wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

18. Efusi Pleura

Total questions: 73

Worksheet time: 37mins

Name
Class
Date
1.

Manakah pernyataan yang BENAR tentang efusi pleurakatanemial?

a)

Lebih sering di sisi kiri

b)

Terjadi saat ovulasi

c)

Tidak berhubungan dengan endometriosis

d)

Selalu bilateral

e)

Terjadi saat menstruasi

2.

Seorang laki-laki berusia 66 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak napas sejak 2 hari yang lalu. Tanda vital pasien tekanan darah 120/90 mmHg, nadi 100 x/menit, frekuensi napas 30x/menit, suhu 36,8, SpO2 88%. Foto toraks pasien tampak seperti gambar dibawah ini. Apakah tindakan tatalaksana yang sesuai untuk pasien diatas?

a)

Pungsi pleura

b)

Biopsi pleura

c)

Needle dekompresi

d)

Pemasangan chest tube

e)

Pleurodesis

3.

Seorang laki-laki berusia 28 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak napas sejak 2 hari yang lalu. Tanda vital pasien tekanan darah 120/90 mmHg, nadi 100 x/menit, frekuensi napas 28x/menit, suhu 36,8, SpO2 94%. Foto toraks memperlihatkan gambaran efusi pleura di dextra. Dokter melakukan tindakan pungsi pleura ke pasien. Hasil sitologi cairan pleura memperlihatkan gambaran sel data langhans. Apakah tipe cairan pleura pada pasien diatas?

a)

Transudat

b)

Empiema

c)

Chylotoraks

d)

Pseudoksudat

e)

Eksudat

4.

Seorang laki-laki 20 tahun datang ke klinik dokter umum dengan keluhan demam lebih dari 2 minggu disertai batuk lama tapi tanpa mengeluarkan dahak sama sekali. Setelah dilakukan foto thoraks, dokter memutuskan untuk pungsi percobaan, ternyata didapatkan cairan kuning jernih dan hasil analisanya menunjukkan transudat. Apakah kondisi yang dapat menyebabkan temuan pada pasien ini?

a)

Asbestosis

b)

Pneumonia

c)

Tuberkulosis

d)

Hypoalbuminemia

e)

Kanker Paru

5.

Pada kasus pneumotoraks, berapakah persentase kolaps paru yang dikategorikan sebagai pneumotoraks berat?

a)

diatas 50%

b)

diatas 60%

c)

diatas 40%

d)

diatas 70%

6.

Pada kasus efusi pleura, kapan disebut sebagai efusi pleura masif?

a)

diatas 1500 cc

b)

diatas 1250 cc

c)

diatas 750 cc

d)

diatas 1000 cc

7.

Seorang laki-laki umur 50 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada kanan dialami sejak 4 hari. Nyeri dada terutama saat napas panjang. Sesak napas dan demam dialami sejak 7 hari lalu disertai menggigil, batuk lendir kuning kejinggaan tidak ada darah. Napas mulut menurun. Pasien dengan riwayat DM sejak 10 tahun lalu tidak berobat teratur. Pada pemeriksaan fisik toraks, asimetri kanan tertinggal, vocal fremitus menurun dan perkusi redup pada media basal paru kanan. Tekanan darah 130/85 mmHg, pernapasan 28 x/menit, nadi 98 x/menit, suhu 37,9ºC. Leukosit 16.000 mg/dL, Hb 9.8 mg/dL. Foto toraks menunjukkan penebalan homogen pada toraks sisi VII pada paru kanan. Aspirasi cairan pleura berwarna kuning keruh. Untuk mendukung suatu proses radang supuratif (empisema) pada kasus di atas, suatu analisa cairan pleura akan menunjukkan

a)

Kadar glukosa > 40 mg/dl

b)

Kadar protein > 3 gr/dl

c)

Jumlah sel PMN > 5000

d)

rasio protein cairan pleura: protein serum < 0,5

e)

pH cairan pleura > 7,3

8.

Apakah penyebab tersering efusi pleura ganas?

a)

Kanker prostat

b)

Kanker paru

c)

Kanker lambung

d)

Limfoma

e)

Kanker payudara

9.

