NEW
Font size
WorksheetsKFA (kamus farmasi dan alat kesehatan)
Total questions: 25
Worksheet time: 8mins
KFA adalah singkatan dari
Katalog Fasilitas Aset
Katalog Farmasi dan Alat Kesehatan
Kartu Farmasi Alkes
Klasifikasi Farmasi Akademik
KFA berfungsi untuk menstandarisasi apa?
Harga obat
Penamaan dan pengkodean obat serta alat kesehatan
Cara penggunaan obat
Bentuk kemasan obat
Berapa jumlah digit pada kode KFA?
4 digit
6 digit
8 digit
12 digit
Kode KFA terdiri dari 2 digit prefiks dan
3 digit urutan
4 digit urutan
5 digit urutan
6 digit urutan
KFA browser dapat diakses melalui platform
e-Katalog LKPP
Shopee Health
SATUSEHAT Kemenkes
Tokopedia Medis
Latar belakang utama munculnya KFA adalah
Banyak obat impor masuk ke Indonesia
Tidak adanya standarisasi penamaan obat saat pandemi
Mahalnya harga alkes
Banyaknya rumah sakit baru
Penggunaan KFA penting dalam rantai pasok karena
Menghasilkan obat secara otomatis
Mempermudah integrasi dan analisis kebutuhan obat
Mengganti peran apoteker
Mengurangi kebutuhan farmasi
Pihak yang banyak menggunakan KFA dalam pelayanan kesehatan adalah
Industri makanan
Industri elektronik
Apotek dan fasilitas kesehatan
Perusahaan pertanian
Pada KFA, kategori obat dengan penamaan virtual disebut sebagai
Produk Obat Aktual
Produk Obat Virtual
Bahan Zat Aktif
Produk Obat Kemasan
Manfaat KFA bagi pasien adalah
Membantu menghafal istilah kedokteran
Mengurangi biaya rawat inap
Menentukan dosis resep secara otomatis
Menjelaskan fungsi obat dengan jelas
Mengapa KFA penting dalam sistem SATUSEHAT
Karena menampilkan data rekam medis pasien
Karena menghapus kebutuhan inventory
Karena menyediakan identitas tunggal untuk obat dan alkes
Karena mengatur jadwal pelayanan
Salah satu tantangan dalam implementasi KFA adalah
Terlalu sedikit data yang dapat diakses
Perbedaan sistem integrasi antarpihak
Semua fasilitas memiliki infrastruktur teknologi tinggi
Seluruh tenaga medis sudah memahami KFA
SNOMED CT berbeda dari KFA karena berfokus pada
Terminologi klinis penyakit dan tindakan medis
Penamaan produk obat
Pengkodean laboratorium
Pengadaan alat kesehatan
LOINC berbeda dari KFA karena digunakan untuk standar
Hasil pemeriksaan laboratorium
Nama generik obat
Pengemasan obat
Registrasi alkes
Jika terjadi duplikasi kode pada data obat di fasilitas kesehatan, maka masalah utama yang muncul adalah
Biaya obat menjadi lebih rendah
Analisis kebutuhan dan distribusi menjadi tidak akurat
Obat menjadi lebih mudah ditemukan
Kode otomatis disinkronkan oleh sistem
Alasan utama KFA diperlukan dalam integrasi supply chain obat selama pandemi adalah untuk
Menyeragamkan harga obat antar fasilitas kesehatan
Menyederhanakan logistik penyimpanan obat di gudang
Menstandarisasi penamaan sehingga data kebutuhan dapat dianalisis secara nasional
Mengurangi ketergantungan impor bahan baku obat
Kode KFA terdiri atas 8 digit dengan struktur tertentu. Dua digit pertama berfungsi untuk
Menunjukkan nomor batch produksi obat
Menunjukkan kategori dan jenis produk farmasi atau alkes
Menentukan status registrasi BPOM
Menentukan jenis kemasan yang digunakan
Produk Obat Virtual dalam KFA menggambarkan
Penamaan generik tanpa merek dan tanpa hubungan ke produk aktual
Obat yang belum diproduksi secara fisik
Obat berbasis digital untuk terapi
Daftar obat yang sudah kadaluwarsa
Produk Obat Aktual pada KFA merujuk pada
Produk dengan identitas komersial spesifik dari produsen
Nama zat aktif tanpa memperhatikan bentuk sediaan
Kombinasi berbagai bahan generik yang belum diformulasikan
Nama produk obat yang hanya digunakan dalam uji klinis
Perbedaan paling signifikan antara KFA dan SNOMED CT adalah
SNOMED CT hanya mengatur terminologi obat lokal
KFA digunakan untuk terminologi klinis tindakan medis
KFA fokus pada detail produk obat/alkes, SNOMED CT fokus pada konsep klinis
SNOMED CT digunakan hanya dalam farmasi komunitas
Jika dua fasilitas kesehatan menggunakan kode obat berbeda tetapi merujuk pada produk yang sama, maka dampak paling langsung adalah
Data penggunaan nasional menjadi bias
Harga obat menjadi lebih stabil
Stok obat menjadi lebih banyak
Sistem akan otomatis melakukan koreksi kode
Salah satu tantangan implementasi KFA adalah
Seluruh fasilitas kesehatan sudah menggunakan sistem digital yang sama
Variasi sistem informasi membuat integrasi kode tidak seragam
Semua tenaga kesehatan telah memahami kode KFA dengan baik
Kode KFA tidak pernah mengalami pembaruan
LOINC lebih relevan digunakan dibanding KFA ketika
Mencatat obat yang diberikan kepada pasien
Mengelola inventaris alat kesehatan
Mengkode hasil pemeriksaan laboratorium
Menentukan dosis obat dalam resep
KFA mempermudah pasien dalam memahami terapi karena
KFA menyediakan instruksi penggunaan yang personal
KFA menentukan jadwal minum obat
KFA menetapkan durasi terapi yang pasti
KFA memungkinkan penyederhanaan istilah medis yang kompleks
Dalam konteks interoperabilitas SATUSEHAT, keberadaan kode unik KFA memungkinkan
Data obat terbaca seragam antar sistem yang berbeda
Obat dapat diresepkan tanpa penilaian tenaga medis
Stok obat otomatis restock dari distributor
Identifikasi pasien dilakukan lebih cepat
