NEW
Font size
WorksheetsFarmakologi Dasar – Soal Pilihan Ganda
Total questions: 60
Worksheet time: 30mins
Berikut ini contoh obat ‘bebas terbatas’ atau lingkaran biru:
Paracetamol
Betadin kumur
Ranitidin
Diazepam
Semua salah
Berikut ini adalah bentuk sediaan obat (BSO) cair:
Suspensio
Emplastrum
Pulveres
Unguentum
Semua salah
Berikut ini adalah organ tempat metabolisme obat:
Ginjal
Kulit
Hepar
Limpa
Semua benar
Cabang farmakologi yang mempelajari efek obat pada tubuh kita adalah:
Farmakoterapi
Farmakognosi
Farmakokinetik
Farmakodinamik
Semua salah
Berikut ini adalah golongan antibiotik yang bekerja dengan cara merusak dinding sel bakteri:
Makrolide
Beta laktam
Aminoglikosida
Kuinolon
Obat Sulfa
Berikut ini adalah antibiotik golongan kuinolon, kecuali:
Ciprofloxacin
Ofloksasin
Levofloksasin
Asam Nalidiksat
Amikasin
Cara kerja antijamur ‘Ketokonazol’ adalah berikut ini:
Menghambat pembelahan DNA sel jamur.
Merusak cincin ergosterol dinding sel jamur.
Menghambat sintesis protein pada sel jamur.
Menghambat pembentukan ribosom sel jamur.
Semua benar.
Berikut ini adalah antikanker golongan antibiotik:
Bleomisin
Streptomisin
Tamoksifen
Methotreksat
Semua salah
Berikut ini adalah obat anti hipertensi golongan ACE (Angiotensin Coverting Enzyme) inhibitor:
Hidralazin
Amlodipin
Bisoprolol
Candesartan
Lisinopril
Obat-obat berikut ini diberikan untuk Dislipidemia (kelainan lemak dan kolesterol), kecuali:
Atorvastatin
Simvastatin
Glibenclamid
Fenofibrat
Gemfibrozil
Carvedilol merupakan obat untuk gagal jantung golongan berikut ini:
Beta blocker
Calcium Channel Blocker
Angiotensin Renin Blocker
ACE Inhibitor
Semua salah
Berikut ini adalah obat Diuretik hemat Kalium:
Furosemid
Spironolakton
Thiazid
Captopril
Semua salah
Famotidin adalah obat penekan asam lambung golongan berikut ini:
Antasida
H2 Blocker
PPI
Prostaglandin
Semua salah
Obat berikut ini bekerja menurunkan motilitas gerakan peristaltik usus:
Loperamid
Attapulgit
Bisacodil
Famotidin
Semua salah
Tablet attapulgit adalah antidiare golongan berikut ini:
Laxative
Antisecretory
Adsorbent
Antimotility
Semua salah
Berikut ini termasuk obat golongan ‘Narkotika’: (1) Codein; (2) Difenhidramin; (3) Morphin; (4) Efedrin
1, 2, 3
1 dan 3
2 dan 4
3 dan 4
Proses berikut ini termasuk bagian dari Farmakokinetik: (1) Absorpsi; (2) Distribusi; (3) Metabolisme; (4) Eliminasi
1, 2, 3
1 dan 3
2 dan 4
4 saja
Semua benar
Berikut ini termasuk Obat Bahan Alam: (1) Jamu; (2) Herbal terstandar; (3) Fitofarmaka; (4) Attapulgit
1, 2, 3
1 dan 3
2 dan 4
4 saja
Semua benar
Berikut ini termasuk obat Anti Mikobakterium (TBC): (1) Rifampisin; (2) Pirazinamid; (3) Isoniazid; (4) Etambutol
1, 2, 3
1 dan 3
2 dan 4
4 saja
Semua benar
Berikut ini termasuk antibiotik golongan Makrolide: (1) Cefadroksil; (2) Eritromisin; (3) Cefiksim; (4) Azitromisin
1, 2, 3
1 dan 3
2 dan 4
4 saja
Semua benar
Berikut ini termasuk obat golongan anti protozoa: (1) Cefadroksil; (2) Ceftriakson; (3) Cefiksim; (4) Metronidazol
1, 2, 3
1 dan 3
2 dan 4
4 saja
Semua benar
Berikut ini termasuk obat lambung golongan PPI (proton pump inhibitor): (1) Omeprazol; (2) Ranitidin; (3) Lansoprazol; (4) Cimetidin
1, 2, 3
1 dan 3
2 dan 4
4 saja
Semua benar
Berikut ini termasuk antihipertensi golongan ACE Inhibitor: (1) Captopril; (2) Enalapril; (3) Lisinopril; (4) Amlodipin
1, 2, 3
1 dan 3
2 dan 4
4 saja
Semua benar
Berikut ini termasuk golongan ‘Laxative Drugs’: (1) Karbon aktif (Charcoal); (2) Codein; (3) Attapulgit; (4) Bisacodil
1, 2, 3
1 dan 3
2 dan 4
4 saja
Semua benar
Obat-obat berikut ini termasuk obat jantung golongan inotropik: (1) Bisoprolol; (2) Dopamin; (3) Carvedilol; (4) Dobutamin
1, 2, 3
1 dan 3
2 dan 4
4 saja
Semua benar
Meniadakan penyebab penyakit Utama seperti Antibiotika terhadap infeksi atau Antidiabetika pada pasien DM merupakan definisi dari ...
