NEW
Font size
WorksheetsUTS Pengukuran Fisioterapi
Total questions: 25
Worksheet time: 50mins
Seorang pasien laki-laki berusia 68 tahun dirawat di ruang rehabilitasi setelah mengalami stroke ringan dua minggu lalu. Hasil observasi fisioterapis menunjukkan:
Pasien mampu makan sendiri tanpa bantuan, Mandi dibantu sebagian oleh perawat, Berpakaian dibantu Sebagian, Dapat mengontrol BAK dan BAB dengan baik, Mandiri ke toilet termasuk membersihkan diri, Berpindah dari tempat tidur ke kursi dengan bantuan lisan dari terapis, Berjalan dengan bantuan satu orang, Naik turun tangga dengan tongkat.
Hasil penilaian menggunakan Barthel Index menunjukkan skor total pasien adalah 75.
Berdasarkan pedoman interpretasi Barthel Index, bagaimana tingkat kemandirian pasien tersebut?
Ketergantungan total
Ketergantungan berat
Ketergantungan sedang
Ketergantungan sedikit
Seorang fisioterapis melakukan penilaian awal pada pasien lansia berusia 72 tahun yang mulai mengalami kesulitan dalam berpakaian dan mandi sendiri. Untuk mengetahui sejauh mana pasien masih dapat melakukan aktivitas dasar sehari-hari secara mandiri, fisioterapis menggunakan Katz Index.
Apa fungsi utama dari penggunaan Katz Index pada pasien tersebut?
Menilai kekuatan otot ekstremitas bawah
Menilai tingkat kemandirian dalam aktivitas hidup sehari-hari
Menilai kemampuan keseimbangan saat berjalan
Menilai tingkat depresi pada lansia
Seorang fisioterapis di rumah sakit rehabilitasi ingin mengevaluasi perkembangan pasien pasca stroke setelah dua minggu menjalani terapi. Ia menggunakan Functional Independence Measure (FIM) untuk menilai perubahan tingkat kemandirian pasien dalam berbagai aktivitas, termasuk perawatan diri, kontrol sfingter, mobilisasi, komunikasi, dan kognisi sosial. Berapa jumlah total item yang dinilai dalam FIM?
10 item
14 item
18 item
21 item
Seorang pasien laki-laki berusia 70 tahun menjalani program rehabilitasi pasca stroke di rumah sakit. Setelah tiga minggu terapi fisioterapi dan okupasi, pasien dinilai menggunakan Functional Independence Measure (FIM) dan memperoleh skor total 85.
Berdasarkan interpretasi FIM, bagaimana tingkat kemandirian pasien tersebut?
Ketergantungan total / membutuhkan bantuan penuh
Ketergantungan sedang / membutuhkan bantuan sebagian
Hampir mandiri / membutuhkan pengawasan minimal
Mandiri penuh / tidak membutuhkan bantuan
Beberapa alat ukur digunakan untuk menilai kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas hidup sehari-hari (Activity of Daily Living/ADL). Namun, tidak semua instrumen fungsional secara khusus termasuk dalam pengukuran ADL.
Manakah dari alat ukur berikut yang bukan termasuk pengukuran ADL?
Barthel Index (Mahoney & Barthel, 1965)
Index of ADL (Katz, 1959)
Functional Independence Measure (Granger, 1987)
Berg Balance Scale (Berg, 1989)
Seorang fisioterapis sedang melakukan observasi analisis berjalan pada pasien pasca operasi lutut. Ia mencatat bahwa dari saat tumit kanan menyentuh lantai (heel strike) hingga tumit kanan menyentuh lantai kembali, pasien membutuhkan waktu 1,2 detik.
Bagian dari pengukuran gait cycle yang sedang dinilai fisioterapis tersebut adalah...
Step duration
Stride duration
Step length
Stride length
Seorang pasien pasca stroke sedang menjalani latihan berjalan bersama fisioterapis. Saat pengamatan, terlihat bahwa ketika tumit kaki kanan pertama kali menyentuh lantai, tubuh pasien mulai menerima beban dan melakukan penyerapan goncangan agar tetap seimbang.
Fase dan tugas fungsional yang sedang terjadi pada saat itu adalah...
Initial contact – Weight acceptance
Mid stance – Single limb support
Pre swing – Limb advancement
Terminal swing – Limb advancement
Seorang pasien laki-laki berusia 55 tahun datang ke klinik fisioterapi dengan keluhan cara berjalan yang tidak normal setelah mengalami stroke 6 bulan yang lalu. Saat berjalan, pasien tampak mengayunkan kaki kanannya ke arah luar dalam bentuk setengah lingkaran setiap kali mengayunkan tungkai ke depan. Pemeriksaan menunjukkan adanya kelemahan otot dorsiflexor dan knee flexor kanan.
Pola jalan yang ditunjukkan pasien termasuk jenis gait apa?
