wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Monetary policy and Rupiah literacy worksheet (translated)

Total questions: 50

Worksheet time: 25mins

Name
Class
Date
1.

Undang-Undang No. 7 Tahun 2011 menetapkan Bank Indonesia sebagai satu-satunya otoritas untuk mencetak dan menerbitkan Rupiah. Jika otoritas ini dicabut dan diserahkan kepada lembaga swasta, implikasi paling mendasar bagi kedaulatan ekonomi Indonesia adalah…

a)

Penurunan kepercayaan publik terhadap nilai nominal Rupiah

b)

Inflasi tinggi akibat ekspansi jumlah uang yang tidak terkontrol

c)

Hilangnya simbol kedaulatan negara karena alat pembayaran tidak lagi dikendalikan oleh negara

d)

Efisiensi yang lebih besar dalam distribusi mata uang karena sistem swasta lebih cepat

e)

Penggunaan Rupiah yang lebih rendah di daerah terpencil

2.

Dalam konteks penghargaan IACA 2023 untuk uang kertas TE 2022, aspek "integrasi nilai sejarah dan konten lokal" menunjukkan bahwa desain Rupiah tidak hanya estetis tetapi juga berfungsi sebagai…

a)

A instrumen moneter untuk menstabilkan inflasi

b)

Sarana pendidikan publik tentang identitas dan kebangsaan

c)

Bukti fisik dari kebijakan makroprudensial Bank Indonesia

d)

Instrumen fiskal untuk menyeimbangkan defisit anggaran

e)

Representasi pasar bebas dalam kebijakan nilai tukar

3.

Jika inflasi Indonesia meningkat secara signifikan sementara Bank Indonesia mempertahankan BI7DRR yang rendah, hasil yang paling mungkin adalah…

a)

Apresiasi Rupiah terhadap mata uang asing

b)

Penurunan dalam jumlah uang yang beredar

c)

Likuiditas berlebih yang memperkuat tekanan inflasi

d)

Peningkatan otomatis dalam suku bunga deposito

e)

Biaya pinjaman yang lebih tinggi yang menekan konsumsi

4.

Penerapan Kerangka Target Inflasi (ITF) oleh Bank Indonesia mencerminkan bahwa kebijakan moneter Indonesia adalah…

a)

Pro-siklis, menyesuaikan dengan fluktuasi pasar

b)

Kontra-siklis dengan fokus pada stabilitas harga jangka panjang

c)

Independen dari kebijakan fiskal dan sektor riil

d)

Terfokus hanya pada nilai tukar dan ekspor

e)

Berdasarkan kontrol kuantitatif yang ketat terhadap pasokan uang

5.

Salah satu bentuk "literasi Rupiah" adalah menggunakan Rupiah dengan bijak. Jika orang lebih memilih untuk menabung dalam mata uang asing daripada dalam Rupiah, risiko makroekonomi yang mungkin terjadi adalah…

a)

Peningkatan dalam kecepatan uang domestik

b)

Melemahnya stabilitas sistem pembayaran nasional

c)

Nilai tukar Rupiah yang lebih kuat karena permintaan valuta asing yang lebih rendah

d)

Cadangan valuta asing yang lebih tinggi karena ekspor yang kuat

e)

Inflasi yang lebih rendah karena permintaan domestik yang berkurang

6.

Dalam sejarah Rupiah, “ORI” (Oeang Republik Indonesia) pada tahun 1946 memiliki signifikansi ekonomi-politik yang penting karena…

a)

Menjadi alat transaksi resmi setelah pengakuan kedaulatan dari Belanda

b)

Melambangkan transisi moneter dari sistem kolonial menuju kedaulatan nasional

c)

Menandai penggunaan awal koin sebagai instrumen stabilitas nilai tukar

d)

Merupakan kebijakan stabilisasi inflasi pasca-kemerdekaan yang pertama

e)

Menetapkan kurs tetap antara Rupiah dan Dolar AS

7.

