NEW
Font size
WorksheetsSERVICE BERKALA 1
Total questions: 25
Worksheet time: 25mins
1. Seorang teknisi Toyota yang baru saja menyelesaikan perbaikan mesin yang rumit menerima work order baru. Ia kemudian mulai bekerja tanpa memeriksa kembali kelengkapan part yang diperlukan sesuai repair order karena merasa perbaikan sebelumnya sangat menguras waktu. Prinsip Teknisi Profesional Toyota manakah yang paling berisiko dilanggar oleh tindakan teknisi tersebut?
Prinsip 6: Pekerjaan yang cepat dan bisa diandalkan, karena kualitas pekerjaan akan menurun.
Prinsip 8: Selesai sesuai waktu yang dijanjikan, karena pekerjaan dapat tertunda.
Prinsip 5: Perencanaan dan persiapan, karena tidak memeriksa ketersediaan part sebelum memulai.
Prinsip 1: Penampilan Profesional, karena fokusnya terpecah.
2. Pada Prinsip Penanganan Kendaraan secara Hati-hati, teknisi diwajibkan untuk menggunakan penutup pada beberapa bagian interior dan eksterior kendaraan. Berdasarkan prosedur standar, manakah urutan pemasangan alat perlindungan yang paling logis dan efisien sebelum memulai pemeriksaan interior di Posisi Lift 1?
Penutup fender, Penutup depan, Penutup tempat duduk, Alas kaki, dan Penutup roda kemudi.
Penutup roda kemudi, Penutup depan, Penutup tempat duduk, Alas kaki, dan Penutup fender.
Alas kaki, Penutup tempat duduk, Penutup roda kemudi, Penutup fender, dan Penutup depan.
Penutup tempat duduk, Penutup fender, Alas kaki, Penutup roda kemudi, dan Penutup depan.
3. Seorang teknisi menemukan bahwa ia harus berulang kali mencari kunci momen tertentu yang tersimpan tidak teratur di rak peralatannya. Hal ini menyebabkan penundaan 5-10 menit di setiap penggunaan. Jika masalah ini terus terjadi, manakah konsekuensi negatif jangka panjang yang paling signifikan terhadap Prinsip Teknisi Profesional Toyota?
Peningkatan risiko pekerjaan ulangan, melanggar Prinsip 7 (Pemeriksaan hasil pekerjaan).
Menimbulkan 'Muri' (ketidaklayakan) karena teknisi bekerja dalam posisi yang tidak nyaman di rak peralatan.
Penciptaan 'Muda' (kesia-siaan) dalam bentuk pergerakan mencari alat yang tidak perlu, melanggar Prinsip 6 (Cepat dan Diandalkan).
Pelanggaran Prinsip 1 (Penampilan Profesional) karena seragam bisa kotor saat mencari alat.
4. Pada prosedur perawatan berkala, tindakan menguras oli mesin dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan bagian bawah kendaraan di Posisi Lift 3. Manakah dari tujuan efisiensi pengoperasian berikut yang secara spesifik ingin dicapai melalui pengelompokan tugas ini?
Menghilangkan 'Muri' (ketidaklayakan) posisi kerja teknisi.
Mengurangi 'Mura' (ketidakmerataan) beban kerja teknisi.
Menghilangkan 'Waktu Idle' dengan memanfaatkan waktu tunggu pengurasan oli
Mengurangi jumlah pergerakan pengangkatan car lift.
5. Teknisi B telah selesai memeriksa kendaraan pelanggan di Posisi Lift 4 (dipertengahan), terutama untuk memeriksa roda-roda dan rem-rem. Berdasarkan alur kerja yang efisien, tindakan berikutnya harus dilakukan pada Posisi Lift 5 (diangkat rendah). Manakah item pemeriksaan/tindakan yang paling penting dilakukan di Posisi Lift 5, dan apa alasan pemilihan posisi rendah tersebut?