Hemiplegic gait
Trendelenburg gait
Circumduction gait
Ataxic gait
Seorang pria berusia 68 tahun datang ke klinik fisioterapi dengan keluhan sulit memulai langkah dan sering tampak berjalan dengan langkah kecil serta cepat. Saat diamati, pasien tampak membungkuk ke depan, ayunan lengannya berkurang, dan langkahnya menjadi semakin cepat namun pendek hingga hampir kehilangan keseimbangan ke depan (festinating gait).
Gambaran pola berjalan tersebut paling sesuai dengan karakteristik gait pada pasien …
Cerebellar ataxia
Hemiplegia pasca stroke
Parkinson’s disease
Spastic diplegia
Seorang mahasiswa fisioterapi sedang melakukan observasi cara berjalan pada individu sehat berusia 25 tahun. Dari hasil pengamatan, terlihat bahwa saat berjalan, setiap kaki mengalami periode saat seluruh telapak menyentuh tanah dan periode saat kaki mengayun ke depan. Proporsi fase berdiri sekitar 60% dari satu siklus berjalan, sedangkan fase mengayun sekitar 40%. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, pola berjalan individu tersebut menunjukkan karakteristik gait yang
Tidak normal karena durasi fase berdiri terlalu singkat
Tidak normal karena kaki tidak sepenuhnya melakukan contact
Normal karena memiliki proporsi fase stance (±60%) dan swing (±40%) yang sesuai dengan pola fisiologis berjalan
Tidak normal karena fase swing lebih lama dari fase stance
Seorang fisioterapis sedang melakukan pemeriksaan awal pada pasien yang datang dengan keluhan nyeri lutut kanan. Saat pasien berjalan masuk ke ruang pemeriksaan, fisioterapis memperhatikan pola jalannya, posisi tubuh, dan ekspresi wajah pasien untuk mendapatkan informasi awal tentang kondisi fungsionalnya.
Observasi yang dilakukan fisioterapis tersebut termasuk dalam jenis inspeksi …
Inspeksi statis, karena dilakukan saat pasien tidak bergerak
Inspeksi pasif, karena pasien tidak diberi instruksi khusus
Inspeksi dinamis, karena dilakukan saat pasien bergerak melakukan aktivitas
Inspeksi struktural, karena berfokus pada bentuk anatomi lutut
Seorang pasien datang ke klinik fisioterapi dengan keluhan nyeri pada bahu kiri sejak dua minggu terakhir. Fisioterapis meminta pasien untuk duduk tegak di kursi, kemudian mengamati posisi bahu, bentuk skapula, dan adanya asimetri tubuh tanpa meminta pasien melakukan gerakan apa pun.
Jenis inspeksi yang dilakukan fisioterapis pada situasi tersebut adalah …
inspeksi dinamis
inspeksi fungsional
inspeksi palpasi
inspeksi statis
Seorang fisioterapis melakukan pemeriksaan awal pada bayi yang baru lahir. Saat dilakukan inspeksi statis, terlihat adanya kelainan bentuk pada ekstremitas. Fisioterapis menemukan bahwa pada tangan kanan terdapat jumlah jari lebih dari lima.
Hasil temuan tersebut kemungkinan menunjukkan adanya kelainan kongenital berupa
Syndactyly
Club foot
Genu varum
Polydactyly
Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke klinik fisioterapi dengan keluhan gerakan wajah yang tidak terkendali. Saat dilakukan pemeriksaan, fisioterapis mengamati bahwa pasien sering mengedipkan mata dan menggerakkan bahu secara tiba-tiba dan berulang, terutama saat sedang berbicara atau merasa cemas. Gerakan tersebut tidak disadari oleh pasien dan dapat berhenti sesaat ketika pasien fokus melakukan sesuatu.
Berdasarkan hasil observasi tersebut, temuan yang paling mungkin terjadi adalah …
Tremor
Fasciculation
tics
spasme
Seorang pasien datang ke klinik fisioterapi dengan keluhan bengkak pada pergelangan kaki setelah terkilir dua hari yang lalu. Fisioterapis melakukan pemeriksaan dengan menekan jaringan di sekitar pergelangan kaki menggunakan ujung jari selama beberapa detik, kemudian dilepaskan untuk menilai apakah terdapat cekungan yang menetap pada kulit.
Berdasarkan tindakan tersebut, aspek palpasi yang sedang dinilai oleh fisioterapis adalah …
Tekstur permukaan
Suhu kulit
Konsistensi jaringan
Oedema / Pitting oedema
Seorang pasien datang ke klinik fisioterapi dengan keluhan nyeri pada otot betis setelah melakukan latihan intensif. Saat pemeriksaan, fisioterapis meraba area betis dengan punggung tangan untuk menilai suhu kulit, lalu menekan perlahan otot gastrocnemius untuk mengetahui adanya nyeri tekan dan peningkatan tonus otot.
