wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Mata

Total questions: 15

Worksheet time: 15mins

Name
Class
Date
1.

Pria 27 tahun, tanpa kacamata pelindung, menusuk kemasan dengan cutter lalu ujung bilah memantul ke mata kanan 20 menit lalu. Ia mengeluh nyeri tajam, fotofobia, dan penglihatan seperti “retak”. Riwayat mata sebelumnya sehat. Pemeriksaan: VA OD hitung jari 1 m (OS 6/6), blefarospasme, injeksi siliar, luka linear tajam ±3 mm di kornea superotemporal, bilik anterior dangkal fokal, Seidel test positif, pupil bulat, tidak tampak luka keluar lain, gerak bola mata penuh. TIO tidak diukur. Tidak tampak benda asing.
Klasifikasi cedera bola mata yang paling tepat adalah…

a)

Luptur

b)

Laserasi lamelar

c)

Cedera penetrasi

d)

Cedera perforasi

e)

IOFB

2.

Perempuan 35 tahun terkena hantaman helm saat bonceng motor 1 jam lalu. Keluhan kabur hebat dan mual. Pemeriksaan: VA OS 2/60, perdarahan subkonjungtiva menyeluruh, pupil “teardrop” ke arah jam 3, luka kecil di limbus dengan jaringan kecokelatan tampak menonjol, bilik anterior tidak stabil. Pasien gelisah dan ingin mengucek mata.
Tindakan yang paling TIDAK boleh dilakukan di IGD adalah…

a)

Memasang pelindung (eye shield) kaku

b)

Memberi antibiotik sistemik spektrum luas

c)

Memberi antiemetik dan analgesik

d)

Melakukan tonometri aplanasi

e)

Puasa dan rujuk segera untuk eksplorasi

3.

Remaja 16 tahun tertimpa bola futsal. Keluhan silau dan kabur saat menunduk. Tidak ada kacamata kontak. Pemeriksaan: VA OS 6/18 membaik dengan pinhole, garis darah mendatar 1/3 bilik anterior (hiphema), kornea jernih, TIO 18 mmHg, pupil sedikit tidak bulat pada pukul 7, reaksi cahaya lambat, tidak ada luka kornea. Fundus sulit dinilai karena ekor darah.
Struktur segmen anterior yang paling mungkin ikut cedera adalah…

a)

Endotel kornea saja

b)

Iris (robekan sfingter/iridodialisis)

c)

Badan kaca (avulsi)

d)

Lensa (katarak traumatik akut)

e)

Retina (robekan horseshoe)

4.

Laki-laki 24 tahun dipukul benda tumpul pada pipi kanan. Keluhan diplopia saat melihat ke atas, pusing, dan mual saat mencoba mengangkat pandangan. Pemeriksaan: ekimosis periorbita, enoftalmus ringan, nyeri tekan rim infraorbital, hipoestesia pipi/kelopak bawah ipsilateral, elevasi OD sangat terbatas dengan oculocardiac reflex ringan (bradikardi saat upgaze), VA 6/9, TIO normal, segmen anterior tenang.
Langkah berikut yang paling tepat diprioritaskan adalah…

a)

CT orbita non-kontras irisan tipis (curiga fraktur blow-out + entrapment m. rektus inferior)

b)

USG bola mata dengan penekanan minimal

c)

Tonometri aplanasi untuk menilai TIO

d)

Funduskopi dilatasi segera

e)

Foto Waters sinus saja

5.

Pria 40 tahun terhantam setang motor dengan kecepatan sedang. Keluhan kabur total sesaat setelah benturan. Pemeriksaan: perdarahan subkonjungtiva 360° tebal, kemosis difus, hipotoni bola mata, pupil tidak teratur, tidak tampak luka tajam pada kornea/limbus, segmen posterior sulit dinilai. Riwayat tidak memakai pelindung.
Mekanisme cedera yang paling sesuai adalah…

a)

Laserasi tajam menembus penuh

b)

Ruptur dinding bola mata akibat tekanan tumpul

c)

Laserasi lamelar superfisial

d)

IOFB magnetik

e)

Perforasi dua luka (masuk–keluar)

6.

Pekerja 31 tahun memahat logam; serpihan beterbangan meski memakai kacamata biasa (bukan safety). Keluhan nyeri, fotopsia sesekali. Pemeriksaan: luka kornea titik ±1 mm, Seidel negatif, refleks merah berkurang, VA 6/12, TIO tidak dinilai; ada riwayat tetanus >10 tahun lalu.
Tindakan awal yang benar di fasilitas primer adalah…

a)

Membilas singkat lalu mencabut serpihan dengan pinset

b)

Menekan mata untuk menghentikan perdarahan

c)

Memberi perban tekan dan kompres dingin

d)

Memasang eye shield, memberi antibiotik sistemik ± profilaksis tetanus, rujuk segera

e)

Melakukan tonometri untuk keputusan operasi

7.

Mahasiswi 20 tahun terkena bola tenis 8 jam lalu. Keluhan kabur seperti ada “kabut” yang perlahan membaik, tanpa nyeri. Pemeriksaan: VA 6/12 → 6/9 dengan pinhole, kornea jernih, bilik anterior tenang, TIO 14 mmHg, fundus: area pemutihan retina di makula dengan foveal reflex relatif menonjol (cherry-red spot samar), tidak ada robekan retina, tidak ada perdarahan vitreus.
Istilah lesi retina yang paling tepat untuk gambaran ini adalah…

a)

Edema papil

b)

Berlin’s edeBerlin’s edema (commotio retinae)ma (commotio retinae)

c)

Makulopati solaris

d)

Trombosis vena retina sentral

8.

