NEW
Font size
WorksheetsEkstraksi Soal Worksheet — Tingkat Kelas 13
Total questions: 60
Worksheet time: 45mins
Seorang remaja perempuan usia 15 tahun datang untuk pemeriksaan kesehatan sekolah. Ia memiliki riwayat keluarga diabetes tipe 2, jarang berolahraga, sering mengonsumsi minuman manis, dan mengalami obesitas. Apa faktor risiko yang paling berperan dalam kasus tersebut?
Riwayat keluarga diabetes tipe 2
Pola makan tinggi gula dan minuman manis
Kurang aktivitas fisik
Pubertas yang memengaruhi sensitivitas insulin
Obesitas
Seorang anak laki-laki usia 11 tahun datang dengan keluhan poliuria, polidipsia, dan penurunan berat badan dalam satu bulan. Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar gula darah sewaktu 210 mg/dL. Pemeriksaan lanjutan apa yang paling tepat dilakukan untuk menegakkan diagnosis diabetes?
Pemeriksaan keton urin
Pemeriksaan HbA1c
Pemeriksaan ulang gula darah sewaktu setelah 1 minggu
Pemeriksaan insulin serum
Tes toleransi glukosa oral (TTGO)
Seorang anak perempuan usia 9 tahun dengan diabetes tipe 1 menjalani terapi insulin. Orang tua melaporkan kadar gula anak sering tidak stabil karena jadwal makan tidak teratur dan anak sering melewatkan waktu suntikan. Apa tatalaksana yang paling sesuai untuk kasus tersebut?
Memulai obat oral tambahan seperti metformin
Menurunkan dosis insulin agar lebih mudah dikontrol
Menjadwalkan pola makan sesuai waktu pemberian insulin
Menghentikan olahraga untuk mencegah hipoglikemia
Mengganti semua karbohidrat dengan lemak sehat
Seorang remaja laki-laki usia 13 tahun memiliki riwayat keluarga diabetes tipe 2 dan kebiasaan sering makan makanan cepat saji. Ia masih aktif olahraga dan hasil pemeriksaan gula darah masih normal. Langkah pencegahan apa yang paling tepat dilakukan untuk menurunkan risiko diabetes?
Mengurangi konsumsi makanan tinggi gula dan fast food
Menghindari olahraga intensitas sedang
Memulai insulin dosis rendah sebagai pencegahan
Mengurangi konsumsi protein hewani secara drastis
Menurunkan frekuensi pemeriksaan gula darah
Seorang anak dengan diabetes tipe 1 sejak 3 tahun lalu mengeluh pandangan kabur dan sering merasa kesemutan pada kaki. Kadar gula darahnya sering tidak terkontrol dalam kunjungan sebelumnya. Apa komplikasi yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut?
Ketoasidosis diabetik
Infeksi saluran kemih berulang
Neuropati dan retinopati diabetik
Hipoglikemia setelah aktivitas fisik
Dehidrasi akibat poliuria
Seorang remaja perempuan usia 15 tahun datang dengan keluhan nyeri saat BAK. Ia jarang mengganti pakaian dalam setiap hari dan sering menahan kencing saat sekolah. Apa faktor risiko yang paling berperan dalam kasus tersebut?
Kebiasaan minum air dalam jumlah cukup
Kebiasaan menahan buang air kecil
Aktivitas fisik rutin setiap hari
Konsumsi makanan tinggi serat
Riwayat imunisasi lengkap
Seorang anak laki-laki usia 7 tahun mengalami sering BAK, urine keruh, dan demam. Pemeriksaan fisik menunjukkan nyeri suprapubik. Apa pemeriksaan awal yang paling tepat untuk mendukung diagnosis ISK?
Urinalisis mendeteksi leukosit, nitrit, dan bakteri
Pemeriksaan leukosit darah
Tes darah lengkap untuk inflamasi
Pemeriksaan fungsi hati
Rontgen abdomen polos
Seorang remaja perempuan usia 13 tahun didiagnosis ISK bawah dengan hasil urinalisis positif bakteri. Kultur urin sedang diproses. Apa tatalaksana yang paling sesuai untuk kasus tersebut?
