
Dalam studi perilaku organisasi, konflik dapat dipandang sebagai hal yang...
Selalu merugikan organisasi
Tidak dapat dikelola secara positif
Potensial meningkatkan kreativitas dan inovasi bila dikelola dengan baik
Perlu dihindari dengan menekan perbedaan pendapat
Tidak memiliki kaitan dengan efektivitas tim
Mengapa perilaku organisasi menjadi semakin penting dalam konteks globalisasi?
Karena organisasi modern harus mampu memahami dan mengelola keberagaman budaya serta gaya kerja lintas negara
Karena teknologi menggantikan semua fungsi manusia
Karena budaya organisasi menjadi tidak relevan di era digital
Karena karyawan lebih mudah digantikan oleh sistem otomatisasi
Karena organisasi tidak perlu lagi memperhatikan aspek manusia
Frederick Taylor berfokus pada efisiensi kerja melalui pengukuran dan standarisasi tugas. Namun, teori ini dikritik karena mengabaikan aspek manusia. Kritik tersebut menjadi dasar lahirnya...
Teori manajemen klasik
Pendekatan perilaku (behavioral approach)
Teori sistem tertutup
Pendekatan manajemen ilmiah lanjutan
Teori birokrasi rasional
Penelitian Hawthorne menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas karyawan tidak semata-mata disebabkan oleh kondisi kerja, melainkan juga oleh perhatian yang diberikan manajer. Fenomena ini dikenal dengan istilah...
Hawthorne Effect
Theory X and Y
Herzberg Effect
Bureaucratic Paradigm
Scientific Management
Jika teori manajemen ilmiah menekankan “man as machine”, maka pendekatan perilaku organisasi menekankan...
“Man as resource”
“Man as human” dengan kebutuhan, motivasi, dan emosi
“Man as subordinate”
“Man as tool for efficiency”
“Man as number”
Salah satu kontribusi besar teori human relations terhadap perkembangan perilaku organisasi adalah...
Menunjukkan pentingnya faktor sosial dan emosional dalam produktivitas kerja
Menghapus peran manajer dalam organisasi
Menolak pentingnya komunikasi dalam tim
Memfokuskan pada efisiensi mesin
Menganggap manusia sebagai komponen biaya
Douglas McGregor melalui Teori X dan Y memberikan pandangan baru bahwa manajer perlu...
Menentukan upah yang tinggi untuk memotivasi pekerja
Memahami asumsi yang mereka miliki terhadap sifat dasar manusia dalam bekerja
Mempertahankan struktur yang kaku dan hierarkis
Mengandalkan pengawasan ketat untuk menjaga disiplin
Menghapus tanggung jawab dari bawahan
Dalam sejarah perkembangan perilaku organisasi, munculnya pendekatan sistem dan kontingensi pada era 1970-an merupakan upaya untuk...
Menyatukan berbagai teori manajemen agar lebih adaptif terhadap lingkungan organisasi yang kompleks
Menghapuskan teori perilaku manusia dalam manajemen
Mengembalikan teori klasik ke praktik modern
Mengabaikan perbedaan konteks organisasi
Membatasi peran manajer dalam proses pengambilan keputusan
Teori motivasi Abraham Maslow memberikan dampak penting terhadap perilaku organisasi karena...
Mengabaikan kebutuhan psikologis manusia
Menyediakan kerangka untuk memahami urutan kebutuhan manusia dalam konteks kerja
Mengutamakan aspek fisik dibandingkan sosial
Menolak teori human relations
Berfokus hanya pada kebutuhan fisiologis
Perkembangan perilaku organisasi setelah tahun 1980-an ditandai dengan meningkatnya perhatian terhadap...
Teknologi tanpa memperhatikan manusia
Budaya organisasi, etika kerja, dan perilaku lintas budaya
Penghapusan struktur organisasi formal
Penekanan penuh pada efisiensi produksi
Isolasi antar departemen
Salah satu alasan mengapa teori-teori awal seperti milik Taylor dan Weber masih relevan hingga kini adalah karena...
