wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Ekstraksi Soal dari Worksheet

Total questions: 58

Worksheet time: 29mins

Name
Class
Date
1.

Dalam model keputusan rasional yang sistematis dan terstruktur, pilih langkah yang secara eksplisit berfokus pada menilai alternatif sebelum memilih solusi terbaik.

a)

Mengidentifikasi masalah

b)

Mengumpulkan informasi

c)

Mengevaluasi alternatif

d)

Mengimplementasikan keputusan

2.

Kelebihan utama dari Model Keputusan Rasional dibanding pendekatan lain dijelaskan sebagai sifat keputusan yang diambil.

a)

Cepat namun tidak berbasis data

b)

Akurat, terukur, dan logis

c)

Spontan dan intuitif

d)

Fleksibel tanpa evaluasi

3.

Konsep bounded rationality menurut Herbert Simon menekankan bahwa pemimpin memilih alternatif yang bagaimana karena keterbatasan waktu, informasi, dan kapasitas berpikir.

a)

Paling sempurna

b)

Cukup baik (satisficing)

c)

Paling murah

d)

Paling populer

4.

Pengambilan keputusan berbasis intuisi dalam dokumen digunakan terutama pada situasi tertentu di layanan kesehatan.

a)

Kegiatan rutin tanpa risiko

b)

Kondisi darurat, IGD/UGD, atau krisis

c)

Penelitian terencana jangka panjang

d)

Audit mutu tahunan

5.

Evidence-Based Decision Making (EBDM) dalam konteks dokumen merujuk pada keputusan yang dibuat berdasarkan apa.

a)

Preferensi pribadi pimpinan

b)

Data, bukti ilmiah, audit mutu, dan evaluasi

c)

Saran informal dari rekan kerja

d)

Pengalaman masa lalu semata

6.

Contoh penerapan EBDM yang dicantumkan adalah perubahan SOP berdasarkan apa.

a)

Permintaan pasien VIP

b)

Insiden keselamatan pasien

c)

Keterbatasan anggaran

d)

Rotasi staf baru

7.

Keputusan kelompok (group decision making) memiliki keunggulan yang dinyatakan dalam dokumen.

a)

Kecepatan mutlak tanpa diskusi

b)

Perspektif lebih luas dan risiko bias lebih kecil

c)

Kewenangan tunggal pimpinan

d)

Mengabaikan case conference

8.

Pada proses problem solving, tahap yang menekankan penggunaan alat seperti Fishbone Diagram, 5 Why’s, atau Pareto Chart adalah tahap apa.

a)

Mengidentifikasi masalah

b)

Analisis akar masalah

c)

Mengembangkan alternatif solusi

d)

Evaluasi hasil

9.

Dalam problem solving, kegiatan melibatkan tim dalam brainstorming terjadi pada tahap yang mana.

a)

Mengidentifikasi masalah

b)

Mengembangkan alternatif solusi

c)

Menilai alternatif

d)

Implementasi dan monitoring

10.

Pernyataan yang paling mencerminkan tujuan dari evaluasi hasil pada problem solving menurut dokumen.

a)

Menentukan siapa yang bertanggung jawab

b)

Memastikan solusi mengatasi akar masalah; jika tidak, ulangi analisis

c)

Mencatat semua ide tanpa seleksi

d)

Mengubah visi organisasi

11.

Karakteristik critical thinking yang ditekankan sebagai berlandas pada fakta, bukan asumsi atau emosi, adalah sifat apa.

a)

Analitis

b)

Objektif

c)

Terbuka

d)

Reflektif

12.

Komponen penting dalam critical thinking yang dicantumkan mencakup beberapa proses kognitif. Pilih semua yang termasuk komponen menurut dokumen.

a)

Interpretation

b)

Analysis

c)

Evaluation

d)

Inference

e)

Explanation

13.

