NEW
Font size
WorksheetsUTS Pengantar Kolaborasi K3 – Pilihan Ganda
Total questions: 40
Worksheet time: 20mins
Dalam konteks UU No. 1 Tahun 1970, penerapan prinsip pencegahan kecelakaan kerja lebih menekankan pada…
Pemberian kompensasi setelah kecelakaan
Inspeksi setelah kecelakaan terjadi
Identifikasi bahaya sebelum kejadian
Pelatihan darurat bagi korban
Salah satu faktor penyebab lemahnya penerapan K3 di Indonesia meskipun regulasi sudah lengkap adalah…
Kurangnya pengetahuan teknis pekerja
Kurangnya integrasi multidisiplin dalam manajemen risiko
Tidak adanya standar internasional yang diadopsi
Minimnya pengawasan dari serikat pekerja
Kolaborasi interdisipliner dalam penerapan K3 berbeda dengan multidisipliner karena…
Mengintegrasikan metode dan pengetahuan antar bidang
Melibatkan disiplin ilmu yang sama dalam konteks berbeda
Tidak ada komunikasi antara tim ahli
Hanya fokus pada bidang Teknik
Berdasarkan PP No. 50 Tahun 2012, tujuan utama manajemen risiko K3 adalah..
Mengurangi beban kerja mental
Menjamin dan melindungi keselamatan tenaga kerja
Mengatur beban ekonomi perusahaan
Mengendalikan biaya kompensasi
Dalam sistem HIRARC, tahapan yang tepat untuk menentukan prioritas bahaya kerja adalah…
Risk Identification
Hazard Elimination
Risk Assessment
Control Monitoring
Dalam pendekatan manajemen risiko ergonomi, “forceful exertions” dikategorikan sebagai…
Faktor risiko biomekanik
Bahaya kimia beracun
Bahaya kebakaran
Risiko psikososial
AI dan IoT dalam K3 memiliki fungsi utama sebagai…
Sistem administrasi cuti
Alat deteksi dan prediksi bahaya kerja
Sistem kompensasi kecelakaan
Media komunikasi antar pegawai
Mengapa VR dan AR efektif dalam pelatihan K3 dibanding metode konvensional?
Lebih murah daripada pelatihan lapangan
Tidak memerlukan instruktur
Dapat menggantikan seluruh prosedur K3
Menyediakan pengalaman imersif tanpa risiko nyata
Dalam studi kasus kebocoran gas pabrik kimia, penyebab utama kecelakaan dari sisi manajemen adalah…
Pekerja tidak memakai APD
Sistem ventilasi rusak
Tidak ada prosedur darurat yang jelas
Gas terdeteksi terlambat
Prinsip dasar ergonomi menurut ISO 26800:2011 adalah…
Mengoptimalkan efisiensi mesin
Menyesuaikan sistem kerja dengan kemampuan manusia
Mempercepat produktivitas tanpa memperhatikan kenyamanan
Meminimalkan biaya produksi
Faktor psikososial kerja berpengaruh langsung terhadap keselamatan karena…
Menurunkan efisiensi mesin
Meningkatkan risiko human error
Menghambat sistem alarm
Mengurangi paparan bahan kimia
Pendekatan safety by design dalam teknik dan rekayasa berarti…
Merancang sistem kerja aman sejak tahap desain
Melakukan modifikasi setelah kecelakaan
Menambahkan APD pada tahap akhir
Mengandalkan kontrol administratif
Dalam sistem manajemen K3 (ISO 45001), prinsip continuous improvement (PDCA) berarti…
Proses K3 dilakukan sekali setahun
Evaluasi berkelanjutan terhadap implementasi
Hanya fokus pada audit eksternal
Menghapus kebutuhan pelatihan rutin
Faktor lingkungan yang dapat memengaruhi analisis risiko ergonomi adalah…
Suhu dan pencahayaan
Jenis kelamin pekerja
Latar belakang pendidikan
Pengalaman kerja
Salah satu kelemahan pendekatan multidisipliner dibanding interdisipliner adalah…
Kurang integrasi antar disiplin
Tidak melibatkan banyak bidang ilmu
Fokus pada masalah kecil
Tidak menggunakan data ilmiah
Dalam hierarki pengendalian risiko, langkah terakhir yang dilakukan adalah…
Eliminasi
Substitusi
Rekayasa
Penggunaan APD
Keterlibatan dokter perusahaan dalam tim multidisiplin K3 utamanya terkait dengan…
Pengawasan keuangan
Diagnosis penyakit akibat kerja
Desain alat kerja
Evaluasi kinerja manajerial
Contoh penerapan prinsip green industry dalam K3 adalah…
Penggunaan bahan bakar fosil efisien
Pengolahan limbah B3 secara aman
Menambah jam kerja agar produktif
Mengurangi jumlah pekerja