Mereka menolak perubahan
Prinsip efisiensi dan struktur tetap dibutuhkan, meskipun harus dikombinasikan dengan pemahaman perilaku manusia
Teori modern tidak dapat diterapkan di organisasi
Pendekatan perilaku sudah tidak relevan
Mereka lebih cocok untuk organisasi nirlaba
Sejarah perkembangan ilmu perilaku organisasi menunjukkan perubahan paradigma dari fokus mekanis dan struktural menjadi fokus pada...
Prosedur administratif
Pengawasan dan kontrol
Manusia sebagai aset strategis organisasi
Teknologi sebagai faktor dominan
Persaingan antar individu
Seorang karyawan yang memiliki kemampuan tinggi tetapi motivasi rendah sering kali menunjukkan kinerja yang tidak optimal. Berdasarkan teori perilaku organisasi, manajer sebaiknya...
Memberikan pelatihan teknis tambahan
Memberikan hukuman atas hasil kerjanya
Memberikan penghargaan atau tantangan yang dapat meningkatkan motivasinya
Memindahkannya ke bagian lain
Mengabaikan kinerjanya karena kemampuan sudah cukup
Dalam suatu rapat, seorang manajer menilai bawahannya malas hanya karena sering diam dan tidak aktif berbicara. Padahal, bawahan tersebut memiliki gaya komunikasi introvert. Kasus ini menunjukkan adanya...
Persepsi selektif
Fundamental attribution error
Persepsi objektif
Efek halo
Self-serving bias
Perbedaan individu dapat berdampak positif bagi organisasi jika...
Dikelola melalui kolaborasi dan saling menghargai keunikan anggota tim
Dibiarkan agar muncul kompetisi internal
Diseragamkan agar tidak terjadi perbedaan pandangan
Seorang karyawan menolak ide baru dari rekan kerja karena merasa ide tersebut tidak berasal dari dirinya sendiri. Sikap ini menunjukkan adanya pengaruh dari...
Ego dan bias persepsi
Kepuasan kerja tinggi
Motivasi intrinsik
Nilai-nilai organisasi
Persepsi selektif yang positif
Menurut teori Harapan (Expectancy Theory) dari Vroom, seseorang akan termotivasi jika ia percaya bahwa...
Usahanya akan menghasilkan kinerja yang baik dan penghargaan yang diinginkan
Organisasi memiliki sistem yang ketat
Semua orang diperlakukan sama tanpa melihat hasil kerja
Penghargaan tidak penting dalam pekerjaan
Lingkungan kerja bersifat pasif
Ketika seseorang gagal mencapai target dan menyalahkan kondisi lingkungan, namun jika berhasil, ia menganggap itu karena kemampuannya sendiri. Hal ini dikenal sebagai...
Self-fulfilling prophecy
Self-serving bias
Persepsi selektif
Fundamental attribution error
Efek halo
Manajer yang memahami bahwa setiap individu memiliki kebutuhan dan nilai yang berbeda dalam bekerja berarti menerapkan prinsip...
Manajemen berbasis aturan
Pendekatan individual differences dalam perilaku organisasi
Pendekatan klasik
Seorang karyawan tetap bekerja dengan antusias meskipun tidak mendapat bonus tambahan karena ia merasa pekerjaannya bermakna. Berdasarkan teori motivasi, karyawan tersebut digerakkan oleh...
Motivasi eksternal
Motivasi intrinsik
Faktor higienis
Dorongan sosial
Rasa takut terhadap kegagalan
Jika seorang karyawan merasa upaya dan hasil kerjanya tidak seimbang dengan rekan lain yang menerima kompensasi lebih tinggi, menurut teori Keadilan (Equity Theory), maka kemungkinan besar ia akan...