Seorang laki-laki umur 24 tahun, datang ke IGD dengan keluhan sesak napas di alami sejak 5 hari dan memberat sejak 2 hari terakhir. Sesak disertai rasa nyeri dada kanan, batuk menahun lendir putih, tidak demam. Tidak ada penurunan napsu makan & berat badan. Pada pemeriksaan fisik toraks, didapatkan asimetri kanan tertinggal, hipersonor & penurunan bunyi napas pada hemitoraks kanan. Tekanan darah 120/80 mmHg, pernapasan 28 x/menit, nadi 100 x/menit, suhu 37,3ºC. Foto toraks menunjukkan adanya pleural line disertai fibrosis dan kavitas pada hemitoraks kanan. Pasien dengan riwayat pengobatan Tb paru 5 tahun lalu. Keluhan sesak yang terjadi pada kasus di atas merupakan akibat dari;

a)

Hipersekresi mukus

b)

Ventilasi-perfusion mismatch

c)

Obstruksi parsial

d)

Berkurangnya area ventilasi

e)

Perbedaan tekanan atmosfir

10.

Seorang laki-laki 30 tahun datang ke UGD dengan sesak napas hebat tiba-tiba dan memberat, pasien baru saja latihan tinju dan dipukul dadanya, tidak batuk dan tidak demam, pada pemeriksaan fisik suara napas pada paru kanan tidak terdengar seluruh lapisan. Pada foto toraks didapatkan gambaran seperti pada kasus ini. Apakah diagnosis pada pasien ini?

a)

Pneumothoraks ventil

b)

Pneumothoraks terbuka

c)

Pneumothoraks tertutup

d)

Fraktur costae

e)

Kontusio thoraks non spesifik

11.

Seorang wanita 28 tahun mengeluh nyeri dada kanan yang memberat saat menstruasi disertai sesak nafas. Pada foto toraks tampak pneumotoraks kanan. Apakah diagnosis yang paling mungkin?

a)

Pneumotoraks traumatik

b)

Pneumotoraks iatrogenik

c)

Pneumotoraks katamenial

d)

Pneumotoraks spontan sekunder

e)

Pneumotoraks spontan primer

12.

Manakah yang BUKAN merupakan kontraindikasi thoracentesis?

a)

Platelet dibawah 25.000/mm3

b)

Hipertensi tidak terkontrol

c)

Infeksi kulit di lokasi penusukan

d)

Ketebalan cairan dibawah 10 mm pada USG

e)

INR diatas 3

13.

Berapakah jumlah normal cairan pleura pada orang sehat?

a)

dibawah 5 mL

b)

dibawah 20 mL

c)

dibawah 15 mL

d)

dibawah 25 mL

e)

dibawah 10 mL

14.

Seorang laki-laki usia 20 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri dada kanan terutama bila menarik napas. Setelah melakukan pemeriksaan fisik, Dokter mencurigai kelainan pada pleura. Pemeriksaan fisik apa yang dilakukan untuk membedakan efusi pleura atau pneumotoraks pada pasien ini?

a)

Auskultasi

b)

Inspeksi

c)

Perkusi

d)

Fremitus raba

e)

Palpasi

15.

Seorang pria 65 tahun dengan riwayat PPOK datang dengan keluhan sesak nafas mendadak. Foto toraks menunjukkan pneumotoraks spontan kanan dengan kolaps paru 40%. Apakah tatalaksana yang paling tepat?

a)

Observasi dan oksigen

b)

Torakoskopi

c)

Aspirasi jarum

d)

Pleurodesis

e)

Pemasangan chest tube

16.

Seorang pria 35 tahun datang dengan keluhan sesak nafas yang memberat sejak 2 jam yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan takikardia, hipotensi, peningkatan JVP, dan suara nafas menurun pada hemitoraks kanan. Apakah tatalaksana awal yang paling tepat?

a)

Needle dekompresi di ICS V linea midaxillaris

b)

Needle dekompresi di ICS II linea midclavicularis

c)

Thoracentesis diagnostik

d)

Pemberian oksigen dan analgetik

e)

Pemasangan WSD

17.

Seorang pria 35 tahun dengan empimea fase eksudatif. Apakah karakteristik cairan pleura yang paling sesuai?

a)

Cairan dengan debris

b)

Cairan dengan peel

c)

Cairan kental dengan fibrin

d)

Cairan purulen dengan banyak PMN

e)

Cairan jernih dengan sedikit sel

18.

