wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Ekstraksi Soal Worksheet — Tingkat Kelas 13

Total questions: 60

Worksheet time: 45mins

Name
Class
Date
1.

Seorang remaja perempuan usia 15 tahun datang untuk pemeriksaan kesehatan sekolah. Ia memiliki riwayat keluarga diabetes tipe 2, jarang berolahraga, sering mengonsumsi minuman manis, dan mengalami obesitas. Apa faktor risiko yang paling berperan dalam kasus tersebut?

a)

Riwayat keluarga diabetes tipe 2

b)

Pola makan tinggi gula dan minuman manis

c)

Kurang aktivitas fisik

d)

Pubertas yang memengaruhi sensitivitas insulin

e)

Obesitas

2.

Seorang anak laki-laki usia 11 tahun datang dengan keluhan poliuria, polidipsia, dan penurunan berat badan dalam satu bulan. Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar gula darah sewaktu 210 mg/dL. Pemeriksaan lanjutan apa yang paling tepat dilakukan untuk menegakkan diagnosis diabetes?

a)

Pemeriksaan keton urin

b)

Pemeriksaan HbA1c

c)

Pemeriksaan ulang gula darah sewaktu setelah 1 minggu

d)

Pemeriksaan insulin serum

e)

Tes toleransi glukosa oral (TTGO)

3.

Seorang anak perempuan usia 9 tahun dengan diabetes tipe 1 menjalani terapi insulin. Orang tua melaporkan kadar gula anak sering tidak stabil karena jadwal makan tidak teratur dan anak sering melewatkan waktu suntikan. Apa tatalaksana yang paling sesuai untuk kasus tersebut?

a)

Memulai obat oral tambahan seperti metformin

b)

Menurunkan dosis insulin agar lebih mudah dikontrol

c)

Menjadwalkan pola makan sesuai waktu pemberian insulin

d)

Menghentikan olahraga untuk mencegah hipoglikemia

e)

Mengganti semua karbohidrat dengan lemak sehat

4.

Seorang remaja laki-laki usia 13 tahun memiliki riwayat keluarga diabetes tipe 2 dan kebiasaan sering makan makanan cepat saji. Ia masih aktif olahraga dan hasil pemeriksaan gula darah masih normal. Langkah pencegahan apa yang paling tepat dilakukan untuk menurunkan risiko diabetes?

a)

Mengurangi konsumsi makanan tinggi gula dan fast food

b)

Menghindari olahraga intensitas sedang

c)

Memulai insulin dosis rendah sebagai pencegahan

d)

Mengurangi konsumsi protein hewani secara drastis

e)

Menurunkan frekuensi pemeriksaan gula darah

5.

Seorang anak dengan diabetes tipe 1 sejak 3 tahun lalu mengeluh pandangan kabur dan sering merasa kesemutan pada kaki. Kadar gula darahnya sering tidak terkontrol dalam kunjungan sebelumnya. Apa komplikasi yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut?

a)

Ketoasidosis diabetik

b)

Infeksi saluran kemih berulang

c)

Neuropati dan retinopati diabetik

d)

Hipoglikemia setelah aktivitas fisik

e)

Dehidrasi akibat poliuria

6.

Seorang remaja perempuan usia 15 tahun datang dengan keluhan nyeri saat BAK. Ia jarang mengganti pakaian dalam setiap hari dan sering menahan kencing saat sekolah. Apa faktor risiko yang paling berperan dalam kasus tersebut?

a)

Kebiasaan minum air dalam jumlah cukup

b)

Kebiasaan menahan buang air kecil

c)

Aktivitas fisik rutin setiap hari

d)

Konsumsi makanan tinggi serat

e)

Riwayat imunisasi lengkap

7.

Seorang anak laki-laki usia 7 tahun mengalami sering BAK, urine keruh, dan demam. Pemeriksaan fisik menunjukkan nyeri suprapubik. Apa pemeriksaan awal yang paling tepat untuk mendukung diagnosis ISK?

a)

Urinalisis mendeteksi leukosit, nitrit, dan bakteri

b)

Pemeriksaan leukosit darah

c)

Tes darah lengkap untuk inflamasi

d)

Pemeriksaan fungsi hati

e)

Rontgen abdomen polos

8.