Peran critical thinking dalam pengambilan keputusan yang diuraikan mencakup beberapa dampak. Pilih semua yang sesuai dengan dokumen.

a)

Meminimalkan keputusan impulsif

b)

Meningkatkan keselamatan pasien

c)

Memperbesar bias konfirmasi

d)

Memperbaiki mutu layanan melalui keputusan akurat

14.

Budaya keselamatan pasien (patient safety culture) didefinisikan sebagai nilai, sikap, persepsi, dan pola perilaku yang menempatkan keselamatan pasien sebagai prioritas utama. Tindakan pemimpin yang sejalan dengan definisi ini adalah apa.

a)

Menjadikan keselamatan pasien sebagai visi dan nilai organisasi

b)

Mengabaikan komunikasi terbuka untuk efisiensi

c)

Fokus pada kepuasan staf semata

d)

Menghindari integrasi patient safety ke SOP

15.

Contoh implementasi budaya keselamatan di rumah sakit menurut dokumen mencakup beberapa kegiatan. Pilih semua yang termasuk contoh implementasi.

a)

Safety briefing sebelum pelayanan

b)

Pelatihan patient safety rutin

c)

Evaluasi budaya keselamatan melalui survei

d)

Membatasi pelaporan kesalahan

16.

Istilah KNC (Kejadian Nyaris Cedera / Near Miss) dijelaskan sebagai insiden yang bagaimana.

a)

Menyebabkan cedera berat pada pasien

b)

Hampir terjadi cedera namun berhasil dicegah

c)

Tidak menimbulkan cedera walau ada kesalahan

d)

Menyebabkan kematian

17.

Tindakan lanjut pelaporan insiden yang sesuai untuk insiden serius menurut dokumen adalah apa.

a)

Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)

b)

Root Cause Analysis (RCA)

c)

Pelatihan komunikasi SBAR

d)

Walkaround patient safety

18.

Dalam kerangka tindak lanjut pelaporan insiden, FMEA dijelaskan sebagai pendekatan untuk tujuan apa.

a)

Investigasi insiden serius secara retrospektif

b)

Pencegahan risiko dengan menganalisis mode kegagalan

c)

Menghukum pelapor untuk disiplin

d)

Menetapkan anggaran tahunan

19.

Peran pemimpin dalam pelaporan insiden meliputi beberapa hal. Pilih semua yang sesuai dengan dokumen.

a)

Menegaskan bahwa pelaporan bukan untuk menghukum

b)

Melindungi pelapor dari stigma atau sanksi

c)

Mendorong pelaporan near miss sebagai pembelajaran

d)

Mencegah analisis insiden dilakukan secara sistematis

20.

Jelaskan peran kepemimpinan dalam meningkatkan budaya pelaporan insiden di rumah sakit. Pilih jawaban yang paling tepat.

a)

Menciptakan budaya non-punitif, melindungi pelapor, dan menindaklanjuti laporan sebagai pembelajaran

b)

Meningkatkan sanksi bagi pelapor agar menimbulkan efek jera

c)

Mendorong staf menyembunyikan insiden demi menjaga citra organisasi

d)

Menurunkan komunikasi tim agar pelaporan lebih terkendali

21.

Apa hubungan kepemimpinan yang berkomitmen terhadap keselamatan pasien dalam membangun keselamatan di rumah sakit? Pilih jawaban yang paling tepat.

a)

Mengintegrasikan patient safety dalam visi, SOP, pengambilan keputusan, evaluasi kinerja, serta memperkuat komunikasi dan kerja tim

b)

Mengabaikan SOP dan menyerahkan keselamatan pada kebiasaan kerja masing-masing staf

c)

Memusatkan perhatian pada hukuman terhadap pelanggaran tanpa perbaikan sistem

d)

Mendorong hierarki kaku agar keputusan klinis lebih cepat

22.

