wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal UTS Konsep Dasar PKN MI/SD Semester 1

Total questions: 40

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Ibu Sari mendapati siswanya di kelas IV cenderung menghafal materi PKn tentang norma dan aturan tanpa memahami implikasi penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan utama mata pelajaran PKn yang berfokus pada pembentukan warga negara yang baik belum tercapai. Apa langkah paling tepat yang harus dilakukan Ibu Sari untuk mengatasi masalah ini?

a)

Mengganti metode ceramah dengan penugasan membuat ringkasan bab tentang norma dan aturan agar siswa lebih fokus.

b)

Menyuruh siswa mencari dan menyalin definisi norma dari berbagai buku sumber sebagai bentuk penegasan kognitif.

c)

Melaksanakan simulasi atau bermain peran (role playing) kasus-kasus pelanggaran norma di sekolah dan masyarakat agar siswa mengalami serta menganalisis konsekuensinya.

d)

Memberikan sanksi bagi siswa yang tidak mampu menjelaskan fungsi norma secara lisan untuk mendorong mereka menghafal lebih keras.

2.

Saat membahas materi 'Kewajiban dan Hak sebagai Anak di Rumah', Pak Budi ingin menerapkan pembelajaran yang berorientasi Konstruktivisme. Beliau tidak ingin langsung memberikan daftar hak dan kewajiban. Tindakan manakah yang paling mencerminkan prinsip konstruktivisme dalam pembelajaran PKn?

a)

Memberikan kuis pre-test tentang materi hak dan kewajiban untuk mengukur pengetahuan awal mereka.

b)

Meminta setiap siswa untuk menuliskan hal-hal yang pernah mereka lakukan dan hal-hal yang mereka terima di rumah, kemudian secara berkelompok merumuskan konsep 'hak' dan 'kewajiban' dari pengalaman tersebut.

c)

Menjelaskan secara rinci definisi hak dan kewajiban, lalu meminta siswa menghafal dan membuat peta konsep.

d)

Mengajak siswa menonton video kartun tentang hak dan kewajiban, kemudian menanyakannya agar mereka melihat.

3.

Kelas V sedang mempelajari sistem pemerintahan desa. Suasana kelas menjadi monoton karena materi yang disampaikan Pak Ali sangat teoritis. Pak Ali ingin menerapkan pendekatan PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan). Tindakan manakah yang paling sesuai dengan prinsip PAKEM?

a)

Mewajibkan siswa menghafal semua nama perangkat desa dan menuliskan hal tambahan bagi yang hafal di luar kepala.

b)

Mengundang kepala desa atau perangkat desa untuk berdialog di kelas, dan di akhir sesi mengadakan kuis berhadiah sederhana untuk memotivasi siswa.

c)

Mengubah ceramah menjadi diskusi kelompok formal yang mengharuskan setiap kelompok membuat presentasi PowerPoint.

d)

Menyuruh siswa membuat papan buletin yang berisi struktur organisasi desa dengan gambar-gambar yang sudah disiapkan oleh guru.

4.

Guru kelas VI, Pak Rahmat, mendapati siswanya kurang menerima begitu saja informasi di media sosial tentang konflik antar suku di daerah lain. Ia ingin mempraktikkan Pendekatan Berpikir Kritis dalam pembelajaran PKn. Apa langkah awal yang paling efektif untuk menumbuhkan berpikir kritis siswa terhadap isu tersebut?

a)

Meminta siswa untuk segera mencari dan menyalin isi Undang-Undang yang mengatur tentang persatuan dan kesatuan bangsa.

b)

Memberikan tugas kepada siswa untuk membuat poster anti-konflik sebagai bentuk kampanye perdamaian.

c)

Menjelaskan kepada siswa bahwa semua berita di media sosial tentang konflik adalah bohong dan meminta siswa tidak mempercayainya.

d)

Mengajukan serangkaian pertanyaan seperti: 'Mengapa konflik ini terjadi?', 'Apa kepentingan pihak yang menyebarkan berita ini?', dan 'Bagaimana jika hal ini terjadi di lingkungan kita?'

5.

