WorksheetsPretest 2
Total questions: 45
Worksheet time: 45mins
Dalam uji Muroksid, pemanasan campuran urine dan HNO3 di atas penangas air dilakukan sampai kering. Tujuan utama tahap pemanasan ini adalah …
Menguapkan amonia bebas agar tidak mengganggu
Mengoksidasi asam urat menjadi alloxan dan alloxantin
Mengendapkan garam urat agar mudah diamati
Menetralkan pH urine sebelum diuji
Menguraikan senyawa nitrat menjadi NO2
Pada uji Weyl, warna merah muncul setelah penambahan sodium nitroprussid dan NaOH, lalu menguap setelah ditetesi asam asetat. Langkah penambahan asam asetat bertujuan untuk …
Membentuk kompleks baru dengan warna lebih kuat
Mengonfirmasi bahwa warna merah hanya muncul dalam suasana basa
Mengendapkan garam amonium nitrat
Mengoksidasi kreatinin menjadi kreatin
Menstabilkan warna agar tidak memudar
Dalam uji Jaffé, dibuat dua tabung: satu berisi urine dan satu berisi air. Tujuan pembuatan tabung kontrol berisi air adalah …
Sebagai pelarut untuk mengencerkan reagen
Sebagai pembanding warna agar hasil tidak bias
Untuk memastikan asam pikrat tetap stabil
Sebagai sumber kreatinin tambahan
Untuk mencegah reaksi oksidasi berlebih
Mengapa pada uji Benedict larutan urine yang sudah ditambah reagen Benedict harus dipanaskan selama beberapa menit?
Agar CuSO4 larut sempurna
Untuk mempercepat reaksi reduksi antara gula dan Cu2+
Untuk menguapkan glukosa berlebih
Supaya warna biru dari CuSO4 memudar
Karena reaksi hanya terjadi dalam keadaan asam
Pada uji ureum dengan tepung kedelai, langkah pertama urine ditambahkan Na2CO3 hingga berwarna pink, kemudian diasamkan dengan asam asetat hingga kuning. Tujuan dari langkah ini adalah …
Mengoksidasi ureum sebelum ditambahkan enzim
Menetralisasi urine agar enzim bekerja optimal
Mengendapkan protein yang mungkin mengganggu reaksi
Menghilangkan amonia bebas dalam urine
Menetralisasi asam askorbat agar tidak bereaksi dengan urease
Dalam uji ureum dengan tepung kedelai, warna larutan berubah dari kuning menjadi pink setelah beberapa menit. Perubahan warna ini menunjukkan bahwa …
Tepung kedelai bersifat basa sehingga menaikkan pH urine
Urease dalam tepung kedelai memecah ureum menjadi amonia yang bersifat basa
Na2CO3 bereaksi langsung dengan ureum membentuk NH3
Fenolftalein mengalami reduksi oleh ureum
Urine mengandung protein yang bereaksi dengan Na2CO3
Dalam uji Benedict, urine berubah warna dari biru menjadi oranye. Hal ini menunjukkan bahwa …
Ion Cu2+ dioksidasi menjadi Cu+ dan membentuk kompleks biru
Gula dalam urine mengalami reduksi membentuk asam glukonat, sementara Cu2+ direduksi menjadi Cu2O
Ion Cu2+ direduksi oleh asam urat membentuk CuO hitam
Glukosa terurai menjadi CO2 dan H2O akibat pemanasan
Ion Cu2+ membentuk kompleks dengan Na2CO3
Seorang pasien menunjukkan hasil uji Benedict positif kuat dan uji Rothera positif sedang. Interpretasi yang paling tepat adalah …
Pasien mengalami dehidrasi ringan
Pasien mengalami gangguan filtrasi ginjal ringan
Pasien mengalami diabetes mellitus tidak terkontrol
Pasien baru saja mengonsumsi makanan tinggi protein
