wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Respiratory System Try Out

Total questions: 60

Worksheet time: 3600secs

Name
Class
Date
1.
Pernyataan yang benar tentang Tuberkulosis yaitu …
a)
Imunitas tubuh dalam melawan infeksi M. Tuberkulosis di paru diawali dengan aktivasi eosinofil
b)
penyebaran M. Tuberkulosis di dalam tubuh manusia hanya melalui jalur hematogen
c)
Reaksi imunitas non spesifik sangat berperan dalam melawan infeksi M. Tuberkulosis pertama kali
d)
Limfadenitis TB adalah peradangan saluran limfe akibat infeksi M. Tuberkulosis
e)
Penyebaran M. Tuberkulosis di dalam tubuh manusia hanya melalui jalur limfogen
2.
Sel yang berperan dalam infeksi pertama M. Tuberkulosis adalah :
a)
Eosinofil
b)
Limfosit B
c)
Makrofag
d)
Basofil
e)
Netrofil
3.
Seorang perempuan 30 tahun, dengan TB paru dan mendapat terapi OAT setelah dilakukan uji resistensi obat diketahui mengalami resistensi ganda terhadap OAT. Resistensi ganda OAT yang dimaksud adalah jenis obat :
a)
Rifampisin dan ethambutol
b)
Isoniazid dan rifampisin
c)
Pirazinamid dan isoniazid
d)
Streptomycin dan isoniazid
e)
Ethambutol dan pirazinamid
4.
Seorang perempuan 45 tahun mengalami batuk sehak 2 tahun lalu dan setelah dillakukan beberapa tahap pemeriksaan lalu diberikan terapi farmakologi selama 6 bulan pengobatan. Pada 2 bulan pertama diberikan beberapa jenis obat yang diampingin oleh petugas pendamping minum obat (PMO). Secara umum jenis obat yang diberikan pada fase ini meliputi..
a)
Isoniazid, Griseofulvin, Ethambutol, Tiramycin
b)
Isoniazid, Rifampisi, Pirazinamid, Ethambutol
c)
Isoniazid, Pirazinamid, Rifamycin, Ethambutol
d)
Isoniazid, Ethambutol, Rfampisin, Pioglytason
e)
Isoniazid, Griseogluvin, Rifamycin, Ethambutol
5.
Seorang laki-laki 45 tahun oleh petugas pemegang program TB didiagnosis dengan TB paru (kasus baru dengan hasil pemeriksaan TB paru BTA (-), dengan gambaran radiologik lesi luas. Panduan OAT yang diberikan adalah ?
a)
3RHZE / 7R3H3
b)
2RHZE/ 4RH
c)
2RHZE / 5RH
d)
2RHZE / 5R2H2
e)
3RHZE / 4R2H2
6.
Seorang laki-laki berusia 24 tahun, penyandang TBC selama 3 bulan, datang ke puskesmas untuk menerima pengobatan TBC. Pasien mengeluh adanya perubahan warna kemerahan pada air seni, keringat dan air mata. Obat apakah yang paling tepat menjadi penyebab perubahan cairan tubuh pada pasien di atas?
a)
Isoniazid
b)
Streptomycin
c)
Rifampisin
d)
Pyrazinamide
e)
Etambutol
7.
Seorang laki-laki 40 tahun dengan keluhan batuk disertai darah sejak 2 minggu dan setelah dilakukan beberapa tahap pemeriksaan diputuskan akan diberikan OAT. Adapun besaran dosis yang diperkenankan untuk pemberian OAT antara lain :
a)
Rifampisin 25 mg/KgBB, Isoniazid 25 mg/KgBB, Pirazinamid 15 mg/KgBB, Ethambutol 20 mg/KgBB
b)
Rifampisin 10 mg/KgBB, Isoniazid 5 mg/KgBB, Pirazinamid 25 mg/KgBB, Ethambutol 20 mg/KgBB
c)
Rifampisin 20 mg/KgBB, Isoniazid 10 mg/KgBB, Pirazinamid 20 mg/KgBB, Ethambutol 25 mg/KgBB
d)
Rifampisin 15 mg/KgBB, Isoniazid 15 mg/KgBB, Pirazinamid 10 mg/KgBB, Ethambutol 30 mg/KgBB
e)
Rifampisin 15 mg/KgBB, Isoniazid 10 mg/KgBB, Pirazinamid 20 mg/KgBB, Ethambutol 10 mg/KgBB
8.
