wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

kikwu xii tkj

Total questions: 25

Worksheet time: 13mins

Name
Class
Date
1.

Berdasarkan materi yang menyebutkan bahwa fungsi kemasan tidak hanya sebagai wadah, melainkan juga harus memiliki nilai ergonomis dan dapat berfungsi ganda. Manakah pernyataan di bawah ini yang paling tepat menggambarkan implementasi nilai lebih dan ergonomis secara simultan pada sebuah kemasan produk makanan siap saji?

a)

Kemasan menggunakan bahan daur ulang (ramah lingkungan) dan mencantumkan kode QR untuk resep masakan tambahan.

b)

Kemasan dibuat dari plastik tebal yang tahan banting dan dicetak dengan desain eye-catching agar menarik perhatian konsumen.

c)

Kemasan berbahan kertas food grade yang memiliki pegangan (handle) ergonomis dan dapat dilipat menjadi mangkuk saji tanpa memerlukan alat tambahan

d)

Kemasan didesain dengan warna cerah dan memiliki segel hermetis untuk memastikan ketahanan terhadap uap air dan bakteri.

e)

Kemasan primer dibuat transparan untuk memperlihatkan produk, sementara kemasan sekunder berisi diskon promosi untuk pembelian berikutnya.

2.

Sebuah perusahaan pasta gigi mengirimkan produknya. Pasta gigi dalam kemasan tube plastik berada di dalam kotak kardus kecil. Sepuluh kotak kardus kecil tersebut dikemas lagi dalam satu dus besar untuk didistribusikan ke distributor. Berdasarkan klasifikasi kemasan, urutan jenis kemasan untuk tube plastik, kotak kardus kecil, dan dus besar adalah...

a)

Sekunder, Tersier, Primer.

b)

Primer, Tersier, Sekunder.

c)

Primer, Sekunder, Tersier.

d)

Tersier, Primer, Sekunder.

e)

Sekunder, Primer, Tersier.

3.

Sebuah UMKM memproduksi keripik kentang. Mereka memilih kemasan standing pouch dari bahan plastik berlapis foil yang tertutup rapat dan tidak transparan. Keputusan ini secara spesifik bertujuan untuk memenuhi syarat kemasan yang berkaitan dengan sifat perlindungan terhadap lingkungan dan produk, yaitu...

a)

A.      Kuat/Aman dan Bahan Mudah Didapat.

b)

B.      Kemasan Fleksibel dan Kemasan Hermetis.

c)

C.       Menarik (Eye Catching) dan Kemasan Kaku.

d)

D.      Kemasan Tahan Cahaya dan Kemasan Hermetis.

e)

E.       Praktis (Mudah Dibuka) dan Kemasan Sekali Pakai.

4.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No 79/MENKES/PER/III/1978 dan materi terkait label, komponen manakah yang paling kritis untuk memastikan keamanan dan legalitas produk pangan kemasan, khususnya dalam konteks waktu konsumsi?

a)

A.      Nama makanan atau merek dagang dan Isi Netto.

b)

B.      Nomor pendaftaran (SP/MD) dan Nama & Alamat perusahaan.

c)

C.       Kode produksi dan Label Halal.

d)

D.      Komposisi bahan dan Nomor pendaftaran (SP/MD).

e)

E.       Tanggal kedaluwarsa dan Kode produksi.

5.

Seorang desainer diminta merancang kemasan untuk produk minuman energi premium yang menargetkan profesional muda berpenghasilan tinggi. Untuk mengoptimalkan penjualan, desainer harus memprioritaskan unsur desain kemasan yang mana?

a)

A.      Ciri khas dan Special Packs untuk momen acara besar.

b)

B.      Desain yang unik dan berbeda agar menjadi ikon produk sejenis.

c)

C.       Material berkualitas tinggi dan ergonomis yang menonjolkan kenyamanan dan citra produk.

d)

D.      Penggunaan warna-warna cerah dan ilustrasi yang ramai untuk menarik perhatian (eye-catching).

e)

E.       Label yang mencantumkan detail lengkap komposisi dan tanggal kadaluarsa.

6.