Ani, seorang siswi di kelas II, kedapatan mengambil pensil milik temannya. Ibu Lia ingin menggunakan momen ini sebagai pembelajaran untuk menerapkan Pendekatan Pembelajaran Berbasis Nilai dalam pelajaran PKn. Bagaimana tindakan Ibu Lia yang paling efektif dan mendidik?

a)

Memanggil Ani ke kantor guru, menyuruhnya menulis janji tidak akan mengulangi perbuatannya tanpa melibatkan teman-teman sekelas.

b)

Langsung menegur Ani di depan kelas dan memberinya sanksi berupa tidak boleh keluar kelas selama seminggu.

c)

Memfasilitasi diskusi kelas tentang 'Pentingnya Kejujuran dan Dampak Mengambil Hak Orang Lain'.

6.

Pak Herman ingin memastikan pembelajaran PKn di kelas II mencerminkan Hakikat Pembelajaran PKn di SD, yaitu sebagai pendidikan nilai dan karakter yang praktis. Dalam materi 'Hidup Rukun di Lingkungan', kegiatan manakah yang paling sesuai dengan hakikat tersebut?

a)

Menyuruh siswa menghafal Pancasila sila ke-3 dan maknanya tentang persatuan Indonesia.

b)

Meminta siswa menggambar simbol-simbol kerukunan tanpa ada kegiatan praktik nyata.

c)

Membuat proyek di mana setiap kelompok wajib melakukan kegiatan gotong royong membersihkan taman sekolah, kemudian membuat laporan hasil kegiatan.

d)

Mengadakan tes tulis dengan soal-soal tentang definisi 'rukun' dan 'toleransi' dari berbagai sudut pandang ahli.

7.

Ibu Wati mengamati salah satu Problematika Pembelajaran PKn di SD adalah materi sering kali disampaikan secara abstrak dan tidak kontekstual, terutama di daerah pedesaan. Untuk materi tentang 'Koperasi di Lingkungan Sekolah', apa solusi pembelajaran paling kreatif yang dapat mengatasi masalah materi tersebut?

a)

Menugaskan siswa untuk mendirikan 'Koperasi Mini Kelas' selama satu minggu, di mana mereka bergantian menjadi pengurus, melakukan transaksi jual beli alat tulis sederhana, dan melaporkan laba/rugi.

b)

Mengundang Ketua Koperasi Desa untuk bercerita tentang sejarah dan struktur organisasi koperasi yang ada di lingkungan sekolah.

c)

Memberikan tugas membuat kliping berita tentang koperasi-koperasi sukses di Indonesia.

d)

Meminta siswa membaca buku paket tentang koperasi secara intensif dan membuat catatan penting.

8.

Seorang guru kelas IV sedang merencanakan pembelajaran dengan KD (Kompetensi Dasar) yang mengharuskan siswa mampu 'mengidentifikasi berbagai bentuk keragaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia'. Sesuai dengan Muatan Kurikulum PKn dalam Kurikulum Nasional, pendekatan manakah yang paling tepat untuk mencapai KD tersebut?

a)

Pendekatan kontekstual, yaitu meminta siswa membawa benda, makanan khas, atau foto pakaian adat dari daerah asalnya, lalu saling menceritakan dan membandingkannya.

b)

Pendekatan inkuiri, yaitu guru meminta siswa melakukan penelitian mendalam tentang sejarah asal satu suku di pulau yang berbeda.

c)

Pendekatan deduktif, yaitu guru menjelaskan suku bangsa satu per satu, kemudian siswa menyalin catatannya.

d)

Pendekatan ekspositori, yaitu guru menayangkan video dokumenter tentang suku-suku di Indonesia selama 60 menit.

9.

Ibu Cici ingin melibatkan siswa dalam kegiatan Pembelajaran Siswa Aktif saat membahas tentang pentingnya musyawarah. Ia membagi siswa menjadi kelompok dan memberikan studi kasus sederhana. Di tengah diskusi, Ibu Cici melihat beberapa kelompok kesulitan mengambil keputusan. Tindakan terbaik Ibu Cici untuk menjaga keaktifan siswa sambil mengarahkan mereka adalah...

a)

Membubarkan kelompok yang kesulitan dan meminta mereka kembali ke tempat duduk untuk menyimak penjelasan guru.

b)

Meminta kelompok yang sudah selesai untuk menjelaskan cara mereka kepada kelompok yang masih kesulitan.

c)

Berjalan berkeliling, mengajukan pertanyaan pemicu (scaffolding) yang membantu kelompok menemukan cara musyawarah yang efektif tanpa memberikan jawaban langsung.

d)

Segera memberikan petunjuk langkah demi langkah yang harus dilakukan kelompok untuk mengambil keputusan.