Memberikan antibiotik lini pertama sesuai pedoman
Menunggu hasil kultur sebelum pemberian antibiotik
Memberikan antipiretik saja tanpa antibiotik
Memberikan antibiotik profilaksis jangka panjang
Melakukan MCUG sebelum memulai pengobatan
Seorang anak perempuan usia 10 tahun sering mengalami ISK dan orang tua ingin mencegah kekambuhan. Kebiasaan apa yang paling tepat dianjurkan untuk mencegah ISK berulang pada pasien ini?
Mengurangi minum air agar tidak sering ke toilet
Membersihkan genital dari belakang ke depan
Mengganti pakaian dalam setiap hari dan menjaga kebersihan genital
Menggunakan pakaian ketat untuk menjaga area tetap hangat
Menghindari konsumsi makanan tinggi serat
Seorang anak 8 tahun dengan ISK berulang karena VUR datang kembali dengan keluhan nyeri pinggang dan demam. Komplikasi jangka panjang apa yang perlu diwaspadai pada kondisi ini?
Parut ginjal dan gangguan fungsi ginjal
Infeksi saluran napas berulang
Peningkatan risiko konstipasi kronis
Gangguan penglihatan permanen
Penyakit metabolik seperti diabetes
Seorang anak usia 8 tahun sering bermain di luar rumah tanpa alas kaki dan jarang mencuci tangan sebelum makan. Ia tinggal di lingkungan dengan sanitasi yang kurang baik. Apa faktor risiko yang paling berperan dalam kasus tersebut?
Konsumsi sayur setiap hari
Bermain di luar rumah menggunakan alas kaki
Lingkungan dengan sanitasi buruk
Tidur dengan kipas angin
Minum air matang setiap hari
Seorang anak usia 7 tahun datang dengan keluhan perut buncit, penurunan nafsu makan, dan gatal di sekitar anus terutama malam hari. Pemeriksaan fisik menunjukkan anak tampak pucat. Pemeriksaan apa yang paling tepat dilakukan untuk menegakkan diagnosis cacingan?
Pemeriksaan darah lengkap tanpa pemeriksaan lain
Pemeriksaan laboratorium untuk menemukan telur atau larva cacing
Pemeriksaan foto rontgen abdomen
Pemeriksaan glukosa darah puasa
Pemeriksaan urin rutin
Seorang anak usia 9 tahun didiagnosis cacingan setelah pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya telur cacing. Anak juga tampak lemas dan mengalami penurunan berat badan. Apa langkah tatalaksana yang paling tepat diberikan pada pasien ini?
Memberikan pemeriksaan laboratorium ulang tanpa pengobatan
Hanya mengatur pola makan dan tidak memberikan terapi lain
Memastikan diagnosis jenis cacing dan melakukan kebersihan diri serta makanan
Menunda pengobatan sampai gejala memburuk
Menghindari pemeriksaan fisik karena tidak diperlukan
Seorang ibu membawa anaknya ke posyandu dan bertanya bagaimana mencegah cacingan berulang karena sebelumnya anak sering terinfeksi. Tindakan pencegahan apa yang paling tepat untuk disarankan?
Menggunakan alas kaki saat bermain di luar rumah
Menghindari konsumsi buah dan sayur
Mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan
Membersihkan tangan hanya jika tangan terlihat kotor
Tidak perlu minum obat cacing secara berkala
Seorang anak usia 10 tahun tidak pernah mendapatkan pengobatan cacingan meskipun sering menunjukkan gejala seperti lemas, pucat, dan perut buncit. Komplikasi apa yang paling mungkin terjadi jika infeksi berlanjut tanpa penanganan?
Peningkatan imunitas tubuh
Gangguan pertumbuhan seperti stunting
Penambahan berat badan berlebihan
Seorang remaja putri usia 15 tahun datang dengan keluhan mudah lelah dan sering pucat. Ia mengaku sering mengalami menstruasi sampai 7 hari setiap bulan dan jarang mengonsumsi makanan sumber zat besi karena lebih sering makan makanan instan. Apa faktor risiko yang paling berperan dalam kasus tersebut?
