wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PA LALU PLS SEMOGA KITA NILAI BAGUS 90

Total questions: 20

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Seorang laki-laki, berusia 25 tahun datang dengan demam 3 hari, mimisan ringan, mual, dan

tidak nafsu makan. Pasien mengaku hanya minum 1–2 gelas per hari karena mual. TD 90/60

mmHg, nadi 120x/menit, CRT >3 detik, ekstremitas dingin, tetapi suhu kini 37,5°C karena

sudah minum parasetamol sebelum datang. Lab: trombosit 65.000/mm³, Ht meningkat. Fokus

pengkajian paling prioritas pada kasus ini adalah

a)

Pola tidur pasien

b)

Riwayat konsumsi makanan

c)

Status hidrasi dan tanda kebocoran plasma

d)

Riwayat alergi obat

e)

Pola eliminasi

2.

Seorang Perempuan, 19 tahun dengan demam menurun sejak pagi, tampak gelisah, tampak

sedikit sesak, tekanan nadi menyempit, turgor jelek. Pasien mengaku tidak tidur semalaman

karena cemas memikirkan ujian. Trombosit 55.000/mm³. Diagnosa keperawatan paling tepat

adalah

a)

Hipertermia

b)

Resiko perdarahan

c)

Defisit pengetahuan

d)

Risiko syok

e)

gangguan tidur

3.

Seorang Laki-laki usia 46 tahun di rawat dengan DBD hari ke-4, sempat mengalami diare

ringan sehari sebelumnya tetapi sudah berhenti. Ht meningkat dari 38% menjadi 45%, urine

menurun, pasien mengeluh pusing saat berdiri. Infus RL sedang berjalan 10 tpm. Trombosit

masih 70.000/mm³. Intervensi paling tepat adala

a)

Membatasi asupan cairan oral

b)

Menaikkan laju infus sesuai protokol

c)

Memberikan antipiretik

d)

Memberikan transfusi trombosit segera

4.

Seorang Laki-laki, usia 42 tahun mengeluh gusi berdarah, bintik merah di kulit, dan muntah

hitam sejak pagi. Pasien juga mengaku tidak makan sejak kemarin karena mual berat. Pasien

tampak mengantuk tetapi sadar penuh. Pengkajian lanjutan paling penting adalah…

a)

Pemeriksaan suhu tubuh

b)

Pemeriksaan frekuensi urin

c)

Pemeriksaan tekanan nadi

d)

Pemeriksaan frekuensi perdarahan

5.

Seorang perempuan, 39 tahun dirawat dengan diagnosa DBD. Pasien mengeluh lemas,

nafsu makan menurun, dan beberapa kali muntah. Pemeriksaan ditemukan petechie di

lengan dan mimisan semalam. Trombosit 45.000/mm³, Ht normal. Pasien tidak sedang

konsumsi antikoagulan. Diagnosa keperawatan yang paling sesuai adalah…

a)

Nyeri akut

b)

Risiko perfusi jaringan tidak efektif

c)

Risiko perdarahan

d)

Intoleransi aktivitas

6.

Seorang Perempuan, 50 tahun mengeluh badan terasa demam 39,5°C, tampak gelisah, nadi

110x/menit, sambil mengeluh sakit kepala. Pasien sudah minum 1 tablet parasetamol 4 jam

yang lalu tetapi suhu tetap tinggi. Ruangan cukup panas karena AC sedang diperbaiki.

Intervensi yang tepat adalah

a)

Memberikan antipiretik dan kompres hangat

b)

Memberikan antibiotik

c)

Meningkatkan cairan iv

d)

Menurunkan laju infus

7.

Seorang laki-laki, 47 tahun dirawat dengan diagnosa DBD. Hasil pengkajian didapatkan

kondisi stabil, Ht 40% dan trombosit 70.000/mm³. Pasien tampak aktif bertanya dan ingin

cepat pulang karena ada tugas kuliah. Pasien mengaku minum cukup banyak karena merasa

haus. Implementasi pemantauan yang paling tepat adala

a)

Ht setiap 8 jam

b)

Ht setiap 4-6 jam

c)

Ht setiap 24 jam

d)

Ht 1 jam

8.