10.

Pak Edo ingin mengevaluasi aspek afektif (sikap) siswa setelah pembelajaran PKn tentang nilai kejujuran. Namun, nilai yang ia dapatkan hanya dari tes tertulis, yang tidak mencerminkan perilaku siswa di kehidupan nyata. Ini merupakan salah satu Problematika Pembelajaran PKn di SD. Apa solusi yang tepat untuk mengatasi masalah evaluasi ini?

a)

Mengundang orang tua untuk memberikan nilai sikap anaknya di rumah.

b)

Melakukan penilaian observasi (pengamatan) terhadap perilaku siswa di kelas dan sekolah, serta menggunakan jurnal refleksi diri siswa.

c)

Memperbanyak soal tes tertulis yang berkaitan dengan definisi kedisiplinan.

d)

Memberikan sanksi berat bagi siswa yang tidak jujur agar nilai kedisiplinan mereka berubah.

11.

Dalam konteks Pembelajaran PKn dengan Pendekatan PAKEM, Ibu Tina menemukan siswa kelas III merasa bosan dengan sesi tanya jawab tradisional. Ia ingin menciptakan suasana yang lebih 'Menyenangkan' dan 'Kreatif'. Strategi manakah yang paling tepat untuk mencapai tujuan ini?

a)

Menugaskan siswa menghias kelas dengan tema PKn yang sedang dipelajari.

b)

Mengganti sesi tanya jawab dengan tugas menulis esai panjang tentang topik pelajaran.

c)

Menggunakan metode 'Bola Salju' (Snowball Throwing) di mana siswa menulis pertanyaan, meremas kertas menjadi bola, melemparnya, dan siswa lain menjawab pertanyaan yang didapat.

d)

Mengadakan kuis dengan hadiah permen bagi lima siswa tercepat yang bisa menjawab pertanyaan guru.

12.

Pak Jaka ingin mengajarkan materi 'Toleransi Antar Umat Beragama' kepada siswa kelas V. Ia berencana menerapkan Pendekatan Pembelajaran Berbasis Nilai. Kegiatan yang paling efektif untuk internalisasi nilai toleransi adalah...

a)

Mengadakan 'Proyek Sahabat' di mana siswa diminta berpasangan dengan teman yang berbeda latar belakang agama/suku, dan membuat rencana kegiatan sosial bersama.

b)

Meminta siswa membuat kliping berita tentang konflik agama yang pernah terjadi di Indonesia.

c)

Mengadakan tes lisan tentang lima contoh sikap toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

d)

Mengundang tokoh agama untuk menjelaskan doktrin agama mereka masing-masing.

13.

Salah satu Problematika Pembelajaran PKn di SD adalah materi yang disajikan sering terpisah dari disiplin ilmu lain, padahal PKn bersifat multidimensional. Bagaimana guru sebaiknya menyikapi problematika ini agar pembelajaran PKn menjadi lebih bermakna?

a)

Mengurangi alokasi waktu PKn dan menggantinya dengan mata pelajaran yang dianggap lebih penting.

b)

Menggunakan metode ceramah yang sangat mendalam untuk menunjukkan bahwa PKn memiliki ilmu yang kompleks.

c)

Menekankan bahwa PKn adalah mata pelajaran yang berdiri sendiri dan tidak perlu dikaitkan dengan mata pelajaran lain.

d)

Mengajar PKn dengan Pendekatan Tematik (Integratif), mengaitkan materi hak dan kewajiban dengan teks bacaan (Bahasa Indonesia) dan kegiatan ekonomi (Matematika/IPS).

14.