Pernyataan yang memenuhi kotak no 3 adalah ...
a)
Penambahan metilen biru (R3) ke permukaan slide
b)
Tempatkan slide pada pengering dengan permukaan yang dioleskan mengarah ke atas selama 30 menit
c)
Pengeringan slide dengan pemanas dengan permukaan menghadap atas
d)
Penambahan alkohol ke permukaan slide untuk menghilangkan pewarnaan
e)
Keringkan slide dengan udara
9.
Seorang pasien yang pernah mengalami kondisi TB dan mendapatkan pengobatan TB. Kemudian dinyatakan sembuh/pengobatan lengkap, namun terdiagnosa kembali sebagai penderita TB BTA positif adalah pasien TB kategori ...
a)
Relapse
b)
Kasus baru
c)
Pengobatan setelah gagal
d)
Lain-lain
e)
Pengobatan setelah putus
10.
Pengobatan yang diberikan kepada penderita TB Paru gagal pengobatan adalah ...
a)
2RHZES/1RHZE/5RHE
b)
2RHZE/4RH
c)
2RHZE/4R3H3
d)
2RHZES/1RHZE/5H3R3E3
e)
2RHZE/4RH
11.
Pasien laki-laki usia 22 tahun, datang ke RD dengan keluhan penurunan fungsi peciuman, pendengaran dan riwayat epistaksis. Pada pemeriksaan oleh dokter didapatkan nodul dengan batas tidak tegas berwarna kemerahan, mudah berdarah pada fossa rosenmuller. Pada pemeriksaan biopsy PA didapatkan gambaran sel-sel epithelial atipik yang infiltrate ke stroma dan tampak bentukan Mutiara keratin. Yang paling sesuai dengan kasus tersebut diatas adalah..
a)
Penyebab utamanya adalah paparan asbestos
b)
Berkaitan dengan infeksi HPV
c)
Jenis tumornya adalah keratinizing squamous cell carcinoma (ca nasofaring)
d)
Organ yang terkena adalah laring
e)
Keganasan paling sering adalah basaloid squamous cell carcinoma
12.
Pasien perempuan usia 56 tahun mengeluh sesak yang makin lama makin memberat. Pada pemeriksaan radiologi didapatkan penebalan saluran nafas yang kecil yang membentuk nodul berukuran 1cm. tidak tampak adanya lesi satelit maupun coin lession serta tidak didapatkan adanya pembesaran kelenjar getah bening. Dengan bantuan alat endoskopi, serat optic dilakukan biopsi. Dari hasil PA didapatkan sel-sel ganas yang ada pada permukaan saluran nafas yang tidak melewati membran basal. Diagnosa yang paling sesuai adalah ..
a)
Squamous cell carcinoma
b)
Adenocarcinoma insitu
c)
Adenoswuamous cell carcinoma
d)
Adenocarcinoma
e)
Small cell carcinoma
13.
Pernyataan berikut ini berkaitan dengan mediastinum dan tumor-tumor di mediastinum
a)
Thymoma adalah salah satu tumor yang dapat ditemukan pada mediastinum
b)
Seluruh tumor di mediastinum adalah maligna/ganas
c)
Limfoma maligna hanya ditemukan pada mediastinum anterior
d)
Dibagi menjadi 5 area : superior, anterior, medial, inferior dan posterior
e)
Lokasi tumor tidak dapat membantu mengarahkan diagnosa
14.
Bayi laki-laki usia 4 bulan dibawa ke IGD dengan keluhan sesak napas sejak 2 hari, disertai batuk pilek dan demam ringan. Bayi tampak rewel, napas cuping hidung, retraksi dinding dada, dan wheezing bilateral. RR 58x/menit, SpO₂ 89% tanpa O₂. Foto toraks menunjukkan hiperlusensi difus. Diagnosis paling mungkin adalah…
a)
Pneumonia bakterial
b)
Asma bronkial
c)
Bronkiolitis akut
d)
Croup
e)
Trakeitis bakterial
15.