Seorang laki-laki 54 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan sesak nafas yang semakin memberat sejak satu hari yang lalu. Dari anamnesis pasien mengeluhkan sering batuk namun tidak berdahak. Pasien merupakan perokok lama sejak 35 tahun yang lalu sebanyak kurang lebih 1-2 bungkus per hari. Dari hasil pemeriksaan fisik, TD:140/90 mmHg, RR= 32x/menit, nadi = 104 x/menit, oto bantu napas (+). Pemeriksaan thorax tampak pergerakan dinding dada kanan tertinggal, palpasi stem fremitus kanan menurun, perkusi redup pada lapangan paru kanan, auskultasi vesikuler (+/-), ronki (-/-), wheezing (-/-). Pada pemeriksaan radiologi didapatkan gambaran radiopak pada seluruh lapangan paru kanan dengan sudut costoprenic sulci datar.

a)

Hidropneumotoraks

b)

Asma

c)

Efusi pleura masif

d)

Tuberkulosis paru

e)

PPOK

19.

Berapakah nilai normal glukosa pada cairan pleura transudat?

a)

diatas 60 mg/dL

b)

diatas 40 mg/dL

c)

diatas 70 mg/dL

d)

diatas 80 mg/dL

e)

diatas 50 mg/dL

20.

Seorang wanita 35 tahun mengeluh nyeri dada kanan yang memberat saat menstruasi disertai sesak nafas. Keluhan serupa berulang setiap siklus menstruasi sejak 6 bulan terakhir. Pada foto toraks tampak pneumotoraks kanan dengan kolaps paru 30%. Riwayat endometriosis (+). Apakah tatalaksana yang paling tepat?

a)

Pleurektomi

b)

Pleurodesis kimiawi

c)

Torakoskopi dan pleurodesis

d)

Observasi dan analgetik

e)

Pemasangan WSD

21.

Pada kasus pneumotoraks spontan primer, manakah faktor risiko yang paling signifikan?

a)

Hipertensi

b)

Obesitas

c)

Dislipidemia

d)

Merokok

e)

Diabetes mellitus

22.

Seorang wanita 55 tahun dengan riwayat kanker payudara datang dengan keluhan sesak nafas. Thoracentesis diagnostik menunjukkan efusi pleura eksudatif. Sitologi cairan pleura negatif sel ganas, namun efusi pleura terus berulang. Apakah diagnosis yang paling tepat?

a)

Efusi pleura karena infeksi

b)

Efusi pleura maligna

c)

Efusi pleura paramaligna

d)

Efusi pleura karena gagal jantung

e)

Efusi pleura karena hipoalbuminemia

23.

Pada pemeriksaan cairan pleura seorang pasien dengan efusi pleura, didapatkan cairan berwarna putih seperti susu. Apakah diagnosis yang paling mungkin?

a)

Pseudokilotoraks

b)

Kilotoraks

c)

Empiema

d)

Efusi pleura eksudatif

e)

Hemotoraks

24.

Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan sesak nafas tiba-tiba sejak semalam. Pasien merupakan perokok. Tidak ada riwayat penyakit paru, tidak ada keluhan batuk dan demam. Pasien sebelumnya melakukan aktivitas olahraga angkat beban di gym langganan pasien. Pemeriksaan fisik ditemukan perkusi hipersonor dan bunyi napas vesikuler menurun pada hemitoraks kanan. Foto toraks pasien:

a)

Abses paru

b)

Pneumotoraks spontan primer

c)

Pneumotoraks spontan sekunder

d)

Efusi pleura masif

e)

Pneumotoraks artifisial

25.

Manakah pernyataan yang BENAR tentang pseudokilotoraks?

a)

Hanya terjadi pada keganasan

b)

Kadar kolesterol diatas 1000 mg/dL

c)

Kadar trigliserida diatas 110 mg/dL

d)

Cairan selalu steril

e)

Selalu disertai ruptur duktus torasikus

26.

Seorang pria 50 tahun dengan empisema fase organisasi. Apakah komplikasi jangka panjang yang paling mungkin terjadi?

a)

Fibrotoraks

b)

Fistula bronkopleura

c)

Mesotelioma

d)

Empiema necessitatis

e)

Sepsis

27.

Seorang laki-laki umur 24 tahun, datang ke IGD dengan keluhan sesak napas di alami sejak 5 hari dan memberat sejak 2 hari terakhir. Sesak disertai rasa nyeri dada kanan, batuk namun lendir putih, tidak demam. Tidak ada penurunan napsu makan dan berat badan. Pada pemeriksaan fisik toraks, didapatkan asimetris kanan tertinggal, hipersonor & penurunan bunyi napas pada hemitoraks kanan. Tek darah 120/80 mmHg, pernapasan 28 x/menit, nadi 100 x/menit, suhu 37.3C. Foto toraks menunjukkan adanya pleural line disertai fibrosis dan kavitas pada hemitoraks kanan. Pasien dengan riwayat pengobatan Tb paru 5 tahun lalu. Pneumotoraks tension terjadi melalui urutan sebagai berikut:

a)

Injury parenkim paru, air-trapping, one-way valve, peningkatan tek intrapleural

b)

Injury parenkim paru, air-trapping, one-way valve, mediastinal shift

c)

Injury parenkim paru, one-way valve, air-trapping, mediastinal shift

d)

Injury percabangan bronkus, air-trapping, mediastinal shift, peningkatan tek intrapleural

e)

Injury percabangan bronkus, air-trapping, one-way valve, kompresi paru kontra lateral

28.