Meningkatkan usaha agar setara
Tetap bekerja dengan semangat tinggi
Menurunkan kinerja atau mencari pekerjaan lain
Mengabaikan ketimpangan tersebut
Meningkatkan loyalitas terhadap perusahaan
Dalam konteks perilaku organisasi, pemahaman terhadap kepribadian, sikap, dan persepsi individu penting agar manajer dapat...
Menerapkan kebijakan yang seragam untuk semua karyawan
Menyesuaikan gaya kepemimpinan dan strategi motivasi sesuai karakter individu
Meningkatkan pengawasan tanpa memperhatikan kebutuhan karyawan
Menghindari komunikasi dengan bawahan
Mengontrol perilaku dengan cara otoriter
Seorang manajer menilai karyawannya malas karena sering terlambat, tanpa mempertimbangkan bahwa transportasi umum di daerah tersebut sering bermasalah. Kasus ini menunjukkan kesalahan persepsi yang disebut...
Persepsi selektif
Fundamental attribution error
Efek halo
Self-serving bias
Persepsi sosial negatif
Dalam rapat, seorang pimpinan lebih memperhatikan pendapat karyawan yang berbicara dengan suara lantang daripada yang berbicara pelan, sehingga penilaiannya menjadi bias. Hal ini menunjukkan pengaruh faktor eksternal berupa...
Persepsi sosial
Intensitas stimulus
Sikap pribadi
Pengalaman masa lalu
Persepsi terhadap diri sendiri
Dua orang karyawan diberi tugas yang sama. Yang satu merasa tugas itu menantang, sedangkan yang lain merasa tugas itu terlalu berat. Perbedaan pandangan ini disebabkan oleh...
Perbedaan tingkat pendidikan
Persepsi yang terbentuk dari pengalaman, motivasi, dan kepribadian masing-masing
Standar kerja yang tidak jelas
Kondisi kerja yang berbeda
Faktor ekonomi
Seorang pegawai menilai dirinya rendah karena sering dibandingkan dengan rekan yang lebih berprestasi. Dalam hal ini, persepsi yang memengaruhi perilakunya adalah...
Persepsi sosial
Persepsi terhadap lingkungan
Persepsi terhadap diri sendiri (self-perception)
Persepsi objektif
Persepsi selektif
Manajer yang memahami bahwa persepsi setiap individu berbeda akan lebih mampu...
Mengabaikan perbedaan pandangan karyawan
Menyesuaikan gaya komunikasi dan pendekatan kepemimpinan sesuai karakter masing-masing individu
Menyeragamkan cara berpikir seluruh karyawan
Menghindari keterlibatan dalam diskusi
Mengandalkan laporan tertulis saja
Seorang pemimpin perusahaan besar selalu menilai positif karyawan yang berasal dari universitas ternama, tanpa memperhatikan kinerja aktual. Fenomena ini disebut...
Efek halo
Persepsi selektif
Efek kontras
Fundamental attribution error
Persepsi sosial positif
Dalam organisasi yang multikultural, perbedaan persepsi antaranggota dapat diminimalkan dengan cara...
Meningkatkan komunikasi terbuka dan empati antarindividu
Menyeragamkan cara berpikir seluruh karyawan
Mengurangi interaksi antarbudaya
Menyembunyikan perbedaan agar tidak muncul konflik
Menetapkan satu budaya dominan yang harus diikuti
Seseorang yang hanya melihat kesalahan kecil dari rekan kerja tanpa memperhatikan kontribusi positifnya mengalami distorsi persepsi yang disebut...
Persepsi selektif
Efek halo negatif
Self-serving bias
Persepsi objektif
Persepsi sosial
Persepsi memainkan peran penting dalam komunikasi organisasi karena...
Menentukan bagaimana pesan ditafsirkan dan dimaknai oleh penerima
Tidak berpengaruh terhadap hubungan antar individu
Hanya berlaku untuk manajer tingkat atas
Tidak dapat diubah oleh pengalaman
Tidak memengaruhi efektivitas kerja tim
Pemahaman tentang dimensi persepsi sangat penting bagi manajer karena...