Mengapa penambahan staf diperlukan di rumah sakit? Pilih alasan yang paling tepat.

a)

Menurunkan beban kerja berlebihan, mencegah burnout dan kesalahan, serta menjaga keselamatan pasien dan mutu layanan

b)

Agar biaya operasional meningkat sehingga layanan terlihat eksklusif

c)

Untuk memperbanyak rapat internal tanpa dampak pada layanan

d)

Mengurangi koordinasi tim agar proses lebih sederhana

23.

Faktor perilaku aman di rumah sakit meliputi apa saja? Pilih semua yang benar.

a)

Pengetahuan dan kompetensi staf

b)

Kepatuhan terhadap SOP dan standar keselamatan

c)

Komunikasi efektif seperti menggunakan SBAR

d)

Dukungan pimpinan dan budaya keselamatan

e)

Lingkungan kerja yang aman dan kondusif

24.

Apa peran pemimpin jika dua pihak bertikai di lingkungan kerja rumah sakit? Pilih jawaban yang paling tepat.

a)

Bertindak sebagai mediator yang netral, mendengarkan kedua pihak secara adil, mengklarifikasi masalah inti, dan memfasilitasi solusi bersama dengan fokus pada keselamatan pasien

b)

Memihak salah satu pihak agar konflik cepat selesai

c)

Mengabaikan konflik karena bukan bagian dari tugas kepemimpinan

d)

Memberi hukuman langsung tanpa proses mediasi

25.

Bagaimana cara adaptasi tenaga kesehatan dengan tim lintas profesi di rumah sakit? Pilih jawaban yang paling tepat.

a)

Memahami peran masing-masing anggota tim, terbuka terhadap perbedaan profesi, mengikuti SOP dan budaya kerja, serta aktif berkomunikasi dan berkolaborasi dalam pengambilan keputusan

b)

Bekerja sendiri sesuai preferensi pribadi tanpa koordinasi

c)

Mempertahankan hierarki kaku agar komunikasi lebih singkat

d)

Menolak praktik read back karena memperlambat kerja

26.

Cara meningkatkan komunikasi efektif dalam tim layanan kesehatan meliputi apa saja? Pilih semua yang benar.

a)

Menggunakan bahasa jelas dan terstruktur seperti SBAR

b)

Mendengarkan aktif dan melakukan klarifikasi ulang informasi (read back)

c)

Mengurangi hambatan hierarki yang menghalangi komunikasi

d)

Membangun budaya saling menghargai

e)

Menggunakan bahasa kabur agar diskusi lebih fleksibel

27.

Model yang paling efektif untuk menangani kedaruratan di rumah sakit antara IPC atau IPE adalah yang mana? Pilih satu jawaban.

a)

Interprofessional Collaboration (IPC) karena menekankan kolaborasi lintas profesi yang terstruktur untuk keselamatan pasien

b)

Interprofessional Education (IPE) karena hanya berfokus pada pendidikan tanpa praktik kolaborasi

c)

Praktik individual tanpa koordinasi lintas profesi

d)

Kepemimpinan otoriter dengan komunikasi satu arah

28.

Berdasarkan uraian tentang Interprofessional Collaboration (IPC) dan Interprofessional Education (IPE), model yang paling efektif untuk menangani kedaruratan di rumah sakit adalah yang berfokus pada kerja sama langsung antarpofesi dalam situasi nyata dan cepat. Model yang dimaksud adalah

a)

Interprofessional Collaboration (IPC)

b)

Interprofessional Education (IPE)

c)

Keduanya sama efektif dalam kedaruratan

d)

Tidak ada model yang paling efektif

29.

Menurut uraian "Mengapa peran dapat menimbulkan konflik?", pilih semua faktor yang dijelaskan sebagai penyebab konflik peran dalam tim kesehatan.

a)

Ketidakjelasan tugas dan kewenangan

b)

Tumpang tindih peran antarprofesi

c)

Perbedaan persepsi tanggung jawab dan ekspektasi yang tidak selaras

d)

Komunikasi lemah dan hierarki organisasi yang kaku

30.