Menguras fluida rem dari silinder master rem, karena Posisi Lift 5 yang rendah memberikan akses ergonomis ke ruang mesin untuk tindakan ini.
Mengganti saringan oli mesin, karena posisi ini ideal untuk menjangkau bagian bawah mesin.
Memeriksa kebocoran oli dan fluida, karena ini adalah pengecekan akhir pada area bawah kendaraan.
Memeriksa ball joint suspensi, karena rem baru saja diperiksa di Lift 4.
6. Teknisi C telah mengganti sebuah part kritis di kendaraan pelanggan. Berdasarkan Prinsip Teknisi Profesional Toyota, ia harus menyimpan part lama tersebut. Manakah skenario berikut yang menunjukkan pemanfaatan Prinsip 9 (Menyimpan parts lama) dengan cara yang paling efektif untuk mendukung profesionalisme dan pelayanan pelanggan?
Teknisi C menggunakan part lama sebagai alat bantu untuk pelatihan teknisi junior di lain waktu.
Teknisi C melampirkan part lama pada work order untuk memastikan akurasi inventaris suku cadang bengkel
Teknisi C mencatat nomor seri part lama pada repair order sebelum membuangnya untuk menghindari kesalahan di masa depan.
Teknisi C menaruh part lama di tempat yang aman dan membawanya saat menjelaskan kerusakan dan penggantian kepada pelanggan atau Service Advisor.
7. Efisiensi pengoperasian dalam perawatan berkala berupaya menghilangkan 'muri', 'muda', dan 'mura'. Ketika seorang teknisi harus berulang kali mengayunkan lengan ke atas secara berlebihan untuk mencapai sebuah komponen saat di bawah kendaraan, pemborosan manakah yang paling dominan terjadi, dan apa langkah yang tepat untuk mengatasinya?
'Mura' (ketidakmerataan); Solusinya adalah dengan membuat standar waktu yang ketat untuk pekerjaan tersebut.
'Waktu Idle'; Solusinya adalah dengan mengelompokkan tugas tersebut dengan tugas memanaskan mesin.
'Muda' (kesia-siaan); Solusinya adalah dengan memastikan peralatan sudah disiapkan di dekat kendaraan.
'Muri' (ketidaklayakan); Solusinya adalah 'Meningkatkan posisi kerja' atau 'Mengurangi jumlah pergerakan pengangkatan' untuk mencapai ketinggian yang ergonomis.
8. Mengapa tindakan 'Pemeriksaan hasil pekerjaan setelah selesai' (Prinsip 7) dianggap sebagai langkah HOTS (analisis/evaluasi) yang jauh lebih penting daripada hanya sekadar mengikuti daftar periksa pekerjaan (Prinsip 6)?
Karena Prinsip 7 dilakukan di Posisi Lift 8, yang merupakan posisi paling tinggi dan paling krusial dalam seluruh alur kerja.
Karena Prinsip 7 hanya dapat dilakukan oleh teknisi dengan sertifikasi tertinggi, berbeda dengan Prinsip 6 yang merupakan pekerjaan dasar
Karena Prinsip 7 secara langsung mendukung Prinsip 10 (Tindak Lanjut) dengan menghasilkan laporan yang lebih rinci untuk pelanggan.
Karena Prinsip 7 melibatkan evaluasi fungsional menyeluruh yang bersifat kualitatif untuk mencegah comeback dan memastikan keandalan, melampaui verifikasi kuantitatif sederhana.
Jika seorang teknisi di Posisi Lift 1 (lift tetap tidak terangkat) menemukan bahwa level fluida power steering berada di bawah batas minimum yang diizinkan untuk pemeriksaan awal. Manakah alasan paling akurat (berdasarkan dokumen) mengapa ia harus mencatat dan segera melapor kepada Service Advisor (SA) mengenai potensi pekerjaan tambahan?