Seorang pria 45 tahun dengan empisema fase fibrinopurulen. Apakah mekanisme patofisiologi yang paling dominan?

a)

Pembentukan peel

b)

Deposisi fibrin dan lokulas

c)

Fibrosis pleura

d)

Proliferasi fibroblast

e)

Invasibakteri ke rongga pleura

29.

Seorang pria 20 tahun, tinggi dan kurus, perokok, datang dengan keluhan nyeri dada kanan mendadak disertai sesak nafas. Foto toraks menunjukkan pneumotoraks spontan kanan dengan kolaps paru 15%. Apakah tatalaksana yang paling tepat?

a)

Observasi dan oksigen

b)

Aspirasi jarum

c)

Torakoskopi

d)

Pemasangan chest tube

e)

Pleurodesis

30.

Manakah pernyataan yang BENAR tentang pigtail catheter?

a)

Tidak dapat digunakan untuk drainage empiema

b)

Lebih thrombogenic dibanding chest tube konvensional

c)

Risiko kinking dan obstruksi lebih rendah

d)

Tidak dapat digunakan untuk pneumotoraks

e)

Ukurannya lebih besar dari chest tube konvensional

31.

Seorang laki-laki umur 50 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada kanan dialami sejak 4 hari. Nyeri dada terutama saat napas panjang. Sesak napas dan demam dialami sejak 7 hari lalu disertai menggigil, batuk lendir kuning kehijauan tidak ada darah. Napas kanan menurun. Pasien dengan riwayat DM sejak 10 tahun lalu tidak berobat teratur. Pada pemeriksaan fisik toraks, asimetris kanan tertinggal, vocal fremitus menurun dan perkusi redup pada medio basal paru kanan. Tekanan darah 130/85 mmHg, pernapasan 28 x/menit, nadi 98 x/menit, suhu 37.9°C. Leukosit 16.000 /mkl, Hb 9.8 mg/dl. Foto toraks menunjukkan perselubungan homogen setinggi kosta VII pada paru kanan. Aspirasi cairan pleura kanan berwarna kuning keruh.

a)

Kekakuan paru akibat lapisan in-elastik

b)

Kavum pleura terisi cairan radang dengan protein > 2,5 gr/dl

c)

Mulai terbentuk kantung fibrin dalam kavum pleura

d)

Terdapat deposit lapisan fibrin pada permukaan pleura

e)

Cairan pleura yang kental & opaque

32.

Seorang pria 55 tahun dengan riwayat PPOK datang dengan keluhan sesak nafas mendadak dan nyeri dada kanan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan takikardia, hipotensi, JVP meningkat, dan suara nafas menurun pada hemitoraks kanan. Foto toraks menunjukkan pneumotoraks dengan kolaps paru 40% and mediastinal shift. Setelah dilakukan needle dekompresi, pasien akan menjalani pemasangan chest tube. Apakah komplikasi yang paling mungkin terjadi pada kasus ini?

a)

Fistula bronkopleura

b)

Fibrotoraks

c)

Reexpansion pulmonary edema

d)

Empiema

e)

Hemotoraks

33.

Manakah yang BUKAN merupakan indikasi pleurodesis?

a)

Efusi pleura TB residual

b)

Kilotoraks

c)

Pneumotoraks spontan rekuren

d)

Efusi pleura maligna

e)

Efusi pleura transudat

34.

Seorang pria 50 tahun dengan riwayat tuberkulosis paru 1 tahun lalu datang dengan keluhan sesak nafas kronik. Pada pemeriksaan fisik didapatkan skoliosis dan penurunan suara nafas di hemitoraks kanan. CT scan toraks menunjukkan penebalan pleura dengan kalsifikasi. Apakah diagnosis yang paling tepat?

a)

Mesotelioma

b)

Fibrotoraks

c)

Empiema

d)

Efusi pleura

e)

Pleuritis

35.