Ketika Bank Indonesia menerapkan kebijakan moneter kontraktif, dampak yang paling logis terhadap variabel makroekonomi adalah…

a)

Rendahnya suku bunga pinjaman dan meningkatnya konsumsi

b)

Penurunan inflasi disertai dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat

c)

Ekspor yang lebih tinggi karena daya saing produk yang lebih kuat

d)

Defisit anggaran yang berkurang dari pendapatan pajak yang lebih tinggi

e)

Peningkatan dalam jumlah uang yang beredar di sektor perbankan

8.

Kebijakan Uang Bersih dalam program CBP Rupiah secara langsung terkait dengan stabilitas sistem pembayaran karena…

a)

Uang yang tidak layak tidak dapat mengubah persepsi inflasi riil

b)

Kualitas fisik uang mempengaruhi kecepatan sirkulasi dan kepercayaan publik

c)

Uang yang rusak menyebabkan penurunan nilai tukar nominal

d)

Uang yang aus mendorong permintaan yang lebih tinggi untuk mata uang asing

e)

Uang yang baru diterbitkan menciptakan biaya moneter tambahan dalam sirkulasi

9.

Kebijakan makroprudensial yang longgar selama pertumbuhan kredit yang sangat cepat dapat menghasilkan risiko sistemik dalam bentuk…

a)

Deflasi akibat pengeluaran konsumen yang lebih rendah

b)

Pengurangan dalam leverage bank

c)

Kegagalan intermediasi akibat banyaknya pinjaman bermasalah

d)

Risiko likuiditas yang lebih rendah di pasar uang

e)

Apresiasi nilai tukar akibat aliran modal keluar

10.

Dalam kerangka hukum P2SK (Undang-Undang No. 4 Tahun 2023), Bank Indonesia memiliki tujuan baru selain menjaga stabilitas Rupiah. Jika tujuan tambahan ini diabaikan, konsekuensi strategis yang paling mungkin adalah

a)

Sistem keuangan tetap stabil meskipun terjadi guncangan makroekonomi

b)

Ketidaksesuaian kebijakan antara otoritas fiskal dan moneter meningkat

c)

Penurunan independensi fiskal pemerintah pusat

d)

Stabilitas inflasi jangka panjang tetap terjaga

e)

Nilai tukar Rupiah secara otomatis menyesuaikan dengan permintaan pasar

11.

Jika Bank Indonesia menurunkan Cadangan Wajib Minimum (GWM) tetapi inflasi tetap tinggi, efektivitas kebijakan moneter dapat dikatakan

a)

Optimal karena meningkatkan suku bunga pinjaman

b)

Tidak efektif karena transmisi kebijakan tidak berfungsi

c)

Stabil karena cadangan devisa meningkat

d)

Efisien karena uang yang beredar berkurang

e)

Netral karena dana hanya berpindah antar sektor

12.

“Rupiah sebagai instrumen pemersatu bangsa” berarti

a)

Semua warga negara diwajibkan untuk menabung di bank nasional

b)

Rupiah adalah alat pembayaran yang sah di seluruh Indonesia tanpa diskriminasi

c)

Setiap daerah memiliki wewenang atas kebijakan moneter mereka sendiri

d)

Penggunaan mata uang asing diperbolehkan di daerah perbatasan

e)

Hanya daerah kaya yang memiliki hak untuk mencetak uang

13.

Hubungan Bank Indonesia dengan DPR dan BPK dalam pelaporan tahunan mencerminkan prinsip

a)

Independensi tanpa akuntabilitas

b)

Transparansi dan cek serta keseimbangan

c)

Intervensi fiskal langsung

d)

Dominasi legislatif atas kebijakan moneter

e)

Dualitas dalam kebijakan keuangan negara

14.

Jika Bank Indonesia melakukan Operasi Pasar Terbuka dengan membeli sekuritas pemerintah (SBN) dalam jumlah besar, hasil yang paling mungkin adalah

a)

Penurunan jumlah uang yang beredar

b)

Peningkatan suku bunga antar bank

c)

Likuiditas yang lebih longgar dan penurunan suku bunga

d)

Penyempitan kredit bank

e)

Penurunan inflasi jangka pendek

15.

Konsep "Memahami Rupiah dengan Hemat" sangat terkait dengan fungsi uang sebagai

a)

Medium pertukaran internasional

b)

Tempat penyimpanan nilai

c)

Satuan akuntansi antar negara

d)

Ukuran neraca pembayaran

e)

Alat stabilisasi fiskal

16.