Seorang remaja perempuan usia 13 tahun didiagnosis ISK bawah dengan hasil urinalisis positif bakteri. Kultur urin sedang diproses. Apa tatalaksana yang paling sesuai untuk kasus tersebut?

a)

Memberikan antibiotik lini pertama sesuai pedoman

b)

Menunggu hasil kultur sebelum pemberian antibiotik

c)

Memberikan antipiretik saja tanpa antibiotik

d)

Memberikan antibiotik profilaksis jangka panjang

e)

Melakukan MCUG sebelum memulai pengobatan

9.

Seorang anak perempuan usia 10 tahun sering mengalami ISK dan orang tua ingin mencegah kekambuhan. Kebiasaan apa yang paling tepat dianjurkan untuk mencegah ISK berulang pada pasien ini?

a)

Mengurangi minum air agar tidak sering ke toilet

b)

Membersihkan genital dari belakang ke depan

c)

Mengganti pakaian dalam setiap hari dan menjaga kebersihan genital

d)

Menggunakan pakaian ketat untuk menjaga area tetap hangat

e)

Menghindari konsumsi makanan tinggi serat

10.

Seorang anak 8 tahun dengan ISK berulang karena VUR datang kembali dengan keluhan nyeri pinggang dan demam. Komplikasi jangka panjang apa yang perlu diwaspadai pada kondisi ini?

a)

Parut ginjal dan gangguan fungsi ginjal

b)

Infeksi saluran napas berulang

c)

Peningkatan risiko konstipasi kronis

d)

Gangguan penglihatan permanen

e)

Penyakit metabolik seperti diabetes

11.

Seorang anak usia 8 tahun sering bermain di luar rumah tanpa alas kaki dan jarang mencuci tangan sebelum makan. Ia tinggal di lingkungan dengan sanitasi yang kurang baik. Apa faktor risiko yang paling berperan dalam kasus tersebut?

a)

Konsumsi sayur setiap hari

b)

Bermain di luar rumah menggunakan alas kaki

c)

Lingkungan dengan sanitasi buruk

d)

Tidur dengan kipas angin

e)

Minum air matang setiap hari

12.

Seorang anak usia 7 tahun datang dengan keluhan perut buncit, penurunan nafsu makan, dan gatal di sekitar anus terutama malam hari. Pemeriksaan fisik menunjukkan anak tampak pucat. Pemeriksaan apa yang paling tepat dilakukan untuk menegakkan diagnosis cacingan?

a)

Pemeriksaan darah lengkap tanpa pemeriksaan lain

b)

Pemeriksaan laboratorium untuk menemukan telur atau larva cacing

c)

Pemeriksaan foto rontgen abdomen

d)

Pemeriksaan glukosa darah puasa

e)

Pemeriksaan urin rutin

13.

Seorang anak usia 9 tahun didiagnosis cacingan setelah pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya telur cacing. Anak juga tampak lemas dan mengalami penurunan berat badan. Apa langkah tatalaksana yang paling tepat diberikan pada pasien ini?

a)

Memberikan pemeriksaan laboratorium ulang tanpa pengobatan

b)

Hanya mengatur pola makan dan tidak memberikan terapi lain

c)

Memastikan diagnosis jenis cacing dan melakukan kebersihan diri serta makanan

d)

Menunda pengobatan sampai gejala memburuk

e)

Menghindari pemeriksaan fisik karena tidak diperlukan

14.

Seorang ibu membawa anaknya ke posyandu dan bertanya bagaimana mencegah cacingan berulang karena sebelumnya anak sering terinfeksi. Tindakan pencegahan apa yang paling tepat untuk disarankan?

a)

Menggunakan alas kaki saat bermain di luar rumah

b)

Menghindari konsumsi buah dan sayur

c)

Mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan

d)

Membersihkan tangan hanya jika tangan terlihat kotor

e)

Tidak perlu minum obat cacing secara berkala

15.

Seorang anak usia 10 tahun tidak pernah mendapatkan pengobatan cacingan meskipun sering menunjukkan gejala seperti lemas, pucat, dan perut buncit. Komplikasi apa yang paling mungkin terjadi jika infeksi berlanjut tanpa penanganan?

a)

Peningkatan imunitas tubuh

b)

Gangguan pertumbuhan seperti stunting

c)

Penambahan berat badan berlebihan

16.

Seorang remaja putri usia 15 tahun datang dengan keluhan mudah lelah dan sering pucat. Ia mengaku sering mengalami menstruasi sampai 7 hari setiap bulan dan jarang mengonsumsi makanan sumber zat besi karena lebih sering makan makanan instan. Apa faktor risiko yang paling berperan dalam kasus tersebut?

a)

Konsumsi vitamin C harian

b)

Menstruasi berlangsung 1–7 hari

c)

Kurangnya konsumsi makanan tinggi zat besi

d)

Aktivitas fisik ringan setiap hari

e)

Tidur cukup setiap malam

17.

