Font size
WorksheetsEkstraksi Soal dari Worksheet
Total questions: 58
Worksheet time: 29mins
Dalam model keputusan rasional yang sistematis dan terstruktur, pilih langkah yang secara eksplisit berfokus pada menilai alternatif sebelum memilih solusi terbaik.
Mengidentifikasi masalah
Mengumpulkan informasi
Mengevaluasi alternatif
Mengimplementasikan keputusan
Kelebihan utama dari Model Keputusan Rasional dibanding pendekatan lain dijelaskan sebagai sifat keputusan yang diambil.
Cepat namun tidak berbasis data
Akurat, terukur, dan logis
Spontan dan intuitif
Fleksibel tanpa evaluasi
Konsep bounded rationality menurut Herbert Simon menekankan bahwa pemimpin memilih alternatif yang bagaimana karena keterbatasan waktu, informasi, dan kapasitas berpikir.
Paling sempurna
Cukup baik (satisficing)
Paling murah
Paling populer
Pengambilan keputusan berbasis intuisi dalam dokumen digunakan terutama pada situasi tertentu di layanan kesehatan.
Kegiatan rutin tanpa risiko
Kondisi darurat, IGD/UGD, atau krisis
Penelitian terencana jangka panjang
Audit mutu tahunan
Evidence-Based Decision Making (EBDM) dalam konteks dokumen merujuk pada keputusan yang dibuat berdasarkan apa.
Preferensi pribadi pimpinan
Data, bukti ilmiah, audit mutu, dan evaluasi
Saran informal dari rekan kerja
Pengalaman masa lalu semata
Contoh penerapan EBDM yang dicantumkan adalah perubahan SOP berdasarkan apa.
Permintaan pasien VIP
Insiden keselamatan pasien
Keterbatasan anggaran
Rotasi staf baru
Keputusan kelompok (group decision making) memiliki keunggulan yang dinyatakan dalam dokumen.
Kecepatan mutlak tanpa diskusi
Perspektif lebih luas dan risiko bias lebih kecil
Kewenangan tunggal pimpinan
Mengabaikan case conference
Pada proses problem solving, tahap yang menekankan penggunaan alat seperti Fishbone Diagram, 5 Why’s, atau Pareto Chart adalah tahap apa.
Mengidentifikasi masalah
Analisis akar masalah
Mengembangkan alternatif solusi
Evaluasi hasil
Dalam problem solving, kegiatan melibatkan tim dalam brainstorming terjadi pada tahap yang mana.
Mengidentifikasi masalah
Mengembangkan alternatif solusi
Menilai alternatif
Implementasi dan monitoring
Pernyataan yang paling mencerminkan tujuan dari evaluasi hasil pada problem solving menurut dokumen.
Menentukan siapa yang bertanggung jawab
Memastikan solusi mengatasi akar masalah; jika tidak, ulangi analisis
Mencatat semua ide tanpa seleksi
Mengubah visi organisasi
Karakteristik critical thinking yang ditekankan sebagai berlandas pada fakta, bukan asumsi atau emosi, adalah sifat apa.
Analitis
Objektif
Terbuka
Reflektif
Komponen penting dalam critical thinking yang dicantumkan mencakup beberapa proses kognitif. Pilih semua yang termasuk komponen menurut dokumen.
Interpretation
Analysis
Evaluation
Inference
Explanation
Peran critical thinking dalam pengambilan keputusan yang diuraikan mencakup beberapa dampak. Pilih semua yang sesuai dengan dokumen.
Meminimalkan keputusan impulsif
Meningkatkan keselamatan pasien
Memperbesar bias konfirmasi
Memperbaiki mutu layanan melalui keputusan akurat
Budaya keselamatan pasien (patient safety culture) didefinisikan sebagai nilai, sikap, persepsi, dan pola perilaku yang menempatkan keselamatan pasien sebagai prioritas utama. Tindakan pemimpin yang sejalan dengan definisi ini adalah apa.
Menjadikan keselamatan pasien sebagai visi dan nilai organisasi
Mengabaikan komunikasi terbuka untuk efisiensi
Fokus pada kepuasan staf semata
Menghindari integrasi patient safety ke SOP
Contoh implementasi budaya keselamatan di rumah sakit menurut dokumen mencakup beberapa kegiatan. Pilih semua yang termasuk contoh implementasi.