Seorang Laki-laki 50 tahun mengeluhkan batuk, sesak, demam sejak 3 hari yang lalu. Pasien ini merupakan pasien chronic kidney disease yang rutin hemodialisa 2 kali seminggu sejak 3 tahun lalu. TTV: Suhu 38.5 C, N 135 x/menit, TD 160/90 mmHg, RR 26 x/menit, SpO2 93%. Pemeriksaan fisik didapatkan paru bronkovesicular +/+, rhonki +/+, wheezing -/-. Kemungkinan diagnosisnya adalah..
a)
CAP
b)
HAP
c)
HCAP
d)
VAP
e)
Pneumonia Atipikal
16.
Bayi laki-laki usia 6 bulan dibawa ke IGD oleh ibunya dengan keluhan sesak napas sejak 2 hari, disertai batuk pilek dan demam ringan. Ibu pasien mengatakan di rumah bayi sering terpapar asap rokok ayahnya. Sebelumnya bayi tidak mau makan ataupun minum, belum BAK sejak 10 jam yang lalu, air mata tangis (-). Bayi tampak sianosis, napas cuping hidung, retraksi berat dinding dada, dan wheezing inspirasi dan ekspirasi bilateral. RR 60x/menit, SpO₂ 85% tanpa O₂. Tatalaksana yang tepat adalah
a)
Rawat Jalan, suportif, jaga hidrasi dan nutrisi
b)
Rawat inap ruang biasa, oksigenasi dengan nasal kanul, nebulisasi salbutamol, antibiotik
c)
Rawat inap ICU, oksigenasi dengan nasal kanul, nebulisasi salbutamol, antibiotik
d)
Rawat Inap ICU, cek xray, AGD, Elektrolit, Intubasi + ventilasi mekanik, nebulisasi albuterol, injeksi steroid, antibiotika
e)
Rawat inap ruang biasa, cek xray, AGD, Elektrolit, Intubasi + ventilasi mekanik, nebulisasi albuterol, injeksi steroid, antibiotika
17.
Anak 4 tahun datang dengan demam tinggi, napas cepat, suara serak, dan batuk purulen. TTV: Suhu 39.5 C, N 145 x/menit, TD 100/70 mmHg, RR 26 x/menit, SpO2 93%. Pemeriksaan fisik didapatkan paru vesicular +/+, rhonki -/-, wheezing -/-. Pemeriksaan penunjang menunjukkan gambaran candle dripping sign. Pasien tidak membaik dengan nebul adrenalin. Diagnosis paling mungkin adalah…
a)
Croup
b)
Trakeitis bakterial
c)
Epiglotitis
d)
Laringitis viral
e)
Pneumonia
18.
Seorang perempuan usia 40 tahun datang dengan keluhan batuk berdahak, sesak napas, demam sejak 3 hari lalu. Pada pemeriksaan, GCS 15, tanda vital TD 120/70 mmHg, Nadi 130 kali/menit, RR 28 kali/menit suhu 39°C. Ditemukan rhonki di kedua lapang paru. Didapatkan infiltrat bilateral pada foto thoraks. Pasien memiliki riwayat penyakit diabetes melitus. Terapi yang tepat untuk pasien tersebut adalah ?
a)
Azitromisin PO
b)
Azitromisin IV
c)
Cefotaxime IV
d)
Moxifloxacin PO
e)
Cefixime PO
19.
Hasil kultur darah pasien pneumonia menunjukkan diplokokus gram positif berbentuk lancet dengan hemolisis α di blood agar. Bakteri tersangka paling mungkin adalah…
a)
Streptococcus pneumoniae
b)
Staphylococcus aureus
c)
Moraxella catarrhalis
d)
Klebsiella pneumoniae
e)
Haemophilus influenzae
20.
Seorang bayi 2 tahun dengan demam tinggi dan drooling berat. Swab epiglotis menunjukkan basil gram negatif kecil membutuhkan faktor X dan V.. Etiologi paling mungkin adalah…
a)
H. influenzae
b)
M. catarrhalis
c)
Corynebacterium diphtheriae
d)
Mycoplasma pneumoniae
e)
Streptococcus pyogenes
21.
