WorksheetsAM (1), AM (2)
Total questions: 40
Worksheet time: 20mins
Name
Class
Date
1.
Sistem pencegahan bahaya dalam produksi pangan melalui identifikasi dan pengendalian titik-titik kritis yang berpotensi menimbulkan bahaya kesehatan disebut apa....
a)
Standar Internasional
b)
Sertifikasi Halal
c)
Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP)
d)
Regulasi Lokal
e)
Analisis Kontaminan
2.
Sebuah perusahaan pangan olahan mengalami product recall setelah terbukti menggunakan bahan tambahan pangan melebihi batas maksimum dan terkontaminasi bakteri patogen. Tindakan ini terutama disebabkan oleh pelanggaran terhadap?
a)
asas efisiensi produksi
b)
prinsip keamanan pangan
c)
strategi pemasaran produk
d)
estetika kemasan
e)
nilai gizi pangan
3.
Temuan pecahan kaca dalam produk makanan kemasan menunjukkan kegagalan dalam menjamin aspek keamanan pangan kategori....
a)
kimiawi
b)
mikrobiologi
c)
fisik
d)
biologis
e)
nutrisi
4.
Menurut UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan, yang termasuk dalam kategori pangan adalah….
a)
Hanya bahan makanan yang sudah diolah
b)
Makanan segar, olahan, dan bahan tambahan pangan
c)
Semua jenis obat-obatan
d)
Hanya makanan yang dikonsumsi langsung
e)
Produk yang mengandung pengawet buatan
5.
Seorang produsen menemukan bahwa kadar nitrit pada produk sosisnya melebihi batas maksimum residu (BMR). Tindakan yang sesuai berdasarkan peraturan keamanan pangan adalah…
a)
Melanjutkan distribusi agar tidak rugi
b)
Mengurangi harga jual produk
c)
Menarik produk dari pasaran dan memperbaiki proses produksi
d)
Mengganti label tanpa mengubah komposisi
e)
Menyimpan produk lebih lama agar kadar berkurang
6.
Dalam penerapan sistem HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points), tindakan yang harus dilakukan pada titik kendali kritis (CCP) adalah…
a)
Menambah bahan pengawet
b)
Mengganti kemasan produk
c)
Melakukan pemantauan dan tindakan koreksi bila terjadi penyimpangan
d)
Menurunkan suhu penyimpanan tanpa pengawasan
e)
Menunda evaluasi proses hingga akhir produksi
7.
Kasus pelanggaran keamanan pangan pada produk daging olahan menunjukkan adanya Listeria monocytogenes. Dari informasi tersebut dapat disimpulkan bahwa pelanggaran terjadi pada aspek…
a)
Keamanan biologis
b)
Keamanan kimiawi
c)
Keamanan fisik
d)
Labelisasi
e)
Regulasi distribusi
8.
Ketidaksesuaian label produk pangan dengan kandungan sebenarnya dapat menyebabkan pelanggaran karena…
a)
Mengurangi biaya produksi
b)
Meningkatkan daya tarik konsumen
c)
Tidak memengaruhi keamanan pangan
d)
Melanggar prinsip transparansi dan menyesatkan konsumen
e)
Tidak termasuk dalam pengawasan BPOM
9.
Vitamin A, D, E, dan K termasuk ke dalam kelompok vitamin…
a)
Larut air
b)
Larut lemak
c)
Non-esensial
d)
Antioksidan bebas air
e)
Dapat disintesis tubuh
10.
Fungsi utama mineral kalsium dalam tubuh adalah…
a)
Mengatur keseimbangan cairan
b)
Membentuk tulang dan gigi serta membantu kontraksi otot
c)
Membantu pembentukan hemoglobin
d)
Mengatur tekanan darah
e)
Mengaktifkan enzim pencernaan
11.
Seorang analis ingin mengetahui kadar logam berat dalam makanan kaleng. Metode yang paling sesuai untuk digunakan adalah…
a)
HPLC
b)
Kromatografi kertas
c)
Spektrofotometri UV-Vis
d)
ICP-MS (Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry)
e)
Bioassay
12.
Dalam studi kasus analisis minuman energi, hasil uji menunjukkan kadar vitamin B1 dan B6 lebih rendah dari label. Berdasarkan hal ini, pelanggaran yang terjadi adalah pada aspek…
a)
Keamanan pangan biologis
b)
Mutu sensoris
c)
Ketidaksesuaian label nutrisi dan klaim produk
d)
Ketidaksesuaian metode pengujian
e)
Kesalahan formulasi pelarut
13.