Konsumsi vitamin C harian
Menstruasi berlangsung 1–7 hari
Kurangnya konsumsi makanan tinggi zat besi
Aktivitas fisik ringan setiap hari
Tidur cukup setiap malam
Seorang remaja perempuan datang dengan keluhan pucat, detak jantung cepat, serta sering sakit kepala. Saat pemeriksaan fisik ditemukan konjungtiva pucat. Pemeriksaan apa yang paling tepat untuk menegakkan diagnosis anemia pada pasien ini?
Pemeriksaan kadar hemoglobin
Pemeriksaan fungsi hati
Pemeriksaan urin rutin
Pemeriksaan tekanan darah saja
Pemeriksaan rontgen dada
Seorang remaja dengan hasil pemeriksaan menunjukkan kadar hemoglobin rendah. Ia juga memiliki pola makan yang kurang baik dan sering minum teh setelah makan. Apa langkah tatalaksana yang paling tepat diberikan?
Menghentikan makan sayuran hijau
Mengonsumsi makanan tinggi zat besi dan suplemen zat besi
Mengonsumsi teh setelah makan untuk membantu penyerapan
Menghindari aktivitas fisik ringan
Menunda terapi hingga gejala lebih berat
Seorang siswi sekolah menengah pernah didiagnosis anemia. Ia bertanya bagaimana cara agar anemia tidak berulang. Apa langkah pencegahan yang paling sesuai berdasarkan edukasi kesehatan?
Mengonsumsi teh setelah makan untuk membantu penyerapan
Menghindari makanan sumber zat besi seperti telur dan hati ayam
Mengonsumsi makanan tinggi zat besi serta memperhatikan pola hidup sehat
Mengurangi tidur untuk meningkatkan metabolisme tubuh
Menghentikan suplemen zat besi segera setelah merasa lebih baik
Seorang remaja dengan anemia tidak mendapatkan edukasi dan pengobatan yang adekuat. Ia mulai mengalami penurunan semangat sekolah, tampak lemas, dan sulit berkonsentrasi. Apa komplikasi yang paling mungkin terjadi pada situasi tersebut?
Peningkatan aktivitas fisik dan konsentrasi
Gangguan tumbuh kembang dan penurunan performa akademik
Peningkatan massa otot secara signifikan
Performa belajar meningkat akibat anemia
Tidak ada dampak signifikan pada kehidupan sehari-hari
Seorang remaja laki-laki usia 16 tahun datang dengan demam yang meningkat bertahap selama empat hari terakhir. Ia sering membeli makanan dari pedagang kaki lima dan jarang mencuci tangan sebelum makan. Apa faktor risiko yang paling berperan dalam kasus tersebut?
Kebiasaan makan makanan rumahan
Konsumsi air bersih yang dimasak
Sanitasi dan higiene yang buruk
Kebiasaan istirahat cukup
Aktivitas fisik teratur
Seorang remaja perempuan datang dengan demam lebih dari tiga hari, keluhan sakit kepala, lemas, dan lidah tampak kotor dengan pinggir kemerahan. Pemeriksaan fisik menunjukkan nyeri tekan perut dan bradikardia relatif. Pemeriksaan penunjang awal menunjukkan hasil tidak spesifik. Pemeriksaan apa yang paling mungkin membantu menegakkan diagnosis?
Pemeriksaan tekanan darah
Pemeriksaan kadar hemoglobin
Pemeriksaan antibodi dengan uji Widal
Pemeriksaan urin rutin
Pemeriksaan gula darah
Seorang remaja dengan hasil pemeriksaan klinis dan penunjang mengarah pada penyakit ini. Ia mengalami demam, lemah, dan gangguan saluran cerna. Riwayat menunjukkan konsumsi makanan yang tidak higienis. Apa langkah tatalaksana yang paling tepat diberikan?