Pasien mengalami gangguan hati
Dalam uji Muroksid, warna ungu hanya muncul setelah pemanasan dengan HNO3 dan terpapar uap NH3. Hal ini menunjukkan bahwa …
Amonia mengoksidasi asam urat menjadi murexid
Amonia menurunkan pH sehingga warna ungu stabil
Amonia bereaksi dengan produk oksidasi asam urat (alloxantin) membentuk kompleks berwarna ungu
HNO3 bertindak sebagai reduktor yang kuat
Warna ungu berasal dari oksidasi air oleh HNO3
Dalam uji amonia, lapisan indikator PP pada batang pengaduk berubah menjadi pink setelah pemanasan. Hal ini disebabkan oleh …
NH4+ bereaksi dengan air membentuk asam lemah
Gas NH3 yang terbentuk meningkatkan pH di sekitar indikator
Na2CO3 terurai menghasilkan CO2 yang basa
Amonia bereaksi dengan indikator membentuk kompleks berwarna
Pemanasan mengoksidasi ureum menjadi senyawa berwarna pink
Dalam uji klorida, endapan putih terbentuk setelah penambahan AgNO3 dan larut dalam NH4OH. Reaksi ini menunjukkan bahwa …
Ion fosfat bereaksi dengan Ag+
Endapan yang terbentuk adalah Ag2O
Ion klorida membentuk AgCl yang larut sebagai kompleks [Ag(NH3)2]+
AgNO3 bereaksi dengan asam asetat menghasilkan gas NO2
NH4OH bertindak sebagai oksidator kuat terhadap Cl−
Mengapa uji sulfat dilakukan setelah penambahan HCl encer?
Agar ion Cl− ikut mengendap sebagai AgCl
Untuk mengubah semua sulfat menjadi sulfit
Agar ion karbonat dan fosfat tidak ikut membentuk endapan dengan Ba2+
Karena BaSO4 hanya larut dalam suasana asam
Untuk mengurangi kelarutan BaCl2
Riboflavin (vitamin B2) menunjukkan fluoresensi kuning–hijau di bawah sinar UV karena...
Terjadi reaksi redoks membentuk kompleks logam–flavin
Gugus isoalloxazine menyerap energi UV dan memancarkan kembali cahaya tampak
Ion Fe2+ dalam larutan bereaksi dengan gugus karbonil riboflavin
Riboflavin terhidrolisis menjadi lumiflavin yang berwarna kuning
Reaksi substitusi menyebabkan transisi elektron antar orbital s–p
Seorang mahasiswa melakukan uji vitamin C pada dua sampel buah. Sampel 1 menghasilkan warna hijau keabu-abuan dengan FeSO4, sedangkan sampel 2 tidak menunjukkan perubahan. Setelah ditambahkan H2O2, sampel 2 menjadi kecoklatan. Interpretasi yang paling tepat adalah...
Sampel 2 mengandung vitamin C dalam bentuk teroksidasi (dehidroaskorbat)
H2O2 berperan sebagai pereaksi Carr–Price yang memperkuat warna
Vitamin C dalam sampel 2 terurai total oleh Fe2+
Warna coklat disebabkan oleh reaksi oksidasi Fe2+ menjadi Fe3+
Kedua sampel tidak mengandung vitamin C
Dalam percobaan pisang ambon, potongan yang direndam vitamin C tidak mengalami pencoklatan karena vitamin C...
Menghambat kerja enzim polifenol oksidase dengan denaturasi protein
Menyerap oksigen dari udara dan menghentikan reaksi enzimatik
Mereduksi kembali senyawa kinon menjadi fenol sebelum terbentuk melanin
Bereaksi dengan fenol menghasilkan kompleks tak berwarna
Mengoksidasi polifenol menjadi asam karboksilat yang stabil
Dalam uji vitamin A, prosedur meminta penambahan kloroform, asam asetat anhidrat, lalu SbCl3 padat. Urutan ini penting karena...