Manakah dari berikut yang BUKAN merupakan kriteria Light untuk membedakan efusi pleura transudat dan eksudat?

a)

LDH cairan pleura diatas 2000 U/l

b)

Glukosa cairan pleura dibawah 60 mg/dL

c)

LDH cairan pleura/LDH serum diatas 0.6

d)

Protein cairan pleura/protein serum diatas 0.5

e)

Protein cairan pleura diatas 3 g/dL

36.

Seorang pria 55 tahun dengan empiema fase organisasi yang tidak berespon dengan chest tube dan fibrinolitik. Apakah tatalaksana yang paling tepat?

a)

Pleurektomi

b)

Torakoplasti

c)

Lanjutkan antibiotik

d)

Ganti jenis fibrinolitik

e)

Dekortikasi

37.

Perempuan berusia 35 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan sesak yang dialami sejak 2 minggu, sesak dirasakan semakin lama semakin memberat. Pada pemeriksaan fisik ditemukan fremitus vokal melemah di kanan, perkusi redup. Dokter kemudian melakukan tindakan thoracocentesis dan dikeluarkan cairan yang berwarna putih kekuningan dan berbau seperti nanah. Apakah diagnosis yang paling tepat pada pasien ini?

a)

Hidropneumothoraks

b)

Pneumothorax

c)

Hematothoraks

d)

Empiema

e)

Fibrothoraks

38.

Seorang pria 60 tahun dengan empiema yang tidak berespon dengan antibiotik selama 4 minggu. CT scan toraks menunjukkan penebalan pleura dengan trapped lung. Apakah fase empiema yang paling sesuai?

a)

Fase fibrinopurulen

b)

Fase organisasi

c)

Fase eksudatif awal

d)

Fase resolusi

e)

Fase kronis

39.

Berapakah volume maksimal yang aman untuk thoracentesis dalam satu kali prosedur?

a)

2000 mL

b)

1500 mL

c)

2500 mL

d)

1000 mL

e)

3000 mL

40.

Seorang laki-laki berusia 66 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak napas sejak 2 hari yang lalu. Tanda vital pasien tekanan darah 120/90 mmHg, nadi 100 x/menit, frekuensi napas 30x/menit, suhu 36,8, SpO2 88%. Foto toraks pasien tampak persebulungan homogen pada sebelah hemithorax kanan dengan pendorongan mediastinum dan jantung ke kontralateral. Apakah tindakan tatalaksana yang sesuai untuk pasien diatas:

a)

Pungsi pleura

b)

Needle decompresi

c)

Biopsi pleura

d)

Pleurodesis

e)

Pemasangan chest tube

41.

Seorang pria 40 tahun dengan empisema fase fibrinopurulen. USG toraks menunjukkan multiple lokulus. Apakah tatalaksana yang paling tepat?

a)

Dekortikasi

b)

Antibiotik oral saja

c)

Thoracentesis berulang

d)

Chest tube + fibrinolitik intrapleura

e)

Chest tube + antibiotik

42.

Seorang laki-laki umur 24 tahun, datang ke IGD dengan keluhan sesak napas di alami sejak 5 hari dan memberat sejak 2 hari terakhir. Sesak disertai rasa nyeri dada, batuk menahun lendir putih, tidak demam. Tidak ada penurunan nafsu makan & berat badan. Pada pemeriksaan fisik toraks, didapatkan asimetri kanan tertinggal, hipersonor & penurunan bunyi napas pada hemitoraks kanan. Tek darah 120/80 mmHg, pernapasan 28 x/menit, nadi 100 x/menit, suhu 37.3oC. Foto toraks menunjukkan adanya pleural line disertai fibrosis dan kavitas pada hemitoraks kanan. Pasien dengan riwayat pengobatan Tb paru 5 tahun lalu. Patomekanisme terjadinya kelainan yang menimbulkan sesak napas pada pasien di atas adalah:

a)

Infeksi sekunder

b)

Bronkiektasis post tuberkulosis

c)

Rupture blebs atau kaviti

d)

Gradasi tekanan atmosfir

e)

Penetrasi intra kaviti

43.

Apakah komplikasi tersering dari pemasangan chest tube?

a)

Empiema

b)

Malposisi

c)

Pneumotoraks

d)

Hemotoraks

e)

Infeksi

44.