Terapi Simptomatis
Terapi Kausal
Terapi Substitusi
Terapi Sitostatika
Terapi Adjuvan
Zat atau bahan dari alam atau kimiawi yang dalam takaran (dosis) yang tepat atau layak dapat menyembuhkan, meringankan, atau mencegah gejala penyakit merupakan Definisi dari...
Suplemen
Obat
Vitamin
Jamu
Alkes
Mengobati atau meringankan gejala namun tidak mempengaruhi penyebab penyakit merupakan definisi dari...
Terapi Simptomatis
Terapi Kausal
Terapi Substitusi
Terapi Sitostatika
Terapi Adjuvan
Obat menggantikan zat yang lazim diproduksi dari organ tubuh merupakan definisi dari ...
Terapi Simptomatis
Terapi Kausal
Terapi Substitusi
Terapi Sitostatika
Terapi Adjuvan
Farktor obat dibawah ini yang dapat mempengaruhi efek terapeutis adalah ...
Bentuk & Cara Pemberian Obat
Sifat Fisika Kimia Obat (ADME)
Kondisi Fisiologi Pasien
Podusen produk obat
Faktor Individual (ras,jenis kelamin,Luas Permukaan Tubuh)
Ketika suatu obat digunakan menunjukkan gejala toksik pada dosis tinggi dan efek toksik berkurang ketika dosis dikurangi merupakan ...
Efek Toleransi
Efek Teratogen
Efek Toksik(racun)
Efek Resistensi
Efek Antagonis
Kondisi patologis dimana obat tidak boleh digunakan karena dapat memperparah kondisi patologis merupakan ...
Indikasi
Kompabilitas
Interaksi
Kontraindikasi
Sinergi
Interaksi bahan obat yang terjadi di luar tubuh sebelum obat diberikan sehingga mempengaruhi efek obat merupakan ...
Indikasi
Kompabilitas
Interaksi
Kontraindikasi
Sinergi
Dosis suatu zat yang dapat menyebabkan kematian pada 50% hewan percobaan merupakan definisi dari ...
LD-50
LC-50
Chemical Hazard
Short Term Exposure Limit
Threshold Limit Values Time Weigthed Everage
Dibawah ini yang termasuk kedalam toksikologi klinik dari Agen Terapetik adalah ...
Zat kimia yg mempengaruhi lingkungan, biasanya berupa logam
Zat yang dapat mempengaruhi kesadaran seseorang
Interaksi suatu zat yang dapat meningkatkan kadar di dalam darah melewati batas toksik
Bahan pestisida, herbisida, dan insektisida yang terpapar oleh tubuh
Zat kimia dari industri yang terpapar oleh tubuh secara radiasi atau gas
Zat obat akan menjadi bersifat racun atau toksik ketika kadar di dalam tubuh melewati batas ...
Maximum Toxicity Consentration
Minimum Efficacy Consentration
Area Under Curve
Concentration maximal
Duration of Action
Dibawah ini organ yang paling berkonstribusi dalam ekskresi yaitu ...