Memberikan antibiotik seperti cefixime atau ceftriaxone
Menghentikan semua konsumsi makanan hingga demam turun
Memberikan aktivitas fisik untuk meningkatkan imunitas
Menghindari tirah baring agar tidak melemahkan tubuh
Menggunakan fluorokuinolon sebagai obat utama pada anak
Seorang siswa pernah dirawat karena penyakit ini dan bertanya bagaimana mencegah kekambuhan. Ia tinggal di lingkungan padat penduduk dengan sanitasi yang kurang baik. Langkah pencegahan apa yang paling tepat disarankan?
Mengonsumsi makanan tanpa memperhatikan sumber air
Tidak mencuci tangan karena kebiasaan tersebut tidak berpengaruh
Menghindari kontak dengan orang lain tanpa memperhatikan kebersihan
Mencuci tangan dengan benar dan menghindari air yang tidak dimasak
Mengabaikan kondisi lingkungan karena tidak memengaruhi penularan
Seorang pasien terlambat mendapatkan pengobatan. Ia mengeluh nyeri perut hebat, lemah, dan menunjukkan tanda kondisi berat. Komplikasi apa yang paling mungkin terjadi jika penanganan terlambat?
Kerusakan kulit karena ruam ringan
Penurunan nafsu makan saja tanpa dampak lain
Perdarahan dan perforasi usus
Peningkatan energi tubuh
Tidak muncul komplikasi meskipun tidak ditangani
Seorang bayi laki-laki usia 7 bulan datang dengan keluhan batuk, pilek, dan rewel. Ibunya menyebutkan bahwa bayi sering terpapar asap rokok dari anggota keluarga dan tinggal di lingkungan dengan ventilasi buruk Apa faktor risiko yang paling berperan dalam kasus tersebut?
Jenis kelamin laki-laki
Paparan asap rokok di lingkungan rumah
Konsumsi ASI setiap hari
Ventilasi udara ruangan yang baik
Usia bayi di atas dua tahun
Seorang bayi usia 10 bulan dibawa ke klinik dengan gejala demam, batuk, napas cepat, dan tampak retraksi dinding dada. Pemeriksaan menunjukkan suara napas mengi dan bayi tampak lemah. Pemeriksaan apa yang paling tepat dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis?
Foto rontgen dada
Pemeriksaan tekanan darah saja
Pemeriksaan gula darah
Pemeriksaan urin rutin
Penilaian pola tidur bayi
Seorang bayi usia 1 tahun mengalami batuk, pilek, demam ringan, dan tampak kesulitan bernapas. Bayi masih mau minum ASI tetapi lebih sering menangis karena hidung tersumbat. Apa langkah tatalaksana yang paling tepat pada kasus ini?
Memberikan parasetamol jika suhu di atas 38∘C
Mengurangi asupan cairan agar produksi dahak berkurang
Membiarkan hidung tersumbat tanpa intervensi
Memberikan aktivitas fisik untuk memperkuat paru
Menghentikan pemberian ASI sementara
Seorang ibu dengan bayi 8 bulan bertanya bagaimana mencegah kondisi ini karena bayi sering sakit ketika cuaca berubah. Lingkungan rumah cukup padat dan beberapa anggota keluarga pernah mengalami gejala flu. Langkah pencegahan apa yang paling tepat diberikan?
Tidak perlu mencuci tangan sebelum memegang bayi
Menghindari penggunaan humidifier karena memperburuk kondisi
Menghindari kontak dengan orang yang sedang infeksi saluran napas
Meningkatkan paparan asap rokok agar bayi terbiasa
Membatasi minum air agar tidak pilek
Seorang bayi dengan riwayat ISPA berulang datang dengan kondisi napas berat, tampak lemah, dan mengalami dehidrasi. Pemeriksaan menunjukkan retraksi berat dan bayi tampak gelisah. Komplikasi apa yang paling mungkin terjadi jika kondisi ini tidak ditangani dengan segera?
Pneumonia dan gagal napas
Pertumbuhan gigi lebih cepat
Nafsu makan meningkat
Berat badan naik secara signifikan
Sistem imun menjadi lebih kuat tanpa terapi
Seorang anak laki-laki usia 11 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri perut yang semakin memberat sejak 12 jam terakhir. Ia memiliki riwayat infeksi saluran napas dua minggu lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan demam ringan dan nyeri tekan perut kanan bawah. Apa faktor risiko yang paling berperan dalam kasus tersebut?