Seorang pria 60 tahun dengan riwayat kanker paru datang dengan keluhan sesak nafas progresif sejak 2 minggu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda efusi pleura masif kanan. Thoracentesis diagnostik menunjukkan cairan eksudatif dengan sitologi positif sel ganas. Pasien telah menjalani pleurodesis namun gagal. Apakah tatalaksana yang paling tepat?

a)

Pemasangan indwelling pleural catheter

b)

Pleurodesis ulang

c)

Pemasangan chest tube konvensional

d)

Thoracentesis berulang

e)

Pleurektomi

45.

Pada kasus fibrotoraks, apakah komplikasi jangka panjang yang sering terjadi?

a)

Skoliosis

b)

Osteoporosis

c)

Bronkiektasis

d)

Kifosis

e)

Lordosis

46.

Pada kasus hemotoraks, kapan disebut sebagai hemotoraks masif?

a)

diatas 2500 cc

b)

diatas 2000 cc

c)

diatas 500 cc

d)

diatas 1500 cc

e)

diatas 1000 cc

47.

Pada kasus empiema, apakah karakteristik fase fibrinopurulen?

a)

Cairan masih bebas mengalir

b)

Mulai terbentuk septasi

c)

Glukosa cairan normal

d)

pH cairan diatas 7.2

e)

Belum terbentuk lokulasi

48.

Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan sesak napas. Pasien juga mengeluh berat badan turun dalam 1 bulan terakhir disertai batuk berdahak. Pemeriksaan fisik ditemukan deviasi trakea ke kiri, pergerakan dinding dada tidak simetris, perkusi ditemukan bunyi pekak pada hemitoraks kanan dan auskultasi bunyi napas vesikuler menurun pada hemitoraks kanan. Foto toraks pasien tampak seperti gambar.

a)

Obstruksi kelenjar limfatik

b)

Hipoalbuminemia

c)

Peningkatan tekanan onkotik

d)

Peningkatan permeabilitas kapiler

e)

Penurunan tekanan hidrostatik

49.

Manakah yang merupakan indikasi pencabutan WSD?

a)

Paru belum mengembang sempurna

b)

Produksi dibawah 200cc/24 jam

c)

Masih ada gelembung udara

d)

Undulasi tidak ada

e)

Produksi dibawah 100cc/24 jam

50.

Seorang pria 25 tahun dibawa ke IGD setelah mengalami kecelakaan motor. Pasien mengeluh sesak nafas berat dan nyeri dada kiri. Pada pemeriksaan fisik didapatkan takikardia, hipotensi, JVP meningkat, suara nafas menurun pada hemitoraks kiri, dan trakea deviasi ke kanan. Apakah tindakan awal yang paling tepat?

a)

Pemberian oksigen dan analgetik

b)

Pemasangan WSD

c)

Needle dekompresi di ICS V linea midaxillaris

d)

Needle dekompresi di ICS II linea midclavicularis

e)

Thoracentesis diagnostik

51.

Pada kasus empiema, kapan fase organisasi mulai terjadi?

a)

1-2 minggu

b)

diatas 6 minggu

c)

1-2 hari

d)

3-4 minggu

e)

3-7 hari

52.

Seorang pria 60 tahun dengan empiema fase organisasi. Apakah temuan histopatologis yang paling sesuai?

a)

Deposisi fibrin

b)

Proliferasi fibroblast

c)

Infiltrat PMN

d)

Jaringan granulasi

e)

Kalsifikasi

53.

Seorang laki-laki 54 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan sesak nafas yang semakin memberat sejak satu hari yang lalu. Dari anamnesis pasien mengeluhkan sering batuk namun tidak berdahak. Pasien merupakan perokok lama sejak 35 tahun yang lalu sebanyak kurang lebih 1-2 bungkus per hari. Dari hasil pemeriksaan fisik, TD:140/90 mmHg, RR=32x/menit, nadi = 104 x/ menit, otot bantu napas (+). Pemeriksaan thorax tampak pergerakan dinding dada kanan tertinggal, palpasi stem fremitus kanan menurun, perkusi redup pada lapangan paru kanan, auskultasi vesikuler (+/+), ronki (-/-), wheezing(+/-). Pada pemeriksaan radiologi didapatkan gambaran radiopak pada seluruh lapangan paru kanan dengan sudut costoprenicus sulit dinilai. Penatalaksanaan untuk mengurangi sesak pada kasus diatas adalah?

a)

Pemasangan WSD

b)

Torakosintesis

c)

Pemberian bronkodilator

d)

Pemasangan tracheal tube

e)

Pemberian cairan isotonik

54.