Seorang remaja perempuan datang dengan keluhan pucat, detak jantung cepat, serta sering sakit kepala. Saat pemeriksaan fisik ditemukan konjungtiva pucat. Pemeriksaan apa yang paling tepat untuk menegakkan diagnosis anemia pada pasien ini?

a)

Pemeriksaan kadar hemoglobin

b)

Pemeriksaan fungsi hati

c)

Pemeriksaan urin rutin

d)

Pemeriksaan tekanan darah saja

e)

Pemeriksaan rontgen dada

18.

Seorang remaja dengan hasil pemeriksaan menunjukkan kadar hemoglobin rendah. Ia juga memiliki pola makan yang kurang baik dan sering minum teh setelah makan. Apa langkah tatalaksana yang paling tepat diberikan?

a)

Menghentikan makan sayuran hijau

b)

Mengonsumsi makanan tinggi zat besi dan suplemen zat besi

c)

Mengonsumsi teh setelah makan untuk membantu penyerapan

d)

Menghindari aktivitas fisik ringan

e)

Menunda terapi hingga gejala lebih berat

19.

Seorang siswi sekolah menengah pernah didiagnosis anemia. Ia bertanya bagaimana cara agar anemia tidak berulang. Apa langkah pencegahan yang paling sesuai berdasarkan edukasi kesehatan?

a)

Mengonsumsi teh setelah makan untuk membantu penyerapan

b)

Menghindari makanan sumber zat besi seperti telur dan hati ayam

c)

Mengonsumsi makanan tinggi zat besi serta memperhatikan pola hidup sehat

d)

Mengurangi tidur untuk meningkatkan metabolisme tubuh

e)

Menghentikan suplemen zat besi segera setelah merasa lebih baik

20.

Seorang remaja dengan anemia tidak mendapatkan edukasi dan pengobatan yang adekuat. Ia mulai mengalami penurunan semangat sekolah, tampak lemas, dan sulit berkonsentrasi. Apa komplikasi yang paling mungkin terjadi pada situasi tersebut?

a)

Peningkatan aktivitas fisik dan konsentrasi

b)

Gangguan tumbuh kembang dan penurunan performa akademik

c)

Peningkatan massa otot secara signifikan

d)

Performa belajar meningkat akibat anemia

e)

Tidak ada dampak signifikan pada kehidupan sehari-hari

21.

Seorang remaja laki-laki usia 16 tahun datang dengan demam yang meningkat bertahap selama empat hari terakhir. Ia sering membeli makanan dari pedagang kaki lima dan jarang mencuci tangan sebelum makan. Apa faktor risiko yang paling berperan dalam kasus tersebut?

a)

Kebiasaan makan makanan rumahan

b)

Konsumsi air bersih yang dimasak

c)

Sanitasi dan higiene yang buruk

d)

Kebiasaan istirahat cukup

e)

Aktivitas fisik teratur

22.

Seorang remaja perempuan datang dengan demam lebih dari tiga hari, keluhan sakit kepala, lemas, dan lidah tampak kotor dengan pinggir kemerahan. Pemeriksaan fisik menunjukkan nyeri tekan perut dan bradikardia relatif. Pemeriksaan penunjang awal menunjukkan hasil tidak spesifik. Pemeriksaan apa yang paling mungkin membantu menegakkan diagnosis?

a)

Pemeriksaan tekanan darah

b)

Pemeriksaan kadar hemoglobin

c)

Pemeriksaan antibodi dengan uji Widal

d)

Pemeriksaan urin rutin

e)

Pemeriksaan gula darah

23.

Seorang remaja dengan hasil pemeriksaan klinis dan penunjang mengarah pada penyakit ini. Ia mengalami demam, lemah, dan gangguan saluran cerna. Riwayat menunjukkan konsumsi makanan yang tidak higienis. Apa langkah tatalaksana yang paling tepat diberikan?

a)

Memberikan antibiotik seperti cefixime atau ceftriaxone

b)

Menghentikan semua konsumsi makanan hingga demam turun

c)

Memberikan aktivitas fisik untuk meningkatkan imunitas

d)

Menghindari tirah baring agar tidak melemahkan tubuh

e)

Menggunakan fluorokuinolon sebagai obat utama pada anak

24.