Mengapa pemilihan metode analisis yang tepat (misalnya HPLC atau AAS) menjadi sangat penting dalam analisis vitamin dan mineral?
a)
Karena hanya menentukan kecepatan analisis
b)
Karena semua metode memberikan hasil yang sama
c)
Karena menentukan akurasi, presisi, dan keandalan hasil analisis
d)
Karena memengaruhi warna hasil pengukuran
e)
Karena berpengaruh pada label produk
14.
Jika hasil analisis laboratorium menunjukkan kadar vitamin pada produk lebih rendah dari yang diklaim, tindakan yang paling tepat dilakukan perusahaan adalah…
a)
Mengurangi harga jual produk
b)
Mengabaikan hasil uji karena masih aman dikonsumsi
c)
Mengubah label tanpa analisis ulang
d)
Melakukan reformulasi produk dan revisi label sesuai hasil uji
e)
Menghapus informasi vitamin dari label
15.
Tujuan utama analisis bahan tambahan makanan (BTM) adalah…
a)
Menambah cita rasa produk pangan
b)
Mengurangi biaya produksi pangan
c)
Memastikan keamanan dan kepatuhan terhadap regulasi penggunaan bahan tambahan makanan
d)
Mempercepat proses produksi makanan
e)
Membuat warna makanan lebih menarik
16.
Yang termasuk contoh bahan tambahan makanan yang berfungsi sebagai pengawet adalah…
a)
Tartrazin
b)
Lesitin
c)
Natrium benzoat
d)
Aspartam
e)
MSG
17.
Jika ditemukan penggunaan Rhodamin B dalam jajanan anak-anak, maka tindakan yang tepat sesuai regulasi BPOM adalah…
a)
Mengganti Rhodamin B dengan pewarna alami
b)
Menurunkan dosis penggunaannya
c)
Menarik produk dari peredaran dan memberi sanksi kepada produsen
d)
Mengizinkan dengan label peringatan
e)
Melakukan pengenceran produk
18.
Dalam analisis kadar sulfit pada makanan, hasil laboratorium menunjukkan kadar 2500 mg/kg pada buah kering. Berdasarkan Codex Alimentarius (batas maksimum 2000 mg/kg), hasil tersebut menunjukkan bahwa…
a)
Produk aman dikonsumsi
b)
Tidak memerlukan tindakan lanjutan
c)
Produk melanggar batas maksimum residu yang diizinkan dan berpotensi berbahaya bagi kesehatan
d)
Produk memiliki kadar yang optimal
e)
Tidak termasuk pelanggaran karena masih alami
19.
Mengapa matriks sampel yang kompleks dapat menjadi tantangan dalam analisis bahan tambahan makanan....
a)
Karena meningkatkan waktu pengujian
b)
Karena membuat warna sampel lebih pekat
c)
Karena dapat mengganggu proses pemisahan dan deteksi analit pada instrumen analisis
d)
Karena mengubah sifat fisik makanan
e)
Karena menyebabkan kontaminasi silang
20.
Berdasarkan Undang-Undang Pangan No. 18 tahun 2012, penyeleggaraan proses produksi dan peredaran pangan wajib memenuhi persyaratan sanitasi dan menjamin keamanan pangan....
a)
Untuk meningkatkan cita rasa produk pangan*
b)
Dengan menerapkan sistem manajemen mutu yang kompleks
c)
Agar terjamin keamanan pangan dan/atau keselamatan manusia
d)
Dengan fokus pada pengemasan yang menarik
e)
Untuk memaksimalkan keuntungan produsen
21.
Penerapan kriteria mikrobiologi dalam standar pangan Indonesia belum sepenuhnya mengikuti kaidah Codex, hal ini ditandai dengan....
a)
Tidak adanya batas maksimum cemaran mikroba yang ditetapkan
b)
Kriteria yang terlalu longgar sehingga berisiko bagi konsumen
c)
Adanya ketidakharmonisan antara kriteria mikrobiologi dengan SNI
d)
Penggunaan metode uji yang lebih maju daripada standar Codex
e)
Penetapan kriteria hanya untuk produk pangan impor
22.
Analisis terhadap perbedaan regulasi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dan SNI menunjukkan bahwa....
a)
SNI tidak mengatur metode analisis sama sekali
b)
Peraturan lebih detail dalam menjelaskan definisi ALT awal dan akhir
c)
Terdapat perbedaan komponen kriteria dan pengaturan dua batas maksimum ALT
d)
Batas maksimum ALT akhir lebih ketat daripada ALT awal
e)
Keduanya telah sepenuhnya mengadopsi prinsip Codex
23.