Konsumsi makanan tinggi serat
Pembesaran jaringan limfoid setelah infeksi
Aktivitas fisik berlebihan sebelum onset nyeri
Riwayat alergi saluran cerna
Perubahan cuaca selama seminggu terakhir
Seorang anak perempuan usia 10 tahun datang dengan keluhan nyeri perut yang awalnya di sekitar pusar lalu berpindah ke perut kanan bawah. Ia disertai mual, muntah, dan demam. Pemeriksaan fisik menunjukkan nyeri tekan di titik McBurney dan tanda Rovsing positif. Pemeriksaan apa yang paling paling mendukung penegakan diagnosis pada kondisi ini?
Pemeriksaan USG abdomen untuk melihat pembesaran apendiks
Pemeriksaan tekanan darah saja sebagai indikator utama
Pemeriksaan urin untuk menilai keseimbangan cairan
Pemeriksaan mata untuk melihat tanda dehidrasi
Pemeriksaan gula darah acak
Seorang anak usia 13 tahun didiagnosis apendisitis berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan USG. Namun, tindakan belum dilakukan karena menunggu persetujuan orang tua. Anak mulai menunjukkan nyeri perut hebat dan tampak sangat lemah. Apa tata laksana yang paling tepat segera dilakukan?
Memberikan analgesik ringan saja
Menetapkan tirah baring tanpa terapi lain
Melakukan pembedahan segera untuk mencegah komplikasi
Mengobservasi selama 24 jam tanpa intervensi
Memberikan diet tinggi serat untuk memperlancar saluran cerna
Seorang orang tua menanyakan bagaimana mencegah kondisi ini terjadi kembali pada anaknya setelah terapi selesai. Ia bertanya apakah ada kebiasaan tertentu yang harus diubah. Apa langkah pencegahan yang paling sesuai?
Menjaga kebersihan makanan dan saluran cerna
Menghindari aktivitas fisik untuk mengurangi risiko trauma
Mengonsumsi makanan diet cair dalam jangka panjang
Membatasi cairan untuk mengurangi tekanan usus
Mengurangi frekuensi makan menjadi satu kali sehari
Seorang anak dengan gejala apendisitis tidak segera dibawa ke fasilitas kesehatan. Tiga hari kemudian ia mengalami nyeri hebat, demam tinggi, dan perut tampak kaku. Komplikasi apa yang paling mungkin terjadi jika kondisi ini dibiarkan lebih lanjut?
Perforasi apendiks dan peritonitis
Perbaikan spontan tanpa terapi
Gangguan tidur sementara
Nafsu makan membaik secara bertahap
Peningkatan energi fisik setelah fase akut
Seorang remaja perempuan 15 tahun datang dengan keluhan sesak napas berulang terutama setelah berolahraga atau cuaca dingin. Ia tinggal bersama anggota keluarga yang merokok di rumah dan memiliki riwayat alergi debu sejak kecil. Apa faktor risiko yang paling berperan dalam kasus tersebut?
Riwayat alergi debu dan paparan asap rokok
Aktivitas fisik ringan seperti berjalan santai
Konsumsi makanan seimbang setiap hari
Tidur cukup 8 jam setiap malam
Hidup di lingkungan bebas polusi
Seorang remaja laki-laki datang dengan sesak napas episodik terutama di malam hari, disertai batuk kering dan bunyi mengi. Pemeriksaan menunjukkan penggunaan otot bantu napas saat serangan. Pernyataan mana yang paling sesuai dalam mendukung diagnosis kondisi ini?
Gejala muncul berulang terutama setelah paparan alergen atau udara dingin
Gejala muncul hanya satu kali dan tidak berulang
Gejala selalu memburuk setelah makan makanan pedas
Tidak ada kaitan antara pemicu lingkungan dan gejala
Gejala tidak berubah setelah penggunaan bronkodilator
Seorang remaja dengan serangan sesak napas akut terlihat gelisah, sulit berbicara panjang, dan terdengar mengi. Ia tidak membawa obat rutin yang biasa digunakan. Apa tatalaksana awal yang paling tepat diberikan?
