wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek

Total questions: 20

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Standar Pelayanan Kefarmasian adalah tolok ukur yang menjadi pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian secara optimal. Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek diatur oleh Permenkes Nomor ...

a)

Nomor 71 Tahun 2016

b)

Nomor 73 Tahun 2014

c)

Nomor 73 Tahun 2016

d)

Nomor 72 Tahun 2020

e)

Nomor 73 Nomor 2020

2.

Mengapa home pharmacy care tidak dilakukan di apotek?

a)

Karena kekurangan staff

b)

Karena home pharmacy care hanya dilakukan oleh klinik

c)

Karena rumah sakit juga melakukan home pharmacy care

d)

Karena kurangnya kesadaran

3.

Tujuan utama standar pelayanan kefarmasian adalah…

a)

Melindungi pasien dari kesalahan penggunaan obat

b)

Menjamin keselamatan pasien dan mutu pelayanan

c)

Mengatur kewenangan apoteker

d)

Meningkatkan citra tenaga kesehatan

4.

Home Pharmacy Care adalah...

a)

pelayanan pengantaran obat ke rumah pasien tanpa interaksi apoteker

b)

pelayanan yang diberikan kepada pasien lansia dan penderita penyakit kronis untuk memastikan terapi obat tetap berjalan sesuai anjuran meski di rumah

c)

Home Pharmacy Care diberikan kepada pasien anak-anak untuk edukasi obat bebas

d)

Home Pharmacy Care dilakukan untuk mempromosikan apotek kepada masyarakat sekitar

5.

PP Nomor 51 Tahun 2009 mengatur tentang…

a)

Pelaksanaan pekerjaan kefarmasian di fasilitas pelayanan

b)

Kegiatan produksi dan distribusi sediaan farmasi

c)

Seluruh aspek pekerjaan kefarmasian

d)

Pekerjaan kefarmasian dan pelayanan sediaan farmasi

6.

Obat Wajib Apotek (OWA) adalah…

a)

Obat keras yang boleh diserahkan oleh apoteker

b)

Obat keras yang penggunaannya diatur secara khusus

c)

Obat keras dengan pengawasan apoteker

d)

Obat keras yang dapat diberikan tanpa resep dokter

7.

Dalam pemberian OWA, apoteker wajib…

a)

Menyampaikan edukasi dan cara penggunaan

b)

Memberikan konseling dan informasi obat

c)

Memastikan pasien memahami aturan pakai obat

d)

Menjelaskan efek samping dan interaksi obat

8.

Pengkajian resep terdiri atas…

a)

Pemeriksaan resep secara administratif dan klinis

b)

Pengkajian administratif, farmasetik, dan terapeutik

c)

Evaluasi resep dari sisi farmasetik dan klinik

d)

Pengkajian administratif, farmasetik, dan klinis

9.

Konseling bertujuan untuk…

a)

Membantu pasien memahami efek terapi obat

b)

Meningkatkan pemahaman dan kepatuhan pasien

c)

Meningkatkan kesadaran penggunaan obat

d)

Menumbuhkan pemahaman pasien terhadap terapi

10.

Home Pharmacy Care ditujukan untuk…

a)

Lansia dan pasien penyakit kronis

b)

Pasien dengan terapi jangka panjang

c)

Pasien yang tidak mampu datang ke apotek

d)

Pasien dengan keterbatasan fisik atau usia

11.

Pemantauan Terapi Obat (PTO) dilakukan untuk…

a)

Memastikan terapi efektif dan aman

b)

Mengawasi dosis dan waktu pemberian obat

c)

Menilai manfaat terapi dan efek obat

d)

Memastikan obat digunakan dengan efisien

12.

Perencanaan dalam manajemen farmasi berarti…

a)

Menentukan kebutuhan obat berdasarkan data pasien

b)

Menetapkan jenis dan jumlah sediaan sesuai kebutuhan

c)

Menetapkan jumlah sediaan untuk pelayanan

d)

Merancang stok obat berdasarkan penyakit umum

13.

Pelaporan dalam pelayanan kefarmasian bertujuan untuk…

a)

Menyampaikan hasil pencatatan kepada pihak terkait

b)

Memberikan laporan kegiatan kepada pengelola

c)

Menyusun rekap data transaksi obat

d)

Menyampaikan data stok obat secara berkala

14.

Apoteker dan TTK wajib memiliki…

a)

Dokumen legal yang mengesahkan kewenangan praktik

b)

Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik (SIP)

c)

Sertifikat kompetensi dan izin dari pemerintah

d)

Izin resmi untuk melakukan pelayanan kefarmasian

15.

Sebagai pengambil keputusan, apoteker harus…

a)

Mengatur penggunaan sarana dan prasarana

b)

Menentukan prioritas pelayanan kefarmasian

c)

Menggunakan sumber daya secara efektif dan efisien

d)

Mengoptimalkan sumber daya manusia di apotek

16.

Pembelajar seumur hidup berarti apoteker harus…

a)

Aktif mengikuti pelatihan dan seminar kefarmasian

b)

Memperbarui ilmu dan keahlian kefarmasian secara rutin

c)

Terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan profesi

d)

Meningkatkan kemampuan melalui pendidikan berkelanjutan

17.

Standar pelayanan kefarmasian memberikan kepastian…

a)

Kualitas layanan kefarmasian yang seragam

b)

Prosedur kerja bagi tenaga apotek

c)

Hukum bagi tenaga kefarmasian

d)

Mutu pelayanan bagi masyarakat

18.

Dalam konteks pelayanan kefarmasian, efikasi berarti…

a)

Keberhasilan terapi yang dicapai dari penggunaan obat

b)

Tingkat kemampuan obat memperbaiki kondisi pasien

c)

Hasil optimal dari penggunaan obat sesuai indikasi

d)

Pencapaian manfaat obat sesuai tujuan terapi

19.

Efikasi obat adalah…

a)

Daya kerja obat terhadap target dalam tubuh manusia

b)

Kekuatan obat dalam mencapai tujuan pengobatan

c)

Tingkat keberhasilan obat dalam menyembuhkan penyakit

d)

Kemampuan obat menghasilkan efek terapi yang diinginkan

20.

Apoteker berperan memastikan efikasi obat melalui…

a)

Pengawasan dosis dan cara penggunaan obat

b)

Pemilihan obat yang tepat berdasarkan indikasi

c)

Pemantauan hasil terapi pasien secara berkala

d)

Konseling tentang efektivitas dan keamanan obat