wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Pemikiran Filsafat dan Sains

Total questions: 25

Worksheet time: 8mins

Name
Class
Date
1.

Apa yang dimaksud dengan rasionalisme dalam pemikiran Kant?

a)

Rasionalisme dalam pemikiran Kant adalah pandangan bahwa semua pengetahuan bersifat subjektif dan emosional.

b)

Rasionalisme dalam pemikiran Kant adalah keyakinan bahwa pengetahuan hanya dapat diperoleh melalui pendidikan formal.

c)

Rasionalisme dalam pemikiran Kant adalah keyakinan bahwa pengetahuan diperoleh melalui akal dan pemikiran rasional.

d)

Rasionalisme dalam pemikiran Kant adalah pengetahuan yang diperoleh melalui pengalaman dan pengamatan.

2.

Jelaskan konsep 'a priori' dan 'a posteriori' menurut Kant.

a)

Konsep 'a priori' adalah pengetahuan yang bersifat subjektif, sedangkan 'a posteriori' adalah pengetahuan yang objektif.

b)

Konsep 'a priori' adalah pengetahuan yang bergantung pada pengalaman, sedangkan 'a posteriori' adalah pengetahuan yang independen dari pengalaman.

c)

Konsep 'a priori' dan 'a posteriori' tidak memiliki hubungan dengan pengalaman.

d)

Konsep 'a priori' adalah pengetahuan yang independen dari pengalaman, sedangkan 'a posteriori' adalah pengetahuan yang bergantung pada pengalaman.

3.

Apa peran pengalaman dalam rasionalisme Kant?

a)

Pengalaman memberikan konten bagi pengetahuan, sementara struktur a priori memberikan bentuk.

b)

Pengalaman tidak berpengaruh pada pengetahuan.

c)

Struktur a priori tidak mempengaruhi pengalaman.

d)

Pengalaman hanya mengganggu proses rasionalisme.

4.

Apa yang dimaksud dengan 'langue' dan 'parole' dalam strukturalisme Saussure?

a)

'Langue' adalah cara berbicara, sedangkan 'parole' adalah aturan bahasa.

b)

'Langue' adalah bahasa lisan, sedangkan 'parole' adalah bahasa tulisan.

c)

'Langue' adalah penggunaan bahasa, sedangkan 'parole' adalah sistem komunikasi.

d)

'Langue' adalah sistem bahasa, sedangkan 'parole' adalah penggunaan bahasa.

5.

Jelaskan prinsip dasar positivisme menurut Auguste Comte.

a)

Positivisme menurut Comte berfokus pada spekulasi filosofis dan teori abstrak.

b)

Prinsip positivisme adalah penolakan terhadap semua bentuk pengetahuan empiris.

c)

Prinsip dasar positivisme menurut Auguste Comte adalah penekanan pada pengetahuan yang diperoleh melalui pengalaman dan observasi, serta penolakan terhadap spekulasi metafisik.

d)

Prinsip dasar positivisme menekankan pada intuisi dan keyakinan pribadi.

6.

Bagaimana metodologi induktif diterapkan dalam penelitian ilmiah?

a)

Metodologi induktif berfokus pada pengujian data tanpa mencari pola baru.

b)

Metodologi induktif digunakan untuk menguji hipotesis yang sudah ada.

c)

Metodologi induktif diterapkan dengan mengumpulkan data spesifik untuk menemukan pola dan generalisasi.

d)

Metodologi induktif mengandalkan teori yang sudah terbukti untuk analisis data.

7.

Sebutkan langkah-langkah dalam proses induktif.

a)

Pengamatan, Penyimpanan Data, Pembuatan Hipotesis, Konfirmasi, dan Diskusi.

b)

Identifikasi, Pengumpulan Informasi, Penyusunan Teori, Pembuktian, dan Publikasi.

c)

Langkah-langkah dalam proses induktif adalah: Observasi, Pengumpulan Data, Identifikasi Pola, Generalisasi, dan Verifikasi.

d)

Analisis, Pengolahan Data, Penarikan Kesimpulan, Uji Coba, dan Evaluasi.

8.

Apa yang dimaksud dengan falsifikasi dalam pemikiran Karl Popper?

a)

Falsifikasi berarti mengabaikan semua teori yang tidak terbukti.

b)

Falsifikasi adalah metode untuk membuktikan teori ilmiah sebagai benar.

c)

Falsifikasi adalah cara untuk mengembangkan teori tanpa pengujian.

d)

Falsifikasi adalah prinsip bahwa teori ilmiah harus dapat diuji dan dibuktikan salah.