Berdasarkan karakteristik produk dan temuan penelitian, persyaratan angka lempeng total (ALT) pada kopi instan yang ketat perlu dikaji ulang karena....
a)
Kopi instan melalui proses sterilisasi yang sempurna
b)
Proses pemanggangan dapat mematikan semua mikroorganisme
c)
Pada kenyataannya, kopi adalah produk yang tidak melalui proses sterilisasi dan penelitian menemukan nilai ALT melebihi batas yang ditetapkan
d)
Kapang lebih dominan mencemari kopi instan daripada bakteri
e)
Metode pengujian ALT untuk kopi instan belum tersedia
24.
Jika suatu batch produk pangan steril komersial diuji dengan metode dan batas maksimum yang tidak lazim (seperti unit analisis 0,1 mL), konsekuensi yang mungkin terjadi adalah....
a)
Hasil uji menjadi lebih akurat dan presisi
b)
Produk tersebut pasti memenuhi standar keamanan
c)
Terjadi kesalahan interpretasi hasil uji dan potensi penolakan produk yang sebenarnya aman
d)
Biaya pengujian menjadi lebih murah
e)
Hanya mikroba patogen yang terdeteksi
25.
Dari pernyataan mengenai cemaran logam berat, pernyataan yang tepat adalah....
a)
Toksisitas logam berat hanya dipengaruhi oleh kadar logam yang dikonsumsi
b)
Anak-anak kurang rentan terhadap keracunan timbal dibandingkan orang dewasa
c)
Analisis cemaran logam berat dilakukan dengan membandingkan hasil uji terhadap batas maksimum yang ditetapkan dalam SNI atau peraturan BPOM
d)
Merkuri hanya ditemukan sebagai akibat dari aktivitas industri manusia
e)
Arsen dalam bentuk arsenit terbentuk dalam kondisi aerobik
26.
Keuntungan dan kerugian penggunaan pestisida dapat diidentifikasi dari teks, di mana salah satu kerugian utamanya adalah....
a)
Meningkatkan hasil panen secara signifikan
b)
Mudah diaplikasikan dan hasilnya cepat terlihat
c)
Dapat menyebabkan keracunan pada manusia, ternak, satwa liar, serta pencemaran lingkungan
d)
Harga pestisida yang relatif murah
e)
Hanya memengaruhi organisme target (hama) saja
27.
Obat tradisional menurut peraturan perundang-undangan dilarang mengandung....
a)
Bahan tambahan pangan alami
b)
Etil alkohol dalam sediaan tingtur
c)
Bahan kimia hasil isolasi atau sintetik berkhasiat obat
d)
Simplisia dari tumbuhan yang tidak dilindungi
e)
Mineral yang secara turun-temurun digunakan
28.
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 7 Tahun 2012, salah satu kriteria yang menyebabkan obat tradisional dilarang edar adalah....
a)
Mengandung etil alkohol lebih dari 1% pada sediaan tingtur
b)
Menggunakan bahan hewan yang tidak dilindungi
c)
Diproduksi tanpa izin usaha industri
d)
Memiliki klaim khasiat yang terlalu umum
e)
Dijual dalam kemasan sederhana
29.
Jika seorang konsumen melaporkan efek samping serius seperti kerusakan hati setelah mengonsumsi jamu pegal linu yang bereaksi sangat cepat, langkah analitis yang paling tepat untuk menduga penyebabnya adalah....
a)
Menyimpulkan bahwa semua jamu berbahaya
b)
Melaporkan produsen ke kepolisian tanpa bukti
c)
Menganalisis sampel jamu tersebut untuk mendeteksi adanya BKO golongan analgetik/NSAID
d)
Merekomendasikan konsumen untuk mengurangi dosis
e)
Menganggap hal tersebut sebagai efek placebo
30.
Seorang peneliti akan mengidentifikasi keberadaan Parasetamol dalam sampel jamu dengan metode KLT. Berdasarkan tabel metode analisis, parameter kromatografi yang perlu dipersiapkan adalah....
a)
Fase gerak kloroform : etanol (8:1) dan deteksi densitometri pada 254 nm
b)
Fase gerak etil asetat : kloroform (9:1) dan fase diam silika gel GF 254
c)
Pelarut uji HCl 0,1 N : Metanol (1:1) dan pengukuran pada 230 nm
d)
Fase gerak toluene:etil asetat:asam asetat glasial (60:40:1)
e)
Fase gerak etil asetat : methanol (7:3)
31.
Prinsip kerja kromatografi dalam analisis BKO adalah memisahkan analit dari matriks sampel berdasarkan perbedaan ....
a)
Berat molekul*
b)
Titik didih
c)
Kepolaran
d)
Warna
e)
Kelarutan dalam air
32.
Berdasarkan data Public Warning BPOM tahun 2021, BKO yang paling banyak ditemukan dalam obat tradisional golongan kortikosteroid adalah ....
a)
Prednison
b)
Siproheptadin HCl
c)
Deksametason
d)
Fenilbutason
e)
Parasetamol
33.