Membantu mengendalikan perilaku bawahan melalui paksaan
Membuat keputusan lebih akurat dengan mempertimbangkan cara pandang individu terhadap situasi kerja
Menghilangkan kebutuhan akan komunikasi
Mengabaikan nilai dan pengalaman pribadi bawahan
Mendorong penyamaan persepsi secara total
Seorang manajer menilai seorang karyawan selalu termotivasi bekerja karena percaya bahwa kontribusinya akan diakui. Hal ini menunjukkan hubungan antara...
Dimensi afektif dan konatif
Dimensi kognitif dan afektif
Dimensi konatif dan sosial
Dimensi kognitif dan perilaku
Dimensi afektif dan sosial
Seorang karyawan yang merasa senang ketika berhasil menyelesaikan proyek tepat waktu sedang menunjukkan dimensi sikap...
Kognitif
Afektif
Konatif
Sosial
Teknis
Karyawan A percaya bahwa target yang tinggi akan meningkatkan kemampuan dirinya (kognitif), merasa tertantang dan senang saat mengejar target (afektif), dan berusaha bekerja ekstra untuk mencapainya (konatif). Kasus ini menunjukkan...
Hubungan sinergis antara tiga dimensi sikap
Hanya dimensi afektif yang dominan
Perilaku yang tidak dipengaruhi sikap
Dimensi kognitif yang tidak relevan
Sikap negatif terhadap pekerjaan
Jika seorang karyawan menolak perintah atasan meskipun memahami alasannya secara logis, hal ini menunjukkan konflik antara...
Kognitif dan konatif
Afektif dan konatif
Kognitif dan afektif
Sosial dan afektif
Konatif dan sosial
Seorang karyawan yang percaya bahwa kerja sama tim penting (kognitif), merasa puas saat membantu rekan (afektif), dan secara aktif berpartisipasi dalam proyek tim (konatif) menunjukkan sikap...
Positif dan terintegrasi
Negatif dan fragmentaris
Netral dan pasif
Kontradiktif
Tidak konsisten
Manajer yang memahami bahwa dimensi sikap karyawan berbeda dapat...
Menyesuaikan metode motivasi dan komunikasi agar lebih efektif
Memberikan perintah sama tanpa mempertimbangkan perbedaan
Mengabaikan sikap individu karena kinerja lebih penting
Seorang karyawan yang merasa bosan (afektif), tetapi tetap menyelesaikan tugas karena memahami urgensinya (kognitif) dan mematuhi aturan (konatif), menunjukkan...
Sikap yang tidak konsisten tetapi tetap produktif
Sikap negatif dan tidak profesional
Ketidakpedulian terhadap pekerjaan
Motivasi intrinsik rendah
Konflik sosial yang dominan
Karyawan yang percaya bahwa kontribusinya akan diabaikan (kognitif), merasa kecewa (afektif), dan mengurangi usahanya (konatif) kemungkinan besar mengalami...
Dampak sikap negatif terhadap kinerja
Sikap positif yang produktif
Konflik sosial eksternal
Ketidakpahaman prosedur organisasi
Motivasi intrinsik tinggi
Jika seorang karyawan memiliki pengetahuan yang tepat tentang pekerjaannya (kognitif), memiliki rasa bangga dalam pekerjaannya (afektif), dan proaktif membantu rekan kerja (konatif), hal ini akan berdampak pada...
Kinerja dan kepuasan kerja yang tinggi
Konflik tim yang meningkat
Penurunan motivasi intrinsik
Ketidakpatuhan terhadap prosedur
Persepsi negatif terhadap manajer
Manajer yang ingin meningkatkan produktivitas tim dapat memanfaatkan pemahaman dimensi sikap dengan cara...