9.

Mengapa Popper menolak verifikasi sebagai kriteria ilmiah?

a)

Popper menolak verifikasi karena ia percaya bahwa semua teori ilmiah dapat dibuktikan.

b)

Popper menolak verifikasi karena ia berpendapat bahwa teori ilmiah harus selalu benar.

c)

Popper menolak verifikasi karena ia menganggap bahwa semua teori harus dapat diterima secara universal.

d)

Popper menolak verifikasi karena ia percaya bahwa hanya falsifikasi yang dapat membedakan teori ilmiah dari non-ilmiah.

10.

Jelaskan konsep 'teori' dan 'falsifikasi' dalam konteks sains menurut Popper.

a)

Teori adalah pandangan subjektif; falsifikasi adalah proses yang tidak relevan dalam sains.

b)

Teori adalah proposisi yang dapat diuji; falsifikasi adalah prinsip bahwa teori harus dapat dibuktikan salah.

c)

Teori adalah fakta yang tidak dapat diuji; falsifikasi adalah cara untuk membuktikan teori benar.

d)

Teori adalah asumsi yang selalu benar; falsifikasi adalah metode untuk menguatkan teori.

11.

Apa yang dimaksud dengan pergeseran paradigma menurut Thomas Kuhn?

a)

Pergeseran paradigma adalah penyesuaian kecil dalam teori ilmiah yang tidak mengubah pandangan secara signifikan.

b)

Pergeseran paradigma adalah perubahan fundamental dalam cara pandang ilmiah yang menggantikan paradigma lama dengan yang baru.

c)

Pergeseran paradigma adalah pengulangan metode lama dalam penelitian ilmiah yang tidak menghasilkan inovasi baru.

d)

Pergeseran paradigma adalah proses di mana ilmuwan mempertahankan paradigma yang sama meskipun ada bukti baru.

12.

Sebutkan ciri-ciri dari paradigma ilmiah menurut Kuhn.

a)

Ciri-ciri paradigma ilmiah menurut Kuhn adalah: metode eksperimen yang ketat, data yang selalu konsisten, dan penemuan yang bersifat sementara.

b)

Ciri-ciri paradigma ilmiah menurut Kuhn adalah: teori yang tidak dapat diuji, fakta yang selalu berubah, dan penemuan yang bersifat absolut.

c)

Ciri-ciri paradigma ilmiah menurut Kuhn adalah: kerangka teori yang diterima, anomali yang tidak terjelaskan, dan perubahan paradigma melalui revolusi ilmiah.

d)

Ciri-ciri paradigma ilmiah menurut Kuhn adalah: pendekatan kualitatif yang dominan, penolakan terhadap teori, dan stabilitas dalam pemikiran ilmiah.

13.

Bagaimana Kuhn menjelaskan perubahan dalam sains?

a)

Kuhn menekankan pentingnya teori evolusi dalam sains.

b)

Kuhn menjelaskan perubahan dalam sains melalui konsep perubahan paradigma.

c)

Kuhn berfokus pada data statistik dalam sains.

d)

Kuhn menjelaskan sains melalui metode eksperimen.

14.

Apa peran anomali dalam pergeseran paradigma?

a)

Anomali memperkuat asumsi yang ada dalam paradigma.

b)

Anomali tidak berpengaruh pada pergeseran paradigma.

c)

Anomali mendorong pergeseran paradigma dengan menantang asumsi yang ada.

d)

Anomali hanya relevan dalam konteks sejarah tertentu.

15.

Jelaskan perbedaan antara sains normal dan sains revolusioner menurut Kuhn.

a)

Sains normal mengabaikan teori yang ada, sedangkan sains revolusioner mempertahankan paradigma lama.

b)

Sains normal berfokus pada pengembangan teori yang ada, sedangkan sains revolusioner melibatkan perubahan paradigma yang mendasar.

c)

Sains normal dan sains revolusioner memiliki pendekatan yang sama dalam penelitian ilmiah.

d)

Sains normal berfokus pada eksperimen, sedangkan sains revolusioner tidak melibatkan pengujian teori.

16.