Kloroform bertindak sebagai oksidator untuk mengaktifkan SbCl3
Asam asetat anhidrat melindungi vitamin A dari oksidasi udara
Vitamin A harus terlebih dahulu larut dalam pelarut nonpolar sebelum direaksikan
SbCl3 hanya aktif pada suasana netral
Penambahan asam terakhir menyebabkan warna biru lebih stabil
Pada uji vitamin B1, setelah penambahan NaOH dan K3Fe(CN)6, larutan harus dikocok dengan isobutanol. Tujuan langkah ini adalah...
Menguapkan vitamin B1 agar tidak teroksidasi
Menghilangkan kelebihan basa dari larutan
Mengekstraksi senyawa thiochrome yang bersifat lebih larut dalam pelarut organik
Mencegah reaksi lanjutan yang menghasilkan warna coklat
Menstabilkan warna dengan membentuk garam butanolat
Pada uji vitamin C dengan FeSO4 dan NaOH, instruksi menyebutkan “campur dan diamkan hingga timbul warna.” Jika tabung segera diamati tanpa waktu tunggu, kemungkinan hasilnya...
Warna biru kuat muncul karena Fe2+ berlebihan
Tidak terlihat perubahan karena reaksi redoks belum sempurna
Warna coklat tua terbentuk karena oksidasi cepat
Larutan memucat karena Fe2+ tereduksi penuh
Terbentuk gas H2 yang mengganggu warna
Dalam percobaan potongan pisang ambon, instruksi menyebutkan “diamkan 30 menit”. Jika waktu perendaman terlalu singkat (misal 5 menit), hasil yang paling mungkin adalah...
Pisang tetap cerah sepenuhnya karena reaksi terlalu cepat
Pisang langsung hitam karena vitamin C terurai
Hasil tidak jelas — reaksi enzimatik belum berlangsung optimal
Vitamin C berubah menjadi dehidroaskorbat sebelum bereaksi
Pisang larut sebagian dalam larutan vitamin C
Dalam uji vitamin C–pisang, jika air rendaman pisang berubah agak kekuningan meskipun pisang tetap cerah, hal ini menunjukkan bahwa...
Vitamin C teroksidasi sebagian tetapi masih aktif sebagai reduktor
Enzim polifenol oksidase sepenuhnya terinaktivasi
Terjadi difusi fenol keluar dari jaringan pisang
Reaksi oksidasi sudah berhenti total
Larutan vitamin C berubah menjadi asam asetat
Pada pembuatan tahu, gumpalan protein terbentuk paling banyak pada pH sekitar 4,5. Fenomena ini terjadi karena pada pH tersebut...
Protein memiliki muatan negatif maksimum sehingga saling tolak-menolak
Semua gugus karboksil dan amina terionisasi sempurna
Protein tidak bermuatan netto sehingga gaya elektrostatik antar molekul menurun
Terjadi hidrolisis protein oleh asam asetat
Ion asetat membentuk kompleks dengan protein
Pada proses pembuatan tahu, saat penambahan asam asetat dilakukan pada suhu sekitar 90 °C, fungsi utama pemanasan tersebut adalah …
Menguapkan air agar protein cepat mengendap
Meningkatkan kelarutan protein dalam pelarut
Menginaktivasi enzim perusak protein dan membantu denaturasi
Menghambat ionisasi gugus asam amino
Mempercepat pembentukan garam protein-asam
Pada proses pembuatan tahu, jika asam asetat ditambahkan terlalu cepat dan diaduk kuat, hasil koagulasi biasanya tidak optimal karena …
Protein langsung menguap bersama uap air
Pengendapan terjadi tidak merata sehingga gumpalan halus tidak terbentuk sempurna
Asam asetat tidak sempat bereaksi dengan protein
Terjadi oksidasi protein oleh udara
Asam asetat mengubah warna protein menjadi gelap
Bila dalam percobaan pembuatan tahu terbentuk gumpalan terbanyak pada pH 4,0, apa yang dapat disimpulkan tentang karakteristik protein dalam susu kedelai tersebut?