Seorang siswa pernah dirawat karena penyakit ini dan bertanya bagaimana mencegah kekambuhan. Ia tinggal di lingkungan padat penduduk dengan sanitasi yang kurang baik. Langkah pencegahan apa yang paling tepat disarankan?

a)

Mengonsumsi makanan tanpa memperhatikan sumber air

b)

Tidak mencuci tangan karena kebiasaan tersebut tidak berpengaruh

c)

Menghindari kontak dengan orang lain tanpa memperhatikan kebersihan

d)

Mencuci tangan dengan benar dan menghindari air yang tidak dimasak

e)

Mengabaikan kondisi lingkungan karena tidak memengaruhi penularan

25.

Seorang pasien terlambat mendapatkan pengobatan. Ia mengeluh nyeri perut hebat, lemah, dan menunjukkan tanda kondisi berat. Komplikasi apa yang paling mungkin terjadi jika penanganan terlambat?

a)

Kerusakan kulit karena ruam ringan

b)

Penurunan nafsu makan saja tanpa dampak lain

c)

Perdarahan dan perforasi usus

d)

Peningkatan energi tubuh

e)

Tidak muncul komplikasi meskipun tidak ditangani

26.

Seorang bayi laki-laki usia 7 bulan datang dengan keluhan batuk, pilek, dan rewel. Ibunya menyebutkan bahwa bayi sering terpapar asap rokok dari anggota keluarga dan tinggal di lingkungan dengan ventilasi buruk Apa faktor risiko yang paling berperan dalam kasus tersebut?

a)

Jenis kelamin laki-laki

b)

Paparan asap rokok di lingkungan rumah

c)

Konsumsi ASI setiap hari

d)

Ventilasi udara ruangan yang baik

e)

Usia bayi di atas dua tahun

27.

Seorang bayi usia 10 bulan dibawa ke klinik dengan gejala demam, batuk, napas cepat, dan tampak retraksi dinding dada. Pemeriksaan menunjukkan suara napas mengi dan bayi tampak lemah. Pemeriksaan apa yang paling tepat dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis?

a)

Foto rontgen dada

b)

Pemeriksaan tekanan darah saja

c)

Pemeriksaan gula darah

d)

Pemeriksaan urin rutin

e)

Penilaian pola tidur bayi

28.

Seorang bayi usia 1 tahun mengalami batuk, pilek, demam ringan, dan tampak kesulitan bernapas. Bayi masih mau minum ASI tetapi lebih sering menangis karena hidung tersumbat. Apa langkah tatalaksana yang paling tepat pada kasus ini?

a)

Memberikan parasetamol jika suhu di atas 38C38\,^{\circ}\mathrm{C}

b)

Mengurangi asupan cairan agar produksi dahak berkurang

c)

Membiarkan hidung tersumbat tanpa intervensi

d)

Memberikan aktivitas fisik untuk memperkuat paru

e)

Menghentikan pemberian ASI sementara

29.

Seorang ibu dengan bayi 8 bulan bertanya bagaimana mencegah kondisi ini karena bayi sering sakit ketika cuaca berubah. Lingkungan rumah cukup padat dan beberapa anggota keluarga pernah mengalami gejala flu. Langkah pencegahan apa yang paling tepat diberikan?

a)

Tidak perlu mencuci tangan sebelum memegang bayi

b)

Menghindari penggunaan humidifier karena memperburuk kondisi

c)

Menghindari kontak dengan orang yang sedang infeksi saluran napas

d)

Meningkatkan paparan asap rokok agar bayi terbiasa

e)

Membatasi minum air agar tidak pilek

30.

Seorang bayi dengan riwayat ISPA berulang datang dengan kondisi napas berat, tampak lemah, dan mengalami dehidrasi. Pemeriksaan menunjukkan retraksi berat dan bayi tampak gelisah. Komplikasi apa yang paling mungkin terjadi jika kondisi ini tidak ditangani dengan segera?

a)

Pneumonia dan gagal napas

b)

Pertumbuhan gigi lebih cepat

c)

Nafsu makan meningkat

d)

Berat badan naik secara signifikan

e)

Sistem imun menjadi lebih kuat tanpa terapi

31.