Karena penemuan ini melanggar Prinsip 2 (Penanganan Kendaraan secara hati-hati) yang harus dihindari oleh teknisi.
Karena pemeriksaan fluida power steering harus dilakukan di Posisi Lift 7, bukan di Lift 1.
Karena ini adalah bagian dari Prinsip 8 (Selesai sesuai waktu yang dijanjikan) yang memerlukan persetujuan SA untuk perubahan jadwal.
Karena Prinsip 5 (Perencanaan dan persiapan) secara eksplisit mengamanatkan pelaporan pekerjaan tambahan untuk memastikan persetujuan dan ketersediaan part.
10. Posisi Lift 9 (lift tetap tidak terangkat) didefinisikan untuk membersihkan berbagai macam area kendaraan dan melakukan tugas-tugas perawatan lainnya (carcare). Manakah dari Prinsip Teknisi Profesional Toyota yang paling didukung oleh pelaksanaan tugas-tugas di Posisi Lift 9?
Prinsip 2 (Penanganan Kendaraan secara hati-hati), karena tugas carcare menunjukkan kepedulian teknisi terhadap properti pelanggan.
Prinsip 7 (Pemeriksaan hasil pekerjaan setelah selesai), karena pembersihan adalah bagian dari re-check akhir.
Prinsip 1 (Penampilan Profesional), karena hasil akhir kendaraan yang bersih meningkatkan citra teknisi.
Prinsip 3 (Kerapian, kebersihan, dan keteratura
11. Seorang teknisi menyelesaikan pekerjaan dengan cepat (Prinsip 6 terpenuhi) namun lupa melepas alas kaki dan penutup tempat duduk di kendaraan pelanggan (Prinsip 2 dilanggar). Manakah konsekuensi berikut yang paling mungkin terjadi, yang menghubungkan kegagalan Prinsip 2 dan dampak terhadap Prinsip 1?
Pelanggan kehilangan kepercayaan (Prinsip 1 gagal) karena kelalaian kecil ini mengindikasikan teknisi tidak teliti bahkan pada hal yang paling mendasar.
Teknisi akan melanggar Prinsip 10 (Tindak Lanjut) karena ia tidak bisa memberikan penjelasan lengkap mengenai pekerjaan yang telah dilakukan.
Pelanggan akan membuat comeback (Prinsip 7 gagal) karena mereka merasa ada bagian pekerjaan yang belum selesai
Kepuasan pelanggan menurun drastis karena merasa waktu penyelesaian (Prinsip 8) tidak sesuai harapan.
12. Dalam konteks Prinsip 4: Keselamatan Kerja, teknisi diwajibkan menggunakan peralatan seperti auto lift dengan benar dan tidak menangani benda yang terlalu berat. Manakah pernyataan berikut yang paling menunjukkan pemikiran tingkat tinggi (HOTS) dalam penerapan Prinsip 4 saat menggunakan auto lift?
Menghitung kapasitas beban lift dan membandingkannya dengan Gross Vehicle Weight kendaraan untuk menentukan apakah lift dapat digunakan dengan aman.
Memastikan tuas pengunci lift telah masuk sebelum bekerja di bawah kendaraan, meskipun hanya mengangkatnya sedikit.
Memastikan semua lampu kerja di bawah lift menyala agar visibilitas pemeriksaan maksimal.
Memeriksa kebersihan lantai di sekitar lift untuk menghindari tergelincir saat masuk ke bawah kendaraan.
13. Sebuah work order datang dengan catatan pekerjaan ulangan (rework) pada sistem pengereman. Berdasarkan Prinsip 5: Perencanaan dan persiapan, manakah tindakan teknisi yang paling menunjukkan 'berhati-hati dalam berkomunikasi' terkait pekerjaan ulangan ini?
Melakukan road test segera sebelum memulai pekerjaan untuk memverifikasi ulang keluhan pelanggan secara subjektif.