Seorang pria 50 tahun dengan empiema telah mendapat antibiotik selama 2 minggu. USG toraks menunjukkan multiple septasi dengan cairan purulen. Analisis cairan menunjukkan pH 6.8, glukosa 30 mg/dL, dan kultur positif. Apakah fase empiema yang paling sesuai?

a)

Fase eksudatif awal

b)

Fase kronis

c)

Fase resolusi

d)

Fase fibrinopurulen

e)

Fase organisasi

55.

Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan sesak napas. Pasien juga mengeluh berat badan turun dalam 1 bulan terakhir disertai batuk berdahak. Pemeriksaan fisik ditemukan deviasi trakea ke kiri, pergerakan dinding dada tidak simetris, perkusi ditemukan bunyi pekak pada hemitoraks kanan dan auskultasi bunyi napas vesikular menurun pada hemitoraks kanan. Foto toraks pasien tampak seperti gambar. Apakah tipe cairan pada kasus diatas?

a)

Eksudat

b)

Pseudotransudat

c)

Transudat

d)

Pseudoeksudat

e)

Kylotoraks

56.

Seorang laki-laki berusia 28 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan keluhan nyeri dada sejak 1 minggu yang lalu. Pasien kadang merasa sesak terutama jika beraktivitas. Batuk berdahak sejak 3 minggu yang lalu. Terdapat penurunan berat badan selama 1 bulan terakhir. Pemeriksaan fisik pasien ditemukan bunyi pernapasan bronkovesikuler menurun terutama di basal paru kanan. Foto toraks pasien ditemukan gambaran di bawah ini. Jika kondisi pasien tidak emergency, tindakan evakuasi cairan yang dilakukan untuk kasus diatas sebaiknya tidak dilakukan apabila?

a)

Menggunakan antikoagulan 2 minggu yang lalu

b)

PT APTT meningkat 0,5 kali diatas nilai normal

c)

Hb kurang dari 10

d)

Leukosit meningkat diatas nilai normal

e)

Trombosit pasien dibawah 25 ribu

57.

Berapakah interval waktu minimal yang dibutuhkan untuk pleurodesis efektif?

a)

96 jam

b)

72 jam

c)

120 jam

d)

24 jam

e)

48 jam

58.

Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan sesak napas. Pasien juga mengeluh berat badan turun dalam 1 bulan terakhir disertai batuk berdahak. Pemeriksaan fisik ditemukan deviasi trakea ke kiri, pergerakan dinding dada tidak simetris, perkusi ditemukan bunyi pekak pada hemitoraks kanan dan auskultasi bunyi napas vesikular menurun pada hemitoraks kanan. Foto toraks pasien tampak seperti gambar.

a)

Dilakukan pemberian steroid sistemik

b)

Antibiotik

c)

Pemberian suplement oksigen

d)

OAT

e)

Pemasangan selang WSD

59.

Seorang pria 45 tahun dengan pneumonia datang dengan keluhan demam dan nyeri dada kanan. Thoracentesis menunjukkan cairan jernih dengan pH 7.2, glukosa 55 mg/dL, LDH 600 IU/L, dan leukosit PMN meningkat. Apakah fase empiema yang paling sesuai?

a)

Fase eksudatif awal

b)

Fase fibrinopurulen

c)

Fase organisasi

d)

Fase resolusi

e)

Fase kronis

60.

Manakah lokasi yang paling tepat untuk pemasangan chest tube pada kasus efusi pleura?

a)

ICS V linea paravertebral

b)

ICS VII linea axillaris posterior

c)

Triangle of auscultation

d)

ICS II linea midclavicularis

e)

Triangle of safety

61.

Manakah lokasi tersering terjadinya empyema necessitatis?

a)

Costochondral junction iga ke-5

b)

Costochondral junction iga ke-6

c)

Costochondral junction iga ke-7

d)

Costochondral junction iga ke-3

e)

Costochondral junction iga ke-4

62.

Seorang laki-laki 30 tahun masuk dengan luka tusuk di dada kiri dan pasien merasa sulit bernapas. Pemeriksaan fisik, menunjukkan bibir berwarna biru, dada kiri tidak ikut terangkat pada saat inspirasi. TD 150mmHg, pernapasan 24x/menit. Hasil Rontgen menunjukkan adanya kolaps paru kiri. Pada kasus di atas, kemungkinan besar kolaps paru terjadi karena:

a)

Tertekannya paru kiri oleh dinding dada

b)

Tidak adanya surfactant dalam alveoli

c)

Hilangnya tekanan negatif dari rongga pleura

d)

Hilangnya elastic fiber dari paru

e)

Adanya hubungan antara udara dalam paru dengan atmosfer

63.