Seorang anak laki-laki usia 11 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri perut yang semakin memberat sejak 12 jam terakhir. Ia memiliki riwayat infeksi saluran napas dua minggu lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan demam ringan dan nyeri tekan perut kanan bawah. Apa faktor risiko yang paling berperan dalam kasus tersebut?

a)

Konsumsi makanan tinggi serat

b)

Pembesaran jaringan limfoid setelah infeksi

c)

Aktivitas fisik berlebihan sebelum onset nyeri

d)

Riwayat alergi saluran cerna

e)

Perubahan cuaca selama seminggu terakhir

32.

Seorang anak perempuan usia 10 tahun datang dengan keluhan nyeri perut yang awalnya di sekitar pusar lalu berpindah ke perut kanan bawah. Ia disertai mual, muntah, dan demam. Pemeriksaan fisik menunjukkan nyeri tekan di titik McBurney dan tanda Rovsing positif. Pemeriksaan apa yang paling paling mendukung penegakan diagnosis pada kondisi ini?

a)

Pemeriksaan USG abdomen untuk melihat pembesaran apendiks

b)

Pemeriksaan tekanan darah saja sebagai indikator utama

c)

Pemeriksaan urin untuk menilai keseimbangan cairan

d)

Pemeriksaan mata untuk melihat tanda dehidrasi

e)

Pemeriksaan gula darah acak

33.

Seorang anak usia 13 tahun didiagnosis apendisitis berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan USG. Namun, tindakan belum dilakukan karena menunggu persetujuan orang tua. Anak mulai menunjukkan nyeri perut hebat dan tampak sangat lemah. Apa tata laksana yang paling tepat segera dilakukan?

a)

Memberikan analgesik ringan saja

b)

Menetapkan tirah baring tanpa terapi lain

c)

Melakukan pembedahan segera untuk mencegah komplikasi

d)

Mengobservasi selama 24 jam tanpa intervensi

e)

Memberikan diet tinggi serat untuk memperlancar saluran cerna

34.

Seorang orang tua menanyakan bagaimana mencegah kondisi ini terjadi kembali pada anaknya setelah terapi selesai. Ia bertanya apakah ada kebiasaan tertentu yang harus diubah. Apa langkah pencegahan yang paling sesuai?

a)

Menjaga kebersihan makanan dan saluran cerna

b)

Menghindari aktivitas fisik untuk mengurangi risiko trauma

c)

Mengonsumsi makanan diet cair dalam jangka panjang

d)

Membatasi cairan untuk mengurangi tekanan usus

e)

Mengurangi frekuensi makan menjadi satu kali sehari

35.

Seorang anak dengan gejala apendisitis tidak segera dibawa ke fasilitas kesehatan. Tiga hari kemudian ia mengalami nyeri hebat, demam tinggi, dan perut tampak kaku. Komplikasi apa yang paling mungkin terjadi jika kondisi ini dibiarkan lebih lanjut?

a)

Perforasi apendiks dan peritonitis

b)

Perbaikan spontan tanpa terapi

c)

Gangguan tidur sementara

d)

Nafsu makan membaik secara bertahap

e)

Peningkatan energi fisik setelah fase akut

36.

Seorang remaja perempuan 15 tahun datang dengan keluhan sesak napas berulang terutama setelah berolahraga atau cuaca dingin. Ia tinggal bersama anggota keluarga yang merokok di rumah dan memiliki riwayat alergi debu sejak kecil. Apa faktor risiko yang paling berperan dalam kasus tersebut?

a)

Riwayat alergi debu dan paparan asap rokok

b)

Aktivitas fisik ringan seperti berjalan santai

c)

Konsumsi makanan seimbang setiap hari

d)

Tidur cukup 8 jam setiap malam

e)

Hidup di lingkungan bebas polusi

37.

Seorang remaja laki-laki datang dengan sesak napas episodik terutama di malam hari, disertai batuk kering dan bunyi mengi. Pemeriksaan menunjukkan penggunaan otot bantu napas saat serangan. Pernyataan mana yang paling sesuai dalam mendukung diagnosis kondisi ini?

a)

Gejala muncul berulang terutama setelah paparan alergen atau udara dingin

b)

Gejala muncul hanya satu kali dan tidak berulang

c)

Gejala selalu memburuk setelah makan makanan pedas

d)

Tidak ada kaitan antara pemicu lingkungan dan gejala

e)

Gejala tidak berubah setelah penggunaan bronkodilator

38.