Safety briefing sebelum pelayanan
Pelatihan patient safety rutin
Evaluasi budaya keselamatan melalui survei
Membatasi pelaporan kesalahan
Istilah KNC (Kejadian Nyaris Cedera / Near Miss) dijelaskan sebagai insiden yang bagaimana.
Menyebabkan cedera berat pada pasien
Hampir terjadi cedera namun berhasil dicegah
Tidak menimbulkan cedera walau ada kesalahan
Menyebabkan kematian
Tindakan lanjut pelaporan insiden yang sesuai untuk insiden serius menurut dokumen adalah apa.
Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)
Root Cause Analysis (RCA)
Pelatihan komunikasi SBAR
Walkaround patient safety
Dalam kerangka tindak lanjut pelaporan insiden, FMEA dijelaskan sebagai pendekatan untuk tujuan apa.
Investigasi insiden serius secara retrospektif
Pencegahan risiko dengan menganalisis mode kegagalan
Menghukum pelapor untuk disiplin
Menetapkan anggaran tahunan
Peran pemimpin dalam pelaporan insiden meliputi beberapa hal. Pilih semua yang sesuai dengan dokumen.
Menegaskan bahwa pelaporan bukan untuk menghukum
Melindungi pelapor dari stigma atau sanksi
Mendorong pelaporan near miss sebagai pembelajaran
Mencegah analisis insiden dilakukan secara sistematis
Jelaskan peran kepemimpinan dalam meningkatkan budaya pelaporan insiden di rumah sakit. Pilih jawaban yang paling tepat.
Menciptakan budaya non-punitif, melindungi pelapor, dan menindaklanjuti laporan sebagai pembelajaran
Meningkatkan sanksi bagi pelapor agar menimbulkan efek jera
Mendorong staf menyembunyikan insiden demi menjaga citra organisasi
Menurunkan komunikasi tim agar pelaporan lebih terkendali
Apa hubungan kepemimpinan yang berkomitmen terhadap keselamatan pasien dalam membangun keselamatan di rumah sakit? Pilih jawaban yang paling tepat.
Mengintegrasikan patient safety dalam visi, SOP, pengambilan keputusan, evaluasi kinerja, serta memperkuat komunikasi dan kerja tim
Mengabaikan SOP dan menyerahkan keselamatan pada kebiasaan kerja masing-masing staf
Memusatkan perhatian pada hukuman terhadap pelanggaran tanpa perbaikan sistem
Mendorong hierarki kaku agar keputusan klinis lebih cepat
Mengapa penambahan staf diperlukan di rumah sakit? Pilih alasan yang paling tepat.
Menurunkan beban kerja berlebihan, mencegah burnout dan kesalahan, serta menjaga keselamatan pasien dan mutu layanan
Agar biaya operasional meningkat sehingga layanan terlihat eksklusif
Untuk memperbanyak rapat internal tanpa dampak pada layanan
Mengurangi koordinasi tim agar proses lebih sederhana
Faktor perilaku aman di rumah sakit meliputi apa saja? Pilih semua yang benar.
Pengetahuan dan kompetensi staf
Kepatuhan terhadap SOP dan standar keselamatan
Komunikasi efektif seperti menggunakan SBAR
Dukungan pimpinan dan budaya keselamatan
Lingkungan kerja yang aman dan kondusif
Apa peran pemimpin jika dua pihak bertikai di lingkungan kerja rumah sakit? Pilih jawaban yang paling tepat.
Bertindak sebagai mediator yang netral, mendengarkan kedua pihak secara adil, mengklarifikasi masalah inti, dan memfasilitasi solusi bersama dengan fokus pada keselamatan pasien
Memihak salah satu pihak agar konflik cepat selesai
Mengabaikan konflik karena bukan bagian dari tugas kepemimpinan
Memberi hukuman langsung tanpa proses mediasi
Bagaimana cara adaptasi tenaga kesehatan dengan tim lintas profesi di rumah sakit? Pilih jawaban yang paling tepat.
Memahami peran masing-masing anggota tim, terbuka terhadap perbedaan profesi, mengikuti SOP dan budaya kerja, serta aktif berkomunikasi dan berkolaborasi dalam pengambilan keputusan
Bekerja sendiri sesuai preferensi pribadi tanpa koordinasi
Mempertahankan hierarki kaku agar komunikasi lebih singkat
Menolak praktik read back karena memperlambat kerja
Cara meningkatkan komunikasi efektif dalam tim layanan kesehatan meliputi apa saja? Pilih semua yang benar.