Seorang pria 30 tahun datang dengan keluhan batuk dan demam sejak 2 minggu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda efusi pleura kanan. Thoracentesis menunjukkan cairan purulen dengan pH 6.9, glukosa 30 mg/dL, dan kultur positif Streptococcus pneumoniae. USG toraks menunjukkan multiple lokulasi. Apakah tatalaksana yang paling tepat?

a)

Antibiotik intravena saja

b)

Antibiotik oral saja

c)

Antibiotik + thoracentesis berulang

d)

Antibiotik + chest tube + fibrinolitik intrapleura

e)

Antibiotik + dekortikasi

64.

Seorang pria 45 tahun datang dengan keluhan sesak nafas yang memberat sejak 3 hari yang lalu. Riwayat batuk darah dan penurunan berat badan dalam 3 bulan terakhir. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suara nafas melemah pada hemitoraks kanan dan perkusi redup. Analisis cairan pleura menunjukkan: protein 4.5 g/dL, LDH 400 IU/L, glukosa 45 mg/dL, sel PMN meningkat.

a)

Efusi pleura karena pneumonia

b)

Efusi pleura karena sindrom nefrotik

c)

Efusi pleura karena tuberkulosis

d)

Efusi pleura karena sirosis hepatis

e)

Efusi pleura karena gagal jantung

65.

Apakah tanda radiologis yang khas pada tension pneumotoraks?

a)

Sudut kostofrenikus menumpul

b)

Mediastinum shift kontralateral

c)

Trakea deviasi ipsilateral

d)

Infiltrat homogen

e)

Diafragma elevasi

66.

Berapakah jumlah minimal cairan pleura yang dapat terdeteksi pada foto toraks posisi lateral?

a)

300 cc

b)

50 cc

c)

500 cc

d)

200 cc

e)

100 cc

67.

Apakah komplikasi yang paling ditakutkan pada thoracentesis dengan pengambilan cairan diatas 1000cc dalam waktu cepat?

a)

Hemotoraks

b)

REPE (Reexpansion Pulmonary Edema)

c)

Empiema

d)

Pneumotoraks

e)

Syok hipovolemik

68.

Seorang pasien dengan efusi pleura akan dilakukan thoracentesis. Berapakah nilai trombosit minimal yang aman untuk prosedur tersebut?

a)

25.000/mm3

b)

75.000/mm3

c)

10.000/mm3

d)

50.000/mm3

e)

100.000/mm3

69.

Seorang wanita 40 tahun dengan riwayat limfoma non-Hodgkin datang dengan keluhan sesak nafas progresif sejak 1 minggu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda efusi pleura kanan. Thoracentesis menunjukkan cairan berwarna putih seperti susu dengan kadar trigliserida 150 mg/dL. Apakah diagnosis yang paling tepat?

a)

Pseudokilotoraks

b)

Kilotoraks

c)

Efusi pleura eksudatif

d)

Hemotoraks

e)

Empiema

70.

Pada pemeriksaan cairan pleura, berapakah cut-off berat jenis untuk membedakan transudat dan eksudat?

a)

1.017

b)

1.018

c)

1.015

d)

1.020

e)

1.016

71.

Seorang laki-laki berusia 28 tahun datang ke igd dengan keluhan sesak napas sejak 2 hari yang lalu. Tanda vital pasien tekanan darah 120/90 mmHg, nadi 100 x/menit, frekuensi napas 28x/menit, suhu 36,8, SpO2 94%. Foto toraks memperlihatkan gambaran efusi pleura dextra. Dokter melakukan tindakan pungsi pleura ke pasien. Hasil sitologi cairan pleura memperlihatkan gambaran sel datia langhans. Apakah tipe cairan pleura pada pasien diatas?

a)

Eksudat

b)

Kilotoraks

c)

Pseudoseksudat

d)

Transudat

e)

Empiema

72.

Manakah pernyataan yang BENAR mengenai pleurodesis?

a)

Tidak memerlukan aposisi pleura yang lengkap

b)

Bleomisin merupakan agen yang paling efektif

c)

Hanya dapat dilakukan secara kimiawi

d)

Dapat mencegah akumulasi cairan/udara di cavum pleura

e)

Kontraindikasi pada efusi pleura maligna

73.

Seorang pria 40 tahun dengan empiema fase eksudatif. Apakah temuan radiologis yang paling sesuai?

a)

Air-fluid level

b)

Multiple septasi

c)

Kalsifikasi pleura

d)

Penebalan pleura

e)

Efusi bebas