Seorang remaja dengan serangan sesak napas akut terlihat gelisah, sulit berbicara panjang, dan terdengar mengi. Ia tidak membawa obat rutin yang biasa digunakan. Apa tatalaksana awal yang paling tepat diberikan?

a)

Memberikan bronkodilator kerja cepat seperti salbutamol

b)

Menyarankan pasien berolahraga ringan untuk membuka jalan napas

c)

Menghindari penggunaan bronkodilator dan hanya menunggu membaik

d)

Memberikan obat pengontrol saja tanpa obat pereda

e)

Memberikan air putih hangat tanpa intervensi obat

39.

Seorang remaja laki-laki dengan riwayat asma bertanya bagaimana ia dapat mencegah kekambuhan, terutama karena sering kambuh saat cuaca dingin dan paparan debu. Langkah pencegahan apa yang paling sesuai?

a)

Menghindari faktor pencetus seperti debu dan udara dingin

b)

Menghentikan semua aktivitas fisik agar tidak sesak

c)

Menggunakan obat pereda setiap hari meskipun tanpa gejala

d)

Menggunakan parfum wangi untuk membantu pernapasan

e)

Mengabaikan stres karena tidak memengaruhi gejala

40.

Seorang remaja dengan riwayat asma tidak rutin menggunakan obat pengendali dan sering mengalami sesak berat saat aktivitas. Belakangan ia juga sering sakit pernapasan berulang. Komplikasi apa yang paling mungkin terjadi bila kondisi terus berlanjut tanpa penanganan optimal?

a)

Serangan asma berat dan infeksi paru

b)

Fungsi paru meningkat secara spontan

c)

Gejala sepenuhnya hilang tanpa terapi

d)

Tidak ada perubahan pada saluran napas

e)

Penurunan kebutuhan obat pereda

41.

Seorang anak laki-laki usia 9 tahun datang dengan demam tinggi mendadak sejak dua hari lalu. Ia tinggal di lingkungan padat penduduk dengan banyak genangan air, dan orang tuanya melaporkan banyak nyamuk di rumah. Apa faktor risiko yang paling berperan dalam kasus tersebut?

a)

Aktivitas fisik ringan setiap hari

b)

Riwayat konsumsi makanan manis

c)

Paparan gigitan nyamuk Aedes

d)

Tidur cukup sepanjang malam

e)

Riwayat alergi sebelumnya

42.

Seorang anak perempuan usia 11 tahun mengalami demam tinggi hari ke-4, nyeri kepala hebat, ruam kemerahan pada kulit, dan mimisan ringan. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan trombosit rendah dan hematokrit meningkat. Diagnosis apa yang paling sesuai dengan temuan tersebut?

a)

Malaria dengan anemia berat

b)

Influenza akut tanpa perdarahan

c)

Demam berdarah dengue dengan tanda perdarahan

d)

Infeksi saluran pernapasan ringan

e)

Gastroenteritis karena dehidrasi

43.

Seorang anak dengan diagnosis demam berdarah dengue derajat sedang dirawat inap. Ia tampak lemas, trombosit terus menurun, dan pemeriksaan hematokrit meningkat. Apa tatalaksana yang paling tepat diberikan pada pasien ini?

a)

Cairan IV sesuai protokol dan monitoring ketat

b)

Aspirin untuk mengatasi nyeri

c)

Antibiotik rutin untuk mencegah infeksi

44.

Seorang ibu bertanya bagaimana mencegah penyakit ini terjadi kembali karena anaknya tinggal di lingkungan dengan banyak tempat penampungan air. Langkah pencegahan apa yang paling tepat dilakukan?

a)

Mengurangi konsumsi air minum untuk mencegah gigitan nyamuk

b)

Menghindari tidur siang agar nyamuk tidak menggigit

c)

Menggunakan kelambu dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk

d)

Mengonsumsi makanan pedas untuk meningkatkan daya tahan tubuh

e)

Menghentikan aktivitas di luar rumah sepenuhnya

45.

Seorang anak dengan demam berdarah dengue tidak mendapatkan tatalaksana tepat waktu. Ia mulai mengalami nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, tampak sangat lemas, dan penurunan kesadaran. Komplikasi apa yang paling mungkin terjadi pada kondisi ini?

a)

Peningkatan energi tubuh

b)

Gagal ginjal akut dan syok

c)

Nafsu makan meningkat

d)

Perbaikan spontan dalam satu hari

e)

Pertambahan berat badan cepat

46.