Salah satu alasan pemerintah seharusnya tidak campur tangan di Bank Indonesia adalah karena

a)

BI berfungsi sebagai lembaga komersial negara

b)

Campur tangan pemerintah akan mengurangi independensi moneter

c)

Pemerintah memegang otoritas fiskal, bukan otoritas moneter

d)

BI tidak memiliki wewenang untuk mencetak uang

e)

BI harus mengikuti kebijakan internasional IMF

17.

Keputusan Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga kebijakan ketika ekonomi sedang kontraksi adalah contoh dari

a)

Kebijakan moneter ketat

b)

Kebijakan fiskal kontraksi

c)

Kebijakan moneter ekspansif

d)

Kebijakan fiskal ekspansif

e)

Kebijakan valuta asing terbuka

18.

Dalam konteks kebijakan kontra-siklis, peran bank sentral ketika ekonomi sedang overheating adalah

a)

Meningkatkan pasokan uang

b)

Menurunkan suku bunga

c)

Mengetatkan likuiditas untuk mengekang inflasi

d)

Meningkatkan pembiayaan untuk MSME

e)

Meningkatkan pengeluaran pemerintah

19.

Fungsi Bank Sentral sebagai pemberi pinjaman terakhir menunjukkan peran Bank Indonesia dalam…

a)

menjamin semua simpanan nasabah

b)

memberikan pinjaman darurat kepada bank yang menghadapi kekurangan likuiditas

c)

mengatur jumlah uang yang beredar di masyarakat

d)

mengendalikan harga barang kebutuhan pokok

e)

menetapkan pajak perbankan

20.

Dalam kebijakan sistem pembayaran, BI-FAST dan QRIS terutama berperan dalam…

a)

mengendalikan inflasi

b)

mempercepat transaksi digital dan inklusi keuangan

c)

mengurangi suku bunga antar bank

d)

memperkuat cadangan devisa

e)

pengawasan fiskal

21.

Inflasi yang terjadi akibat peningkatan permintaan agregat disebut…

a)

Inflasi Biaya

b)

Inflasi Permintaan

c)

Inflasi Struktural

d)

Inflasi Moneter

e)

Inflasi Terbuka

22.

Ketika Rupiah melemah terhadap Dolar AS, dampak yang paling segera kemungkinan adalah…

a)

harga barang impor yang lebih tinggi

b)

penurunan ekspor Indonesia

c)

peningkatan cadangan devisa asing

d)

inflasi yang lebih rendah

e)

peningkatan pengeluaran rumah tangga

23.

Undang-Undang No. 4 Tahun 2023 memperkuat peran Bank Indonesia dalam stabilitas sistem keuangan. Ini mencerminkan orientasi kebijakan BI yang…

a)

hanya fokus pada inflasi domestik

b)

terintegrasi di seluruh kebijakan moneter, sistem pembayaran, dan makroprudensial

c)

terbatas pada pencetakan uang

d)

bergantung pada kebijakan fiskal

e)

memprioritaskan ekspor di atas stabilitas harga

24.

Jika Bank Indonesia secara tajam menaikkan BI7DRR, efek tercepat yang akan dirasakan adalah…

a)

penurunan konsumsi dan investasi

b)

peningkatan ekspor dan impor

c)

penurunan nilai tukar

d)

peningkatan upah nominal

e)

peningkatan permintaan agregat

25.

Sebuah Rupiah yang terawat dengan baik mencerminkan perilaku ekonomi publik yang…

a)

rasional dan nasionalis

b)

konsumtif dan pragmatis

c)

hedonistik dan apatis

d)

defensif terhadap mata uang asing

e)

spekulatif terhadap inflasi

26.

Jika Bank Indonesia memperluas kebijakan Rupiah Digital, risiko utama yang harus diantisipasi adalah…

a)

penurunan kredibilitas uang tunai fisik

b)

potensi serangan siber pada sistem pembayaran

c)

penurunan daya beli masyarakat

d)

terjadinya deflasi jangka pendek

e)

hilangnya fungsi koin

27.