Menggunakan bahasa jelas dan terstruktur seperti SBAR
Mendengarkan aktif dan melakukan klarifikasi ulang informasi (read back)
Mengurangi hambatan hierarki yang menghalangi komunikasi
Membangun budaya saling menghargai
Menggunakan bahasa kabur agar diskusi lebih fleksibel
Model yang paling efektif untuk menangani kedaruratan di rumah sakit antara IPC atau IPE adalah yang mana? Pilih satu jawaban.
Interprofessional Collaboration (IPC) karena menekankan kolaborasi lintas profesi yang terstruktur untuk keselamatan pasien
Interprofessional Education (IPE) karena hanya berfokus pada pendidikan tanpa praktik kolaborasi
Praktik individual tanpa koordinasi lintas profesi
Kepemimpinan otoriter dengan komunikasi satu arah
Berdasarkan uraian tentang Interprofessional Collaboration (IPC) dan Interprofessional Education (IPE), model yang paling efektif untuk menangani kedaruratan di rumah sakit adalah yang berfokus pada kerja sama langsung antarpofesi dalam situasi nyata dan cepat. Model yang dimaksud adalah
Interprofessional Collaboration (IPC)
Interprofessional Education (IPE)
Keduanya sama efektif dalam kedaruratan
Tidak ada model yang paling efektif
Menurut uraian "Mengapa peran dapat menimbulkan konflik?", pilih semua faktor yang dijelaskan sebagai penyebab konflik peran dalam tim kesehatan.
Ketidakjelasan tugas dan kewenangan
Tumpang tindih peran antarprofesi
Perbedaan persepsi tanggung jawab dan ekspektasi yang tidak selaras
Komunikasi lemah dan hierarki organisasi yang kaku
Menurut uraian "Mengapa keputusan manajemen (MGT) tidak disepakati bersama?", pilih semua alasan yang disebutkan.
Proses pengambilan keputusan yang top-down
Kurangnya pelibatan staf
Perbedaan kepentingan
Keterbatasan informasi
Menurut daftar "Model kolaborasi dalam tim kesehatan", manakah yang termasuk model kolaborasi lintas profesi dalam pelayanan pasien? Pilih semua yang benar.
Interprofessional Collaboration (IPC)
Interprofessional Team-Based Care
Shared Decision Making
Collaborative Practice Model
Dalam bagian "Peran Kepemimpinan dalam Mutu Layanan", pemimpin mutu layanan bertanggung jawab untuk sejumlah tugas. Pilih semua tugas yang disebutkan.
Menetapkan visi dan kebijakan mutu
Mengintegrasikan mutu dalam perencanaan strategis
Menyediakan sumber daya dan dukungan
Mendorong keterlibatan staf lintas profesi
Pengantar Kepemimpinan — Kepemimpinan dalam rumah sakit paling tepat diartikan sebagai …
Kemampuan memberi perintah kepada bawahan
Proses memengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan organisasi
Kekuasaan struktural pimpinan RS
Sistem pengawasan kinerja staf
Pengantar Kepemimpinan — Fungsi utama pemimpin di rumah sakit adalah …
Mengontrol semua tindakan staf
Menjalankan tugas klinis
Mengarahkan, mengoordinasikan, dan memotivasi tim
Menggantikan peran tenaga medis
Teori-teori Kepemimpinan — Teori kepemimpinan yang menekankan karakteristik bawaan pemimpin disebut …
Behavioral theory
Situational theory
Trait theory
Contingency theory
Teori-teori Kepemimpinan — Teori kepemimpinan situasional menekankan bahwa gaya kepemimpinan harus disesuaikan dengan …
Jabatan pemimpin
Budaya organisasi
Kondisi dan kesiapan bawahan
Sistem manajemen RS
Kepemimpinan dalam Organisasi Kesehatan — Tantangan utama kepemimpinan di rumah sakit adalah …
Struktur organisasi sederhana
Homogenitas profesi
Dinamika tim multidisiplin
Beban kerja rendah