Mengidentifikasi dimensi kognitif, afektif, dan konatif tiap individu untuk menyesuaikan strategi motivasi
Menetapkan aturan ketat tanpa mempertimbangkan sikap individu
Mengabaikan emosi karyawan dan fokus pada target
Menyeragamkan semua perilaku karyawan
Menggunakan hukuman sebagai satu-satunya alat
Seorang karyawan merasa demotivasi karena tidak mendapat dukungan dari atasannya, meskipun gaji dan fasilitas sudah memadai. Faktor utama yang memengaruhi kepuasan kerjanya adalah...
Faktor internal individu
Faktor sosial dan hubungan dengan atasan
Faktor eksternal pekerjaan
Faktor ekonomi
Faktor fisik
Seorang pegawai tetap menunjukkan kinerja tinggi meskipun fasilitas kerja kurang nyaman, karena pekerjaannya sesuai dengan minat dan nilai pribadinya. Hal ini menunjukkan pengaruh faktor...
Eksternal
Sosial
Internal individu
Fisik
Finansial
Seorang karyawan sering mengalami stres karena jam kerja yang panjang dan beban pekerjaan tinggi. Faktor ini termasuk...
Faktor internal
Faktor sosial
Faktor eksternal pekerjaan
Faktor motivasi
Faktor psikologis
Jika perusahaan memberikan penghargaan, pelatihan, dan kesempatan promosi, karyawan biasanya akan...
Tidak terpengaruh karena hanya faktor internal yang penting
Meningkatkan kepuasan dan sikap positif terhadap pekerjaan
Menurunkan motivasi karena terlalu banyak aturan
Mengalami konflik sosial
Mengabaikan tanggung jawab pekerjaan
Seorang karyawan memiliki kepribadian yang kompetitif dan ambisius, namun bekerja di lingkungan yang tidak mendukung. Sikap dan kepuasan kerjanya kemungkinan akan...
Tetap tinggi karena kepribadian dominan
Menurun karena konflik antara faktor internal dan eksternal
Tidak terpengaruh sama sekali
Meningkat karena tantangan lingkungan
Stabil tanpa perubahan
Dalam organisasi, hubungan yang harmonis antaranggota tim dapat meningkatkan kepuasan kerja karena...
Memengaruhi faktor internal individu
Memengaruhi faktor sosial dan interaksi
Mengurangi faktor eksternal
Tidak berpengaruh signifikan
Hanya terkait dengan gaji
Seorang karyawan menilai pekerjaannya membosankan dan monoton, meskipun kompensasi memadai. Faktor yang paling memengaruhi sikap negatifnya adalah...
Faktor internal individu
Faktor eksternal pekerjaan (tugas dan kondisi kerja)
Faktor sosial
Faktor ekonomi
Faktor biologis
Seorang manajer ingin meningkatkan kepuasan kerja timnya. Pendekatan yang paling tepat adalah...
Fokus hanya pada gaji dan tunjangan
Memahami faktor internal, eksternal, dan sosial yang memengaruhi masing-masing anggota
Menetapkan aturan ketat tanpa mempertimbangkan individu
Mengabaikan interaksi sosial di tempat kerja
Mengutamakan teknologi dan prosedur
Karyawan yang merasa tujuan pribadi dan organisasi sejalan cenderung memiliki...
Sikap negatif karena perbedaan motivasi
Kepuasan kerja tinggi dan komitmen positif
Konflik internal tanpa pengaruh eksternal
Motivasi rendah karena tantangan minimal
Produktivitas rendah
Jika faktor eksternal pekerjaan buruk (misal lingkungan kerja tidak nyaman), namun karyawan memiliki motivasi internal tinggi, kemungkinan hasil yang terjadi adalah...
Kepuasan dan kinerja tetap tinggi tanpa perubahan
Sikap dan kinerja bisa menurun tergantung kemampuan menyesuaikan diri
Tidak ada pengaruh sama sekali
Karyawan akan otomatis resign
Hanya interaksi sosial yang terpengaruh