Dalam analisis risiko ergonomi, frekuensi dan keparahan digunakan untuk…
Menentukan tingkat risiko
Mengukur suhu kerja
Menilai tingkat kebugaran
Menentukan kompensasi
Salah satu indikator keberhasilan budaya keselamatan (safety culture) adalah…
Pekerja takut melapor kecelakaan
Pekerja aktif terlibat dalam pelaporan bahaya
Tidak adanya inspeksi rutin
Pengawasan dilakukan secara rahasia
Dalam penerapan K3, human error paling sering disebabkan oleh…
Desain sistem yang buruk dan stres kerja
Kelemahan hukum
Penerapan digital platform dalam manajemen K3 bertujuan untuk…
Otomatisasi audit dan pelaporan bahaya
Menggantikan fungsi HRD
Mempercepat rotasi pegawai
Mengurangi pelatihan langsung
Prinsip prevention is better than cure dalam K3 berarti…
Pengobatan lebih murah daripada pencegahan
Pencegahan kecelakaan lebih efisien daripada kompensasi
Setiap kecelakaan harus disembunyikan
Hanya berlaku di sektor medis
Analisis biaya kecelakaan kerja penting karena…
Menunjukkan besarnya tanggung jawab moral
Menghitung keuntungan dari kecelakaan
Menunjukkan bahwa pencegahan lebih ekonomis
Membatasi jumlah pekerja
Dalam sistem kolaborasi K3, engineer berperan utama dalam…
Mengatur jadwal kerja
Mendesain sistem dan mesin yang aman
Menentukan gaji pekerja
Melatih budaya keselamatan
Studi kasus tambang menunjukkan pentingnya ventilasi karena…
Mencegah paparan gas beracun
Menambah kenyamanan psikologis
Mengurangi kebisingan
Mengontrol pencahayaan
VR Training terbukti meningkatkan retensi pelatihan K3 karena…
Memberi simulasi langsung situasi berisiko
Menghilangkan prosedur keselamatan
Menggantikan pelatihan tatap muka
Membatasi pengalaman praktis
Dalam pendekatan ergonomi organisasi, fokus utama adalah…
Pengaturan jadwal dan sistem kerja
Desain alat pelindung diri
Warna ruangan
Penggunaan mesin berat
Penerapan AI dalam analisis risiko kerja berfungsi untuk…
Meningkatkan jam kerja
Menggantikan tenaga ahli K3
Prediksi potensi kecelakaan berdasarkan data historis
Indikator keberhasilan kolaborasi K3 di industri adalah…
Penurunan biaya audit
Penurunan signifikan angka kecelakaan
Peningkatan jam kerja lembur
Pengurangan pekerja
Manajemen risiko ergonomi berbeda dengan risiko fisik karena…
Fokus pada interaksi manusia dengan sistem kerja
Mengukur suhu dan tekanan udara
Terkait bahan kimia industri
Menggunakan detektor gas
Kelebihan alat ERAT dibanding metode lain adalah…
Mudah digunakan tanpa pelatihan intensif
Memerlukan perangkat mahal
Hanya untuk pekerja industri berat
Tidak bisa digunakan mandiri
Salah satu manfaat pendekatan interdisipliner dalam K3 adalah…
Menghasilkan solusi yang lebih komprehensif
Mengurangi jumlah disiplin terlibat
Membatasi inovasi
Fokus pada satu bidang ilmu
Dalam hierarki pengendalian risiko ergonomi, langkah paling efektif adalah…
Eliminasi sumber bahaya
Penggunaan APD
Pelatihan ulang
Rotasi kerja
Smart Helmet digunakan untuk…
Mendeteksi kelelahan dan kondisi lingkungan
Mengatur jadwal kerja
Menilai performa produksi
Mengganti sensor gas
Checklist OSHA dalam penilaian ergonomi digunakan untuk…
Menilai kesehatan mental pekerja
Mengukur tingkat kebisingan
Menentukan suhu ruangan
Mengevaluasi postur, repetisi, dan beban kerja
Pendekatan ekonomi dalam K3 menekankan bahwa…
K3 tidak memengaruhi efisiensi
Pencegahan menambah biaya operasional
Kecelakaan lebih mahal daripada pencegahan
Mengurangi inspeksi manual
Faktor biologi dalam K3 terutama berkaitan dengan…
Infeksi akibat paparan patogen
Stres kerja
Postur kerja buruk
Beban mental tinggi
Tujuan evaluasi dan monitoring kolaborasi K3 adalah…
Mengidentifikasi efektivitas program dan kendala
Memberikan sanksi
Komunikasi lintas disiplin
Audit eksternal
Kesimpulan umum dari seluruh materi adalah bahwa K3..
Tanggung jawab individu saja
Kewajiban hukum sekaligus investasi strategis
Hanya berlaku di industri berat
Sekadar prosedur administratif