Pemeriksaan mikroskopik sputum menunjukkan batang merah setelah pewarnaan Ziehl-Neelsen. Interpretasi yang tepat adalah…
a)
Gram negatif
b)
Gram positif
c)
Bakteri tahan asam
d)
Spora bakteri
e)
Basil anaerob
22.
Seorang pasien dengan demam tinggi, nyeri otot, dan batuk kering. Pemeriksaan RT-PCR positif influenza A. Struktur virus yang ditargetkan pada terapi amantadine adalah…
a)
Neuraminidase
b)
Hemagglutinin
c)
Protein M1
d)
Ion channel M2
e)
PB2 polimerase
23.
Pasien laki-laki 40 tahun mengalami batuk produktif. Pewarnaan Gram menunjukkan kokus gram positif berantai. Organisme yang paling mungkin adalah…
a)
Staphylococcus aureus
b)
Streptococcus pyogenes
c)
Neisseria meningitidis
d)
Corynebacterium diphtheriae
e)
H. influenzae
24.
Pria 24 tahun datang ke IGD setelah tertusuk paku di dada kiri. Terdapat luka keluar masuk disaat pasien bernapas. TD 110/70 mmHg, RR 30x/menit, SpO₂ 89%. Langkah awal paling tepat adalah…
a)
Tutup luka tiga sisi
b)
Pemasangan WSD
c)
Needle thoracocentesis
d)
Thoracotomy eksplorasi
e)
Ventilasi mekanik
25.
Pasien laki-laki 42 tahun datang dengan sesak berat, TD 80/50 mmHg, JVP meningkat, trakea deviasi ke kiri, hipersonor kanan. Tindakan emergensi awal paling tepat adalah…
a)
Insersi chest tube ICS 5
b)
Needle decompression ICS 5 midklavikula
c)
Ventilasi mekanik
d)
Oksigen nasal
e)
CT thoraks
26.
Pria 35 tahun jatuh dari motor dengan dada membentur stang motor. Keluhan saat ini sesak napas dan nyeri dada kanan. Inspeksi tampak jejas di dada kanan, Perkusi kanan redup, suara napas menurun di sisi kanan. X-ray menunjukkan meniskus sign dextra. Pasien telah dipasang chest tube dan WSD, didapatkan volums 2000cc. Tindakan berikutnya yang dilakukan?
a)
Needle thoracocentesis
b)
Intubasi
c)
Oksigen 10 L/menit
d)
Thoracotom Cito
e)
Observasi perdarahan
27.
Bayi perempuan usia 8 bulan tiba di IGD dalam keadaan tidak sadar setelah tersedak potongan roti. Tidak tampak gerakan dada, tidak ada suara napas, nadi karotis tidak teraba. Tindakan pertama yang harus dilakukan adalah…
a)
Pemeriksaan mulut dengan finger sweep
b)
5 kali back blow diikuti 5 kali chest thrust
c)
Mulai RJP dengan kompresi dada
d)
Ventilasi mulut ke mulut
e)
Intubasi endotrakeal
28.
Pria 80 tahun dengan riwayat imobilisasi lama karena fraktur femur tertutup datang dengan sesak mendadak, nyeri dada pleuritik, dan hemoptisis ringan. RR 34x/menit, SpO₂ 88%. Xray menunjukkan gambaran humpton hump dan EKG menunjukkan gambaran S1Q3T3. Diagnosis paling mungkin adalah…
a)
Infark paru
b)
Pneumothorax
c)
Emboli paru
d)
Efusi pleura
e)
Pneumonia
29.
Seorang wanita menderita asma yang sering kambuh setiap hari dan mengalami serangan asma yang mengganggu aktivitas dan tidur. Dokter mengatakan wanita ini butuh bronkodilator tiap hari. Dari kasus tersebut dapat diketahui bahwa wanita tersebut menderita
a)
intermitten
b)
peristen ringan
c)
persisten sedang
d)
persisten berat
e)
asma eksaserbasi
30.
Jenis obat asma yang dapat diberikan secara rutin setiap hari, dapet mengurangi inflamasi, mengontrol gejala dan mengurangi eksaserbasi serta penurunan faal paru adalah
a)
controller
b)
reliever
c)
add on therapy
d)
SABA
e)
SAMA
31.