Hubungan antara jumlah uang yang beredar (M), kecepatan uang (V), tingkat harga (P), dan volume transaksi (T) dinyatakan dengan persamaan…

a)

P=MVTP = \dfrac{MV}{T}

b)

MV=PTMV = PT

c)

M=PVTM = \dfrac{PV}{T}

d)

M=P+T+VM = P + T + V

e)

PT=MVPT = \dfrac{M}{V}

28.

Kebijakan makroprudensial Bank Indonesia berfokus pada apa?

a)

Kinerja lembaga keuangan individual

b)

Stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan

c)

Pengawasan tingkat mikro terhadap bank-bank komersial

d)

Mencetak uang koin

e)

Menetapkan nilai tukar resmi

29.

Inisiatif “Proud of Rupiah” menekankan peran uang sebagai simbol apa?

a)

Kekuatan pasar bebas

b)

Kedaulatan nasional

c)

Kompetisi ekonomi global

d)

Produk ekspor unggulan

e)

Nilai tukar regional

30.

Salah satu penyebab hiperinflasi adalah apa?

a)

Pengurangan pengeluaran pemerintah

b)

Peningkatan produksi barang

c)

Pencetakan uang yang berlebihan tanpa peningkatan output

d)

Kenaikan suku bunga kebijakan

e)

Penurunan jumlah uang yang beredar

31.

Kebijakan Bank Indonesia untuk meningkatkan cadangan devisa digunakan untuk apa?

a)

Mengendalikan deflasi

b)

Mempertahankan stabilitas nilai tukar Rupiah

c)

Meningkatkan konsumsi rumah tangga

d)

Menekan ekspor

e)

Mengurangi jumlah uang yang beredar

32.

Fungsi utama Bank Indonesia sebagai "bankir bank" berarti bahwa BI melakukan apa?

a)

Mengatur kegiatan ekspor-impor

b)

Menyimpan cadangan dan menyelesaikan transaksi antar bank

c)

Mengeluarkan kebijakan fiskal

d)

Mengelola dana anggaran negara

e)

Memberikan pinjaman langsung kepada masyarakat

33.

Jika orang lebih memilih menabung uang daripada menghabiskannya, apa yang terjadi?

a)

Inflasi meningkat

b)

Kecepatan uang menurun

c)

Nilai tukar menguat

d)

Ekspor meningkat

e)

Defisit neraca berjalan menyusut

34.

Tugas BI untuk mengatur dan menjaga sistem pembayaran yang lancar terkait langsung dengan fungsi mana?

a)

Moneter

b)

Fiskal

c)

Infrastruktur keuangan

d)

Microprudential

e)

Pengawasan internal

35.

Ketika BI dan OJK menjalankan fungsi yang berbeda tetapi saling melengkapi, ini mencerminkan apa?

a)

Kemandirian fiskal

b)

Desentralisasi moneter

c)

Sinergi di antara otoritas keuangan nasional

d)

Koordinasi internasional

e)

Sistem keuangan tertutup

36.

Uang kehilangan nilainya ketika publik tidak lagi mempercayainya. Pernyataan ini menggambarkan konsep apa?

a)

Nilai intrinsik uang

b)

Nilai nominal uang

c)

Nilai fidusia (nilai berbasis kepercayaan)

d)

Nilai tukar efektif

e)

Nilai cadangan logam

37.

Jika BI menurunkan cadangan wajib tetapi kredit tidak meningkat, apa implikasinya?

a)

Bank komersial kekurangan dana

b)

Transmisi kebijakan moneter tidak efektif

c)

Inflasi akan melonjak tajam

d)

Likuiditas di sektor riil meningkat

38.

Mempertahankan inflasi yang rendah dan stabil adalah prasyarat utama untuk…

a)

menarik investasi dan menjaga daya beli

b)

meningkatkan defisit fiskal

c)

menekan nilai ekspor

d)

mengurangi pendapatan negara

e)

mendorong konsumsi berlebihan

39.

Penggunaan QRIS yang lebih besar di pasar tradisional membantu bank sentral dalam…

a)

mengurangi transaksi ilegal dan memperkuat inklusi keuangan

b)

menambah utang luar negeri

c)

meningkatkan suku bunga pinjaman

d)

mengurangi cadangan devisa

e)

menghilangkan uang kertas

40.