Hanya membaca repair order sebelumnya dan langsung bekerja untuk membuktikan kesalahan diperbaiki dengan cepat
Mempersiapkan spare part baru dua kali lipat dari yang dibutuhkan karena ada keraguan terhadap pekerjaan sebelumnya.
Mengonfirmasi detail dan kronologi masalah ulang kepada Service Advisor (SA) sebelum pekerjaan dimulai untuk mencegah salah diagnosis.
14. Definisi 'Pekerjaan yang cepat dan bisa diandalkan' (Prinsip 6) memiliki makna lebih dalam dari sekadar kecepatan. Jika pekerjaan dilakukan dengan cepat tetapi harus diulang karena kualitasnya buruk, Prinsip manakah yang secara esensial gagal diwujudkan, dan mengapa?
Prinsip 3: Kerapian dan Kebersihan, karena pekerjaan yang diulang pasti akan mengotori bengkel.
Prinsip 1: Penampilan Profesional, karena teknisi yang melakukan rework menunjukkan citra negatif.
Prinsip 6 itu sendiri, karena faktor 'diandalkan' (kualitas dan ketepatan) tidak terpenuhi meskipun 'cepat' tercapai.
Prinsip 8: Selesai sesuai waktu yang dijanjikan, karena pekerjaan yang diulang akan menyebabkan keterlambatan.
15. Di penghujung hari kerja, teknisi D menyadari bahwa ia memiliki dua pekerjaan: 1) Pemeriksaan akhir kebocoran oli di Posisi Lift 8; 2) Mencatat part lama dan membersihkan kendaraan di Posisi Lift 9. Waktu janji temu pelanggan sudah sangat dekat. Tindakan manakah yang paling mencerminkan penerapan Prinsip 7 dan Prinsip 8 secara bertanggung jawab?
Menggabungkan pemeriksaan Lift 8 dan Lift 9 menjadi satu, meskipun prosedur tidak mengizinkan, demi menghemat waktu.
Menghubungi pelanggan secara langsung untuk meminta maaf karena harus mengabaikan pemeriksaan akhir demi ketepatan waktu.
Langsung ke Posisi Lift 9 untuk membersihkan kendaraan (P9) agar pelanggan terkesan dengan kondisi mobil, mengabaikan Lift 8.
Memprioritaskan Pemeriksaan Akhir di Posisi Lift 8 (P7) untuk menjamin tidak ada kesalahan fatal, kemudian segera memanggil SA untuk menjelaskan keterlambatan carcare (P8).
16. Manakah dari deskripsi di bawah ini yang paling tepat mencerminkan pemborosan 'Mura' (ketidakmerataan) dalam konteks bengkel Toyota?
Teknisi melakukan pengetesan torsi roda dengan menggunakan tangan kosong karena kunci torsi sedang digunakan teknisi lain.
Kendaraan dibiarkan dalam posisi idle selama 30 menit sambil menunggu spare part dikirimkan dari gudang.
Waktu yang dibutuhkan untuk mengganti oli mesin oleh Teknisi A adalah 20 menit, sedangkan Teknisi B (dengan spesifikasi mobil dan stall yang sama) memerlukan 35 menit.
Teknisi menghabiskan waktu 15 menit untuk mencari socket wrench yang hilang di tool stand yang berantakan.
17. Prosedur pemeriksaan Posisi Lift 7 (rendah, ban menyentuh tanah) secara spesifik menargetkan pemeriksaan di ruang mesin dan menyarankan pengelompokan pekerjaan untuk efisiensi 'sebelum, selama, dan setelah memanaskan mesin'. Manakah yang merupakan contoh pengelompokan tugas yang paling efektif untuk mengurangi waktu idle di Posisi Lift 7?
Melakukan pemeriksaan visual Engine coolant, Brake fluid, dan Washer fluid sebelum mesin dihidupkan, dan recheck engine oil level saat mesin mencapai suhu kerja.