Memberikan bronkodilator kerja cepat seperti salbutamol
Menyarankan pasien berolahraga ringan untuk membuka jalan napas
Menghindari penggunaan bronkodilator dan hanya menunggu membaik
Memberikan obat pengontrol saja tanpa obat pereda
Memberikan air putih hangat tanpa intervensi obat
Seorang remaja laki-laki dengan riwayat asma bertanya bagaimana ia dapat mencegah kekambuhan, terutama karena sering kambuh saat cuaca dingin dan paparan debu. Langkah pencegahan apa yang paling sesuai?
Menghindari faktor pencetus seperti debu dan udara dingin
Menghentikan semua aktivitas fisik agar tidak sesak
Menggunakan obat pereda setiap hari meskipun tanpa gejala
Menggunakan parfum wangi untuk membantu pernapasan
Mengabaikan stres karena tidak memengaruhi gejala
Seorang remaja dengan riwayat asma tidak rutin menggunakan obat pengendali dan sering mengalami sesak berat saat aktivitas. Belakangan ia juga sering sakit pernapasan berulang. Komplikasi apa yang paling mungkin terjadi bila kondisi terus berlanjut tanpa penanganan optimal?
Serangan asma berat dan infeksi paru
Fungsi paru meningkat secara spontan
Gejala sepenuhnya hilang tanpa terapi
Tidak ada perubahan pada saluran napas
Penurunan kebutuhan obat pereda
Seorang anak laki-laki usia 9 tahun datang dengan demam tinggi mendadak sejak dua hari lalu. Ia tinggal di lingkungan padat penduduk dengan banyak genangan air, dan orang tuanya melaporkan banyak nyamuk di rumah. Apa faktor risiko yang paling berperan dalam kasus tersebut?
Aktivitas fisik ringan setiap hari
Riwayat konsumsi makanan manis
Paparan gigitan nyamuk Aedes
Tidur cukup sepanjang malam
Riwayat alergi sebelumnya
Seorang anak perempuan usia 11 tahun mengalami demam tinggi hari ke-4, nyeri kepala hebat, ruam kemerahan pada kulit, dan mimisan ringan. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan trombosit rendah dan hematokrit meningkat. Diagnosis apa yang paling sesuai dengan temuan tersebut?
Malaria dengan anemia berat
Influenza akut tanpa perdarahan
Demam berdarah dengue dengan tanda perdarahan
Infeksi saluran pernapasan ringan
Gastroenteritis karena dehidrasi
Seorang anak dengan diagnosis demam berdarah dengue derajat sedang dirawat inap. Ia tampak lemas, trombosit terus menurun, dan pemeriksaan hematokrit meningkat. Apa tatalaksana yang paling tepat diberikan pada pasien ini?
Cairan IV sesuai protokol dan monitoring ketat
Aspirin untuk mengatasi nyeri
Antibiotik rutin untuk mencegah infeksi
Seorang ibu bertanya bagaimana mencegah penyakit ini terjadi kembali karena anaknya tinggal di lingkungan dengan banyak tempat penampungan air. Langkah pencegahan apa yang paling tepat dilakukan?
Mengurangi konsumsi air minum untuk mencegah gigitan nyamuk
Menghindari tidur siang agar nyamuk tidak menggigit
Menggunakan kelambu dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk
Mengonsumsi makanan pedas untuk meningkatkan daya tahan tubuh
Menghentikan aktivitas di luar rumah sepenuhnya
Seorang anak dengan demam berdarah dengue tidak mendapatkan tatalaksana tepat waktu. Ia mulai mengalami nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, tampak sangat lemas, dan penurunan kesadaran. Komplikasi apa yang paling mungkin terjadi pada kondisi ini?
Peningkatan energi tubuh
Gagal ginjal akut dan syok
Nafsu makan meningkat
Perbaikan spontan dalam satu hari
Pertambahan berat badan cepat
Seorang bayi usia 6 bulan datang dengan diare cair lebih dari 5 kali dalam 24 jam. Orang tua mengatakan bayi tidak mendapatkan ASI eksklusif dan baru diperkenalkan MP-ASI tanpa memperhatikan kebersihan alat makan. Apa faktor risiko yang paling berperan dalam kasus tersebut?