Seorang bayi usia 6 bulan datang dengan diare cair lebih dari 5 kali dalam 24 jam. Orang tua mengatakan bayi tidak mendapatkan ASI eksklusif dan baru diperkenalkan MP-ASI tanpa memperhatikan kebersihan alat makan. Apa faktor risiko yang paling berperan dalam kasus tersebut?

a)

Pemberian MP-ASI sesuai umur

b)

Tidak mendapatkan ASI eksklusif dan kebersihan MP-ASI kurang baik

c)

Pemberian imunisasi rotavirus sesuai jadwal

d)

Kondisi rumah dengan sanitasi bersih

e)

Pola makan ibu yang teratur

47.

Seorang anak 3 tahun datang dengan buang air besar encer lebih dari 4 kali sehari, disertai muntah dan demam. Pemeriksaan menunjukkan mulut kering dan turgor kulit menurun. Pemeriksaan apa yang paling tepat dilakukan untuk mendukung diagnosis dan menentukan derajat kondisi ini?

a)

Pemeriksaan feses dan penilaian tanda dehidrasi

b)

Pemeriksaan gula darah untuk menilai elektrolit

c)

Pemeriksaan mata untuk mendeteksi infeksi

d)

Pemeriksaan rontgen abdomen untuk mencari sumbatan

e)

Pemeriksaan fungsi hati karena anak tampak lemah

48.

Seorang balita dengan diare akut mengalami muntah, tampak lemas, dan tanda dehidrasi sedang. Ia masih bisa minum walaupun sedikit. Apa tatalaksana yang paling tepat diberikan pada kondisi ini?

a)

Melanjutkan rehidrasi oral dengan oralit

b)

Menghentikan cairan untuk mengurangi frekuensi diare

c)

Memberikan antibiotik tanpa pemeriksaan lanjutan

d)

Memberikan infus segera meskipun masih bisa minum

e)

Menghentikan makan hingga diare berhenti

49.

Seorang ibu ingin mencegah anaknya mengalami diare berulang. Saat ini keluarga menggunakan air sumur tanpa perebusan, anak mulai MP-ASI, dan kebersihan alat makan kurang diperhatikan. Langkah pencegahan apa yang paling sesuai?

a)

Mencuci tangan dan menjaga kebersihan makanan dan minuman

b)

Mengurangi konsumsi makanan lunak untuk membatasi BAB

c)

Menghindari minum air putih setelah makan

d)

Mengurangi frekuensi mandi agar tubuh tetap hangat

e)

Menunda imunisasi campak dan rotavirus

50.

Seorang anak dengan diare tidak mendapatkan tatalaksana rehidrasi awal. Ia mengalami penurunan kesadaran, produksi urin sangat sedikit, dan tanda dehidrasi berat. Komplikasi apa yang paling mungkin terjadi bila kondisi ini berlanjut?

a)

Pertumbuhan optimal tanpa gangguan

b)

Syok hipovolemik akibat kehilangan cairan

c)

Nafsu makan meningkat secara drastis

d)

Perbaikan spontan tanpa intervensi

e)

Berat badan meningkat dalam waktu singkat

51.

Seorang anak perempuan usia 3 tahun datang ke posyandu. Saat dilakukan pengukuran, tinggi badannya berada di bawah garis merah pada kurva pertumbuhan. Riwayat menunjukkan anak jarang makan sumber protein hewani, sering sakit infeksi, dan berasal dari keluarga dengan status sosial ekonomi rendah. Apa faktor risiko yang paling berperan dalam kasus tersebut?

a)

Konsumsi makanan tinggi karbohidrat

b)

Status sosial ekonomi rendah dan kurang asupan nutrisi

c)

Kebiasaan berolahraga setiap hari

d)

Pola tidur yang cukup

e)

Tinggal di lingkungan bebas polusi

52.

Seorang anak laki-laki usia 2 tahun dibawa karena orang tua mengeluhkan anak tampak lebih kecil dibanding teman seusianya. Pemeriksaan menunjukkan panjang badan berada di bawah -2 SD pada kurva pertumbuhan WHO. Riwayat pemberian ASI dan MP-ASI tidak optimal. Diagnosis apa yang paling sesuai berdasarkan temuan ini?

a)

Berat badan kurang tanpa gangguan panjang badan

b)

Gangguan pertumbuhan akut jangka pendek

c)

Stunting berdasarkan tinggi badan < -2 SD sesuai usia

d)

Tidak ada gangguan karena proporsi tubuh normal

e)

Gangguan hormonal tanpa pengaruh nutrisi

53.