Jika sebuah produk minuman teh siap minum dikemas dalam botol plastik yang mudah dilenturkan (Kemasan Fleksibel), padahal botol tersebut akan diproses dengan pemanasan dan sterilisasi untuk memperpanjang umur simpan, hal ini melanggar syarat kemasan berdasarkan...

a)

A.      Sifat Kekakuan Bahan Kemasan.

b)

B.      Sifat Perlindungan Terhadap Lingkungan.

c)

C.       Fungsi Promosi yang Efektif.

d)

D.      Tingkat Kesiapan Pakai.

e)

E.       Aturan Label dan Periklanan Makanan.

7.

Sebuah usaha roti mencatat biaya bulanan sebagai berikut: Gaji 2 pegawai Rp 4.000.000, Sewa toko Rp 1.500.000, Biaya bahan baku Rp 3.000 per roti, dan Biaya kemasan pouch Rp 500 per roti. Jika dalam sebulan diproduksi 5.000 roti, berapakah besaran Biaya Variabel per Unit?

a)

A.      Rp 5.500.000

b)

B.      Rp 4.000

c)

C.       Rp 3.500

d)

D.      Rp 7.000.000

e)

E.       Rp 3.000

8.

Manakah dari komponen biaya berikut yang paling jelas dikategorikan sebagai Fixed Cost dalam konteks produksi kerajinan tangan, berdasarkan definisi biaya yang jumlahnya selalu sama dan harus dibayar terlepas dari volume produksi?

a)

A.      Pembelian benang dan manik-manik untuk setiap unit kerajinan.

b)

B.      Honor harian untuk pekerja paruh waktu yang dibayar berdasarkan jumlah produk yang diselesaikan.

c)

C.       Biaya pengiriman dan komisi penjualan per unit yang berhasil dijual.

d)

D.      Biaya sewa studio/workshop bulanan dan asuransi peralatan produksi tahunan.

e)

E.       Penggantian listrik yang nilainya fluktuatif mengikuti jam operasional mesin.

9.

Usaha "Kopi Nikmat" memiliki Total Biaya Tetap (FC) bulanan Rp 10.000.000. Biaya Variabel (VC) per gelas kopi adalah Rp 5.000. Harga Jual (P) per gelas adalah Rp 25.000. Jika target keuntungan bulanan yang diinginkan adalah Rp 5.000.000, berapakah jumlah gelas kopi yang harus terjual (di atas BEP) untuk mencapai target keuntungan tersebut?

a)

A.      500 gelas

b)

B.      600 gelas

c)

C.       750 gelas

d)

D.      1.000 gelas

e)

E.       1.250 gelas

10.

Hasil perhitungan BEP Unit untuk produk A adalah 800 unit. Pernyataan manakah yang paling akurat mengenai implikasi dari angka BEP tersebut?

a)

A.      Omzet penjualan harus melebihi biaya variabel total (VC) untuk menghindari kerugian.

b)

Setelah menjual 800 unit, perusahaan telah mendapatkan keuntungan murni sebesar 1 unit produk.

c)

Penjualan ke-801 akan menghasilkan keuntungan pertama karena total pendapatan telah kembali untuk menutupi total biaya.

d)

D.      Harga jual per unit harus diturunkan jika unit yang terjual lebih dari 800.

e)

E.       Biaya Tetap (FC) telah kembali sepenuhnya, tetapi biaya variabel masih belum tertutupi

11.

Usaha "Donat Bahagia" memiliki Total Biaya Tetap Rp 3.000.000. Harga Jual per donat Rp 5.000 dan Biaya Variabel per donat Rp 2.500. Berapakah persentase margin kontribusi (1−(Harga Jual per UnitBiaya Variabel per Unit​)) yang digunakan dalam rumus BEP Rupiah?

a)

A.      1

b)

B.      0.5

c)

C.       1.5

d)

D.      2.5

e)

E.       2

12.

Jika suatu usaha telah menghitung BEP dalam Unit, bagaimana cara paling cepat dan akurat untuk memverifikasi atau mendapatkan nilai BEP dalam Rupiah, tanpa perlu menggunakan rumus BEP Rupiah yang kompleks?

a)

A.      BEP Unit dibagi dengan Biaya Variabel per Unit.

b)

B.      BEP Unit dikalikan dengan Total Biaya Tetap.

c)

C.       BEP Unit dikalikan dengan Harga Jual per Unit.

d)

D.      BEP Unit dikalikan dengan Biaya Variabel Total.

e)

E.       BEP Unit dibagi dengan Margin Kontribusi per Unit.

13.