Kulit
Paru-Paru
Kelenjar Air Mata
Liver
Ginjal
Efek yang muncul di luar klaim indikasi yang tidak diinginkan dalam dosis terapi merupakan
Efek Toksik
Efek Terapi
Kompabilitas
ROTD
Kontraindikasi
Ketika terjadi keracunan pada fase absorpsi, maka tindakan yang dapat dilakukan sebagai rekomendasi ialah
Pemberian Barbiturat
Pemberian fenobarbital
Pemberian Atropin
Pemberian Absorben/Norit dan bilas lambung
Pemberian cairan hidrasi
Jika terjadi kondisi asidosis metabolik, tindakan yang tepat sebagai rekomendasi kepada pasien dengan pemberian
Atropin Sulfat
Infus L-Arginin HCL
Diuretik
Infus NaHCO3 8,5%
Pemberian Oksigen
Menjelaskan tugas perawat dalam pemberian obat, termasuk dokumentasi dan pemantauan efek samping, tercantum dalam dasar hukum
UU No. 23 Tahun 2009 tentang Kesehatan
UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan
UU No. 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan
UU No 38 tahun 2014 tentang keperawatan
Permenkes No. 26 Tahun 2019 tentang Standar Profesi Perawat
Peran perawat dalam pemberian obat yang bersifat dependent berarti
Perawat bertindak secara mandiri berdasarkan wewenang penuh
Perawat melakukan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain
Perawat melaksanakan tugas berdasarkan pelimpahan wewenang dari tenaga medis
Perawat dapat mengganti obat tanpa konsultasi jika diperlukan
Perawat bertugas menyimpan dan mendistribusikan obat
Prinsip "Tujuh Benar" (7 Benar) dalam pemberian obat mencakup semua hal di bawah ini, KECUALI
Benar Pasien
Benar Dokumentasi
Benar Informasi
Benar Harga
Benar Waktu
Dalam situasi bagaimana seorang perawat secara legal diperbolehkan memberikan obat tanpa adanya instruksi langsung dari dokter terlebih dahulu
Ketika keluarga pasien meminta diberikan obat
Saat stok obat tertentu terbatas dan harus segera digunakan
Dalam keadaan darurat untuk menyelamatkan nyawa atau mencegah kecacatan sesuai kompetensinya
Jika perawat yakin obat tersebut lebih efektif daripada yang diresepkan
Setiap kali pasien menunjukkan gejala penyakit
Berikut ini merupakan tahap di mana seorang perawat mengidentifikasi kondisi pasien dan kebutuhan pasien terhadap terapi obat yaitu
Implementasi
Evaluasi
Intervensi
Pengkajian
Diagnosis Keperawatan
Berikut ini merupakan salah satu diagnosis keperawatan yang berfokus pada masalah pengobatan, yaitu
Nyeri Akut berhubungan dengan agen injuri biologis
Defisit Perawatan Diri berhubungan dengan kelemahan fisik
Risiko Infeksi berhubungan dengan prosedur invasif
Ansietas berhubungan dengan perubahan status kesehatan
Defisit Pengetahuan tentang terapi obat berhubungan dengan kurang terpapa r informasi
Jika terjadi insiden kesalahan dalam pemberian obat (medication error), tindakan pertama yang harus dilakukan perawat adalah
Menyembunyikan insiden untuk melindungi reputasi institusi
Hanya memberi tahu rekan sejawat secara informal
Langsung menghubungi pihak keluarga tanpa memberitahu atasan
Melakukan pelaporan kepada manajemen risiko keselamatan pasien
Menunggu hingga ada keluhan dari pasien
Dalam tahap evaluasi pemberian obat, yang bukan target keberhasilan pengobatan adalah
Peningkatan status klinis pasien sesuai tujuan terapi
Stabilitas parameter laboratorium yang relevan
Minimnya efek samping signifikan
Kelengkapan berkas administrasi pembayaran
Saat melakukan pengkajian, data subyektif mana yang paling relevan terkait manajemen obat?
Riwayat kepatuhan minum obat
Kondisi penyakit pasien
Hasil pemeriksaan penunjang
Hasil pemeriksaan fisik
Biodata pasien
Berikut ini merupakan indikasi pengobatan intrakutan kecuali
Vaksinasi BCG
Penyuntikan insulin
Alergi test
Mantoux test
Diagnosis TB paru
Terkait penggunaan obat di rumah sakit, pihak yang bertanggung jawab atas diagnosis dan terapi adalah
Peran perawat
Peran dokter
Peran apoteker
Peran petugas apotek
Peran bidan
Bertanggung jawab atas pasokan dan distribusi obat sekaligus sebagai narasumber dalam informasi obat
Peran perawat
Peran dokter
Peran apoteker
Peran petugas apotek
Peran bidan
Dapat dipastikan dengan memeriksa gelang identitas dan respons nonverbal
Obat yang benar
Waktu yang benar
Rute pemberian yang benar
Klien yang benar
Dosis yang benar
Resistensi yang terjadi sebagai akibat pemakaian yang menahun sehingga untuk memperoleh efek yang sama dibutuhkan makin banyak obat; artinya dosis semakin tinggi
Habituasi
Toleransi obat
Adiksi
Inkompatibilitas
Interaksi obat
Kejadian pemakaian obat yang menahun yang menyebabkan gangguan emosi bila pemberian itu dihentikan
Habituasi
Toleransi obat
Adiksi
Inkompatibilitas
Interaksi obat
Kejadian pemberian obat yang menyebabkan terjadinya toleransi dan penghentian pemberiannya menyebabkan withdrawal syndrome
Habituasi
Toleransi obat
Adiksi
Inkompatibilitas
Interaksi obat
Efek abnormal dari obat terhadap seseorang
Habituasi
Toleransi obat
Adiksi
Idiosinkrasi
Interaksi obat
Berikut ini penyebab overdosis
Usia
Merek dagang
Penyakit
Gangguan emosi dan mental
Semua benar
Adanya endapan sebagai akibat dua atau lebih obat dicampur dalam satu spuit atau cairan infus
Habituasi
Toleransi obat
adiksi
inkompatibility
interaksi obat
Terjadi bila dua atau lebih obat diberikan secara bersamaan
Habituasi
Toleransi obat
adiksi
idiosinkrasi
interaksi obat