Berdasarkan tindakan pemeriksaan tersebut, fisioterapis sedang menilai aspek palpasi berupa
Konsistensi dan ukuran massa
Suhu kulit dan nyeri tekan
Tekstur permukaan dan batas organ
Oedema dan pitting oedema
Seorang fisioterapis melakukan pemeriksaan perkusi pada beberapa area tubuh pasien untuk menilai kondisi organ di bawahnya. Saat memukul area abdomen bagian atas, terdengar suara “dang, dang, dang” yang menunjukkan adanya gelembung udara di bawah permukaan yang diperkusi.
Berdasarkan hasil tersebut, nada perkusi yang terdengar termasuk dalam jenis …
Pekak
Redup
sonor
timpani
Seorang pasien dengan riwayat asma mengeluh sesak terutama saat ekspirasi. Saat dilakukan auskultasi, terdengar bunyi melengking seperti “ngiii...” pada fase ekspirasi, disebabkan oleh penyempitan bronkus akibat edema.
Bunyi tambahan yang sesuai dengan hasil pemeriksaan tersebut adalah …
Racles
Ronchi
Wheezing
Pleural friction rub
Seorang pasien datang dengan keluhan nyeri dada yang tajam saat menarik napas dalam. Hasil auskultasi menunjukkan adanya bunyi kering seperti gesekan amplas, terdengar pada akhir inspirasi dan awal ekspirasi, dan tidak hilang setelah batuk.
Bunyi tambahan yang terdengar pada pemeriksaan tersebut menunjukkan adanya …
Krakles
Wheezing
Ronchi
Pleural friction rub
Seorang fisioterapis sedang melakukan pemeriksaan postural pada pasien laki-laki usia 30 tahun. Pasien memiliki bentuk tubuh tinggi, kurus, dengan otot yang tampak kurang berkembang dan struktur tulang kecil. Berdasarkan hasil inspeksi tersebut, habitus tubuh pasien termasuk dalam tipe …
Sthenic (mesomorphic)
Hypersthenic (endomorphic)
Asthenic (ectomorphic)
Athletic (mesosthenic)
Seorang fisioterapis melakukan pemeriksaan keseimbangan dinamis pada pasien lansia berusia 73 tahun. Pasien diminta berdiri tanpa alas kaki sejauh 5 cm dari blok setinggi 7,5 cm, kemudian menaik-turunkan satu kaki selama 15 detik. Hasilnya menunjukkan pasien mampu melakukan 17 langkah dalam 15 detik.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, interpretasi yang paling tepat adalah …
Hasil di bawah nilai normatif, menunjukkan gangguan keseimbangan berat
Hasil sesuai nilai normatif, menunjukkan keseimbangan dinamis masih baik
Hasil terlalu tinggi, menunjukkan risiko jatuh meningkat
Hasil menunjukkan reliabilitas rendah pada lansia
Seorang pasien pasca-stroke dilakukan Sitting Balance Test dengan posisi duduk di tepi bed, kaki disangga, dan tangan di pangkuan. Saat diberi dorongan ringan dari berbagai arah, pasien mampu mempertahankan posisi duduk tanpa bantuan.
Berdasarkan kriteria penilaian, skor yang tepat untuk pasien tersebut adalah …
1
2
3
4
Seorang pasien lansia menjalani pemeriksaan keseimbangan menggunakan Berg Balance Scale (BBS) yang terdiri dari 14 item aktivitas fungsional, seperti berdiri dari posisi duduk, berdiri dengan satu kaki, dan mengambil benda dari lantai. Setelah dinilai, pasien memperoleh skor total 41 dari 56.
Berdasarkan hasil tersebut, interpretasi yang paling tepat adalah …
Risiko jatuh rendah
Keseimbangan normal
Risiko jatuh sedang
Risiko jatuh tinggi
Seorang fisioterapis melakukan pemeriksaan tekanan darah pada pasien hipertensi menggunakan sfigmomanometer dan stetoskop. Manset dipasang 2–3 cm di atas lipat siku, lalu tekanan diturunkan perlahan sambil mendengarkan bunyi Korotkoff. Bunyi pertama terdengar pada 150 mmHg dan bunyi terakhir menghilang pada 90 mmHg.
Berdasarkan hasil tersebut, tekanan darah pasien adalah …
150/80 mmHg
150/90 mmHg
140/90 mmHg
120/80 mmHg
Seorang mahasiswa fisioterapi sedang melakukan pemeriksaan tekanan darah menggunakan stigmomanometer. Ia langsung memompa manset hingga 120 mmHg tanpa memeriksa denyut nadi terlebih dahulu, kemudian mengempiskan manset perlahan sambil mendengarkan dengan stetoskop.
Kesalahan yang dilakukan mahasiswa tersebut adalah …
Tidak menempatkan manset sejajar dengan jantung
Tidak memeriksa denyut nadi brakialis sebelum pengukuran
Mengempiskan manset terlalu cepat
Tidak menggunakan stetoskop dengan benar