Melakukan pemeriksaan drive belt dan spark plug selama waktu pemanasan mesin, diikuti oleh penyetelan valve clearance setelah mesin dimatikan.
Menggabungkan pemeriksaan ball joint suspensi dan pemeriksaan engine oil level selama mesin dipanaskan.
Memeriksa front shock absorber upper support saat mesin
18. Posisi Lift 3 (diangkat tinggi) bertujuan untuk memeriksa bagian bawah kendaraan dan menguras oli mesin. Untuk menghemat waktu idle, teknisi diperintahkan untuk bergerak dari depan ke belakang kendaraan, dan kemudian kembali ke depan. Mengapa alur ini dianggap efisien daripada hanya bergerak dari depan ke belakang dan naik dari sisi belakang?
Agar teknisi dapat menguras oli mesin saat bergerak dari depan, dan menyelesaikan saringan oli di bagian belakang.
Karena pemeriksaan pada bagian belakang kendaraan selalu lebih cepat selesai daripada pemeriksaan di bagian depan.
Untuk menghindari mura (ketidakmerataan) pergerakan, yang diukur dalam jumlah langkah.
Untuk memberikan waktu yang cukup bagi oli mesin untuk menetes habis saat teknisi kembali ke bagian depan untuk memasang drain plug.
19. Posisi Lift 4 (diangkat dipertengahan) dan Lift 6 (diangkat dipertengahan) sama-sama digunakan untuk pekerjaan yang berpusat pada roda-roda dan rem-rem. Manakah yang merupakan perbedaan fundamental antara tujuan Posisi Lift 4 dan Posisi Lift 6?
Lift 4 digunakan untuk pemeriksaan visual kondisi roda-roda dan rem-rem, sedangkan Lift 6 digunakan untuk pemasangan roda-roda yang telah selesai direparasi.
Lift 4 fokus pada pemeriksaan tires, ball joint, dan drive shaft boots, sedangkan Lift 6 fokus pada brake lines dan exhaust pipes.
Lift 4 digunakan untuk membongkar rem-rem (menguras fluida rem), sedangkan Lift 6 digunakan untuk mengganti fluida rem dan memasang roda.
Lift 4 digunakan untuk memeriksa Disc brakes dan Drum brakes, sedangkan Lift 6 digunakan untuk mengencangkan hub nuts sebelum road test.
20. Seorang teknisi harus mengganti engine oil filter dan menguras oli. Pekerjaan ini memerlukan akses dari bawah kendaraan. Berdasarkan Prinsip Efisiensi Pengoperasian (Mengurangi jumlah pergerakan pengangkatan), pekerjaan ini harus diklasifikasikan ke dalam item kerja Posisi Lift mana untuk memaksimalkan efisiensi?
Lift 3 (diangkat tinggi), karena memungkinkan teknisi untuk berdiri dengan nyaman dan menggabungkan tugas dengan pemeriksaan bawah kendaraan yang lain.
Lift 2 (diangkat rendah), karena hanya memerlukan akses ke bagian bawah mesin.
Lift 7 (diangkat rendah, ban menyentuh tanah), karena ini memungkinkan pemeriksaan sekaligus memanaskan mesin.
Lift 8 (diangkat tinggi), karena ini adalah tahap pengecekan akhir.
21. Mengapa pemeriksaan fungsi rem (di tempat duduk pengemudi) dan pemeriksaan rem secara visual (roda dan piringan rem) dilakukan pada posisi lift yang terpisah (Lift 1 dan Lift 4)?
Karena pemeriksaan fungsional (Lift 1) membutuhkan mobil di tanah dan mesin hidup, sementara pemeriksaan fisik (Lift 4) membutuhkan mobil terangkat dan roda dilepas.
Untuk menghemat waktu idle (Muda) dengan melakukan pemeriksaan fungsional di awal dan pemeriksaan fisik di tengah prosedur.