Menurut uraian "Mengapa keputusan manajemen (MGT) tidak disepakati bersama?", pilih semua alasan yang disebutkan.

a)

Proses pengambilan keputusan yang top-down

b)

Kurangnya pelibatan staf

c)

Perbedaan kepentingan

d)

Keterbatasan informasi

31.

Menurut daftar "Model kolaborasi dalam tim kesehatan", manakah yang termasuk model kolaborasi lintas profesi dalam pelayanan pasien? Pilih semua yang benar.

a)

Interprofessional Collaboration (IPC)

b)

Interprofessional Team-Based Care

c)

Shared Decision Making

d)

Collaborative Practice Model

32.

Dalam bagian "Peran Kepemimpinan dalam Mutu Layanan", pemimpin mutu layanan bertanggung jawab untuk sejumlah tugas. Pilih semua tugas yang disebutkan.

a)

Menetapkan visi dan kebijakan mutu

b)

Mengintegrasikan mutu dalam perencanaan strategis

c)

Menyediakan sumber daya dan dukungan

d)

Mendorong keterlibatan staf lintas profesi

33.

Pengantar Kepemimpinan — Kepemimpinan dalam rumah sakit paling tepat diartikan sebagai …

a)

Kemampuan memberi perintah kepada bawahan

b)

Proses memengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan organisasi

c)

Kekuasaan struktural pimpinan RS

d)

Sistem pengawasan kinerja staf

34.

Pengantar Kepemimpinan — Fungsi utama pemimpin di rumah sakit adalah …

a)

Mengontrol semua tindakan staf

b)

Menjalankan tugas klinis

c)

Mengarahkan, mengoordinasikan, dan memotivasi tim

d)

Menggantikan peran tenaga medis

35.

Teori-teori Kepemimpinan — Teori kepemimpinan yang menekankan karakteristik bawaan pemimpin disebut …

a)

Behavioral theory

b)

Situational theory

c)

Trait theory

d)

Contingency theory

36.

Teori-teori Kepemimpinan — Teori kepemimpinan situasional menekankan bahwa gaya kepemimpinan harus disesuaikan dengan …

a)

Jabatan pemimpin

b)

Budaya organisasi

c)

Kondisi dan kesiapan bawahan

d)

Sistem manajemen RS

37.

Kepemimpinan dalam Organisasi Kesehatan — Tantangan utama kepemimpinan di rumah sakit adalah …

a)

Struktur organisasi sederhana

b)

Homogenitas profesi

c)

Dinamika tim multidisiplin

d)

Beban kerja rendah

38.

Kepemimpinan dalam Organisasi Kesehatan — Hubungan antara tenaga medis dan nonmedis memerlukan kepemimpinan yang …

a)

Otoriter

b)

Kolaboratif

c)

Individualistik

d)

Kompetitif

39.

Gaya Kepemimpinan — Gaya kepemimpinan yang mendorong perubahan dan inovasi adalah …

a)

Transaksional

b)

Otokratis

c)

Transformasional

d)

Laissez-faire

40.

Gaya Kepemimpinan — Kepemimpinan otokratis paling tepat diterapkan pada kondisi …

a)

Diskusi rutin tim

b)

Situasi darurat

c)

Pengembangan SDM

d)

Evaluasi mutu

41.

Komunikasi Kepemimpinan — Tujuan utama komunikasi efektif dalam kepemimpinan RS adalah …

a)

Mempercepat pengambilan keputusan pribadi

b)

Menyampaikan perintah

c)

Menghindari konflik

d)

Mencegah kesalahpahaman dan meningkatkan keselamatan pasien

42.

Komunikasi Kepemimpinan — SBAR dalam komunikasi klinis berfungsi untuk …

a)

Mempercepat dokumentasi

b)

Menyederhanakan komunikasi terstruktur

c)

Mengurangi beban kerja

d)

Mengganti rapat tim

43.