Guru kelas I ingin menyusun RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) untuk materi 'Simbol Sila-Sila Pancasila'. Sesuai dengan Muatan Kurikulum PKn dalam Kurikulum Nasional untuk kelas rendah, kegiatan manakah yang paling berorientasi pada proses dan karakteristik siswa SD kelas I?

a)

Mengadakan tes lisan tentang urutan Sila Pancasila dan meminta mereka menghafal maknanya secara lengkap.

b)

Menugaskan siswa untuk menggambar simbol Pancasila dan menempelkan potongan gambar peristiwa kehidupan sehari-hari di bawah simbol yang sesuai.

c)

Meminta siswa berdiskusi secara mendalam tentang perbedaan ideologi Pancasila dengan ideologi lain.

d)

Mengajak siswa menonton film dokumenter tentang sejarah perumusan Pancasila.

15.

Pada materi 'Keterbukaan dan Jaminan Keadilan' (KD untuk kelas VI), Bu Diah memberikan sebuah berita di media massa tentang dugaan kasus korupsi. Bu Diah ingin menerapkan Pendekatan Berpikir Kritis dan Pembelajaran Siswa Aktif. Apa tindak lanjut terbaik setelah siswa membaca berita tersebut?

a)

Meminta siswa untuk segera mencari dan menemukan siapa yang bersalah berdasarkan opini publik di media sosial.

b)

Meminta siswa mengidentifikasi: (1) Siapa yang terlibat? (2) Apa saja fakta yang ada? (3) Apa dampak kasus ini bagi masyarakat? (4) Apa solusi yang adil menurut mereka?

c)

Menugaskan siswa untuk menghafal semua pasal UUD 1945 yang berkaitan dengan korupsi.

d)

Menjelaskan terlebih dahulu sudut pandang Bu Diah sendiri tentang kasus tersebut agar siswa memiliki panduan yang benar.

16.

Pak Agung selalu mengajar PKn dengan pendekatan ceramah dan siswa diminta menyalin materi dari papan tulis. Akibatnya, siswa menjadi pasif dan pelajaran terasa membosankan. Jika ini dikaitkan dengan Pengertian, Fungsi, dan Tujuan PKn, problematika ini paling berdampak pada kegagalan fungsi PKn dalam hal...

a)

Fungsi Eksplanatori, karena siswa tetap bisa menjelaskan konsep dasar PKn.

b)

Fungsi Pembentukan Karakter (Afektif) dan Keterampilan Kewarganegaraan (Psikomotorik)

c)

Fungsi Kooperatif, karena siswa tidak bekerja sama dalam kelompok.

d)

Fungsi dalam kelompok siswa.

17.

Kelas VI sedang membahas materi 'Tanggung Jawab sebagai Warga Masyarakat'. Bu Susi menggunakan metode studi kasus di lingkungan sekitar. Ketika terjadi adu argumen antar siswa akibat berbeda, namun perdebatan menjadi terlalu emosional dan tidak fokus. Untuk kembali ke Pembelajaran Siswa Aktif yang efektif, tindakan terbaik Bu Susi adalah...

a)

Mengintervensi, menetapkan kembali aturan main debat yang beradab (nilai), dan meminta siswa fokus pada argumen berbasis fakta, bukan emosi.

b)

Memberikan nilai minus ke siswa yang berdebat secara emosional agar kelas lebih tenang.

c)

Menghentikan perdebatan, mengambil alih kelas, dan melanjutkan materi sendiri untuk menghemat waktu.

d)

Membiarkan perdebatan berlangsung agar siswa belajar mengatur emosi mereka sendiri tanpa intervensi guru.

18.

Di sekolah Bu Mira, terdapat Problematika Pembelajaran PKn di mana materi selalu dihafal karena dinilai penting, namun siswa tidak memahami isi dan tujuan teks. Bu Mira ingin membuat materi 'Peran Lembaga Negara' menjadi konkret. Media pembelajaran yang paling efektif dan mudah dibuat untuk mengatasi masalah ini?

a)

Menyuruh siswa menghafal singkatan-singkatan lembaga negara agar lebih mudah diingat.

b)

Membuat 'Pohon Lembaga Negara' dari kertas karton bekas yang ditempel di dinding.

c)

Mengundang kantor DPR untuk meminta 500 eksemplar buku tentang profil lembaga negara.

