wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kuis Adaptasi Fisiologi BBL

Total questions: 20

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Sirkulasi fetal dirancang untuk melewatkan (shunting) paru-paru karena janin mendapat oksigen dari plasenta. Struktur anatomis yang menghubungkan atrium kanan dan atrium kiri pada sirkulasi fetal disebut:

a)

Duktus Venosus

b)

Foramen Ovale

c)

Duktus Arteriosus

d)

Vena Umbilikalis

2.

Stimulus kimiawi (internal) utama yang memicu napas pertama bayi baru lahir setelah penjepitan tali pusat adalah:

a)

Peningkatan O2 (Hiperoksia) dan penurunan CO2 (Hipokapnia)

b)

Peningkatan pH darah (Alkalosis)

c)

Penurunan O2 (Hipoksia), peningkatan CO2 (Hiperkapnia), dan penurunan pH (Asidosis)

d)

Peningkatan suhu tubuh (Hipertermia)

3.

Fungsi utama dari surfaktan yang melapisi alveoli pada paru-paru bayi baru lahir adalah:

a)

Membersihkan sisa cairan ketuban dari alveoli

b)

Membantu penutupan foramen ovale

c)

Mencegah kolapsnya alveoli pada saat ekspirasi

d)

Merangsang produksi lemak coklat

4.

Perubahan sirkulasi paling fundamental setelah bayi bernapas adalah penurunan resistensi vaskular paru (PVR) dan peningkatan resistensi vaskular sistemik (SVR). Perubahan tekanan ini secara langsung menyebabkan:

a)

Penutupan fungsional Duktus Arteriosus

b)

Penutupan fungsional Foramen Ovale

c)

Penutupan fungsional Duktus Venosus

d)

Peningkatan aliran darah ke plasenta

5.

Penutupan fungsional Duktus Arteriosus (DA) setelah lahir sangat dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu:

a)

Penurunan O2 darah dan peningkatan Prostaglandin

b)

Peningkatan O2 darah dan penurunan Prostaglandin

c)

Peningkatan O2 darah dan peningkatan Prostaglandin

d)

Penurunan O2 darah dan penurunan Prostaglandin

6.

Bayi baru lahir (BBL) sangat rentan hipotermia. Mekanisme utama BBL untuk memproduksi panas saat kedinginan adalah:

a)

Menggigil (shivering thermogenesis)

b)

Vasodilatasi pembuluh darah perifer

c)

Menangis kuat dan aktivitas motorik

d)

Termogenesis non-menggigil (metabolisme lemak coklat)

7.

Seorang bidan segera mengeringkan bayi baru lahir yang basah oleh air ketuban menggunakan handuk hangat. Tindakan ini bertujuan utama untuk mencegah kehilangan panas melalui mekanisme:

a)

Konduksi

b)

Konveksi

c)

Radiasi

d)

Evaporasi

8.

BBL berisiko tinggi mengalami hipoglikemia pada jam-jam pertama kehidupan. Hal ini terutama disebabkan oleh:

a)

Cadangan glikogen di hati (hepar) yang terbatas dan cepat habis

b)

Fungsi ginjal yang belum matang dalam menyaring glukosa

c)

Produksi insulin yang berlebihan pada semua bayi

d)

Ketidakmampuan usus menyerap laktosa

9.

Pemberian injeksi Vitamin K1 profilaksis pada BBL segera setelah lahir bertujuan untuk:

a)

Mencegah terjadinya ikterus (jaundice) fisiologis

b)

Membantu pematangan fungsi hati

c)

Membantu sintesis faktor pembekuan darah di hati

d)

Meningkatkan cadangan zat besi bayi

10.

Menurut teori masa transisi Desmond, periode 30–60 menit pertama kehidupan di mana bayi sangat waspada (alert), mata terbuka lebar, dan refleks isap kuat disebut:

a)

Periode Reaktivitas Pertama (First Period of Reactivity)

b)

Periode Tidur (Period of Decreased Responsiveness)

c)

Periode Reaktivitas Kedua (Second Period of Reactivity)

d)

Periode Stabilisasi Fisiologis

11.

Bayi Ny. A lahir 1 menit yang lalu, bugar, menangis kuat, frekuensi jantung 150x/menit, dan frekuensi napas 55x/menit. Bidan mengeringkan bayi dan meletakkannya di dada ibu (SSC). Tanda-tanda vital ini menunjukkan bayi sedang berada dalam fase:

a)

Periode Reaktivitas Pertama

b)

Periode Reaktivitas Kedua

c)

Periode Tidur

d)

Gagal adaptasi pernapasa

12.