Jika seorang peneliti ingin mengidentifikasi dan mengkuantifikasi senyawa parasetamol serta metabolitnya secara simultan dalam sampel jamu, metode analisis yang paling tepat digunakan adalah ....
a)
KLT
b)
Spektrofotometri UV-Vis
c)
KLT-Densitometri
d)
KCKT/MS
e)
Kromatografi Gas
34.
Perbandingan antara mekanisme kerja jamu yang asli dengan jamu yang dicampur BKO adalah ....
a)
Keduanya bekerja dengan cara yang sama untuk meredakan nyeri
b)
Jamu asli bekerja dengan cepat, sedangkan BKO bekerja dengan lambat
c)
Jamu asli bekerja memperbaiki jaringan secara menyeluruh dan lambat, sedangkan BKO memberikan reaksi yang cepat
d)
BKO bekerja secara menyeluruh, sedangkan jamu asli hanya bekerja di permukaan
e)
Jamu asli hanya memberikan efek plasebo, sedangkan BKO memberikan efek farmakologis
35.
Sebuah sampel jamu pegal linu dianalisis menggunakan metode KLT dengan fase diam silika gel GF254 dan fase gerak etil asetat : kloroform (9:1). Hasil deteksi under UV 254 nm menunjukkan adanya noda dengan Rf yang sama dengan standar parasetamol. Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil analisis ini adalah ....
a)
Sampel jamu positif mengandung parasetamol
b)
Sampel jamu aman dari BKO
c)
Sampel jamu mengandung deksametason
d)
Diperlukan analisis kuantitatif lebih lanjut untuk memastikan hasil
e)
Metode yang digunakan tidak spesifik untuk parasetamol
36.
Mekanisme kerja prednison dalam menimbulkan efek antiinflamasi melibatkan urutan proses....
a)
Masuk ke sel → berikatan dengan reseptor di sitoplasma → menuju inti sel → mengaktifkan sintesis protein
b)
Menghambat migrasi neutrofil → menekan produksi prostaglandin → langsung meredakan nyeri
c)
Berikatan dengan reseptor di membran sel → menghambat pelepasan histamin
d)
Menghambat kanal ion jantung → mengurangi respons peradangan
e)
Diubah menjadi kortisol di hati → kemudian bekerja pada reseptor glucocorticoid
37.
Jika dalam suatu analisis KLT-Densitometri untuk prednison, sampel jamu menunjukkan nilai Rf yang berbeda signifikan dari standar, interpretasi yang paling tepat adalah....
a)
Sampel jamu tersebut positif mengandung prednison dengan kadar tinggi
b)
Sampel jamu tersebut mengandung senyawa lain yang mungkin bukan prednison
c)
Metode KLT-Densitometri tidak valid untuk identifikasi prednison
d)
Perlu dilakukan pengulangan elusi hingga nilai Rf sampel sama dengan standar
e)
Sampel jamu tersebut aman dikonsumsi karena tidak menunjukkan bercak
38.
Perbandingan utama antara metode identifikasi kualitatif KLT dan kuantitatif KLT-Densitometri terletak pada....
a)
Jenis fase gerak dan fase diam yang digunakan
b)
Kemampuan untuk memisahkan senyawa berdasarkan polaritas
c)
Penggunaan nilai Rf untuk membandingkan sampel dengan standar
d)
Kemampuan untuk mengukur kadar atau konsentrasi senyawa target
e)
Proses visualisasi noda di bawah sinar ultraviolet
39.
Berdasarkan data penelitian Lidiawati et al. (2023), tiga sampel jamu penambah berat badan (JGS, JMJ, JBS) dinyatakan positif mengandung deksametason karena....
a)
Nilai absorbansinya lebih rendah dari kurva baku
b)
Konsentrasinya melebihi batas yang diizinkan menurut Peraturan Menteri Kesehatan
c)
Spektrum serapannya tidak identik dengan standar deksametason
d)
Ketiganya memiliki nilai Rf yang sama dengan standar antihistamin
e)
Warna noda pada KLT sama dengan standar siproheptadin
40.
Siproheptadin hidroklorida sering disalahgunakan dalam jamu penambah nafsu makan karena efek farmakologisnya, yaitu....
a)
Memiliki efek sedasi yang kuat sehingga membuat konsumen rileks
b)
Sebagai antihistamin generasi pertama yang dapat meningkatkan nafsu makan
c)
Memiliki efek antiinflamasi yang setara dengan deksametason
d)
Tidak menimbulkan efek samping antikolinergik
e)
Merupakan mineralokortikoid yang mengatur keseimbangan elektrolit
100 %