Seorang anak dengan diagnosis stunting datang untuk tindak lanjut. Anak memiliki riwayat konsumsi makanan yang tidak seimbang dan jarang mengonsumsi protein hewani. Apa tatalaksana yang paling tepat diberikan?

a)

Memberikan nutrisi seimbang dengan meningkatkan protein hewani

b)

Menghentikan pemberian makanan padat untuk sementara

c)

Memberikan cairan saja sampai kondisi membaik

d)

Menghindari aktivitas fisik agar energi tidak terbuang

e)

Mengandalkan obat tanpa modifikasi nutrisi

54.

Seorang ibu dengan bayi usia 4 bulan menanyakan cara mencegah stunting karena anak pertama sebelumnya mengalami kondisi serupa. Lingkungan rumah bersih dan anak mendapatkan ASI. Upaya pencegahan apa yang paling sesuai berdasarkan prinsip pencegahan pada file?

a)

Menghentikan ASI dan memberi susu formula sejak dini

b)

Memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan MP-ASI tepat usia

c)

Mengurangi kunjungan posyandu karena tidak diperlukan

d)

Menghindari sumber protein hewani agar tidak menyebabkan alergi

e)

Menunda imunisasi agar sistem imun terbentuk alami

55.

Seorang anak dengan stunting tidak mendapatkan intervensi tepat waktu. Orang tua melaporkan anak sulit fokus, mudah sakit, dan kemampuan fisik tampak lebih rendah dibanding anak seusianya. Komplikasi apa yang paling mungkin terjadi bila kondisi ini berlanjut?

a)

Peningkatan IQ dan kebugaran fisik

b)

Penurunan kemampuan kognitif dan kapasitas fisik

c)

Perbaikan spontan tanpa intervensi

d)

Peningkatan berat badan dalam waktu singkat

e)

Tidak ada dampak kesehatan jangka panjang

56.

Seorang anak laki-laki usia 2 tahun datang dengan demam tinggi mendadak sejak 3 hari lalu. Orang tua mengatakan anak belum pernah menerima vaksin campak dan baru-baru ini bermain dengan sepupunya yang sedang batuk dan pilek. Apa faktor risiko yang paling berperan dalam kasus tersebut?

a)

Konsumsi makanan tinggi karbohidrat

b)

Tidak menerima vaksin campak sebelumnya

c)

Paparan udara dingin saat tidur

d)

Aktivitas fisik berlebihan

e)

Tidur siang setiap hari

57.

Seorang anak perempuan usia 6 tahun datang dengan keluhan demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah. Pada pemeriksaan mulut tampak bercak putih kebiruan di pipi bagian dalam, dan ruam mulai muncul dari wajah menyebar ke seluruh tubuh. Temuan apa yang paling mendukung diagnosis klinis penyakit ini?

a)

Batuk tanpa demam

b)

Bercak Koplik pada mukosa bukal

c)

Ruam hanya pada tungkai

d)

Tidak ada gejala pernapasan

e)

Hilangnya ruam dalam 24 jam

58.

Seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun datang dengan keluhan nyeri perut yang hebat dan muntah. Ia mengaku sering mengonsumsi makanan yang tidak higienis. Apa penyebab paling mungkin dari gejala yang dialaminya?

a)

Gastritis akut

b)

Infeksi saluran cerna

c)

Usus buntu

d)

Intoleransi makanan

e)

Penyakit maag kronis

59.

Seorang anak perempuan berusia 12 tahun datang dengan keluhan sering merasa haus dan buang air kecil yang berlebihan. Riwayat keluarga menunjukkan adanya diabetes. Apa pemeriksaan yang paling tepat untuk menegakkan diagnosis?

a)

Pemeriksaan tekanan darah

b)

Pemeriksaan urin rutin

c)

Pemeriksaan fungsi ginjal

d)

Pemeriksaan gula darah puasa

e)

Pemeriksaan kadar hemoglobin

60.

Seorang balita berusia 3 tahun mengalami demam tinggi dan batuk berdahak. Ibu melaporkan bahwa anaknya sering bermain di luar tanpa pengawasan. Apa langkah pencegahan yang paling tepat untuk mencegah infeksi saluran pernapasan?

a)

Memberikan vaksinasi sesuai jadwal

b)

Mengurangi konsumsi makanan manis

c)

Meningkatkan asupan vitamin C

d)

Menghindari bermain di luar rumah

e)

Menjaga kebersihan tangan dan lingkungan