wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

kuis pertemuan 7 telaah kurikulum

Total questions: 15

Worksheet time: 8mins

Name
Class
Date
1.

Sari, seorang guru ekonomi di sekolah menengah, ingin meningkatkan minat kewirausahaan sosial di kalangan siswanya. Berdasarkan hasil penelitian yang disebutkan dalam materi Kurikulum Merdeka, strategi apa yang sebaiknya dia gunakan dalam pembelajaran ekonomi?

a)

Menggunakan pendekatan experiential learning dalam aktivitas ekonomi

b)

Memberikan tugas hafalan tentang teori ekonomi

c)

Mengurangi jam pelajaran ekonomi di sekolah

d)

Mengajarkan ekonomi hanya melalui ceramah satu arah

2.

Wahyu dan Mega sedang belajar tentang ekonomi di kelas SMP mereka. Mereka ingin memahami bagaimana konsep dasar ekonomi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Bagaimana cara mereka dapat mengintegrasikan pembelajaran ekonomi agar lebih relevan dengan pengalaman sehari-hari?

a)

Mengaitkan pembelajaran ekonomi dengan aspek sosial, budaya, dan ekonomi secara integratif

b)

Mengajarkan ekonomi secara terpisah tanpa menghubungkannya dengan kehidupan nyata

c)

Hanya memberikan soal-soal matematika ekonomi tanpa diskusi

d)

Menghindari pembahasan tentang aspek sosial dalam pelajaran ekonomi

3.

Dalam sebuah kelas yang dipimpin oleh guru Nita, bagaimana Tujuan Pembelajaran (TP) dapat memperkuat implementasi Capaian Pembelajaran (CP) dalam konteks pembelajaran di kelas menurut Bait et al. (2025)?

a)

Dengan memberikan fleksibilitas tinggi kepada guru untuk menyesuaikan pembelajaran dengan konteks lokal dan karakteristik siswa.

b)

Dengan membatasi metode pembelajaran yang digunakan guru.

c)

Dengan menghilangkan penilaian autentik dalam proses pembelajaran.

d)

Dengan menekankan aspek kognitif saja tanpa memperhatikan keterampilan dan sikap.

4.

Di sebuah sekolah di Indonesia, Joko, seorang kepala sekolah, menghadapi tantangan dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Ia ingin memastikan bahwa kualitas hasil belajar siswa tetap terjaga. Strategi apa yang dapat ia gunakan untuk mengatasi tantangan tersebut?

a)

Dukungan pelatihan guru, penyediaan sumber belajar yang memadai, serta monitoring dan evaluasi yang kontinu.

b)

Mengurangi fleksibilitas kurikulum tanpa memperhatikan kebutuhan peserta didik.

c)

Mengabaikan sinergi antara komponen CP, TP, dan ATP.

d)

Mengutamakan transfer pengetahuan tanpa aplikasi nyata dalam kehidupan siswa.

5.

Di sebuah sekolah di Indonesia, Dimas dan Hadi sedang berdiskusi tentang pentingnya integrasi ilmu sosial dalam pendidikan Islam. Mereka percaya bahwa dengan menghilangkan dikotomi antara ilmu sosial dan keagamaan, pembelajaran akan menjadi lebih menyeluruh dan bermakna. Dimas berpendapat bahwa integrasi ini dapat membantu siswa memahami peran mereka sebagai khalifah di bumi.

a)

Dengan memisahkan ilmu sosial dan keagamaan agar pembelajaran lebih terfokus.

b)

Dengan mengintegrasikan ilmu sosial dan nilai-nilai keagamaan untuk membentuk manusia yang berfungsi sebagai khalifah.

c)

Dengan mengurangi pembelajaran ilmu sosial di sekolah berbasis Islam.

d)

Dengan menekankan hanya pada aspek keagamaan tanpa memperhatikan ilmu sosial.

6.

Di sebuah sekolah di daerah pedesaan, terdapat program pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dengan kurikulum yang ada. Program ini dipimpin oleh S.M. Yusuf dan Syarifah Kamariah. Analisislah pentingnya integrasi ilmu kependidikan dengan nilai kearifan lokal dalam menghadapi tantangan globalisasi di bidang pendidikan.

a)

Integrasi ini tidak relevan dalam pendidikan global.

b)

Integrasi ini memperkuat identitas budaya siswa dan membentuk karakter yang adaptif terhadap tantangan abad 21.

c)

Integrasi ini hanya menambah beban pembelajaran bagi siswa.

d)

Integrasi ini mengurangi keterlibatan siswa dalam pembelajaran.

7.

Dalam sebuah konferensi internasional, para akademisi dari berbagai disiplin ilmu berkumpul untuk membahas cara mengatasi fragmentasi pengetahuan. Dewi, seorang ahli sosiologi, mengusulkan pendekatan integrasi bidang ilmu sosial. Bagaimana pendekatan ini dapat mendukung pembelajaran lintas disiplin?

a)

Dengan memisahkan setiap disiplin ilmu agar lebih spesifik.

b)

Dengan mengadopsi filosofi bahwa ilmu pengetahuan bersifat holistik dan tidak terfragmentasi, serta menuntut kompetensi interdisipliner.

c)

Dengan hanya fokus pada satu disiplin ilmu tanpa menghubungkan konsep sosial-ekonomi dan budaya.

d)

Dengan mengabaikan nilai-nilai agama dan budaya lokal dalam pembelajaran.

8.