Pasien laki-laki berusia 67 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak napas yang memberat sehak 3 hari yang lalu. Sesak napas disertai dengan batuk berdahak. Pasien pada saat muda bekerja sebagai karyawan pabrik yang sering terpapar asap industry dan pasien merokok sejak 30 tahun yang lalu. Pada pemeriksaan fisik thoraks ditemukan barrresl chest, sela iga melebar serta wheezing pada kedua lapang paru. Pasien kemudian diberikan obat inhalasi dan membaik. Setelah kondisi stabil pasien dilakukan pemeriksaan spirometeri. Pasien didiagnosa sebagai PPOK apabila hasil spirometry.. 
a)
FEV1/FVC <= 50 %
b)
FEV1/FVC > 50 %
c)
FEV1/FVC < 50 %
d)
FEV1/FVC > 70 %
e)
FEV1/FVC < 70%
32.
Seorang perempuan usia 20 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan sesak nafas. Sesak sudah diderita sejak 5 tahun yang lalu, sesak timbul bila sedang flu dan terkena asap rokok serta udara dingin. Pada pemeriksaan pasien hanya bisa mengucapkan kata demi kata, posisi sedikit membungkuk, frekuensi nafas 32x/menit denyut nadi 120x/menit, pada auskultasi terdengar mengi pada saat ekspirasi, pemeriksaan APE (Arus puncak ekspirasi) 58% nilai prediksi. Apakah terapi yang tepat untuk pasien di atas?
a)
Inhalasi agonis beta-2 kerja singkat dan Ach
b)
Injeksi MgSO4
c)
Injeksi adrenalin subkutan
d)
Injeksi kostikosteroid dan Ach
e)
Injeksi agonis beta-2 kerja lambat dan Ach
33.
Fenotip asma yang paling mudah dikenali, terjadi pada masa kanak2, berhubungan dengan riwayat alergi pada keluarga atau di masa lampau (eksim, rinitis alergi, alergi makanan/minuman). Berespon baik dengan pemberian ICS. Fenotip asma tersebut adalah
a)
asma alergi
b)
asma non alergi
c)
asma dewasa
d)
asma dengan obstruksi saluran napas
e)
asma dengan obesitas
34.
Laki-laki umur 67 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan sesak sejak 6 bulan yang lalu, sesak semakin memberat, riwayat merokok sejak lama, tidak ada riwayat alergi, dari pemeriksaan X-ray thorax ditemukan diafragma mendatar, jantung memanjang dan berbentuk tubular. Diagnosis pasien tersebut adalah .. 
a)
asma attack
b)
emfisema
c)
efusi pleura
d)
abses paru
e)
TB paru
35.
Pasien laki-laki umur 55 tahun datang ke klinik dengan keluhan batuk kurang lebih sudah 4 bulan, pasien mengeluh sesak dan pasien memiliji riwayat merokok sudah 20 tahu. Dari pemeriksaan rontgen par tidak ditemukan gambaran kanker paru. Hanya ditemukan gambaran corakan bronkovaskuler meningkat. Kemungkinan diagnosis pasien diatas adalah… 
a)
emfisema
b)
TB paru
c)
Bronkitis kronis
d)
pneumonia
e)
asma
36.
Pada kasus bronchitis, terdapat beberapa klasifikasi eksaserbasi akut, yaitu eksaserbasi tipe 1, tipe 2, dan tipe 3. Eksaserbasi tipe 2 atau eksaserbasi sedang terjadi ketika pasien memiliki 2 dari 3 gejala yang dimiliki pada eksaserbasi tipe 1. Gejala-gejala yang dimaksud adalah…
a)
peningkatan sesak, demam, peningkatan mengi
b)
peningkatan sesak, peningkatan volume sputum, dan purulensi sputum
c)
peningkatan volume sputum, purulensi sputum, peningkatan batuk
d)
peningkatan batuk, demam, peningkatan mengi
e)
demam, peningkatan sesak, peningkatan batuk
37.
Perempuan berusia 58 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak napas yang memberat. Pasien juga mengeluhkan batuk dengan dahak sejak 3 bulan. Pada pemeriksaan ditemukan nadi 110x/menit, RR 30x/menit, suhu 37,5 derajat celcius, dan SpO2 93%. Pada pemeriksaan auskultasi thorax ditemukan rhonki pad basal paru disertai wheezing. Pada pemeriksaan thorax ditemukan gambaran sebagai berikut : 
a)
tumor mediastinum
b)
COPD
c)
ateletaksis
d)
bronkiektasis
e)
hyalin membrane disease
38.

Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik paru dengan keluhan batuk sejak 2 bulan yang disertai dengan keluhan sesak nafas. Sesak napas membuat aktivitas pasien sedikit terganggu, pasien merupakan perokok aktif selama kurang lebih 35 tahun. pasien pernah rawat inap 1 kali. Pada pemeriksaan fisik thorax ditemukan seperi pada gambar. Pasien dilakukan pemeriksaan spirometry (hasil FEV1 35% dari nilai prediksi) dan diberkan kuisioner CAT (hasil CAT>10) Penilaian PPOK kombinasi pada pasien ini adalah… 

a)
GOLD 2 grup B
b)
GOLD 2 grup E
c)
GOLD 1 grup B
d)
GOLD 1 grup E
e)
GOLD 3 grup E
39.
Seorang pria 60 tahun perokok berat datang dengan sesak kronis, batuk produktif, dan barrel chest. Apakah diagnosis yang paling tepat?
a)
Asma bronkial
b)
PPOK
c)
Emboli paru
d)
Bronkiektasis
e)
Fibrosis paru
40.
Pasien PPOK dengan eksaserbasi akut diberikan terapi oksigen. Target PaO2 yang direkomendasikan dalam pedoman GOLD adalah:
a)
90–100 mmHg
b)
80–85 mmHg
c)
60–65 mmHg
d)
40–50 mmHg
e)
70–75 mmHg
41.
Seorang wanita 35 tahun mengeluh serangan sesak mendadak setelah terpapar debu rumah. Wheezing hilang, saturasi 88%, dan pasien tampak lemas. Kondisi ini menunjukkan:
a)
Asma ringan
b)
Serangan asma sedang
c)
Status asmatikus
d)
PPOK ringan
e)
Bronkiolitis
42.
Pasien dengan asma persisten berat yang sudah menggunakan ICS dosis tinggi dan LABA tetapi belum terkontrol, terapi tambahan yang disarankan adalah:
a)
Antihistamin oral
b)
Leukotriene modifiers
c)
Antibiotik makrolida
d)
Teofilin lepas lambat
e)
Antikoagulan
43.
Emboli paru paling sering berasal dari:
a)
Trombus sistem vena dalam ekstremitas bawah
b)
Infeksi bakteri paru
c)
Gagal jantung kanan
d)
Pneumonia aspirasi
e)
Asma tidak terkontrol
44.
Pemeriksaan paling sensitif untuk mendeteksi emboli paru adalah:
a)
Rontgen toraks
b)
CT angiografi paru
c)
EKG
d)
Echocardiografi
e)
D-dimer
45.
Pasien dengan trauma dada hebat menunjukkan sisi hemitoraks kanan hipersonor dengan deviasi trakea ke kiri. Tindakan awal?
a)
Pemberian oksigen
b)
Antibiotik IV
c)
Needle decompression ICS II MAL kanan
d)
CT scan toraks
e)
Intubasi tanpa oksigen
46.
Efusi pleura dikategorikan sebagai eksudat jika:
a)
Rasio protein pleura/serum < 0,5
b)
Rasio LDH pleura/serum < 0,6
c)
LDH pleura > ⅔ batas atas LDH serum
d)
Cairan jernih tanpa sel
e)
Glukosa cairan pleura tinggi
47.
Seorang pasien dengan efusi pleura masif menunjukkan deviasi trakea menjauhi lesi dan suara napas menurun. Apa diagnosisnya?
a)
Pneumothorax
b)
Efusi pleura
c)
Hemothorax
d)
ARDS
e)
Pneumomediastinum
48.
Pasien kehilangan kesadaran lalu aspirasi isi lambung. Satu jam kemudian muncul distress pernapasan akut. Kondisi ini disebut:
a)
Pneumonia lobar
b)
Aspirasi pneumonia
c)
Chemical pneumonitis
d)
Tuberkulosis milier
e)
Bronkiolitis viral
49.