Apa dampak dari pergeseran paradigma terhadap perkembangan ilmu pengetahuan?

a)

Pergeseran paradigma dapat menghambat penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.

b)

Pergeseran paradigma dapat mempercepat inovasi dan perkembangan teori baru dalam ilmu pengetahuan.

c)

Pergeseran paradigma tidak berpengaruh pada metode ilmiah yang ada.

d)

Pergeseran paradigma hanya mempengaruhi bidang seni dan bukan ilmu pengetahuan.

17.

Sebutkan contoh pergeseran paradigma dalam sejarah sains.

a)

Peralihan dari teori geosentris ke heliosentris.

b)

Transisi dari fisika klasik ke metafisika modern.

c)

Peralihan dari teori evolusi ke kreasionisme.

d)

Perubahan dari metode ilmiah ke dogma agama.

18.

Seorang peneliti menemukan bahwa kata “ibu” dalam berbagai bahasa selalu dikaitkan dengan bunyi lembut dan asosiasi kasih sayang. Menurut Saussure, fenomena ini menunjukkan bahwa ...

a)

a. Hubungan antara tanda dan makna bersifat natural

b)

b. Bahasa memiliki motivasi biologis

c)

c. Hubungan tanda tetap arbitrer, tetapi pola sosial dapat mempengaruhi konvensi

d)

d. Fonetik menentukan makna universal

19.

Dalam penelitian sosial, seorang peneliti hanya mengandalkan survei dan statistik tanpa memperhitungkan konteks budaya. Ini mencerminkan ...

a)

a. Pendekatan positivistik yang menekankan observasi objektif

b)

b. Perspektif interpretatif yang menolak empirisme

c)

c. Pendekatan hermeneutik yang kontekstual

d)

d. Kritik terhadap empirisme murni

20.

Dalam kajian sastra, teori strukturalisme mulai ditinggalkan karena gagal menjelaskan dinamika makna yang berubah. Pergeseran menuju post-strukturalisme dapat dianalogikan dengan ...

a)

a. Revolusi ilmiah dalam arti Kuhn, yaitu pergantian paradigma

b)

b. Falsifikasi Popper terhadap teori empiris

c)

c. Deduksi rasional Kantian

d)

d. Peneguhan kembali paradigma lama

21.

Kritik utama terhadap induktivisme Comte dalam penelitian budaya adalah:

a)

a. Tidak mengakui pentingnya pengalaman empiris

b)

b. Menganggap semua gejala sosial bisa direduksi ke hukum umum seperti alam

c)

c. Terlalu menekankan aspek subjektif dalam interpretasi

d)

d. Menolak hubungan sebab-akibat

22.

Mengapa pedekatan positivistik sulit diterapkan secara penuh dalam ilmu sosial dan budaya?

a)

a. Karena fenomena sosial tidak dapat diobservasi

b)

b. Karena hukum sosial bersifat absolut

c)

c. Karena perilaku manusia dipengaruhi oleh makna dan interpretasi, bukan hanya sebab-akibat empiris

d)

d. Karena metode kuantitatif tidak dapat digunakan

23.

Sebuah teori tetap dipertahankan karena “lingkaran pelindung” terus diperbaiki untuk menyesuaikan dengan data baru. Namun jika perubahan ini hanya bersifat defensif dan tidak menghasilkan prediksi baru, maka program riset tersebut bersifat ...

a)

a. Progresif

b)

b. Degeneratif

c)


c. Paradigmatik

d)

d. Revolusioner

24.

Bagi Feyerabend, slogan “anything goes” bukanlah seruan menuju relativisme ekstrem, tetapi merupakan…

a)

a. Pernyataan nihilistik bahwa kebenaran tidak dapat dicapai sama sekali

b)

b. Kritik terhadap dogmatisme metodologis yang membatasi kreativitas ilmiah

c)

c. Upaya untuk menggantikan metode ilmiah dengan pendekatan estetika

d)

d. Seruan untuk menolak semua bentuk teori ilmiah yang ada

25.

Paul Feyerabend menolak pandangan bahwa terdapat metode ilmiah universal yang menjamin kemajuan ilmu. Ia mengajukan prinsip “epistemological anarchism” yang berarti…

a)

a. Setiap ilmuwan harus tunduk pada otoritas epistemik komunitas ilmiah

b)

b. Tidak ada aturan metodologis yang berlaku mutlak dalam praktik ilmiah

c)

c. Setiap teori harus diuji melalui falsifikasi sistematis

d)

d. Ilmu pengetahuan hanya sah jika didasarkan pada prinsip empirisme logis