Kepemimpinan dalam Organisasi Kesehatan — Hubungan antara tenaga medis dan nonmedis memerlukan kepemimpinan yang …
Otoriter
Kolaboratif
Individualistik
Kompetitif
Gaya Kepemimpinan — Gaya kepemimpinan yang mendorong perubahan dan inovasi adalah …
Transaksional
Otokratis
Transformasional
Laissez-faire
Gaya Kepemimpinan — Kepemimpinan otokratis paling tepat diterapkan pada kondisi …
Diskusi rutin tim
Situasi darurat
Pengembangan SDM
Evaluasi mutu
Komunikasi Kepemimpinan — Tujuan utama komunikasi efektif dalam kepemimpinan RS adalah …
Mempercepat pengambilan keputusan pribadi
Menyampaikan perintah
Menghindari konflik
Mencegah kesalahpahaman dan meningkatkan keselamatan pasien
Komunikasi Kepemimpinan — SBAR dalam komunikasi klinis berfungsi untuk …
Mempercepat dokumentasi
Menyederhanakan komunikasi terstruktur
Mengurangi beban kerja
Mengganti rapat tim
Kepemimpinan dan Motivasi — Teori motivasi Maslow menekankan bahwa kebutuhan manusia bersifat …
Sama pada setiap individu
Bertingkat dan berjenjang
Tidak berubah
Hanya bersifat finansial
Kepemimpinan dan Motivasi — Pemberdayaan SDM bertujuan untuk …
Menambah beban kerja
Mengurangi tanggung jawab staf
Meningkatkan kemandirian dan kompetensi
Mengontrol perilaku staf
Pengambilan Keputusan — Model keputusan rasional menekankan pada …
Intuisi pemimpin
Pengalaman pribadi
Analisis data dan alternatif
Kecepatan keputusan
Pengambilan Keputusan — Critical thinking dalam kepemimpinan berguna untuk …
Mempercepat konflik
Menghindari analisis
Mengurangi kesalahan keputusan
Menyerahkan keputusan ke bawahan
Manajemen Konflik — Konflik yang muncul akibat perbedaan peran dan tanggung jawab disebut konflik …
Interpersonal
Struktural
Peran
Kepentingan
Manajemen Konflik — Strategi penyelesaian konflik yang paling konstruktif adalah …
Menghindar
Dominasi
Kolaborasi
Kompetisi
Kepemimpinan Etis — Integritas pemimpin ditunjukkan melalui …
Kekuasaan yang kuat
Konsistensi antara ucapan dan tindakan
Kepatuhan bawahan
Pengambilan keputusan sepihak
Kepemimpinan Etis — Prinsip good governance dalam RS mencakup …
Kerahasiaan internal
Transparansi dan akuntabilitas
Sentralisasi keputusan
Otoritas pimpinan
Kepemimpinan dalam Patient Safety — Budaya keselamatan pasien yang baik ditandai dengan …
Hukuman terhadap pelapor
Pelaporan insiden yang terbuka
Minim dokumentasi
Kepemimpinan otoriter
Kepemimpinan dalam Patient Safety — Tujuan utama pelaporan insiden keselamatan pasien adalah …
Menentukan kesalahan individu
Memberi sanksi
Pembelajaran dan perbaikan sistem
Menurunkan reputasi RS
Kepemimpinan dalam Mutu Layanan — PDSA merupakan metode untuk …
Penilaian kinerja individu
Perbaikan mutu berkelanjutan
Pengawasan staf
Audit keuangan
Indikator mutu outcome berfokus pada …
Proses kerja
Ketersediaan sarana
Hasil pelayanan pasien
Jumlah staf
Kepemimpinan Transformasional & Adaptif — Kepemimpinan adaptif diperlukan ketika RS menghadapi …
Kondisi stabil
Perubahan dan ketidakpastian
Rutinitas harian
Standar tetap
Kepemimpinan Transformasional & Adaptif — Pemimpin transformasional berperan sebagai …
Pengawas ketat
Agen perubahan
Pengambil keputusan tunggal
Pelaksana SOP
Kolaborasi dan Kerja Tim — Interprofessional Collaboration (IPC) adalah …
Pendidikan lintas profesi
Kerja sama antarprofesi dalam praktik pelayanan
Pelatihan individu
Sistem penilaian kinerja
Kolaborasi dan Kerja Tim — Manfaat utama IPC di rumah sakit adalah …
Meningkatkan hierarki
Mengurangi komunikasi