Pemberian MP-ASI sesuai umur
Tidak mendapatkan ASI eksklusif dan kebersihan MP-ASI kurang baik
Pemberian imunisasi rotavirus sesuai jadwal
Kondisi rumah dengan sanitasi bersih
Pola makan ibu yang teratur
Seorang anak 3 tahun datang dengan buang air besar encer lebih dari 4 kali sehari, disertai muntah dan demam. Pemeriksaan menunjukkan mulut kering dan turgor kulit menurun. Pemeriksaan apa yang paling tepat dilakukan untuk mendukung diagnosis dan menentukan derajat kondisi ini?
Pemeriksaan feses dan penilaian tanda dehidrasi
Pemeriksaan gula darah untuk menilai elektrolit
Pemeriksaan mata untuk mendeteksi infeksi
Pemeriksaan rontgen abdomen untuk mencari sumbatan
Pemeriksaan fungsi hati karena anak tampak lemah
Seorang balita dengan diare akut mengalami muntah, tampak lemas, dan tanda dehidrasi sedang. Ia masih bisa minum walaupun sedikit. Apa tatalaksana yang paling tepat diberikan pada kondisi ini?
Melanjutkan rehidrasi oral dengan oralit
Menghentikan cairan untuk mengurangi frekuensi diare
Memberikan antibiotik tanpa pemeriksaan lanjutan
Memberikan infus segera meskipun masih bisa minum
Menghentikan makan hingga diare berhenti
Seorang ibu ingin mencegah anaknya mengalami diare berulang. Saat ini keluarga menggunakan air sumur tanpa perebusan, anak mulai MP-ASI, dan kebersihan alat makan kurang diperhatikan. Langkah pencegahan apa yang paling sesuai?
Mencuci tangan dan menjaga kebersihan makanan dan minuman
Mengurangi konsumsi makanan lunak untuk membatasi BAB
Menghindari minum air putih setelah makan
Mengurangi frekuensi mandi agar tubuh tetap hangat
Menunda imunisasi campak dan rotavirus
Seorang anak dengan diare tidak mendapatkan tatalaksana rehidrasi awal. Ia mengalami penurunan kesadaran, produksi urin sangat sedikit, dan tanda dehidrasi berat. Komplikasi apa yang paling mungkin terjadi bila kondisi ini berlanjut?
Pertumbuhan optimal tanpa gangguan
Syok hipovolemik akibat kehilangan cairan
Nafsu makan meningkat secara drastis
Perbaikan spontan tanpa intervensi
Berat badan meningkat dalam waktu singkat
Seorang anak perempuan usia 3 tahun datang ke posyandu. Saat dilakukan pengukuran, tinggi badannya berada di bawah garis merah pada kurva pertumbuhan. Riwayat menunjukkan anak jarang makan sumber protein hewani, sering sakit infeksi, dan berasal dari keluarga dengan status sosial ekonomi rendah. Apa faktor risiko yang paling berperan dalam kasus tersebut?
Konsumsi makanan tinggi karbohidrat
Status sosial ekonomi rendah dan kurang asupan nutrisi
Kebiasaan berolahraga setiap hari
Pola tidur yang cukup
Tinggal di lingkungan bebas polusi
Seorang anak laki-laki usia 2 tahun dibawa karena orang tua mengeluhkan anak tampak lebih kecil dibanding teman seusianya. Pemeriksaan menunjukkan panjang badan berada di bawah -2 SD pada kurva pertumbuhan WHO. Riwayat pemberian ASI dan MP-ASI tidak optimal. Diagnosis apa yang paling sesuai berdasarkan temuan ini?
Berat badan kurang tanpa gangguan panjang badan
Gangguan pertumbuhan akut jangka pendek
Stunting berdasarkan tinggi badan < -2 SD sesuai usia
Tidak ada gangguan karena proporsi tubuh normal
Gangguan hormonal tanpa pengaruh nutrisi
Seorang anak dengan diagnosis stunting datang untuk tindak lanjut. Anak memiliki riwayat konsumsi makanan yang tidak seimbang dan jarang mengonsumsi protein hewani. Apa tatalaksana yang paling tepat diberikan?