Ketika bank sentral menetapkan target inflasi jangka menengah sebesar 3% ±1, itu berarti…

a)

inflasi harus tetap tepat di 3% setiap bulan

b)

inflasi dapat berfluktuasi antara 2–4% sebagai rentang target

c)

bank sentral akan mendorong inflasi menjadi nol

d)

bank sentral menargetkan deflasi jangka panjang

e)

inflasi harus di atas 4% untuk pertumbuhan

41.

Orang-orang yang mencoret, melipat, atau mengerutkan uang kertas menunjukkan…

a)

pemahaman yang lemah tentang nilai simbolis Rupiah

b)

kebutuhan akan uang digital

c)

penolakan terhadap sistem moneter

d)

kritik terhadap inflasi yang tinggi

e)

kekurangan pasokan mata uang baru

42.

Menurunkan suku bunga selama resesi oleh bank sentral terutama bertujuan untuk…

a)

mengurangi ekspor

b)

meningkatkan konsumsi dan investasi

c)

mengurangi defisit anggaran

d)

menaikkan pajak

e)

mengendalikan nilai tukar

43.

Bank Indonesia dianggap independen karena...

a)

tidak memiliki anggaran tahunan

b)

tidak terikat pada anggaran negara dan bebas menetapkan instrumen kebijakan

c)

harus mendapatkan persetujuan semua keputusan dari legislatif

d)

dibiayai oleh bank swasta

e)

tidak diaudit oleh lembaga audit tertinggi

44.

Faktor kunci yang membedakan Bank Indonesia dari bank komersial adalah bahwa ia…

a)

memiliki pelanggan individu

b)

mengutamakan keuntungan maksimum

c)

tidak berorientasi pada keuntungan tetapi memprioritaskan stabilitas Rupiah

d)

memberikan pinjaman ritel

e)

memiliki cabang di luar negeri

45.

Uang koin memiliki daya tahan yang lebih lama karena mereka…

a)

terbuat dari bahan nikel dan aluminium

b)

memiliki nilai yang lebih tinggi daripada uang kertas

c)

lebih sulit untuk dipalsukan

d)

tidak mudah disimpan

e)

kurang memiliki elemen keamanan

46.

Kebijakan moneter kontraksioner biasanya diadopsi ketika…

a)

ekonomi sedang dalam resesi

b)

inflasi terlalu tinggi

c)

pengangguran meningkat

d)

Rupiah menguat

e)

likuiditas menurun

47.

Peran Bank Indonesia dalam menetapkan dan melaksanakan kebijakan makroprudensial mencakup yang mana dari berikut ini?

a)

Menetapkan suku bunga pinjaman

b)

Mengelola rasio intermediasi makroprudensial

c)

Mengatur pengeluaran pemerintah

d)

Mengendalikan pajak

e)

Mengelola subsidi ekspor

48.

Penghargaan IACA untuk Seri Uang Kertas Baru Terbaik 2023 untuk Rupiah 2022 menunjukkan bahwa…

a)

Desain uang kertas Indonesia diakui secara global karena inovasi dan keamanan yang tinggi

b)

Rupiah telah menjadi mata uang terkuat di dunia

c)

Nilai tukar Rupiah stabil terhadap Dolar AS

d)

Bank Indonesia mencetak uang lebih sedikit

e)

Inflasi telah ditekan hingga nol

49.

“Proud of Rupiah” can psychologically strengthen the national economy because it…

a)

Encourages the use of Rupiah and reduces dependence on foreign currencies

b)

Lowers bank lending interest rates

c)

Reduces the overall money supply

d)

Lowers export taxes

e)

Suppresses domestic consumption

50.

Jika semua orang di Indonesia melakukan transaksi menggunakan mata uang asing di dalam negeri, secara hukum dan ekonomi ini berarti…

a)

Ini tidak melanggar hukum karena transaksi bersifat bebas secara alami

b)

Ini melanggar Undang-Undang Mata Uang dan mengancam kedaulatan moneter

c)

Ini meningkatkan efisiensi transaksi lintas batas

d)

Ini mendukung investasi asing

e)

Ini memperkuat nilai tukar Rupiah