Seorang wirausaha ingin menurunkan nilai BEP (baik unit maupun rupiah) agar lebih cepat mencapai keuntungan. Berdasarkan rumus BEP, strategi manakah yang paling efektif untuk dilakukan?

a)

A.      Menaikkan Biaya Tetap (FC) dan menaikkan Harga Jual (P).

b)

B.      Menurunkan Biaya Tetap (FC) dan menaikkan Biaya Variabel per Unit (VC).

c)

C.       Menurunkan Harga Jual (P) dan menaikkan Biaya Tetap (FC).

d)

D.      Menurunkan Biaya Tetap (FC) dan menaikkan Harga Jual (P) secara signifikan.

e)

E.       Menurunkan Biaya Variabel per Unit (VC) dan menjaga Harga Jual (P) tetap.

14.

Harga Jual (Selling Price) per unit yang ditetapkan wirausaha harus mampu menutupi komponen biaya manakah secara keseluruhan agar usaha dapat berkelanjutan dan menghasilkan laba?

a)

A.      Hanya Biaya Variabel per Unit.

b)

B.      Biaya Tetap per Unit (FC) dan Biaya Variabel per Unit (VC).

c)

C.       Hanya Biaya Tetap Total.

d)

D.      Biaya Tetap Total dan Biaya Variabel Total, ditambah margin keuntungan.

e)

E.       Biaya Variabel Total, dan sebagian kecil dari Biaya Tetap Total.

15.

Usaha makanan ringan menghadapi kenaikan harga bahan baku (biaya variabel) sebesar 10%, sementara Biaya Tetap dan Harga Jual produknya tetap. Dampak langsung dari perubahan ini terhadap BEP adalah...

a)

A.      BEP Unit akan menurun, dan BEP Rupiah akan meningkat.

b)

B.      BEP Unit dan BEP Rupiah akan menurun karena selisih P−VC meningkat.

c)

C.       BEP Unit dan BEP Rupiah akan tetap, karena Biaya Tetap tidak berubah.

d)

D.      BEP Unit dan BEP Rupiah akan meningkat karena selisih P−VC menurun.

e)

E.       BEP Unit akan meningkat, tetapi BEP Rupiah akan tetap.

16.

Gaji bulanan pegawai yang secara langsung terlibat dalam proses pembuatan produk (misalnya, perajin yang merakit kerajinan) diklasifikasikan sebagai biaya...

a)

A.      Biaya Tetap (Fixed Cost).

b)

B.      Biaya Variabel (Variable Cost).

c)

C.       Biaya Bahan Baku.

d)

D.      Biaya Overhead Pabrik (BOP) Tetap.

e)

E.       Biaya Gaji Langsung (Direct Labor Cost), yang merupakan komponen dari Biaya Tetap.

17.

Dalam contoh perhitungan BEP usaha donat, biaya kemasan (kotak) Rp 500 per donat diklasifikasikan sebagai Biaya Variabel per donat. Alasan yang paling mendasar untuk klasifikasi ini adalah...

a)

A.      Kemasan merupakan bagian dari packaging tersier.

b)

B.      Biaya kemasan mudah didaur ulang.

c)

C.       Jumlah biaya kemasan meningkat sebanding dengan jumlah donat yang diproduksi.

d)

D.      Kemasan harus memenuhi syarat hermetis.

e)

E.       Biaya kemasan termasuk dalam Fixed Cost total perusahaan.

18.

Standar Nasional Indonesia (SNI) bersifat sukarela untuk ditetapkan oleh pelaku usaha, namun SNI disusun dengan maksud untuk meningkatkan perlindungan kepada konsumen dan membantu kelancaran perdagangan. Implikasi paling signifikan dari penerapan SNI secara sukarela bagi wirausaha adalah...

a)

A.      Wirausaha wajib menaikkan harga jual produk untuk menutupi biaya standardisasi.

b)

A.      Wirausaha yang menerapkan SNI akan memiliki keunggulan kompetitif berupa peningkatan kepercayaan dan akses pasar yang lebih luas.

c)

A.      Wirausaha yang tidak menerapkan SNI otomatis dilarang berdagang di seluruh wilayah Indonesia.

d)

A.      Standar desain dan kemasan di Indonesia menjadi kaku dan tidak dapat dimodifikasi.

e)

A.      Standardisasi hanya berlaku untuk produk makanan dan tidak relevan untuk produk kerajinan.

19.