19.

Pak Candra ingin menerapkan Pembelajaran PKn Berorientasi Konstruktivisme saat membahas topik 'Pemilu'. Beliau ingin siswa menemukan sendiri mengapa partisipasi dalam Pemilu itu penting. Langkah awal yang paling mencerminkan prinsip konstruktivisme adalah...

a)

Menyajikan data statistik partisipasi Pemilu dari tahun ke tahun dan menjelaskan manfaatnya.

b)

Memberikan hukuman bagi siswa yang memilih Ketua Kelas secara sembarangan pada saat pemilihan sebelumnya.

c)

Meminta siswa membentuk kelompok dan menguasakan mereka untuk membuat skenario jika pemilihan Ketua Kelas dilakukan secara acak (tanpa Pemilu) vs. melalui pemilihan yang sah.

d)

Memutarkan video simulasi Pemilu yang ideal dan meminta siswa menirukannya.

20.

Sebagai guru PKn, Pak Deni dihadapkan pada dilema. Banyak orang tua menganggap Hakikat Pembelajaran PKn di SD hanya sebagai pelengkap, dan menyarankan materi disederhanakan saja. Sikap profesional terbaik Pak Deni untuk merespons hal ini adalah...

a)

Mengabaikan masukan orang tua dan tetap mengajarkan materi sesuai buku paket tanpa komunikasi lebih lanjut.

b)

Menjelaskan kepada orang tua bahwa PKn adalah inti pendidikan karakter, dan pembelajaran akan berfokus pada pembiasaan nilai

c)

Mengadakan seminar tentang teori-teori PKn untuk membuktikan bahwa PKn adalah mata pelajaran yang sulit dan penting.

d)

Menyetujui saran orang tua dan hanya mengajarkan aspek kognitif yang mudah diukur agar nilai siswa bagus.

21.

Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang bertujuan untuk membentuk peserta didik menjadi ______ yang cerdas, partisipatif, dan bertanggung jawab.

a)

seniman terkenal

b)

guru teladan

c)

pemimpin perusahaan

d)

warga negara

22.

Fungsi utama mata pelajaran PKn adalah sebagai sarana untuk mengembangkan ______ dan kepribadian warga negara.

a)

ekonomi

b)

keterampilan

c)

nilai

d)

teknologi

23.

Salah satu tujuan pembelajaran PKn di SD adalah menumbuhkan rasa ______ terhadap tanah air.

a)

acuh

b)

benci

c)

cinta

d)

takut

24.

Pembelajaran yang berorientasi pada konstruktivisme menekankan bahwa pengetahuan dibangun oleh ______ itu sendiri.

a)

peserta didik

b)

guru

c)

orang tua

d)

masyarakat

25.

25. PAKEM merupakan singkatan dari ______.

a)

Pembelajaran Adaptif, Kreatif, Eksploratif, dan Menarik

b)

Pembelajaran Analitik, Kritis, Efisien, dan Mandiri

c)

Pengajaran Aktif, Kolaboratif, Efektif, dan Modern

d)

Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan

26.

26. Dalam pembelajaran aktif, peran guru lebih sebagai ______ daripada sebagai pusat informasi.

a)

fasilitator

b)

pengamat

c)

penilai

d)

penguji

27.

Pendekatan berpikir kritis dalam PKn bertujuan agar siswa mampu ______ terhadap isu-isu kewarganegaraan.

a)

mengabaikan

b)

menganalisis

c)

menghafal

d)

menolak

28.

28. Pembelajaran berbasis nilai menekankan pada proses internalisasi nilai melalui kegiatan ______ dan refleksi.

a)

bermain

b)

bernyanyi

c)

diskusi

d)

olahraga

29.

Hakikat pembelajaran PKn di SD adalah membentuk peserta didik agar memiliki sikap dan perilaku ______ yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

a)

kewarganegaraan

b)

keagamaan

c)

kesenian

d)

kesehatan

30.

Salah satu problematika dalam pembelajaran PKn di SD adalah pendekatan pembelajaran yang masih bersifat ______ sehingga siswa pasif.

a)

konvensional

b)

inovatif

c)

kreatif

d)

interaktif

31.

Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) menurut pandangan konstruktivistik adalah...

a)

penanaman nilai-nilai kewarganegaraan hanya melalui ceramah

b)

proses menghafal fakta-fakta kewarganegaraan tanpa keterlibatan aktif siswa

c)

pemberian materi kewarganegaraan secara satu arah dari guru ke siswa

d)

proses pembelajaran yang menekankan pada pembentukan pengetahuan melalui pengalaman dan interaksi siswa sendiri

32.

Fungsi dan tujuan mata pelajaran PKn di Sekolah Dasar adalah untuk:

a)

Meningkatkan kemampuan berbahasa asing sejak dini.

b)

Mengajarkan matematika dan ilmu pengetahuan alam secara mendalam.

c)

Mengembangkan sikap dan perilaku warga negara yang baik sesuai Pancasila dan UUD 1945.

d)

Melatih keterampilan olahraga dan seni secara intensif.

33.

Prinsip utama pembelajaran PKn yang berorientasi pada konstruktivisme adalah...

a)

pembelajaran berpusat pada hafalan materi

b)

guru sebagai satu-satunya sumber informasi

c)

siswa membangun pengetahuan sendiri melalui pengalaman

d)

penilaian hanya berdasarkan hasil akhir

34.

Karakteristik pembelajaran aktif dalam konteks PKn di SD adalah...

a)

Siswa terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran

b)

Guru menjadi satu-satunya sumber informasi

c)

Siswa hanya mendengarkan penjelasan guru

d)

Pembelajaran berpusat pada guru

35.

Konsep dan penerapan pendekatan PAKEM dalam pembelajaran PKn di SD adalah...

a)

Pembelajaran yang hanya berpusat pada guru tanpa melibatkan siswa.

b)

Pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan yang melibatkan siswa secara langsung.

c)

Pendekatan yang menekankan hafalan materi tanpa praktik.

d)

Metode pembelajaran yang mengutamakan penilaian akhir saja.

36.

Hubungan antara pendekatan berpikir kritis dengan pembelajaran berbasis nilai dalam PKn adalah...

a)

Hanya menekankan pada aspek kognitif tanpa memperhatikan nilai.

b)

Membatasi siswa hanya pada hafalan nilai-nilai tanpa analisis.

c)

Mengabaikan pentingnya nilai dalam pembelajaran PKn.

d)

Mendorong siswa untuk menganalisis dan mengevaluasi nilai-nilai dalam kehidupan bermasyarakat.

37.

Hakikat pembelajaran PKn di SD dari segi nilai dan karakter adalah...

a)

menanamkan nilai-nilai moral dan membentuk karakter siswa

b)

mengajarkan matematika dan sains secara mendalam

c)

mengutamakan hafalan tanpa pemahaman nilai

d)

fokus pada keterampilan olahraga dan seni

38.

Dua problematika utama yang sering muncul dalam pelaksanaan pembelajaran PKn di SD adalah...

a)

Banyaknya guru PKn yang tidak berkompeten dan kurikulum yang terlalu mudah

b)

Ketersediaan fasilitas lengkap dan motivasi tinggi siswa

c)

Kurangnya minat siswa dan keterbatasan metode pembelajaran

d)

Tingginya partisipasi orang tua dan lingkungan belajar yang kondusif

39.

Kurikulum nasional memuat mata pelajaran PKn dengan tujuan untuk menanamkan nilai-nilai berikut, kecuali:

a)

Nilai-nilai demokrasi dan kebangsaan

b)

Nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945

c)

Nilai-nilai individualisme ekstrem

d)

Nilai-nilai hak dan kewajiban sebagai warga negara

40.

Contoh penerapan pendekatan konstruktivisme dan berpikir kritis secara bersamaan dalam satu kegiatan pembelajaran PKn di SD adalah:

a)

Siswa mendiskusikan permasalahan sosial di lingkungan sekitar dan mencari solusi bersama.

b)

Guru memberikan ceramah tentang materi PKN tanpa melibatkan siswa.

c)

Siswa hanya menghafal pasal-pasal UUD 1945 tanpa diskusi.

d)

Guru membacakan buku teks dan siswa mencatat tanpa tanya jawab.