Titik isoelektriknya sedikit lebih tinggi dari protein kedelai pada umumnya
Titik isoelektriknya sedikit lebih rendah dari protein kedelai pada umumnya
Protein tidak memiliki gugus bermuatan
Protein terdenaturasi sempurna sebelum proses asidifikasi
Protein kedelai bersifat basa kuat
Jika suhu pendinginan susu kedelai sebelum penambahan asam terlalu rendah (< 60 °C), hasil tahu cenderung lembek karena …
Protein belum terdenaturasi optimal
Asam asetat terdekomposisi menjadi asetaldehida
Lemak terpisah terlalu cepat
Terjadi pembentukan kompleks logam-protein
Air tidak dapat keluar dari matriks protein
Seorang mahasiswa ingin meningkatkan rendemen tahu tanpa mengubah bahan kimia penggumpal. Alternatif terbaik secara ilmiah adalah …
Menurunkan pH jauh di bawah titik isoelektrik
Menambah garam dapur untuk mempercepat koagulasi
Meningkatkan suhu pemanasan awal agar denaturasi lebih lengkap
Menggunakan kedelai dengan kadar lemak tinggi
Menambahkan enzim protease untuk membantu koagulasi
Seorang mahasiswa lupa menambahkan Na2SO4 anhidrat saat tahap destruksi dalam metode Kjeldahl. Akibat yang paling mungkin terjadi pada hasil analisis adalah …
Terbentuknya NH3 berlebih karena destruksi terlalu cepat
Proses destruksi berlangsung lebih lambat sehingga bahan organik tidak terurai sempurna
Hasil titrasi menunjukkan volume NaOH lebih kecil dari seharusnya karena HCl berlebih
Kadar protein terukur menjadi lebih tinggi karena suhu reaksi naik
Tidak ada pengaruh karena Na2SO4 hanya berfungsi sebagai indikator panas
Selama tahap distilasi, mahasiswa menambahkan NaOH–Na2S2O3 terlalu sedikit. Apa konsekuensi kimia dari kesalahan ini terhadap hasil titrasi?
NH3 tidak seluruhnya terbebas dari larutan → kadar protein terhitung lebih rendah
Larutan menjadi terlalu basa → indikator PP berubah warna terlalu cepat
NH3 terurai menjadi N2 dan H2O → kadar protein menurun drastis
HCl dalam erlenmeyer tidak bereaksi → hasil titrasi tidak berubah
Na2S2O3 berlebih akan menyebabkan hasil titrasi meningkat
Dalam perhitungan kadar protein, diperoleh data: V(blanko) = 22,40 mL dan V(sampel) = 15,60 mL, N NaOH = 0,1 N, massa sampel = 1,000 g. Hitung kadar protein (%).
2,95%
5,43%
6,80%
7,63%
8,75%
Apabila pada tahap distilasi digunakan erlenmeyer penampung tanpa HCl, tetapi hanya aquadest, maka hasil analisis nitrogen akan …
Tidak berubah karena NH3 tetap larut dalam air
Terlihat lebih tinggi karena NH3 larut sebagian
Terlihat lebih rendah karena NH3 tidak tertangkap sempurna dan hilang ke udara
Terlihat acak karena air bereaksi dengan NH3, membentuk asam lemah
Menunjukkan kadar nitrogen nol karena air bersifat netral
Sebuah kelompok melakukan destruksi terlalu lama hingga larutan berubah dari hijau menjadi coklat tua dan mengeluarkan asap pekat. Prediksi hasil analisis yang mungkin terjadi adalah …
Kadar protein terlalu rendah karena nitrogen menguap sebagai NO2
Kadar protein terlalu tinggi karena CuSO4 tereduksi
Hasil tetap benar karena destruksi lebih lama menjamin reaksi sempurna
Tidak ada nitrogen yang tersisa karena H2SO4 belum bereaksi
Larutan berubah warna hanya karena oksidasi Na2SO4
Mengapa penentuan kadar protein dengan metode Kjeldahl dianggap hanya memberikan nilai protein kasar, bukan protein murni?