Agen tersering penyebab chemical pneumonitis adalah:
a)
Virus influenza
b)
Asam lambung
c)
Bakteri anaerob
d)
Aspirin
e)
Silika
50.
Pasien asma dengan wheezing yang hilang dan penurunan kesadaran menandakan:
a)
Perbaikan klinis
b)
Aliran udara membaik
c)
Obstruksi berat (silent chest)
d)
Bronkospasme ringan
e)
Hipokapnia ringan
51.
COVID-19 dapat menyebabkan ARDS melalui fase:
a)
Fase hiperkoagulasi
b)
Fase hiperinfeksi sitokin
c)
Fase paru dengan infiltrat difus
d)
Fase awal gastrointestinal
e)
Fase pencernaan
52.
Obat antivirus oral pertama yang digunakan untuk COVID-19 ringan hingga sedang dengan risiko tinggi adalah:
a)
Remdesivir
b)
Favipiravir
c)
Nirmatrelvir/ritonavir
d)
Lopinavir
e)
Dexametason
53.
Obat nirmatrelvir bekerja dengan cara menghambat:
a)
RNA polymerase
b)
Enzim protease virus
c)
Replikasi DNA
d)
Translasi mRNA
e)
Ikatan ACE2
54.
Vaksin COVID-19 booster menurut WHO direkomendasikan untuk ulang dosis setiap:
a)
1–3 bulan
b)
6–12 bulan
c)
18 bulan
d)
Setiap 2 tahun
e)
Tidak perlu lagi
55.
MERS-CoV ditularkan terutama oleh:
a)
Burung liar
b)
Unta dromedari
c)
Babi domestik
d)
Kelelawar buah
e)
Tikus penular
56.
SARS-CoV-1 pertama kali menyebabkan wabah tahun:
a)
1997
b)
2001
c)
2003
d)
2005
e)
2009
57.
Pasien COVID-19 kritis disarankan target SpO2 sekitar:
a)
1
b)
98–99%
c)
0.94
d)
80–85%
e)
0.7
58.
Ventilasi mekanik pada pasien ARDS harus menggunakan strategi:
a)
High tidal volume
b)
Lung protective ventilation
c)
PEEP minimal
d)
Hyperventilation aktif
e)
Permissive hyperoxia
59.
Seorang pria 58 tahun dengan riwayat PPOK datang dengan sesak berat, napas cepat, saturasi O₂ 84%, dan penggunaan otot bantu napas. Pada pemeriksaan gas darah: pH 7,28, PaCO₂ 75 mmHg, PaO₂ 60 mmHg, HCO₃⁻ 30 mmol/L. Pasien diberikan oksigen 10 L/menit melalui non-rebreathing mask, tetapi dalam 10 menit saturasinya turun menjadi 78% dan pasien menjadi mengantuk. Pertanyaan: Apa penyebab paling tepat dari penurunan kesadaran pasien dan langkah selanjutnya?
a)
Retensi CO₂ akibat pemberian O₂ berlebih → turunkan aliran O₂
b)
Alkalosis respiratorik → lanjutkan O₂ tinggi
c)
Perburukan hipoksia jaringan → intubasi segera
d)
Efek toksik O₂ → hentikan pemberian oksigen total
e)
Asidosis metabolik berat → beri sodium bikarbonat
60.
Seorang wanita 40 tahun dirawat di ICU dengan diagnosis ARDS akibat COVID-19. Setelah 48 jam ventilasi mekanik dengan PEEP 10 cmH₂O dan FiO₂ 0,8, gas darah menunjukkan PaO₂/FiO₂ = 90. Radiografi menunjukkan opasitas difus bilateral. Tim mempertimbangkan strategi ventilasi lanjutan. Pertanyaan: Apa langkah selanjutnya yang paling tepat untuk meningkatkan oksigenasi pasien tanpa memperburuk cedera paru?
a)
Tingkatkan tidal volume menjadi 10 mL/kg
b)
Tingkatkan FiO₂ menjadi 1,0 selama 24 jam
c)
Terapkan posisi proning selama ≥16 jam/hari
d)
Naikkan PEEP hingga 20 cmH₂O tanpa batas waktu
e)
Berikan cairan isotonic bolus 2 liter untuk meningkatkan perfusi