Seorang Laki-laki, 49 tahun telah menerima cairan IV selama 6 jam. Tanda vital: TD 110/70,

nadi 90x/menit. Output urine 1 ml/kg/jam meskipun pasien minum sedikit karena mual. Ht

turun dari 46% menjadi 40%. Trombosit masih rendah. Indikator paling tepat bahwa terapi

cairan efektif adalah…

a)

Penurunan suhu

b)

Trombosit meningkat

c)

Penurunan hematokrit dan urine adekuat

d)

Pasien merasa lebih nyaman

9.

Seorang perempuan, 35 tahun didiagnosa DBD dan direncanakan pulang setelah suhu stabil

dan nafsu makan membaik. Pasien bertanya apakah boleh olahraga ringan atau minum

minuman berenergi. Keluarga ingin pasien diberi ramuan herbal untuk menaikkan trombosit.

Edukasi paling penting untuk disampaikan adalah

a)

Konsumsi makanan pedas

b)

Banyak tidur siang

c)

Anjurkan untuk meminum suplemen penambah trombosit serta mengajarkan teknik pemantaua.

d)

Segera kembali bila timbul perdarahan, muntah terus-menerus, atau demam ulang

10.

Seorang laki-laki, dirawat di bangsal penyakit dalam dengan diagnosa DBD. Salah satu

diagnosa keperawatan yang diangkat oleh perawat adalah Risiko syok. Setelah 24 jam terapi

cairan, pasien tampak segar, tidak mengeluh pusing, TD stabil, nadi normal, CRT <2 detik. Ht

menurun, urine adekuat. Meskipun trombosit masih rendah, pasien tidak menunjukkan tanda

perdarahan. Evaluasi penyelesaian diagnosa adalah…

a)

Risiko syok teratasi

b)

Tindakan tidak efektif

c)

Risiko syok mejadi syok

d)

Butuh terapi antibiotik lanjutan

11.

Seorang pasien perempuan berusia 28 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan

demam tinggi 5 hari, mual, dan nyeri perut. TD 100/70 mmHg, nadi 98x/menit, suhu 38,9°C.

Hasil laboratorium: trombosit 95.000/mm³, Hb 12 g/dL, leukosit 4.200/mm³. Perawat akan

melakukan tourniquet test untuk mengkaji kemungkinan demam berdarah. Apa prosedur yang

dilakukan perawat pada kasus diatas?

a)

Memasang tensimeter dengan tekanan 100 mmHg selama 5 menit dan menghitung

petechiae

b)

Memasang tensimeter antara tekanan sistolik dan diastolik selama 3 menit, hitung

petechiae minimal 10-20 per inci perse

c)

Memasang tensimeter antara tekanan sistolik dan diastolik selama 5 menit, hasil

positif jika terdapat ≥10-20 petechiae per inci perse

d)

Memasang tensimeter dengan tekanan sistolik penuh selama 3 menit dan observasi

perdarahan

12.

Seorang pasien laki-laki berusia 35 tahun hari ke-4 perawatan dengan diagnosis suspek DHF.

TD 110/75 mmHg, nadi 88x/menit, suhu 37,8°C, trombosit 110.000/mm³. Setelah dilakukan

tourniquet test selama 5 menit dengan tekanan 92 mmHg, ditemukan 25 petechiae pada area

2,5 x 2,5 cm lengan bawah. Pasien mengeluh pusing ringan dan masih dapat makan.

Interpretasi hasil tourniquet test tersebut adala

a)

D. Normal, karena trombosit masih di atas 100.000/mm³

b)

E. Tidak valid, karena tekanan yang digunakan terlalu rendah

c)

C. Positif, menunjukkan fragilitas (kerusakan) pembuluh darah

d)

Normal, karena trombosit masih di atas 100.000/mm³

13.

Seorang pasien perempuan berusia 42 tahun dirawat di ruang rawat inap dengan diagnosis

syok hipovolemik ec dehidrasi berat. Hasil pengukuran tanda vital: TD 80/50 mmHg, nadi

120x/menit lemah, RR 28x/menit, suhu 37,2°C, akral dingin, CRT 4 detik. Pasien tampak

lemah dan gelisah. Perawat perlu menghitung MAP untuk memantau perfusi jaringan.

Berapakah nilai MAP pasien tersebut?

a)

60mmhg

b)

55mmHg

c)

50mmHg

d)

70mmhg

14.