Karena perhitungan dilakukan berdasarkan berat molekul protein
Karena metode ini tidak mengukur unsur C dan H dari protein
Karena semua senyawa yang mengandung N, termasuk non-protein, ikut terhitung
Karena destruksi menyebabkan semua protein terurai menjadi CO2
Karena hanya sebagian protein yang berubah menjadi amonia
Jika dalam proses titrasi indikator PP ditambahkan terlalu banyak, efek yang paling mungkin pada hasil analisis adalah …
Warna perubahan titik akhir sulit diamati sehingga kesalahan volume meningkat
Titik akhir lebih tajam karena warna menjadi lebih jelas
NaOH akan teroksidasi lebih cepat
Volume titrasi menjadi konstan meskipun sampel berbeda
Tidak berpengaruh karena PP tidak bereaksi dengan larutan
Prinsip utama metode Kjeldahl adalah pengukuran jumlah … yang terkandung dalam sampel.
Hidrogen
Oksigen
Nitrogen
Karbon
Sulfur
Pada paktikum Analisis Kadar Protein Tahu dengan Metode Kjeldahl, jika volume NaOH untuk titrasi blanko dan sampel sama, maka hasil analisis menunjukkan …
Tidak ada nitrogen dalam sampel
Kadar protein sangat tinggi
Proses destruksi gagal
Indikator PP terlalu banyak
HCl terlalu pekat
Indikator yang digunakan dalam tahap titrasi metode Kjeldahl adalah …
Metil merah
Metil oranye
Fenolftalein (PP)
Bromtimol biru
Fenasin
Pada uji kreatinin (reaksi Jaffé), warna jingga yang muncul disebabkan oleh pembentukan kompleks antara kreatinin dengan …
Asam asetat
Asam pikrat
Asam nitrat
Amonium sulfat
Na₂CO₃
Pada uji kalsium dan fosfat, setelah endapan dilarutkan dengan asam asetat 2%, bagian kedua ditambahkan beberapa tetes larutan kalium oksalat (K₂C₂O₄).
Terbentuk endapan putih halus yang menunjukkan adanya ion …
Fosfat
Klorida
Kalsium
Sulfat
Amonium
Reagen yang digunakan untuk mengidentifikasi vitamin B1 adalah...
NaOH dan FeSO₄
HCl dan SbCl₃
NaOH dan K₃Fe(CN)₆
Alkohol dan H₂O₂
HCl dan NaCl
Vitamin C (asam askorbat) dapat bereaksi dengan Fe³⁺ karena...
Bersifat oksidator kuat
Bersifat reduktor kuat
Netral terhadap Fe³⁺
Tidak larut dalam air
Bersifat asam lemah
Langkah pertama pada uji vitamin A adalah menambahkan sumber vitamin A ke dalam...
NaOH 30%
Kloroform
Etanol 80%
Isobutanol
HCl encer
Langkah penting setelah reaksi pada uji vitamin B1 adalah mengocok larutan dengan isobutanol.
Tujuannya adalah...
Menguapkan air dari larutan
Mengekstraksi senyawa fluoresen ke fase organik
Menetralisir basa
Mengendapkan vitamin B1
Membentuk warna merah
Komponen organik utama yang selalu ada dalam urine normal adalah …
Glukosa
Protein
Ureum
Aseton
Asam amino
Uji Rothera digunakan untuk mengidentifikasi senyawa …
Fosfat
Keton seperti aseton
Klorida
Kreatinin
Asam urat
Gas yang terbentuk pada uji amonia menggunakan Na₂CO₃ dan urine adalah …
CO₂
NH₃
O₂
NO₂
H₂