Bidan akan menimbang BBL di ruang bersalin. Bayi telanjang diletakkan di atas timbangan digital yang tidak dialasi kain. Ruangan bersalin menggunakan AC. Bayi ini berisiko kehilangan panas melalui dua mekanisme utama, yaitu:

a)

Evaporasi dan Radiasi

b)

Konduksi dan Konveksi

c)

Radiasi dan Konduksi

d)

Konveksi dan Evaporasi

13.

Bayi lahir dengan BBL 2.400 gram (BBLR). Pada pemeriksaan 2 jam post partum, bidan mendapati suhu aksila bayi 36.1°C (Hipotermia). Bayi juga tampak jitteriness (tremor/gemetar halus). Kondisi jitteriness ini paling mungkin disebabkan oleh:

a)

Hipertermia

b)

Hipokalsemia

c)

Hipoglikemia

d)

Kejang

14.

Bayi lahir melalui Seksio Sesarea (SC) elektif. Dalam 1 jam, bayi tampak bernapas cepat (75x/menit) dan merintih (grunting). Kondisi Transient Tachypnea of the Newborn (TTN) ini lebih sering terjadi pada bayi SC karena:

a)

Bayi SC umumnya prematur dan kekurangan surfaktan

b)

Efek sisa anestesi ibu yang menekan pusat napas bayi

c)

Tidak adanya “efek perasan spons” dari jalan lahir yang membantu mengeluarkan cairan paru

d)

Penutupan duktus arteriosus yang tertunda akibat SC

15.

Bidan mengkaji bayi usia 72 jam. Ibu mengeluh ASI-nya belum lancar. Kulit bayi tampak kuning di wajah dan dada. Kondisi ini merupakan manifestasi dari adaptasi hepar yang imatur dalam:

a)

Memproduksi faktor pembekuan

b)

Menyimpan glikogen

c)

Mengkonjugasi bilirubin indirek menjadi direk

d)

Mensintesis albumin

16.

Bayi lahir dari ibu dengan Preeklampsia Berat (PEB), BBL 2.100 gram (KMK). Adaptasi metabolisme yang paling harus diwaspadai bidan pada jam-jam pertama kehidupan bayi ini adalah:

a)

Hiperkalsemia

b)

Polisitemia

c)

Hipoglikemia

d)

Hipotermia

17.

Bidan memutuskan untuk melakukan Penundaan Penjepitan Tali Pusat (Delayed Cord Clamping/DCC) selama 2 menit pada bayi yang lahir bugar. Praktik berbasis bukti ini terbukti bermanfaat untuk adaptasi BBL karena:

a)

Mencegah hipotermia dengan memperlama kontak dengan ibu

b)

Mempercepat keluarnya mekonium

c)

Memberikan “transfusi plasenta” tambahan yang meningkatkan volume darah dan cadangan zat besi

d)

Merangsang napas pertama bayi lebih kuat

18.

Bidan sedang mengkaji bayi Ny. S usia 20 jam. Ibu cemas karena bayinya belum juga Buang Air Besar (BAB). Bidan memeriksa data: bayi sudah BAK 3x. Edukasi yang tepat oleh bidan adalah:

a)

Bayi harus segera diberi pencahar ringan

b)

Ini tanda bahaya, kemungkinan ada sumbatan usus

c)

Feses pertama (mekonium) normalnya keluar dalam 24–48 jam pertama kehidupan

d)

Bayi kekurangan cairan, ibu harus menambah asupan ASI

19.

Bayi usia 5 jam, yang sebelumnya tidur pulas selama 2 jam, kini mulai bangun, menggeliat, mata terbuka, dan mengeluarkan banyak lendir (gumoh). Fase transisi yang sedang dialami bayi adalah:

a)

Periode Reaktivitas Pertama

b)

Periode Reaktivitas Kedua

c)

Periode Tidur

d)

Tanda awal cold stress

20.

Bayi Ny. F lahir 12 jam yang lalu, Apgar Skor 8/9. Pada 4 jam pertama, bayi tampak aktif dan merah muda. Namun, saat bidan melakukan observasi, ibu mengeluh bayinya tampak kebiruan di sekitar bibir dan ujung kuku (sianosis sentral) saat menangis. Bidan melakukan pemeriksaan dan mendengar adanya bising jantung (murmur) yang jelas. Kondisi ini paling mungkin disebabkan oleh kegagalan adaptasi kardiovaskular, yaitu:

a)

Kegagalan absorpsi cairan paru (TTN)

b)

Peningkatan cepat bilirubin indirek (Ikterus)

c)

Persistensi sirkulasi fetal (misal: Duktus Arteriosus atau Foramen Ovale yang tetap terbuka)

d)

Hipoglikemia berat akibat cadangan glikogen habis