Seorang pasien laki-laki berusia 50 tahun hari ke-2 perawatan post resusitasi cairan karena

syok septik. TD 95/60 mmHg, nadi 100x/menit, RR 24x/menit, suhu 37,5°C, produksi urin 25

ml/jam, akral hangat. Hasil pemeriksaan MAP menunjukkan nilai 71,6 mmHg. Kesadaran

composmentis, pasien dapat berkomunikasi dengan baik. Interpretasi nilai MAP tersebut

menunjukkan:

a)

menunjukkan:

A. Perfusi jaringan buruk, perlu resusitasi cairan agresif segera

b)

B. Perfusi organ vital tidak adekuat, tingkatkan kecepatan cairan

c)

C. Perfusi jaringan adekuat, pertahankan manajemen cairan

d)

D. Risiko hipervolemia, kurangi kecepatan cairan

15.

Seorang perempuan, usia 38 tahun, datang ke IGD dengan keluhan nyeri dada.

Hasil pemeriksaan EKG menunjukkan old miocard infark.

Apakah gambaran yang tampak pada hasil EKG tersebut?

a)

RBBB

b)

LBBB

c)

ST elevasi

d)

St depresi

16.

Seorang laki-laki,usia 60 tahun, datang ke Poli Jantung dengan keluhan dada

berdebar-debar dan mudah lelah. Pasien dilakukan pemeriksaan EKG. Hasil EKG

terdapat gelombang QRS kompleks.

Apkah proses yang terjadi pada kasus pasien tersebut?

a)

depolarisasi ventrikel

b)

Repolarisasi ventrikel

c)

Repolarisasi atrium

d)

Kontraksi ventrikel

17.

Seorang laki-laki, usia 68 tahun, dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan

sesak napas dan kedua kaki bengkak. Sesak dirasakan memberat saat pasien

beraktivitas. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan pasien tampak sianosis dan

lemah, JVP meningkat, TD 100/70 mmHg, frekuensi nadi 100 x/menit, frekuensi

napas 24 x/menit. Hasil rontgen thorak menunjukkan CTR 65%.

Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebu

a)

Risiko perfusi serebral tidak efektif

b)

Perfusi perifer tidak efektif

c)

Penurunan curah jantung

d)

Risiko perfusi miokard tidak efektif

18.

Seorang laki-laki, usia 52 tahun, dirawat di RS dengan diagnose medis Penyakit

Jantung Koroner. Pada saat pasien berpindah dari kursi roda ke tempat tidur,

pasien mengeluh nyeri pada dada dan disertai sesak napas. Hasil pemeriksaan

fisik didapatkan pasien tampak kelelahan, frekuensi napas 26 x/menit, frekuensi

nadi 108 x/menit dan

gambaran EKG aritmia.

Apakah masalah keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Intoleransi aktivitas

b)

Nyeri akut

c)

Penurunan curah jantung

d)

Pola napas tidak efektif

19.

Seorang laki-laki, usia 45 tahun di rawat di RS X dengan keluhan sesak napas,

lemah dan bengkak pada kedua kaki. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan edema

tungkai derajat 3, distensi vena jugularis, asitesdan ronkhi pada kedua lapang

paru, TD 160/95 mmHg, frekuensi nadi 90 x/menit, frekuensi napas 35 x/menit.

Pasien didiagnosa Gagal Jantung Kongestif dan mendapat terapi digitalis dan

diuretik.

Apakah pengkajian yang paling penting dilakukan sebelum pemberian obat

digitalis?

a)

Ttv

b)

Frekuensi nadi perifer

c)

Jumlah urin

d)

Irama frekuensi nadi apikal, derajat edema tungkai

20.

Seorang perempuan, usia 30 tahun, dirawat di RS dengan keluhan nyeri kepala.

Hasil pemeriksaan fisik didapatkan nyeri terasa berdenyut-denyut, skala nyeri 6,

TD 210/110 mmHg, frekuensi nadi 112 x/menit. Perawat akan mengidentifikasi

data pada keluhan utama selanjutnya.

Apa data yang dimaksud pada kasus tersebut?

a)

riwayat hipertensi

b)

Kapan dan berapa lama mengalami nyeri

c)

Apakah sudah meminum obat nyeri untuk menghindari komplikasi

d)

Apakah penyebab nyeri