Memberikan nutrisi seimbang dengan meningkatkan protein hewani
Menghentikan pemberian makanan padat untuk sementara
Memberikan cairan saja sampai kondisi membaik
Menghindari aktivitas fisik agar energi tidak terbuang
Mengandalkan obat tanpa modifikasi nutrisi
Seorang ibu dengan bayi usia 4 bulan menanyakan cara mencegah stunting karena anak pertama sebelumnya mengalami kondisi serupa. Lingkungan rumah bersih dan anak mendapatkan ASI. Upaya pencegahan apa yang paling sesuai berdasarkan prinsip pencegahan pada file?
Menghentikan ASI dan memberi susu formula sejak dini
Memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan MP-ASI tepat usia
Mengurangi kunjungan posyandu karena tidak diperlukan
Menghindari sumber protein hewani agar tidak menyebabkan alergi
Menunda imunisasi agar sistem imun terbentuk alami
Seorang anak dengan stunting tidak mendapatkan intervensi tepat waktu. Orang tua melaporkan anak sulit fokus, mudah sakit, dan kemampuan fisik tampak lebih rendah dibanding anak seusianya. Komplikasi apa yang paling mungkin terjadi bila kondisi ini berlanjut?
Peningkatan IQ dan kebugaran fisik
Penurunan kemampuan kognitif dan kapasitas fisik
Perbaikan spontan tanpa intervensi
Peningkatan berat badan dalam waktu singkat
Tidak ada dampak kesehatan jangka panjang
Seorang anak laki-laki usia 2 tahun datang dengan demam tinggi mendadak sejak 3 hari lalu. Orang tua mengatakan anak belum pernah menerima vaksin campak dan baru-baru ini bermain dengan sepupunya yang sedang batuk dan pilek. Apa faktor risiko yang paling berperan dalam kasus tersebut?
Konsumsi makanan tinggi karbohidrat
Tidak menerima vaksin campak sebelumnya
Paparan udara dingin saat tidur
Aktivitas fisik berlebihan
Tidur siang setiap hari
Seorang anak perempuan usia 6 tahun datang dengan keluhan demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah. Pada pemeriksaan mulut tampak bercak putih kebiruan di pipi bagian dalam, dan ruam mulai muncul dari wajah menyebar ke seluruh tubuh. Temuan apa yang paling mendukung diagnosis klinis penyakit ini?
Batuk tanpa demam
Bercak Koplik pada mukosa bukal
Ruam hanya pada tungkai
Tidak ada gejala pernapasan
Hilangnya ruam dalam 24 jam
Seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun datang dengan keluhan nyeri perut yang hebat dan muntah. Ia mengaku sering mengonsumsi makanan yang tidak higienis. Apa penyebab paling mungkin dari gejala yang dialaminya?
Gastritis akut
Infeksi saluran cerna
Usus buntu
Intoleransi makanan
Penyakit maag kronis
Seorang anak perempuan berusia 12 tahun datang dengan keluhan sering merasa haus dan buang air kecil yang berlebihan. Riwayat keluarga menunjukkan adanya diabetes. Apa pemeriksaan yang paling tepat untuk menegakkan diagnosis?
Pemeriksaan tekanan darah
Pemeriksaan urin rutin
Pemeriksaan fungsi ginjal
Pemeriksaan gula darah puasa
Pemeriksaan kadar hemoglobin
Seorang balita berusia 3 tahun mengalami demam tinggi dan batuk berdahak. Ibu melaporkan bahwa anaknya sering bermain di luar tanpa pengawasan. Apa langkah pencegahan yang paling tepat untuk mencegah infeksi saluran pernapasan?
Memberikan vaksinasi sesuai jadwal
Mengurangi konsumsi makanan manis
Meningkatkan asupan vitamin C
Menghindari bermain di luar rumah
Menjaga kebersihan tangan dan lingkungan