Perusahaan "Keripik Mantap" memiliki Biaya Bahan Baku Rp 800 per bungkus, Biaya Kemasan Rp 200 per bungkus, dan komisi penjualan Rp 100 per bungkus. Jika target produksi dan penjualan bulan ini adalah 15.000 bungkus, berapakah Total Biaya Variabel yang harus dikeluarkan perusahaan?

a)

A.      Rp 1.500.000

b)

B.      Rp 1.800.000

c)

C.       Rp 16.500.000

d)

D.      Rp 12.000.000

e)

E.       Rp 15.000.000

20.

Sebuah usaha jasa katering memiliki Biaya Tetap Rp 5.000.000. Biaya Variabel per porsi adalah Rp 15.000. Harga Jual per porsi adalah Rp 25.000. Apabila wirausaha memutuskan untuk meningkatkan promosi melalui iklan berbayar senilai Rp 1.000.000 (menjadi bagian dari Biaya Tetap), berapakah kenaikan unit BEP yang harus dicapai?

a)

A.      Kenaikan 100 unit

b)

B.      Kenaikan 200 unit

c)

C.       Kenaikan 500 unit

d)

D.      Kenaikan 600 unit

e)

E.       Kenaikan 1.000 unit

21.

Dalam desain kemasan, elemen desain grafis seperti pemilihan bahan dasar, grafik, warna, dan jenis font menjadi penting karena...

a)

A.      Hanya untuk meningkatkan nilai jual di mata pengecer.

b)

B.      Menentukan klasifikasi kemasan berdasarkan frekuensi pemakaian.

c)

C.       Mengacu pada rancangan untuk melindungi kualitas produk dan menjadi sarana promosi yang efektif.

d)

D.      Memastikan kemasan bersifat hermetis dan tahan suhu tinggi.

e)

E.       Menetapkan standar nasional yang wajib ditaati oleh semua pelaku usaha.

22.

Meskipun SNI bersifat sukarela, pemerintah mendorong penerapannya. Manakah pernyataan berikut yang paling tepat menjelaskan dampak positif jangka panjang yang paling utama bagi ekonomi nasional dari adopsi SNI oleh pelaku usaha?

a)

A.      Memperketat persaingan usaha hingga mengurangi jumlah pelaku UMKM.

b)

B.      Memastikan semua produk Indonesia memiliki harga jual yang seragam.

c)

C.       Meningkatkan kualitas produk secara keseluruhan, yang pada akhirnya akan memperlancar perdagangan dan meningkatkan daya saing global.

d)

D.      Mengubah semua Biaya Variabel menjadi Biaya Tetap.

e)

E.       Menghilangkan kebutuhan akan label komposisi pada kemasan produk.

23.

Biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan penelitian dan pengembangan (R&D) produk baru, yang tidak termasuk dalam Biaya Tetap maupun Biaya Variabel produksi rutin, paling tepat dikategorikan sebagai...

a)

A.      Biaya Variabel.

b)

B.      Biaya Overhead Pabrik (BOP) Variabel.

c)

C.       Biaya Eksperimental / Biaya Investasi.

d)

D.      Biaya Bahan Baku Langsung.

e)

E.       Biaya Operasional.

24.

Jika total omzet yang harus dicapai agar balik modal (BEP Rupiah) adalah Rp 50.000.000 dan total penjualan perusahaan saat ini adalah Rp 100.000.000, berapakah persentase penjualan yang sudah menjadi keuntungan?

a)

A.      25%

b)

B.      50%

c)

C.       60%

d)

D.      75%

e)

E.       100%

25.

Kaleng biskuit yang setelah isinya habis dicuci bersih lalu digunakan oleh konsumen untuk menyimpan kerupuk di rumah termasuk dalam klasifikasi kemasan berdasarkan frekuensi pemakaian, yaitu...

a)

A.      Kemasan Sekali Pakai (Disposable).

b)

B.      Kemasan Dipakai Berulang Kali (Multitrip).

c)

C.       Kemasan Tidak Dibuang (Semi Disposable).

d)

D.      Kemasan Kaku.

e)

E.       Kemasan Tersier.