Karena pemeriksaan rem di Lift 1 adalah tugas Service Advisor, dan di Lift 4 adalah tugas teknisi.
Untuk memenuhi Prinsip 7 (Pemeriksaan Hasil) dan Prinsip 1 (Penampilan Profesional) secara terpisah.
22. Ketika melakukan pemeriksaan lampu di Posisi Lift 1, teknisi diwajibkan memutar switch kontrol lampu satu langkah untuk memeriksa Lampu-lampu clearance, Lampu-lampu plat nomor, Lampu-lampu belakang/kecil, dan Lampu-lampu panel instrumen. Jika salah satu lampu tersebut tidak menyala, tindakan korektif pertama apa yang harus diprioritaskan oleh teknisi?
Melakukan road test singkat untuk melihat apakah lampu menyala kembali setelah mobil bergerak
Mengidentifikasi dan mencatat masalah (Prinsip 5) serta melaporkannya kepada Service Advisor sebagai potensi pekerjaan tambahan.
Mencoba menyetel switch dimmer untuk melihat apakah masalahnya hanya pada sakelar.
Melanjutkan ke pemeriksaan lain dan kembali ke lampu tersebut di Posisi Lift 8 (Pemeriksaan Akhir).
23. Posisi Lift 5 (diangkat rendah) digunakan untuk memeriksa apakah rem-rem menarik dan menguras fluida rem dari silinder master rem. Mengapa pemeriksaan 'rem-rem menarik' perlu dilakukan di Lift 5 setelah Lift 4 (pemeriksaan rem dan roda) dan sebelum Lift 6 (pemasangan roda dan pengisian fluida rem)?
Untuk memverifikasi fungsionalitas rem setelah penggantian kampas di Lift 4 sebelum membongkar sistem fluida rem.
Karena pemeriksaan ini adalah bagian dari Tindak Lanjut (Prinsip 10) paska-servis.
Untuk mencegah 'Muda' (kesia-siaan) yang timbul dari pengurasan fluida rem di Posisi Lift 3.
Karena ini adalah satu-satunya posisi lift yang memungkinkan teknisi menginjak pedal rem dari ruang mesin.
24. Setelah mengganti fluida rem dan memasang roda-roda di Posisi Lift 6, teknisi harus mencatat item pekerjaan ini. Dokumen menyebutkan 'Lakukan pekerjaan berdasarkan repair order untuk menghindari terjadinya kesalahan' (Prinsip 5). Mengapa pencatatan segera setelah Lift 6 ini sangat penting dalam rantai Prinsip 5?
Karena ini adalah satu-satunya kesempatan untuk melaporkan pekerjaan tambahan kepada SA.
Untuk menghindari mura (ketidakmerataan) waktu kerja antara pekerjaan di Lift 6 dan Lift 7.
Untuk memastikan bahwa tugas kritis seperti brake fluid replacement telah selesai sebelum beralih ke pemeriksaan mesin (Lift 7).
Untuk memastikan part lama (Prinsip 9) telah disimpan dan dapat dibuang.
25. Dalam Perawatan Berkala, pemeriksaan dibagi menjadi 5 kategori: Pengoperasian, Visual, Part-part Penggantian Berkala, Pengencangan, dan Permukaan Oli/Fluida. Manakah pengelompokan item pekerjaan di Posisi Lift 3 (diangkat tinggi) yang paling seimbang dalam mencakup minimal 3 dari 5 kategori pemeriksaan tersebut ?
Grease Change (Penggantian Berkala), Spark plugs (Penggantian Berkala), Clutch fluid (Permukaan Oli/Fluida).
Lights (Pengoperasian), Engine oil level (Permukaan Oli/Fluida), Ball joint (Visual).
Engine oil Drain (Penggantian Berkala), Drive shaft boots (Visual), Exhaust pipes and mounting (Pengencangan).
Parking brake (Pengoperasian), Brake fluid (Permukaan Oli/Fluida), Tires (Visual).