Kepemimpinan dan Motivasi — Teori motivasi Maslow menekankan bahwa kebutuhan manusia bersifat …

a)

Sama pada setiap individu

b)

Bertingkat dan berjenjang

c)

Tidak berubah

d)

Hanya bersifat finansial

44.

Kepemimpinan dan Motivasi — Pemberdayaan SDM bertujuan untuk …

a)

Menambah beban kerja

b)

Mengurangi tanggung jawab staf

c)

Meningkatkan kemandirian dan kompetensi

d)

Mengontrol perilaku staf

45.

Pengambilan Keputusan — Model keputusan rasional menekankan pada …

a)

Intuisi pemimpin

b)

Pengalaman pribadi

c)

Analisis data dan alternatif

d)

Kecepatan keputusan

46.

Pengambilan Keputusan — Critical thinking dalam kepemimpinan berguna untuk …

a)

Mempercepat konflik

b)

Menghindari analisis

c)

Mengurangi kesalahan keputusan

d)

Menyerahkan keputusan ke bawahan

47.

Manajemen Konflik — Konflik yang muncul akibat perbedaan peran dan tanggung jawab disebut konflik …

a)

Interpersonal

b)

Struktural

c)

Peran

d)

Kepentingan

48.

Manajemen Konflik — Strategi penyelesaian konflik yang paling konstruktif adalah …

a)

Menghindar

b)

Dominasi

c)

Kolaborasi

d)

Kompetisi

49.

Kepemimpinan Etis — Integritas pemimpin ditunjukkan melalui …

a)

Kekuasaan yang kuat

b)

Konsistensi antara ucapan dan tindakan

c)

Kepatuhan bawahan

d)

Pengambilan keputusan sepihak

50.

Kepemimpinan Etis — Prinsip good governance dalam RS mencakup …

a)

Kerahasiaan internal

b)

Transparansi dan akuntabilitas

c)

Sentralisasi keputusan

d)

Otoritas pimpinan

51.

Kepemimpinan dalam Patient Safety — Budaya keselamatan pasien yang baik ditandai dengan …

a)

Hukuman terhadap pelapor

b)

Pelaporan insiden yang terbuka

c)

Minim dokumentasi

d)

Kepemimpinan otoriter

52.

Kepemimpinan dalam Patient Safety — Tujuan utama pelaporan insiden keselamatan pasien adalah …

a)

Menentukan kesalahan individu

b)

Memberi sanksi

c)

Pembelajaran dan perbaikan sistem

d)

Menurunkan reputasi RS

53.

Kepemimpinan dalam Mutu Layanan — PDSA merupakan metode untuk …

a)

Penilaian kinerja individu

b)

Perbaikan mutu berkelanjutan

c)

Pengawasan staf

d)

Audit keuangan

54.

Indikator mutu outcome berfokus pada …

a)

Proses kerja

b)

Ketersediaan sarana

c)

Hasil pelayanan pasien

d)

Jumlah staf

55.

Kepemimpinan Transformasional & Adaptif — Kepemimpinan adaptif diperlukan ketika RS menghadapi …

a)

Kondisi stabil

b)

Perubahan dan ketidakpastian

c)

Rutinitas harian

d)

Standar tetap

56.

Kepemimpinan Transformasional & Adaptif — Pemimpin transformasional berperan sebagai …

a)

Pengawas ketat

b)

Agen perubahan

c)

Pengambil keputusan tunggal

d)

Pelaksana SOP

57.

Kolaborasi dan Kerja Tim — Interprofessional Collaboration (IPC) adalah …

a)

Pendidikan lintas profesi

b)

Kerja sama antarprofesi dalam praktik pelayanan

c)

Pelatihan individu

d)

Sistem penilaian kinerja

58.

Kolaborasi dan Kerja Tim — Manfaat utama IPC di rumah sakit adalah …

a)

Meningkatkan hierarki

b)

Mengurangi komunikasi