Pria 29 tahun tersayat pecahan kaca saat membersihkan lemari. Keluhan nyeri dan kabur berat disertai mual. Pemeriksaan: laserasi sklera 6 mm nasal dengan jaringan putih seperti “gel” keluar (prolaps vitreus), chemosis, hipotoni, pupil ireguler; TIO tidak diukur; status umum stabil.
Tindakan definitif awal yang paling sesuai adalah…

a)

Debridement minimal + tetes steroid kuat

b)

Primary repair luka kornea/sklera di kamar operasi

c)

Irigasi bilik anterior sampai jernih

d)

YAG laser untuk adhesiolisis

e)

Observasi 24 jam dengan patch

9.

Perempuan 33 tahun datang 48 jam pasca luka tajam tercemar tanah. Keluhan nyeri bertambah, fotofobia, dan penglihatan turun jadi persepsi cahaya. Pemeriksaan: injeksi siliar berat, kornea keruh dengan infiltrat, hipopion 1/2 bilik, reaksi bilik anterior ++, fundus tidak terlihat; demam ringan 37,8°C. Riwayat antibiotik topikal saja di klinik sebelumnya.
Tatalaksana spesifik yang harus ditambahkan segera adalah…

a)

Antibiotik intravitreal

b)

Steroid topikal saja

c)

Irigasi NaCl 0,9% berulang

d)

Antiviral sistemik

e)

Sikloplegik saja

10.

Pria 45 tahun tertimpa karet bola saat bermain. Keluhan pandangan “bergetar/dobel” yang berubah dengan posisi. Pemeriksaan: VA 6/9, iris normal, tidak ada hiphema, TIO 16 mmHg; pada slit-lamp tampak phacodonesis (tremulans lensa) dan decentrasi lensa ringan, fundus baik.
Struktur yang paling mungkin mengalami robekan adalah…

a)

Kapsul posterior lensa

b)

Zonula Zinn (serabut suspensor lensa)

c)

Saraf optik

d)

Kornea perifer

e)

Badan siliar

11.

Pemuda 18 tahun jatuh menubruk setang sepeda; kepala sempat terhempas. Sejak kejadian mata kiri “gelap total”. Pemeriksaan: VA OS no light perception, RAPD (+) berat, segmen anterior tenang, TIO normal, fundus sulit terfokus; CT kepala menunjukkan perubahan di kanal optik yang mencurigakan.
Prognosis penglihatan yang paling realistis adalah…

a)

Pulih penuh dengan steroid dosis tinggi

b)

Pulih sebagian dengan dekongestan

c)

Tetap buruk hingga kehilangan total

d)

Fluktuatif namun membaik dengan istirahat

e)

Kembali normal dalam 2 minggu

12.

Anak 12 tahun terkena bola basket 3 jam lalu. Keluhan kabur dan fotofobia. Pemeriksaan: VA 6/18, hiphema 1/3 bilik, kornea jernih, bilik anterior dalam, TIO direncanakan “nanti”, gerak bola mata baik, tidak ada luka tembus. Orang tua menanyakan pemeriksaan lengkap saat ini.
Pemeriksaan yang sebaiknya dihindari pada fase akut adalah…

a)

Pemeriksaan lampu celah lembut

b)

Tonometri aplanasi

c)

Tes warna Ishihara

d)

Uji visus dengan pinhole

e)

Evaluasi dengan senter

13.

Pria 30 tahun trauma tumpul ke orbita oleh siku saat futsal. Beberapa jam kemudian muncul floaters banyak dan kabur mendadak. Pemeriksaan: VA 3/60, refleks merah sangat berkurang; pada USG B-scan tampak echo bergerak di kavum vitreus tanpa tanda traksi masif; segmen anterior tenang.
Komplikasi segmen posterior yang paling sesuai adalah…

a)

Edema papil

b)

Vitreous hemorrhage

c)

Retinopati hipertensi

d)

Edema sikatrik

e)

PVD fisiologis

14.

Teknisi 26 tahun, kecurigaan IOFB non-magnetik pasca gerinda dua hari lalu. Keluhan kabur makin berat, fotofobia ringan. Pemeriksaan: luka masuk kecil kornea paracentral lama, endoftalmitis awal (sel-flare ++), VA 1/60; USG B-scan/CT memperlihatkan benda berdensitas tinggi intraokular di kavum vitreus. Fasilitas bedah tersedia.
Langkah bedah yang paling tepat adalah…

a)

Primary repair saja tanpa menyentuh vitreus

b)

Pars plana vitrectomy dengan ekstraksi IOFB

c)

Laser fotokoagulasi profilaksis retina saja

d)

Irigasi bilik anterior dan selesai

e)

Observasi 48 jam dengan antibiotik topikal

15.

Pasien dengan open globe sangat berat akibat ledakan: dinding bola mata hancur, jaringan intraokular tidak dapat dipertahankan, potensi visus nihil, kontaminasi tinggi, tanda infeksi berat. Setelah konseling komprehensif, dipertimbangkan tindakan enukleasi dini.
Alasan klinis utama melakukan enukleasi dini adalah mencegah…

a)

Katarak traumatik

b)

Hipertensi okular

c)

Simpatetik oftalmia

d)

Ambliopia

e)

Glaukoma sudut terbuka