Dalam sebuah kelas di sekolah menengah, Faisal, Maya, dan Adi sedang berdiskusi tentang bagaimana integrasi ilmu sosial dalam kurikulum IPS dapat memperkuat pemahaman holistik mereka. Mereka mencoba mencari tahu bidang-bidang apa saja yang diintegrasikan menurut tabel analisis kurikulum IPS.

a)

Dengan mengintegrasikan bidang sejarah, geografi, ekonomi, dan sosiologi untuk pemahaman holistik.

b)

Dengan memisahkan setiap bidang ilmu sosial agar lebih fokus pada satu disiplin.

c)

Dengan hanya mengajarkan sejarah dan ekonomi tanpa integrasi bidang lain.

d)

Dengan mengutamakan pembelajaran individual tanpa kolaborasi lintas disiplin.

9.

Susi dan Adi sedang mengerjakan proyek kelompok di kelas IPS. Mereka diminta untuk menganalisis isu sosial yang terjadi di masyarakat dan menyusun presentasi yang menunjukkan pemahaman mereka tentang konsep-konsep ilmu sosial. Mengapa penilaian autentik dengan fokus pada keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi penting dalam metode penilaian IPS, dan bagaimana hal ini dapat meningkatkan validitas penilaian?

a)

Karena penilaian autentik mengukur kemampuan analisis, sintesis informasi, serta penerapan konsep ilmu sosial secara kolaboratif, sehingga meningkatkan validitas penilaian.

b)

Karena penilaian autentik hanya menilai hafalan peserta didik tanpa memperhatikan keterampilan berpikir kritis.

c)

Karena penilaian autentik tidak relevan dengan pembelajaran IPS yang bersifat interdisipliner.

d)

Karena penilaian autentik tidak membutuhkan rubrik penilaian yang jelas.

10.

Seorang guru bernama Ibu Sari ingin merancang pembelajaran ekonomi yang menekankan pada analisis fenomena ekonomi mikro dan makro sederhana serta pengelolaan keuangan pribadi. Strategi pembelajaran apa yang sebaiknya digunakan agar siswa dapat bertanggung jawab dan disiplin dalam mengelola keuangan?

a)

Menggunakan simulasi sosial dan diskusi etika yang melibatkan studi kasus pengelolaan keuangan pribadi dan investasi sederhana.

b)

Memberikan tugas hafalan tentang istilah ekonomi tanpa praktik nyata.

c)

Menghindari diskusi kelompok agar siswa lebih fokus pada teori.

d)

Hanya menggunakan ceramah satu arah tanpa melibatkan siswa dalam aktivitas.

11.

Di sebuah pasar tradisional, Dimas dan Arif melakukan simulasi transaksi jual beli. Dimas menjual sayuran, sementara Arif membeli. Mereka mencatat perubahan harga sayuran dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran di pasar tersebut. Identifikasi mekanisme permintaan, penawaran, dan pembentukan harga di pasar dapat dilakukan melalui:

a)

Melakukan simulasi transaksi jual beli, mencatat perubahan harga, dan menganalisis faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran.

b)

Tidak mencatat data selama simulasi berlangsung.

c)

Mengabaikan interaksi antara penjual dan pembeli.

d)

Hanya memperhatikan satu harga tanpa melakukan simulasi.

12.

Wawan, Joko, dan Rudi sedang melakukan observasi lapangan dan simulasi kelompok dalam pembelajaran ekonomi. Pilih tindakan yang menunjukkan sikap bertanggung jawab selama kegiatan tersebut.

a)

Berpartisipasi aktif, mencatat hasil observasi, dan bekerja sama dengan anggota kelompok.

b)

Tidak terlibat dalam diskusi kelompok.

c)

Mengabaikan instruksi guru selama observasi.

d)

Hanya mengandalkan hasil orang lain tanpa kontribusi pribadi.

13.

Di sebuah sekolah menengah pertama, Rudi dan teman-temannya sedang merancang sebuah proyek kewirausahaan sosial. Mereka ingin menciptakan bahan ajar IPS yang dapat meningkatkan keterampilan kewirausahaan siswa. Berdasarkan referensi Giofanny, Dea Adela, I Putu Sriartha, dan Anantawikrama Tungga Atmadja (2020), bagaimana cara terbaik untuk merancang bahan ajar tersebut?

a)

Dengan hanya memberikan teori kewirausahaan tanpa praktik

b)

Dengan mengintegrasikan studi kasus kewirausahaan sosial dan proyek nyata di lingkungan sekolah

c)

Dengan fokus pada hafalan definisi kewirausahaan

d)

Dengan membatasi pembelajaran pada buku teks saja

14.

Di sebuah desa yang kaya akan tradisi dan budaya lokal, seorang guru bernama Agus berusaha untuk meningkatkan relevansi pendidikan di sekolahnya. Ia ingin mengintegrasikan ilmu kependidikan dengan nilai-nilai kearifan lokal. Strategi yang dapat digunakan Agus untuk mencapai tujuan tersebut adalah:

a)

Mengabaikan nilai-nilai lokal dalam pembelajaran

b)

Mengadaptasi kurikulum dengan memasukkan praktik dan tradisi lokal ke dalam proses pembelajaran

c)

Menggunakan metode pembelajaran konvensional tanpa inovasi

d)

Mengurangi interaksi antara siswa dan masyarakat sekitar

15.

Yuni, seorang guru kewirausahaan, ingin menganalisis bagaimana pendidikan kewirausahaan dapat membangun sikap kemandirian peserta didik. Menurut Rokhmawati, Atik, Endang Surjiati, dan Andi Nu Graha (2024), apa yang sebaiknya dilakukan Yuni untuk mencapai tujuan tersebut?

a)

Dengan membatasi siswa pada teori kewirausahaan saja

b)

Dengan memberikan pengalaman langsung dan pembelajaran berbasis proyek kewirausahaan

c)

Dengan menghindari diskusi tentang tantangan kewirausahaan

d)

Dengan menekankan pada hafalan materi tanpa aplikasi nyata